Anda di halaman 1dari 18

PETA

KONSEP

Mengidentifikasi Aspek-Aspek
Keamanan Kerja

Mengontrol Kontaminasi

DASAR
KOMPETENSI
KEJURUAN

MENERAPKAN
PROSEDUR
KESELAMATAN,
KESEHATAN
KERJA DAN

Mendemonstrasikan Pemadaman
Kebakaran

LINGKUNGA
N TEMPAT
KEJA

Melakukan Pertolongan Pertama


Pada Kecelakaan

Melakukan Pengangkatan Benda


KerjaSecara Manual

Menerapkan Pekerjaan Sesuai


dengan SOP ( Standard Operating
Procedure )

ALAT PEMADAM API RINGAN ( APAR )

PENDAHULUAN
Kebakaran adalah penyebab ketiga terbesar dari
kecelakaan yang mematikan di Asia, namun banyak orang
tidak peduli akan hal itu.
Apakah anda mengetahui...
Bagaimana kebakaran terjadi ?
Bagaimana api/ kebakaran diklasifikasikan ?
Bagaimana cara mencegah kebakaran ?
Kapan kita tidak boleh memadamkan kebakaran ?
Bagaimana anda mengidentifikasi fire extinguisher
(alat pemadam) yang tepat untuk digunakan ?
Bagaimana

cara

menggunakan

fire

extinguisher

portable yang tersedia?


Bagaimana cara memadamkan kebakaran kecil ?
Bagaimana cara memeriksa fire extinguishers?
Bagaimana membuat emergency action plan ?
Bagaimana cara melakukan evakuasi dari gedung
yang terbakar ?
Apa yang harus dilakukan jika seseorang terbakar ?
2

BAGAIMANA KEBAKARAN TERJADI ?


Api adalah suatu reaksi kimia yang menyertakan oksidasi dan pembakaran yang
cepat dari suatu bahan bakar. Diperlukan tiga elemen agar dapat terjadi
pembakaran :

BAHAN BAKAR

bisa berupa bahan bakar yang dapat


terbakarpadat, cair atau gas. Umumnya
yang padat dan cair menguap & menjadi gas
sebelum terbakar.

OKSIGEN

udara yang kita gunakan untuk pernafasan


mengandung kira-kira 21 persen oksigen, api
hanya memerlukan suatu atmosfir dengan
sekurangnya 16 persen oksigen.

HEAT

panas adalah sumber energi penting untuk


meningkatkan suhu dari bahan bakar sampai
pada suatu titik yang sesuai untuk terjadinya
pembakaran.

REAKSI KIMIA
suatu reaksi berantai yang dapat terjadi jika terdapat tiga
elemen api yang memadai dan sesuai. Api terjadi saat
oksidasi cepat dan pembakaran terjadi.

Jauhkan salah satu dari ketiga faktor tersebut dan api tidak dapat terjadi dan
dapat dipadamkan jika telah menyala terlebih dahulu.

BAGAIMANA API/KEBAKARAN DIKLASIFIKASIKAN ?


KELAS A
Bahan yang dapat terbakar atau materi berserat seperti,
kayu, kertas, kain, karet dan plastik.

KELAS B
Cairan yang dapat atau mudah terbakar seperti bensin,
kerosin, cat dan gas propana.

KELAS C
Peralatan listrik, seperti peralatan rumah tangga, saklar,
panel dan peralatan sumber listrik lainnya.

KELAS D
Logam yang dapat terbakar, seperti magnesium, titanium
dan potasium. Logam tersebut terbakar pada suhu tinggi
dan memungkinkan oksigen ikut serta membantu reaksi
pembakaran dan dapat bereaksi dengan cepat dengan air
dan harus ditangani dengan hati-hati.

BAGAIMANA CARA MENCEGAH KEBAKARAN ?


Kelas A bahan yang dapat terbakar :
Jaga dan peliharalah kerapian penyimpanan dan tempat kerja agar
bebas dari kotoran dan sampah. Tempatkan lap kain yang
berminyak pada tempat yang tertutup atau terpisah.
Kelas B cairan atau gas yang mudah terbakar :
Jangan mengisi bahan bakar untuk peralatan pada ruangan terbatas, khususnya
pada tempat yang terdapat sumber api, tungku perapian dan pemanas air.

Jangan mengisi bahan bakar pada ruangan terbatas saat sedang


panas.
Simpanlah cairan yang mudah terbakar pada tempat yang tertutup
rapat, pada kontainer terdapat penahan tumpahan cairan (spillproof containers). Tuangkan / keluarkan dari drum penyimpanan
hanya jika diperlukan.
JANGAN GUNAKAN KONTAINER PLASTIK UNTUK
PENYIMPANAN
Simpanlah cairan yang mudah terbakar dari sumber api yang mudah menyala
atau memercik.
Gunakan cairan yang mudah terbakar hanya pada ruangan yang berventilasi.

Kelas C Peralatan Listrik :


Periksalah kabel yang sudah usang, isolasi dan fitting yang
rusak. Laporkan peralatan yang mengandung potensi bahaya
pada supervisor anda.
Hindari motor dari pemanasan berlebih dengan tetap memelihara
kebersihan dan cara penggunaan alat yang benar dan bekerja
dengan benar. Percikan api dari motor dapat menyambar dan
membakar oli dan debu yang ada di dalamnya.
Peralatan seperti lampu harus memiliki pelindung. Panas dari bola
lampu dapat menyebabkan benda-benda yang mudah terbakar di
sekitarnya menyala.

Jangan menyalahgunakan fuse. Jangan memasang fuse lebih tinggi dari


sirkuitnya.
Periksalah semua perlengkapan atau peralatan listrik yamg tercium bau
mencurigakan seperti terbakar/ hangus. Bau hangus atau bau aneh bisa berati
terjadinya pembakaran (awal) pada peralatan listrik tersebut.
Jangan memberikan beban yang lebih pada outlet (stop kontak). Dua
outlet tidak lebih dari dua plug (steker).
Kelas D Logam yang mudah terbakar :

Logam yang mudah terbakar seperti potasium dan sodium biasanya


memerlukan suhu yang sangat tinggi untuk terbakar; namun, sekali
terbakar sukar sekali untuk dipadamkan karena terdapat udara
yang membantu terjadinya pembakaran bahkan meskipun terjadi di
dalam air.
Dalam beberapa kasus, menutupi logam yang terbakar dengan
pasir dapat membantu mencegah antara panas dan loncatan bunga
api bereaksi. Alat pemadam kelas D juga tersedia (biasanya dalam
bentuk serbuk kering tersimpan dalam ember atau kotak khusus)
yang sangat efektif bila digunakan.
Logam murni seperti potasium dan sodium bereaksi sangat cepat
(bahkan eksplosif) dengan air dan bahan kimia lainnya, dan harus
ditangani dengan hati-hati.
Umumnya bahan logam jenis ini disimpan pada kontainer pada cairan
yang non-reaktif untuk mencegah kerusakan (oksidasi permukaan) dari
kontak dengan udara.

KAPAN KITA TIDAK BOLEH MEMADAMKAN API/ KEBAKARAN ?

Jangan memadamkan api/ kebakaran bila:

Jika api telah menyebar luas dari titik asalnya.


Jika anda tidak dapat memadamkan api dengan
arah punggung ke pintu/ jalan keluar.
Jika api dapat menghalangi satu-satunya jalan
keluar bagi anda.
Jika anda tidak memiliki alat pemadam yang
sesuai.

Dalam situasi seperti itu,


JANGAN MEMADAMKAN API
SENDIRIAN.
CARILAH BANTUAN.

BAGAIMANA CARA MEMADAMKAN KEBAKARAN KECIL ?

Kelas A

padamkan dengan mendinginkan


bahan dibawah suhu/ titik bakarnya dan basahi
bahan tersebut untuk mencegah terbakar
kembali.

Gunakan air bertekanan, busa atau bahan alat


pemadam kebakaran multi-fungsi (jenis -ABC)
jenis dry chemical.
Padamkan bahan cairan, pelumas atau gas
dengan menjauhkan oksigen, mencegah bahan
tersebut dari pencapaian sumber panas atau dari
rantai reaksi kimia.
Kelas B

Alat pemadam dari bahan bentuk busa, karbon


dioksida, Bahan (jenis -BC) dry chemical, multifungsi dry chemical, dan halon * dapat digunakan
untuk memadamkan api klas B.

Kelas C

Padamkan peralatan listrik


dengan
menggunakan alat yang tidak
dapat menghantarkan arus
listrik
/non-konduktor.

Alat pemadam jenis Foam,


karbon dioksida, bahan dry
chemical (jenis -BC)
, dry
chemical multi-fungsi, dan halon * dapat
digunakan untuk memadamkan jenis api
C,
JANGAN GUNAKAN air sebagai pemadam pada
peralatan listrik.

* Meskipun halon masih digunakan di Indonesia, peraturan


pemerintah akan dirubah dengan menggunakan bahan yang lebih
ramah terhadap lingkungan.

Padamkan bahan logam yang terbakar


seperti magnesium, titanium, potasium and
sodium dengan bahan dry powder yang dirancang
khusus untuk bahan logam tersebut.
Kelas D

Kebanyakan,
bahan
pemadam
tersebut
menyerap, dan mendinginkannya di bawah suhu/
titik bakarnya.
INGATLAH :
Alat pemadam jenis kimia yang multifungsi (jenis-ABC) meninggalkan
sisa yang dapat membahayakan peralatan sensitif, seperti komputerdan
peralatan listrik lainnya.
Sisa ABC dry powder bersifat korosif terhadap sejumlah jenis logam.
Misalnya, sisa yang tertinggal setelah penggunaan pemadam jenis ABC
dry powder pada peralatan dengan bahan logam akan mengalami
kerusakan serius terkena korosi.

BAGAIMANA CARA MENGIDENTIFIKASI FIRE EXTINGUISHER (ALAT PEMADAM) YANG


TEPAT UNTUK DIGUNAKAN ?

Semua jenis alat pemadam di atas memiliki fungsi masing-masing


yang tertera pada tabung. Beberapa jenis alat pemadam memiliki
funsgi ganda yang ditandai dengan AB, BC and ABC.
Jenis Alat pemadam tersebut berfungsi lmemadamkan ebih dari
satu kelas/ jenis (sumber) kebakaran.

Alat pemadam kelas A dan B memiliki tingkatan angka yang


menandakan tingkat kualitas, tingkat tekanan, isi tekanan dan
tingkat pengisian dan besar kemampuat memadamkan kebakaran.

Alat pemadam kelas C hanya memiliki 1 huruf tingkatan yang


menandakan bahan alat pemadam tidak menghantarkan arus
listrik. Alat pemadam kelas C harus juga memiliki tingkatan A dan
B.
Alat pemadam kelas D memiliki 1 huruf tingkatan yang
menandakan bahwa dapat bekerja efektif untuk memadamkan
sejumlah jenis logam yang terbakar.

10

ALAT PEMADAM APA YANG DIGUNAKAN ?


Periksalah label alat pemadam yang ada di tempat anda perhatikan warna,
bentuk/ukurannya. Hal ini dapat menolong, jika seseorang membantu anda
memadamkan kebakaran dengan menggunakan alat pemadam kebakaran yang
salah (contohnya air pada kebakaran yang berasal dari listrik) anda dapat
MENGHENTIKANNYA sebelum orang tersebut cidera atau membuat keadaan yang
lebih buruk

Bubuk kering (Pita Merah/Putih)


Busa (Biru)
Karbon dioksida (Pita Merah /Hitam)
Air (hanya warna MERAH)

11

BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN FIRE


EXTINGUISHER PORTABLE YANG TERSEDIA ?

Ingatlah, "T.A.T.S."
......Tarik Pin.

...... Arahkan pada sumber api.

......Tekan picu dan peganglah alat


pemadam tegak lurus.

...... Semprotkan satu sisi ke sisi


lainnya.

12

Bagaimana cara memadamkan api :


o Berjalanlah perlahan, jangan berlari
o Perhatikan rintangan, khususnya yang terdapat di lantai
o Jika kebakaran/ api mati, tinggalkan tempat itu dengan
berjalan mundur, perhatikan nyala api
o Persiapkan alat pemadam untuk menjaga kalau-kalau
api menyala lagi.

Ingat

Anda mengalami kesulitan mencari jalan keluar


Alat pemadam mungkin habis (isi tabungnya)
Anda memiliki alat pemadam yang rusak
Anda
sudah
tidak
dapat
lagi
memadamkan api dengan aman

TINGGALKAN TEMPAT TERSEBUT SEGERA !

13

BAGAIMANA CARA MEMERIKSA FIRE


EXTINGUISHER ?
Ketahui tempat fire extinguisher yang ada di tempat kerja anda.
Pastikan jenis fire extinguisher aman untuk di gunakan (sesuai label dan isi tabung).
Periksalah plastik segel yang mengikat pin handle fire extinguisher. Apakah fire
extinguisher telah digunakan sebelumnya ?
Laporkan bila terjadi kerusakan/pada seal/pin pada Safety Officer yang berwenang.
Perhatikan alat pengukur dan rasakan beratnya. Apakah fire extinguisher penuh atau
perlu diisi ulang ?
Alat pemadam jenis air, busa, dan bubuk kering memiliki alat ukur yang menandakan
tekanan didalam tabung. Jarum pengukur harus berada pada areal "hijau" .

Pastikan pin dan nozzle lengkap.

Evakuasi :
Ketahui dimana jalan keluar dari gedung tempat anda
bekerja.
Ketahui bagaimana prosedur evakuasi dan tempat
berkumpul.
Ketahui siapa fire wardens dan kepada siapa melapor.
Ketahui di mana alat pemadam ditempatkan.
Ketahui bagaimana tanda bunyi alarm kebakaran.

14

Jangan mencoba memadamkan api kecuali jika anda


mengetahui bagaimana menggunakan alat pemadam dan
anda kenal betul jalan keluar dari gedung.

Bagaimana cara melakukan evakuasi :


Bila anda mendengar Emergency
kosongkan gedung/ ruangan SEGERA

Alarm

berbunyi

Keluarlah dengan cara yang sesuai dengan petunjuk


pada Emergency Action Plan
Berjalanlah
Tetap tenang

: JANGAN BERLARI
: JANGAN PANIK

Berteriaklah : Kebakaran !
Kebakaran ! Kebakaran !
15

Merunduk untuk menghindari asap dan gas


Merangkak jika perlu, udara yang terbaik berada
dekat lantai
JANGAN mengunci pintu atau jalan keluar
Bergeraklah
menuju
Evacuation
Point
(tempat
berkumpul darurat) dan laporkan diri anda pada
kepala petugas pemadam
Tetap berada di evacuation point sampai petugas
memperbolehkan
anda
untuk
pergi
atau
meninggalkan tempat itu
Setelah kebakaran jangan memasuki kembali gedung
sampai pemadaman dilakukan dengan TUNTAS

16

JIKA ANDA TERBAKAR :

BERHENTI -

DI TEMPAT ANDA

MEREBAHLAH -

BERGULING -

KE LANTAI
DI LANTAI

JIKA ORANG LAIN TERBAKAR, SURUHLAH


MELAKUKAN LANGKAH DI ATAS.

17

18