Anda di halaman 1dari 25

PKM-P 2014

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


JUDUL PROGRAM
KOMBINASI VERMIKULIT DAN PASIR SEBAGAI MEDIA UNTUK
MEMPRODUKSI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR PADA TANAMAN
INANG JAGUNG (Zea mays L.) DAN Pueraria javanica

BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Diusulkan oleh:

Lugito
Muhammad Andi Safei
Usnaqul Efriyani

1114121122
1214121136
1114121194

UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2014

Angkatan 2011
Angkatan 2012
Angkatan 2011

PENGESAHAN USULAN PKM-PENELITIAN

1. Judul Kegiatan

: KOMBINASI VERMIKULIT DAN


PASIR SEBAGAI MEDIA UNTUK
MEMPRODUKSI FUNGI MIKORIZA
ARBUSKULAR PADA TANAMAN
INANG JAGUNG (Zea mays L.) DAN
Pueraria javanica

2. Bidang Kegiatan
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NPM
c. Jurusan
d. Universitas
e. Alamat Rumah dan No Tel./HP

: PKM-P

f. E-mail
4. Anggota Pelaksana Kegiatan
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar
b. NIDN
c. Alamat Rumah / HP
6. Biaya Kegiatan Total
a. Dikti
b. Sumber lain
7. Jangka Waktu Pelaksanaan

: Lugito
: 1114121122
: Agroteknologi
: Universitas Lampung
: Bandarjaya Barat, Kec.Terbanggi Besar,
Kab. Lampung Tengah / 085377504433
: lugito1993@gmail.com
: 2 orang
: Dr. Ir Maria Viva Rini, M.Sc
: 0004036604
: Bataranila, Natar / 0811792103
: Rp12.500.000,: Rp
: 4 Bulan

ii

DAFTAR GAMBAR
Gambar

Halaman

1. Diagram penetrasi FMA pada sel tanaman ..............................................

2. Media tanam vermikulit ...........................................................................

iii

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1. Tabel rancangan perlakuan ....................................................................

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ....................................................................


HALAMAN PENGESAHAN .........................................................
DAFTAR GAMBAR .......................................................................
DAFTAR TABEL............................................................................
DAFTAR ISI ...................................................................................
RINGKASAN ..................................................................................

i
ii
iii
iv
v
vi

BAB I. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang Masalah .............................................................
b. Perumusan Masalah ....................................................................
c. Tujuan .........................................................................................
d. Luaran Yang Diharapkan ............................................................

1
2
2
2

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


a. Mikoriza dan pemanfaatannya..........................................................
b. Infektivitas mikoriza ........................................................................
c. Keunggulan Produk ..........................................................................
d. Peran media tanam ..........................................................................
e. Vermikulit dan penggunaannya.........................................................
f. Pengelolaan FMA ..............................................................................

3
3
4
4
5
5

BAB III. METODE PENELITIAN


a. Waktu dan Tempat ........................................................................
b. Metode Penelitian ..........................................................................

6
6

BAB IV. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


a. Biaya Kegiatan .............................................................................
b. Jadwal Kegiatan ...........................................................................

8
8

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

RINGKASAN

Sebagai upaya pelengkap dari usaha konservasi budidaya tanaman yang banyak
menarik minat peneliti adalah penggunaan pupuk hayati dengan memanfaatkan
Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) yang mampu memperbaiki kondisi tanah dan
meningkatkan penyerapan unsur hara tanaman. Media tanam yang baik digunakan
adalah yang memiliki tekstur kasar, berpasir, dengan kapasitas tukar kation yang
tinggi yang mampu mengurangi tersedianya Posfor (P). Salah satu media tanam
yang didapat digunakan adalah vermikulit.Vermikulit memiliki sifat pertukaran
kation, sehingga dapat terus tersedia untuk tumbuh tanaman Vermikulit sangat
ringan, mudah untuk menangani dan mudah bercampur dengan tanah.
Tujuan dari program ini adalah sebagai berikut: Mencari komposisi campuran
media vermikulit dan pasir manakah yang paling sesuai untuk memproduksi FMA
pada tanaman inang jagung dan Legume Pueraria javanica. Adapun luaran dan
kegunaan program yang diharapkan dalam penelitian ini adalah : Mampu
menentukan media tanam yang sesuai dalam memproduksi Fungi Mikoriza
Arbuskular yang bernilai jual seperti terbentuknya Produk Pupuk Hayati berbahan
dasar FMA yang berkualitas tinggi. Metode yang diterapkan dalam Perlakuan
diterapkan dalam rancangan perlakuan faktorial (2x6) dengan 5 ulangan. Faktor
pertama adalah tanaman inang yaitu jagung (t1), Legume Pueraria javanica (PJ)
(t2). Sedangkan faktor kedua adalah media tanam yaitu vermikulit dan pasir
dengan menggunakan perbandingan volume media yang terdiri atas berbagai
komposisi campuran yang telah ditentukan. Setiap satuan percobaan diterapkan
pada petak percobaan menurut Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS).
Pemisahan nilai tengah dilakukan dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur
(BNJ) 5%. Peubah-peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut: Jumlah spora, Bobot kering akar dan tajuk serta % infeksi akar.

vi

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berbagai upaya perbaikan tanah jenis Podsolik Merah Kuning (PMK) yang
mendominasi tanah di Indonesia berupa konservasi tanah dan air secara fisik,
kimia, dan biologi telah banyak dilakukan. Sebagai upaya pelengkap dari usahausaha konservasi yang banyak menarik minat peneliti adalah penggunaan pupuk
hayati dengan memanfaatkan Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) yang diyakini
mampu memperbaiki kondisi tanah dan yang paling utama meningkatkan
penyerapan unsur hara tanaman. Mikoriza adalah asosiasi mutualistik antara fungi
dan akar tanaman yang membentuk struktur simbiotik. Melalui simbiosis dengan
tanaman, mikoriza berperan penting dalam pertumbuhan tanaman, perlindungan
terhadap penyakit, dan peningkatan kualitas tanah (Talanca, 2010). Simbiosis
antara tanaman inang dengan mikoriza terjadi dengan adanya pemberian
karbohidrat dari tanaman kepada mikoriza dan pemberian unsur hara tanah dari
mikoriza kepada tanaman (Suciatmih, 2001). Mikoriza merupakan jenis mikroba
tanah yang mempunyai kontribusi penting dalam kesuburan tanah dengan jalan
meningkatkan kemampuan tanaman dalam penyerapan unsur hara, seperti fosfat
(P), kalsium (Ca), natrium (N), mangan (Mn), kalium (K), magnesium (Mg),
tembaga (Cu), dan air. Hal ini disebabkan karena kolonisasi mikoriza pada akar
tanaman dapat memperluas bidang penyerapan akar dengan adanya hifa eksternal
yang tumbuh dan berkembang melalui bulubulu akar tanaman (Talanca, 2010).
Cara yang paling umum dipakai dalam memproduksi inokulan Fungi Mikoriza
Arbuskular (FMA) adalah dengan metode kultur pot yaitu FMA yang telah
diketahui keefektifannya diinokulasikan pada tanaman inang tertentu pada
medium padat yang steril (Simanungkalit, 2004). Untuk memproduksi FMA yang
baik akan digunakan sebagai inokulan di lapangan dalam bentuk pupuk hayati.
Menurut Suhardi (1989), media tanam yang baik digunakan adalah yang memiliki
tekstur kasar, berpasir, dengan kapasitas tukar kation yang tinggi yang mampu
mengurangi tersedianya P. Selain itu, perlu adanya pemilihan tanaman inang di
antaranya adalah tanaman jagung. Tanaman jagung serta Pueraria javanica (PJ)
dan zeolit merupakan tanaman inang dan media tanam yang baik untuk FMA
(Sulistyaningsih, 2003). FMA dalam asosiasinya mempunyai kisaran inang yang
sangat luas, tetapi tingkat efektivitasnya berbeda, beberapa jenis FMA tertentu
menunjukkan spesifikasi untuk memilih dan berasosiasi dengan suatu jenis
tanaman inang tertentu (Husna, 2004). Kemudian, produk-produk FMA yang
berupa inokulan umumnya berbentuk spora dari spesies tertentu ataupun
campuran lebih dari satu spesies FMA. Spora dan miselia yang dihasilkan
dicampur dengan bahan pembawa (carrier) yang umumnya berupa mineral
lempung atau zeolit (Prematuri dan Faiqoh, 1999).

2
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perlu dilakukan
suatu pendekatan berupa pengkayaan (enrichment) media tanam dengan tujuan
untuk meningkatkan produksi FMA. Salah satu media tanam yang dapat
digunakan tanpa mengurangi kualitas dari inokulan mikoriza ini adalah vermikulit.
Vermikulit adalah silikat magnesium-aluminum-besi terhidrasi. Vermikulit dapat
menyerap cairan seperti pupuk, herbisida, dan insektisida, yang kemudian dapat
diangkut sebagai padatan yang mengalir bebas atau memiliki Kapasitas Tukar
Kation (KTK) yang tinggi (Harben dan Kuzvart, 1996). Pada sistim budidaya
tanaman, vermikulit memiliki sifat yang sangat baik untuk meningkatkan aerasi
tanah sementara tetap mempertahankan kelembaban dan nutrisi untuk memberi
makan akar dan pertumbuhan maksimum. Vermikulit memiliki sifat pertukaran
kation, sehingga dapat terus tersedia untuk tumbuh tanaman seperti amonium,
kalium, kalsium dan magnesium. Vermikulit sangat ringan sehingga mudah untuk
berpindah (transportasi), mudah untuk menangani dan bercampur dengan tanah,
gambut, kompos pinus kulit, pupuk, pestisida dan herbisida. Melalui sifat-sifat
diatas, pendekatan yang diharapkan yaitu FMA mampu merespon media
vermikulit sehingga produksi FMA dapat meningkat dengan signifikan.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Komposisi campuran media vermikulit dan pasir manakah yang paling sesuai
untuk memproduksi FMA pada tanaman inang jagung dan Legume Pueraria
javanica?
C. Tujuan
Adapun tujuan dari program ini adalah sebagai berikut:
1. Mencari komposisi campuran media vermikulit dan pasir manakah yang
paling sesuai untuk memproduksi FMA pada tanaman inang jagung dan
Legume Pueraria javanica (PJ).
D. Luaran dan kegunaan program
Adapun luaran dan kegunaan program yang diharapkan dalam penelitian ini
adalah : Mampu menentukan media tanam yang sesuai dalam memproduksi Fungi
Mikoriza Arbuskular (FMA) yang bernilai jual seperti terbentuknya Produk
Pupuk Hayati berbahan dasar FMA yang berkualitas tinggi.

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Mikoriza dan pemanfaatannya
Sebagai mikroorganisme tanah, fungi mikoriza menjadi kunci dalam
memfasilitasi penyerapan unsur hara oleh tanaman (Suharno and Sufati, 2009;
Upadhayaya et al., 2010). Mikoriza merupakan bentuk simbiosis mutualisme
antara fungi dan sistem perakaran tumbuhan. Peran mikoriza adalah membantu
penyerapan unsur hara tanaman, peningkatan pertumbuhan dan hasil produk
tanaman. Sebaliknya, fungi memperoleh energi hasil asimilasi dari tumbuhan.
Walaupun simbiosis FMA dengan tumbuhan pada lahan subur tidak banyak
berpengaruh positif, namun pada kondisi ekstrim mampu meningkatkan sebagian
besar pertumbuhan tanaman (Smith dan Read, 2008). Mikoriza meningkatkan
pertumbuhan tanaman pada tingkat kesuburan tanah yang rendah, lahan
terdegradasi dan membantu memperluas fungsi sistem perakaran dalam
memperoleh nutrisi (Galii et al., 1993; Garg dan Chandel 2010). Secara khusus,
fungi mikoriza berperan penting dalam meningkatkan penyerapan ion dengan
tingkat mobilitas rendah, seperti fosfat (PO43-) dan amonium (NH4+) (Suharno and
Santosa 2005) dan unsur hara tanah yang relatif immobil lain seperti belerang (S),
tembaga (Cu) dan juga Boron (B). Mikoriza juga meningkatkan luas permukaan
kontak dengan tanah, sehingga meningkatkan daerah penyerapan akar hingga 47
kali lipat. Mikoriza tidak hanya meningkatkan laju transfer nutrisi di akar tanaman
inang, tetapi juga meningkatkan ketahanan terhadap cekaman biotik dan abiotik
(Smith dan Read, 2008). Mikoriza mampu membantu mempertahankan stabilitas
pertumbuhan tanaman pada kondisi tercemar (Khan, 2005).
B. Infektivitas mikoriza pada inang tanaman
Jenis tanaman yang berbeda akan menunjukkan reaksi yang berlainan terhadap
infeksi mikoriza dan secara tak langsung mempengaruhi perkembangan infeksi
dan kolonisasi jamur mikoriza. Perbedaan reaksi tersebut sangat dipengaruhi oleh
aras kepekaan tanaman terhadap infeksi dan sifat ketergantungan tanaman pada
mikoriza dalam serapan hara terutama di tanah yang kekurangan P. Kedua sifat
tersebut ada kaitannya dengan tipe perakaran dan keadaan fisiologi atau
perkembangan tanaman (Sieverding, 1991). Infektivitas diartikan sebagai daya
jamur untuk menginfeksi dan mengkoloni akar tanaman. Infektifitas dalam hal ini
dinyatakan sebagai proporsi akar tanaman yang terinfeksi (Nuhamara, 1994).
Infektivitas mikoriza dipengaruhi spesies cendawan, tanaman inang, interaksi
mikrobial, tipe perakaran tanaman inang, dan kompetisi antara cendawan
mikoriza yang disebut sebagai faktor biotik, dan faktor lingkungan tanah yang
disebut sebagai faktor abiotik (Solaiman dan Hirata, 1995). Gambaran penetrasi
FMA pada tanaman dapat disajikan sebagai berikut:

Gambar 1. Diagram penetrasi FMA pada sel tanaman (Dwi, 2007).


Setiap spesies FMA berbeda dalam kemampuannya untuk merangsang
pertumbuhan tanaman inang. Hal ini disebabkan oleh perbedaan dalam ukuran
spora dan dikaitkan dengan pembentukan hifa eksternal yang berperan dalam
efisiensi penyerapan unusr hara. Aktivitas metabolisme sel tanaman yang telah
terinfeksi FMA pada permukaan akar oleh hifa eksternal berasal dari spora atau
akar tanaman yang memiliki FMA di dalam tanah. Hifa dari apresorium kemudian
menembus sel-sel epidermis dan menjalar di antara sel (interseluler) ataupun di
dalam sel (intraseluler) menembus korteks, tetapi tidak meluas ke endodermis.
Akar bermikoriza dapat memebentuk hifa eksternal yang merupakan kelanjutan
dari hifa internal, kemudian vesikula terbentuk pada ujung hifa (Dwi, 2007).
C. Peran media tanam
Media tanam merupakan salah satu faktor lingkungan yang penting untuk
pertumbuhan agar tanaman mendapat unsur hara dan air. Media tanam yang
memenuhi syarat sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Jenis dan sifat media tanam berperan dalam ketersediaan unsur hara dan air
sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Perbedaan
karakteristik media adalah dalam hal kandungan unsur hara dan daya mengikat air
tercermin pada porositas, kelembaban, dan aerasi (Hardjanti, 2005). Menurut
Suhardi (1989), media tanam yang baik digunakan adalah yang memiliki tekstur
kasar, berpasir, dengan kapasitas tukar kation yang tinggi yang mampu
mengurangi tersedianya fosfor (P).

D. Vermikulit dan penggunaannya


Vermikulit adalah media anorganik steril yang dihasilkan dari pemananasan
kepingan-kepingan mika serta mengandung potasium dan kalium. Vermikulit
memiliki kemampuan kapasitas tukar kation yang tinggi, terutama dalam keadaan
padat dan saat basah. Vermikulit dapat menurunkan berat jenis, dan meningkatkan
daya serap air jika digunakan sebagai campuran media tanaman sehingga mudah
diserap oleh akar tanaman. Vermikulit tersusun dari oksida-oksida Si, Al, Mg,
sebagai pembentuk utamanya. Keistimewaan dari mineral tanah liat berbentuk
layer ini adalah sifatnya yang fleksibel dapat merenggang dan ion Magnesium
yang berada di antara layer-layer dapat ditukar dengan ion lain. Media vermiculite
juga memberikan kapasitas daya pegang air yang kuat dan memberikan beberapa
nutrisi hara yang dibutuhkan tanaman seperti magnesium dan kalium. Media
vermiculite ini mempunyai range pH antara 6,5 7 dan steril (Niemiera, 2007).
Media ini mempunyai kapasitas tukar kation yang tinggi sehingga media ini dapat
mempertahankan hara, memperbaiki aerasi dan tidak meminta penyiraman yang
sering. Vermiculite berguna dalam membantu sistem perakaran dengan cepat dan
penetrasi ke bawah sehingga memudahkan perakaran dalam menyerap nutrisi hara.
Berikut adalah gambar media vermikulit :

Gambar 2. Media tanam vermikulit (Anonim, 2011).

E. Pengelolaan FMA
Respon ketahanan tanaman terhadap kolonisasi FMA adalah terbentuknya asam
salisilat. Terbentuknya asam salisilat akan membuat tanaman tahan terhadap
serangan patogen atau patogen tidak akan mampu berkembang pada jaringan
tanaman dan daur hidupnya akan terhambat sehingga akan pergi meninggalkan
tanaman yang telah dikolonisasi oleh FMA. Kemampuan FMA inilah yang
menarik para ilmuwan berusaha untuk memproduksi inokulan FMA dalam
produksi massal untuk menjaga ketersediaan FMA dengan beragam sistem
produksi yang berbeda (Ijdo et al., 2011). Tujuan utama dari produksi massal
inokulan FMA ini adalah untuk memperbanyak inokulan FMA spesies tertentu
yang telah diketahui infektivitasnya, dalam medium padat steril yang nantinya
dapat dimanfaatkan dengan mudah oleh para petani (Simanungkalit et al., 2006).

BAB III. METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian


Percobaan ini dilaksanakan di Rumah Kaca dan Laboratorium Produksi
Perkebunan Fakultas Pertanian, UNILA, dari Bulan Januari-April 2015.
B. Metode Penelitian
Teknik pengumpulan dan analisis data
Perlakuan diterapkan dalam rancangan perlakuan faktorial (2x6) dengan 5
ulangan. Faktor pertama adalah tanaman inang yaitu jagung (t1) dan Legume
Pueraria javanica (PJ) (t2). Sedangkan faktor kedua adalah media tanam yaitu
vermikulit dan pasir dengan menggunakan perbandingan volume media yang
terdiri atas berbagai komposisi campuran sebagai berikut:
Tabel 1. Tabel rancangan perlakuan yang akan diterapkan :
Perlakuan
N1
N2
N3
N4
N5
N6

% Pasir
0
20
40
60
80
100

% Vermikulit
100
80
60
40
20
0

Setiap satuan percobaan diterapkan pada petak percobaan menurut Rancangan


Kelompok Teracak Sempurna (RKTS). Kehomogenan ragam antarperlakuan dan
kemenambahan model diuji dengan uji Bartlett dan Tukey, pemisahan nilai tengah
dilakukan dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5%.
Media Tanam
Media tanam yang digunakan sesuai dengan perlakuan yaitu vermikulit dan pasir.
Sebelum dimasukkan ke dalam pot, pasir dicuci sampai bersih dengan air kran
kemudian dimasukkan ke dalam pot berukuran 1,5 liter sebanyak 60 pot dengan
komposisi sesuai perlakuan yang menggunakan perbandingan volume media.
Inokulasi Mikoriza dan Penanaman
Fungi Mikoriza Arbuskular yang digunakan adalah campuran Glomus sp,
Gigaspora sp dan Entrophospora sp yang didapatkan dari Laboratorium Produksi
Perkebunan Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Aplikasi FMA dilakukan

pada saat penanaman benih. Pada bagian tengah pot yang telah berisi media pasir
dan vermikulit dibuat lubang dengan diameter 5 cm dengan kedalaman 10 cm,
lalu pada lubang tersebut dimasukkan inokulum FMA sebanyak 50 g/pot,
kemudian lubang ditutup dengan media campuran pasir dan vermikulit setinggi
2 cm. Selanjutnya, benih tanaman inang yang akan ditanam (sesuai dengan
perlakuan) diletakkan di atas campuran tersebut, kemudian ditutup kembali
dengan vermikulit atau pasir sehingga mencapai volume bahan tanam yang
diinginkan. Setelah selesai penanaman dan pelabelan perlakuan, pot-pot disusun
di atas meja dalam rumah kaca mengikut Rancangan Kelompok Teracak
Sempurna (RKTS) dan dipelihara sampai berumur 3 bulan.
Pemeliharaan
Selama pemeliharaan tanaman 3 bulan di rumah kaca dilakukan pemupukan,
penyiraman dan penyiangan gulma. Pupuk yang digunakan adalah NPK
(15:15:15) dengan dosis 0,5 g/liter. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore
hari dan setiap pot memperoleh volume air yang sama. Pengendalian gulma
dilakukan secara manual dengan mencabut gulma di dalam pot.
Peubah yang diamati
Peubah-peubah yang diamati dalam penelitian ini (3 bulan setelah tanam) adalah
sebagai berikut:
1. Jumlah spora dengan metode penyaringan basah (Brudrett et al., 1996).
Sampel media vermikulit atau pasir sebanyak 50 g dimasukkan ke dalam gelas
ukur 1 liter, kemudian ditambahkan air keran sebanyak lebih kurang 500 ml,
setelah itu diaduk supaya spora yang tertahan dalam partikel vermikulit dan
pasir lepas dan mengambang di dalam larutan. Larutan selanjutnya dituangkan
ke saringan mikro dengan ukuran 500m, 150m dan 45m (yang disusun
secara bertingkat dengan ukuran besar di atas). Hal yang sama dilakukan
sebanyak 5 kali supaya semua spora yang ada dalam sampel menambang di
dalam larutan. Spora-spora yang tertahan pada masing-masing saringan
kemudian dipindahkan ke dalam cawan petri dan spora selanjutnya dihitung
secara manual dengan bantuan mikroskop stereo.
2. Bobot kering akar. Mula-mula akar dibongkar, kemudian akar dipisahkan dari
tajuk, dioven pada suhu 70o C hingga bobotnya konstan, baru ditimbang.
3. Bobot kering tajuk. Bobot kering tajuk (daun dan batang) ditimbang setelah
dioven pada suhu 70o C hingga bobotnya konstan, kemudian ditimbang.
4. Persen infeksi akar oleh FMA. Sampel akar diambil secara acak 1 g/sampel
kemudian dicuci sampai bersih dan dimasukkan ke dalam botol film. Secara
ringkas, akar dibersihkan dari sitoplasma dengan larutan KOH 10%, kemudian
diasamkan dengan larutan HCl 1% dan selanjutnya diwarnai dengan trypan
blue 0,05%.

Akar yang sudah diwarnai dipotong-potong sepanjang 2 cm, disusun di atas


gelas preparat sebanyak 15 lembar, kemudian diamati dibawah mikroskop
majemuk (Rini, 2010). Penghitungan infeksi akar dilakukan dengan rumus
sebagai berikut:

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


A. Anggaran Kegiatan
Adapun anggaran yang di perlukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
No.
1
2
3
4

Uraian
Peralatan penunjang
Biaya Habis Pakai
Biaya Perjalanan
Lain-lain
Total

Total
Rp 3.400.000,00
Rp 4.300.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp 1.800.000,00
Rp 12.500.000,00

Sehingga total biaya yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebesar Rp
12.500.000,B. Jadwal Kegiatan
Jadwal kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
JENIS KEGIATAN
Minggu kePERSIAPAN
Pengadaan alat dan bahan
Konsultasi
PELAKSANAAN
Cek bahan & alat
Pelaksanaan penelitian
PEMBAHASAN
Analisa Hasil
Evaluasi kegiatan
Monitoring
PELAPORAN
Penyusunan laporan
Konsultasi laporan

BULAN 1 BULAN BULAN BULAN 4


1 2 3 4 1 22 3 4 1 23 3 4 1 2 3 4

DAFTAR PUSTAKA

[Anonim]. 2011. : //en.wikipedia.org/wiki/Vermikulit. [ 22 September 2014 ].


Brundrett, M., N. Bougher, B. Dell, T. Grove, and N. Malajczuk. 1996. Working
with Mycorizas in Forestry and Agriculture. CSIRO. Australia. 10 pp.
Feldmann.
Dwi. 2007. Peran, Prospek Dan Kendala Dalam Pemanfaatan Endomikoriza.
Universitas Padjajaran. Jatinangor.
Galii U, Meier M, Brunold C. 1993. Effect of cadmium on nonmycorrhizal and
mycorrhizal fungus (Laccasaria laccata Scop.Ex.Fr) Bk and Br.: sulphate
reduction, thiols and distribution of the heavy metal. New Phytol 125: 837843.
Garg N, Chandel S. 2010. Arbuscular mycorrhizal networks: process and function.
A review. Agron Sustain Dev 30: 581-599.
Harben, P.W., and Kuzvart, Milos. 1996. Vermiculite, in Global geology: London,
United Kingdom, Industrial Minerals Information Ltd., p. 432-437.
Hardjanti S. 2005. Pertumbuhan Setek Adenium Melalui Penganginan, Asal
Bahan Setek, Penggunaan Pupuk Daun dan Komposisi Media. Agrosains
7(2): 108-114. Surakarta: Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret.
Ijdo M, Cranenbrouck S, Declerek S. 2011. Methods for large-scale production of
AM fungi: Past, Present, and Future. J.Mycorrhiza 21:1-16.
Khan AG. 2005. Role of soil microbes in rizhospheres of plants growing on trace
metal contaminated soils in phytoremediation. J Trace Element Med Biol 18:
355-364.
Niemiera AX. 2007. Indoor Plant Culture.Department of Horticulture.Virginia.
Nuhamara, S.T., 1994. Peranan mikoriza untuk reklamasi lahan kritis. Program
Pelatihan Biologi dan Bioteknologi Mikoriza.
Rini, M. Viva. 2010. Pengaruh Tanaman Inang Dan Media Tanam Pada
Produksi Fungi Mikoriza Arbuskular. Jurnal Agrotropika 15(1): 37 - 43
Shirozu, H.1998. Introduction to Clay Mineralogy. Asakura. Japan.
Sieverding E. 1991. Vesicular Arbuscular Mychorrhiza Management in Tropical
Agrosystem. Eschbom: Deutsche GHTZ Gmbh.

10

Simanungkalit, R. D. M. 2004. Teknologi Cendawan Mikoriza Arbuskular:


Produksi Inokulan dan Pengawasan Mutunya. Prosiding Seminar Mikoriza
Teknologi dan Pemanfaatan Inokulan Endo-Ektomikoriza untuk Pertanian,
Perkebunan, dan Kehutanan tanggal 16 September 2003. Universitas
Padjadjaran. Bandung. Hlm. 717.
Simanungkalit, R. D. M. 2006. Teknologi Cendawan Mikoriza Arbuskular:
Produksi Inokulan dan Pengawasan Mutunya. Prosiding Seminar Mikoriza
Teknologi dan Pemanfaatan Inokulan Endo-Ektomikoriza untuk Pertanian,
Perkebunan, dan Kehutanan tanggal 16 September 2003. Universitas
Padjadjaran. Bandung. Hlm. 717.
Smith SE, Read D. 2008. Mycorrhizal Symbiosis. Third Edition. Academic Press,
Elsevier, New York.
Suciatmih. 2001. Peran Jamur Mikoriza Vesikular-Arbuskular dalam Konservasi
Tanah. Warta Kebun Raya Bogor Vol.3 No.1.
Suhardi. 1989. Pedoman Kuliah Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA).
Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. 178 hlm.
Suharno, Sufaati S. 2009. Efektivitas pemanfaatan pupuk biologi fungi mikoriza
arbuskular (FMA) terhadap pertumbuhan tanaman matoa (Pometia pinnata
Forst.). SAINS 9 (1): 81-36.
Sulistyaningsih, E. 2003. Penentuan tanaman inang dan media pertumbuhan yang
sesuai untuk perkembangan cendawan mikoriza arbuskula. Skripsi. Fakultas
Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Talanca, Haris. 2010. Status Cendawan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA)
Pada Tanaman. Prosiding Pekan Serealia Nasional. Balai Penelitian Tanaman
Serealia, Sulawesi Selatan.
Upadhyaya H, Panda SK, Bhattacharjee MK, S Dutta. 2010. Role arbuscular
mycorrhiza in heavy metal tolerance in plants: Prospect for phytoremediation.
J Phytol 2 (7): 16-27.

Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing


A. Identitas Ketua
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap (dengan gelar)


Jenis Kelamin
Program Studi
NPM
Tempat dan Tanggal Lahir
Email
Nomor Telepon/HP

Lugito
Laki laki
Agroteknologi
1114121122
Bandar Jaya, 28 Maret 1993
lugito1993@gmail.com
08996690987

B. Riwayat Pendidikan

Nama Institusi
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SD
SDN 3 Bandar
Jaya
1999-2005

SMP
SMPN 3 Terbanggi
Besar
2005-2008

SMA
SMAN 1 Seputih
Agung
IPA
2008-2011

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No
-

Nama Pertemuan Ilmiah


/Seminar
-

Judul Artikel
Ilmiah
-

Waktu dan
Tempat
-

D. Penghargaan 10 Tahun Terakhir


No
1
2
3

Jenis Penghargaan
PKM Bidang Penilitian DIKTI
Juara 2 LKTI Teknologi Terapan
BAPPEDA Provinsi Lampung
Juara 1 LKTI Teknologi Terapan
BAPPEDA Lampung Tengah

Institusi Pemberi
Penghargaan
DIKTI
BAPPEDA
Lampung
BAPPEDA Kab.
Lampung Tengah

Tahun
2013
2013
2013

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-Penelitian.
Bandar Lampung, 24 September 2014
Pengusul,

Identitas Anggota 1
1
Nama Lengkap (dengan gelar)
2
Jenis Kelamin
3
Program Studi
4
NPM
5
Tempat dan Tanggal Lahir
6
Email
7
Nomor Telepon/HP

Muhammad Andi Safei


Laki-laki
Agroteknologi
1214121136
Sukoharjo, 11 mei 1994
Muhammadsafey50@gmail.com
08996463589

A. Riwayat Pendidikan

Nama Institusi
Jurusan
Tahun MasukLulus

SD
SDN 03 Sukoharjo
3
2000-2006

SMP
SMP N 1
Sukoharjo
2006-2009

SMA
SMA N 2 Pringsewu
IPA
2009-2012

B. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No
-

Nama Pertemuan Ilmiah


/Seminar
-

Judul Artikel
Ilmiah
-

Waktu dan
Tempat
-

C. Penghargaan 10 Tahun Terakhir


No

Jenis Penghargaan
-

Institusi Pemberi
Penghargaan
-

Tahun
-

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-Penelitian.

Bandar Lampung, 24 September 2014


Pengusul,

Muhammad Andi Safei


NPM. 1214121136

A. Identitas Anggota 2
1
2
3
4
5
6
7

Nama Lengkap (dengan gelar)


Jenis Kelamin
Program Studi
NPM
Tempat dan Tanggal Lahir
Email
Nomor Telepon/HP

Usnaqul Efriyani
Perempuan
Agoteknologi
1114121194
Kota Bumi, 2 Maret 1993
usna_efy@yahoo.co.id
085758975148

B. Riwayat Pendidikan

Nama Institusi
Jurusan
Tahun MasukLulus

SD
SDN 1 Sri
Pendowo
1999-2005

SMP
SMPN 1 Ketapang

SMA
SMAN 1 Kalianda

2005-2008

IPA
2008-2011

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)


No
1

Nama Pertemuan Ilmiah


/Seminar
-

Judul Artikel
Ilmiah
-

Waktu dan
Tempat
-

D. Penghargaan 10 Tahun Terakhir


No

Jenis Penghargaan

PKM-P Didanai DIKTI

Institusi Pemberi
Penghargaan
DIKTI

Tahun
2013

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata
dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan hibah PKM-Penelitian.
Bandar Lampung, 24 September 2014
Pengusul,

Usnaqul Efriyani
NPM. 1114121194

IDENTITAS DOSEN PEMBIMBING


Nama
: Dr. Ir. Maria Viva Rini, M.Sc.
NIP/NIDN
: 196603041990122001/000 4036 604
Tempat dan Tanggal Lahir
: Bukittinggi, 04 Maret 1966
Jenis Kelamin
: Perempuan
Status Perkawinan
: Kawin
Agama
: Islam
Golongan / Pangkat
: IVa/Pembina
Jabatan Fungsional Akademik : Lektor Kepala
Perguruan Tinggi
: Universitas Lampung
Alamat
: Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung
Telp./Faks.
: 0721-781820
Alamat Rumah
: Jl. Nusa Indah No. 138, Bataranila, Rajabasa
Telp./Faks.
: 0721-774026, 0811792103
Alamat e-mail
: vatrin66@yahoo.com dan
mariavivarini@unila.ac.id
RIWAYAT PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI
Tahun
Lulus
1989
1996
2001

Tahun
1997
1998
2005
2005
2005
2006
2008
2010
2012

Jenjang
Sarjana (S1)
Magister (S2)
Doktor (S3)

Perguruan Tinggi
Institut Pertanian Bogor
Universiti Pertanian Malaysia
Universiti Putra Malaysia (UPM)

Jurusan/
Bidang Studi
Agronomi
Crop Science
Crop Science

PELATIHAN PROFESIONAL
Pelatihan
Basic principles on Electron Microscopy
Basic principles on Polimerize Chain Reaction
Teknik Dasar Identifikasi Spora Mikoriza
Pelatihan Instruktur Bahasa Ilmiah oleh Indonesian International Education Foundation (IIEF)
International Training Course on AM Fungi
Non Degree Training on Computer Application
Identification and Proliferation of AM Fungi
DNA Science Workshop

Penyelenggara
UPM Malaysia
UPM Malaysia
IPB
IIEF dan Univer-sitas
Lampung
GKVK Banglore, India
Bugs TC, Yogyakarta
NILGS, Jepang
Unila dan Univer-sity of
Kentucky
Pelatihan Teknis praktis penggunaan fungi Lab. Bioteknologi Huta,
mikoriza arbuskula untuk perkebunan, kehutanan IPB. 2729 Juni 2012
dan pasca tambang.

PENGHARGAAN
Nama Penghargaan
Institusi
Dosen Teladan (Peringkat 1)
Fakultas Pertanian
Dosen Teladan (Peringkat 1)
Universitas lampung
Peserta Dosen Berprestasi
Tingkat Nasional~ Depdikbud
Satyalancana Karya Satya XX
President RI

Tahun ... s.d. ...


2010
2010
2010
2013

PENGALAMAN JABATAN
Jabatan
Institusi
Ketua Bidang
Persatuan Agronomi Indonesia
Pengabdian Masyarakat (Peragi)
Tim Editor
Jurnal Agrotropika Jurusan Budidaya
Pertanian Fakultas Pertanian
Universitas Lampung
Asisten Ketua
Pelakasana Harian
Yayasan Pendidikan Al-Kautsar
Bidang Administrasi
Bandar Lampung
Keuangan
Bendahara
Program Hibah Kompetensi-A2
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas
Pertanian Universitas Lampung
Bendahara
Program I-MHERE (IndonesiaManaging Higher Education for
Relevance and Efficiency) Universitas
Lampung
Anggota
Panitia pengadaan barang dan jasa
Univeristas Lampung

Tahun ... s.d. ...


2003 s.d 2008
2003 s.d 2009

2003-2009

2005 s.d 2007

2006 s.d 2008

2009

Anggota

Panitia pengadaan barang dan jasa


Fakultas Pertanian, Univeristas
Lampung

2009

Bendahara
Ketua

Yayasan Pendidikan Global Madani


Peer Group Perkebunan, Fakultas
Pertanian, Unila
Persatuan Mikrobiologi Lampung
Persatuan Mikoriza Indonesia
Lampung

20102011
20032010

Bendahara
Ketua

2011-2013
2011-2015

Bandar Lampung 23 September 2014


Dosen Ybs.

Dr. Maria Viva Rini, M.Sc.


NIP 19660304199012 2 001

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Biaya Penunjang
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

Uraian
Botol Film
Pot
Cover glass
Preparat
Plastik
Spidol
Gembor
Meteran
Sarung Tangan
Masker
Pisau
Nampan
Botol Semprot
Sendok
Pinset spora
Ceret
Ember

Justifikasi Kuantitas
Buah
Buah
Buah
Kotak
Bungkus
Buah
Buah
Buah
Box
Box
Buah
Buah
Buah
Lusin
Buah
Buah
Buah
Total Biaya

75
75
100
3
3
5
2
2
1
1
5
5
3
1
5
4
4

Harga
Satuan
Rp10.000,00
Rp10.000,00
Rp4.000,00
Rp75.000,00
Rp10.000,00
Rp5.000,00
Rp35.000,00
Rp20.000,00
Rp50.000,00
Rp50.000,00
Rp15.000,00
Rp20.000,00
Rp20.000,00
Rp15.000,00
Rp100.000,00
Rp15.000,00
Rp50.000,00

Total
Rp750.000,00
Rp750.000,00
Rp400.000,00
Rp225.000,00
Rp30.000,00
Rp25.000,00
Rp70.000,00
Rp40.000,00
Rp50.000,00
Rp50.000,00
Rp75.000,00
Rp100.000,00
Rp60.000,00
Rp15.000,00
Rp500.000,00
Rp60.000,00
Rp200.000,00
Rp3.400.000,00

2. Bahan habis pakai


No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Uraian
Media Vermikulit
Pasir
Larutan KOH
Larutan HCl
Trypan blue
Pupuk NPK
Isolat FMA
Benih Jagung
Benih Legume PJ

Justifikasi Kuantitas
Kg
Rit
Liter
Liter
Gram
Kg
Isolat
Kg
Kg
Total Biaya

10
1
1
1
15
1
3
1
1

Harga
Satuan
Total
Rp130.000,00 Rp1.300.000,00
Rp300.000,00 Rp300.000,00
Rp200.000,00 Rp200.000,00
Rp200.000,00 Rp200.000,00
Rp100.000,00 Rp1.500.000,00
Rp30.000,00
Rp30.000,00
Rp200.000,00 Rp600.000,00
Rp70.000,00
Rp70.000,00
Rp100.000,00 Rp100.000,00
Rp4.300.000,00

3. Biaya Perjalanan
No.

Uraian
Perjalanan ke
Laboratorium
Analisis Mikoriza
Pembelian Alat
dan Bahan
Analisis Bobot
tanaman
Analisis infeksi
akar

1
2
3
4
5

Justifikasi Kuantitas

Harga
Satuan

Total

Bulan

Rp100.000,00

Rp400.000,00

Bulan

Rp100.000,00

Rp400.000,00

Hari

Rp300.000,00

Rp900.000,00

Hari

Rp200.000,00

Rp800.000,00

Bulan

Rp250.000,00

Rp500.000,00

Total Biaya

Rp3.000.000,00

4. Administrasi dan lain-lain


No.
1
2
3
4

Uraian
Laporan
Administrasi
Publikasi
Seminar

Justifikasi Kuantitas
Buah
Buah
Bulan
Periode
Total Biaya

4
1
3
2

Harga
Satuan
Rp75.000,00
Rp250.000,00
Rp250.000,00
Rp250.000,00

Total
Rp300.000,00
Rp250.000,00
Rp750.000,00
Rp500.000,00
Rp1.800.000,00

Rekapitulasi Penggunaan Anggaran Penelitian :


No.
1
2
3
4

Uraian
Peralatan penunjang
Biaya Habis Pakai
Biaya Perjalanan
Lain-lain
Total

Total
Rp 3.400.000,00
Rp 4.300.000,00
Rp 3.000.000,00
Rp 1.800.000,00
Rp 12.500.000,00

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagi Tugas


No.

Nama/NIM

Lugito /
1114121122

Muhammad
Andi Safei /
1214121136
Usnaqul
Efriyani /
1114121194

Program
Studi

Bidang
Ilmu

Alokasi
Waktu
(jam/Minggu)

Agroteknologi Pertanian

28

Agroteknologi Pertanian

24

Agroteknologi Pertanian

22

Uraian Tugas
Koordinator
Penelitian dan
Penanggung jawab
kegiatan
Sekertaris Penelitian,
Teknisi Kegiatan dan
pelaporan
Bendahara Penelitian
dan Teknisi Kegiatan

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI


UNIVERSITAS LAMPUNG
Jln. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145
Telp. (0721) 701609, 702603, 702971, 703475, 701252 Fax. (0721) 702767

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA


Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
NPM
Program Studi
Fakultas

: Lugito
: 1114121122
: Agroteknologi
: Pertanian

Dengan ini menyatakan bahwa usulan ini sesuai dengan bidang PKM saya dengan
judul :
KOMBINASI VERMIKULIT DAN PASIR SEBAGAI MEDIA UNTUK
MEMPRODUKSI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR PADA TANAMAN
INANG JAGUNG (Zea mays L.) DAN Pueraria javanica
Yang diusulkan untuk tahun anggaran 2014/2015 bersifat original dan belum
pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.
Bilamana dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,
maka saya bersedia di tuntut dan di proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya kegiatan yang sudah diterima di kas negara
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dengan sebenar-benarnya.