Anda di halaman 1dari 5

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN

JURUSAN TEKNIK SIPIL


JOB X
PENGUJIAN ANALISA SARINGAN AGREGAT KASAR
A. TUJUAN
Untuk menentukan gradasi agregat kasar dan mendapatkan
proporsi agregat kasar.
B. DASAR TEORI
Analisa saringan

adalah

analisis

yang

dilakukan

untuk

menentukan gradasi butir (distribusi ukuran butir), yaitu dengan


menggetarkan contoh melalui satu set saringan dimana lubang lubang ayakan tersebut makin ke bawah makin kecil.
Adapun spesifikasi analisa saringan agregat kasar berdasarkan
SK SNI T 15 1990 03 yaitu 5.50 5.80 batas spesifikasi
gradasi kerikil maksimum 38 mm.
C. ALAT DAN BAHAN
Alat :

Timbangan Digital kapasitas 5 kg dengan ketelitian 0,1 gr.


1
3
3
Sarinagan no. 1 2 , 1, 4 , 8 , 4 dan Pan

Alat pengetar
Oven pengering
Talang

Bahan :

Agregat Kasar kering oven

D. LANGKAH KERJA
1. Persiapkan peralatan dan bahan yang diperlukan.
2. Agregat kasar dikeringkan di dalam oven sampai berat tetap.
3. Menimbang agregat kasar sebanyak 3000 gram.

Page | 44 KELOMPOK I / 2 A GEDUNG


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


JURUSAN TEKNIK SIPIL
4. Menimbang saringan sebelum digunakan kemudian disusun
sesuai dengan urutannya.
5. Memasukkan agregat kasar sebanyak 3000 gram kedalam
saringan.
6. Memasang saringan yang berisi agregat kasar ke dalam alat
pengetar.
7. Mengayak agregat kasar dengan alat pengetar selama 15
menit.
8. Menimbang agregat kasar yang tertahan di masing - masing
saringan.
E. DATA DAN ANALISA PERHITUNGAN
Data Percobaan
NOMOR
SARINGA
N
1
1
3/4
1/2
3/8
4

UKURAN
SARINGA
N
38,10
25,40
19,05
12,70
9,51
4,75

BERAT BENDA
UJI TERTAHAN
(Gram)
0
348.6
1794.3
786
44.6
19.1

PAN

JUMLAH

Analisa Perhitungan
Page | 45 KELOMPOK I / 2 A GEDUNG
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

3001.6

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


JURUSAN TEKNIK SIPIL

Untuk Persentase Tertahan (%)


No. saringan 1 dengan berat tertahan 0 gram.
% Tertahan =

Berat Tertahan
Berat tertahan
0
3001,6

x 100 %

x 100 %

=0%

Untuk Persentase Komulatif tertahan (%)


No. saringan 1 dengan berat tertahan 0 gram.
% Komulatif Tertahan

Komulatif

Tertahan

sebelumnya + % Tertahan saringan


no. 4
=0%

Untuk Persentase Komulatif Lolos (%)


No. saringan 1 dengan berat tertahan 0 gram.
% Komulatif Lolos = 100 % - % Komulatif Tertahan
= 100 % - 0 %
= 100 %
Keterangan :
Untuk perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada tabel

dibawah dengan menggunakan rumus yang sama.


Tabel Hasil perhitungan :

Page | 46 KELOMPOK I / 2 A GEDUNG


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


JURUSAN TEKNIK SIPIL
Nomor
Saringa
n

Berat
Benda Uji
Tertahan
(Gram)

Persenta
se
Tertahan
(%)

1 1/2
1
3/4
1/2
3/8
4
8
16
30
50
100
PAN
Jumlah

0
348.6
1794.3
786
44.6
19.1
0
0
0
0
0
9
3001.6

0
11.614
59.778
26.186
1.486
0.636
0
0
0
0
0
0.300
100

Persentas
e
Komulatif
Tertahan
(%)
0
11.614
71.392
97.578
99.064
99.70
99.70
99.70
99.70
99.70
99.70
100.000

Dari tabel hasil perhitungan percobaan

diatas

Persenta
se
Komulatif
Lolos (%)
100
88.386
28.608
2.422
0.936
0.300
0.300
0.300
0.300
0.300
0.300
0.000

maka modulus

kehalusan kerikil adalah:


F kerikil=

Komulatif Tertahan saringan0,15


100

( 6 x 99,70 ) +99,064 +97,578+71,392+11,614


100

= 8,77 ( Tidak Memenuhi )


F. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan analisa saringan yang telah dilakukan dan
setelah menganalisa data data percobaan yang ada maka
diperoleh modulus kehalusan kerikil yaitu 8,77 Sehingga data yang
kami peroleh tidak memenuhi syarat yang ditetapkan yaitu 5,5
8,5.

Page | 47 KELOMPOK I / 2 A GEDUNG


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LABORATORIUM PENGUJIAN BAHAN


JURUSAN TEKNIK SIPIL

G. GAMBAR ALAT

Timbangan digital

Talam

Alat pengetar

Oven

Sendok spesi

Saringan

Page | 48 KELOMPOK I / 2 A GEDUNG


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG