Anda di halaman 1dari 18

PENDIDIKAN

KARAKTER

PENDIDIKAN

Pendidikan adalah proses internalisasi


budaya ke dalam diri seseorang dan
masyarakat sehingga membuat orang dan
masyarakat jadi beradab. Jadi, pendidikan
merupakan sarana strategis dalam
pembentukan karakter.

SEMBILAN PILAR KARAKTER


(AZRA)

Karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya.


Kemandirian dan tanggungjawab.
Kejujuran/amanah, diplomatis.
Hormat dan santun.
Demawan, suka tolong-menolong dan gotong
royong/kerjasama.
Percaya diri dan pekerja keras.
Kepemimpinan dan keadilan.
Baik dan rendah hati.
Karakter toleransi, kedamaian dan kesatuan.

LIMA KARAKTER BERDASARKAN


PANCASILA (MUSLICH)

Transedensi. Menyadari bahwa manusia


merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
Humanisasi. Setiap manusia pada hakikatnya
setara di mata Tuhan.
Kebinekaan. Kesadaran akan ada sekian
banyak perbedaan di dunia.
Liberasi. Pembebasan atas penindasan
sesama manusia
Keadilan. Keadilan merupakan kunci
kesejahteraan.

TUJUAN PENDIDIKAN
KARAKTER
untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan
dan hasil pendidikan yang mengarah pada
pencapaian pembentukan karakter dan
akhlak mulia peserta didik secara utuh,
terpadu dan seimbang.

11 PRINSIP AGAR PENDIDIKAN


KARAKTER BERJALAN EFEKTIF

Kembangkan nilai-nilai etika inti dan nilai-nilai kinerja


pendukungnya sebagai fondasi karakter yang baik.
Definisikan karakter secara komprehensif yang
mencakup pikiran, perasaan, dan perilaku.
Gunakan pendekatan yang komprehensif, disengaja,
dan proaktif dalam pengembangan karakter.
Ciptakan komunitas sekolah yang penuh perhatian.
Beri siswa kesempatan untuk melakukan tindakan
moral.
Buat kurikulum akademik yang bermakna dan
menantang yang menghormati semua peserta didik,
mengembangkan karakter, dan membantu siswa untuk
berhasil.

Usahakan mendorong motivasi diri siswa.


Libatkan staf sekolah sebagai komunitas pembelajaran
dan moral yang berbagi tanggung jawab dalam
pendidikan karakter dan upaya untuk mematuhi nilainilai inti yang sama yang membimbing pendidikan siswa.
Tumbuhkan kebersamaan dalam kepemimpinan moral
dan dukungan jangka panjang bagi inisiatif pendidikan
akrakter.
Libatkan keluarga dan anggota masyarakat sebagai mitra
dalam upaya pembangunan karakter.
Evaluasi karakter sekolah, fungsi staf sekolah sebagai
pendidik karakter, dan sejauh mana siswa
memanifestasikan karakter yang baik.

TIGA KOMPONEN KARAKTER


YANG BAIK

Moral knowing
Moral

awareness (kesadaran moral).


Knowing moral values (mengetahui nilai-nilai
moral).
Perspective taking.
Moral reasoning.
Decision making.
Self knowledge.

Moral feeling
Conscience

(nurani).
Self esteem (percaya diri).
Empathy (merasakan penderitaan orang lain).
Loving the good (mencintai kebenaran).
Self control (mampu mengontrol diri).
Humility (kerendahan hati).

Moral action
Kompetensi (competency)
Keinginan (will)
Kebiasaan (habit)

TIGA BASIS DESAIN PENDIDIKAN


KARAKTER

Desain pendidikan karakter berbasis kelas.


Desain ini berbasis pada relasi guru sebagai
pendidik dan siswa sebagai pembelajar
dalam kelas. Konteks pendidikan karakter
adalah proses relasional komunitas kelas
dalam konteks pembelajaran.

Desain pendidikan karakter berbasis kultur


sekolah. Desain ini mencoba membangun
kultur sekolah yang mampu membentuk
karakter anak didik dengan bantuan pranata
sosial sekolah agar nilai tertentu terbentuk
dan terbatinkan dalam diri siswa.

Desain pendidikan karakter berbasis


komunitas. Dalam mendidik, komunitas
sekolah tidak berjuang sendirian. Masyarakat
di luar lembaga pendidikan seperti keluarga,
masyarakat umum, dan negara juga memiliki
tanggung jawab moral untuk
mengintegrasikan pembentukan karakter
dalam konteks kehidupan mereka.

PENDIDIKAN KARAKTER DI
SEKOLAH

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana


untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta kerampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa
dan negara. (UU No. 20 tahun 2003).

KESIMPULAN

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang bertujuan


untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil
pendidikan yang mengarah pada pencapaian
pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik
secara utuh, terpadu dan seimbang.
Ciri pendidikan karakter adalah: keteraturan interior di
mana setiap tindakan diukur berdasarkan hirarki nilai,
koherensi, otonomi dan keteguhan dan kesetiaan.
Pendidikan karakter harus dapat menyeimbangkan
moral knowing, moral feeling dan moral action.
Sehingga menciptakan individu yang bukan hanya
paham tentang moral tetapi juga memilik perasaan
tentang moral dan juga bertindak dan bertingkah laku
sesuai dengan moral.

Apabila ingin efektif dan utuh, pendidikan karakter harus


menyertakan tiga basis desain dalam programnya ketiga
basis tersebut adalah: desain pendidikan karakter berbasis
kelas, desain pendidikan karakter berbasis kultur sekolah
dan desain pendidikan karakter berbasis komunitas.
Di sekolah, pendidikan karakter dapat diintegrasikan
dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi
pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilainilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan,
dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan
sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai
karakter tidak hanya pada tataran kognitif, tetapi
menyentuh pada internalisasi, dan pengamalan nyata
dalam kehidupan peserta didik sehari-hari di masyarakat.