Anda di halaman 1dari 11

DATABASE GOOD PRACTICE

University Network for


Governance Innovation
merupakan jaringan
beberapa universitas di
Indonesia sebagai wujud
kepedulian civitas
akademika terhadap upaya
pengembangan inovasi tata
pemerintahan dan pelayanan
publik yang lebih baik. Saat
ini terdapat lima institusi
yang tergabung yakni
FISIPOL UGM, FISIP
UNSYIAH, FISIP UNTAN, FISIP
UNAIR, DAN FISIP UNHAS.
Sekretriat
Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik
Universitas Gadjah Mada
Jl. Sosio-Justisia Bulaksumur
Yogyakarta 55281
email: igi.fisipol@ugm.ac.id

Pojok Laktasi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak


Sektor
Sub-sektor
Provinsi
Kota/Kabupaten
Institusi Pelaksana
Kategori Institusi
Penghargaan

igi.fisipol.ugm.ac.id

Kesehatan
ASI Eksklusif
Kalimantan Barat
Pontianak
UPK Puskesmas Alianyang
Pemerintah Kota
1. Citra pelayanan prima tahun 2006.
2. Pemenang terbaik 1, pelayanan prima puskesmas
tingkat kota Pontianak tahun 2011.
3. Pemenang terbaik 1, lomba pencapaian KB MKJP ( IUD
& Implant) tingkat propinsi kalbar 2012.
4. Pemenang terbaik III, tahun 2012, lomba pencapaian
KB pemerintah tingkat nasional.

Kontak

Person: Drg. Nuzulisa Zulkifli


Institusi: UPK Puskesmas Alianyang
Jalan Alianyang Pontianak
email: Newzleesa@yahoo.com

Peneliti

Desca Thea Purnama dan Jamaludin


Fisip Universitas Tanjungpura Pontianak

Mengapa program/kebijakan tersebut muncul?


Adanya penelitian mengenai rendahnya pencapaian Inisiasi Menyusui Dini
(IMD) dan pemberian ASI Eksklusif di wilayah Cakupan UPK Puskesmas
Alianyang. Serta minimnya tempat atau ruang khusus untuk si Ibu
memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya.
Apa tujuan program/kebijakan tersebut?
Meningkatkan pencapaian Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan pemberian Asi
Eksklusif diwilayah cakupan UPK Puskesmas Alianyang.

Bagaimana gagasan tersebut bekerja?


Program itu bekerja dengan pendekatan melalui pengenalan Pojok Laktasi
kepada ibu dan memberikan pemahaman bagi Ibu Tentang pemberian ASI
Eksklusif buat si bayi.

Siapa inisiatornya? Siapa saja pihak-pihak utama yang terlibat?


Kepala UPK Puskesmas Alianyang Drg. Nuzulisa Zulkifli
Apa perubahan utama yang dihasilkan?
Dengan adanya ruang khusus atau Pojok Laktasi di UPK Puskesmas
Alianyang, telah membawa Perubahan yang sangat signifikan. Perubahan
yang dirasakan yaitu sudah tercapainya 60% pemberian ASI Eksklusif
untuk kawasan bina UPK Puskesmas Alianyang.
Siapa yang paling memperoleh manfaat?
bayi berusia 0-6 bulan.

Deskripsi Ringkas
Sebagai ujung tombak pembangunan kesehatan,
Puskesmas berperan menyelenggarakan upaya
kesehatan perorangan dan upaya kesehatan
masyarakat, yang dilaksanakan secara menyeluruh,
terpadu dan berkesinambungan. Upaya kesehatan
wajib merupakan upaya kesehatan yang wajib
dilaksanakan oleh seluruh Puskesmas di Indonesia
sesuai kebijakan Pemerintah Pusat (Kementrian
Kesehatan),
sedangkan
upaya
kesehatan
pengembangan merupakan upaya kesehatan yang
dikembangkan dari program yang sudah ada serta
merupakan program unggulan disesuaikan dengan
permasalahan
dan
kebutuhan
masyarakat
setempat. Unit Pelayanan Kesehatan atau UPK
Puskesmas Alianyang mempunyai beberapa
indikator-indikator dalam pelayanan kesehatan,
yaitu SPM (Standar Pelayanan Minimal). Salah satu
indikator tersebut yaitu Inisiasi Menyusui Dini dan
ASI Eksklusif.
Pencapaian untuk IMD dan ASI Eksklusif di wilayah
cakupan UPK Puskesmas Alianyang pada tahun
2011 masih rendah yaitu hanya 40,73 % dari target
SPM Kota sebesar 60%. Sebenarnya sudah ada
berbagai program dan langkah-langkah yang
dilakukan oleh pihak UPK Puskesmas Alianyang
untuk
meningkatkan
keberhasilan
dalam
pemeberian ASI Eksklusif, dimana si ibu mau
memberikan air susu kepada bayinya dari 6 bulan
pemberian ASI tanpa pemberian apapun selain ASI.
Selama ini yang membuat program tersebut tidak
berhasil selama 6 bulan pertama, ternyata ASI
Eksklusif pada 6 bulan pertama tersebut sering
diganti dengan susu formula.
Ada beberapa faktor yang selama ini menjadi
penghambat pemeberian ASI Eksklusif kepada sang
bayi menurut Ibu Drg. Nuzulisa Zulkifli selaku

Kepala UPK Puskesmas Alianyang: yaitu yang


pertama kurangnya pengetahuan dan kesadaran
masyarakat tentang manfaat pemberian ASI
Eksklusif, yang kedua adanya keterbatasan cuti
melahirkan pada ibu yang bekerja sehingga sulit
untuk memberikan ASI Eksklusif tersebut apalagi
rata-rata perempuan dikawasan bina Alianyang ini
adalah perempuan pekerja, yang ketiga yaitu masih
adanya ibu-ibu terpengaruh oleh iklan promosi
sehingga timbul pemahaman bahwa bayi yang
minum susu formula lebih sehat dibanding yang
minum ASI, terakhir yaitu masih adanya ibu-ibu
yang berpendapat bahwa dengan memberikan susu
formula berarti ia lebih mampu secara finansial.
Melihat kegagalan pemberian ASI Eksklusif ditahun
2011, inilah yang kemudian menginspirasi Ibu Drg.
Nuzulisa Zulkifli selaku kepala UPK Puskesmas
Alianyang untuk memulai kembali meningkatkan
pencapaian Inisiasi Menyusui Dini dan pemberian
ASI Eksklusif yang merupakan salah satu indikator
dalam pelayanan kesehatan.
Mulai awal tahun 2011 UPK Puskesmas Alianyang
melaksanakan program pengembangan dari
program kesehatan ibu dan anak yang mana Dinas
kesehatan merupakan payung dari program ini.
Program yang dibuat oleh UPK Pukesmas
Alianyang yaitu bernama Pojok Laktasi, dimana
pojok laktasi ini merupakan suatu tempat yang
posisinya berada dipojok ruangan dan berada
dalam satu ruangan imunisasi. Tujuan berdirinya
Pojok Laktasi ini agar ada ruang khusus untuk si ibu
dalam memberikan ASI buat si bayi sehingga si ibu
merasa leluasa untuk menyusui dan tidak
bergabung dengan khalayak ramai, dengan adanya
Pojok Laktasi ini diharapkan bagi ibu yang menyusui
tidak ragu-ragu lagi untuk menyusui anaknya saat

Pojok Laktasi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

sedang diluar rumah. Pojok Laktasi juga sebagai


pelayanan tambahan yang diberikan oleh UPK
Pukesmas Alianyang. Ketika ada pasien yang
datang untuk berobat dengan membawa bayi nya
atau si ibu sedang melakukan imunisasi bayi nya
dan harus memberikan ASI kepada si bayi, maka si
ibu bisa menggunakan Pojok Laktasi sebagai
sarana yang memberikan kenyamanan bagi si ibu
untuk memberikan Asi nya buat si bayi.
Program itu bekerja dengan pendekatan melalui

pengenalan pojok laktasi dan memberikan


pemahaman bagi si ibu tentang ASI Eksklusif.
Walaupun masih terbilang baru dan belum lama,
dengan adanya ruang pojok laktasi ini ternyata telah
membawa perubahan yang sangat signifikan.
Menurut pendapat Ibu Drg. Nuzulisa Zulkifli selaku
Kepala UPK Puskesmas Alianyang, pencapaian ASI
Eksklusif dengan adanya ruang Pojok Laktasi yaitu
pada pertengahan tahun 2012 kemarin sudah
tercapainya 60% ASI Eksklusif untuk kawasan bina
UPK Pukesmas Alianyang.

Rincian Inovasi

Gedung UPK Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

terhadap Pusat Pemerintahan sebagai berikut:

Latar Belakang
UPK Puskesmas Alianyang Kota Pontianak secara
Administratif berada di Kelurahan Sungai Bangkong
Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak
Propinsi Kalimantan Barat dengan wilayah bina
sebagian wilayah Kelurahan Sungai Bangkong yang
terdiri atas 26 RW( Rukun Warga ) dan 113 RT (
Rukun Tetangga ) dengan luas wilayah kerja 7,58
Km. Sedangkan lokasi berdirinya Puskesmas
adalah tepat berada di tepi jalan Alianyang Kota
Pontianak hal ini mendukung kemudahan penduduk
dalam mengakses pelayanan Kesehatan yang di
butuhkan
dengan Orbitasi letak Puskesmas

Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan: 0,5


Km
Jarak dari Ibu Kota /Kota Madya : 1 Km
Jarak dari Ibu Kota Propinsi Dati I : 6 Km

Dari data diatas menunjukan bahwa UPK


Puskesmas Alianyang berada tidak jauh dari Pusat
pemerintahan baik Kota maupun Propinsi, hal ini
sangat
mendukung
kemudahan
dalam
mendapatkan informasi dan koordinasi hal-hal yang
berkaitan dengan kebijakan kesehatan dilintas
sektor. Sarana Kesehatan Berbasis Masyarakat

Pojok Laktasi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

atau yang lebih dikenal dengan Upaya Kesehatan


Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) mempunyai
peranan yang sangat penting dalam membantu
pemerintah untuk melaksanakan pembangunan di
bidang kesehatan yang bertujuan meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat.
Salah satu UKBM yang mempunyai peranan sangat
besar di bidang kesehatan adalah Posyandu, dan
merupakan pusat pelayanan kesehatan yang
dikelola dari masyarakat dan untuk masyarakat.
Selain Posyandu, UKBM yang berperan penting di
bidang kesehatan adalah Poskesdes, yang sangat
bermanfaat bagi masyarakat, karena dapat
berfungsi sebagai pusat pemberdayaan masyarakat
terutama dalam mengatasi masalah kesehatan yang
mereka hadapi. UPK Puskesmas Alianyang memiliki
1 buah Poskesdes yang terletak di RW VII
kelurahan Sei Bangkong, serta 15 buah Posyandu
yang terdiri dari 11 buah Posyandu Balita dan 4
buah Posyandu Lansia dan UPK Pukesmas
Alianyang memiliki Posyandu dengan Strata Mandiri
sebanyak 3 buah, Posyandu
dengan Strata
Purnama sebanyak 4 buah, Posyandu dengan
Strata Madya sebanyak 6 buah, dan Posyandu
dengan Strata Pratama sebanyak 2 buah.
Kendati demikian dengan wilayah cakupan yang
cukup luas, banyak masalah yang dihadapi UPK
Puskesmas
Alianyang
untuk
meningkatkan
pencapaian dan keberhasilan dari beberapa
indikator dalam SPM yaitu (Standar Pelayanan
Minimal) salah satu masalah dalam indikator
tersebut yaitu Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan ASI
Eksklusif. Pencapaian untuk pemberian ASI
Eksklusif pada tahun 2011 dikawasan bina UPK
Puskesmas Alianyang sangat rendah yaitu hanya
mencapai 40,73 % dari target SPM Kota sebesar
60%.
Data ini menunjukan bahwa pencapaian untuk IMD
dan ASI Eksklusif dikawasan bina UPK Puskesmas
Alianyang masih dibawah standar.
Ada beberapa faktor yang menjadi kendala UPK
Puskesmas
Alianyang
dalam
meningkatkan
pencapaian Inisiasi Menyusui Dini dan Pemberian
Asi Eksklusif dikawasan binanya. Adapaun kendala
yang pertama yaitu:
1. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran
masyarakat tentang manfaat pemberian ASI
Eksklusif.
2. Keterbatasan cuti melahirkan pada ibu yang
bekerja sehingga sulit untuk memberikan
ASI Eksklusif.
3. Masih adanya ibu-ibu yang berpendapat
apabila memberikan ASI Eksklusif maka

akan merubah bentuk payudara si ibu.


4. Adanya ibu-ibu yang berpendapat bahwa
dengan memberikan susu formula berarti ia
lebih mampu secara finansial.
Hasil Capaian Indikator Kegiatan PHBS
UPK Puskesmas Alianyang Tahun 2011

Grafik Hasil Capaian Indikator


Kegiatan PHBS
UPK Puskesmas Alianyang Th 2011
% Target
% Capaian
67,85
60
45
40,73
4050,00

Rumah
Tangga
Sehat

Asi
Eksklusif

Posyandu
Purnama

Sumber Data : Laporan Kegiatan


PHBS UPK Puskesmas Alianyang Tahun 2011

Untuk meningkatkan cakupan ASI Eksklusif, UPK


Puskesmas
Alianyang
telah
melaksanakan
beberapa upaya, antara lain :
1. Melakukan promosi ASI Eksklusif di Posyandu
dan masyarakat.
2. Memberikan penyuluhan ASI Eksklusif kepada
semua ibu hamil yang periksa serta melalui
kegiatan Kelas Ibu.
3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang ASI
Eksklusif pada ibu bersalin dan ibu nifas, serta
keluarganya.
4. Memberikan penyuluhan pada ibu hamil, ibu
bersalin dan ibu nifas, serta keluarganya
khususnya tentang manfaat ASI bagi ibu dan
bayi.
5. Melakukan perawatan payudara pada ibu
hamil, ibu melahirkan dan ibu nifas.
6. Memberikan penyuluhan tentang kebutuhan
gizi pada ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu
nifas agar produksi ASI lebih banyak.
7. Memberikan pendidikan kesehatan tentang
tehnik menyusui yang benar pada ibu hamil,
ibu melahirkan dan ibu nifas dan mewajibkan
untuk melakukan IMD ketika melakukan
persalinan di UPK Pukesmas Alianyang.

Pojok Laktasi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

Dalam proses pencapaian peningkatan IMD dan ASI


Eksklusif UPK Pukesmas Alianyang masih memiliki
beberapa kendala, meliputi: pertama, kurangnya
penerapan PHBS di masyarakat, terutama
menimbang bayi/balita setiap bulan dan kurangnya
pemberian ASI Eksklusif. Masih banyak dari
kalangan ibu-ibu yang mau pergi ke posyandu untuk
menimbang atau pemberian vitamin kepada si anak
dan banyaknya ibu pekerja sehingga tidak
mempunyai waktu banyak untuk memberikan ASI
kepada anak. kedua, pengaruh terhadap promosi
iklan susu formula yang mana sebagian ibu-ibu
tersebut perpendapat bahwa menggunakan susu
formula lebih baik dan berkualitas ketimbang
menggunakan susu ibu ( ASI )
Meski banyak persoalan dan berbagai macam
kendala yang dihadapi oleh UPK Puskesmas
Alianyang Dalam meningkatkan pencapaian Inisiasi
Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif, namun tetap
ada cerita positif tentang keberhasilan mereka
dalam mengatasi berbagai masalah Pelayanan
Kesehatan pada SPM yaitu (Standar Pelayanan
Minimal). Ini bisa disoroti dari cerita tentang inovasi
yang dilakukan UPK Puskesmas Alianyang,
Kelurahan Sungai Bangkong Kecamatan Pontianak
Kota, Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.
Pada awal tahun 2011, dengan melihat kegagalan
pencapaian pemberian ASI Eksklusif tahun 2011
yang hanya 40,73%. UPK Puskesmas Alianyang
telah melaksanakan satu program yang namanya
pojok laktasi, dimana pojok laktasi ini yaitu
merupakan suatu tempat yang posisinya berada
dipojok ruangan dan berada dalam satu ruangan
imunisasi yang fungsinya untuk memberikan
kemudahan dan kenyamanan bagi setiap ibu yang
berada dipuskesmas baik itu pasien maupun
petugas puskesmas untuk menyusui bayinya.
Berkat pemahaman dan pengenalan bagi si Ibu
terhadap ruang pojok laktasi ini khususnya Ibu-ibu
dikawasan bina UPK Puskesmas Alianyang,
dipertengahan tahun 2012 kemarin perlu kita
berikan sebuah apresiasi terhadap pencapaian SPM
UPK Puskesmas Alianyang terhadap ASI Eksklusif,
dimana target yang telah ditentukan mereka untuk
pencapaian ASI Eksklusif tersebut telah mencapai
target atau standar yang telah ditentukan yakni
60%.

Inisiasi
Proses inisiasi dalam rangka peningkatkan Inisiasi
Menyusui Dini (IMD) dan ASI Eksklusif melalui
ruang pojok laktasi di UPK Puskesmas Alianyang,
dipelopori oleh Ibu Drg. Nuzulisa Zulkifli selaku
kepala UPK Puskesmas Alianyang, beserta

dukungan dari pemerintah daerah kota dan dinas


kesehatan kota Pontianak. Dimana dinas kesehatan
mengharapkan kepada seluruh UPK Puskesmas
yang ada di Kota Pontianak untuk membuat suatu
program dalam meningkatkan target capaian
masing-masing SPM mereka. Jadi, program Pojok
Laktasi yang ada di UPK Pukesmas Alianyang
berada dibawah naungan Dinas Kesehatan Kota
Pontianak. Ibu Drg. Nuzulisa Zulkifli sebenarnya
masih terbilang baru menjabat sebagai kepala UPK
Puskesmas Alianyang yaitu baru menjabat pada
awal tahun 2011, namun kecintaan dan komitmen
yang kuat dari Ibu Drg Nuzulisa Zulkifli untuk
Meningkatkan pencapaian Inisiasi Menyusui Dini
(IMD) dan pemberian ASI Eksklusif yang merupakan
salah satu indikator dari (SPM) standar pelayanan
minimal UPK Puskesmas Alianyang, menjadi
pemicu munculnya gagasan-gagasan yang inovatif
dalam bidang kesehatan dan didasari oleh Undang
Undang Nomor 36 tahun 2009, tentang kesehatan
Bab VII kesehatan ibu, bayi dan anak pasal 128 dan
pasal 129.
Inisiasi pojok laktasi di UPK Pukesmas Alianyang
mulai digalakkan pada akhir tahun 2011 setelah ibu
Drg. Nuzulisa Zulkifli baru beberapa bulan menjabat
sebagai kepala UPK Puskesmas Alianyang dan
secara resmi dilaksanakan pada bulan maret 2012.
Pada pelaksana program pojok laktasi ini ibu
nuzulisa tidak bekerja sendirian, beliau dibantu oleh
pegawai-pegawai puskesmas dalam pelaksanaan
program pojok laktasi baik dari segi ide atau
gagasan maupun dalam segi tenaga medis. Tempat
yang dipilih sebagai ruang pojok laktasi yaitu berada
satu ruangan dengan imunisasi dan DDTK (Deteksi
Dini Tumbuh kembang) dengan asumsi bahwa bayi
dan balita yang datang untuk pelayanan imunisasi
maupun DDTK masih dalam usia menyusui. Adanya
keinginan dari Ibu Drg. Nuzulisa untuk menggalakan
kembali capaian mengenai ASI Eksklusif tidak
hanya pada dirinya tetapi hal yang sama juga
diinginkan oleh para pegawai diwilayah cakupan
UPK Puskesmas Alianyang, serta adanya dukungan
dari pemerintah kota Pontianak dan dinas
kesahatan kota, Inilah yang kemudian menginisasi
terbentuknya ruang pojok laktasi dengan sumber
daya manusia seperti tim medis yang sudah
lengkap tetapi masih kurang dalam prasarana
seperti ruangan yang terlalu sempit atau tidak terlalu
luas.
Pojok laktasi yang ada di UPK Puskesmas
Alianyang yang merupakan tempat atau ruang
khusus bagi si Ibu untuk memberikan ASI Eksklusif
buat balitanya, merupakan satu-satunya tempat
atau ruang khusus yang hanya ada di UPK
Puskesmas Alianyang dari keseluruhan puskesmas
yang ada di Kota Pontianak. Alasan kenapa diberi

Pojok Laktasi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

nama pojok laktasi karena ruangan ini memang


berada pada pojokan dan menyatu dengan ruang
imunisasi.

ruangan dengan ruangan imunisasi, jadi dengan


adanya ibu yang membawa bayinya untuk di
imunisasi, maka selesai bayi-bayinya diimunisasi si
ibu bisa langsung menyusui bayinya.

Rendahnya capaian persentase bayi usia 0 6


bulan yang mendapat ASI eksklusif di wilayah
bina UPK Puskesmas Alianyang tahun 2011

Memberikan keleluasan bagi ibu menyusui


yang membawa bayinya ke fasilitas pelayanan
kesehatan terutama puskesmas alianyang
untuk tetap bisa memberikan ASI

Dalam proses pengenalan pojok laktasi untuk


peningkatan IMD dan ASI Eksklusif pihak pukesmas
menemukan beberapa kendala, diantaranya:
pertama, pada masalah staf menurut ibu Nuzulisa,
stafnya akan berpikir dengan didirikannya pojok
laktasi maka membutuhkan pengelola atau
pengurus pojok laktasi itu dan mereka juga khawatir
dengan adanya pojok laktasi maka bertambah pula
tugas pokok dan integrasi mereka. Kedua, UPK
Puskesmas Alianyang terbentur dengan ruangan
karna secara fisik UPK Pukesmas Alianyang
memiliki lahan yang terbatas dan cukup minimalis
maka dari itu pada saat memiliki ide untuk membuat
pojok laktasi ini hal yang terpikirkan adalah masalah
ruangan laktasi. Menurut penuturan ibu Nuzulisa
selaku kepala UPK Pukesmas Alianyang dengan
melihat kendala yang ada pada saat proses
terbentuknya pojok laktasi itu tidak membuat dia
dan para pegawai lainnya untuk tidak berputus asa,
ibu Nuzulisa memberikan semangat kepada stafnya
untuk tetap mencoba membuat suatu ruangan yang
diperuntuhkan untuk ibu menyusui, mencoba
memberikan pemahaman dan komit untuk samasama mendirikan ruangan tersebut dengan
memanfaatkan ruangan imunisasi dan ruangan
deteksi dini tumbuh kembang, yang memiliki objek
pencapaian untuk si anak. dalam mengatasi
kendala pada bagian staf Ibu Nuzulisa memiliki
strategi dengan cara perolingan, pengelolaan siapa
yang berada atau sedang menjaga ruang imunisasi
maka dia juga bertugas sebagai penjaga pojok
laktasi.

Memberikan contoh sebagai pemberi pelayanan


kesehatan yang menyediakan fasilitas bagi ibu
menyusui

Implementasi

ruangan pojok laktasi UPK Puskesmas Alianyang


Muncunlnya pojok laktasi ini dilatar belakangi oleh
beberapa hal,meliputi :

Dalam proses pencapaian IMD dan ASI Eksklusif,


UPK Puskesmas Alianyang menerapkan program
pojok laktasi ini kepada pegawai internal Pukesmas
alianyang
sebagai
salah
satu
upaya
memperkenalkan pojok laktasi kepada masyarakat
luas. Peningkatan pencapaian ASI Eksklusif melalui
ruang Pojok laktasi di UPK Puskesmas Alianyang
diselenggarakan dalam bentuk pengenalan dan
pemahaman terhadap ruang pojok laktasi kepada
semua ibu yang telah melahirkan di UPK
Puskesmas Alianyang untuk melakukan Inisaiasi
Menyusui Dini (IMD). Demi kelanjutan pencapaian
IMD dan pemberian ASI Eksklusif yang telah
ditargetkan
UPK
Puskesmas
Alianyang,
beruntungnya ruang pojok laktasi yang ada di
Puskesmas Alianyang tergabung menjadi satu

Adanya inovasi dengan melahirkan pojok laktasi di


UPK Puskesmas Alianyang yang dimotori oleh Ibu
Drg. Nuzulisa Zulkifli sebenarnya merupakan
tuntutan program rencana kerja yang diminta oleh
Pemerintah, melalui Dinas Kesehatan Kota
Pontianak untuk meningkatkan capaian mengenai
keberhasilan IMD dan ASI Eksklusif di seluruh
Puskesmas yang ada di Kota Pontianak, yang
sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No 33 tahun 2012 mengenai pemberian
ASI Ekslusif dimana didalamnya membahas tentang
ASI Ekslusif yang harus di berikan kepada bayi
sejak lahir tanpa mengganti dengan asupan
makanan atau minuman lainnya. Secara ringkas
penyelenggaraan peningkatan capaian IMD dan ASI
Eksklusif melalui ruang pojok laktasi di UPK
Puskesmas Alianyang mencakup aktivitas sebagai

Pojok Laktasi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

berikut:
1. memberikan keleluasaan dan kenyamanan
kepada ibu-ibu yang datang ke UPK
Puskesmas Alianyang terutama yang masih
menyusui dengan memberikan ruang gerak
kepadanya untuk menyusui anak-anaknya.
2. Peningkatan kesadaran dan pengetahuan ibu
tentang IMD dan ASI Eksklusif melalui ruang
pojok laktasi yang ada di UPK Puskesmas
Alianyang.
3. Peningkatan keberhasilan UPK Puskesmas
Alianyang dalam meningkatkan capaian IMD
dan ASI Eksklusif melalui ruang pojok laktasi
tersebut.
Proses terbentuknya pojok laktasi di UPK
Puskesmas Alianyang, pada dasarnya tidak
menggunakan banyak anggaran dana karena pojok
laktasi itu sendiri berada didalam satu ruangan
dengan ruangan imunisasi dan ruangan deteksi
tumbuh kembang (DTK) yang hanya dipisahkan
oleh tirai pembatas antar ruangan dan benar-benar
berada dipojok, dibuat dan dibentuk seminimalis
mungkin sehingga tidak membutuhkan dana yang
cukup besar dalam terbentuknya ruang pojok laktasi
tersebut. Pada dasarnya terbentuknya ruang pojok
laktasi di UPK Puskesmas Alianyang memiliki
kendala pada bagian staf, tetapi karena dari awal
mereka sudah komit untuk bersama-sama
mengelola dengan sistem roling maka SDM yang
ada pada UPK puskesmas Alianyang bisa
terpenuhi,
sehingga
dalam
pelaksanaan
peningkatan IMD dan ASI Eksklusif melalui ruang
pojok laktasi di UPK Puskesmas Alianyang bisa
berjalan. Meningkatkan capaian IMD dan ASI
Eksklusif melalui ruang pojok laktasi tersebut tentu
tidak akan berhasil tanpa didukung berbagai macam
fasilitas yang dapat mendorong keberhasilan
capaian mengenai IMD dan ASI Eksklusif.
Beruntungnya didalam ruangan pojok laktasi yang
ada di UPK Puskesmas Alianyang, memiliki
berbagai macam peralatan permainan yang dapat
merangsang sistem kerja saraf motorik anak,
sehingga dengan berbagai macam peralatan yang
ada diruang pojok laktasi tersebut dapat digunakan
sebagai fasilitas penunjang dalam
proses
pelaksanaan pojok laktasi itu, yang mana selain si
Ibu bisa memberikan ASI kepada anak dan si anak
juga bisa bermain sambil menyusu.
Menurut Ibu Drg. Nuzulisa Zulkifli yang baru saja
mendapatkan predikat dokter teladan tahun 2011
ini, hampir tidak ada kontra dalam pelaksanaan
pojok laktasi karena dinas kesehatan Kota
Pontianak sedang menggaungkan IMD dan ASI
Eksklusif. Keberadaan pojok laktasi di UPK

Puskesmas Alianyang tidak hanya terdengar oleh


mereka yang datang ke Puskesmas, tetapi juga
terdengar pada masyarakat yang tidak berkunjung
ke UPK Puskesmas Alianyang seperti di kawasan
rumah penduduk dan kantor-kantor baik milik negri
maupun milik swasta yang ikut juga bergabung
dalam menggunakan ruang pojok laktasi yang ada
di UPK Puskesmas Alianyang. Menurut Ibu Drg.
Nuzulisa Zulkifli, ini merupakan dukungan yang
diberikan masyarakat mengenai keberadaan ruang
pojok laktasi yang ada di UPK Puskesmas
Alianyang sehingga dapat meningkatkan kembali
capaian UPK Puskesmas Alianyang mengenai IMD
dan ASI Eksklusif, sedangkan kontra yang diterima
oleh pihak Puskesmas hanya kepada beberapa
iklan susu formula yang mencoba untuk masuk ke
dalam
ruang
lingkup
Puskesmas
untuk
mempromosikan susu yang mereka bawa, usaha
ibu Nuzulisa dalam mengahadapi kedatangan iklan
susu formula yang berusaha untuk dipromosikan di
UPK
Puskesmas Alianyang
yaitu
dengan
memberikan penolakan baik secara halus dan tegas
kepada pihak produsen susu formula serta
memberikan pemahaman tentang ASI kepada
meraka akhirnya pihak produsen susu formula mau
menerima penolakan yang dilakukan oleh pihak
Puskesmas.
Dalam pengembangan inovasi, UPK Puskesmas
Alianyang memiliki beberapa faktor pendukung
yaitu:
1.

Adanya kelas Edukasi buat Ibu hamil, ini


dimaksudkan agar ibu hamil mendapatkan
pendidikan dari proses kehamilan sampai
dengan proses nifas, serta ibu diberikan
pemahaman tentang IMD dan ASI Ekslusif.

2. Adanya dukungan dari pasien, setiap pasien yang


berkunjung ke UPK Puskesmas Alianyang yang
masih menyusui turut menggunakan ruangan
pojok laktasi untuk memberikan ASI kepada
Anak-anaknya.
3. Dari segi anggaran, biaya yang dikeluarkan
dalam proses pembentukan ruangan pojok
laktasi, UPK Puskesmas Alianyang mampu
menggunakan biaya operasional yang dimiliki
oleh UPK Puskesmas Alianyang.
Menurut Ibu Drg. Nuzulisa Zulkifli, peningkatan
capaian IMD dan ASI Eksklusif melalui ruang pojok
laktasi tidak semua berjalan dengan lancar, dengan
didirikannya ruang pojok laktasi di UPK Puskesmas
Alianyang mereka memiliki beberapa kendala dan
hambatan-hambatan yang kini setidaknya sudah
dapat diselesaikan. beberapa hambatan tersebut:
pertama, dari segi staf dimana dalam pengelolaan
pojok laktasi sistem yang digunakan yaitu dengan

Pojok Laktasi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

perolingan staf, siapa yang berada diruang


imunisasi maka dia yang bertugas juga terhadap
pojok laktasi tersebut, artinya petugas yang berada
diruang tersebut wajib memberikan pemahaman,
penyadaran dan pengetahuan kepada ibu-ibu
tentang IMD dan pemberian ASI Eksklusif, baik Ibuibu yang datang untuk mengimunisasikan anakanaknya maupun yang datang untuk menemani
sang anak bermain diruang DTK, kedua, UPK

Pukesmas Alianyang terbentur dengan ruangan


karena secara fisik UPK Pukesmas Alianyang
memiliki lahan yang terbatas dan cukup minimalis
maka dari itu pada saat memiliki ide untuk membuat
ruang pojok laktasi ini, hal yang terpikirkan adalah
masalah ruangan laktasi. Namun, pihak pukesmas
tidak kehabisan ide untuk menyiasati akan hal ini
mereka menggunakan ruang DTK ( Deteksi Tumbuh
Kembang ) untuk pembuatan Pojok Laktasi dan

Tabel Data ASI Eksklusif tahun 2012 UPK Puskesmas Alianyang


Januari

Laki-laki

Perempuan

Total

Bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI

14

15

29

Bayi usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI

20

16

36

Februari

Laki-laki

perempuan

Total

Bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI

23

22

45

Bayi usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI

15

17

32

Maret

Laki-laki

Perempuan

Total

Bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI

30

22

52

Bayi usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI

23

15

38

April

Laki-laki

perempuan

Total

Bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI

35

29

64

Bayi usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI

25

16

41

Mei

Laki-laki

perempuan

Total

Bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI

28

25

53

Bayi usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI

10

13

23

Juni

Laki-laki

Perempuan

Total

Bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI

46

42

88

Bayi usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI

21

24

45

Juli

Laki-laki

Perempuan

Total

Bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI

51

48

99

Bayi usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI

20

18

38

Agustus

Laki-laki

Perempuan

Total

Bayi usia 0-6 bulan mendapatkan ASI

52

47

99

Bayi usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI

14

17

31

Pojok Laktasi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

pihak pukesmas juga beranggapan bahwa itu


merupakan tempat yang strategis.

indikator mereka yaitu: IMD dan ASI Eksklusif yang


selalu dibicarakan setiap rapatnya.

Secara umum keberhasilan pencapaian IMD dan


ASI Eksklusif melalui ruang pojok laktasi sangat
dipengaruhi oleh partisifasi aktif masyarakat. Namun
demikian
ada beberapa aktor penting yang
perannya sangat signifikan, yakni:

Melalui forum rapat tersebut dibahas capaian


terhadap indikator SPM, yang salah satunya ASI
Eksklusif nantinya akan dilaporkan rutin setiap
tahunnya untuk melihat dampak program tersebut.
Dengan kata lain evaluasi ini menjadi wadah
komunikasi antara atasan dan bawahan guna
menciptakan suasana kerja yang nyaman.

1. Secara substantif pemerintah memang tidak


memberi perhatian khusus terhadap inovasi
pojok laktasi, namun tuntutan meningkatkan
capaian IMD dan ASI Eksklusif oleh Pemda Kota
Pontianak dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak
diseluruh Puskesmas yang ada di Kota
Pontianak melalui Kinerja Ibu Drg. Nuzulisa
Zulkifli lah yang selaku kepala UPK Puskesmas
Alianyang mampu meningkatkan target dari
salah satu indikator SPM mereka yaitu ASI
Eksklusif.
2. Petugas atau staf yang bertugas di UPK
Puskesmas
Alianyang,
yang
berperan
mengkoordinasikan aktivitas ruang pojok laktasi
sebagai tempat atau ruangan untuk Ibu
menyusui.
3. Secara langsung berjalannya suatu inovasi tidak
memiliki banyak masalah dan hambatan, tetapi
ada beberapa hal yang menjadi acuan pojok
laktasi tersebut yaitu dimana keberhasilan
capaian IMD dan ASI Eksklusif tidak lepas dari
kinerja UPK Puskesmas Alianyang, melalui
Lokmin, jadi mereka ada yang namanya Lokal
Mini Bulanan, jadi setiap bulannya mereka akan
adanya rapat yang membahas permasalahanpermasalahan yang harus diselesaikan, jadi
akan adanya penguatan program yang akan
membahas keberhasilan capaian salah satu
indikator mereka. Termasuklah salah satunya
yaitu, mengenai keberhasilan IMD dan ASI
Eksklusif.
Dengan adanya pojok laktasi di UPK Pukesmas
Alianyang berarti turut dalam memberikan
perlindungan kepada ibu dalam memberikan ASI
Ekslusif kepada bayi nya yang sesuai dengan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia 33 tahun
2012 pasal 2
Sistem Evaluasi kinerja dan monitoring berkaitan
dengan program dilakukan secara formal, melalui
Lokal Karya Mini Bulanan UPK Puskesmas
Alianyang, jadi melalui rapat kerja bulanan mereka
mengevaluasi
permasalahan-permasalahan
kesehatan, membicarakan hambatan-hamabatan
internal dan eksternal dalam memberikan
pelayanan, mendiskusikan penyuluhan-penyuluhan
yang sudah dan yang akan dilakukan termasuklah
dibahas mengenai target capaian salah satu

Mekanisme evaluasi keberhasilan capaian IMD dan


ASI Eksklusif yang merupakan target SPM mereka
dilakukan pihak UPK Puskesmas Alianyang itu
sendiri melalui dukungan pemerintah serta
partisifasi masyrakat atas keberadaan ruang pojok
laktasi di UPK Puskesmas Alianyang tersebut.
Rencana tindak lanjut yang dilakukan oleh UPK
Puskesmas Alianyang, yaitu mereka ada yang
namanya RTL (Rencana Tindak lanjut), jadi dari
permasalahan yang mereka hadapi itu coba untuk
dibrackdown, dipilih apa saja kira-kira yang dibuat
dan dilaksanakan dalam kegiatan-kegiatan yang
bisa menyelesaikan masalah tersebut. Dari
berbagai
kegiatan
itulah
nantinya
harus
dilaksanakan oleh semua tim yang ada di UPK
Puskesmas Alianyang, jadi penguatannya ada di
edukasi.
Dampak Substantif
Dampak positif terhadap kelompok sasaran dari
diselenggarakannya
pojok
laktasi
di
UPK
Puskesmas Alianyang adalah meningkatnya
capaian ASI Eksklusif ditahun 2012, yang mana
telah sesuai dengan target capaian yang telah
ditentukan mereka yaitu 60%.
Tabel Data ASI Eksklusif tahun 2012 UPK
Puskesmas Alianyang diatas bisa kita lihat bahwa
terjadi peningkatan dalam pemberian ASI Ekslusif
setiap bulannya dan hampir semuanya ibu-ibu telah
memberikan ASI kepada bayinya. Pada angka
sasaran Dinas Kesehatan Kota Pontianak tahun
2012 dalam kesehatan ibu bahwa jumlah angka
sasaran ibu hamil untuk UPK Pukesmas Alianyang
yaitu 785 jiwa sedangkan pada ibu hamil resiko
tinggi yaitu 157 jiwa.
Ada beberapa faktor yang menjelaskan capaian
tersebut, menurut Ibu Nuzulisa salah satunya yaitu:
masyarakat sangat merespon positif sekali
disediakannya tempat atau ruangan khusus yang
memberikan keleluasaan bagi mereka untuk
menyusui bayi-bayinya, secara tidak langsung ibu
juga telah menjalankan kewajiban dan memberikan
hak anak untuk mendapatkan ASI ekslusif, dengan
adanya pojok laktasi sangat membantu dalam
pelaksanaan program ASI Ekslusif dan mereka
merasakan benar-benar ada manfaatnya terutama

Pojok Laktasi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

pasien yang datang ke UPK Puskesmas Alianyang.


Adapun dampak terhadap penguatan kelembagaan
UPK Puskesmas Alianyang itu sendiri yaitu: karena
unit pelakasananya adalah Dinas Kesehatan, jadi
UPK Puskesmas Alianyang harus mengiplementasi
semua program-program mereka. Begitu pihak
puskesmas membuat yang namanya pojok laktasi,
otomatis harus benar-benar menguatkan posisi UPK
Puskesmas Alianyang sebagai pelayan kesehatan,
jadi ini juga merupakan usaha promotif dan refrentif
puskesmas.
Selanjutnya
dampak
terhadap
lingkungan, pada dasarnya tanpa ruang pojok
laktasi pun, UPK Puskesmas Alianyang ada yang
namanya kelas ibu, jadi pihak Puskesmas akan
memberikan pendidikan melalui kelas ibu untuk
persiapan mereka melahirkan. Selama ini apa yang
dirasakan UPK Puskesmas Alianyang sendiri
dengan adanya ruang pojok laktasi tersebut,
ternyata dari pihak instansi-instansi baik itu swasta
maupun pemerintah yang berada disekitar kawasan
UPK Puskesmas Alianyang cukup tersadarkan
dengan adanya ruang pojok laktasi tersebut, artinya
mereka mendukung UPK Puskesmas Alianyang
yang telah memberikan contoh-contoh yang baik
untuk masyarakat dan instansi lainnya.
Dampak yang lebih luas secara sistemik terlihat dari
meningkatnya kesadaran si ibu untuk memberikan
ASI pada bayi nya dan partisipasi masyarakat
dalam meningkatkan capaian IMD dan ASI Eksklusif
melalui ruang pojok laktasi yang ada di UPK
Puskesmas Alianyang. Pengguna Pojok Laktasi
tidak bisa ditentukan setiap harinya, karena
masyarakat yang datang ke Puskesmas tidak hanya
ibu yang membawa bayi nya saja, menurut
penuturan bidan Mirtha A.Md.Keb Yang bertugas di
pojok laktasi dia mengatakan biasanya pojok laktasi
itu ramai ketika adanya jadwal imunisasi perhari
yang paling banyak bisa 40 ibu yang menggunakan
pojok laktasi ini dan yang paling sedikit hanya 15 ibu
yang menggunakan pojok laktasi ini. Sedangkan,
jumlah kunjungan ibu hamil dalam pemeriksaan
pertama yaitu 590 jiwa, ibu hamil dalam empat kali
pemeriksaan yaitu 537 dan yang melakukan
pemeriksaan ulang yaitu 1219 jiwa ini sudah
termasuk dalam kawasan binaan UPK Pukesmas
Alianyang.
Sesuai dengan Visi dan Misi UPK Pukesmas
Alianyang dengan adanya Pojok Laktasi ini maka
pihak pukesmas sudah turut dalam memberikan
penambahan pelayanan untuk masyarakat disekitar
UPK Pukesmas Alianyang. Ketika seorang ibu
datang dan membawa bayi nya untuk di imunisasi
atau untuk berobat pada saat si bayi meminta susu
dari ibu atau ketika itu jam pemberian ASI pada
anak nya maka si ibu dan bayi dapat menggunakan

Pojok Laktasi, sedangkan mereka yang tidak berada


atau sedang tidak berkunjung ke pukesmas bisa
mendapatkan informasi tentang pojok laktasi melalui
sosialisasi yang dilakukan oleh pihak pukesmas ke
posyandu-posyandu diseluruh wilayah binaan UPK
Pukesmas Alianyang.

Institusionalisasi dan Tantangan


Inovasi Pojok Laktasi telah secara nyata
menunjukan dampak posistif, dukungan dari
pemerintah kota maupun dinas kesehatan dalam
meningkatkan keberhasilan capaian IMD dan ASI
Eksklusif dirasakan sudah cukup baik.

Adanya rancangan peraturan daerah yang akan


dibuat oleh pemerintah kota dan dinas kesehatan
untuk kedepannya tentang keharusan keberadaan
pojok laktasi di seluruh UPK pukesmas yang ada di
Kota Pontianak dan tempat umum lain nya. Harapan
kedepan demi berlangsungnya Program Pojok
laktasi Yang sudah ada di UPK Puskesmas Anyang,
menurut Ibu Drg. Nuzulisa Zulkifli yaitu kedepannya
ingin megembangkan Ruang Pojok Laktasi ini
menjadi Ruang Klinik Laktasi yaitu suatu ruangan
yang disediakan untuk ibu-ibu menyusui menjadi
lebih kompleks dan memiliki fasilitas yang lebih
lengkap. Ruangan klinik laktasi ini tidak jauh
berbeda dengan ruang pojok laktasi sebelumnya,
hanya fasilitas yang ada di Klinik Laktasi yang
nantinya yang akan membedakan kedua ruangan
tersebut.

Poin Pembelajaran
Dari pengembangan Ruang Pojok Laktasi di UPK

Pojok Laktasi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

10

http://igi.fisipol.ugm.ac.id

Puskesmas Alianyang terdapat beberapa poin


pelajaran yang dapat kita petik, antara lain:
1. Pentingnya partisifasi stakeholder.
Keberadaan Ruang Pojok Laktasi di UPK
Puskesmas
Alianyang
berhasil
menyentuh
kesadaran dan kepedulian masyarakat setempat
mengenai IMD dan ASI Eksklusif, sehingga
pelaksanaannya dapat terus berlanjut ditengah
keterbatasan dukungan pemerintah.
2. Pentingnya peran kelompok pendukung.
Penyelenggaraan Ruang Pojok Laktasi berhasil
berkat peran aktif para petugas atau pegawai UPK
Puskesmas Alianyang yang ingin meningkatkan
kembali
capaian target salah satu indikator
pelayanan kesehatan mereka, yaitu IMD dan ASI
Eksklusif, serta dukungan masyarakat yang
memanfaatkan keberadaan pojok laktasi di UPK
Pukesmas alianyang.
3. Pentingnya
peningkatan
(awareness raising).

kesadaran

Kunci keberhasilan IMD dan ASI Eksklusif melalui


Ruang Pojok Laktasi adalah adanya pemahaman
dan penyadaran yang dilakukan oleh petugas UPK
Puskesmas Alianyang. Ruang Pojok Laktasi tidak
sekedar memberikan fasilitasi dan konseling namun
juga menumbuhkan kesadaran tentang kebutuhan
untuk sehat serta hak-hak warga negara dalam
memperoleh layanan kesehatan, terutama hak anak
untuk memperoleh ASI Eksklusif. Meningkatnya
kesadaran dan kepedulian kelompok sasaran
maupun warga pada umumnya akan mendorong
tercapainya tujuan program secara berkelanjutan

peningkatan ASI Ekslusif dengan ruang pojok


laktasi.
Pojok laktasi ini merupakan hasil dari dorongan
pemerintah daerah yang menaggih capaian
peningkatan IMD dan ASI Ekslusif kepada UPK
Pukesmas alianyang. Langkah selanjutnya, dengan
berdiri nya pojok laktasi ini di UPK Pukesmas
Alianyang yaitu dengan mengreplikasikan gagasan
ini baik di kota Pontianak maupun ke daerah-daerah
lain yang ada di Kalimantan Barat dan UPK
Pukesmas Alianyang sebagai contoh dasar dalam
proses replikasi. Selain itu, juga dibutuhkan
ketetapan yang dibuat oleh pemerintah daerah
melalui peraturan daerah yang mengharuskan
setiap intitusi-institusi negri maupun swasta dan
tempat umum lainya untuk memberikan ruangan
kepada ibu yang masih menyusui bayinya perlunya
mencantumkan syarat fisik ruangan sehingga ada
kejelasan fisik dalam pembuatan ruangan pojok
laktasi serta di dukung oleh anggaran dana. UPK
Pukesmas Alianyang juga memberikan sosialisasi
terhadap keberadaan ruangan pojok laktasi ini
dengan cara memberitahukan kepada setiap pasien
dan melalui kelas ibu hamil.

Daftar Pustaka
Profil, 2011. UPK Puskesmas Alianyang Pontianak.
Laporan Pertanggung Jawaban Bidang kesehatan,
2011. UPK Puskesmas Alianyang.
http://www.depkes.go.id/downloads/PP%20ASI.pdfd
iakses pada tanggal 10 september 2012

NARASUMBER
Peluang Replikasi
Pojok Laktasi ini sangat mungkin untuk di
replikasikan tidak hanya pada pusat pelayanan
kesehatan tetapi juga pada institusi-institusi baik
milik Negara maupun swasta. Tidak menutup
kemungkinan pojok laktasi ini juga dibangun di
tempat umum lainnya seperti pusat perbelanjaan,
bandara, dan tempat-tempat umum lainnya
sehingga ibu dan bayi mempunyai ruang untuk
menyusui dengan aman dan jauh dari keramaian,
tidak ada alasan lagi untuk tidak memberikan ASI
pada saat di ruang public dan diharapkan dengan
keberadaan
pojok
laktasi
ini
mendorong
peningkatan capaian ASI Eksklusif tidak hanya di
Kalimantan Barat tetapi juga di Indonesia. Adanya
komitmen yang dipegang oleh pusat pelayanan
kesehatan untuk meningkatkan capaian ASI Ekslusif
serta pelaksanaan IMD pada masyarakat melalui
sebuah program yang di buat dengan tujuan

Drg. Nuzulisa Zulkifli, Kepala UPK Pukesmas


Alianyang kota Pontianak. Wawancara tanggal 25
juni 2012
Tris Yani S.Gz, Konsultan Gizi UPK Pukesmas
Alianyang kota Pontianak. Wawancara tanggal 17
oktober 2012
Mirtha A.Md.Keb, Bidan UPK Pukesmas Alianyang
kota Pontianak. Wawancara tanggal 17 oktober
2012

Pojok Laktasi Puskesmas Alianyang Kota Pontianak

11

http://igi.fisipol.ugm.ac.id