Anda di halaman 1dari 2

Log density adalah kurva yang menunjukkan besarnya densitas (bulk

density) dari batuan tang ditembus dari lubang bor. Dari besaran densitas batuan
ini sangat berguna untuk menentukan besarnya porositas. Di samping itu log
density mempunyai kegunaan yang lain yaitu : dapat mendeteksi adanya
Hydrocarbon dan air sama-sama dengan log neutron, menentukan densitas
hydrocarbon (h) dan membantu dalam evaluasi lapisan shally. Prinsip kerjanya
Suatu sumber radioaktif dari alat pengukur sinar gamma dengan intensitas energi
tertentu menembus formasi/batuan. Batuan terbentuk dari butiran mineral, mineral
tersusun dari atom-atom yang terdiri dari proton dan elektron. Partikel sinar
gamma membentur elektron-elektron dalam batuan. Akibat benturan ini maka
sinar gamma akan mengalami pengurangan energi. Makin lemah energi yang
kembali menunjukkan makin banyaknya elektron batuan, yang berarti makin
banyak/padat butiran penyusun persatuan volume.
Batuan yang mempunyai densitas yang paling besar, dimana = 0, ini
disebut densitas matrik (ma). Setiap jenis batuan mempunyai harga ma yang
berbeda. Batuan permeable dengan kandungan air asin mempunyai densitas paling
rendah dibanding batuan yang seluruhnya terdiri dari matrik. Sedangkan batuan
permeable dengan kandungan minyak mempunyai densitas yang lebih rendah
daripada yang berisi air asin, sebab densitas air asin lebih besar dari minyak.
Demikian pula batuan permeable mengandung gas yang densitasnya lebih rendah
lagi dibanding dengan yang berisi minyak.
Alat yang digunakan untuk mengukur densitas batuan adalah LDT (Litho
Density Tool). Dari pengukuran densitas dapat diperkirakan porositas batuannya.
Log densitas dihasilkan dengan memancarkan sinar gamma ke dalam batuan dari
satu sumber dan menangkap sinar gamma yang kembali pada suatu penerima.
Besar kecilnya sinar gamma yang kembali berbanding lurus dengan densitas atau
kerapatan partikel penyusun batuan.Gambar. 8
Gambar. 8 Figure 10

Sinar gamma sendiri mempunyai sifat yang mendua, artinya pada suatu
saat dapat berbentuk gelombang elektromagnetik atau menjadi partikel foton.
Pada kejadian hamburan Compton, foton sinar gamma bertumbukan dengan
elektron dari atom di dalam batuan. Foton akan kehilangan tenaga karena proses

tumbukan dan dihamburkan ke arah yang tidak sama dengan arah foton awal,
sedangkan tenaga foton yang hilang sebetulnya diserap oleh elektron, sehingga
elektron mempunyai kekuatan untuk melepaskan diri dari ikatan atom menjadi
elektron bebas. Foton yang dihamburkan ini masih mampu mengeluarkan
elektron-elektron dari atom-atom lain dalam proses tumbukan lanjutan sampai
akhirnya foton yang sudah melemah tersebut terserap secara keseluruhan. Jumlah
elektron yang keluar oleh tumbukan foton merupakan fungsi dari tenaga foton dan
jenis mineral. Densitas yang diukur oleh LDT sebagai akibat dari hamburan
Compton sebenarnya adalah densitas elektron akan tetapi dapat dicari
hubungannya dengan densitas formasi.
Ketika mengukur densitas formasi, sebenarnya tidak hanya densitas
matrik saja yang terukur, tetapi juga kadar fluida di dalam pori batuan. Karena
adanya perbedaan densitas matrik dengan densitas fluida, maka pembacaan
densitas dari formasi yang berpori dan yang tidak berpori tentu akan berbeda,
sehingga bila LDT mengukur densitas formasi, maka nilai densitas yang terukur
sangat tergantung kepada densitas matrik, jumlah pori dan densitas fluidanya.
Untuk menghitung porositas, selain densitas bulk (b) yang didapat dari
log, juga diperlukan densitas matrik (ma) dan densitas fluida (f). Porositas
dihitung dengan menggunakan rumus : = ma - b/ma - f.
Kegunaan lain log densitas adalah :

Identifikasi batuan secara kualitatif.


Menentukan zona gas (bersama dengan log netron).
Mengenal adanya mineral berat dalam formasi.
Untuk picking marker, korelasi dan penentuan fasies.
Pada formasi Density log dapat menentukan adanya kandungan air asin

maupun kandungan hidrokarbon. Apabila densitasnya rendah, maka kedalaman


tersebut menunjukkan kandungan air asin, dan apabila lebih kecil dari densitas air
asin pada kedalaman tersebut menunjukkan adanya kandungan hidrokarbon.
Densitas dan Porositas akan terbalik.