Anda di halaman 1dari 5

Tugas Interna

Nama : Franki R. Andung


Nim

: 1209005035

Pengunaan Kalsium Antagonis Sebagai Peningkat Aktivitas Kontraksi Otot


Jantung
Franky Remi Andung
Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana,
Jalan PB Sudirman, Denpasar, Bali;
Telp/Fax: (0361) 223791

ABSTRAK
Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran serta pengaruhnya dari mineral
kalsium (Ca) pada proses fisiologis organ jantung. Otot-otot jantung yang bertugas memompa
darah dengan cara berkontraksi memerlukan mineral kalsium agar stabilnya irama detak jantung.
Kalsium akan berinteraksi dengan protein didalam otot, yaitu aktin dan myosin sehingga otot
jantung melakukan kontraksi sehingga proses fisiologis dari jantung bisa berjalan normal. Pada
kelainan jantung karena ada penurunan kadar kalsium dalam darah yang menimbulkan
penurunan detak jantung, akan digunakan metode pengobatan dengan cara memasukkan ion
kalsium menggunakan kelompok obat heterogen yang menghambat saluran arus lambat yang hal
ini berupa kalsium antagonis ke dalam otot jantung untuk meningkatkan kontraksi dari otot
jantung.
Kata kunci : kontraksi jantung, kalsium, kalsium antagonis.
PENDAHULUAN
Jantung adalah salah satu organ yang penting dalam tubuh yang mana jantung ini bekerja
pada system kardiovaskuler sebagai pemompa darah. Kardiovaskuler ini berasal dari dua suku

kata yaitu cardiac (jantung) dan vaskuler (pembuluh darah), sehingga sistem ini termasuk dalam
sistem sirkulasi darah yang terdiri dari jantung komponen darah dan pembuluh darah
Jantung bekerja dengan berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung
(sistol) ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah arteri dan selanjutnya akan kembali ke jantung
melalui pembuluh darah vena sehingga jantung terisi darah (diastol). Proses dari distribusi darah
ini memiliki fungsi sebagai sistem transport oksigen, karbon dioksida, makanan, dan hormon
serta obat-obatan ke seluruh jaringan sesuai dengan kebutuhan metabolisme tiap-tiap sel dalam
tubuh. sehingga dalam hal ini, faktor perubahan volume cairan tubuh dan hormon dapat
berpengaruh pada sistem kardiovaskuler baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam melaksanakan fungsinya jantung banyak dipengaruhi oleh banyak factor dan salah
satunya adalah factor mineral. Mineral berfungsi dalam proses fisiologis jantung yang mana
dipakai sebagai metabolism dan pengatur denyut jantung. Salah mineral yaitu kalsium (Ca)
memiliki peranan pada otot jantung dimana calcium ini menjaga otot jantung untuk berkontaksi
dengan stabil. Kalsium sendiri memiliki kadar yang harus sesuai dengan yang dibutuhakan
jantung karena jika jumlah kalsium berlebih atau kurang maka akan mengganggu proses fiologis
jantung yang selanjutnya akan berpengaruh pada system yang lain di tubuh dan menimbulkan
suatu kondisi hewan menurun. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka penulisan ini dilakukan
untuk mengetahui tentang bagaimana pengaruh mineral kalsium pada kerja jantung.
MATERI
Kalsium merupakan unsur penting sebagai sumber kehidupan makhluk dalam setiap
tahap perkembangannya. Dari masa kanak-kanak, saat menginjak dewasa hingga lanjut usia,
kalsium memainkan peranan penting dan merupakan unsur yang mutlak diperlukan oleh
makhluk hidup. Dalam perkembangan kehidupan makhluk, ion kalsium memainkan peranan
penting dalam seluruh proses perkembangan ini. Melalui metabolisme yang terjadi akibat
persenyawaan dalam tubuh dirinya. Temuan mengenai hubungan antara kalsium dengan
kehidupan dan penyakit merupakan hasil penelitian yang paling menarik perhatian bidang
kesehatan selama 3 (tiga) dekade terakhir ini. Bahkan WHO (badan kesehatan dunia PBB)
mencanangkan dekade tahun 2000 hingga 2010 adalah tahun kalsium.

Pada waktu otot jantung berkontraksi, kalsium berperan dalam interaksi protein didalam
otot, yaitu aktin dan myosin. Adenosin triphosphate (ATP) dan kalsium memainkan peran yang
penting dalam kontraksi dan relaksasi otot. ATP membantu kepala miosin membentuk dan
memecahkan crossbridges dengan aktin. Meskipun demikian, ATP dapat menjalankan perannya
hanya jika ada kalsium. Bila otot relaksasi, kalsiumdisimpan dalam retikulum sarkoplasma, jauh
dariaktin dan miosin. Bila otot dirangsang, kalsium dikeluarkan dari retikulum sarkoplasma dan
menyebabkan aktin, miosin, dan ATP berinteraksi. Kontraksi otot kemudian terjadi. Bila kalsium
dipompa kembali ke retikulum sarkoplasma, jauh dari aktin dan miosin, dan ATP, crossbridge
pecah, dan otot relaksasi. Perhatikan bahwa ketersediaan kalsium terhadap protein aktin dan
miosin kontraktil perlu untuk kontraksi otot. Bila darah kalsium kurang dari normal, otot tidak
bisa mengendur sesudah kontraksi. Tubuh akan kaku dan dapat menimbulkan kejang.
PEMBAHASAN
Dalam metabolismenya, otot jantung juga seperti otot kerangka yang menggunakan
energy kimia untuk berkontraksi. Energy terutama berasal dari metabolism asam lemak dalam
jumlah yang lebih kecil dari metabolisme zat gizi terutama laktat dan glukosa. Proses
metabolisme jantung adalah aerobic yang membutuhkan oksigen yang selanjutnya akan
menghasilkan ATP dan bersama dengan kalsium akan berperan dalam kontraksi dan relaksasi
otot. Ketika jantung berkontraksi karena perasaan tegang, ion kalsium mengendalikan detak
jantung, Untuk mengamatinya akan kita temukan bahwa, pada saat kalsium memasuki sel, ia
akan mengaktifkan protein kontraktif dan menimbulkan rangsangan pada otot jantung. Dengan
berulangnya aktifitas seperti ini, maka akan timbul berkali-kali kontraksi pada otot jantung.
Saat kadar kalsium rendah, daya kontraksi otot jantung akan berkurang. Hal inilah yang
menimbulkan berbagai macam penyakit jantung dikarenakan adanya penurunan detak jantung.
Yang selanjutnya akan memperngaruhi kondisi tubuh sehingga menibulkan kondisi klinis seperti
lemah, lesu serta gangguan metabolisme tubuh yang penyebarannya kurang merata. Pada kondisi
seperti ini, apabila kita mencoba memasukkan ion kalsium menggunakan kalsium antagonis
kedalam otot jantung, kalsium antagonis merupakan kelompok obat heterogen yang menghambat
saluran arus lambat, yang digunakan ion kalsium untuk memasuki sel untuk memulai kontraksi
otot polos dan induksi intrakardiak. Mekanisme ca antagonis yaitu pada otot jantung dan otot

polos vaskuler, ion Ca2+ terutama berperan dalam peristiwa kontraksi.meningkatnya kadar ion
Ca2+ dalam sitosol akan meningkatkan kontraksi. Masuknya ion Ca 2+ dari ruang ekstrasel (2mM)
ke dalam ruang intrasel dipacu oleh perbedaan kadar (kadar Ca2+ ekstrasel 10.000 kali lebih
tinggi dari pada kadar Ca2+ intrasel sewaktu diastole) dan karena ruang intrasel bermuatan
negatif. Pada otot jantung mamalia, masuknya ion Ca2+ meningkatkan kadar Ca2+ sitosol dan
mencetuskan pengelepasan ion Ca2+ dalam jumlah yang cukup banyak dari depot intrasel
(retikulum sarkoplasmik) sehingga aparat kontraksil (sarkomel) bekerja.
Masuknya ion Ca2+ terutama langsung lewat slow channel. Slow channel berbeda dengan
fast Na channel yang melewatkan ion Na+ dari ruang ekstrasel menuju ruang intrasel dan
dihambat oleh tertrodotoksil. kanal Ca2+ tidak dihambat oleh tetrodotoksil maka kekuatan otot
jantung akan berangsur pulih. Karena itu sangat jelas sekali peran penting kalsium dalam denyut
jantung.
SIMPULAN
Ion kalsium mimiliki peran yang penting dalam proses kerja jantung. Jantung dapat dapat
memompa darah keseluruh jaringan dalam tubuh, Kemampuan ini berasal dari kontraksi otot
jantung secara terus menerus.

kontraksi dan ekspansi jantung serta penyimpanan dan

penggunaan energinya tidak lepas dari pengaruh kalsium. Ketika jantung berkontraksi karena
perasaan tegang, ion kalsium mengendalikan detak jantung, Untuk mengamatinya akan kita
temukan bahwa, pada saat kalsium memasuki sel, ia akan mengaktifkan protein kontraktif dan
menimbulkan rangsangan pada otot jantung. Dengan berulangnya aktifitas seperti ini, maka akan
timbul berkali-kali kontraksi pada otot jantung
DAFTAR PUSTAKA
Kartari D S, Sulianti Saroso. 1976. A Record Study Cardiovascular Diseases Admited in
Hospitals in Jakarta. Bulletin Penelitian Kesehatan, Vol. IV No. 1 & 2 1976.
Mariyono Harbanu H, Santoso Anwar. 2007. Gagal Jantung. J Peny Dalam, Volume 8 Nomor 3
Bulan September 2007.
Sulistyani Riski. 2008. Fisiologi Darah dan Jantung pada Katak (Rana sp.). FMIPA Universitas
Negeri Jakarta.

Widura .2001. Kalsium dan Fungsi Sel. Jurnal kesehatan masyarakat, Vol.1, No. 1, 2001 : 8 21.