Anda di halaman 1dari 10

Hakikat Manusia dan Hakikat Masyarakat

BAB I
LATAR BELAKANG
Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling mulia, dan mempunyai derajat
yang luhur sebagai manusia, mempunyai budi dan karsa yang merdeka sendiri. Semua
manusia sebagai manusia memiliki martabat dan derajat yang sama, dan memiliki hak-hak
yang sama pula. Derajat manusia yang luhur berasal dari Tuhan yang menciptakannya.
Dengan demikian semua manusia bebas mengembangkan dirinya sesuai dengan budinya
yang sehat
Pendidikan adalah proses penyesuian diri secara timbal balik antara manusia dengan
alam, dengansesama manusia atau juga pengembangan dan penyempurnaan secara teratur
dari semua potensi moral,intelektual, dan jasmaniah manusia oleh dan untuk kepentingan
pribadi dirinya dan masyarakat yangditujukan untuk kepentingan tersebut dalam
hubungannya dengan Allah Yang Maha Pencipta sebagai tujuanakhir. Ahmad D. Marimba
mengatakan bahwa, Pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh si pendidikterhadap si
terdidik dalam hal perkembangan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian
yangutama.
Dalam tujuan Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan ditujukan untuk
menghasilkan manusia yang berkualitas yang dideskripsikan dengan jelas dalam UU No. 2
tentang Sistem PendidikanNasional (Sisdiknas) dan Garis-garis Besar Haluan Negara
(GBHN) 1993, yaitu manusia yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh,cerdas, kreatif, terampil,
berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, dan produktif serta sehatjasmani
dan rohani, berjiwa patriotik, cinta tanah air, mempunyai semangat kebangsaan,
kesetiakawanansosial, kesadaran pada sejarah bangsa, menghargai jasa pahlawan, dan
berorientasi pada masa depan.Pendidikan tidak hanya untuk kepentingan individu atau
pribadi, tetapi juga untuk kepentingan masyarakat.
Hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan yang tercantum dalam Undang-Undang
Sistem Pendidikan Nasional(UUSPN) dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 29 Tahun 1990.
Selain pendidikan dipusatkan untuk membina kepribadian manusia, pendidikan juga
diperuntukkan guna pembinaan masyarakat. Masyarakat adalah suatu perwujudan kehidupan
bersama manusia. Dalam masyarakat berlangsung proses kehidupan sosial, proses antar
hubungan dan interaksi. Di dalam masyarakat sebagai suatu lembaga kehidupan manusia
berlangsung pula keseluruhan proses perkembangan kehidupan. Dengan demikian
masyarakat dapat diartikan sebagai wadah atau medan tempat berlansungnya interaksi warga
masyarakat itu. Tetapi masyarakat dapat pula diartikan sebagai subyek, yakni sebagai
perwujudan warga masyarakat dengan semua sifat (watak) dalam suatu gejala dan manifestasi
tertentu atau keseluruhan, sosio-psikologisnya.
Dalam masyarakat ini, manusia tidaklah dapat hidup sendiri. Mereka hidup
berinteraksi dengan orang lain. Dalam interaksi itulah manusia harusnya memiliki suatu etika
hidup bermasyarakat. Etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi

pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.Nilai erat
hubungannya dengan masyarakat, baik dalam bidang etika yang mengatur kehidupan
masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Manusia sebagai makhluk yang bernilai akan
memaknai nilai sebagai suatu yang objektif, apabila ia memandang nilai itu ada tanpa ada
yang menilainya, tetapi ada sebagian sesuatu yang ada dan menuntun manusia dan
kehidupannya.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka perlu diketahui hakikat manusia dan hakikat
masyarakat serta kaitannya dengan pendidikan.

BAB II
PEMBAHASAN

a.
b.

A.

HAKIKAT MANUSIA, HAK ASASI MANUSIA, DAN PENDIDIKAN

1.

HAKIKAT MANUSIA

Manusia adalah subyek pendidikan, sekaligus juga sebagai obyek pendidikan. Manusia
dewasa yang berkebudayaan adalah subyek pendidikan dalam arti bertanggung jawab
menyelenggarakan pendidikan. Hakekat manusia adalah sebagai berikut :
Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakkan hidupnya untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya.
Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas tingkah laku intelektual
dan sosial.

c.
d.
e.
f.
g.
h.

a.
1)
a)

b)

2)

b.
c.

Mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur dan mengontrol
dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus berkembang tidak pernah selesai
(tuntas) selama hidupnya.
Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha untuk mewujudkan
dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih baik untuk ditempati
Suatu keberadaan yang berpotensi yang perwujudanya merupakan ketakterdugaan dengan
potensi yang tak terbatas
Makhluk Tuhan yang berarti ia adalah makhluk yang mengandung kemungkinan baik dan
jahat.
Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan turutama lingkungan sosial, bahkan ia
tidak bisa berkembang sesuai dengan martabat kemanusiannya tanpa hidup di dalam
lingkungan sosial.
Hakikat manusia, baik menurut ilmu pengetahuan, filsafat maupun menurut
antropologia metafisika sebagai berikut:
Menurut filsafat pada umumnya
Monoisme
Manusia makluk alamiah yang sama dengan makhluk-makhluk dan benda alami, dikenai
hukum obyektif kausalitas. Manusia terbentuk atas proses evolusi, substansianya hanyalah
materi semata-mata. Manusia tidak lebih dari pada satu mekanis dalam rangka mekanisme
alam semesta (materialisme).
Kesadaran manusia dengan intelek atau rasionya tentang lingkungan dan kebutuhanya
tersimpul dalam proses stimulus dan respon. Proses antar hubungan dan antaraksi tersebut
bertujuan demi adaptasi dan re-adaptasi demi survivnya manusia.
Manusia adalah makhluk alamiah, bagian dari pada makroskosmos yang hakikatnya adalah
spirit, rokhaniah itulah yang menyadari realita semesta, dirinya sendiri dan tuhan. Sebagai
makhluk rohani itu pula yang membedakannya dengan realita yang lain, terutama dengan
benda-benda, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Manifestasi dari pada rohani manusia adalah
rasio.
Dualisme
Adalah kenyataan bahwa manusia menyadari segala sesuatu yang ada diluar dirinya sebagian
dengan melalui kontak lansung dengan pancaindra. Pancaindra adalah alat pintu gerbang atau
kunci kesadaran, kemudian realita luar itu melalui pancaindra sampai kepusat saraf dan
disana ditafsirkan sebagai suatu kesadaran rasional dan keasadaran rohaniah. Manusia
sebagai makhluk hidup adalah integritas antara unsur jasmaniah dan rohaniah, dimana
perwujudan manusia adalah kesatuan harmonis dan wajar antara fungsi rohani dan jasmani
Menurut ilmu jiwa dalam
Struktur jiwa manusia adalah merupakan kesatuan tiga lapisan yang berbeda watak dan
fungsinya.
Menurut antropologi metafisika
Hakikat manusia adalah integritas antara wataknya sebagai makhluk individu, sebagai
makhluk sosial dan sebagai makhluk susila. Ketiga esensia ini adalah sebagai martabat
manusia, kodrat manusia, dimana ketiga esensia ini bersifat potensial

2.

Hak Asasi Manusia

Hak asasi manusia menurut definisinya adalah hak moral yang universal, sesuatu yang
harus dimiliki semua manusia, dimanapun dan dalam waktu apapun, dan merupakan sesuatu
dimana seseorang tidak dapat dicabut haknya tanpa adanya penghinaan yang berarti terhadap
keadilan, sesuatu yang harus diberikan kepada setiap manusia, hanya karena dia manusia

a.
b.

Hak asasi manusia dalam pengertian umum adalah hak-hak dasar yang dimiliki setiap
pribadi manusia sebagai anugerah tuhan yang dibawa sejak lahir. Ini berarti bahwa sebagai
anugerah dari tuhan kepada makhluknya, hak asasi tidak dapat dipisahkan dari eksistensi
pribadi manusia itu sendiri. Hak asasi tidak dapat dicabut oleh suatu kekuasaan atau oleh
sebab-sebab lainnya, karena jika hal itu terjadi maka manusia kehilangan martabat yang
sebenarnya menjadi inti nilai kemanusiaan.
Walau demikian, bukan berarti bahwa perwujudan hak asasi manusia dapat
dilaksanakan secara mutlak karena dapat melanggar hak asasi orang lain. Memperjuangkan
hak sendiri sampai-sampai mengabaikan hak orang lain, ini merupakan tindakan yang tidak
manusiawi. Kita wajib menyadari bahwa hak-hak asasi kita selalu berbatasan dengan hak-hak
asasi orang lain.
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap pribadi manusia secara
kodrati sebagai anugerah dari tuhan, mencangkup hak hidup,hak kemerdekaan/kebebasan dan
hak memiliki sesuatu.Kesadaran akan hak asasi manusia didasarkan pada pengakuan bahwa
semua manusia sebagai makhluk tuhan memiliki derajat dan martabat yang sama. Dengan
pengakuan akan prinsip dasar tersebut,setiap manusia memiliki hak dasar yang disebut hak
asasi manusia. jadi,kesadaran akan adanya hak asasi manusia tumbuh dari pengakuan
manusia sendiri bahwa mereka adalah sama dan sederajat.
Pengakuan terhadap HAM memiliki dua landasan adalah sebagai berikut.
Landasan yang langsung dan pertama, yakni kodrat manusia. Kodrat manusia adalah sama
derajat dan martabatnya, semua manusia adalah sederajat tanpa membedakan
ras,agama,suku,bahasa,dan sebagainya.
Landasan yang kedua dan yang lebih dalam: Tuhan menciptakan manusia.Semua manusia
adalah makhluk dari pencipta yang sama yaitu tuhan yang maha esa, karena itu di hadapan
tuhan manusia adalah sama kecuali nanti pada amalnya.
Jadi HAM pada hakekatnya merupakan hak-hak fundamental yang melekat pada
kodrat manusia sendiri, yaitu hak-hak yang paling dasar dari aspek-aspek kodrat manusia
sebagai manusia. Setiap manusia adalah ciptaan yang luhur dari Tuhan Yang Maha Esa.
Setiap manusia harus dapat mengembangkan dirinya sedemikian rupa sehingga ia harus
berkembang secara leluasa. Pengembangan diri sebagai manusia dipertanggungjawabkan
kepada Tuhan sebagai asal dan tujuan hidup manusia. Semua hak yang berakar dalam
kodratnya sebagai manusia adalah hak yang lahir bersama dengan keberadaan manusia
itusendiri. Dengan demikian hak-hak ini adalah universal atau perlindungan dan penegakan
Hak Asasi Manusia berlaku di manapun di dunia ini. Di mana ada manusia di situ ada HAM
dan harus dijunjung tinggi oleh siapapun tanpa kecuali.
HAM tidak tergantung dari pengakuan orang lain, tidak tergantung dari pengakuan
mesyarakat atau negara. Manusia memperoleh hak-hak asasi itu langsung dari Tuhan sendiri
karena kodratnya.Penindasan terhadap HAM bertentangan dengan keadilan dan kemanusiaan,
sebab prinsip dasar keadilan dan kemanusiaan adalah bahwa semua manusia memiliki
martabat yang sama dengan hak-hak dan kewajibanyang sama. Oleh karenanya, setiap
manusia dan setiap negara di dunia wajib mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia
(HAM) tanpa kecuali. Penindasan terhadap HAM berarti pelanggaran terhadap HAM.
Pengakuan oleh orang-orang lain maupun oleh negara ataupun agama tidaklah membuat
adanya HAM itu. Demikian pula orang-orang lain, negara dan agama tidaklah dapat
menghilangkan atau menghapuskan adanya HAM. Setiap manusia, setiap negara di manapun,
kapanpun wajib mengakui dan menjunjung tinggi HAM sebagai hak-hak fundamental atau
hak-hak dasar. Penindasan terhadap HAM adalah bertentangan dengan keadilan dan
kemanusiaan. Untuk mempertegas hakekat dan pengertian HAM di atas dikuatkanlah dengan
landasan hukum HAM sebagaimana dikemukakan dalam ketentuan Pasal 1 angka 1 UndangUndang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia bahwa hak asasi manusia adalah

a.
1)
2)
3)
4)
b.
1)
2)
3)
4)
c.
1)
2)
3)
d.
1)
2)
3)
4)
5)
e.
1)
2)
f.
1)
2)
3)

seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan
Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan
dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta
perlindungan harkat dan martabat manusia.
Jenis dan Macam Hak Asasi Manusia Dunia :
Hak asasi pribadi / personal Right
Hak kebebasan untuk bergerak, bepergian dan berpindah-pindah tempat
Hak kebebasan mengeluarkan atau menyatakan pendapat
Hak kebebasan memilih dan aktif di organisasi atau perkumpulan
Hak kebebasan untuk memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang
diyakini masing-masing
Hak asasi politik / Political Right
Hak untuk memilih dan dipilih dalam suatu pemilihan
hak ikut serta dalam kegiatan pemerintahan
Hak membuat dan mendirikan parpol / partai politik dan organisasi politik lainnya
Hak untuk membuat dan mengajukan suatu usulan petisi
Hak azasi hukum / Legal Equality Right
Hak mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum dan pemerintahan
Hak untuk menjadi pegawai negeri sipil / pns
Hak mendapat layanan dan perlindungan hukum
Hak azasi Ekonomi / Property Rigths
Hak kebebasan melakukan kegiatan jual beli
Hak kebebasan mengadakan perjanjian kontrak
Hak kebebasan menyelenggarakan sewa-menyewa, hutang-piutang, dll
Hak kebebasan untuk memiliki susuatu
Hak memiliki dan mendapatkan pekerjaan yang layak
Hak Asasi Peradilan / Procedural Rights
Hak mendapat pembelaan hukum di pengadilan
Hak persamaan atas perlakuan penggeledahan, penangkapan, penahanan dan penyelidikan di
mata hukum.
Hak asasi sosial budaya / Social Culture Right
Hak menentukan, memilih dan mendapatkan pendidikan
Hak mendapatkan pengajaran
Hak untuk mengembangkan budaya yang sesuai dengan bakat dan minat
Pelanggaran Hak Asasi Manusia adalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok
orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang
secara melawan hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut Hak Asasi
Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang, dan tidak
mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan
benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. 39 Tahun 1999
tentang HAM).
Dalam Undang-undang ini pengaturan mengenai Hak Asasi Manusia ditentukan
dengan berpedoman pada Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB, konvensi PBB tentang
penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap wanita, konvensi PBB tentang hak-hak
anak dan berbagai instrumen internasional lain yang mengatur tentang Hak Asasi Manusia.
Materi Undang-undang ini disesuaikan juga dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan
hukum nasional yang berdasarkan Pancasila, UUD 45 dan TAP MPR RI Nomor
XVII/MPR/1998.

a.
b.
c.
d.

e.

f.
g.

h.
i.

j.

Hak-hak yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak
Asasi Manusia terdiri dari:
Hak untuk hidup. Setiap orang berhak untuk hidup, mempertahankan hidup, meningkatkan
taraf kehidupannya, hidup tenteram, aman, damai, bahagia, sejahtera lahir dan batin serta
memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. Setiap orang berhak untuk membentuk kelaurga
dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang syah atas kehendak yang bebas.
Hak mengembangkan diri. Setiap orang berhak untuk memperjuangkan hak pengembangan
dirinya, baik secara pribadi maupun kolektif, untuk membangun masyarakat, bangsa dan
negaranya.
Hak memperoleh keadilan. Setiap orang, tanpa diskriminasi, berhak untuk memperoleh
keadilan dengan mengajukan permohonan, pengaduan, dan gugatan, baik dalam perkara
pidana, perdata, maupun administrasi serta diadili melalui proses peradilan yang bebas dan
tidak memihak, sesuai dengan hukum acara yang menjamin pemeriksaan secara obyektif
oleh Hakim yang jujur dan adil untuk memperoleh putusan adil dan benar.
Hak atas kebebasan pribadi. Setiap orang bebas untuk memilih dan mempunyai keyakinan
politik, mengeluarkan pendapat di muka umum, memeluk agama masing-masing, tidak boleh
diperbudak, memilih kewarganegaraan tanpa diskriminasi, bebas bergerak, berpindah dan
bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia.
Hak atas rasa aman. Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga,
kehormatan, martabat, hak milik, rasa aman dan tenteram serta perlindungan terhadap
ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu.
Hak atas kesejahteraan. Setiap orang berhak mempunyai milik, baik sendiri maupun
bersama-sama dengan orang lain demi pengembangan dirinya, bangsa dan masyarakat
dengan cara tidak melanggar hukum serta mendapatkan jaminan sosial yang dibutuhkan,
berhak atas pekerjaan, kehidupan yang layak dan berhak mendirikan serikat pekerja demi
melindungi dan memperjuangkan kehidupannya.
Hak turut serta dalam pemerintahan. Setiap warga negara berhak turut serta dalam
pemerintahan dengan langsung atau perantaraan wakil yang dipilih secara bebas dan dapat
diangkat kembali dalam setiap jabatan pemerintahan.
Hak wanita. Seorang wanita berhak untuk memilih, dipilih, diangkat dalam jabatan, profesi
dan pendidikan sesuai dengan persyaratan dan peraturan perundang-undangan. Di samping
itu berhak mendapatkan perlindungan khusus dalam pelaksanaan pekerjaan atau profesinya
terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan dan atau kesehatannya.
Hak anak. Setiap anak berhak atas perlindungan oleh orang tua, keluarga, masyarakat dan
negara serta memperoleh pendidikan, pengajaran dalam rangka pengembangan diri dan tidak
dirampas kebebasannya secara melawan hukum.

3.

Kepribadian Manusia dan Pendidikan

Mengerti struktur jiwa dan hakekat manusia, pembinaan aspek-aspek kepribadian


menjadi lebih terarah pada sasaran yang tepat, dan pendidikan adalah prasarana usaha
pembinaan kepribadian. Peranan pendidikan dalam pembinaan kepribadian terutama
tersimpul dalam usahanya merealisasikan tujuan pendidikan, tujuan pendidikan secara umum,
terutama untuk membina kepribadian manusia yang sempurna.
Pendidikan yang terutama dianggap sebagai proses pengoperan kebudayaan,
pengembangan ilmu pengetahuan berarti membina pribadi manusia untuk mengerti,
berpengetahuan dalam arti yang seluas-luasnya. Pendidikan dianggap satu-satunya media
untuk membina keseimbangan antara bangsa yang maju disatu pihak dan bangsa yang
ketinggalan dipihak lain.

Pendidikan dalam wujudnya selalu bertujuan membina kepribadian manusia, baik


demi ultimete goal maupun bagi tujuan-tujuan dekat. Tujaun akhir pendidikan ialah
kesempurnaan pribadi. Esensia kepribadian manusia yang tersimpul dalam aspek
individualitas, sosialitas dan moralitahanya mungkin menjadi realita (tingkah laku, sikap)
melalui pendidikan yang diarahkan kepada masing-masing esensia itu. Harga diri,
kepercayaan pada diri sendiri, rasa tanggung jawab, dan sebagainya juga akan tumbuh dalam
kepribadian manusia melalui proses pendidikan.
B.

HAKIKAT MASYARAKAT

Masyarakat adalah suatu perwujudan kehidupan bersama manusia. Dalam masyarakat


berlangsung proses kehidupan sosial, proses antar hubungan, dan antar aksi. Masyarakat
sebagai lembaga hidup bersama, sebagai suatu Gemeinschafts, bahkan tidak dapat dipisahkan
daripada warga masyarakatnya dengan segala antar-hubungan dan interaksi yang berlangsung
di dalamnya. Untuk mengerti hakikat masyarakat, bagaimana kedudukan pribadi (individu),
apa peranan, hak, dan kewajiban warga masyarakat kepada masyarakat dengan pendidikan,
maka akan dibahas dalam uraian selanjutnya.

1.

a.
b.

a.

b.
c.
d.

Pengertian Masyarakat dan Struktur Sosial

Secara common sense, mayarakat diartikan sebagai suatu kehidupan bersama di suatu
wilayah dan waktu tertentu dengan pola-pola khidupan yang terbentuk oleh antar hubungan
dan antar aksi warga masyarakat tersebut dengan alam sekitarnya.
Beberapa pandangan para ahli mengenai masyarakat :
Ogburn dan nimkoff dalam bukunya Sociology (Noor Syam : 1986) menjelaskan bahwa
masyarakat ialah suatu kelompok atau perkumpulan kelompok-kelompok yang mendiami
suatu daerah
Prof. Robert W. Richey dalam bukunya Planning for Teaching, an Introduction to Education
(Noor Syam : 1986) menjelaskan bahwa masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang
hidup bersama di suatu wilayah dengan tata cara berpikir dan bertindak yang (relatif) sama
yang membuat warga masyarakat itu menyadari diri mereka sebagai satu kesatuan
(kelompok).
Berdasarkan pengertian masyarakat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hakikat
masyarakat adalah :
Dasar terbentuknya suatu masyarakat pada umumnya karena adanya klasifikasi dari wilayah,
unsur-unsur kebudayaan, faktor ekonomi, serta sistem nilai seperti kasta. Contohnya :
masyarakat kota, masyarakat desa, masyarakat pedalaman, masyarakat atas, masyarakat
bawah.
Dalam masyarakat terdapat kelas-kelas sosial yang terbagi menjadi kelas atas (upper class),
kelas menengah (middle class), dan kelas bawah (lower class). Kelas sosial lahir dari
heterogenitas dalam masyarakat sehingga terbentuklah jarak sosial di antara mereka.
Masyarakat dan kebudayaan memiliki kaitan yang sangat erat. Hal ini disebabkan oleh
realita heterogenitas pada kota-kota besar yang mempunyai penduduk relatif besar
merupakan perwujudan tingkat kebudayaan masing-masing warga masyarakat itu.
Masyarakat menerapkan sistem nilai di dalam kehidupan dalam hubungannya dengan kelaskelas sosial. Hal ini dianggap sebagai struktur sosial. Proses dan tata cara mekanisme
masyarakat atau bagaimana prosedur hak dan kewajiban warga masyarakat dilaksanakan
melalui lembaga yang ada dengan segala fungsinya dan sebenarnya bersumber dari
pandangan keseluruhan warga masyarakat tentang sistem nilai.

2.

Pandangan Filosofis tentang Hakikat Masyarakat

a.

Hakekat terbentuknya masyarakat tak dapat dipisahkan dengan usaha untuk mengerti
peranan manusia dalam masyarakat. Berikut ini akan dijelaskan teori-teori tentang hakikat
masyarakat yang berkembang.
Teori atomistic
Pribadi manusia sebagai individu memiliki kebebasan, kemerdekaan dan persamaan
diantara manusia lainnya, karena didorong oleh kesadaran tertentu, mereka secara sukarela
membentuk masyarakat dan masyarakat dalam bentuk yang formal ialah negara. Tiap-tiap
pribadi sebagai individu adalah sederajat dan didalam kebersamaan mereka itulah untuk
tujuan tertentu terbentuk apa yang dikenal sebagai masyarakat.
Berdasarkan asas pandangan atomisme ini penghargaan kepada pribadi manusia
adalah prinsip utama. Nilai-nilai sosial di dalam masyarakat berorientasi kepada martabat
manusia, terutama selft-respect. Artinya setiap praktek tentang kehidupan didalam
masyarakat selalu diarahkan bagi pembinaan hak-hak manusia, demi martabat manusia. Tata
kehidupan sosial menurut menurut teori atomistic pasti berlandaskan nilai-nilai demokrasi.

b.

Teori organisme
Prinsip pelaksanaan pola-pola kehidupan di dalam masyarakat menurut teori
organisme ialah:
1) Kekuasaan dan kehendak masyarakat sebagai lembaga monolistis dan vertikal hak,
kepentingan, keinginan, cita-cita dan kekuasaan individu.
2) Lembaga masyarakat yang meliputi seluruh bangsa, secara nasional, bersifat totaliter,
pendidikan berfungsi mewujudkan warga negara ideal, dan bukan manusia sebagai individu
ideal

c.

Teori integralistik
Menurut teori ini meskipun masyarakat sebagai satu lembaga yang mencerminkan
kebersamaan sebagai satu totalitas, namun tak dapat diingkari realita manusia sebagai
pribadi. Sebaliknya manusia sebagai pribadi selalu ada dan hidup didalam kebersamaan,
didalam masyarakat.
Pelaksanaan asas-asas menurut teori integralistik adalah berdasrkan keseimbangan
anatar hak-hak dan kewajiban-kewajiban. Praktek tata kehidupan sosial berdasarkan
kesadaran nilai-nilai, norma-norma sosial yang berlaku dan dijunjung bersama baik oleh
individu sebagai pribadi, maupun oleh masyarakat sebagai lembaga.

3.

Hubungan Masyarakat dan Pendidikan

Hubungan masyarakat dan pendidikan sangat bersifat korelatif, masyarakat maju


karena pendidikan dan pendidikan yang maju hanya akan ditemukan dalam masyarakat yang
maju pula. Masyarakat harus secara aktif menetapkan asas-asas pendidikan yang tersimpul
didalam filsafat pendidikan masyarakat (bangsa dan negara).
Menurut (thompson), pendidikan berhubungan dengan masalah manusia pribadi dan
masyarakat, dan oleh beberapa ahli diberi batasan sebagai proses penyesuaian oleh pribadi
untuk melaksanakan fungsinya didalam masyarakat. Untuk pedoman pelaksanaan pendidikan
termaktub didalam undang-undang pendidikan. Jadi masyarakat/negara sebagai subyek
makro kependidikan wajar menentukan motivasi, tujuan, lembaga atau keseluruhan sistem
pendidikan nasional berdasarkan cita karsa.

BAB III
KESIMPULAN

A.
1.

2.

3.

KESIMPULAN

Simpulan dari hasil pembahasan dalam makalah ini adalah :


Hakekat manusia adalah individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas
tingkah laku intelektual dan sosial sehingga dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam
usaha untuk mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain dan membuat dunia lebih
baik untuk ditempati
Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu dilahirkan.
Salah satu hak asasi manusia adalah memperoleh pendidikan. Hal ini disebabkan karena
pendidikan mutlak harus ada pada manusia, karena pendidikan merupakan hakikat hidup dan
kehidupan sehingga berguna untuk membina kepribadian manusia.
Masyarakat sebagai lembaga hidup bersama, sebagai suatu Gemeinschafts, bahkan tidak
dapat dipisahkan daripada warga masyarakatnya dengan segala antar-hubungan dan interaksi
yang berlangsung di dalamnya. Hubungan masyarakat dan pendidikan sangat bersifat
korelatif, masyarakat maju karena pendidikan dan pendidikan yang maju hanya akan
ditemukan dalam masyarakat yang maju pula.
B. SARAN
Saran yang dapat berikan dalam makalah ini adalah agar perancangan dan pelaksanaan sistem
pendidikan di Indonesia dapat mempertimbangan hakikat manusia sebagai individu yang
mempunyai hak asasi untuk memperoleh pendidikan serta hakikat masyarakat sebagai wadah
budaya yang disalurkan melalui pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA
Syam, M.Noor. 1986. Filsafat Kependidikan Dan Dasar Filasafat Kependidikan Pancasila. Usaha
Nasional: Surabaya.
http://pandidikan.blogspot.com/2010/03/hak-asasi-manusia-dan-hubungan.html
http://organisasi.org/
http://drmiftahulhudauin.multiply.com/journal/item/4/HAK_ASASI_MANUSIA_DAN_PENDIDIKA
N
http://yudhi-site.webs.com/apps/blog/show/5140756-hubungan-manusia-dengan-pendidikan
http://erieltala.blogspot.com/
http://mlatiffauzi.wordpress.com/
http://wonkdermayu.wordpress.com/artikel/penjabaran-hak-azasi-manusia-dalam-uud-1945/
http://unhicommunity.blogspot.com/
http://cham-chemistry.blogspot.com/2010/07/hakikat-masyarakat-dan-makna-manusia.html
http://www.masbied.com/2011/02/27/masyarakat-dan-pola-hidup-masyarakat/

Anda mungkin juga menyukai