Anda di halaman 1dari 50

Program Studi Farmasi

2014

SCOPE
Prinsip cell signalling
Signalling melalui reseptor terkait G-protein
Signalling melalui reseptor terkait enzim
Target cell adaptation

Transduksi Sinyal

TUJUAN

Adalah proses perubahan bentuk sinyal yg


berurutan, dari sinyal ekstraseluler sampai respon
dalam komunikasi antar sel
Untuk berlangsungnya komunikasi antar sel, yaitu
Bagaimana sel memahami keadaan sekitar
Bagaimana sel bereaksi terhadap keadaan
sekitar

Transduksi sinyal dari molekul sinyal sampai respon pada sel

Bentuk proses pemberian sinyal antar sel

1.Endokrin
Molekul sinyal : Hormon
Mediator sinyal: Peredaran darah
Jarak ke sel target jauh (ke seluruh
tubuh)
Contoh: Adrenalin

Glukagon

Kortisol

Insulin

Estradiol

Tirosin

Testosteron

2. Parakrin

Molekul sinyal : Lokal mediator


Mediator sinyal: Medium ekstraseluler
Jarak ke sel target dekat (sekitar
sel)
Contoh: EGF (Epidermale Growth
Factor), PDGF (Platelet-derived
Growth Factor), NGF (Nerve Growth
Factor), Histamin, Gas NO

3. Sinapsis
Molekul sinyal : Neurotransmiter
Mediator sinyal: Axon
Jarak ke sel target jauh
(ke seluruh tubuh)
Contoh: Asetilkolin, GABA (GamaAmino Bitric Acid)

4. Adanya kontak antar sel


Molekul sinyal : molekul signal yg
tergantung adanya kontak
Mediator sinyal: kontak langsung
dengan membran plasma
Jarak ke sel target paling dekat
Contoh: Protein delta (dalam
perkembangan embrio), Protein dalam
respon imun

5. Autokrin
Suatu sel mensekresikan molekul, dan molekul tersebut
bekerja/berpengaruh terhadap sel itu sendiri atau
sel-sel lain yang sejenis.

Molekul sinyal yg sama, pada sel yg berbeda akan


memberikan respon yg berbeda
Contoh: Asetilkolin

Kombinasi molekul sinyal yg berbeda, yg diterima


oleh suatu sel, akan memberikan respon yg
berbeda

Untuk menimbulkan respon, molekul sinyal ekstraseluler


mengikat reseptor yg spesifik pada sel.
Ada 2 jenis reseptor:
1. Reseptor permukaan sel
- tersisip dalam membran plasma

- untuk molekul sinyal hidrofilik yg besar


2. Reseptor intraseluler
- terdapat di dalam sel
- untuk molekul signal hidrofobik yg kecil
- merupakan protein regulator yg mengaktifkan gen

- Contoh molekul sinyal: hormon steroid, hormon


tiroid, retinoids, vitamin D, dll

2 Jenis Reseptor

Satu molekul signal mempunyai reseptor berbeda pada sel


yg berbeda
Contoh: Asetilkolin, di sel otot muskel mengikat reseptor
permukaan sel & di sel otot jantung mengikat
reseptor intraseluler

Molekul sinyal yg hidrofobik & kecil, selain dpt mengikat


reseptor intraseluler, juga dpt mengikat enzim di dalam sel
Misalnya: gas NO, diikat oleh enzim guanil siklase di sel otot
Selanjutnya, enzim mengubah GTP menjadi cGMP
untuk relaksasi otat

Melalui:

-Reseptor permukaan sel:


* Ion channel-linked receptor

* G protein-linked receptor
* Enzyme-linked receptor
-Reseptor intraseluler

Reseptor permukaan sel


Molekul sinyal ekstraseluler menimbulkan perubahan pd reseptor,
tanpa harus masuk ke dalam sel.

Ada 3 kelas reseptor permukaan sel:


A. Reseptor yang mengikat ion kanal (Ionotropic Receptor)
Sinyal + Reseptor

Kanal terbuka

Masuk dan keluarnya ion

pengaruh yang
bersifat elektris

B. Reseptor yang mengikat GTP-binding Protein (G-Protein)

Sinyal/ligan + Reseptor mengikat G-protein


aktifasi G-protein
Aktifasi enzim
Perubahan konsentrasi
mediator intraseluler

Aktifasi kanal ion


Perubahan permeabilitas ion
pd membran plasma

Terbesar dari reseptor pemukaan sel

Ditemukan pada semua eukariot


Memperantarai respon dari banyak molekul sinyal, seperti
hormon, neurotransmitter, lokal mediator.

strukturnya: protein transmembran yg membentuk 7 lipatan


(seven-pass transmembrane protein)
Mengikat trimerik G-protein (GTP-binding protein)

- Terdiri dari 3 sub unit: , , &


- Dalam keadaan tidak ada stimulasi dari molekul sinyal:
Reseptor & G-protein tidak aktif tidak ada kontak antar
keduanya
- Ketika ada molekul sinyal
kontak antara reseptor & G-protein
GDP pada subunit diganti oleh GTP
terjadi disosiasi antara subunit &
subunit & menjadi aktif mengatur aktifitas target
protein di membran plasma
Lamanya ikatan subunit-subunit tsb pd target protein
menentukan kuat/lemahnya pengaruh molekul sinyal pd sel tsb.

G protein-linked receptor
A. Ketika tidak ada stimulus,
reseptor & G protein
inaktif & terpisah
B. Ketika signal molecule
ekstraseluler terikat
reseptor, terjadi
perubahan konformasi
reseptor G protein
terikat reseptor

C. Perubahan -subunit
menyebabkan GDP
digantikan GTP
menyebabkan -subunit
terpisah dari -subunit

Target molekul dari G-protein


1. Kanal ion

Contoh: Asetilkolin menyebabkan disosiasi dan


aktif
Mengikat kanal
Kanal terbuka

2. Enzim yang terikat pada membran plasma


a. Adenil siklase
merubah ATP

cAMP

cAMP
- molekul sinyal intraseluler yang berperan sebagai mediator sinyal
- molekul yang larut dalam air, membawa sinyal dari membran dalam
sitoplasma ke inti sel atau bagian lain di dalam sel
- cepat di sintesis dan di degradasi
ATP

sintesis
Adenil siklase

cAMP

degradasi
phophodiesterase

AMP

Mekanisme transduksi sinyal


yg diperantarai oleh
cAMP sbg meditor sinyal
Protein kinase A inaktif

cAMP

Protein kinase A aktif

3 grup G protein:

PKA aktif:
Mengaktifkan protein pengatur transkripsi gen, sehingga
terjadi transkripsi gen tertentu
Memfosforilasi glykogen menjadi glukosa
cAMP akan memfosforilasi substrat tertentu, tergantung tipe
selnya, sehingga setiap sel mempunyai respon yang berbeda
Contoh:
Adrenalin, di jantung: peningkatan frekuensi & kontraksi
otot jantung
di otot muskel: pemecahan glikogen
di jaringan lemak: pemecahan lemak

b. Fosfolipase C
akan merubah Inositolfosfolipid menjadi:
- Inositol trifosfat (IP3), berfungsi membuka kanal Ca 2+ pada
membran Retikulum Endoplasma (RE), sehingga terjadi
peningkatan konsentrasi ion Ca 2+ di sitoplasma.
- Diacylglycerin (DAG), akan mengaktifasi protein kinase C
(PKC) untuk variasi respon

Mekanisme transduksi sinyal yang diperantarai oleh


Inositol Fosfolipid

Ca 2+
-mempunyai peran yang penting & universal di
dalam sel
- peningkatan konsentrasinya merupakan
respon sel terhadap berbagai molekul signal,
antara lain:
* di sel telur: menginisiasi perkembangan
embrio
* di sel otot: menginduksi kontraksi otot
* di sel saraf: menstimulasi sekresi
neurotransmitter

C. Reseptor yang mengikat enzim (Enzym-linked receptor)

Sinyal/ligan + reseptor mengikat enzim

Aktifasi unit katalitik dari bagian ujung


reseptor, yang berbeda di dalam sel

Reseptor yang mengikat enzim


Molekul signal ekstraseluler yg diperantarai berguna untuk
mendukung pertumbuhan & pembelahan sel, diferensiasi sel
& pertahan hidup Faktor Pertumbuhan (GF)

Abnormalitas proses signaling menggunakan reseptor tipe


ini gangguan pertumbuhan & pembelahan sel i.e kanker

Receptor tyrosine kinases


-Paling banyak jenisnya

-Protein sinyal ekstraseluler yg bekerja melalui reseptor


ini bervariasi, spt growth factor & hormon

Reseptor intraseluler
-merupakan protein regulator yang mengaktifkan gen

- Contoh molekul sinyal: hormon steroid, hormon tiroid,


retinoid, vitamin D, dll

BEBERAPA KELAINAN AKIBAT ADANYA


GANGGUAN DALAM TRANSDUKSI
SINYAL PADA SEL
1. Androgen Insensitivity Syndrom (AIS)
Akibat adanya mutasi pd gen reseptor androgen (RA)
reseptor androgen tidak berfungsi jaringan yg menjadi
target hormon androgen (testis) tidak berfungsi
hipogonadism
2. Disgenesis ovarium
Akibat adanya mutasi pd reseptor FSH (Folicle Stimulating
Hormone) reseptor FSH inaktif ovarium tidak
berkembang baik

Pustaka
Albert et.al.,2008. Molecular Biology of the Cell.
5th ed.
Mayorga et al., 2000. Ovarian response to FollicleStimulating Hormone (FSH) stimulation
depends on the FSH receptor genotype. J clin
Endocrinol Metab 85:3365-3369.
Seshagiri PB. 2001. Molecular insight into the
cause of male infertility. J BioSci 26(suppl):
429-435

Jelaskan proses signaling satu jenis protein.


Jelaskan apa yg terjadi bila proses tersebut terganggu.