Anda di halaman 1dari 7

RENCANA PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING

(RPBK )
Sekolah

: SMP Laboratorium Undiksha Singaraja

Kelas/Semester

: IX/Ganjil

Bidang Bimbingan/Layanan

: Pribadi/Bimbingan Kelompok

Alokasi Waktu

: 1 x 40 menit

Tugas Perkembangan

Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam


peranannya sebagai pria/wanita (TP 3)

Kompetensi
-

Memahami pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam


peranannya sebagai pria/wanita

Indikator

Siswa mampu mengidentifikasi pengertian pacaran sehat

Siswa mampu mengetahui bagaimana cara pacaran sehat

Siswa mampu mengetahui akibat pacaran bebas dikalangan remaja

Tujuan Layanan

Membantu siswa mengidentifikasi pengertian pacaran sehat

Membantu siswa mengetaui cara pacaran sehat

Membantu siswa mengetahui akibat pacaran bebas

Nilai Karakter
-

Kerja sama
Komunikatif

Jujur

Materi Layanan

Dewasa ini pacaran sudah merupakan hal yang tidak tabu lagi untuk
dibicarakan. Anak SMP pun sudah mulai mengenal yang namanya pacaran.
Suatu hubungan dengan lawan jenis ada manfaat dan akibatnya. Pacaran
dikatakan baik jika hal tersebut tidak mengganggu pelajaran dan hari-hari
siswa tidak hanya untuk memikirkan tentang pacaran saja, namun pacaran

dikatakan tidak baik jika terlalu serius untuk pacaran sehingga pelajaran
menjadi terganggu dan tidak mampu mencapai prestasi belajar yang optimal
seperti apa yang diharapkan. Dengan pacaran maka kita akan dapat belajar
untuk mengenal lawan jenis dan mempunyai pengalaman tentang cinta.
Pacaran akan sangat menyenangkan jika masih dalam batas-batas wajar.
Berikut adalah sehat yang wajib kita punya agar pacaran tidak membuat
kamu sakit hati dan tidak kebablasan dalam menjalin hubungan dengan lawan
jenis antara lain :
Sehat Fisik
Dalam menjalin hubungan / pacaran setiap pasangan harus dapat saling
menjaga dan melindungi, karena itu setiap pasangan tidak dibenarkan saling
menyakiti apalagi terjadi kekerasan dalam hubungan itu. hmm,,,harus tetap
diingat walaupun sedang emosi dan apapun alasannya bila sedang berbeda
pendapat ataupun berselisih tetap tidak boleh saling memukul, menendang apalagi
membunuh.
Sehat secara fisik dapat juga diartikan jika kita dapat menjalani hubungan
tanpa menyakiti pasangan, kita berhak menolak jika pasangan meminta dan
memaksa untuk dicium atau bahkan merayu untuk melakukan hubungan seks. kita
juga harus tahu kapan saatnya membela diri jika ternyata pasangan kita termasuk
golongan yang ringan tangan alias tukang pukul.
Sehat Emosional
Biasanya alasan pasangan untuk berpacaran/ menjalin hubungan khusus
adalah untuk mencari kebahagiaan, karena itu hubungan yang berlangsung itu
harus terjalin dengan kerjasama dari kedua pihak agar timbul rasa nyaman, saling
pengertian dan keterbukaan.
Jangan pernah ragu untuk mengungkapkan pendapat kamu pada
pasangang dan yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengungkapkan dan
mengendalikan emosi dengan baik, karena bentuk dari kekerasan tidak hanya
berupa secara fisik tapi juga secara psikis/ emosional yang ternyata sering terjadi
tanpa kita sadari seperti : menghina, memaki, membentak.

Sehat Sosial
Kata orang kalau lagi pacaran dunia seakan milik berdua... makan berdua,
pergi berdua, semuanya memang terkesan indah tapi ternyata pacaran yang sehat
itu adalah pacaran yang tidak terlalu mengikat, artinya walaupun kita pacaran tapi
hubungan social kita dengan yang lain (keluarga, teman, sahabat dsb) harus tetap
terjaga, kalau dari pagi, siang, sore sampai malam kita selalu bersama si dia
akibatnya kita tidak akan bias bergaul dengan yang lain, jauh dengan keluarga dan
bahkan kita akan merasa asing dengan lingkungan sendiri.
Selain itu kita sering dengar istilah backstreet, keadaan ini tentu
membuat kita yang menjalani tidak nyaman, adanya perasaan tertekan, sedih,
keadaan ini sudah jauh dari sehat karenanya jika kita menjalin sebuah hubungan
kita harus mengenalkan pasangan dengan orangtua, sebisa mungkin kita harus
menghindari backstreet, karena dengan membuka diri pada ortu tentang hubungan
yang tengah kita jalani sekarang akan membuat ortu lebih percaya dan dalam
menjalani hubungan akan lebih mudah karena tidak akan main petak umpet
dengan ortu.
Sehat Seksual
Secara biologis remaja ataupun seseorang telah mengalami perkembangan
dan kematangan seks, tanpa disadari pacaran juga mempengaruhi kehidupan
seksual seseorang.
Banyak cara untuk mengungkapkan perasaan cinta kita pada pasangan,
karenanya amat disayangkan bila kontak fisik merupakan satu-satunya cara
untuk membuktikan rasa cinta. aktifitas seksual pada remaja atau pasangan
dengan status pacaran merupakan hal yang beresiko karena dapat menyebabkan
kehamilan tidak diinginkan, aborsi, penyakit menular seksual dsb.
Hal ini memerlukan komitmen yang kuat pada pasangan untuk melakukan
semua itu tepat pada waktunya sehingga hubungan yang terjalin bukan
merupakan ancaman bagi pasangan untuk kehidupannya mendatang. kalau dipikir
lebih dalam lagi pada dasarnya kita berpacaran itu apa sih ? cinta kan ? tapi kalau
melakukan satu perbuatan yang saling menjerumuskan satu sama lain, apa juga
bias disebut DIDASARKAN CINTA ? no guys, cinta sejati tidak akan saling
menjerumuskan.

Berikut 10 Tips pacaran sehat di sekolah yang bertanggung jawab supaya bikin
sekolah kamu jalan dan pacaran tetap oke :
1. Mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Agama adalah panutan kita dalam hidup. Tanpa agama hidup bakal gak berarah.
Nah, biar pas pacaran kamu tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Ingatlah normanorma agama kamu. Biar pacaran yang kamu lakukan masih dalam batas wajar.
2. Sibukkan diri dengan kegiatan Ekstrakurikuler di sekolah.
Bukan cuma anda, tapi buat pasangan anda juga. Denga sibuknya kalian berdua,
waktu yang kalian pakai buat pacaran bakal efektif dan yang dibicarakanpas
ketemu bakal berguna buat hubungan kalian. Jadi tidak bakal mikir buat ngelakuin
hal yang aneh-aneh.
3. Sebagai penyemangat dan motivasi diri.
Anda dan pacar sama-sama pelajar, otomatis kalian punya sasaran yang harus
dicapai dalam tiap pelajar. Coba deh kalian main tinggi-tinggian pencapaian
sasaran atau target. Dan kasih imbalan buat yang nilainya lebih tinggi. Dengan
begini, pacaran dan belajar jadi lebih seru kan?
4. Belajar Kelompok.
Belajar tidak hanya di sekolah. Di rumah juga bisa. Dari pada pacaran di luar
sekolah dengan nongkrong dan habiskan uang. Mendingankalian berdua sambil
belajar kelompok. Dengan tukar pikiran dan pengetahuan tentang ilmu yang
dikuasain, kalian berdua bisa saling mengisi dalam pelajaran sekolah.
5. Kenalin pacar ke orang tua.
Kenalin pacar ke orang tua tidak berarti kamu berhubungan serius banget dan
bakal langsung menikah. Ini biar buat kamu jaga-jaga dalam bertindak. Dengan
kamu tahu orang tua si dia, kamu bakal mikirin perasaan mereka kalau kamu
macam-macam dalam pacaran.

6. Jangan berpacaran pada saat jam pelajaran.


Yang satu ini tidak boleh alias pantangan!!! Kalian punya waktu istirahat kan buat
ketemu, apa tidak bosan bertemu terus pas di sekolah. Kamu kan butuh waktu
buat konsen ke pelajaran biar materi yang diterangkan guru masuk ke otak kamu.
7. Saling terbuka antar pasangan
Saling terbuka, mau berbagi pikiran dan perasaan secara terbuka, jujur, mau
berterus terang dengan perasan kita terhadap tingkah laku pacar. Siap nerima
kritik dan kompromi.
8. Menerima pacar apa adanya yang dilandasi oleh perasaan sayang.
Menerima pacar apa adanya yang dilandasi oleh perasaan saying artinya tidak
menuntut sesuatu yang berada di luar kemampuannya. Saling menyesuaikan.
Kalau dalam proses ini terlalu sering ribut, maka perlu mempertimbangkan
kemungkinan berpisah.
9. Tidak melibatkan aktivitas seksual
Tidak melibatkan aktivitas seksual karena dapat mengaburkan proses saling
mengenal dan memahami satu sama lain.
10. Mutual dependensi
Mutual dependensi, masing-masing merasakan adanya saling ketergantungan satu
sama lain. Oleh karena itu, diharapkan kita dan pacar mampu melengkapi
kekurangan, sedangkan kelebihan yang dimiliki diharapkan mampu menutupi
kekurangan pasangan.
Metode/Strategi

: Ceramah, Diskusi, dan Tanya Jawab

Pelaksanaan Layanan

: Bimbingan Kelompok

Kegiatan Pelaksanaan Layanan

No
.
1

Kegiatan Guru Bimbingan Konseling

Kegiatan Siswa

Kegiatan pembuka:
a. Mengkondisikan siswa dalam kelas
untuk siap mengikuti proses layanan

Menyiapkan diri untuk menerima


layanan

b. Mengajukan beberapa pertanyaan untuk Menjawab pertanyaan guru


mengaitkan pengetahuan yang telah
dimiliki siswa dengan materi layanan
yang akan diberikan

c. Menjelaskan tujuan layanan yang ingin

Mencermati apa yang disampaikan

dicapai
Kegiatan inti:

guru

a. Menyajikan materi layanan melalui

Mengikuti sajian materi layanan dan

tayangan LCD yang menggunakan

memahami materi tersebut

power point
b. Menugaskan siswa berdiskusi dengan

Berdiskusi dengan teman

teman sebangkunya untuk

sebangkunya dan menyampaikan

mendiskusikan masalah pacaran sehat

hasil diskusinya

c. Menugaskan siswa untuk

Menanggapi hasil diskusi teman

menyampaikan hasil diskusinya


d. Memberikan umpan balik positif dan
penguatan terhadap semua kegiatan
3

Menerima umpan balik yang positif


dan penguatan guru

yang telah dilaksanakan oleh siswa


Kegiatan penutup:
a. Membantu siswa membuat kesimpulan
tentang layanan yang telah diterimanya
b. Memberikan umpan balik terhadap
proses dan hasil yang telah terjadi

Membuat kesimpulan tentang materi


yang telah diterimanya
Menerima umpan balik tentang
proses dan hasil layanan

dalam layanan
c. Menyampaikan rencana layanan untuk
pertemuan berikutnya
Sarana dan Sumber Belajar

Mempersiapkan diri untuk menerima


layanan pada pertemuan berikutnya

: LCD,Buku Panduan/Pedoman, dan materi


dari sumber lain (internet)
6

Penilaian

a. Penilaian proses
-

Mengamati antusias siswa dalam mengikuti layanan

b. Penilaian hasil
-

:
:

Segera, memberikan pertanyaan lisan untuk mengetahui pemahaman


siswa pada saat proses layanan

Jangka pendek, mengamati perilaku siswa di sekolah untuk


mengetahui penerapan materi pacaran sehat setelah beberapa hari
dilaksanakan layanan

Jangka panjang, memberikan kuesioner terhadap siswa untuk


mengetahui perkembangan penerapan materi pacaran sehat setelah
beberapa bulan diberikan layanan

Mengetahui,
Guru Pamong

Dra. Luh Retiasih

Singaraja, Oktober 2012


Mahasiswa PPL,

Kartini Ayu Trisnawati