Anda di halaman 1dari 15

KE

LO

MP
OK

Konsep & Prinsip Demokrasi


Indonesia
Apri Dwi Prasetyo
A510120245
Fajar Kurniawati
A510120247
Wahyu Nurul M.
A510120253

Konsep Demokrasi di Indonesia


Secara etimologi Demokrasi berasal dari sebuah
kata dari Negara yunani kuno yaitu Athena. Kata
demokrasi memiliki definisi dari istilah kata
(demos) yaitu rakyat dan( kratos) yang berarti
pemerintahan.Dengan dapat di artikan atau
definisikan sebuah arti dari Demokrasi adalah
sebuah sebuah pemerintahan dari rakyat , oleh
rakyat dan akan untuk rakyat dengan kekuasaan
menyiratkan arti politik dan pemerintahan, atau
sebuah sistem pemerintahan yang mengakui hak
segenap anggota masyarakat
untukmempengaruhi keputusan politik baik
secara langsung maupun tidak langsung.
Demokrasi sebagai dasar hidup bernegara
mengandung makna bahwapada tingkat terakhir
rakyat memberikan ketentuan dalam masalahmasalah mengenai kehidupannya, termasuk

Dengan demikian, dapat disimpulkan


bahwa konsep demokrasi atau
pemerintahan rakyat yang diterapkan di
Indonesia itu didasarkan pada tiga hal
berikut:
Nilai-nilai falsafah pancasila atau
pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat
berdasarkan sila-sila pancasila.
Transformasi nilai-nilai pancasila pada
bentuk dan sistem pemerintahan.
Merupakan konsekuensi dan komitmen

Diagram Sistem
Demokrasi

MASUKAN

PROSES KONVERSI

Tuntutan dan
dukungan
dari rakyat

Tuntutan
dipertimbang
kan oleh
rakyat

UMPAN BALIK

KELUARAN
Peraturanperaturan
untuk rakyat

konsep demokrasi atau pemerintahan


rakyat yang diterapkan di Indonesia itu
didasarkan pada tiga hal berikut:

Nilai-nilai falsafah pancasila atau


pemerintahan dari, oleh dan
untuk rakyat berdasarkan silasila pancasila.
Transformasi nilai-nilai pancasila
pada bentuk dan sistem
pemerintahan.
Merupakan konsekuensi dan
komitmen terhadap nilai-nilai
pancasila dan UUD 1945

Prinsip-Prinsip Budaya
Demokrasi
Seorang ilmuan politik terkenal yang
secara mendalam mengkaji
demokrasi, Robert A. Dahl,
mengemukakan bahwa budaya
demokrasi terdapat tiga prinsip
utama.
a. Kompetisi
b. Partisipasi
c. Kebebasan

Prinsip-Prinsip Demokrasi
Konstitusional
Ciri khas demokrasi konstitusional ditunjukkan oleh adanya
pemerintah yang demokratis, yang terbatas kekuasaanya, dan
tidak bertindak sewenang-wenang terhadap warga negaranya.
Pembatasan-pembatasan atas kekuasaan pemerintah itu tercantum
dalam konstitusi (pemerintah bedasarkan konstitusi). Gagasan
bahwa kekuasaan itu perlu dibatasi dicetuskan oleh Lord Acton
(ahli sejarah Inggris) dengan menyatakan bahwa pemerintahan
yang diselenggarakan manusia itu penuh kelemahan. Dalilnya,
yang kemudian menjadi terkenal, adalah Power tends to corrupt,
but absolute power corrupts absolutely. Artinya, manusia yang
mempunyai kekuasaan cenderung untuk menyalah gunakan
kekuasaan itu, tetapi manusia yang mempunyai kekuasaan tidak
terbatas, pasti akan menyalahgunakannya.

Prinsip-Prinsip Demokrasi Konstitusional


Klasik (abad19)
Demokrasi konstitusional adalah sebuah gagasan bahwa
pemerintah merupakan aktivitas yang diselenggarakan atas
nama rakyat dan tunduk pada pembatasan konstitusi agar
kekuasaan tidak disalahgunakan oleh pemegang kekuasaan.
Konstitusi tidak hanya merupakan suatu dokumen yang
mencerminkan pembagian kekuasaan di antara lembagalembaga kenegaraan (legislative, eksekutif, dan yudikatif),
tetapi dipandang sebagai suatu lembaga yang memiliki fungsi
khusus, yaitu menetukan dan membatasi kekuasaan
pemerintahan di satu pihak dan dipihak lain menjamin hakhak asasi dari warga negaranya. Konstitusi dianggap sebagai
perwujudan hukum tertinggi yang harus dipatuhi oleh negara
dan pejabat-pejabat pemerintah sesuai dengan dalil
government by laws, not by men yang artinya pemerintahan
berdasarkan hukum, bukan bedasarkan kemauan penguasa.

Sesuai perkembangan zaman, konsep rule of law (Negara hukum)


dirumuskan kembali, terutama setelah perang dunia II, sehingga
muncul konsep versi abad 20. International Commision of Jurists,
sebagai komisi hukum internasional, dalam konferensinya di
Bangkok tahun 1965 merumuskan pemerintahan yang demokratis
sebagai pemerintahan yang diwarnai oleh hal-hal sebagai berikut :

Sehubungan dengan perlindungan konstitusional,


selain menjamin hak-hak individu,
pemerintah
harus menetukan pola prosedur untuk
perlindungan hak-hak yang dijamin
Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak
Pemilihan umum yang bebas
Kebebasan untuk menyatakan pendapat
Kebebasan untuk berserikat, berorganisasi, dan
beroposisi
Pendidikan Kewarganegaraan (Miriam Budiardjo,
1983:61)

Prinsip-Prinsip Demokrasi Pancasila


Pada hakikatnya demokrasi adalah Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan. Konsep dalam hal
tersebut pancasila mengandung empat dasar
demokrasi pancasila (lihat Ismaun 1981) yaitu:

Prinsip Kerakyatan adalah kekuasaan tertinggi yang berada


di tangan rakyat.
Prinsip Hikmah kebijaksanaan adalah penggunaan akal
pikiran atau rasio yang sehat dengan selalu
mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa.
Prinsip Permusyawaratan adalah tata cara khas kepribadian
Indonesia dalam merumuskan dan memutuskan sesuatu
hal berdasarkan kehendak rakyat sehingga mencapai
mufakat.
Prinsip Perwakilan adalah kedaulatan rakyat itu
pelaksanaannya diamanatkan untuk dijalankan oleh wakil
wakil rakyat.

Menurut Prof. S. Pamuji, demokrasi Pancasila


mengandung enam aspek berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Aspek
Aspek
Aspek
Aspek
Aspek
Aspek

formal
material
normatif
operatif
organisasi
kejiwaan

Ada 11 prinsip yang diyakini sebagai kunci


untuk memahami perkembangan demokrasi,
antara lain sebagai berikut :
a. Pemerintahan berdasarkan konstitusi
b. Pemilu yang demokratis
c. Pemerintahan lokal (desentralisasi
kekuasaan)
d. Pembuatan UU
e. Sistem peradilan yang independen
f. Kekuasaan lembaga kepresidenan
g. Media yang bebas
h. Kelompok-kelompok kepentingan
i. Hak masyarakat untuk tahu
j. Melindungi hak-hak minoritas
k. Kontrol sipil atas militer

TERIMA KASIH

Kelompok
1

Kelompok
2

Kelompok
3

Kelompok
4