Anda di halaman 1dari 35

1

PENENTUAN KADAR SULFAT DALAM AIR BERSIH SECARA


SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE DI PERUMAHAN PT INALUM
TANJUNG GADING

KARYA ILMIAH

DISUSUN OLEH :
EVI JUWITA SARI
052401055

DEPARTEMEN KIMIA PROGRAM DIPLOMA-III KIMIA ANALIS


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2008

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

PENENTUAN KADAR SULFAT DALAM AIR BERSIH SECARA


SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE DI PERUMAHAN PT INALUM
TANJUNG GADING

KARYA ILMIAH
Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar ahli madya.

EVI JUWITA SARI


052401055

DEPARTEMEN KIMIA PROGRAM DIPLOMA-III KIMIA ANALIS


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2008

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

PERSETUJUAN
Judul

: PENENTUAN KADAR SULFAT DALAM AIR BERSIH


SECARA
SPEKTROFOTOMETRI
UV-VISIBLE
DI
PERUMAHAN PT INALUM TANJUNG GADING
Kategori
: KARYA ILMIAH
Nama
: EVI JUWITA SARI
Nim
: 052401055
Program Studi : KIMIA ANALIS
Departemen
: KIMIA
Fakultas
: MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Disetujui di
Medan,

Juni 2008

Diketahui/Disetujui Oleh
Departemen Kimia FMIPA USU
Ketua Departemen

Pembimbing

DR. Rumondang Bulan, MSc


NIP. 131 459 466

Drs. Pina Barus, MS


NIP. 130 872 292

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

PERNYATAAN

PENENTUAN KADAR SULFAT DALAM AIR BERSIH SECARA


SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE DI PERUMAHAN PT INALUM TANJUNG
GADING
KARYA ILMIAH

Saya mengakui bahwa tugas akhir ini adalah hasil kerja saya sendiri, kecuali
beberapa kutipan dari ringkasan yang masing-masing disebutkan sumbernya.

Medan, Juni 2008

Evi Juwita Sari


052401055

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

PENGHARGAAN
Segala puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan karunia-Nya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan karya
ilmiah ini dengan sebagaimana mestinya.
Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan, hal
ini tidak lain karena ilmu yang diterima penulis masih sangat terbatas. Adapun judul
yang diambil penulis dalam penulisan karya ilmiah ini adalah Penentuan Kadar
Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometer UV-Visible di Perumahan PT
INALUM Tanjung Gading. Karya ilmiah ini merupakan salah satu persyaratan untuk
memperoleh gelar Diploma 3 dari program studi Kimia Analis pada Fakultas
Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatra Utara Medan.
Tersusunnya karya ilmiah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk
itu penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang
telah banyak membantu dan memberikan petunjuk maupun bimbingan yang berharga,
yaitu kepada :
1. Teristimewa kepada Ayahanda Jono dan Ibunda Syiam yang telah banyak
memberikan doa, dan bantuan baik berupa moril maupun material, serta
seluruh keluarga (Adik ku Putra) yang telah memberi dorongan semangat
kepada penulis selama penyelesaian Karya Ilmiah ini.
2. Bapak Drs.Pina Barus,MS, selaku dosen pembimbing yang telah memberikan
bimbingan dan nasihat kepada penulis dalam menyelesaikan Karya Ilmiah ini.
3. Ibu DR.Rumondang Bulan,MS, selaku ketua Departemen Kimia FMIPA USU
4. Seluruh Staf dan dosen FMIPA USU yang telah membantu dan mendidik
penulis selama perkuliahan
5. Bapak Robert Simanjuntak selaku pembimbing di laboratorium serta seluruh
Pimpinan dan karyawan PT INALUM yang telah banyak membantu penulis
dalam penulisan Karya Ilmiah ini
6. Buat Kakanda Andi Safri Sitorus Pane yang selalu memberikan semangat dan
dorongan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelasaikan Karya ilmiah
ini dengan baik.
7. Buat sahabat-sahabatku Azhari, Fauzi, Indah, Irma, Ivan, Riri, Rudi, Widhi,
Wulan, Zulkifli dan Vanessa yang telah banyak memberikan bantuan dan
saran kepada penulis. Buat teman kos penulis kak Nina, kak Zula, kak Susi
yang telah memberikan semangat kepada penulis.
8. Seluruh rekan-rekan mahasiswa Kimia Analis 2005 dan teman-teman OJT (On
The Job Training) yang turut membantu penulis dalam menyelesaikan Karya
Ilmiah ini dan terima kasih atas kekompakannya.
Dengan penuh harapan dan doa semoga tulisan ini bermanfaat bagi penulis
sendiri dan para pembaca sekalian. Akhir kata penulis mengharapkan kritik dan saran
yang membangun demi kesempurnaan tulisan ini. Smoga ALLAH SWT membalas
semua kebaikan atas bantuan yang diberikan kepada penulis.
Medan, Juni 2008
Penulis
EVI JUWITA SARI

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

ABSTRAK

Untuk mengetahui kualitas air diperlukan berbagai parameter, salah satu diantaranya
adalah kadar sulfat. Penentuan kadar sulfat ini dilakukan dengan metode
Spektrofotometri UV-Visible pada panjang gelombang 370 nm.Berdasarkan analisa
yang telah dilakukan diperoleh bahwa kadar sulfat dalam air bersih di perumahan PT
INALUM Tanjung Gading adalah 16 ppm, 15 ppm, 15.50 ppm, 14.75 ppm, 16.50
ppm.

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

Determination of Sulfate value in clean water by Spectrophotometri UV-Visible at


houses in PT INALUM Tanjung Gading

ABSTRACT

To get to know water quality need any parameter measurement, one of them are level
of Sulfate. Measurement of sulfate level done by Spektrofotometri UV-Visible at long
wave 370 nm.Base on analitical which been made an get sulfate level in clean water at
PT INALUM housing in Tanjung Gading is 16 ppm, 15 ppm, 15.50 ppm, 14.75 ppm,
16.50 ppm.

DAFTAR ISI
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

PERSETUJUAN
PERNYATAAN
PENGHARGAAN
ABSTRAK
ABSTRACT
DAFTAR ISI

Halaman
i
ii
iii
iv
v
vi

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
1.2.Permasalahan
1.3.Tujuan
1.4.Manfaat

1
1
3
3
3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


2.1.Air
2.2.Air Bersih
10
2.3.Standar Kualitas Air Minum
11
2.4.Tinjauan Tentang Standar Kualitas Air Minum
11
2.4.1.Sulfat
11
2.4.2.Penetapan Sulfat
13
2.4.3.Metode Spektrofotometri
13
2.4.4.Prinsip Metode Spektrofotometri
14
2.5.Proses Pengolahan Air di PT INALUM
15

4
4

BAB 3 METODOLOGI PERCOBAAN


18
3.1.Alat dan Bahan
18
3.1.1.Peralatan
18
3.1.2.Bahan
18
3.2.Prosedur
18
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
20
4.1.Data
20
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

4.2.Perhitungan
20
4.3.Pembahasan
23
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
25
5.1.Kesimpulan
25
5.2.Saran
25
DAFTAR PUSTAKA
26

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak,
bahkan oleh semua mahluk hidup. Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi
agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang
lain. Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan,
terutama penyakit perut. Seperti yang telah kita ketahui bahwa penyakit perut adalah
penyakit yang paling banyak terjadi di Indonesia. (Sutrisno,2006)
Air bersih adalah air yang sudah terpenuhi syarat fisik, kimia, namun
bakteriologi belum terpenuhi. Air bersih ini diperoleh dari sumur gali, sumur bor, air
hujan, air dari sumber mata air. (Gabriel,2001)
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

10

Kegunaan air bagi tubuh manusia antara lain untuk: proses pencernaan,
metabolisme, mengangkut zat-zat makanan dalam tubuh, mengatur keseimbangan
suhu tubuh, dan menjaga jangan sampai tubuh kekeringan. Apabila tubuh kehilangan
banyak air, maka akan mengakibatkan kematian. Sebagai contoh: penderita penyakit
kolera.
Tubuh manusia sebagian terdiri dari air, kira-kira 60-70% dari berat badannya.
Untuk kelangsungan hidupnya, tubuh manusia membutuhkan air yang jumlahnya
antara lain tergantung berat badan. Untuk orang dewasa kira-kira memerlukan air
2.200 gram setiap harinya. Setiap individu memerlukan air sekitar 60 liter/hari (untuk
minum, cuci dan sebagainya).
Ion Sulfat adalah salah satu anion yang banyak terjadi pada air alam. Ia
merupakan sesuatu yang penting dalam penyediaan air untuk umum karena pengaruh
pencucian perut yang bisa terjadi pada manusia apabila ada dalam konsentrasi yang
cukup besar. Selain itu dapat menyebabkan laxative apabila kadarnya berupa
magnesium dan sodium. (Sutrisno,2006)
Sehubungan dengan berbagai gangguan yang dapat ditimbulkan karena
kelebihan Sulfat dalam air bersih, sehingga perlu kiranya air yang dihasilkan dalam
proses pengolahannya haruslah memenuhi standar kualitas air yang ditetapkan oleh
Menteri Kesehatan, yang mana salah satu parameter yang diukur dalam menentukan
kualitas air bersih adalah kadar ion Sulfat.
PT INALUM memanfaatkan air bersih di perumahan Tanjung Gading untuk
kebutuhan keluarga karyawan dan pimpinan. Air baku yang diperoleh berasal dari
sungai sungai Si Pare-pare belum memenuhi standart untuk kesehatan karena banyak
industri yang dilewati sebelum pengambilan air untuk diolah yang pastinya
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

11

mengandung senyawa senyawa yang dapat membahayakan kesehatan. Agar air


tersebut memenuhi persyaratan mutu air bersih, maka perlu dilakukan pemeriksaan
dan pengontrolan terhadap parameter-parameter yang terdapat dalam standart mutu air
salah satu diantaranya adalah kadar sulfat. Alasan perlu dilakukan pemeriksaan kadar
sulfat karena dalam pengolahan air bersih adanya penambahan amonium sulfat.
Berdasarkan hal tersebut diatas penulis tertarik untuk mengambil judul
PENENTUAN

KADAR

SULFAT

DALAM

AIR

BERSIH

SECARA

SPEKTROFOTOMETRI UV-VISIBLE DI PERUMAHAN PT INALUM TANJUNG


GADING. PT INALUM merupakan perusahaan aluminium terbesar dan satu-satunya
di Indonesia.

1.2. Permasalahan
Air yang mengandung ion sulfat dalam konsentrasi yang tinggi tidak baik digunakan
karena dapat menyebabkan diare. Maka perlu diketahui kadar sulfat di perumahan PT
INALUM TANJUNG GADING. Apakah air bersih tersebut telah memenuhi standart
mutu dari pemerintahan dan layak untuk dikonsumsi dengan metode Spektrofotometer
UV-Visible Cary 50

1.3

Tujuan
- Untuk menentukan kadar Sulfat yang ada pada air bersih Tanjung Gading

1.4

Manfaat
Memberikan informasi kepada konsumen pengguna air, bagaimana kadar sulfat

yang terdapat dalam air bersih di perumahan PT INALUM Tanjung Gading


Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

12

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Air
Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak,
bahkan oleh semua mahluk hidup. Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi
agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta mahluk hidup yang
lain. Pemanfaatan air untuk berbagai kepentingan harus dilakukan secara bijaksana,
dengan

memperhitungkan

kepentingan

generasi

sekarang

maupun

generasi

mendatang. Aspek penghematan dan pelestarian sumber daya air harus ditanamkan
pada segenap pengguna air.

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

13

Pengelolaan sumber daya air sangat penting, agar dapat dimanfaatkan secara
berkelanjutan dengan tingkat mutu yang diinginkan. Salah satu langkah pengelolaan
yang dilakukan adalah pemantauan dan interprestasi data kualitas air, mencakup
kualitas fisika, kimia, dan biologi. (Effendi, 2003)
Air murni merupakan suatu persenyawaan kimia yang sangat sederhana yang
terdiri dari dua atom hidrogen (H) berikatan dengan satu atom oksigen (O). secara
simbolik air dinyatakan sebagai H2O. Air serta bahan-bahan dan energi yang
dikandung di dalamnya merupakan lingkungan bagi jasad-jasad air. Pengaruhnya
terhadap kehidupan yang ada di dalamnya, yaitu:
1) dengan sifat-sifat fisiknya yaitu sebagai medium tempat hidup tumbuhtumbuhan
dan hewan
2) dengan sifat-sifat kimianya sebagai pembawa zat-zat hara yang diperlukan bagi
pembentukan bahan-bahan organik oleh tumbuh-tumbuhan dengan produksi
primernya.(Gufron.M,2007)
Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan,
terutama penyakit perut adalah penyakit yang paling banyak terjadi di Indonesia.
Supaya air yang masuk ke tubuh manusia baik berupa minuman ataupun
makanan tidak menyebabkan/merupakan pembawa bibit penyakit, maka pengolahan
air baik berasal dari sumber, jaringan transmisi atau distribusi adalah antara kotoran
sebagai sumber penyakit dengan air yang sangat diperlukan.
Peningkatan kualitas air minum dengan jalan mengadakan pengelolaan terhadap
air yang akan diperlukan sebagai air minum dengan mutlak diperlukan terutama
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

14

apabila air tersebut berasal dari air permukaan. Pengelolaan yang dimaksud bisa
dimulai dari yang sangat sederhana sampai yang pada pengolahan yang
mahir/lengkap, sesuai dengan tingkat kekotoran dari sumber asal air tersebut.
Peningkatan kuantitas air adalah merupakan syarat kedua setelah kualitas,
karena semakin maju tingkat hidup seseorang, maka aakan semakin tinggi pula tingkat
kebutuhan air dengan masyarakat tersebut. Untuk keperluan minum maka dibutuhkan
air rata-rata sebanyak 5 liter/hari, sedangkan secara keseluruhan kebutuhan akan air
suatu rumah tangga untuk masyarakat Indonesia diperkirakan sebesar 60
liter/hari.(Sutrisno,T.2004)
Air adalah substansi tertua dalam planet bumi. Ketika bumi pertama kali
membentuk panas, massa yang begitu besar menyebabkan kombinasi kimia tidak
dapat terbentuk / ada. Kemudian gas metal dan batu terbentuk karena proses
pendinginan dan merubah dari gas ke sebuah cairan dan kemudian ke bentuk padat.
Temperatur bumi mulai turun cukup rendah untuk memadatkan uap menjadi air. Air
merupakan komponen utama yang muncul saat bumi mendingin, kemudian perlahan
menjadi lautan luas yang meliputi 70% permukaan bumi.( Robertl.G,1997)
Pada prinsipnya, jumlah air di alam ini tetap dan mengikuti suatu aliran yang
dinamakan cyclus Hydrologie. Dengan adanya penyinaran matahari, maka semua
air yang ada di permukaan bumi akan menguap dan membentuk uap air. Karena
adanya angin, maka uap air ini akan bersatu dan berada di tempat yang tinggi yang
sering dikenal dengan nama awan. Oleh angin, awan ini akan terbawa makin lama
makin tinggi dimana temperatur di atas makin rendah, yang menyebabkan titik-titik
air dan jatuh ke bumi sebagai hujan. Air hujan ini sebagian mengalir ke dalam tanah,
jika menjumpai lapisan rapat air, maka peresapan akan berkurang, dan sebagian air
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

15

akan mengalir di atas lapisan rapat air ini. Jika air ini ke luar pada permukaan bumi,
maka air ini akan disebut mata air. Air permukaan yang mengalir di permukaan bumi,
umumnya berbentuk sungai-sungai dan jika melalui suatu tempat rendah (cekung)
maka air akan berkumpul, membentuk suatu danau atau telaga. Tetapi banyak
diantaranya yang mengalir ke laut kembali dan kemudian akan mengikuti siklus
hidrologi ini.
Sumber-sumber air meliput i :
- air laut
- air atmosfir
- air permukaan
- air tanah
1.Air laut
Mempunyai sifat asin, karena mengandung garam NaCl. Kadar garam NaCl dalam
air laut 3%. Dengan keadaan ini, maka air laut tak memenuhi syarat untuk air minum.
2.Air hujan
Dalam keadaan murni, sangat bersih, karena dengan adanya pengotoran udara
yang disebabkan oleh kotoran-kotoran industri/debu dan lain sebagainya. Maka untuk
menjadikan air hujan sebagai sumber air minum hendaknya pada waktu menampung
air hujan jangan dimulai pada saat hujan mulai turun, karena masi mengandung
banyak kotoran.
Selain itu air hujan mempunyai sifat agresif terutama terhadap pipa-pipa penyalur
maupun bak-bak reservoir, sehingga hal ini akan mempercepat terjadinya korosi
(karata). Juga air hujan ini mempunyai sifat lunak, sehingga akan boros terhadap
pemakaian sabun.
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

16

3.Air permukaan
Air permukaan adalah air hujan yang mengalir di permukaan bumi. Pada
umumnya air permukaan ini akan mendapat pegotoran selama pengalirannya,
misalnya oleh lumpur, batang-batang kayu, daun-daun, kotoran industri kota dan
sebagainya.
Jenis pengotorannya adalah merupakan kotoran fisik, kimia, dan bacteriologie.
Setelah mengalami suatu pengotoran, pada suatu saat air permukaan itu akan
mengalami suatu proses permbersihan sendiri yang dapat dijelaskan sebagai berikut :
Udara yang mengandung oksigen atau gas O2 akan membantu
mengalami proses pembusukkan yang terjadi pada air permukaan yang telah
mengalami pengotoran, karena selama dalam perjalanan, O2 akan meresap ke dalam
air permukaan. Panjangnya daerah perusakan ini tergantung pada
a. sifat dan banyak pengotoran
- aliran sungai (cepat atau lambat)
- suhu/temperatur
b.kadar oksigen yang larut
Air permukaan ada 2 macam yakni :
- Air sungai
- Air rawa / danau
1). Air sungai
Dalam penggunaaanya sebagai air minum, haruslah mengalami suatu
pengolahan yang sempurna, mengingat bahwa air sungai ini pada umumnya
mempunyai derajat pengotoran yang tinggi sekali. Debit yang tersedia untuk
memenuhi kebutuhan akan air minum pada umumnya dapat mencukupi.
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

17

2). Air rawa / danau


Kebanyakan air rawa ini berwarna yang disebabkan oleh adanya zat-zat
organis yang telah membusuk, misalnya asam humus yang larut dalam air yang
menyebabkan waran kuning coklat.
Dengan adanya pembusukan kadar zat organis tinggi, maka umumnya
kadar Fe dan Mn akan tinggi pula dan dalam keadaaan kelarutan O2 kurang
sekali (anaerob), maka unsur-unsur Fe dan Mn ini akan larut. Pada permukaan
air akan tumbuh alga (lumut) karena adanya sinar matahari dan O2.
Jadi untuk pengambilan air, sebaiknya pada kedalaman tertentu di
tengah-tengah agar endapan-endapan Fe dan Mn tak terbawa, demikian pula
dengan lumut yang ada pada permukaan rawa / telaga.
4.Air Tanah
Air tanah terbagi atas :
a. Air tanah dangkal
b.Air tanah dalam
c. Mata air
a. Air tanah dangkal
Terjadinya karena daya proses peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur
akan bertahan, demikian pula dengan sebagian bakteri, sehingga air tanah akan
jernih tetapi lebih banyak mengandung zat kimia (garam-garam yang terlarut)
karena molekul lapisan tanah yang mempunyai unsur-unsur kimia tertentu untuk
masing-masing lapisan tanah. Lapis tanah disini berfungsi sebagai saringan. Di
samping penyaringan, pengotoran juga masih terus berlangsung, terutama pada
muka air yang dekat dengan muka tanah, setelah menemui lapisan rapat air, air
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

18

akan terkumpul merupakan air tanah dangkal di mana air tanah ini dimanfaatkan
untuk sumber air minum melalui sumur-sumur dangkal.
Air tanah dangkal ini dapat pada kedalaman 15,00 m. Sebagai sumur air minum,
air tanah dangkal ini ditinjau dari segi kualitas agak baik. Kuantitas kurang
cukup dan tergantung pada musim.
b. Air tanah dalam
Terdapat setelah lapis rapat air yang pertama. Pengambilan air tanah dalam, tak
semudah pada air tanah dangkal. Dalam hal ini harus digunakan bor dan
memasukkan pipa kedalamnya sehingga dalam suatu kedalaman (biasanya
antara 100-300 m) akan didapatkan suatu lapis air.
Jika tekanan air tanah ini besar , maka air dapat menyembur ke luar dan dalam
keadaan ini, sumur ini disebut dengan sumur artetis. Jika air tak dapat ke luar
dengan sendirinya, maka digunakan pompa untuk membantu pengeluaran air
tanah dalam ini.
c. Mata air
Mata air adalah air tanah yang ke luar dengan sendirinya ke permukaan tanah.
Mata air yang berasal dari tanah dalam, hampir tidak terpengaruh oleh musim
dan kualitas / kuantitasnya sama dengan keadaan air dalam.
Berdasarkan keluarnya (munculnya permukaan tanah) terbagi atas :
- rembesan, di mana air ke luar dari lereng-lereng
- umbul, di mana air ke luar ke permukaan pada suatu dataran.
(Sutrisno,T.2006)

2.2.AIR BERSIH
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

19

Air bersih adalah air yang sudah terpenuhi syarat fisik,kimia, namun
bakteriologi belum terpenuhi. Air bersih ini diperoleh dari sumur gali, sumur bor, air
hujan, air dari sumber mata air.
Pemanfaatan air bersih
Secara umum dapat dikatakan penggunaan air bersih sebagai berikut :
- akan diolah menjadi air siap minum
- untuk keperluan keluarga (cuci,mandi)
- sarana pariwisata (air terjun)
- pada industri (sarana pendingin)
- sebagai alat pelarut (dalam bidang farmasi / kedokteran)
- pelarut obat-obatan dan infus (apabila air tersebut telah diolah menjadi
air steril)
- sebagai sarana irigasi
- Sebagai sarana peternakan
- Sebagai sarana olah raga (kolam renang). (Gabriel.J,2001)

2.3.STANDAR KUALITAS AIR MINUM


Standar kualitas air minum bagi negara Indonesia terdapat dalam Peraturan
Menteri Kesehatan R.I.No. 01/BIRHUKMAS/I/1975 tentang syarat-syarat dan
pengawasan Kualitas air minum. Adapun parameter penilaian kualitas air minum yang
tercantum pada berbagai peraturan tentang Standar kualitas air minum tersebut di atas
khususnya

yang

tertera

pada

Peraturan

Menteri

Kesehatan

R.I.

No.

01/BIRHUKMAS/I/1975, yaitu :
- pengaruh adanya unsur-unsur tersebut dalam air
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

20

- sumber/asal unsur-unsur tersebut


- beberapa sifat yang perlu diketahui dari unsur tersebut
- efek yang dapat ditimbulkan terhadap kesehatan manusia
- alasan mengapa unsur tersebut dicantumkan dalam standar kualitas

2.4.TINJAUAN TENTANG STANDAR KUALITAS AIR MINUM


Adapun tinjauan secara terinci terhadap setiap unsur yang tercantum dalam
standar persyaratan kualitas air minum di bawah ini akan memberikan gambaran yang
sedikit lebih jelas tentang sifat pengaruh unsur-unsur tersebut dalam air, sumber dari
unsur-unsur dan akibat yang dapat ditimbulkan apabila konsentrasi adanya unsurunsur tersebut dalam air melebihi standar yang telah ditetapkan.

2.4.1.Sulfat (SO4)
Ion sulfat adalah salah satu anion yang banyak terjadi pada air alam. Ia merupakan
sesuatu yang penting dalam penyediaan air untuk umum karena pengaruh pencucian
perut yang bisa terjadi pada manusia apabila ada dalam konsentrasi yang cukup besar.
Sulfat penting dalam penyediaan air untuk umum maupun untuk industri, karena
kecendrungan air untuk mengandungnya dalam jumlah yang cukup besar untuk
membentuk kerak air yang keras pada ketel dan alat pengubah panas.
Konsentrasi standar maksimal yang ditetapkan oleh Dep.Kes. R.I. untuk SO4 dalam
air minum adalah sebesar 200-400 mg/l. (Sutrisno.T,2006)
Ion Sulfat yang telah diserap oleh tumbuhan mengalami reduksi hingga menjadi
bentuk sulfidril di dalam protein. Sulfur anorganik terutama terdapat dalam bentuk
sulfat (SO4), yang merupakan bentuk sulfur utama di perairan dan tanah. Ion sulfat
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

21

yang bersifat larut dan merupakan bentuk oksidasi utama sulfur adalah salah satu
anion terutama di perairan, menempati urutan kedua setelah bikarbonat. Sulfat yang
berikatan dengan hidrogen membentuk asam sulfat dan sulfat yang berikatan dengan
logam alkali merupakan bentuk sulfur yang paling banyak ditemukan di danau dan
sungai.
Reduksi anion sulfat menjadi hidrogen sulfida pada kondisi anaerob dalam proses
dekomposisi bahan organik menimbulkan bau yang kurang sedap dan meningkatkan
korosivitas logam. Proses reduksi yang dilakukan oleh bakteri heterotrof ini banyak
terjadi di dasar laut.(Effendi,2003)
Sulfat adalah anion yang terjadi secara alami. Kandungan konsentrasi yang tinggi
dalam air minum dapat menyebabkan perpindahan diare. Dalam studi pada orangorang dewasa ditemukan laxative yang sangat tinggi di atas 1000 mg/L. Dimana
dilaporkan dalam kasus kesehatan mengindikasikan bahwa botol untuk minum bayi
berkembang diare pada sulfat di atas level 600 mg/L. Diare yang akut dapat
menyebabkan dehidrasi, terutama pada bayi dan anak kecil yang sudah mempunyai
mengidap mikroba diare dalam tubuh. Orang dewasa yang tinggal diare yang
mempunyai level konsentrasi sulfat dalam air minumnya dapat diubah tidak ada efek
sakit. (Letterman.R,1999)

2.4.2.Penetapan Sulfat
Metode ini terdiri dari menambahkan larutan barium klorida encer dengan perlahanlahan kepada suatu larutan sulfat itu yang panas, yang sedikit diasamkan dengan asam
klorida. Barium sulfat memperlihatkan kecenderungan untuk menyeret turun garamgaram lain. Barium klorida dan barium nitrat mudah berkopresipitasi. Garam-garam
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

22

ini akan menambah bobot sebenarnya dari barium sulfat, maka hasil-hasil yang
diperoleh akan tinggi, karena barium klorida itu tak berubah pada pemijaran dan
barium nitrat itu akan menghasilkan barium oksida.
Barium sulfat murni tak terurai bila dipanaskan dalam udara kering sampai dicapai
temperatur kira-kira 1400oC. Namun, endapan ini mudah direduksi menjadi sulfidanya
pada temperatur-temperatur di atas 600oC oleh karbon dari kertas-saring. Reduksi
dihindarkan dengan mengarangkan dulu kertas tanpa membiarkannya menyala, lalu
membakar habis karbon itu perlahan-lahan pada temperatur rendah dengan udara
bebas tercapai. Jika diperoleh endapan yang tereduksi, ini dapat dioksidasi kembali
dengan mengolahnya dengan asam sulfat, diikuti dengan menguapkan asam itu dan
memanaskan ulang. (Vogel, 1994)

2.4.3.Metode Spektrofotometri
Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spektrometer
dan fotometer. Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang
gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang
ditransmisikan atau yang diabsorpsi. Jadi spektrofotometer digunakan untuk
mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau
diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang. Kelebihan spektrometer adalah
panjang gelombang dair sinar putih dapat terseleksi dan ini diperoleh dengan alat
pengurai

seperti

prisma,

grating

ataupun

celahoptis.(Khopkar,1990)

2.3.4.Prinsip Metode Spektrofotometri

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

23

Bila cahaya (monokromatik maupun campuran) jatuh pada suatu medium homogen,
sebagian dari sinar masuk akan dipantulkan, sebagian diserap dalam medium itu, dan
sisanya diteruskan. Jika intensitas sinar masuk dinyatakan oleh Io = Ia + It + Ir
Dimana : Io= intensitas sinar masuk
Ia = intensitas sinar terserap
It= intensitas sinar terteruskan
Ir= intensitas sinar terpantulkan
Hukum yang mendasari metode spektrofotometri adalah:
Hukum Lambert
Hukum ini menyatakan bahwa: Bila cahay monokromatik melewati medium
tembus cahaya, laju berkurangnya intensitas oleh bertambahnya ketebalan, berbanding
lurus dengan intensitas cahaya .
Hukum Beer
Hukum ini menyatakan: intensitas berkas cahaya monokromatik berkurang
secara eksponensial dengan bertambahnya kosentrasi zat penyerap secara linier.
(Vogel, 1994)
Rumus Lambert atau rumus Beer menghasilkan hasil yang sama:
log

Po
= f (c)b = Kbc
P

log

Po
= f (b)c = Kbc
P

Dimana :
Log(Po/P)= absorbans
b

= panjang jalan menembus medium penyerap

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

24

= konsentrasi zat pelarut yang menyerap

Jadi dalam sistem yang direkombinasikan, hukum Lambert-Beer dapat mempunyai


bentuk:
A=abcg/liter
Dimana :
A= absorbans
a= absorptivitas
(Underwood, 2002)
2.5 Proses Pengolahan Air di PT INALUM
Proses pengolahan air dilakukan bertujuan untuk memperoleh air bersih dan
air yang sesuai dengan kriteria kualitas air, yang meliputi beberapa tahap:
a. Water Intake Channel ( Z 101 )
Pada tahap ini air mentah yang diperoleh dari sungai SiPare-pare yang
kemudian dialirkan melalui water intake gate kebak pemisah sampah seperti kayu,
rumput, tumbuhan air dan sampah ukuran besar lainnya. Partikel-pertikel pasir yang
kasar juga akan mengendap secara gravitasi. Dari sini air dipompakan dengan intake
water Pump ke setling basin.
b. Setling Basin ( Z-102)
Pada setling basin partikel-pertikel pasir yang halus diendapkan untuk
mengurangi beban pada tahap sedimentation basin ( Z-103). Klorinasi diberikan pada
tahap ini dengan menggunakan cairan klorin yang bertujuan untuk membunuh kuman
dan mengoksidasi besi dan zat-zat pengotor lainnya didalam airmentah.
c. Sedimentation Basin ( Z- 103)

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

25

Dari setling basin air dipompakan dan dialirkan melalui pipa compayence
sejauh kira-kira 1.5 KM melalui flokullating Chamber ( bak pembentuk flok),
disedimentation basin air yang masuk ke flokullating chamber dibubuhi dengan
aluminium sulfat (alum ), yang dapat menyebabkan terbentuknya flok.
Bubur lumpur tersebut menendap menuju konsentrator dam secara otomatis
diatur pembuangannya melalui pengeluaran lumpur. Bersamaan dengan itu air jernih
yang tersedia mengalir melalui talang-talang air yang telah tersedia pada permukaan
bak.
d. Industrial Water Reservoir ( Z-104 )
Setelah melalui proses sedimentasi basin, air mengalir ke industrial water
reservoir untuk seterusnya diditribusikan keseluruh lokasi pabrik.
e. Filter Unit (Z-105)
Pada tahap ini air yang berasal dari Industrial water reservoir sebagaian
dipompakan kefilter unit untuk diproses menjadi air minum untuk kebutuhan para
karyawan. Sebelum memasuki filter, air juga diberi klorin dan kemudian akan
mengalir melalui sebuah talang dan didistribusikan secara merata ke enem buah filter
untuk menghilangkan kekeruhan dan warna.
f. Potable Water Reservoir (Z-106)
Disini air akan disuplay keseluruh lokasi perumahan karyawan.

g. Waste Water Reservoir (Z-107)

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

26

Pada bagian ini lumpur yang berasal dari sedimentation basin dan air sisa yang
berasal dari filter dibuang ke waste water reservoir yang seterusnya akan dipompakan
kelaut sebagai proses air.

BAB III
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

27

METODOLOGI PERCOBAAN
3.1. Alat dan Bahan
3.1.1. Peralatan
- tabung reaksi
- pipet takar
- pipet volume
- Spektrofotometer UV-Visible Cary 50
- Gelas Erlenmeyer
- Kertas saring
- Rak tabung reaksi
- Corong
- Botol destilat
- Stopper
- Tissue
3.1.2. Bahan
- larutan standard sulfat (0,05 mg / ml)
- larutan Barium Cromat
- larutan Amoniak
- Etanol
- Air destilat
- Air bersih Tanjung Gading
3.2. Prosedur
- Diambil larutan sample sebanyak 20 ml dengan memakai pipet takar dan
masukkan ke tabung reaksi
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

28

- Dijadikan larutan sample menjadi 30 ml dengan menambahkan air destilat


sebanyak 10 ml
- Buat kurva standard dengan larutan standard sulfat (0,05 mg / ml) dengan pipet
takar masing-masing 0; 2 ml; 5 ml; 7 ml; 10 ml, kemudian masukkan ke
tabung reaksi
- Dijadikan volume larutan standard menjadi 30 ml dengan menambahkan air
destilat ke dalamnya
- Tambahkan 4 ml Barium Cromat (BaCrO4) ke dalam masing-masing tabung
reaksi ditutup dengan menggunakan stopper, dikocok dan didiamkan selama 5
menit
- Ditambahkan 1 ml larutan Amoniak ke dalam masing-masing tabung reaksi
ditutup, dikocok dan didiamkan selama 5 menit
- Ditambahkan 10 ml Etanol dalam masing-masing tabung reaksi, ditutup,
dikocok dan didiamkan selama 30 menit
- Disaring larutan tersebut dan tampung filtratnya ke dalam Erlenmeyer 25 ml
- Diukur absorban standard dan sample pada panjang gelombang 370 nm
dengan spektrofotometer
- Ditentukan harga absorban sample dengan membandingkan terhadap kurva
standard
- Dihitung konsentrasi sulfat

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

29

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Data
Hasil pemeriksaan kadar sulfat (SO4) pada air bersih Tanjung Gading
A. Larutan Standart
Standart

Konsentrasi

Absorbansi

Std 1

0.0015

Std 2

0.0828

Std 3

0.2277

Std 4

0.3334

Std 5

10

0.4919

B. Larutan Sampel
No

Tanggal

Absorban Konsentrasi Konsentrasi Volume

Pemeriksaan

Hasil

Sampel

Standard

(ml)

(ppm)

07-11-2007

0,2943

6,4

0,05

20

16,00

11-12-2007

0,2870

6,0

0,05

20

15,00

11-01-2008

0,2939

6,2

0,05

20

15,50

06-02-2008

0,2797

5,9

0,05

20

14,75

05-03-2008

0,3318

6,6

0,05

20

16,50

4.2.Perhitungan
4.2.1.Perhitungan Sulfat

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

30

K=

A B
1000
V

Dimana :
K= Konsentrasi sulfat (mg/l)
A= Konsentrasi larutan standard (mg/ml)
B= Konsentrasi larutan Sampel (mg/ml)
V= Volume larutan sampel
Contoh perhitungan :
Untuk tanggal 7 Nopember 2007
K=

0.05 6.4
1000 = 16 ppm
20

4.2.2.Metode Least Square


No

X2

XY

0,0015

0,0828

0,1656

0,2277

25

1,1385

0,3334

49

2,3338

10

0,4919

100

4,9190

X = 24

Y = 1,1373

= 178

XY = 8,5569

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

31

n( XY ) ( X )( Y )

Slope(a) =

n X 2 ( X )

5(8,5569) (24)(1,1373)
5(178) (24) 2

42,7845 27,2952
890 576

15,4893
314

= 0,0493

( X )( Y ) ( X )( XY )
n( X ) ( X )
2

Intercep(b) =

(178)(1,1373) (24)(8,5569)
2
5(178) (24 )

202,4349 205,3656
890 576

2,9262
314

= 0,0093

Persamaan Garis Regresi


Y = aX + b
Y1 = 0,0493(0) + (-0,0093)= 0,0093
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

32

Y2 = 0,0493(2) + (-0,0093)= 0,0893


Y3 = 0,0493(5) + (-0,0093)=0,2372
Y4 = 0,0493(7) + (-0,0093) = 0,3358
Y5 = 0,0493(10) + (-0,0093) = 0,4837
X

0,0093

0,0893

0,2372

0,3358

10

0,4837

4.3.Pembahasan
Ion sulfat adalah salah satu anion yang banyak terjadi pada air alam. Ia merupakan
sesuatu yang penting dalam penyediaan air untuk umum karena pengaruh pencucian
perut yang terjadi pada manusia apabila ada dalam konsentrasi yang cukup besar.
Batas yang boleh digunakan untuk di konsumsi manusia adalah 250 mg/l dalam air.
Sulfat penting dalam penyediaan air untuk umum maupun untuk industri, karena
kecendrungan air untuk mengandungnya dalam jumlah yang cukup besar untuk
membentuk kerak air yang keras pada ketel dan alat pengubah panas. Sulfat
merupakan suatu bahan yang perlu dipertimbangkan, sebab secara langsung
merupakan penanggung jawab dalam dua problem yang serius yang sering
dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas. (Sutrisno, 2006)
Kandungan konsentrasi yang tinggi dalam air minum dapat menyebabkan
perpindahan diare. Dalam studi pada orang-orang dewasa ditemukan laxative yang
Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

33

sangat tinggi diatas 1000 mg/l. Diare yang akut dapat menyebabkan dehydrasi,
terutama pada bayi dan anak kecil yang sudah mengidap mikroba diare dalam tubuh.
(Letterman,R.D, 1999)

Efek laxative yang ditimbulkan berupa rasa mual dan ingin muntah.
(Sutrisno, 2006)
Konsentrasi standart maksimal yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan RI
No:907/MENKES/VII/2002 untuk sulfat dalam air minum adalah sebesar 250 mg/L.
Dari data yang diperoleh bahwa konsentrasi sulfat dalam air bersih berkisar 14.00
mg/l-17.00 mg/l, sedangkan konsentrasi sulfat yang diijinkan oleh Menteri Kesehatan
sebesar 250 mg/l. Ini berarti Air bersih yang diolah oleh PT INALUM masih
memenuhi standart kualitas air layak dan aman untuk dikonsumsi oleh karyawan yang
tinggal di Tanjung Gading.

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

34

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.Kesimpulan
- Kadar sulfat pada air bersih Tanjung Gading yang diperoleh dari hasil
pemeriksaan tiap bulannya yaitu : 16 ppm;15 ppm; 15,5 ppm; 14,75 ppm;16,5
ppm
- Air bersih Tanjung Gading layak untuk dikonsumsi karena memenuhi
persyaratan Peraturan Menteri Kesehatan dengan konsentrasi maksimal 250
mg/L.
5.2.Saran
- Diharapkan

dilakukan

pemantauan

dan

pengontrolan

terhadap

proses

pengolahan air bersih agar kadarnya tetap pada batas yang telah ditetapkan.
- Mengingat bahwa kadar kesadahan didalam air yang telah ditetapkan sesuai
standart

harus

sedemikian

kecil,

maka

dari

itu

perusahaan

harus

mempertahankan nilai sulfat tersebut.

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009

35

DAFTAR PUSTAKA

Efendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air. Yogyakarta : Kaisius


Gabriel, J.F. 2001. Fisika Lingkungan. Jakarta : Penerbit Hipokrates
Gufron,M.2007. Pengelolaan Kualitas Air Dalam Budi Daya Perairan. Cetakan
Pertama. Jakarta : Penerbit Rhineka Cipta
Khopkar,S.M.2003. Konsep Dasar Analitik. Jakarta : UI-Press
Letterman,R.D.1999. Water Quality And Treatment. Fifth Edition. New York : Mc
Graw Hill.Inc
Sutrisno, C. T. 2006. Teknologi Penyediaan Air Bersih. Cetakan Kedua. Jakarta : PT.
Rineka Cipta
Underwood,A.L.2002. Analisis Kimia Kuantitatif. Edisi Kelima. Jakarta : Erlangga
Vogel. 1994. Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Jakarta : Penerbit

Buku

Kedokteran EGC

Evi Juwita Sari : Penentuan Kadar Sulfat Dalam Air Bersih Secara Spektrofotometri UV-Visible Di Perumahan PT
Inalum Tanjung Gading, 2008.
USU Repository 2009