Anda di halaman 1dari 315

Cara Kerja Sistem Endokrin Pada Manusia

Berdasarkan cara kelenjar mensekresikan cairannya, kelenjar dibedakan menjadi dua


yaitu
1.) Kelenjar eksokrin merupakan kelenjar yang memiliki saluran pengeluaran untuk
menyalurkan hasil sekesinya. Zat sekret berupa enzim, keringat, dan air ludah.
Macam dan contoh kelenjar eksokrin :
a. kelenjar tubuler sederhana, contohnya kelenjar Lieberkuhn pada dinding usus
b. kelenjar tubuler bergelung sederhana, contohnya kelenjar keringat pada kulit
c. kelenjar tubuler bercab`ng sederhana, contohnya kelenjar fundus pada dinding
lambung
d. kelenjar alveolar sederhana, contohnya kelenjar mukus dan kelenjar racun pada
kulit katak
e. kelenjar alveolar bercabang sederhana, contohnya pada kulit
f. kelenjar tubuler majemuk, contohnya kelenjar Brunner pada usus dan kelenjar susu
g. kelenjar alveolar majemuk, contohnya kelenjar susu ( glandula mamae )
h. kelenjar tubulo-alveolar majemuk, contohnya kelenjar ludah submaksilaris ( bawah
rahang atas ).
2.) Kelenjar endokrin merupakan kelenjar yang tidak memiliki saluran pengeluaran.
Sekret yang dihasilkan adalah hormon. Contoh kelenjar endokrin adalah kelenjar
tiroid, paratiroid, dan adrenal.
B.

Hormon
Hormon merupakan senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin.
Selain dihasilkan dari kelenjar endokrin, hormon ada pula yang dihasilkan dari selsel saraf tertentu yang disebut neurosekretori. Hormon yang dihasilkan disebut
neurohormon.
Di dalam tubuh manusia terdapat 9 kelenjar endokrin yang penting yaitu :

1. Hipotalamus. Terletak di otak depan dan berfungsi penting dalam pengaturan


homeostasis (penyeimbang).
Hormon dan Fungsi hormon dari Hipotalamus :
No
.

Hormon yang
dihasilkan

Fungsi

1.

Hormon penggiat
kortikotropin/
corticotrophic
releasing factor
(CRF)

Merangsang lobus
anterior hipofisis agar
mensekresi
adrenocorticotrophic
hormone (ACTH)

2.

Hormon penggiat
hormon tubuh/
growth hormone
releasing factor
(GRF)

Merangsang pengeluaran
hormon tubuh
somatotropic hormone
(STH)

3.

Hormon penggiat
tirotrofik/
thyrotrophic
releasing factor
(TRF)

Merangsang lobus
anterior hipofisis agar
mensekresi thyroid
stimulating hormone
(TSH)

4.

Hormon penggiat
hormon FSH/ follicle
stimulating hormon
releasing factor
(FRF)

Merangsang lobus
anterior mensekresi FSH
(follicle stimulating
hormone)

5.

Hormon penggiat
hormon LH/
luteinizing hormone
releasing factor
(LRF)

Merangsang lobus
anterior mensekresi LH
(luteinizing hormone)

2. Kelenjar Pituitari atau Hipofisis


Kelenjar Hipofisis terletak di dasar otak besar. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi 3
bagian (lobus) yaitu bagian anterior, tengah, dan posterior. Kelenjar ini sering
disebut master of glands atau kelenjar raja karena sekresinya digunakan untuk
mengontrol kegiatan kelenjar endokrin lainnya. Artinya, kelenjar endokrin lain baru
mensekresi hormon setelah mendapat kiriman hormon dari kelenjar hipofisis.
a. Hipofisis Bagian Depan (Anterior) disebut adenohipofisis.
b.
b. Hipofisis Bagian Tengah
Hipofisis bagian tengah hanya aktif di masa bayi dan menghasilkan hormon
Melanocyte Stimulating Hormone (MSH) yg berfungsi untuk mensintesis melanin
(pigmen kulit yg memberi warna hitam pada kulit).

c. Hipofisis Bagian Belakang (Posterior)


Hipofisis bagian posterior disebut neurohipofisis.
3. Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal terletak pada otak tengah. Kelenjar ini menghasilkan melatonin.
Kelenjar pineal diduga membantu mengatur siklus proses fisiologi siang dan malam
sehingga mempengaruhi pola tidur, selera makan, dan suhu tubuh. Kadar melatonin
paling tinggi terjadi di malam hari sehingga membuat kita mengantuk sedangkan
pada siang hari kadarnya sedikit.
4. Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yg berfungsi mengatur reaksi
metabolisme karbohidrat, mengatur penggunaan O 2 dan CO2, mempengaruhi
perkembangan tubuh dan mental.
5. Kelenjar Anak Gondok (Paratiroid)
Kelenjar ini menghasilkan hormon paratiroid, kerja hormon ini dibantu oleh
vitamin D.
6. Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal)
Hormon yg dihasilkan adalah hormon adrenalin yg berfungsi mengubah gula otot
(glikogen) menjadi gula darah (glukosa).

7. Pankreas
Menghasilkan hormon insulin yg berfungsi mengubah gula menjadi glikogen pada
hati dan otot lurik. Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan
hormon glukagon yg berfungsi menaikkan gula darah dgn mengubah glikogen
menjadi glukosa.
8. Ovarium
Ada dua macam hormon yang dihasilkan, yaitu :
a.

Estrogen, dihasilkan oleh folikel Graaf. Fungsinya adalah merangsang pertumb.ciriciri kelamin sekunder pada wanita dan perilaku seksual.

b.

Progesteron, dihasilkan oleh korpus luteum. Fungsinya adalah memelihara


kehamilan, perkembangan dan pertumb. kelenjar air susu.
9. Testis

Adalah organ reproduksi laki-laki, berfungsi sebagai penghasil spermatozoa dan


hormon testosteron. Hormon ini berpengaruh terhadap perkembangan cirri-ciri
kelamin sekunder pada pria dan perilaku seksual.

Pengertian Kelenjar eksokrin


Home Biologi | Endokrin (16) Kelenjar eksokrin (1) Pengertian (237)
0 Comment
Kelenjar eksokrin adalah kelenjar yang menghasilkan sekresi diperuntukkan untuk
permukaan organ, sebagai lawan kelenjar endokrin, yang mengeluarkan senyawa ke
dalam aliran darah. Beberapa contoh kelenjar eksokrin termasuk kelenjar susu, kelenjar
keringat, dan kelenjar air liur, dan banyak kelenjar eksokrin juga dapat ditemukan di
dalam tubuh, memfasilitasi proses seperti pencernaan. Beberapa kelenjar endokrin dan
keduanya eksokrin di alam, hormon mensekresi ke dalam aliran darah bersama dengan
senyawa yang mencapai permukaan organ.
Beberapa kelenjar eksokrin mengeluarkan langsung, tetapi lebih umum, sekresinya
yang disalurkan melalui saluran, yang mungkin sederhana atau kompleks. Saluran
sederhana terdiri dari saluran tunggal, sementara saluran senyawa bercabang,
menyediakan cakupan yang lebih. Saluran juga dapat memutar dan mengubah dalam
berbagai cara yang membuat sejumlah sub-klasifikasi berdasarkan bentuk saluran.
Bentuk saluran dapat dilihat secara jelas dengan menggunakan pembesaran, dan
kadang-kadang pelacak atau pewarna dapat dimanfaatkan untuk membuat saluran
lebih jelas.
Beberapa kelenjar eksokrin diklasifikasikan sebagai kelenjar merocrine, di mana sel-sel
utuh menghasilkan sekresi. Sebaliknya, kelenjar holocrine menghasilkan senyawa
dengan memungkinkan sel-sel mereka untuk memecah untuk melepaskan sekresi yang
diinginkan, dan kelenjar apokrin melepaskan sel mereka bersama dengan sekresi,
dengan sel tunas mati dan digantikan sesuai kebutuhan. Ketiga jenis kelenjar muncul
dalam berbagai bidang tubuh, dengan masing-masing jenis memiliki kelebihan dan
kekurangan yang membuatnya sangat cocok untuk aplikasi tertentu.
Sekresi yang diproduksi kelenjar ini dapat dipecah menjadi protein dan lendir. Beberapa
kelenjar eksokrin menghasilkan kedua protein dan lendir, tergantung di mana mereka
berada dan apa fungsi mereka. Kelenjar lendir yang klasik digunakan untuk membuat
lapisan pelumasan dan perlindungan bagi tubuh, sementara kelenjar yang

mensekresikan protein dapat memiliki sejumlah fungsi. Sebagai contoh, sel eksokrin
dalam saluran usus memproduksi protein yang digunakan dalam pencernaan.
Seperti kelenjar endokrin, fungsi kelenjar eksokrin sangat penting untuk keseluruhan
kesehatan tubuh. Sejumlah teknik dapat digunakan untuk mengevaluasi fungsi kelenjar
ini untuk menentukan apakah atau tidak mereka bekerja dengan benar, dan apa
penyebab mungkin kegagalan. Kerusakan kelenjar dapat memainkan peran, seperti
dapat masalah dengan sinyal sel yang menyebabkan dicampur atau melewatkan pesan
yang membingungkan kelenjar atau menyebabkan mematikan. Versi sintetis dari
beberapa sekresi kelenjar eksokrin yang tersedia untuk menebus masalah produksi,
seperti air mata buatan untuk mengatasi masalah dengan kelenjar air mata.

Perbedaan Kelenjar Eksokrin dan Endokrin


Hikmat Biologi Kelas XII
Perbedaan
Kelenjar
Eksokrin
dan
Endokrin
Mari kita mulai dengan meluruskan dasar-dasar. Ada dua jenis kelenjar dalam tubuh
kita mereka dengan saluran dan mereka yang tidak. Kita semua tahu bahwa kelenjar
dalam tubuh kita mengeluarkan hormon dan enzim yang bertindak sebagai sinyal kimia
yang mengawasi dan mengatur kinerja berbagai fungsi fisiologis penting. Sementara
kelenjar dengan saluran melepaskan sekresinya ke saluran yang diproyeksikan dari
mereka dan enzim disekresikan dilakukan langsung ke sasaran daerah ( sel, jaringan
atau organ tertentu lainnya ) tubuh. Kelenjar ductless, di sisi lain, melepaskan
sekresinya langsung ke dalam aliran darah karena mereka tidak memiliki saluran untuk
membawa sekresinya ke situs biologis tertentu.

Perbedaan Eksokrin dan Endokrin Kelenjar

Darah membawa hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar ini ductless seluruh tubuh,
sehingga organ-organ yang bersangkutan atau fungsi untuk memanfaatkan ini ketika
hormon ini sarat darah mencapai mereka. Kelenjar yang memiliki saluran yang dikenal
sebagai eksokrin Kelenjar sementara rekan-rekan mereka ductless dikenal sebagai
endokrin Kelenjar. Jadi, apa perbedaan utama antara eksokrin dan endokrin kelenjar ?
Nah, selain dari bahan kimia yang berbeda, enzim dan hormon yang dihasilkan oleh
masing-masing kelenjar ( yang menetapkan setiap kelenjar terpisah ), satu-satunya
faktor yang membedakan kelenjar eksokrin dari kelenjar endokrin adalah ada atau tidak
adanya saluran kelenjar.
Eksokrin vs Endokrin Kelenjar dengan Contoh
Mari kita lihat lebih dekat endokrin dan eksokrin kelenjar untuk memahami perbedaan
halus antara keduanya, sekarang bahwa perbedaan mendasar dan paling jelas adalah
jelas. Deskripsi dari masing-masing kategori kelenjar akan diikuti dengan daftar dari
semua kelenjar yang termasuk dalam masing-masing kategori untuk pemahaman yang
lebih jelas dari subjek.
Kelenjar endokrin : kelenjar endokrin adalah hormon utama yang memproduksi kelenjar
tubuh yang melepaskan berbagai hormon dan utusan kimia yang sama langsung ke
dalam aliran darah. Kadang-kadang, hormon dan enzim kimia dimaksudkan untuk
organ tertentu disekresikan ke organ-organ ini langsung oleh kelenjar endokrin yang
terletak di dekat dengan organ-organ yang bersangkutan. Misalnya, dalam kasus sinyal
parakrin yang terjadi untuk merangsang pertumbuhan sel ( dikenal sebagai faktor
pertumbuhan ) serta memicu pembentukan bekuan darah, sel-sel sinyal kimia yang
berada dalam jarak dekat organ target dan sel-sel bertindak atas yang terakhir
langsung. Berikut adalah daftar dari kelenjar endokrin utama yang mensekresikan
beberapa hormon yang paling signifikan yang mengatur fisiologis kami serta kimia
psikologis.

thyroid Gland

pineal Gland

thalamus Gland

pituitary Gland

hati

pankreas

Kelenjar adrenal

Ovarium ( pada wanita saja)

Testis ( pada laki-laki saja)

Meskipun tidak secara khusus dikenal sebagai bagian dari sistem endokrin, perut juga
mengeluarkan hormon, yang dikenal sebagai Ghrelin, yang adalah apa yang
menyebabkan rasa lapar yang mendapat otak untuk percaya bahwa perut kosong.
Kelenjar eksokrin : kelenjar eksokrin adalah kelenjar yang memiliki saluran melalui
mana mereka melepaskan berbagai senyawa cair-cair dan semi yang tidak hormon
atau jenis sinyal kimia. Kelenjar eksokrin yang berbeda menghasilkan sekresi yang
berbeda yang dibawa oleh saluran target tujuan mereka. Beberapa sekresi kelenjar
eksokrin utama meliputi susu, keringat, air liur, lendir, empedu, asam lambung,
pepsinogen, sebum, jus pankreas, dll berbagai kelenjar eksokrin utama tubuh adalah
sebagai berikut :

Kelenjar saliva

Kelenjar sebaceous

Sudoriferous Kelenjar ( kelenjar keringat )

Kelenjar susu

perut

pankreas

hati

Saya rasa itu cukup banyak membersihkan semua keraguan, apapun, bahwa Anda
mungkin telah memendam mengenai faktor-faktor yang membedakan yang mengatur
eksokrin dan endokrin kelenjar dalam tubuh manusia terpisah. Kelenjar tertentu
melakukan baik eksokrin dan endokrin berfungsi sebagai mereka mengeluarkan kedua
hormon dan enzim non hormon. Contoh menonjol seperti kelenjar double- fungsi
meliputi lambung ( sekresi eksokrin = asam lambung, sekresi endokrin = ghrelin ) dan
pankreas ( sekresi eksokrin pankreas = jus, sekresi endokrin = insulin ).
Kelenjar eksokrin
I. Klasifikaasi kelenjar
Berdasarkan pemanfaatan hasil kelenjarnya secara garis besar dibedakan
menjadi kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Krin berasal dari kata krinos yang
berarti memisahkan atau menghasilkan. Kelenjar eksokrin dimaksudkan untuk kelenjarkelenjar yang biasanya mempunyai saluran keluar untuk mengangkut hasil kelenjarnya

yang selanjutnya bermuara pada permukaan dalam dan luar tubuh. Apabila hasilnya
diangkut oleh pembuluh darah atau pembuluh limfa, maka kelenjar demikian
dimasukkan kedalam kelenjar endokrin atau kelenjar hormon. Karena kelenjar hormon
tidak memiliki saluran keluar kadang-kadang dinamakan juga sebagai kelenjar buntu
dan hasilnya dinamakan hormon. Namun bagi beberapa kelenjar endokrin yang tidak
mempunyai saluran keluar tidak dapat dimasukkan sebagai kelenjar hormon.
Kedua jenis kelenjar yang disebutkan diatas kesemuanya berasal dari membran
epitel yang menutupi permukaan,yang pada suatu saat tumbuh masuk ke dalam
jaringan pengikat dibawahnya. Kelompok sel-sel epitel yang mengadakan invasi
tersebut selanjutnya memperbanyak diri dan berdiferensasi untuk membentuk kelenjar.
Biasanya

dalam

pembentukan

kelenjar

eksokrin

masih

tetap

dipertahankan

hubungannya dengan epitel permukaannya, sedang untuk kelenjar endokrin sudah


tidak lagi berhubungan.
Pada bagian ini yang akan dibahas adalah mengenai kelenjar eksokrin.
II.

Pengertian
Kelenjar eksokrin : adalah kelenjar tubuh yang dapat melepaskan sekret melalui

saluran kelenjar (duktus ekskretorius), misalnya kelenjar ludah atau langsung dalam
rongga alat berdekatan,
misalnya pada kelenjar dinding usus. Getah dari kelenjar eksokrin biasanya berupa
lendir atau lilin selain itu sekret yang dihasilkan juga dapat berupa enzim,keringat, atau ludah
bahkan ada juga yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan sekret berupa racun. Sel-sel yang
menghasilkan sekret tersebut dinamakan eksokrinosit. Kelenjar eksokrin uniseluler,
misalnya : sel goblet ( sel penghasilmukus pada usus halus dan saluranpencernaan ). Kelenjar
ini mempunyai saluran keluar untuk mengangkut hasil kelenjarnya dan selanjutnya
bermuara pada permukaan dalam dan luar tubuh. Kelenjar eksokrin dapat digolongkan
menurut dasar tertentu. Kelenjar eksokrin dapat dibedakan menurut jumlah sel, jenis
sekret dan cara sekretori.
III.

Pembagian kelenjar eksokrin


Kelenjar eksokrin dapat digolongkan berdasarkan 3 cara yaitu : Berdasarkan

jumlah sel, jenis sekretori dan cara sekretori.

1.

Berdasarkan jumlah sel


Berdasarkan jumlah sel yang menyusunnya, maka kelenjar eksokrin dapat digolongkan
ke dalam:
1.a Uniseluler
Kelenjar ini hanya tersusun oleh 1 sel. atau sel cangkir atau goblet cell.Kelenjar jenis
ini tidak memiliki saluran keluar, karena biasanya terdapat pada epitel permukaan,
misalnya pada epitel usus sebagai sel piala.
1.b Multiseluler
Terdiri atas banyak sel, umumnya membentuk kelenjar. Berdasarkan letak kelenjarnya
terhadap epitel permukaan, maka jenis kelenjar ini dibedakan menjadi :
1.b.1 Kelenjar intraepitelial, yaitu membentuk kelompok sel kelenjar pada epitel
permukaan tanpa saluran kelenjar. Kelenjar jenis ini dapat dijumpai pada epitel selaput
lendir lambung dan rongga hidung.
1.b.2 Kelenjar ekstraepitelial, jenis kelenjar ini merupakan kelenjar yang terdapat dalam
jaringan pengikat. Jenis kelenjar ini dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu :

Pars secretoria, yaitu bagian yang menghasilkan sekret.

Ductus excretorius, yaitu saluran yang menampung sekret dari pars secretoria.
Berdasarkan jumlah lapisan sel epitel pars secretorianya dapat dibedakan menjadi
kelenjar:

monoptyche, yang terdiri atas satu lapis sel (misalnya kelenjar keringat) dan
kelenjar polyptyche, yang terdiri atas beberapa lapis sel (misalnya glandula sebacea).
Dengan memperhatikan bentuk pars secretoria dan ductus excretorius dalam tubuh
dikenal berbagai jenis kelenjar yaitu :
1)

Kelenjar tubuler sederhana yang berbentuk pipa (simple tubular gland). Kelenjar
tubuler dapat dibagi lagi menjadi:

a.

Kelenjar tubuler lurus (kelenjar usus besar).

b.

Kelenjar tubuler bergelung (glandula subdorifera).

c.

Kelenjar tubuler bercabang (glandula uterina).

2)

Kelenjar

tubuloalveoler

sederhana

(simple

tubuloalveoler

gland)

Kelenjar ini selalu bercabang (glandula submandibularis, glandula duodenalis brunneri).

3)

Kelenjar alveolar sederhana yang berbentuk sebagai labu (simple alveolar gland)
Contoh kelenjar ini yaitu glandula sebacea yang terdapat pada kulit dan merupakan
kelenjar polyptyche yang mempunyai modifikasi pada kelopak mata sebagai glandula
meibomi yang termasuk sebagai kelenjar alveolar sederhana bercabang .

4)

Kelenjar tubuler kompleks (compound tubular gland). Kelenjar ini mempunyai pars
secretoria berbentuk tubuler dengan saluran keluarnya yang bercabang dan akhirnya
bermuara dalam satu saluran utama contohnya testis.

2.

berdasarkan jenis sekret


Berdasarkan sifat sekretnya, kelenjar eksokrin dapat dibedakan menjadi :

(1)

kelenjar

sitogen, yaitu kelenjar yang menghasilkan sel-sel sebagai sekretnya (misalnya testis
dan ovarium) dan (2) kelenjar nonsitogen, yaitu kelenjar yang hasilnya tidak mengandung
sel-sel. Kelenjar nonsitogen ini dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian yaitu :
2.a) kelenjar sereous atau kelenjar serosa.
Sekret kelenjar serosa bersifat encer, jernih yang berbentuk sebagai albumin.
Terkadang sekret tersebut mengandung enzim seperti pada kelenjar pancreas dan
parotis. Sel kelenjar serosa berbentuk pyramidal dengan inti berbentuk bulat yang
terletak agak ditengah. Butir-butir sekretoris bersifat asidofil. Di bagian basal sel
terdapat granular endoplasmis reticulum sehingga pada pengamatan dengan mikroskop
cahaya, tampak gambaran yang bergaris-garis. Contoh pada kelenjar pankreas,
kelenjar parotis.
2.b) Kelenjar mukosa atau mukus.
Sekret kelenjar mukosa bersifat kental. Bentuk sel kelenjarnya piramidal dengan bagian
puncahnya berisi tetes-tetes bahan musinogen atau premusin sebagai bahan
pembentuk lendir. Inti sel berbentuk gepeng terdesak di daerah basal. Apabila premusin
telah dilepaskan oleh sel kelenjar, maka bahan tersebut berubah menjadi mukus lendir.
Diantara kelenjar-kelenjar yang termasuk jenis ini , ada yang berbentuk uniseluler yaitu
sel Piala.
2.c) sereo mukus atau kelenjar campuran.
Merupakan kelenjar campuran dari sel-sel kelenjar mukosa dan serosa. Kadangkadang sel serosa terdesak oleh sel mukosa sehingga membentuk gambaran bulan

sabit yang dinamakan demiluna gianuzzi. Contoh dari kelenjar ini adalah glandula
submandibularis dan glandula sublingualis.
3.

berdasarkan cara sekresi


Berdasarkan cara sekresinya, dikenal tiga macam kelenjar yaitu :
3.a merokrin
Kelenjar merokrin adalah kelenjar yang bahan getahannya saja yang digetahkan,
sedangkan selnya sendiri tetap ada. Pada saat sekresi tidak akan terjadi kerusakan
pada selnya ataupun tidak ada bagian sel yang ikut disekresikan (glandula subdorifera).
sekresi dilakukan dengan eksositosis.contoh dari kelenjar ini adalah kelenjar ludah dan
pancreas.
3.b apokrin.
Kelenjar jenis ini pada saat sekresi, ada sebagian dari puncak sel ikut bersama-sama
disekresikan sehingga tampak adanya tonjolan-tonjolan di bagian pucak sel kelenjar
(glandula axillaris dan glandula circumanale). Misalnya pada kelenjar peluh. Kelenjar
peluh khusus terletak pada ketiak dan organa genetalia luar, yang mana ia aktif setelah
akil baligh. Jika peluh yang digetahkan mengalami dekomposisi bakteri, maka
sekretnya akan menghasilkan bau.
3.c holokrin.
Kelenjar yang sel-selnya ikut digetahkan bersamaan dengan getahnya. Kelenjar jenis
ini akan mengalami kerusakan pada waktu melangsungkan sekresi sehingga sekretnya
bercampur dengan bagian sel yang telah mati (glandula sebacea).

IV.
1.

Daftar gambar

Kelenjar eksokrin uniseluler

http://blog.dearbornschools.org/renkom/files/2010/10/goblet-cell.jpg
2.

Kelenjar tubuler sederhana yang berbentuk pipa (simple tubular gland)

http://www.ionsclub.com/col//images/rsgallery/original/hist/simple%20tubular
%20glands.jpg
3.

Kelenjar tubuler lurus / straight tubular gland

http://www.lab.anhb.uwa.edu.au/mb140/CorePages/Epithelia/images/arec010vg.jpg
4.

Kelenjar tubuloalveoler sederhana (simple tubuloalveoler gland)

http://www.kumc.edu/instruction/medicine/anatomy/histoweb/glands/small/Glan1
3s.JPG

5.

Kelenjar alveolar sederhana yang berbentuk sebagai labu (simple alveolar


gland)

http://farm3.static.flickr.com/2561/4131688599_f878db6a0a.jpg
6.

Kelenjar tubuler kompleks (compound tubular gland)

http://education.vetmed.vt.edu/Curriculum/VM8054/Labs/Lab4/IMAGES/SPITDUCT
.JPG
7.

Kelenjar mukosa (bagian kiri) dan kelenjar serosa (bagian kanan)

http://www.anatomyatlases.org/MicroscopicAnatomy/Images/Plate182.jpg
8.

Kelenjar seromukus (kelenjar campuran)

http://www.bu.edu/histology/i/10204hoa.jpg
9.

Kelenjar merokrin

(http://www.lab.anhb.uwa.edu.au/mb140/CorePages/Integumentary/Images/swa020he.j
pg
10. Kelenjar holokrin

http://farm4.static.flickr.com/3224/2368936477_d81535d867.jpg

SISTEM ENDOKRIN
Pada tubuh manusia terdapat dua jenis kelenjar, yaitu kelenjar endokrin dan kelenjar
eksokrin. Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang tidak memiliki saluran dan
mensekresikan hormon yang dihasilkannya langsung ke aliran darah. Kelenjar eksokrin
adalah kelenjar yang memiliki saluran untuk hasil sekresinya. Contoh kelenjar eksokrin
adalah kelenjar ludah, kelenjar mamae, dan kelenjar keringat.
Hormon disekresikan langsung ke dalam aliran darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh.
Hormon yang dialirkan akan ditangkap oleh reseptornya yang spesifik terhadap hormon
tersebut.
Beberapa kelenjar juga dapat berfungsi sebagai kelenjar eksokrin seperti ovarium dan
testis yang berfungsi ganda sebagai kelenjar endokrin untuk mengeluarkan hormon dan
sebagai kelenjar eksokrin untuk mengeluarkan ovum dan sperma. Beberapa organ
seperti lambung, intestinum, dan jantung juga memproduksi hormon, walaupun bukan
sebagai fungsi utamanya.
Beberapa kelenjar endokrin dalam tubuh manusia:
1. Kelenjar pituitari
2. Kelenjar pineal
3. Kelenjar tiroid
4. Kelenjar paratiroid
5. Kelenjar adrenal
6. Pankreas
7. Kelenjar seks
8. Kelenjar lainnya

1. Kelenjar Pituitari

Kelenjar pituitari atau kelenjar hipofisis terletak di bawah hipotalamus. Kelenjar pituitari
disebut juga sebagai kelenjar master karena membantu mengatur sekresi kelenjar
endokrin lainnya. Kelenjar pituitari merupakan kelenjar kecil berbentuk seperti biji

kacang pea dengan diameter sekitar 1 cm. Kelenjar pituitari memiliki dua bagian yaitu
lobus anterior dan lobus posterior.

Hormon-hormon yang dihasilkan oleh lobus anterior (adenohipofisis) hipofisis:


a. Hormon pertumbuhan (GH, growth hormone).
Hormon GH berfungsi dalam meumbuhan tulang, otot, dan organ lainnya. Hormon ini
sangat mempengaruhi tinggi badan seseorang. Kekurangan hormon ini dapat
menyebabkan seseorang menjadi berukuran kerdil, sebaliknya kelebihan hormon ini
menyebabkan gigantisme (pertumbuhan berlebih).
b. Hormon perangsang tiroid (TSH, thyroid stimulating hormone).
Hormon TSH atau tirotropin merangsang kelenjar tiroid untuk mensekresikan hormon
tiroid.
c. Hormon adrenokortikotropik (ACTH).
Hormon ACTH merangsang bagian korteks kelenjar adrenal untuk mensekresikan
hormon kortisol.
d. Hormon gonadotropik.
Hormon gonadotropik merangsang kelenjar seks (gonad) atau ovarium dan testis untuk
mengatur perkembangan, pertumbuhan, dan fungsi organ tersebut.
e. Hormon prolaktin.
Hormon prolaktin merangsang perkembangan jaringan kelenjar susu selama kehamilan
dan menstimulasi produksi susu setelah kelahiran bayi.
Hormon-hormon yang dihasilkan lobus posterior hipofisis:
a. Hormon antidiuretik (ADH).
Hormon antidiuretik atau lebih dikenal dengan nama aspresin berfungsi mengatur
penyerapan air oleh ginjal sehingga urin yang dihasilkan memiliki kadar air rendah. Hal
ini penting untuk menjaga kadar air dalam tubuh.
b. Hormon oksitosin.
Hormon ini merangsang terjadinya kontraksi pada dinding uterus. Selain itu hormon ini
juga menstimulasi pengeluaran susu dari kelenjar susu (mamae)

2. Kelenjar Pineal

Kelenjar pineal memiliki bentuk seperti kerucut. Kelenjar pineal terdiri atas sebagian sel
saraf dan sel pinealosit yang dapat mensekresikan hormon melatonin. Adanya hormon
melatonin akan mempengaruhi perkembangan reproduksi dan siklus fisiologi seharihari.

3. Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid terdapat di leher. Kelenjar tersebut memiliki dua lobus, tiap lobus berada
di sisi trakea, tepat berada di bawah laring atau kantung suara. Kelenjar tiroid
memproduksi hormon tiroksin dan kalsitonin. Hormon kalsitonin berfungsi mengurangi
kadar kalsium darah.

4. Kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid terdapat di permukaan posterior dari kenjar tiroid. Kelenjar paratiroid
mensekresikan hormon paratiroid atau paratohormon. Hormon paratiroid berfungsi
untuk meningkatkan kadar kalsium darah.

5. Kelenjar Adrenal

Kelenjar adrenal atau kelenjar suprarenal terdapat di atas ginjal. Kelenjar terdiri atas
bagian luar yang disebut korteks dan bagian dalam yang disebut medulla.
Bagian korteks adrenal mensekresikan hormon steroid yang berfungsi mengatur
metabolisme tubuh.
Bagian medulla adrenal mensekresikan hormon epinefrin dan norepinefrin yang
berfungsi untuk merespon rangsangan dari sistem saraf simpatik terutama dalam
kondisi tertekan

6. Pankreas

Pankreas merupakan organ yang terletak transversal sepanjang dinding abdominal,


posterior ke lambung dan memanjang dari daerah duodenum ke limpa. Sebagai
kelenjar endokrin, pankreas mensekresikan hormon glukagon dan insulin. Hormon
glukagon berfungsi menaikkan kadar gula darah, sebaliknya, hormon insulin berfungsi
menurunkan kadar gula darah.
Pankreas juga berfungsi sebagai kelenjar eksokrin yaitu dengan mensekresikan enzim
pencernaan.

7. Kelenjar seks (Gonad)

Gonad merupakan organ reproduksi (seks) utama, terdiri atas testis pada pria dan
ovarium pada wanita. Selain sebagai kelenjar eksokrin untuk menghasilkan sperma,
testis juga berperan sebagai kelenjar endokrin dalam mensekresikan hormon
testosteron (androgen). Ovarium juga selain menghasilkan ovum, juga berperan
mensekresikan hormon estrogen dan progesteron.
Kedua hormon tersebut sudah mulai mensekresikan hormon sejak tahap fetus, namun
baru berfungsi aktif ketika memasuki masa puber. Kedua hormon tersebut akan
mengatur pertumbuhan dan perkembangan struktur reproduksi. Pada hal tersebut
tampak pada pembesaran suara, pertumbuhan rangka dan otot, pertumbuhan rambut

tubuh, dan meningkatnya hasrat seksual pria. Pada wanita, terjadi perkembangan
payudara, distribusi lemak di pinggul,kaki,dan payudara. Hormon progesteron dan
estrogen juga mengatur berlangsungnya siklus menstruasi
8.Kelenjar lainnya

Sebagai tambahan, terdapat pula beberapa organ yang memiliki fungsi menghasilkan
hormon selain peran utamanya masing-masing. Peran tersebut mencakup timus,
lambung, intestinum, dan jantung
Timosin diproduksi oleh kelenjar timus, berperan penting dalam perkembangan sistem
imun tubuh. Mukosa pada lambung memproduksi hormon gastrin. Hormon ini
menstimulasi produksi asam hidroklorik dan enzim pepsin, yang digunakan untuk
pencernaan makanan. Mukosa usus halus mensekresikan hormon sekretin dan
kolesistokinin. Sekretin menstimulasi pankreas untuk memproduksi cairan kaya
bikarbonat yang menetralisir asam lambung. Kolesistokinin menstimulasi pankreas
untuk mensekresi enzim pencernaan. Jantung juga berperan sebagai organ endokrin
selain peran utamanya dalam memompa darah.
Sel khusus dalam dinding bilik jantung yang disebut atria dapat memproduksi hormon
yang disebut hormon atrial natriuretik atau atriopeptin yang berfungsi mengatur tekanan
darah dan keseimbangan cairan.

KELENJAR DAN FUNGSI ASAM LAMBUNG

Kelenjar pada dinding lambung ada dua, keduanya akan saya bahas kali ini. apa saja
kelenjar dinding lambung itu? Jawabnya ;
a. Endokrin
b. Eksokrin

Pengertian kelenjar lambung endokrin adalah kelenjar lambung yang berada pada
lapisan dalam kelenjar. Kelenjar lambung endokrin juga berfungsi dalam pembentukan
hormon gastris yang berperan dalam merangsang sekresi getah lambung.
adapun pengertian kelenjar lambung eksokrin adalah kelenjar lambung yang berada
pada lapisan luar.
Pada lapisan luar lambung dihasilkan asam lambung atau dengan rumus kimiawinya
HCl - asam klorida dengan pH antara 1-3.
fungsi asam lambung adalah sebagai berikut ;
1. membunuh kuman atau bakteri yang terdapat dalam makanan yang kita makan
2. merangsang kelenjar dinding usus untuk memproduksi getah usu seperti : sekretin,
enzim renin, dan lain-lain.
3. membantu dan merangsang buka tutupnya klep atau otot spinckler
4. mengaktifkan pepsinogen.

Sistem hormon Endokrinologi


April 21, 2013 by Sf. Eko Yulianto, S. Si
3

26 Votes

Sistem hormon adalah sistem yang tersusun dari penghasil hormon (kelenjar/glandula)
dan hormon itu sendiri. Hormon itu bentuknya cair yang dihasilkan oleh kelenjar.
Hormon merupakan senyawa kimia yang targetnya bisa berupa kelenjar lain atau suatu
jaringan tertentu.
kelenjar secara umum ada 2 macam, yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin.
kelenjar eksokrin didefinisikan sebagai kelenjar yang menghasilkan hormon yang
dikeluarkan tidak di darah, tetapi di permukaan suatu organ atau jaringan epitel.
Sedangkan kelenjar endokrin adalah kelenjar yang mengeluarkan hormon ke darah.
contoh dari kelenjar eksokrin adalah kelenjar di sekitar saluran pencernaan, kelenjar air
mata, kelenjar minyak di kulit. sedangkan kelenjar endokrin beberapa contohnya adalah
kelenjar pankreas, tiroid, paratiroid, adrenal.
Semuanya di atur oleh kelenjar utama yang disebut hipofisis atau pituitari. Kelenjar ini
terbagi dalam dua yaitu bagian posterior dan anterior pada beberapa sumber ada yang
menyebutkan ada bagian tengah yang disebu MSH yang menhasilkan MSH untuk
merangsang pembentukan pigmen kulit.
Kelenjar pituitari cara kerjanya adalah mempengaruhi kelenjar lain seperti
kelenjar tiroid, adrenal, dan kelamin. Untuk :
1. Adrenal maka dia akan mengeluarkan hormon ACTH (AdrenoChorTicotropik
Hormone) yang merangsang korteks adren (perhatikan kata kor saya cetak tebal
yang mengacu pada kata wilayah korteks dari adrenal

2. Tiroid maka dia akan mengeluarkan TSH (Tiroid Stimulating Hormone)

3. Kelenjar kelamin akan mengeluarkan FSH dan LH.

Namun bisa juga pituitari targenya tidak berupa kelenjar tetapi sebuah organ non
sekretoris seperti tubulus ginjal, dalam hal ini maka pituitari akan menghasilkan hormon
ADH Anti Diuretika hormon (diureitka>mengacu pada kata ureum >urin). dengan
bahasa yang mudah adalah anti urin/kencing, Saya beri istilah demikian karena
mekanisme hormon ini adalah mnegurangi kadar air pada urin sehingga jumlah urin
yang ditampung dalam kandung kemih jadi lebih sedikit.
Mekanisme detail kerja ADH adalah meningkatkan permeablitas membran pada tubulus
ginjal, artinya air yang diserap pada proses reabsoprsi jadi lebih banyak. Jika
kekurangan hormon ini maka urin yang dibentuk akan banyak akibatnya jika ini seorang
siswa yang sedang belajar di kelas maka dia akan sering minta izin kepada gurunya
untuk meninggalkan kelas dan segera menuju ke kamar kecil.
Kemudian bagaimanan dengan pankreas dan adrenalin. Keduanya berkaitan dengan
sistem limbik tentunya yaitu sistem yang berkaitan dengan memori dan nafsu.
untuk memahami dan menghafal bermacam-macm kelenjar, hormon dan fungsinya klik
link berikut ini
atau di http://konsepbiologi.wordpress.com/2013/04/18/cara-mengerti-dan-menghafalberbagai-macam-hormon-beserta-fungsinya/
Share this:

Kelenjar Endokrin
Kelenjar Endokrin

A. Pengertian
Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang
menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk

memengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan" dan


dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan
menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak
memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan kelenjarkelenjar lain dalam saluran gastroinstestin.
Kelenjar endokrin juga disebut kelenjar buatan . Karena kelenjar endokrin tidak
mempunyai saluran khusus tetapi langsung ke pembuluh darah, tidak ke dalam rongga
tubuh. Cabang kedokteran yang mempelajari kelainan pada kelenjar endokrin disebut
endokrinologi, suatu cabang ilmu kedokteran yang cakupannya lebih luas dibandingkan
dengan penyakit dalam.
B. Macam-macam Kelenjar Endokrin
a.

Kelenjar Hipofisis (pituitari)


Merupakan kelenjar endokrin terbesar yang terletak pada lekukan tulang
selatursika di bagian tengah tulang baji. Pituitari dapat mengkontrol kelenjar endokrin
lainnya sehingga sering disebut master of glands (raja dari semua kelenjar). Kelenjar
hipofise berukuran tidak lebih besar dari kacang tanah terletak terlindung di dasar
tengkorak. Kelenjar ini terbagi atas 2 bagian, bagian depan dan bagian belakang.
Bagian belakang merupakan kelanjutan dari hiPotalamus (bagian dari otak). Kelenjar ini
menghasilkan hormon pertumbuhan (growth hormone), hormon perangsang tiroid
(TSH), perangsang gonad (FSH), dan lain-lain. Hormon pertumbuhan banyak dihasilkan
selama masa pertumbuhan, tetapi menurun setelah manusia mencapai usia dewasa.
Jika hormon itu dihasilkan dalam jumlah berlebih selama masa pertumbuhan, akan
didapatkan anak menjadi sangat tinggi. Kelenjar hipofisis terdiri dari tiga lobus, yaitu
lobus anterior (depan), lobus intermediet (tengah), dan lobus posterior (belakang).
Bagian anterior menghasilkan hormon pertumbuhan, prolaktin, tirotropin, kortikotropin,
endorfin, dan hormon seks. Sedangkan pada bagian posterior menghasilkan hormon
antidiuretik (ADH) dan oksitosin.Sekresi hormon dari kelenjar pituitari ini dipengaruhi
oleh faktor emosi dan perubahan iklim.

a.

Kelenjar hipofisis lobus anterior


Menghasilkan bemacam-macam hormon pengatur dan beberapa hormon yang lain
yaitu :

1)

Hormon adrenokortikotropik (ACTH)


Berfungsi mengontrol sekresi beberapa hormon oleh korteks adrenal.

2)

Hormon tiroid (TSH)


Berfungsi mengontrol sekresi hormon oleh kelenjar tiroid

3)

Hormon somatotrof (STH)


Berfungsi menstimulasi pertumbuhan sel tubuh dan anabolisme protein.

4)

Hormon gonadotropin terdiri dari :


Follicle Stimulating Hormon (FSH)
Pada wanita, berfungsi merangsang perkembangan folikel pada ovarium dan sekresi
estrogen. Sedangkan pada pria, berfungsi menstimulasi testis untuk menghasilkan
sperma.

Luteinizing Hormon (LH)


Pada wanita, bersama dengan estrogen berfungsi menstimulasi ovulasi dan
pembentukan progesteron oleh korpus luteum pada ovarium. Sedangkan pada pria,
berfungsi menstimlasi sel-sel interstisial pada testis untuk berkembang dan
menghasilkan testosteron.

5)

Hormon prolaktin (LTH)


Berfungsi untuk memelihara sekresi susu oleh kelenjar susu.

b.

Kelenjar Hipofisis Lobus Intermediet


Menghasilkan Melanocyte Stimulating Hormon (MSH) yang berfungsi mengatur
perubahan warna kulit.

c.

Kelenjar Hipofisis Posterior


Menghasilkan beberapa hormon yaitu sebagai berikut:

1)

Hormon Antidiuretik (ADH)


Disebut juga vasopressin, berfungsi menurunkan volume urine dan meningkatkan
tekanan darah.

2)

Hormon Oksitoksin
Berfungsi menstimulasi kontraksi sel otot polos pada rahim wanita hamil sebelum
melahirkan dan menstimulasi kontraksi sel-sel kontraktil kelenjar susu agar
mengeluarkan air susu.
Fungsi Kelenjar Hipofisis :
Memengaruhi pertumbuhan tulang panjang
Memengaruhi aktivitas kelenjar tiroid, adrenal, dan sekresi susu.
Mempercepat pertumbuhan
Mengatur keseimbangan air.

b.

Kelenjar Tiroid (Kelenjar Gondok)

Kelenjar tiroid terletak di leher bagian depan di sebelah bawah jakun, Kelenjar ini
berfungsi untuk mengatur kecepatan tubuh membakar energi, membuat protein dan
mengatur kesensitifan tubuh terhadap hormon lainnya. Kelenjar tiroid dapat distimulasi
dan menjadi lebih besar oleh epoprostenol. Fungsi tiroid diatur oleh hormon
perangsang tiroid (TSH) hipofisis, dibawah kendali hormon pelepas tirotropin (TRH)
hipotalamus melalui sistem umpan balik hipofisis-hipotalamus. Faktor utama yang
mempengaruhi laju sekresi TRH dan TSH adalah kadar hormon tiroid yang bersirkulasi
dan laju metabolik tubuh. Produksi hormon yang berlebihan dapat menyebabkan gejala
jantung berdebar, yang bila berlarut-Iarut akan melemahkan jantung, banyak keringat
dan berat badan turun, serta mata menonjol seperti ikan koki. Pembesaran tiroid yang
aktif disebut hot nodule dan yang tidak aktif disebut cold nodule. Kelenjar ini
menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut:
a.

Tiroksin dan Triodotironin

Berfungsi mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan, dan kegiatan sistem


saraf.
b.

Kalistonin
Berfungsi menurunkan kalsium dalam darah dengan cara mempercepat absorpsi
kalsium oleh tulang.

c.

Kelenjar paratiroid (kelenjar anak gondok)

Terletak di sebelah atas kelenjar tiroid. Kelenjar yang dihasilkan adalah


parathormon yang berfungsi mengatur kadar kalsium dalam darah. Kekurangan
parathormon akan menyebabkan kretinisme (kekerdilan), mixodema, yaitu kegemukan
(obesitas) yang luar biasa serta kecerdasan menurun. Sedangkan kelebihan
parathormon menyebabkan basedow, yaitu meningkatnya metabolisme, meningkatnya
denyut jantung, gugup, emosional, mulut ternganga, dan mata lebar (eksoftalmus),
serta menyebabkan batu ginjal. Ada 2 jenis sel dalam kelejar paratiroid, ada sel utama
yang mensekresi hormon paratiroid (PTH) yang berfungsi sebagai pengendali
keseimbangan kalsium dan fosfat dalam tubuh melalui peningkatan kadar kalsium
darah dan penuurunan kadar fosfat darah dan sel oksifilik yang merupakan tahap
perkembangan sel chief.
d.

Kelenjar epifisis
Kelenjar ini terdapat di otak bagian atas dan belum diketahui dengan pasti hormon yang
dihasilkan maupun fungsinya.

e.

Kelenjar timus
Kelenjar ini berfungsi menimbun hormon somatotrof dan setelah dewasa tidak berfungsi
lagi.

f.

Kelenjar adrenal

Kelenjar ini terdiri dari dua bagian:


a.

Bagian korteks adrenal, menghasilkan beberapa macam hormon:

1)

Mineralokortikoid, berfungsi mengontrol metabolisme ion anorganik.

2)

Glukokortikoid, berfungsi mengontrol metabolisme glukosa

3)

Adrogen, bersama hormon reproduksi (gonad) untuk menentukan sifat kelamin


sekunder pria.

b.

Bagian medulla adrenal, menghasilkan hormon adrenalin dan nonadrenalin yang


mempunyai fungsi:

1)

Memacu aktifitas jantung dan menyempitkan pembuluh darah kulit dan kelenjar
mukosa.

2)

Mengendurkan otot polos batang tenggorok sehingga melapangkan pernapasan.

3)

Mengubah glikogen menjadi glukosa dalam hati.

4)

Bersama insulin mengatur kadar gula darah.

g.

Kelenjar kelamin
Kelenjar kelamin dibedakan menjadi kelenjar kelamin pria dan kelenjar kelamin wanita.

a.

Kelenjar kelamin pria (testis) menghasilkan hormon testosterone yang berpengruh


terhadap pertumbuhan sekunder pada pria dan berfungsi mempertahankan proses
spermatogenesis.

b.

Kelenjar kelamin wanita (ovarium) menghasilkan hormon estrogen dan progesterone


yang berpengaruh terhadap pertumbuhan kelamin sekunder wanita.

h.

Kelenjar langerhans (pankreas)


Kelenjar langerhans menghasilkan dua macam hormon :

a.

b.
i.

Hormon insulin, berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen di dalam hati dan otot
sehingga mengurangi kadar gula dalam darah. Kekurangan hormon insulin
menyebabkankan diabetes mellitus (kencing manis).
Hormon glukagon, berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa.
Kelenjar pencernaan (kelenjar usus atau lambung)

a.

Kelenjar usus menghasilkan hormon sekretin yang befungsi merangsang sekresi


getah pankreas dan hormon kolesistokinin yang merangsang sekresi getah empedu.

b.

Kelenjar lambung menghasilkan hormon gastrin yang merangsang sekresi getah


lambung.

C.

Kelainan Sistem Endokrin

a.

Kekurangan tiroksin mengakibatkan badan seseorang menjadi kerdil yang biasa


disebut kretinisme.

b.

Kelebihan tiroksin mengakibatkan tangan seseorang menjadi keringetan dan mata


keluar yang biasa disebut basedowi
c.

Pada orang dewasa kekurangan hormon tiroksin mengakibatkan gondok

d.

Kekurangan hormon somatropin mengakibatkan kekerdilan atau dwarftisme

e.

Kelebihan hormon somatropin mengakibatkan gigantisme (raksaksa)

f.

Pada orang dewasa mengakibatkan akromegali yaitu penebalan tulang pipih.

Sistem endokrin pada ikan


Sistem Endokrin
Pengertian
Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar endokrin. Kelenjarendokrin
mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon.Hormon merupakan senyawa
protein / senyawa steroid yang mengatur kerja proses fisiologis tubuh.Hormon bekerja
sama dengan system syaraf untuk mengatur pertumbuhan, dan tingkah keseimbangan
internal, reproduksi dan tingkah laku. Kedua system tersebut mengaktifkan sel untuk
berinteraksi satu dengan yang lain dengan menggunakan messenger
kimia.Kelenjar endokrin menggunakan messenger kimia yaitu hormon yang diedarkan

oleh system trasnportasi (darah), dan mempengaruhi sel target yang ada diseluruh
tubuh.
Kerja system endokrin lebih lambat dibandingkan dengan system syaraf, sebab untuk
mecapai sel target hormon harus mengikuti aliran system transportasi. Sel target
memiliki receptor sebagai alat khusus untuk mengenali impuls / rangsang. Ikatan antara
receptor dengan hormon di dalam atau di luar sel target, menyebabkan terjadinya
respons pada sel target.
Mesenger kimia dalam system neuron adalah
neurotransmitter. Neurotransmitter bergerak dalam sel syaraf dan pindah ke sel syaraf
berikutnya melalui celah sinapsis, hingga sampai pada receptor sel target.
Sistem endokrin dipelajari dalam cabang ilmu endokrinologi
Tabel perbedaan antara kelenjar endokrin dengan kelenjar eksokrin
No

Kelenjar endokrin

Kelenjar eksokrin

Mensekresikan hormon

Mensekresikan enzim

Disebut kelenjar buntu karena tidak


memiliki saluran

Memiliki saluran tempat yang mengalirkan


hasil sekresinya kelokasi tertentu

Hormon disekresikan dalam jumlah


sedikit

Enzim disekresikan dalam jumlah banyak

Hormon disekresikan setiap saat

Disekresikan saat tertentu

Tabel perbedaan antara antara system syaraf dengan system endokrin


No

Sistem syaraf

Sistem endokrin

Respons terhadap rangsang cepat

Respons terhadap rangsang lambat

Pembawa impuls adalah neuron

Pembawa impuls adalah aliran darah

Responsnya langsung terhadap rangsang Responnya tidak langsung


dari luar
terhadaprangsang dari dalam

Tabel persamaan antara system syaraf dengan system endokrin


No
1

Sistem syaraf
Membantu mengatur dan

Sistem endokrin
Membantu mengatur dan memelihara

memeliharahomeostasis

homeostasis

Mensekresikan messenger kimiawi


neurohumor

Mensekresikan messenger kimiawi


hormon

Jenis hormon berdasarkan senyawa kimia penyusunnya


1. Hormon Peptida
Hormon peptida dibentuk dari senyawa asam amino. Hormon peptida berikatan dengan
permukaan receptor sel target pada bagian permukaan dan tidak pernah masuk ke
dalam sel.
Ikatan antara hormon dengann receptor sel target akan mengaktifkan enzim yang
memacu pembentukan daur AMP dari ATP. Siklus AMP mengaktifkan enzim-enzim lain
yang belum aktif
2. Hormon steroid
Hormon steroid dibentuk dari kolesterol yang larut dalam darah. Kerja dari hormone
steroid dengan cara masuk kedalam sitoplasma sel target. Ikatan antara hormone
dengan receptor sel target kemudia masuk ke dalam nucleus, berikatan dengan benang
kromatindan mengaktifkan gen-gen tertentu. Gen (DNA) berisi informasi
untuk memproduksi protein. Protein dibentuk ketika gen-gen telah aktif.
Kerja hormon steroid lebih lambat dibandingkan hormon peptida, karena waktu yang di
butuhkan untuk memproduksi protein baru sepertinya berlawanan mengaktifkan protein
yang sudah ada
Berdasarkan aktifitasnya kelenjar endokrin dibedakan atas:
1. Kelenjar endokrin yang bekerja sepanjang hayat
Contoh: kelenjar tiroid, paratiroid, kelenjar pulau-pulau langerhans, dan kelenjar timus
2. Kelenjar endokrin yang bekerja dimulai masa tertentu
Contoh: Kelenjar kelamin (kelenjar gonad)
3. Kelenjar endokrin yang bekerja sampai masa tertentu
Contoh: kelenjar kelamin perempuan

Tabel nama dan letak kelenjar endokrin dalam tubuh.


No

kelenjar

Nama Lain

Letak

hipofisis

Kelenjar pituitari

Dibagian dasar cerebrum, dibawah


hipotalamus

Tiroid

Kelenjar gondok

Didaerah leher dekat jakun

Paratiroid

Kelenjar anak gondokDibagian (dorsal) belakang dari kelenjar


tiroid

Kelenjar
pankreas

Kelenjar pulau-pulau Dekat lambung


langerhans

Kelenjar
gonad

Kelenjar kelamin

Kelenjar
adrenalin

Kelenjar supra renalisDi atas ginjal

Kelenjar timusKelenjar kacangan

Laki-laki : testis
Perempuan: ovarium

Di daerah dada

Hypothalamus
Hipotalamus adalah bagian dari otak besar yang mengatur homeostasis tubuh dengan
pengaturan bagian dalam tubuh seperti detak jantung, suhu tubuh, keseimbangan air
dan sekresi dari kelenjar pituitary.
Kelenjar Pituitari (kelenjar hipofisis)
Nama Lain: Master of glands sebab menghasilkan berbagai hormone yang berfungsi
mengatur kerja kelenjar endokrin lainnya.
Bentuk dan ukuran: Lonjong sebesar biji kacang kapri
Letak: Dibawah hypothalamus
Kelenjar pituitary terdiri atas dua lobus. Hormon yang dihasilkan lobus posterior di
sintesis oleh neuron yang ada di hipotalamus. Sedangkan lobus anterior memproduksi
hormone dan mengeluarkannya.

Perhatikan diagram dibawah ini yang menggambarkan hubungan antara hipotalamus,


kelenjar pituitary dan masing-masing kelenjar yang mereka control.

Kelenjar pituitary lobus posterior


Lobus posterior dari kelenjar pituitary berisi ujung akson dari neuron yang memanjang
dari hipotalamus. Hormon disimpan di dalam dan dikeluarkan dari ujung akson yang
berada di lobus posterior dari kelenjar pituitary.
Oksitosin
Oksitosin merangsang kontraksi rahim untuk mendorong janin saat persalinan.
Oksitosin juga merangsang pengeluaran ASI dari kelenjar susu yang disebabkan
kontraksi sel-sel disekitarnya. Setelah kelahiran, isapan bayi pada
putting susu merangsang pengeluaran hormone oksitosin dari kelenjar pituitary bagian
posterior.
Antidiuretika Hormon (ADH)
Hormon antidiuretika meningkatkan permeabilitas dari tubulus kontortus distal dan
tubulus kolektifus dari nefron ginjal, sehingga volume urin menurun. Sekresi dari
hormone ADH mengontrol mekanisme efek timbal balik sebagai berikut:
Konsentrasi darah (kadar air sedikit) hipotalamus ADH reabsorbsi air,
menyebabkan darah menjadi lebih encer.
Jika darah terlalu encer, system sirkulasi akan merangsang jantung untuk menghasilkan
hormone atrial natriuretic (ANF). Hormon ini menghambat pengeluaranhormon ADH
dari kelenjar pituitary bagian posterior sehingga volume urin meningkat.
Alkohol merupakan zat yang memiliki kemampuan menghambat pengeluaran ADH,
sehingga ginjal meproduksi urin yang lebih encer(volume rin meningkat)
Kelenjar pituitary lobus anterior
Hipotalamus menghasilkan hormone yang dibawa dalam pembuluh darah menuju
bagian anterior dari kelenjar pituitary. Hormon ini digunakan untuk merangsang pituitary
untuk menghasilkan hormone-hormon lain.

Kelenjar pituitari menghasilkan lebih dari delapan hormon. Masing-masing hormon


dihasilkan sebagai respons terhadap hormon pelepas dari hipotalamus (hormon
releasing dari hiotalamus).
Pembeluh darah membawa hormon pelepas dari hipotalamus menuju kelenjar pituitari
melalui perantara yang disebut vena porta, sebab vena porta menghubungkan dua
ujung kapiler. Satu ujung kapiler terletak di dalam hipotamus, dan ujung lainya terdapat
bagian anterior kelenjar pituitari.
Hormon pelepas yang bersifat menghambat (hormone releasing inhibits) dihasilkan oleh
hipotalamus, yang berfungsi menghambat pengeluaran hormone pelepas yang
memacu (hormone releasing) seperti tersebut di atas.
Contoh:
Kelenjar pituitary merangsang pengeluaran hormon pertumbuhan (Growth hormone/
GH). Pengeluaran hormone GH di rangsang oleh hormone hormon pelepas
pertumbuhan (growth hormone releasing factor/ GHRF) yang dirpduksi oleh
hipotalamus. Selain itu terdapat juga hormone yang fungsinya berlawanan dengan
GHRF, yaitu hormone pelepas yang sifatnya menghambat (Growth hormone releasinginhibits factor. GHRiF) yang juga dihasilkan oleh hipotalamus.Dari delapan jenis
hormone yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary lobus anterior, 3 diantaranya memiliki
efek langsung pada tubuh, sedangkan 3 lainnya mengatur kelenjar-kelenjar endokrin
lainnya
Hormon lobus anterior dari kelenjar pituitary yang memberikan efek langsung ke
tubuh.
Hormon Pertumbuhan (Somatotropik hormone / STH) atau growth hormon
Hormon pertumbuhan berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel tubuh. Jika
hormone ini diproduksi dalam jumlah sedikit, akan menyebabkan kerdil (dwarfisme),
demikian sebaliknya jika produksi hormone ini berlebih akan menyebabkan
pertumbuhan raksasa (gigantisme).
Akromegali adalah kelainan genetik dimana hormone pertumbuhan terus diproduksi
sepanjang hayat. Kelainan akromegali ditandai pertumbuhan yang tidak seimbang pada
tulang jari tangan dan jari kaki, rahang atau tulang hidung. Semestinya pada orang
yang normal, hormone ini akan berhenti diproduksi pada usia 18 20 tahun.
Prolaktin

Prolaktin diproduksi dalam jumlah besar setelah proses kelahiran. Fungsi hormone
prolaktin adalah merangsang perkembangan kelenjar susu dan produksi ASI. Selain itu
hormone ini juga mempengaruhi proses metabolism lemak dan karbohidrat.
Melanosite-Stimulasing Hormon (MSH)
Hormon ini menyebabkan warna kulit ikan, amfibi dan reptile berubah-ubah. Pada
manusia melanosit stimulasing hormone berfungsi untuk merangsang sintesis pigmen
melanin
Hormon lobus anterior kelenjar pituitary yang mengatur kerja kelenjar endokrin
lain.
Kelenjar pituitary juga mengontrol kelenjar endokrin lain oleh sebab itu disebut dengan
istilah master of gland . Tiga jenis hormone yang dihasilkan kelenjar pituitary adalah:
Thyroid Stimulating Hormone (TSH) > Kelenjar thyroid > hormon thyroxin
Adrenocorticotropic Hormone (ACTH) > Kelenjar adrenal cortex >hormon cortisol
Gonadotropic Hormones (FSH and LH) > kelenjar ovaries and testes> Hormon
kelamin , mengontrol produksi sel kelamin.
a. Tiroid Stimulating hormone (TSH)
Fungsi mengendalikan sekresi hormon tiroksin oleh kelenjar gondok. Pengeluaran
hormone ini dipacu oleh hormone pelepas (thyrotropic releasing factor). Jika kadar TSH
tinggi menandakan tubuh kekurangan hormon tiroksin. Sekresi hormone tiroksi
berkurang biasanya disebabkan rendahnya kadar unsur yodium dalam darah. Hal ini
akan menyebabkan penyakit gondok (goiter)
b. Adenocorticotropic hormone (ACTH)
Fungsi merangsang bagian korteks kelenjar adrenal untuk mensekresikan hormone
glukokortikoid. Pengeluaran hormone ini dipacu oleh hormon pelepas (corticotrophin
releasing factor) yang dihasilkan oleh hipofisis.
c. Gonadotropic hormone ( FSH dan LH)
1. FSH (Folikel Stimulating Hormon)
Fungsi:

- Pada perempuan
Merangsang pertumbuhan dan perkembangan folikel dalam ovarium sehingga menjadi
folikel de graaf
- Pada laki-laki
Mengatur perkembangan testis dan merangsang spermatogenesis
2. Luteining Hormon
Fungsi:
a. Pada perempuan:
1. Mempengaruhi terjadinya ovulasi
2. Membentuk korpus luteum dari sisa folikel
3. Merangsang korpus luteum untuk mensekresikan hormon progesteron
b. Pada laki-laki
Merangsang sel-sel interstitial (sel-sel leydig) dalam testis untuk mensekresikan
hormone testosterone. Hormon LH pada laki-laki biasanya disebut juga ICSH (interstitial
stimulating hormone)
Penghambat Umpan Balik negatif
Sekresi hormone oleh kelenjar dikontrol oleh hipotalamus. Pengaturan pengeluaran
hormon melalui mekanisme negative umpan balik. Ketika jumlah hormone meningkat,
maka hormone tersebut akan menghambat hipotalamus dan pituitary lobus anterior
akibatnya produksi hormone menjadi menurun.

Kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid menghasilkan hormone tiroksin (disebut T4 karena didalam hormone ini
berikatan 4 molekul yodium), dan triiodothyronin (disebut juga T3 karena di dalam
hormone berisi 3 molekul iodine).

Antara T4 dan T3 memiliki kesamaan efek pada sel target. Dalam sebagian besat
jaringan target, T4 dapat dikonversi menjadi T3. T4 dan T3 mempengaruhi kecepatan
metabolism, pertumbuhan, dan perkembangan. Produksi hormone tiroksin diatur
melalui mekanisme negative umpan balik dimana hormone tersebut menghambat
hipotalamus untuk merangsang kelenjar tiroid

Hipotyroidisme terjadi bila kelenjar tiroid menghasilkan hormone tiroksin dalam jumlah
sedikit. Pada orang dewasa dampak yang ditimbulkan adalah letargi mental, dan
penambahan berat badan. Pada anak-anak menyebabkan kretinisme dengan
karakteristik kerdil (dwarfisme) retardasi mental, dan kurang matang seksual.
Hipertyroidisme terjadi bila konsentrasi hormone T3 dan T4 meningkat. Hal tersebut
mengakibatkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan penurunan berat badan.
Unsur yodium dibutuhkan untuk menyusun hormone tiroksin. Defisiensi dari unsure
yodium mencegah pembentuk hormone tiroksin oleh kelenjar tiroid. Keadaan tersebut
mengakibatkan berlebihnya tirois stimulating hormone yang diproduksi oleh kelenjar
pituitary lobus anterior. bagian anterior. Kekurangan unsure yodium dalam jangka waktu
lama berakibat penyakit gondok (goiter) yang ditandai dengan semakin membesarnya
kelenjar gondok.
Kalsitonin
kelenjar tiroid juga menghasilkan hormone kalsitonin yang merangsang penyimpanan
kalsium dalam tulang. Kerja hormone ini berlawanan dengan hormone yang
disekresikan oleh kelenjar paratiroid, perhatikan diagram dibawah ini!
Produksi hormone kalsitonin tidak diatur oleh kelenjar pituitary lobus anterior. Sekresi
hormone ini dirangsang oleh tingginya kadar kalsium dalam darah
Kelenjar paratiroid
Kelenjar paratiroid berjumlah 4 buah terletak dipermukaan posterior dari kelenjar tiroid.
Kelenjar ini mensekresikan hormone paratiroid (PTH) yang meningkatkan kadar ion Ca
dalam darah. Jaringan tulang merupakan tempat timbunan ion kalsium. Hormon
paratiroid merangsang pengeluaran ion calcium dari tulang untuk meningkatkan kadar
calcium darah.
Hormon paratiroid juga meningkatkan reabsorbsi ion kalsium di ginjal sehingga kadar
ion kalsium dalam urine menurun. Hormon paratiroid ini juga mengaktifkan vitamin D

yang meningkatkan reabsorbsi ion kalsium dari bahan makanan dalam saluran
pencernaan.
Sekresi dan pengaturan kadar ion kalsium dalam darah tidak dibawah kendali
hipotalamus atau kelenjar pituitary)
Adrenal Cortex
Lapisan terluar dari kelenjar adrenalin disebut korteks adrenal. Bagian ini menghasilkan
tiga jenis hormone steroid yaituGlukokortikoid, mineralokortikoid, dan sejumlah kecil
hormone kelamin. The outer layer of an adrenal gland is the adrenal cortex.
It produces three kinds of steroid hormones. These
areglucocorticoids, mineralocorticoids, and small amounts of sex hormones.
Glukokortikoid yang utama adalah kortisol, sedangkan mineralokortikoid yang utama
adalah aldosteron.
Cortisol (A Glucocorticoid)
Hormon glukokortikoid dihasilkan berupa tanggapan dalam keadaan stress. Hormon
kortisol dalam Glucocorticoids are produced in response to stress.
Hormon kortisol menimbulkan peningkatan kadar gula dalam darah dengan cara
merangsang hati untuk menghasilkan gula dari sumber non karbohidrat seperti protein
dan lemak dan melepas glukosa ke dalam darah.
Control umpan balik negative digambarkan pada diagram berikut:

Aldosterone (A Mineralocorticoid)
Pengeluaran hormone aldosteron tidak dibawah kendali kelenjar pituitary lobus
anterior. Kerja hormone aldosteron terutama untuk meningkatkan proses absorbs ion
Natrium dan ion kalium. Meningkatnya kadar ion natrium kontribusinya adalah adanya
penyimpanan air sehingga volume darah meningkat. Ketiadaan hormon aldosteron
menyebabkan ion natrium diekskresikan sehingga kadar ion natrium rendah akibatnya
volume darah menjadi berkurang dan tekanan darah menjadi rendah.
Meningkatnya volume darah dalam system peredaran merangsang jantung untuk
menghasilkan hormon atrial natriuretik faktor. Eks adrenal dan hormone ADH oleh
kelenjar pituitary lobus posterior yang menyebabkan ginjal mengeluarkan air dalam

jumlah banyak. Hilangnya air dan ion natrium memberikan kontribusi pada menurunnya
volume darah.

Kelenjar adrenal bagian medula


Kelenjar adrenal bagian medulla disusun dari modifikasi sel-sel neuron yang
mengeluarkan epinephrine dan norepinephrin (adrenalin dan noradrenalin) pada kondisi
stress.
Hormon-hormon ini akan dikeluarkan dalam menanggapi stress dan marangsang
tanggapanmemacu atau melemahkan pada syaraf simpatik. Akibatnya detak jantung
meningkat, aliran darah lebih cepat, dan saluran udara pernapasan melebar untuk
memudahkan masuknya oksigen ke paru-paru. Penambahan sejumlah glukosa dalam
darah meningkatkan pemakaian lebih banyak energy yang tersedia.
Pengeluarann hormon ini diatur oleh bagian tengah otak (termasuk hipotalamus)
melalui syaraf simpatik, bukan oleh hormone dari kelenjar pituitary.
Kelenjar kelamin (gonad)
Luteinizing hormone (LH) dan Folikel stimulating hormone (FSH) dari kelenjar pituitary
lobus anterior, merangsang kelenjar kelamin /gonad (ovarium dan testes).
LH merangsang testis untuk memproduksi beberapa bentuk dari hormone steroid
androgen. Salah satu hormone androgen adalah testosterone merupakan hormone
seksual utama pada laki-laki. stimulates
LH merangsang ovarium untuk memproduksi hormone estrogen dan hormone
progesterone, hormone kelamin perempuan.
Hormon kelamin bertanggung jawab terhadap perkembangan cirri kelamin sekunder,
melalui perkembangan pubertas. Beberapa contoh cirri kelamin sekunder pada lakilaki seperti suara menjadi lebih berat, (penonjolan laring/ jakun lebih menonjol) tumbuh
rambut pada bagian wajah, dan perkembangan otot. Beberapa perkembangan kelamin
sekunder pada perempuan tumbuh dan berkembangnya payudara, dan pinggul menjadi
lebih lebar.
Tanda kelamin sekunder lainnya pada laki-laki maupun perempuan ditunjukkan dengan
meningkatnya produksi kelenjar keringat dan kelenjar minyak, dan pertumbuhan rambut
di daerah pubis dan ketiak.

FSH mengatur produksi gamet (sel telur dan sperma)

Pankreas
Pankreas merupakan kelenjar pencernaan yang mensekresikan enzim pencernaan ke
dalam duodenum melalui saluran pancreas.
Kelenjar pulau-pulau langerhans adalah kelompok cel di dalam pancreas yang
mensekresikan hormone insulin dan hormone glucagon. Kelenjar pulau-pulau
langerhans merupakan kelenjar endokrin sebab tidak memiliki saluran, dan hormone
dibawa melalui system peredaran darah menuju sel target.
Insulin
Insulin mendorong pengeluaran glukosa dalam darah untuk disimpan sebagai glikogen
(otot, hati), lemak (sel lemak) dan protein. Hormon insulin mendorong pembentuk
protein dan lemak dan menghambat pemakaiannya sebagai sumber energy..
Glukagon
Hormon glucagon dihasilkan oleh kelenjar pulau-pulau langerhans pada bagian yang
berbeda dengan tempat pembentukkan hormone insulin.
Pengaruh hormone glucagon berlawanan dengan homon insulin, yaitu meningkatkan
kadar glukosa dalam darah.
Secara normal sekresi kedua hormone tersebut berfungsi untuk mengatur kadar gluosa
dalam darah.
Diabetes Mellitus
Penyakit diabetes mellitus adalah penyakit ketidakcukupan hormone insulin dalam
merubah glukosa, yang berakibat tingginya kadar glukosa dalam darah dan urine.
Diabetes mellitus Tipe I

Diabetes mellitus tipe 1 disebut juga awal diabetes atau diabetes tergantung insulin
karena gejala terlihat pada masa anak-anak dan tindakan yang dilakukan dengan cara
suntik insulin.
Penyebab diabetes ini biasanya adalah infeksi virus yang mengendalikan respons imun
sehingga dalam kemampuan sel-sel tubuh dalam memproduksi insulin berkurang.
Karena penyakit diabetes tipe 1 ini disebabkan akibat kurangnya kadar insulin dalam
tubuh, maka tindakan yang dilakukan biasanya dengan cara suntik insulin.
Diabetes mellitus Tipe II
Diabetes mellitus tipe II lebih besar dibandingkan dengan tipe 1. Diabetes mellitus tipe II
disebabkan karena hormone insulin dalam tubuh tidak dapat bekerja sebagaimana
mestinya. Penyakit diabetes tipe II biasanya menyerang pada manusia setengah baya.
Mengatasi diabetes mellitus tipe II dilakukan dengan cara diet makanan yang
mengandung lemak, gula, olah raga secara teratur dan mengontrol berat badan.
Kelenjar Timus
Kelenjar timus hanya terdapat pada masa anak-anak dan secara bertahap ukurannya
akan menyusut setelah masa pubertas..
Sel darah putih jenis Limfosits yang melintasi kelenjar timus dirubah menjadi sel T.
Limfosit merupakan sel darah putih yang berfungsi untuk melawan infeksi. Terdapat 2
bentuk sel limfosit yaitu sel B dan sel T. sel T berfungsi untuk mengenali dan
menghancurkan sel tubuh yang terinfeksi.
Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar timus adalah thymosins em kekebalan dengan
cara merangsang bentuk-bentuk lain dari sel yang merangsang sel-sel kekebalan tubuh
lainnya

Kelenjar Endokrin pada Ikan

June 7, 2009 syariffauzi


Ikan memiliki beberapa kelenjar endokrin, antara lain pituitari, tiroid, ginjal, gonad,
pankreas dan urophisis.

Gambar 1. Diagram lokasi kelenjar endokrin pada ikan; (A). Pitiutari, (B). Tiroid,
(C). Pankreas, (D). Gonad, (E). Ginjal, (F). Urofisis.
Pituitari
Kelenjar pituitari atau hipofisa terletak pada lekukan tulang di dasar otak (sela tursika),
terdiri atas dua bagian utama, yakni adenohipofisa dan neurohipofisa, adeno hipofisa
terdiri atas pars distalis dan pars intermedia, sedangkan, neurohipofisa hanya terdiri
atas pars nervosa yang berfungsi mensekresikan ocytoxin, arginin vasotocin dan
isotocin. Pars distalis merupakan bagian utama adenohipofisa yang menghasilkan selsel pesekresi hormon prolaktin, hormon adrenocorticotropic (ACTH), hormon pelepas
tiroid (Thyroid Stimulating Hormone), hormon pertumbuhan (STH-Somatotropin), dan
gonadotropin serta pars intermedia mensekresi hormon pelepas melanosit (Melanocyte
Stimulating Hormone), yang mana, pelepasan hormonnya diatur oleh faktor-faktor yang
berasal dari hipotalamus.
Tabel. Hormon-Hrmon yang Mengatur Pelepasan Hormon Pituitari
HORMON HIPOTALAMUS

SINGKATAN

Corticotropin (ACTH) releasing


CRH, CRFTRH, TRF
hormonThyrotrpin (TSH) releasing hormon
GnRH, GnRF
Gonadotropin releasing hornon
GnRIH, GnRIF
Gonadotropin release-inhibiting hormon
SRH, SRF
Somatostatin hormon (STH) releasing
SRIH, SRIF
hormon
Somatostatin hormon (STH) releaseinnhibiting hormon
Prolaktin releasing hormon

PRH, PRF
PRIH, PRIF

Prolaktin release-inhibiting hormon

MRH, MRF

Melancyte stimulating hormon (MSH)


releasing hormon

MRIH, MRIF

Melanocyte stimulaitng hormon (MSH)


release innhibiting hormon
Tiroid
Kelenjar tiroid mempunyai karakteristik utama, yakni pertama, unit dasar histologisnya
adalah sel tunggal yang dikelilingi folikel dan kedua, jaringan yang dibentuknya memiliki
kemampuan mengubah iodine dan inkorporasi menjadi hormon tiroid. Pada ikan, folikel
tersebar di sekitar ventral aorta dan percabangannya ke insang.

Gambar 2. Lokasi Kelenjar tiroid pada ikan herring (Clupea Harengus).


av, aorta ventralis; bs, Bagian dasar dienchepalon; j, infundibulun;
hg, akar saraf tigeminus (V); hy, hipofisis; oe, tulang entoglessum; pr,
rhombencephalon; ps, sinus posterior; th, folikel kelenjar tiroid; vj, vena
jugularis; I, II, III, arteri insang.
(sumber: Harder, 1975, hlm. 82, dalam Fujaya, 2004)
Tirotrofin pituitari merupakan faktor utama yang mengontrol fungsi tiroid dibawah
kondisi normal, fungsi tiroid adalah membuat, menyimpan dan mengeluarkan sekresi
yang terutama berhubungan dengan pengaturan laju metabolisme. Sintesis dan
pengeluaran horomon tiroid secara otoatis diatur untuk memenuhi tuntutan kadar
hormon dalam darah lewat mekanisme feedback hipotalamik. Bila kadar hormon tiroid
yang beredar dalam darah tinggi makan akan menekan output TSH pituitari, sedangkan
kadar rendah menaikkannya.
Hormon tiroid yang penting adalah tetraiodotironin (T 4) dan triiodotironin (T3). Hormon
ini penting dalam pertumbuhan, metamorfosis dan reprooduksi. Secara spesifik tiroksin
menambah produksi energi dan konsumsi oksigen pada jaringan yang normal,
mempunyai pengaruh anabolik dan katabolik terhadap protein, meningkatkan proses
oksidasi dalam tubuh, mempercepat laju penyerapan monosakarida dari saluran
pencernaan, meningkatkan glikogenolisis hati, dan diduga mengontrol pelepasan
somatotropin, kortikotropin dan gonadotropin dari hipofisis (Fujaya, 2004).

Pankreas
Pankreas adalah suatu kelenjar yang majemuk yang terdiri atas jaringan eksokrin dan
endokrin. Komponen eksokrin mensekresikan getah pankreas yang dicurahkan ke
dalam duodenum lewat saluran pankreas, sedangkan komponen endokrin (pulau-pulau
pankreas) membebaskan hormonnya secara langsung kedalam sirkulasi darah. Pada
semua vertebrata, terdapat tiga sel-sel pulau yang memliki fungsi independen: sel-sel A,
menghasilkan glukagon; sel-sel B, menghasilkan insulin; dan sel-sel D belum diketahui
secara jelas hormon yang dihasilkannya, namun bebeapa peneliti mengemukakan
bahwa hormon tersebut identik dengan somatostatin dan secara khusus berpungsi
sebagai penghambat pertumbuhan (Fujaya, 2004).
Gonad
Gonad merupakan kelenjar endokrin yang dipengaruhi oleh gonadotropin hormon (GtH)
yang disekresikan kelenjar pituitari. Meskipun gonadotropin tidak secara langsung
mempengaruhi perkembangan telur atau seperma ikan, namun mempengaruhi sekresi
estrogen oleh sel folikel telur dan androgen oleh jaringan testis. Estrogen yang umum
didapatkan dalam cairan ovarium teleostei adalah estradiol -17 yang merupan derivat
dari 17hydroxyprogesterone, sedangkan androgen yang umum disintesis adalah
testosteron.
Organ target estrogen adalah sel-sel hati. Pada hati, estradiol berperan membawa
pesan agar vitelogenin segera disintesis. Vitelogenin adalah bahan baku kuning telur
yang di sekresi sel-sel hati dan dibawa ke gonad oleh darah. Sedangkan
17hydroxyprogesterone terutama berperan pada akhir pematangan gonad untuk
merangsang ovulasi (Bond, 1979).
Ginjal
Ginjal merupakan salah satu organ yang memiliki sel-sel endokrin, antara lain jaringan
interrenal, sel-sel kromaffin, juxtaglomerulus, dan korpuskel stanius. Fungsi kelenjar ini
dikontrol oleh pituitari melalui ACTH.
Kelenjar Ultimobranchial
Pada teleostei, kelenjar ultimobranchial terletak pada septum pemisah antara rongga
abdomen dan sinus venosus, tampak sebagai pita berwarna putih pada septum.
Kelenjar ini serupa dengan paratiroid pada bertebrata tingkat tinggi, tetapi tidak berupa
folikel, malainkan menyebar pada septum.

Kalsitonin merupakan hormon yang disekresikan oleh kelenjar ultimobranchial. Hormon


ini berperanan menurunkan kadar kalsium darah. Beberapa kajian juga menunjukkan
bahwa kalsitonin dapat melakukan peranan dalam membuat ikan mampu
menyesuaikan diri terhadap lingkungan hidromineral yang berubah-ubah.
Urofisis
Urofisis, nama lain the caudal neurosekretori sistem, merupakan neurosekretori yang
terletak pada bagian belakang spinal cord. Urofisis didapatkan pada setiap spesies
ikan, namun fungsi hormon yang dihasilkannya masih menimbulkan kontrofersi,
walaupun secara umu, sekresi urofisis berhubungan dengan fungsi osmoregulasi,
dimana pengaruh terbesarnya adalah pada ginjal.
Ada empat jenis hormon yang diidentifikasi dari urofisis, yakni urotensin I, II, III dan IV.
Pada ikan, urotensin I belum diketahui efeknya secara pasti, namun pada bertebrata
darat, berperanan dalam penurunan tekanan darah. Urotensin II berperan dalam
kontradiksi otot licin, misalnya otot rektum dan kandung kemih Urotensis III
menstimulasi peningkatan penyerapan NA+ oleh insang dan pelepasan NA+ oleh ginjal.
Urotensin Ivdiduga adalah arginine vasotocin,tetapi hanya teridentifikasi pada rainbow
trout Jepang. Pada ikan karper, urofisis memproduksi sejumlah besar acetilcholine.
DAFTAR PUSTAKA
Bond, C. E. 1979. Biology of Fishes. W. B. Saunders, Philadelphia.
Fujaya, Yushita., Ir., M.Si. 2004. Fisiologi Ikan. Rineka Cipta. Jakarta.
Helfman, G. S.., B. C. Collete dan D. E. Facey. 1997. The Diversity of Fishes.
Blackwell Science, UK.
Share this:

sistem endokrin
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu adalah kelenjar yang nengirimkan hasil
sekresinya langsung ke dalam darah ang beredar dalam jaringan kelenjar tanpa
melewati

duktus

atau

saluran

dan

hasil

sekresinya

disebut

hormon.

Beberapa dari organ endokrin ada yang menghasilkan satu macam hormon (hormon
tunggal) disamping itu juga ada yang menghasilkan lebih dari satu macam hormon atau
hormon ganda misalnya kelenjar hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain.
Berasal dari sel-sel epitel yang melakukan proliferasi ke arah pengeikat sel epitel yang
telah berproliferasi dan membentuk sebuah kelenjar endokrin, tumbuh dan berkembang
dalam pembuluh kapiler. Zat yang dihasilkan di sebut hormon, dialirkan langsung
kedalam darah. Dalam keadaan fisiologis hormon mempunyai pengaturan sendiri
sehingga kadarnya selalu dalam keadaan optimim untuk menjaga keseimbangan dalam
organ yang berada dibawah pengaruhnya, mekanisme pengaturan ini disebut sistem
umpan balik negatif. Misalnya, hipofise terhadap hormon seks yang dihasilkan hormon
gonad, hipofise pars anterior menhasilkan gonadotropin yang merangsang kelenjar
gonad menghasilkan hormon seks. Hormon yang dihasilkan kelenjar endokrin beberapa
macam. Zat yang secara fungsional dapat dikualifikasikan sebagai hormon kimia
dikategorikan sebagai hormon organik.
1.2 Rumusan masalah
1.1.1.

Apa pengertian kelenjar endokrin?

1.1.2.

Apa saja kelenjar penghasil hormon?

1.1.3.

Apa pengertian hormon?

1.1.4.

Apa saja macam-macam hormon?

1.1.5.

Apa fungsi dari hormon?

1.1.6.

Bagaimana mekanisme kerja hormon?

1.1.7.

Bagaimana peran hormon insulin pada sistem endokrin?

1.3 Tujuan maslah


1.1.1.

Untuk mengetahui pengertia kelenjar endokrin.

1.1.2.

Untuk mengetahui kelenjar penghasil hormon.

1.1.3.

Untuk mengetahui pengertian hormon.

1.1.4.

Untuk mengetahui macam-macam hormon.

1.1.5.

Untuk mengetahui fungsi hormon.

1.1.6.

Untuk mengetahui mekanisme kerja hormon.

1.1.7.

Untuk mengetahui peran hormon insulin pada sistem endokrin.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.Pengertian kelenjar endokrin

Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu adalah kelenjar yang nengirimkan hasil
sekresinya langsung ke dalam darah yang beredar dalam jaringan kelenjar tanpa
melewati

duktus

atau

saluran

dan

hasil

sekresinya

disebut

hormon.

Beberapa dari organ endokrin ada yang menghasilkan satu macam hormon (hormon
tunggal) disamping itu juga ada yang menghasilkan lebih dari satu macam hormon atau
hormon ganda misalnya kelenjar hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain.
Gambar: Kelenjar endokrin pada tubuh manusia
2.2.Kelenjar penghasil hormon
2.2.1. Hipotalamus dan Hipofisis
Hipotalamus mengontrol kerja dari kelenjar pituitari (kelenjar
hipofisis). Kelenjar hipofisis disebut juga master of gland karena banyak menyekresikan
hormon dan memengaruhi kerja hormon yang dihasilkan oleh kelenjar lain di dalam
tubuh. Hipotalamus terletak di bagian dalam-bawah otak. Kelenjar hipotalamus
memerintahkan kelenjar hipofisis bagian depan dan belakang untuk menghasilkan atau
menghambat produksi hormon kelenjar endokrin lain sesuai dengan kebutuhan.
Hipotalamus sangat penting karena menjadi penghubung dan pengatur komunikasi
antara sistem hormon dan sistem saraf. Selain itu, berperan juga dalam mengatur
pertumbuhan dan perkembangan manusia. Hipotalamus dapat berkomunikasi dengan
kelenjar hipofisis dengan dua cara, yaitu dengan impuls saraf atau dengan
mengeluarkan hormon. Misalnya, jika tekanan darah turun, hipotalamus mengirimkan
implus saraf ke kelenjar hipofisis bagian depan. Akibatnya, hipofisis menyekresikan
ADH (antidiuretic hormone) yang menyebabkan tekanan darah naik.

1.

Hipofisis Anterior
Bagian hipofisis anterior (depan) menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut:
a.
FSH (folikel stimulating hormone), berfungsi merangsang pematangan folikel de
Graaf tempat sel telur berada.
b.
LH (lutenizing hormone), yaitu hormon yang berperan dalam pematangan sel gonad
pada wanita.

c.

ACTH (adrenocorticotropic hormone), yaitu hormon yang berperan merangsang

d.

kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon tertentu.


TSH (tyroid stimulating hormone), merangsang kelenjar tiroid mengeluarkan hormon

tiroksin.
e.
Prolaktin, hormon ini mengaktivasi air susu pada ibu yang sedang menyusui.
f.
GH (growth hormone), merangsang pertumbuhan tulang dan bagian tubuh lainnya
dan berperan membantu penyerapan nutrisi tubuh.
g.
Endorfin, merupakan hormon yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit.
Beberapa narkotika menghasilkan efek yang sama dengan endorfin.
2.

Hipofisis Posterior
Bagian hipofisis (belakang) ini menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut:
a.
ADH (antidiuretic hormone), mengontrol keseimbangan cairan tubuh melalui
b.

mekanisme pengeluaran urine.


Oxytocin, merupakan hormon yang berperan dalam kontraksi otot rahim pada saat
seorang wanita melahirkan.

Gambar: (a). Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis anterior.


(b).Hormon oleh kelenjar hipofisis posterior.
2.2.2 Tiroid dan Paratiroid
Kelenjar tiroid dan paratiroid berada di daerah leher. Sering disebut kelenjar gondok
(tiroid) dan kelenjar anak gondok (paratiroid). Kelenjar tersebut berfungsi mengatur
1.

kesetimbangan kadar kalsium serta laju metabolisme tubuh.


Tiroid
Kelenjar tiroid berada di daerah leher bagian bawah jakun. Terdapat dua lobus
menyamping dan dihubungkan oleh bagian yang disebut iptimus. Kelenjar tiroid

menghasilkan hormon tiroksin dan kalsiktonin.


a.
Tiroksin. Hormon ini mengontrol kecepatan metabolisme tubuh untuk menghasilkan
energi. Meningkatnya jumlah hormon tiroksin di dalam darah meningkatkan kecepatan
reaksi kimia dalam tubuh. Fungsi penting hormon tiroksin lainnya adalah berperan
dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta menjadi faktor penting
dalam proses perkembangan otak pada anak. Hormon tiroksin akan aktif jika mendapat
perintah dari TSH yang berada di hipofisis. Kerja hormon tiroksin banyak dipengaruhi
oleh kadar iodin di dalam darah.

b.

Kalsitonin. Kalsitonin berfungsi mengatur keseimbangan kadar kalsium di dalam


darah sehingga mencegah kalsium keluar dari tulang.

2.

Paratiroid
Kelenjar paratiroid berada di bagian belakang kelenjar tiroid. Terdapat empat buah
kelenjar paratiroid, 2 di sebelah kanan dan 2 di sebelah kiri. Kelenjar paratiroid
menghasilkan hormon paratiroid atau parathormon(PTH).
Gambar: Kelenjar tiroid dan paratiroid

2.2.3.
Pankreas
Pankreas merupakan kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar eksokrin maupun
endokrin.
Sebagai kelenjar eksokrin, pankreas menghasilkan enzim yang berperan dalam
proses pencernaan makanan. Sementara itu, sebagai kelenjar endokrin, pankreas
menghasilkan hormon. Hormon tersebut diproduksi di bagian pulau Langerhans.
Didalam pulau-pulau langerhans terdapat sel beta yang mengeksresikan insulin dan sel
1.

alfa yang mengeksresikan glikosa.


Insulin
Insulin mengatur kadar gula dalam darah dengan cara menyimpan kelebihan glukosa
tubuh menjadi glikogen di dalam hati. Insulin berfungsi juga mengatur metabolisme

lemak.
2.
Glukagon
Bersama dengan insulin, glukagon mengatur kadar gula dalam darah dengan cara
merombak glikogen menjadi glukosa. Jika kita berpuasa atau beraktivitas berat tanpa
didahului oleh asupan nutrisi, glukagon akan memecah glikogen menjadi glukosa
sebagai sumber energi. Selain itu, glukagon juga dapat memecah lemak menjadi asam
lemak yang siap digunakan dalam pembentukan energi.

Gambar: Pankreas menghasilkan enzim enzim pencernaan dan hormon


2.2.4 Anak Ginjal (Adrenal)
Manusia memiliki dua kelenjar adrenal. Kelenjar tersebut berada di atas ginjal. Setiap
kelenjar adrenal tersusun atas dua bagian. Bagian dalam disebut bagian medula dan

bagian luar disebut bagian korteks. Kerja medula adrenal dipengaruhi oleh sistem saraf
otonom, sedangkan korteks adrenal dipengaruhi oleh hormon ACTH dari hipofisis
1.

anterior.
Korteks. Pada

kortek

adrenal

dihasilkan

tiga

yaitu glucocorticoid,mineralocorticoid, dan Gonadocorticoid.


a.
Glucocorticoid. Glucocorticoid berfungsi sama dengan

macam

hormon,

glukagon

sehingga

berpengaruh dalam pengaturan kadar glukosa tubuh. Kerjanya dipengaruhi oleh sekresi
ACTH di hipofisis anterior. Hormon glucocorticoid bekerja pada saat tubuh dalam
kondisi stres.
b.
Mineralocorticoid. Hormon ini mengatur kadar garam dalam darah dengan cara
c.

pengaturan ekskresi urine dan keringat.


Gonadocarticoid. Hormon ini merupkan hormon sex, terdiri atas androge, entrogen,
dan progesteron. Jumlah hormon yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan
dengan hormon sex yang dihasilkan oleh testis dan ovarium. Androgen dan estrogen
berperan dalam pembentukan ciri kelamin sekunder pria dan wanita.

2.

Medula
Pada
bagian

medula,

dihasilkan

hormon

epinefrin

(adrenalin)

dan norephinefrin(noreadrenalin). Ketika kondisi tubuh stres, kedua hormon tersebut


akan menyiapkan kita dalam keadaan darurat sehingga meningkatkan laju metabolisme
tubuh, menaikkan detak jantung, dan kadar glukosa tubuh. Anda juga dapat merasakan
kerja hormon ini pada saat Anda melakukan kegiatan-kegiatan menegangkan, seperti
berdiri di ketinggian atau berada dalam kondisi ketakutan.

Gambar: Kelenjar adrenal (anak ginjal) dan bagian-bagiannya

2.2.5
Testis dan Ovarium
Testis dan ovarium merupakan sumber utama hormon seks. Pada pria, testis
menghasilkan hormon testosteron. Hormon tersebut berpengaruh dalam kematangan
seksual pada pria termasuk ciri sekunder dan pematangan sel sperma.
Gambar: Testis dan ovarium.

Ovarium akan menghasilkan dua hormon yang penting, yaitu estrogen dan progesteron.
Hormon tersebut bekerja sama mengatur ciri seks sekunder dan mengatur masa
reproduksi (menstruasi) dan masa kehamilan. Ciri seks sekunder mulai terlihat pada
seseorang yang berada pada masa pubertas. Pada pria, ciri seks sekunder dapat
berupa membesarnya suara, timbulnya rambut di sekitar kemaluan, tumbuhnya jakun,
serta bahu yang melebar. Pada wanita ciri sekunder dapat dilihat dari tumbuhnya
payudara, munculnya rambut di sekitar kemaluan, serta dimulainya siklus reproduksi
wanita (siklus menstruasi).

2.2.6 Kelenjar Timus


Kelenjar timus terletak di bawah kelenjar tiroid dan paratiroid. Kelenjar tersebut ikut
berperan dalam pengaturan pertumbuhan dengan menyekresikan hormonsomatotropin.
Selain itu, timus juga menghasilkan timosin yang mengatur produksi sel khusus dalam
darah putih, yaitu sel T. Sel T sangat berpengaruh dalam mekanisme sistem pertahanan
tubuh.
2.2.7
Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal berukuran sebesar kacang tanah yang terletak di tengah otak. Kelenjar
ini menyekresikan hormon melatonin yang membantu mengatur ritme tubuh sehari-hari,
seperti jadwal tidur di malam hari dan bangun di pagi hari. Fungsi lainnya masih belum
diketahui.

2.3.Pengertian hormon
Hormon adalah zat kimia yang terbentuk dalam satu organ atau bagian tubuh dan
dibawa dalam darah ke organ atau bagian di mana mereka menghasilkan efek
fungsional.

Hormon

membawa

pesan

dari

kelenjar

kepada

sel-sel

untuk

mempertahankan tingkat bahan kimia dalam aliran darah yang mencapai homeostasis.
Tergantung pada efeknya

masing-masing, hormon dapat mengubah

aktivitas

fungsional, dan kadang-kadang struktural satu atau beberapa organ atau jaringan.

Hormon istilah berasal dari kata Yunani hormao yang berarti menggairahkan atau
membangkitkan. Hal ini mencerminkan peran hormon yang bertindak sebagai katalis
untuk perubahan kimia lainnya pada tingkat sel yang diperlukan untuk pertumbuhan,
perkembangan, dan energi. Hormon beredar bebas dalam aliran darah, menunggu
untuk dikenali oleh sel target yang menjadi tujuan mereka. Sel target memiliki reseptor
yang hanya dapat diaktifkan dengan jenis hormon tertentu. Setelah diaktifkan, sel tahu
untuk memulai fungsi tertentu, misalnya mengaktifkan gen atau memproduksi energi
kembali.
Gambar: Hormon
2.4.Macam-macam hormon dan fungsinya
1.

Melatonin
Hormon ini diproduksi di kelenjar pineal dan berfungsi sebagai antioksidan dan

mengontrol tidur.
2.
Serotonin
Hormon serotonin diproduksi di saluran pencernaan. Hormon ini berfungsi mengontrol
mood atau suasana hati, nafsu makan dan tidur.
3.

Tiroid
Hormon tiroid diproduksi di kelenjar tiroid. Hormon ini berfungsi untuk peningkatan
tingkat metabolisme basal dan mempengaruhi sintesis protein.

4.

Adrenalin
Hormon adrenalin diproduksi di medula adrenal. Hormon ini berfungsi untuk
meningkatkan pasokan oksigen dan glukosa ke otak dan otot (dengan meningkatkan
denyut jantung), meningkatkan katalisis dari glikogen dalam hati, kerusakan lipid dalam
sel lemak, serta menekan sistem kekebalan.

5.

Dopamin
Hormon ini diproduksi di ginjal dan hipotalamus. Hormon ini berfungsi untuk
meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, menghambat pelepasan prolaktin dan
TRH dari hipofisis anterior.

6.

Gastrin
Hormon ini diproduksi di duodenum (usus 12 jari), yang befungsi untuk sekresi asam

7.

lambung oleh sel parietal.


Hormon pertumbuhan (HGH).

Hormon ini diproduksi di pituitari anterior, dan berfungsi merangsang pertumbuhan dan
reproduksi sel, melepaskan faktor pertumbuhan 1 mirip insulin dari hati.
8.

Insulin
Hormon ini diproduksi di pankreas dan berfungsi untuk pengambilan glukosa,
glikogenesis dan glikolisis di hati dan otot dari darah.

9.

Testosteron
Hormon ini diproduksi di testis dan berfungsi sebagai hormon seks pria. Hormon ini
merangsang pematangan organ-organ seks pria, skrotum, pertumbuhan jenggot,
pertumbuhan massa otot dan kekuatan, dan peningkatan kepadatan tulang.

10.

Progesteron
Hormon ini diproduksi di ovarium, kelenjar adrenal dan plasenta (saat hamil). Hormon
progesteron berfungsi menaikkan faktor pertumbuhan epidermal, meningkatkan
temperatur inti selama ovulasi, mengurangi kejang dan rileks otot polos, anti-inflamasi,
mengurangi kandung empedu kegiatan, normalisasi darah dan pembekuan pembuluh
darah.

2.5.Mekanisme kerja hormon


1.

Reseptor Hormon Pada Membran


Reseptor untuk hormon pada suatu sel dapat terletak pada membrane atau sitoplasma
biasanya merupakan reseptor untuk hormon protein atau peptida. Apabila sudah
sampai di dekat sel sasaran, hormon akan segera berikatan dengan reseptornya dan
memebentuk komplekss hormon-reseptor. Pembentukan hormon-reseptor terjadi
melalui mekanisme yang serupa dengan penggabungan antara anak kunci dan
gemboknya. Kompleks hormon-reseptor akan memicu serangkaian reaksi biokimia
yang menimbulkan tanggapan hayati.
Berikut adalah contoh beberapa peristiwa yang dapat diubah oleh hormon dengan cara

kerja seperti di atas :


Perubahan aktivitas enzim:
perubahan aktivitas enzim

memungkinkan

proses

metabolism

tertentu

dapat

terselenggara atau terhenti.


Pengaktifan mekanisme transport aktif :
proses transport aktif sangat penting bagi sel untuk memasukkan tau mengeluarkan
suatu zat.

Aktivitas pembentukan mikrotubulus :


perubahan aktivitas pembentukan mikrotubulus dapat mempengaruhi berbagai
peristiwa yang tergantung padanya, antara alin pergerakan ameba dan mitosis sel.
Pengubahan aktivitas metabolism DNA :
pengubahan aktivitas metabolisme DNA dapat memepengaruhi proses pertumbuhan
atau pembelahan sel.
2.

Reseptor Hormon Pada Sitoplasma (Reseptor Sitosolik)


Merupakan hormon yang terdapat dalam sitoplasma sel sasaran. Hormon yang
menggunakan reseptor sitosolik adalah hormon steroid dan hormon turunan asam
amino. Hormon tersebut sangat susah larut dalam lipid sehingga mudah melewati
membrane sel sasaran.
Selama dalam peredaran darah ke seluruh tubuh, hormon selalu berkaitan dengan
pengembannnya. Hormon akan terlepas dari molekul pengemban dan masuk ke sel
sasaran. Dalam sitoplasma sel sasaran, hormon berkombinasi dengan reseptor khusus
sehingga menghasilkan kompleks hormon-reseptor yang aktif. Kompleks tersebut
memiliki daya gabung yang sanagt tinggi terhadap DNA sehingga setelah masuk ke inti,
akan segera berkombinasi dengan DNA. Hal ini yang mengawali transkrip DNA.
Pengikatan kompleks hormon-reseptor pada daerah promoter akan merangsang gen
tertentu untuk aktif atau pasif.

2.6. Peran hormon insulin pada sistem endokrin


Insulin merupakan protein kecil dengan berat molekul 5808 untuk insulin manusia.
Molekul insulin terdiri dari dua rantai polipeptida yang tidak sama, yaitu rantai A dan B.
Kedua rantai ini dihubungkan oleh dua jembatan ( perangkai ), yang terdiri dari
disulfida. Rantai A terdiri dari 21 asam amino dan rantai B terdiri dari 30 asam amino.
Insulin dapat larut pada pH 4 7 dengan titik isoelektrik pada 5,3. Sebelum insulin
dapat berfungsi, ia harus berikatan dengan protein reseptor yang besar di dalam
membrana sel.
Insulin di sintesis sel beta pankreas dari proinsulin dan di simpan dalam butiran
berselaput yang berasal dari kompleks Golgi. Pengaturan sekresi insulin dipengaruhi
efek umpan balik kadar glukosa darah pada pankreas. Bila kadar glukosa darah

meningkat diatas 100 mg/100ml darah, sekresi insulin meningkat cepat. Bila kadar
glukosa normal atau rendah, produksi insulin akan menurun.
Selain kadar glukosa darah, faktor lain seperti asam amino, asam lemak, dan hormon
gastrointestina merangsang sekresi insulin dalam derajat berbeda-beda. Fungsi
metabolisme utama insulin untuk meningkatkan kecepatan transport glukosa melalui
membran sel ke jaringan terutama sel sel otot, fibroblas dan sel lemak.
Fungsi insulin dan glukagon sebagai sistem umpan balik terpisah dan penting untuk
mempertahankan konsentrasi glukosa darah yang normal. Jika konsentrasi meningkat
sampai kadar yang sangat tinggi maka insulin disekresikan sebaliknya insulin
menyebabkan konsentrasi glukosa darah menurun ke arah normal. Sebaliknya
penurunan glukosa darah merangsang sekresi glukagon kemudian glukagon berfungsi
dalam arah sebaliknya untuk meningkatkan glukosa ke arah normal.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu adalah kelenjar yang nengirimkan hasil
sekresinya langsung ke dalam darah ang beredar dalam jaringan kelenjar tanpa
melewati

duktus

atau

saluran

dan

hasil

sekresinya

disebut

hormon.

Beberapa dari organ endokrin ada yang menghasilkan satu macam hormon (hormon
tunggal) disamping itu juga ada yang menghasilkan lebih dari satu macam hormon atau
hormon ganda misalnya kelenjar hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain.
Hormon adalah zat kimia yang terbentuk dalam satu organ atau bagian tubuh dan
dibawa dalam darah ke organ atau bagian di mana mereka menghasilkan efek
fungsional.

Hormon

membawa

pesan

dari

kelenjar

kepada

sel-sel

untuk

mempertahankan tingkat bahan kimia dalam aliran darah yang mencapaihomeostasis.


Tergantung pada efeknya

masing-masing, hormon dapat mengubah

aktivitas

fungsional, dan kadang-kadang struktural satu atau beberapa organ atau jaringan.

Pengertian Ekskresi , Sekresi dan Defekasi


Dalam aktivitas sehari-hari manusia membutuhkan energi. Energi diperoleh dari zat-zat
makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Zat-zat makanan yang masuk ke dalam tubuh
manusia terurai menjadi energi dan juga digunakan untuk proses metabolisme tubuh,
sedang sisa-sisa zat-zat makanan ini dan sisa-sisa metabolisme tubuh akan
dikeluarkan oleh tubuh.
Proses pengeluaran zat sisa dari tubuh manusia dibedakan menjadi 3 macam
yaitu Eksresi, Sekresi dan Defekasi
Pengertian Eksresi
Eksresi adalah proses pengeluaran bahan-bahan yang tidak berguna yang merupakan
sisa metabolisme atau bahan yang berlebihan dari sel atau suatu organisme.
Organ-organ sistem eksresi terdiri dari :
1. Ginjal, mengeksresikan zat-zat buangan, hasil ekskresi berupa urin sejati.
2. Kulit, hasil ekskresi berupa air dan garam dalam bentuk keringat.
3. Hati, hasil ekskresi berupa empedu.
4. Paru-paru, hasil eksresi berupa air dan CO2
Pengertian Sekresi
Sekresi adalah proses pengeluaran substansi kimia berbentuk lendir (enzim dan
hormon) oleh sel dan kelenjar.
Dalam tubuh manusia terdapat dua tipe kelenjar yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar
endokrin.
- Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam duktus pada permukaan tubuh,
seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal.
- Sedangkan Kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah,
termasuk kelenjar hepar, pankreas (kelenjar eksokrin dan endokrin), payudara, dan
kelenjar lakrimalis untuk air mata.
Yang termasuk kelenjar endokrin adalah :
1. Pulau Langerhans pada Pankreas
2. Gonad (ovarium dan testis)
3. Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta timus Hormon dan fungsinya

Pengertian Defekasi
Defekasi adalah proses pengeluaran sisa-sisa makanan dalam bentuk feses dan
dikeluarkan melalui anus.
Defekasi terjadi ketika adanya gelombang peristaltik yang mendorong feses ke dalam
kolon sigmoid dan rektum. Didalam rektum, saraf sensorik dirangsang dan akhirnya
sadar akan kebutuhan defekasi.
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2261837-pengertian-ekskresisekresi-dan-defekasi/#ixzz2vc6ylfly

TUGAS 1: ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN


ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN
1.

Perbedaan Endokrin dan Eksokrin

a.

Endokrin

o Berkenaan dengan proses sekelompok sel yang menyekresi ke dalam sirkulasi darah
atau limfe suatu zat (misalnya : hormone) yang mempunyai efek spesifik pada jaringan
dalam bagian tubuh lainnya. (Kamus Saku Mosby).
o Kelenjar buntu : kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya langsung ke dalam darah
yang beredar dalam jaringan.Kelenjar tanpa melewati duktus atau saluran dan hasil
sekresinya yang di sebut hormone. (Syaifuddin , 2006).
b.

Eksokrin

Berkenaan dengan proses menyekresi ke luar melalui duktus ke permukaan suatu


organ atau jaringan atau ke pembuluh darah. (Kamus Saku Mosby).

2.

Pengertian dan Fungsi Hormon


Kata hormon berasal dari bahasaYu nani hormon , yang artinya membuat
gerakan atau membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur
kehidupan, Hormon merupakan bahan kimia yang di sekresikan ke dalam cairan tubuh

oleh satu sel atau selelomok sel dan dapat mempengaruhi pengaturan fisiologi sel-sel
tubuh lain.
Adapun fungsi hormon antara lain:
Membedakan system saraf pusat dan system reproduktif pada janin yang sedang
berkembang.
Menstimulasi urutan perkembangan
Mengkoordinasi dan memelihara system reproduktif
Memelihara lingkungan internal optimal
Melakukan respon korektif dan adaptif ketika terjadi situasi darurat
Menghasilkan hormon yang dialirkan ke dalam darah yang diperlukan oleh
jaringandalam tubuh tertentu
Mengontrol dan merangsang aktivitas kelenjar tubuh
Merangsang pertumbuhan jaringan
Mengatur metabolism, oksidasi, meningkatkan absorpsi glukosa pada usus
Mempengaruhi metabolism lemak, protein, hidrat arang , vitamin , mineral, dan air
3.

Mekanisme Kerja Hormon


Ada dua mekaniame umum yang sangat penting yang menyebabkan timbulnya
sebagian besar fumgsi hormon :

dengan mengaktifkan system siklik AMP(3,5. Adenosine monofosfat) dalam sel yang
selajutnya akan mengaktifkan banyak fungsi intraselular lain,

dengan mengaktifkan gen di dalam sel, yang menyebabkan timbulnya pembentukkan


protein intraseluler yang selanjutnya akan memicu timbulnya fungsi sel yang spesifik.
Kedua mekanisme ini dapat di perjelas sebagai berikut:
MEKANISME SIKLIK AMP UNTUK PENGATURAN FUNGSI SEL
KURIR KEDUA UNTUK PERANTARAAN HORMON
Sebagian besar hormon memberikan efeknya pada sel, pertama-tama dengan
cara membentuk bahan siklik.3, 5 adenosine monofosfat (siklik AMP).Begitu
bentuk, bahan siklik AMP akan menyebabkan hormone itu dapat bekerja di dalam sel.
Jadi,

siklik

AMP

merupakan

bahwa

siklik

AMP

bahan

perantara

hormone

intraseluler.Bahan ini juga seringkali disebut sebagai kurir kedua bagi penengah hrmon
tersebut kurir pertamaaadalah hormone perangsang yang pertama.mekanisme siklik
AMP dapat di tunjukkan dengan cara yang dipakai oleh hormone-hormon berikut:
1)

Adrenokortikotrotein

2)

Hormone perangsang tiroid

3)

Hormone pelutein

4)

Hormone perangsang folikel

5)

Vasopressin

6)

Hormone paratiroid

7)

Glucagon

8)

Katekolamin

9)

Sekretin

10) Hormone pelepas hipotalamus


Mula-mula hormone perangsang berkaitan dulu dengan reseptor yangspesifik
untuk hormon itu, reseptor ini terletak pada permukaan membrane sel target.Sifat khusu

dari reseptor ini menentukan hormone mana yang mempengaruhi sel target.sesudah
berkaitan dengan reseptor membrane, gabungan hormone dan reseptor ini lalu
mengaktifkan enzim protein adenil siklase.Enzim ini juga terdapat dalam membran dan
berikatan secara langsung dengan reseptor protein atau yang sangat erat hubungannya
dengan reseptor protein itu. Namun, sebagian besar enzim adenil siklase ini menonjol
ke permukaan dalam membran masuk sampai disitoplasma dan, bila enzim diaktifkan,
maka akan segera menyebabkan perubahan sebagian besar ATP sitoplasma menjadi
siklik AMP.
Begitu terbentuk siklik AMP ini didalam sel maka siklik AMP ini akan
mengaktifkan enzim yang lain.ternyata, siklik AMP ini biasanya akan mengaktifkan
serangkaian enzim. Jadi, dalam hal ini ada enzim yang pertama diaktifkan, dan enzim
ini selanjutnya akan mengaktifkan enzim yang lainnya, yang nantinya akan
mengaktifkan enzim yang lainnya, yang nantinya akan mengaktifkan enzim yang ketiga,
dan begitu selanjutnya.makna dari mekanisme ini adalah dengan hanya sedit molekul
adenil siklase dalam membrane sel yang sudah diaktifkan dapat mengaktifkan lebih
banyak lagi molekul enzim yang lain, dan keadaan ini masih dapat mengaktifkan
beberapa kali lagi sebagian besar molekul enzim ketiga, dan begitu selanjutnya.
Dengan cara inilah, walaupun hormone yang bekerja pada permukaan sel itu hanya
sedikit saja namun ternyata hormone itu sudah dapat memulai terjadinya serangkaian
tenaga pengaktif yang sangat akut diseluruh sel.
Kerja spesifik yang terjadi sebagai suatu respon terhadap siklik AMP yang terjadi
didalam sel target tergantung pada sifat struktur intraselular, beberapa sel yang
mempunyai serangkaian enzim dan sel ini juga mempunyai enzim yang lain. Oleh
karena itu, berbagai fungsi terjadi dalam berbagai sel target- beberapa fungsi tersebut
antaralain:
1)

Memulai sintesis bahan kimia intraselular yang spesifik

2)

Menyebabkan konntraksi atau relaksasi otot

3)

Memulai terjadinya sekresi oleh sel

4)

Mengubah permeabilitas sel

5)

Dan banyak lagi efek yang mungkin terjadi


Jadi, sel tiroid yang dirangsang oleh siklik AMP akan membenntuk hormon
metabolic tiroksin dari triiodotironin, sedangkan bahan siklik AMP yang sama dalam sel
adrenokortikal akan menyebabkan timbulnya sekresi hormon steroid adrenokortika;l.
sebaliknya, bahan siklik AMP ini mempengaruhi sel-sel epitel tubulus renal dengan cara
meningkatan permeabilitas tubulus terhadap air.
Peran ion kalsium dankalmodulin sebagai system kurir kedu. Ada sitem kurir
kedua lain yang juga bekerja sebagai suatu respon terhadap masukknya ion kalsium
kedalam sel.masukknya kalsium mungkin dimulai oleh adanya fenomena elektrik yang
membuka saluran-saluran kalsium pada membran atau dengan cara interaksi reseptor
pada membrane ysng juga membuka saluran kalsium.
Sewaktu memaasuki sel, ion kalsium berkaitan dengan suatu protein yang
disebut kalmodulin.protein ini mempunyai empat sisi kalsium yang terpisah; dan bila
tiga atau empat sisi ini telah berikatan dengan kalsium, maka timbul perubahan yang
mengaktifkan kalmodulin, menimbulkan pengaruh multiple didalam sel dengan cara
yang sama dengan fungsi siklik AMP. Contohnya, ikatan tersebut akan mengaktifkan
banyak enzim lainnya yang merupakan bantuan bagi enzim-enzim yang sudah
diaktifkan oleh siklik AMP sebelumnya,jadi merupakan factor tambahan untuk reaksi
metabolisme intraselular.salah satu fungsi spesifik dari kalmodulin adalah mengaktifkan
miosin kinase yang selanjutnya akan langsung bekerja pada miosin yang terdapat
dalam otot polos yang akhirnya menyebabkan timbulnya kontraksi otot polos.
Konsentras normal ion kalsium diseluruh sel tubuh kira-kira 10-7sampai 10-8 milimol
perliter, dan jumlah ini sebenarnya tidak cukup untuk mengaktifkan sistem
kalmodulin.Namun, bila konsentrasi ion kalsium bertambah sampai setinggi 10-6sampai
10-5 milimol perliter, maka sudah cukup untuk menimbulkan ikatan sehingga kalmodulin
dapat bekerja didalam sel. Jumlah ini hampir sama dengan perubahan jumlah ion
kalsium yang dibutuhkan oleh otot rangka yang dipakai untuk mengaktifkan troponin C,
yang selanjutnya menyebabkan timbulnya kontraksi otot rangka. Dalam hal ini yang

menarik adalah fungsi dan struktur protein dalam troponin C sangat mirip dengan fungsi
dan struktur protei dari kalmodulin. lain(ataukurir kedua) yang terdapat didalam sel.
Dua dari bahan perantara ini adalah :
1)

Siklik gianosin monofosfat, yang merupakan nukleotida fungsinya sangat mirip


dengan fungsi siklik AMP, hanya saja bahan ini lebih banyak mengandung bahan dasar
guanin daripada adenin dan bahan ini dapat mengaktifkan berbagai susunan enzim.

2)

Inositol trifosfat, yang terbentuknya juga sebagai suatu respon terhadap pengikatan
hormone dengan reseptor yang spesifik yang terdapat pada membrane sel, dan bahan
ini juga masih tetap dapat mengaktifkan enzim-enzim yang lain.
Akhirnya, mungkin banyak, prostaglandin juga berfungsi sebagai bahan kurir
kedua.bahan ini merupakan rangkaian ikata lipid yang sangat erat berkaitan satu sama
lain dan banyak ditemukan diseluruh sel tubuh. Ada ratusan fungsi pengatur sel yang
berbeda oleh prostaglandin yang telah dipostulasikan, walaupun sebagian besar fungsi
ini masih menunggu adanya penelitian yang definitive.
Makna dari sistem kurir kedua multipel didalam sel adalah bahwa asetiap kurir
ini dapat mengatur fungsi sel yang saling terpisah, sehingga memungkinkan berbagai
cara kerja seel.
KERJA HORMON STEROID PADA GEN DALAM MENIMBULKAN SINNTESIS
PROTEIN
Makna penting kedua dari kerja hormon-khususnya hormone steroid yang
disekresikan oleh korteks adrenal,ovarium,dan testis adalah menyebabkan timbulnya
sintesis protein pada sel target ; dan selanjutnya protein ini berfungsi sebagai enzim
atau sebagai protein pengangkut yang sifatnya mengaktifkan fungsi sel yang lain.
Rangkaian peristiwa dari fungsi steroid itu adalah:

a)

Hormone steroid memasuki sitoplasma sel, dan didalam sitoplasma hormone


berikatan dengan reseptor protein spesifik.

b)

Ikatan reseptor protein/hormone selanjutnya berdifusi kedalam atau diangkat


kedalam inti.

c)

Ikatan ini selanjutnya mengaktifkan proses transkripsi dari gen-gen yang spesifik
untukmembentuk RNA kurir.

d)

RNA kurir berdifusi kedalam sitoplasma untuk kemudian meningkatkan proses


transkripsiyang terjadi didalam ribosom untuk membentuk protei baru.
Sebagai contoh, aldosteron, yang merupakan salah satu hormon yang
disekresikan oleh korteks adrenal, memasuki sitoplasma sel-sel tubulus ginjal, yang
mengandung reaeptor protein yang spesifik. Oleh karena itu, didalam sel ini akan terjadi
rentetan peristiwa diatas. Sesudah kira-kira 45 menit kemudian, didalam akan
meningkatkan reabsorbsi natriumdari tubulus dan sekresi kalium kedalam tubulus. Jadi,
ada perlambatan waktu mulainya kerja hormone steroid yakni 45 menit dan
perlambatan ini dapat sampai beberapa jam atau bahkan dapat sampai beberapa hari
dan kemudian baru akan tercapai kerja yang penuh, dimana hal ini merupakan gejala
yang berbeda dengan kerja yang sangat cepat dari hormone-hormon derivat peptida
dan asam amino, misalnya vasopresin dan norepinefrin.

4.

Negative FeedbackMechanism (Mekanisme UmpanBalik Negative)


Merupakan suatu proses di mana hormon mempunyai pengaturan sendiri
sehingga kadarnya selalu dalam keadaan optimum untuk menjaga keseimbangan
dalam organ yang berada di bawah pengaruhnya.manakala kadar hormon telah
mencukupi untuk menghasilkan efek yang dimaksudkan.Kenaikan kadar hormon lebih
jauh dicegah oleh umpan balik negative. Peningkatan kadar hormon mengurangi
perubahan awal yang memcu pelepasan hormon.Misalnya, peningkatan ACTH dari
kelenjar pituitary anterior merangsang peningkatan pelepasan kortisol dari korteks
adrenal , menyebabkan penurunan pelepasan ACTH lebih banyak.Kadar substansi
dalam darah selain hormon juga memicu pelepasan hormone dan dikonrol melalui
system umpan balik. Pelepasan insulin dari Pulau Langerhans di pancreas didorong
oleh kadar glukosa dalam darah.

5.

Hormon hormon yang Dihasilkan oleh Kelenjar Endokrin dan Fungsinya


Hipotalamus
Sebagai pusat tertinggi system kelenjar endokrin yang menjalankan fungsinya
melalui humoral ( hormonal ) dan saraf. Hormone yang dihasilkan sering disebut factor
R dan I mengontrol sintesa dan sekresi hormone hipotalamus anterior sedangkan
control terhadap hipofisis posterior berlangsung melalui kerja saraf. Hormon-hormon
hipotalamus:

1)

ACRH : Adenocortico Releasing Hormon


ACIH : Adenocortico Inhibiting Hormon

2)

TRH : Tyroid Releasing Hormon


TIH : Tyroid Inhibiting Hormon

3)

GnRH : Gonadotropin Releasing Hormon


GnIH : Gonadotropin Inhibiting Hormon

4)

PTRH : Paratyroid Releasing Hormon


PTIH : Paratyroid Inhibiting Hormon

5)

PRH : Prolaktin Releasing Hormon


PIH : Prolaktin Inhibiting Hormon

6)

GRH : Growth Releasing Hormon


GIH : Growth Inhibiting Hormon

7)

MRH :Melanosit Releasing Hormon


MIH : Melanosit Inhibiting Hormon

Kelenjar Hipofisis( Master of Gland )


a)

Hipofisis Anterior
Hormon Pertumbuhan ( GH ): menyebabkan pertumbuhan hampir seluruh

sel

dan jaringan tubuh.

Adenokortikotropin ( ACTH ): menyebabkan korteks adrenal mensekresi

hormon-

hormon adrenokortikal

hormon Perangsang Titoid ( TSH ): menyebabkan kelenjar tiroid

mensekresi

tiroksin dan triidotironin.

Hormon Perangsang Folikel( FSH ): menyebabkan pertumbuhan folikel

dalam

ovarium sebelum ovulasi, , meningkatkan pembentukan sperma di dalam testis.

Hormonpelutein : berperan penting dalam proses ovulasi , juga


sekresi hormon kelamin wanita oleh ovarium dan testosteron.

b)

Hipofisis Posterior

menimbulkan

Hormon Antidiuretik ( ADH ) / vasopresin : menyebabkan ginjal menahan

air

sehingga meningkatkan jumlah air dalam tubuh ; juga pada konsentrasi yang tinggi,
akan menyebabkan penyempitan pembuluh darah di seluruh tubuh dan menaikan TD.

Oksitosin : membuat uterus berkontraksi selama proses persalinan , juga


mungkin membantu pengeluaran bayi ; juga membuat sel-sel mioepitelial dalam
payudara berkontraksi

Korteks Adrenal
o Kortisol ( Glukokortikoid )

: Kortisol mempunyai efek pada tubuh antara lain dalam

metabolisme glukosa ( glukosaneogenesis ) yang meningkatkan kadar glukosa darah,


metabolisme protein , keseimbangan cairan dan elektrolit, inflamasi dan imunitas , dan
terhadap stressor.
o

Aldosteron ( mineralokortikoid )

: Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit

dengan meningkatkan retensi natrium dan ekskresi kalium. Selanjutnya membantu


dalam mempertahankan tekanan darah normal dan curah jantung. Defisiensi
mineralokortikoid ( penyakit Adisons ) mengarah pada hipotensi, hiperkalemia,
penurunan curah jantung, dan dalam kasus akut, syok. Kelebihan mineralokortiktoid
mengakibatkan hipertensi dan hipokalemiamengeluarkan air susu dari payudara
sewaktu bayi menghisap

Kelenjar Tiroid

Tiroksin dan triiodotironin : meningkatkan kecepatan reaksi kimia dalam

hamper

semua sel tubuh , jadi meningkatkan tingkat metabolisme tubuh umum.

Kalsitonin

memacu

pengendapan

kalsium

di

dalam

tulang

sehingga

menurunkan konsentrasi tingkat metabolisme tubuh umum.


Fungsi Hormon-hormon tiroid yang lain:

Memegang peranan penting dalam peetumbuhan fetus khususnya pertumbuhan


saraf dan tulang

Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin

Efek kronotropik dan inotropik terhadap jantung yaitu menambah kekuatan kontraksi
otot dan menambah irama jantung

Merangsang pembentukan sel darah merah

Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernafasan sebagai kompensasi tubuh terhadap


kebutuhan oksigen akibat metabolism.

Bereaksi sebagai antagonis kalsium.

Pulau Langerhans Kelenjar Pankreas


o

Insulin : memacu masuknya glukosa ke dalam seluruh sel tubuh , dimana cara ini
mengatur kecepatan metabolism dari hamper semua karbohidrat. Efek anabolik insulin:

Pada hepar
-

Meningkatkan sintesa dan opemyimpanan glukosa

Menghambat glikogeolisis, glukoneogenesis, dan ketogenesis

Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas di hepar

Pada otot
-

Meningkatkan sintesa protein

Meningkatkan transportasi asam amino

Meningkatkan glikogenesis

Pada jaringan lemak


Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas
Meningkatkan penyimpanan trigliserida

Menurunkan lipolisis
o glukagon : meningkatkan pelepasan glukosa dari hati masuk ke sirkulasi cairan tubuh.
Glukagon meningkatkan glikogenolisis ( pemecahan glikogen menjadi glukosa ) dan
meningkatkan glukoneogenesis. Dalam metabolisme lemak , glikagon meningkatkan
lipolisis.

Kelenjar Gonad
o Ovarium
-

Estrogen : merangsang perkembangan organ kelamin wanita, payudara, dan


berbagi sifat kelamin sekunder.

Progesteron : merangsang sekresi cairan uterus oleh kelenjar endometrium uterus,


juga

membantu

meningkatkan

perkembangan

aparatus

sekretorik

payudara,

mempersiapkan tubuh untuk menerima kehamilan dan merupakan syarat mutlak untuk
konsepsi dan implantasi.

o Testis
-

Testosteron : merangsang pertumbuhan organ kelamin pria, juga meningkatkan


perkembangan sifat-sifat kelamin sekunder pria.

Kelenjar Paratiroid

Parathormon

Mengatur konsentrasi ion kasium dalam cairan ekstraseluler

dengan cara mengatur :


-

absorpsi kalsium dari usus

ekskresi kalsium oleh ginjal

pelepasan kalsium dari tulang

menstimulasi dan mentranspor kalsium dan fosfat melalui membran sel

Plasenta
o

gonadotropin korion manusia (HCG) : meningkatkan pertumbuhan korpus

luteum dan

sekresi estrogen dan progesteron oleh korpus luteum.


o

estrogen : meningkatkan pertumbuhan organ kelamin ibu dan beberapa

jaringan

janin.
o

progesteron : mungkin meningkatkan perkembangan beberapa jaringan dan

organ

janin , membantu meningkatkan perkembangan aparatus sekretorik dari payudara ibu.


o

somatotropin manusia : mungkin meningkatkan pertumbuhan beberapa


serta membantu perkembangan payudara ibu.

jaringan janin

BAB I
PENDAHULUAN
1.

LATAR BELAKANG
Sistem endokrin dalam kaitanya dengan system syaraf, mengontrol dan memadukan
fungsi tubuh. Kedua system ini bersama-sama bekarja untuk mempertahankan
homeostatis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain berhubungan, namun dapat
dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya medulla adrenal dan kelenjar hipofise
posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural) jika keduanya dihancurkan atau di
ikat, maka fungsi dari kedua ginjal ini sebagian diambil alih oleh system syaraf.
Terdapat 2 tipe kelenjar yaitu eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin melapaskan
sekresinya kedalam duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit atau organ internal,
seperti lapisan traktus intestinal. Kelenjar endokrin termasuk hepar, pancreas(kelenjar
eksokrin dan endokrin), payudara kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sbaliknya kelenjar
endokrin langsung melepaskan ekskresi langsung kedalam darah.
Kelenjar endokrin termasuk :

pulau lagerhans pada pancreas

gonad (ovarium dan testis)

kelenjar adrenal, hipofise,tiroid dan paratiroid serta timus.


Infusiensi hipofise menyebabkan hipofungsi organ sekunder. Hipofungsi hipofise jarang
terjadi, namun dapat saja terjadi dalam setiap kelompok usia. Kondisi ini dapat
mengenai semua sel hipofise(panhipopituitarisme) atau hanya sel-sel tertentu, terbatas
pada suatu subset sel-sel hipofise anterior(mis.: hipogonadisme sekunder terhadap
defisiensi sel-sel gonadotropik) atau sel-sel hipofise posterior (mis,: diabetes insipidus).

2.

TUJUAN

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
3.
1)
2)
3)
4)
5)
6)
7)
8)

Tujuan umum :
Tujuan dalam pembuatan makalah ini secara umum adalah untuk membantu
mahasiswa dalam mempelajari tentang diabetes insipidus dan asuhan keperawatan
Diabetes Insipidus.
Tujuan khusus :
Mengetahui pengertian dari Diabetes Insipidus
Menngetahui penyebab dari Diabetes Insipidus
Mengetahui tanda dan gejala dari Diabetes Insipidus
Mengetahui klasifikasi dari Diabetes Insipidus
Mengetahui komplikasi dari Diabetes Insipidus
Mengetahui pemeriksaan penunjang dari Diabetes Insipidus
Mengetahui penatalaksanaan medis dari Diabetes Insipidus
Mempelajari asuhan keperawatan Diabetes Insipidus
RUMUSAN MASALAH
Apa pengertian Diabetes Insipidus?
Apa saja penyebab Diabetes Insipidus?
Apa saja tanda dan gejala yang timbul pada pasien Diabetes Insipidus?
Apa saja komplikasi dari Diabetes Insipidus?
Apa saja penatalaksanaan medis dari Diabetes Insipidus?
Apa saja pemeriksaan penunjang dari Diabetes Insipidus?
Bagaimana proses perjalanan penyakit Diabetes Insipidus?
Dan bagaimana Asuhan Keperawatan pada pasien Diabetes Insipidus?

BAB II
ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN DAN DIABETES INSIPIDUS
I.

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM ENDOKRIN


Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu adalah kelenjar yang mengirim hasil sekresinya
langsung ke dalam darah yang beredar dalam jaringan dan menyekresi zat kimia yang
disebut hormon. Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu
kelenjar atau organ yang mempengaruhi kegiatan di dalam sel.
Adapun fungsi kelenjar endokrin adalah sebagai berikut :
Menghasilkan hormon yang dialirkan kedalam darah yang yang diperlukan oleh
jaringan tubuh tertentu.
Mengontrol aktivitas kelenjar tubuh
Merangsang aktivitas kelenjar tubuh
Merangsang pertumbuhan jaringan
Mengatur metabolisme, oksidasi, meningkatkan absorbsi glukosa pada usus halus
Memengaruhi metabolisme lemak, protein, hidrat arang, vitamin, mineral, dan air.

KELENJAR ENDOKRIN DAN HORMON YANG DIHASILKAN :


Hipofisa merupakan sebuah kelenjar sebesar kacang polong, yang terletak di dalam
struktur bertulang (sela tursika) di dasar otak. Hipofisis mengendalikan fungsi dari
sebagian besar kelenjar endokrin lainnya, sehingga disebut kelenjar pemimpin, atau
master of gland. kelenjar hipofisis terdiri dari dua lobus, yaitu lobus anterior dan lobus
posterior.
a)
Kelenjar hipofisis ( lobus anterior ) :

Hormon pertumbuhan ( somatotropin )


Mengendalikan pertumbuhan tubuh (tulang, otot, dan organ-organ lain).

Thyroid-stimulatin hormon ( TSH )


Mengendalikan pertumbuhan dan aktivitas sekretorik kelejar tiroid.

Adrenokortikotropin ( ACTH )
Mengendalikan kelenjar suprarenal dalam menghasilkan kortisol yang berasal dari
kortex suprarenal

Follicle-stimulating hormon ( FSH )


Pada ovarium berguna untuk merangsang perkembangan folikel dan sekresi esterogen.
Pada testis, homon ini berguna untuk merangasang pertumbhan tubulus seminiferus,
dan spermatogenesis

Luteinizing hormon ( LH )
Pada ovarium, untuk ovulasi, pembentukan korpus luteum, menebalkan dinding rahim
dan sekresi progesteron. Dan pada testis, untuk sekresi testoteron

Prolactin
Untuk sekresi mamae dan mempertahankan korpus luteum selama hamil.
b.

Kelenjar hipofisis ( lobus posterior ):


Antidiuretik ( vasopresin )
Mengatur jumlah air yang melalui ginjal, reabsorbsi air, dan mengendalikan tekanan
darah pada arteriole

Oksitosin
Mengatur kontraksi uterus sewaktu melahirkan bayi dan pengeluaran air sususewaktu
menyusui
c.

Kelenjar tiroid :
Tiroid merupakan kelenjar kecil, dengan diameter sekitar 5 cm dan terletak di leher,
tepat dibawah jakun. Dalam keadaan normal, kelenjar tiroid tidak terlihat dan hampir
tidak teraba, tetapi bila membesar, dokter dapat merabanya dengan mudah dan suatu
benjolan bisa tampak dibawah atau di samping jakun. Kelenjar tiroid menghasilkan
hormon tiroid, yang mengendalikan kecepatan metabolisme tubuh.
Hormon tiroid mempengaruhi kecepatan metabolisme tubuh melalui 2 cara
Merangsang hampir setiap jaringan tubuh untuk menghasilkan protein.
Meningkatkan jumlah oksigen yang digunakan oleh sel.
Atas pengaruh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis lobus anterior, kelenjar
tiroid dapat memproduksi hormon tiroksin. Adapun fungsi dari hormon tiroksin adalah
mengatur pertukaran zat metabolisme tubuh dan mengatur pertumbuhan jasmani dan
rohani.
Fungsi kelenjar tiroid sendiri adlah sebagai berikut :
Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi
Mengatur penggunaan oksidasi
Mengatur pengeluara karbon dioksida
Metabolik dalam hati pengaturan susunan kimia dalam jaringan
Pada anak mempengaruhi fisik dan mental
Hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid
Tri-iodo-tironin(T3) dan Tiroksin (T4), berguna untuk merangsang metabolisme zat,
katabolisme protein, dan lemak. Juga meningkatkan produksi panas merangsang

sekresi hormon pertumbuhan, dan mempengaruhi perkembangan sel-sel saraf dan


mental pada balita dan janin. Kedua hormon ini biasa disebut dangan satu nama,yaitu
hormon tiroid.

Kalsitonin : menurunkan kadar kalsium plasma, denagn meningkatkan jumlah


penumpukan kalsium pada tulang.
d.

e.

Kelenjar paratiroid :
Secara normal ada empat buah kelenjar paratiroid pada manusia, yang terletak tepat
dibelakang kelenjar tiroid, dua tertanam di kutub superior kelenjar tiroid dan dua di
kutub inferiornya.
PTH bekerja langsung pada tulang untuk meningkatkan resorpsi tulang dan
memobilisasi Ca2+. Selain meningkatkan Ca2+ plasma dan menurunkan fosfat plasma,
PTH meningkatkan ekskresi fosfat dalam urin. Efek fosfaturik ini disebabkan oleh
penurunan reabsorpsi fosfat di tubulus proksimal. PTH juga meningkatkan reabsorpsi
Ca2+ di tubulus distal, walaupun ekskresi Ca2+ biasanya meningkat pada
hiperparatiroidisme karena terjadi peningkatan jumlah yang difiltrasi yang melebihi efek
reabsorpsi. PTH juga meningkatkan pembentukan 1,25 dihidroksikolekalsiferol,
metabolit vitamin D yang secara fisiologis aktif. Hormon ini meningkatkan absorpsi
Ca2+ dari usus, tetapi efek ini tampaknya disebabkan hanya akibat stimulasi
pembentukan 1,25 dihidroksikolekalsiferol.
Fungsi kelenjar paratiroid :
Memelihara konsentrasi ion kalsium yang tetap dalam plasma
Mengontrol ekskresi kalsium dan fosfat melalui ginjal
Mempercepat absorbsi kalsium di intestine
Kalsium berkurang, hormon para tiroid menstimulasi reabsorpsi tulang sehingga
menambah kalsium dalam darah
Menstmulasi dan mentransport kalsium dan fosfat melalui mmbran sel
Kelenjar ini menghasilkan hormon yang sring disebut parathormon, yang berfungsi
meningkatkan resorpsi tulang, meningkatkan reorpsi kalsium, dan menurunkan kadar
kalsium darah.
Kelenjar adrenal :
Terdapat 2 buah kelenjar adrenal pada manusia, dan masing-masing kelenjar terletak
diatas ginjal. Kelenjar adrenal terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian medula adrenal
( bagian tengah kelenjar adrenal ) dan korteks adrenal ( bagian luar kelenjar ).

1.
2.
3.

4.

Korteks adrenal memproduksi 3 kelompok hormon steroid, yaitu glukokortikoid


dengan prototipe hidrokortison, mineralokortikoid khususnya aldosteron, dan hormonhormon seks khususnya androgen.
Glukokortikoid berfungsi untuk mempengeruhi metabolisme glukosa, peningkatan
sekresi hidrokortison akan menaikan kadar glukossa darah.
Mineralikortikoid bekerja meningkatkan absorbsi ion natrium dalam prose pertukaran
untuk mengekresikan ion kalium atau hidrogen.
Hormon seks adrenal ( androgen ) memberikan efek yang serupa dengan efek
hormon seks pria.
Medula adrenal berfungsi sebagai bagian dari saraf otonom. Selain itu juga
menghasilkan adrenalin da noradrenalin. Nor adrenalin menikan tekanan darah denga
jalan merangsang serabut otot di dalam dinding pembuluh darah untuk berkontraksi,
dan adrenalin membantu metabolisme karbohidrat dengan jalan menambah
pengeluaran glukosa dari hati.
Fungsi kelenjar adrenal korteks :
Mengatur keseimbangan air, elektrolit dan garam
Mempengaruhi metabolisme lemak, hidrat arang, dan protein
Mempengaruhi aktivitas jaringan limfoid
Fungsi kelenjar adrenal medula :
Vasokontriksi pembuuh darah perifer
Relaksasi bronkus
Kontraksi selaput lendir dan arteriole
Kelenjar pankreas :
Kelenjar ini terdapat di belakang lambung didepan vertebra lumbalis I dan II. Sebagai
kelenjar eksokrin akan menghasilkan enzim-enzim pencernaan ke dalam
lumen duodenum. Sedangkan Sebagai endokrin terdiri dari pulau-pulau Langerhans,
menghasilkan hormon. Pulau langerhans berbntuk oval dan tersebar diseluruh
pankreas. Fungsi pulau langerhans sebagai unit sekresi dalam pengeluaran
homeostatik nutrisi, menghambat sekresi insulin, glikogen dan polipeptida. Pada
manusia, mengandung 4 macam sel, yaitu :
sel A (atau ) : menghasilkan glucagon
sel B (atau ) : menghasilkan insulin
sel D (atau ) : menghasilkan somatostatin
sel F (sgt kecil) : menghasilkan polipeptida pancreas

Hormon insulin berguna untuk menurunkan gula darah, menggunakan dan menyimpan
karbohidrat. Glukagon berfungsi untuk menaikan glukosa darah dengan jalan glikolisis.
Sedangkan somatostatin berguna menurunkan glukosa darah dengan melepaskan
hormon pertumbuhan dan glukagon.
5.

Ovarium :
Estrogen
Pogesteron
FISIOLOGI HIPOTALAMUS DAN KELENJAR HIPOFISIS
1.
HORMON HIPOFISIS ANTERIOR
Pro-opiomelanokortin dan ACTH
Aksis HPA adalah bagian utama sistem stress fisiologi, berbagai stressor (misalnya:
stress metabolik, fisik, mental) menybabkan aktivasi aksis HPA. Regulator hipotalamus
yang utama adalah peptida CRH dan, dengan derajat yang lebih rendah, arginin
vasoperin (AVP), yang diproduksi di nucleus paraventricularis dan supraopticus
hypotalami serta dibebaskan ke dalam sistem portal hipotalamus-hipofisis. Hormonhormon ini memicu pembentukan dan transpor intrasel suatu protein besar yang
dinamai pro-opiomelanokortin (POMC). POMC diproses lebih lanjut oleh berbagai
protase (prohormon konvertase) untuk menghasilkan peptida-peptida yang lebih kecil,
termasuk peptida 39 residu asam amino dari peptida POMC (N-POMC) tampaknya
memiliki fungsi mendorong pertumbuhan.
Hormon-hormon steroid ini selanjutnya memiliki efek kompleks terhadap banyak
jaringan untuk melindungi organisme dari stress : Hormon-hormon ini meningkatkan
tekanan darah dan glukosa darah, mengubah responsivitas sistem imun, dan
seterusnya.
Glukokortiroid juga memberi umpan balik ke hipotalamus, tempat zat ini menghambat
sekresi CRH, dan ke hipofisis, tempat zat ini menghambat sekresi ACTH, lebih lanjut.
Tanpa adanya stress yang tak lazim, pelepasan CRH, ACTH, dan steroid adrenal setiap
harinya berlangsung dalam irama diurinal.
a)
Hormon Glikoprotein
TSH dan gonadotropin berasal dari famili hormon glikoprotein. Anggota-anggota famili
hormon glikoprotein klasik TSH dan gonadotropin, FSH dan LH, serta hormon
kehamilan gonadotropin korion manusia (Hcg) terdiri atas subunit -glikoprotein (GSU), yang dimiliki oleh semua anggota, dan subunit yang dimiliki secara individual.
Subunit- yang unik pada hormon glikoprotein berperan menentukan perbedaan

biologis hormon-hormon ini. Anggota lain famili ini adalah tirostimulin, yang juaga
memiliki komposisi subunit dan . Peran fisiologi hormon ini masih dipastikan.

Tirotropin
Tirotropin yang dilepaskan dari sel-sel spesifik di hipofisis atas rangsangan oleh
thyrotropin-relasing hormone (TRH) dari hipotalamus. Faktor-faktor hipotalamus yangs
secara negtif mengatur pelepasan TSH adalah somatostatin. TSH selanjutnya mengalir
melalui aliran darah sistematis ke kelenjar tiroid, tempat hormon ini merangsang
pembentukan dan sekresi hormon-hormon tiroid memiliki efek terhadap hampir semua
jaringan di tubuh tetapi khususnya pada sistem kardiovaskular, pernafasan, tulang, dan
sistem saraf pusat. Hormon tiroid sangat penting untuk perkembangan, dan
defisiensinya sewaktu perkembangan menimbulkan efek yang tidak dapat pulih
sempurna pada pemberian hormon tiroid berikutnya.

Gonadotropin
Peran gonadotropin adalah mengatur aksis neuroendokrin sistem reproduksi. Karena
itu, suatu relasing factor dari hipotalamus yang dinamai gonadotropin-relasing
hormone (GnRH) merangsang sekresi LH dan FSH, yang merangsang steroidogenesis
di dalam ovarium dan testis. Selain itu, gonadotropin mendorong fungsi sel Sertoli dan
teka serta gametogenesis. Steroid-steroid yang diproduksi oleh ovarium (esterogen)
dan oleh testis (testosteron) menghambat pembentukan GnRH, LH, dan FSH serta
memiliki efek terhadap uterus (mengontrol siklus haid), terhadap perkembangan
payudara, terhadap spermatogenesis, dan terhadap banyak jaringan serta proses
fifiologi lain.
b.

Hormon Pertumbuhan dan Prolaktin


Hormon pertumbuhan dan prolaktin merupakan polipeptida satu-rantai yang secara
struktural berkaitan tetapi memiliki spektrum kerja yang berbeda

Hormon Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan (growth hormone, GH), yang secara positif diatur oleh growth
hormone-releasing hormone (GNRH) hipotalamus dan dihambat oleh somatostatin,
memicu berbagai efek yang mendorong pertumbuhan di beragam jaringan. GH memiliki
efek langsung (Mis: merangsang pertumbuhan tulang rawan) dan tak-langsung (Mis:
melalui insulin-like growht factor-1 [IGF-1], suatu polipeptida yang mirip dengan insulin,
yaitu mendorong penyimpanan bahan bakar di berbagai jaringan. IGF- 1 selanjutnya
menghambat sekresi GNRH dan GH. Seperti pada berbagai aksis umpan-balik
meuroendokrin, SSP dan faktor lain dapat secara bermakana mempengaruhi akasis
regulasi sederhana ini.

2.

Prolaktin
Peran utama prolaktin manusia adalah merangsang perkembangan payudara dan
produksi air susu. Sekresi prolaktin diatur secara negatif oleh neurotransmiter dopamin
dari hipotalamus, dan bukan oleh suatu peptida. Dopamin lebih bekerja sebagai
penghambat ketimbang sebagai perangsang sekresi prolaktin. Proses-proses yang
menyebabkan
terpisahnya
kelenjar
hipofisis
kecuali
prolaktin
(panhipopituitarisme akibat ketiadaan releasing hormone hipotalamus). Ketiadaan
dopamin menyebabkan peningkatan sekresi prolaktin dari sel hipofisis anterior spesifik
yang kini dibebaskan dari inhibisi oleh dopamin. Prolaktin juga dapat bekerja sebagai
fungsi imun.

HORMON HIPOFISI POSTERIOR


Vasopresin dan Oksitosin
Hormon peptida vasopresin dan oksotosin disintesis di nucleussupraopticus dan
paraventricularis hypothalami. Akson dari neuron di nukleus-nukleus ini membentuk
hipofisis posterior, tempat hormon-hormon peptida ini disimpan. Kerena itu, untuk
memicu pelepasan vasopresin atau oksitosin, set terpisah releasing factor hipotalamus
tidak diperlukan.

Vasopresin
Respon terhadap peningkatan ringan osmolaritas darah, osmotat hipotalamus
bereaksi dengan memicu rasa haus, pada saat yang sama, menyebabkan pelepasan
vasopresin. Vasoprersin meningkatkan jumlah kanal air aktif di membran sel ductus
colligens ginjal sehingga air bebas dapat dihemat. Hal ini meningkatakan kepekatan
urine. Penghematan air bebas dan stimulasi rasa haus memiliki efek akhir berupa
koreksi perubahan ringan osmolaritas darah.
Vasopresin berikatan dengan sedikitnya tiga kelas reseptor. Salah satu kelas reseptor
vasopresin ditemukan otot polos. Efek utama reseptor ini adalah memicu vasokontriksi.
Reseptor V18 dijumpai di kortikotrop, dan reseptor ini berperan meningkatkan sekresi
ACTH. Kelas reseptor yang lain (V 2) ditemukan di nefron distal di ginjal; fungsi
utamanya adalah memerantai efek vasopresin terhadap osmolaritas. Karena efeknya
yanga diperantarai oleh reseptor V 2 ini, vasopresin juga dikenal sebagai hormon
antidiuretik (ADH). Hubungan diantara gaya osmotik, volume, dan sekresi hormon ini
juga ditingkatkan oleh penurunan tajam volume intravaskular, meskipun dengan
pengorbanan berupa penurunan osmolaritas. Kombinasi vasokontriksi perifer dan
retensi air yang diperantarai oleh ADH (dalam keadaan hipotensi meskipun osmolaritas
normal atau rendah) dapat dipahami sebagai suatu cara yang dilakukan oleh tubuh

untuk memepertahankan perfusi dalam menghadapi defisit volume intravaskular yang


besar, bahkan ketika volume dan komposisi osmolar darah tidak ideal.

Oksitoin
Seperti vosopresin, peptida ini disimpan diujung saraf neuron hipotalamus di hipofisis
posterior. peptida ini berperan penting dalam kontraksi otot polos uterus dan payudara
baik selama menyusui maupun pada kontaksi rahim sewaktu persalinan.

FAKTOR
Neurogenik

Metabolik

Hormonal

MENINGKATKAN SEKRESI
Tidur stadium III dan IV
Stress
(traumatik,
bedah,
pradangan, psikis)
Agonis adrenergik-alfa ()
Antagonis adrenergi-beta ()
Agonis dopamin
Agonis asetilkolin
Hipoglikemia
Puasa
Penurunan kadar asam lemak
Asam amino
Diabetes melitus tak terkontrol
Uremia
Sirosis hati

MENGHAMBAT SEKRESI
Tidur REM

Antagonis adrenergik
Agonis adrenergik
Antagonis asetilkolin
Hiperglikemia
Peningkatan
lemak

kadar

asam

Obesitas

GNRH
Somastostatin
Insulin-like growth factor yang
Insulin-like growth factor
rendah
yang tinggi
Estrogen
Hipotiroidisme
Glukagon
Kadar glukokortiroid yang
Vasopresin arginin
tinggi

II.
A.

DIABETES INSIPIDUS
Definisi
Diabetes insipidus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan
metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik
pada mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membrane basalis
dalam pemeriksaan dengan mikroskopis. (Kapita Selekta Kedoteran : 2000)
Diabetes insipidus adalah suatu penyakit dengan simtoma poliuria dan polidipsia.
Jenis Diabetes insipidus yang paling sering dijumpai adalah Diabetes insipidus sentral,
yang disebabkan oleh defisiensi arginina pada hormon AVP ( ariginin vasopresin ).
Jenis kedua adalah Diabetes insipidus nefrogenis yang disebabkan oleh kurang
pekanya ginjal terhadap hormon dengan sifat anti-diuretik, seperti AVP.
Diabetes insipidus adalah pengeluaran cairan dari tubuh dalam jumlah yang banyak
yang disebabkan oleh dua hal yaitu Gagalnya pengeluaran vasopressin dan Gagalnya
ginjal terhadap rangsangan AVP.
Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan, penyakit ini
diakibatkan oleh berbagai penyebab yang dapat menganggu mekanisme
neurohypophyseal renal reflex sehingga mengakibatkan kegagalan tubuh dalam
mengkoversi air .
Diabetes insipidus adalah suatu sindrom poliuria yang terjadi akibat ketidakmampuan
tubuh memekatkan urine sehingga menghemat air akibat ketiadaan efek vasopressin.
(McPHEE, Stephen : 2011).
Jadi menurut kelompok, Diabetes Insipidus adalah sindroma yang ditandai dengan
poliuria dan polidipsi akibat terganggunya sekresi vasopressin oleh system saraf pusat
yang dapat disebut dengan diabetes insipidus sentral dan akibat kegagalan ginjal dalam
rangsangan AVP dan ketidakmampuan responsive tubulus ginjal terhadap vasopressin
yang dapat disebut dengan diabetes insipidus nefrogenik.
B.

Etiologi
Hipotalamus mengalami kelainan fungsi dan berkurangnya produksi ADH baik total
maupun parsial.

Kelenjar hipofisis posterior mengalami penurunan atau gagal melepaskan hormon


antidiuretik ke dalam aliran darah.

C.

Kerusakan hipotalamus atau kelenjar hipofisa akibat pembedahan, trauma kepala,


cedera otak (terutama patah tulang di dasar tengkorak), tumor otak, operasi ablasi, atau
penyinaran pada kelenjar hipofisis.
Ketidakmampuan ginjal berespon terhadap kadar ADH dalam darah akibat
berkurangnya reseptor atau second messenger (diabetes insipidus nefrogenik). Hal ini
disebabkan oleh faktor genetik dan penyakit ginjal.
Infeksi sistem saraf pusat (ensefalitis atau meningitis).
Pengaruh obat yang dapat mempengaruhi sintesis dan sekresi ADH seperti
phenitoin, alkohol, lithium carbonat.
Sarkoidosis atau tuberculosis.
Gangguan aliran darah (Aneurisma atau penyumbatan arteri yang menuju ke otak).
Idiopatik : dalam hal ini tidak ditemukan kelainan walaupun terdapat gejala. Gejala
sering mulai pada masa bayi, tetapi tidak hilang selama hidup, tanpa mengganggu
kesehatan dan mempengaruhi umur penderita.
Patofisiologi
Vasopresin arginin merupakan suatu hormon antidiuretik yang dibuat di nucleus
supraoptik, paraventrikular , dan filiformis hipotalamus, bersama dengan pengikatnya
yaitu neurofisin II. Vasopresin kemudian diangkut dari badan-badan sel neuron tempat
pembuatannya, melalui akson menuju ke ujung-ujung saraf yang berada di kelenjar
hipofisis posterior, yang merupakan tempat penyimpanannya. Secara fisiologis,
vasopressin dan neurofisin yang tidak aktif akan disekresikan bila ada rangsang
tertentu. Sekresi vasopresin diatur oleh rangsang yang meningkat pada reseptor
volume dan osmotic. Suatu peningkatan osmolalitas cairan ekstraseluler atau
penurunan volume intravaskuler akan merangsang sekresi vasopresin. Vasopressin
kemudian meningkatkan permeabilitas epitel duktus pengumpul ginjal terhadap air
melalui suatu mekanisme yang melibatkan pengaktifan adenolisin dan peningkatan
AMP siklik (yaitu Adenosin Mono Fosfat). Akibatnya, konsentrasi kemih meningkat dan
osmolalitas serum menurun. Osmolalitas serum biasanya dipertahankan konstan
dengan batas yang sempit antara 290 dan 296 mOsm/kg H2O.
Gangguan dari fisiologi vasopressin ini dapat menyebabkan pengumpulan air pada
duktus pengumpul ginjal meningkat karena berkurang permeabilitasnya, yang akan
menyebabkan poliuria atau banyak kencing.
Selain itu, peningkatan osmolalitas plasma akan merangsang pusat haus, dan
sebaliknya penurunan osmolalitas plasma akan menekan pusat haus. Ambang
rangsang osmotic pusat haus lebih tinggi dibandingkan ambang rangsang sekresi

vasopresin. Sehingga apabila osmolalitas plasma meningkat, maka tubuh terlebih


dahulu akan mengatasinya dengan mensekresi vasopresin yang apabila masih
meningkat akan merangsang pusat haus, yang akan berimplikasi orang tersebut minum
banyak (polidipsia).
Secara patogenesis, diabetes insipidus dibagi menjadi 2 yaitu diabetes insipidus
sentral, dimana gangguannya pada vasopresin itu sendiri dan diabetes insipidus
nefrogenik, dimana gangguannya adalah karena tidak responsifnya tubulus ginjal
terhadap vasopresin.
Diabetes insipidus sentral dapat disebabkan oleh kegagalan pelepasan hormone
antidiuretik ADH yang merupakan kegagalan sintesis atau penyimpanan. Hal ini bisa
disebabkan oleh kerusakan nucleus supraoptik, paraventrikular, dan filiformis
hipotalamus yang mensistesis ADH. Selain itu, DIS ( diabetes insipidus sentral ) juga
timbul karena gangguan pengangkutan ADH akibat kerusakan pada akson traktus
supraoptiko hipofisealis dan aksin hipofisis posterior di mana ADH disimpan untuk
sewaktu-waktu dilepaskan ke dalam sirkulasi jika dibutuhkan.
DIS dapat juga terjadi karena tidak adanya sintesis ADH, atau sintesis ADH yang
kuantitatif tidak mencukupi kebutuhan, atau kuantitatif cukup tetapi tidak berfungsi
normal. Terakhir, ditemukan bahwa DIS dapat juga terjadi karena terbentuknya antibody
terhadap ADH.
D.

Manifestasi Klinis
Manifestasi
klinis
penderita
diabetes
insipidus
ialah
sebagai
berikut:
(Abdoerachman,dkk, 1974, hal : 290)
Gejala utama: poliuria (banyak kencing) dan polidipsi (banyak minum). Jumlah
cairan yang diminum maupun produksi urin per 24 jam sangat banyak. Produksi urin
sangat encer dengan jumlah sekitar 4-30 liter/hari, dengan berat jenis urin biasanya
sangat rendah, berkisar antara 1001 1005 atau 50 200 mOsmol/kg berat badan.
Sebagai kompensasi hilangnya cairan melalui air kemih, penderita bisa minum
sejumlah besar cairan (3,8-38 L/hari). Jika kompensasi ini tidak terpenuhi, maka
dengan segera akan terjadi dehidrasi yang menyebabkan tekanan darah rendah
dan syok.
Penderita terus berkemih dalam jumlah yang sangat banyak, terutama di malam
hari.
Pada bayi yang diberikan minum seperti biasa akan tampak kegelisahan yang tidak
berhenti, sampai timbul dehidrasi, panas tinggi, dan terkadang sampai syok.
Gejala lain:

E.

a)

b)

Penurunan berat badan


Nocturia
Kelelahan
Hipotensi
Gizi kurang baik
Gangguan emosional
Enuresis
Kulit kering
Anoreksia
Gangguan pertumbuhan
Klasifikasi
Pada diabetes insipidus sentral dan nefrogenik, urin bersifat hipotonik. Kausa sentral
tersering adalah kecelakaan trauma kepala, tumor intracranial, dan pasca bedah
intracranial. Kausa yang lebih tercantum adalah:
Diabetes insipidus sentral
Diabetes Insipidus Sentral (DIS) dapat terjadi akibat beberapa hal, yaitu: (Asman,dkk,
1996, hal : 816)
Tumor-tumor pada hipotalamus.
Tumor-tumor besar hipofisis dan menghancurkan nucleus-nukleus hipotalamik.
Trauma kepala.
Cedera operasi pada hipotalamus.
Oklusi pembuluh darah pada intraserebral (trombosis atau perdarahan serebral,
aneurisma serebral, post-partum necrosis).
Pengangkutan ADH/AVP yang tidak bekerja dengan baik akibat rusaknya akson
pada traktus supraoptikohipofisealis.
Sintesis ADH terganggu.
Kerusakan pada nucleus supraoptik paraventricular.
Gagalnya pengeluaran ADH.
Infeksi (Meningitis, ensefalitis, landry-Guillain-Barres syndrome)
Diabetes insipidus nefrogenik
Kegagalan tubulus renal untuk bereaksi terhadap ADH, akibat:
Penyakit ginjal kronik
Penyakit ginjal polikistik
Medullary cystic disease
Pielonefritis

c)

Obstruksi ureteral
Gagal ginjal lanjut
Gangguan elektrolit
Hipolakemia
Hiperkalemia

d)

e)
f)

Obat-obatan
Litium
Demoksiklin
Asetoheksamid
Tolazamid
Glikurid
Propoksifen
Penyakit sickle cell
Gangguan diet
Intake air yang berlebihan
Penurunan intake NaCl
Penurunan intake protein

g)

Lain-lain
Multipel mieloma
Amiloidosis
Penyakit Sjogrens
Sarkoidosis

F.
a)

Komplikasi
Dehidrasi berat dapat terjadi apabila jumah air yang diminum tidak adekuat.
Dehidrasi dapat menyebabkan:

Mulut menjadi kering

Kelemahan otot

Tekanan darah rendah (hipotensi)

natrium darah Ditinggikan (hipernatremia)

Sunken penampilan untuk mata Anda

Demam

Sakit kepala

Tingkat jantung cepat

b)

c)

Kehilangan Berat badan


Ketidakseimbangan elektrolit, yaitu hipenatremia dan hipokalemia. Keadaan ini dapat
menyebabkan denyut jantung menjadi tidak teratur dan dapat terjadi gagal jantung
kongestif. Diabetes insipidus juga dapat menyebabkan ketidak seimbangan elektrolit.
Elektrolit mineral dalam darah Anda - seperti natrium, kalium dan kalsium - yang
menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh Anda. Ketidak seimbangan elektrolit dapat
menyebabkan gejala, seperti:
Sakit kepala
Kelelahan
Lekas marah
Otot sakit
Intoksikasi air
Asupan cairan yang berlebihan di dipsogenic diabetes insipidus dapat menyebabkan
keracunan air, suatu kondisi yang menurunkan konsentrasi natrium dalam darah,yang
dapat merusak otak.

G.
1)

Pemeriksaan Penunjang
Hickey-Hare atau Carter-Robbins test
Pemberian infuse larutan garam hipertonis secara cepat pada orang normal akan
menurunkan jumlah urine, sedangkan pada Diabetes Insipidus urine akan menetap
atau bertambah. Pemberian pitresin akan menyebabkan turunnya jumlah urine pada
pasien DIS dan menetapnya jumlah urine pada pasien DIN. Kekurangan pada
pengujuian ini adalah:
a.
Pada sebagian orang normal, pembebanan larutan garam akan menyebabkan
terjadinya diuresis solute yang akan mengaburkan efek ADH.
b.
Interpretasi pengujicobaan ini adalah all or none sehingga tidak dapat membedakan
defect partial atau komplit.
2)

Fluid deprivation
Tes deprivasi cairan dilakukan dengan cara menghentikan pemberian cairan selama 8
hingga 12 jam atau sampai terjadi penurunan berat badan sebesar 3% hingga 5%.
Kemudian ditimbang BBnya, diperiksa volume dan berat jenis atau osmolalitas urine
pertama. Pada saat ini diambil sample plasma untuk mengukur osmolalitasnya.
a.
Pasien diminta BAK sesering mungkin paling sedikit setiap jam.
b.
Pasien ditimbang tiap jam apabia diuresis lebih dari 300ml/jam, atau setiap 3 jam
sekali bia diuresis kurang dari 300ml/jam.

c.

Setiap sample urine sebaiknya diperiksa osmoalitasnya dalam keadaan segar atau
kalau hal itu tidak mungkin dilakukan semua sample harus disimpan dalam botol yang
tertutup rapat serta disimpan dalam lemari es.
d.
Pengujian dihentikan setelah 16 jam atau berat badan menurun 3-4% tergantung
mana yang lebih dahulu.
3)

Uji Nikotin
Nicotine langsung merangsang sel hipotalamus yang memproduksi vasopressin. Obat
yang dipakai ialah nicotine salicylate secara intra vena. Efek samping yang dapat
ditimbulkan ialah mual dan muntah. Penialaian tes ini sama seperti pada Hickey-Hare
test. (Abdoerachman,dkk, 1974, hal : 292-293)

4)

Uji vasopressin
Dilakukan bersama dengan pengukuran osmolalitas plasma serta urin; uji coba dengan
menggunakan desmopresin (vasopressin sintetik); dan pemberian infus larutan salin
hipertonis.

5)

CT-Scan
Untuk mendeteksi adanya lesi di hipotalamik pituitary.

H.
a.

Penatalaksaan Medis & Keperawatan


Prevent Dehidration
Infus IV Elektrolit Untuk Dehidrasi
Fungsi larutan elektrolit secara klinis digunakan untuk mengatasi perbedaan ion atau
penyimpangan jumlah normal elektrolit dalam darah.

Infus IV Glukosa Nacl / Glukosa 10%


Pada umumnya larutan glukosa untuk injeksi digunakan sebagai pengganti kehilangan
cairan tubuh, sehingga tubuh kita mempunyai energi kembali untuk melakukan
metabolismenya dan juga sebagai sumber kalori. Dosis glukosa adalah 2,5-11,5 %
(Martindale), pada umumnya digunakan 5 %. Dalam formula ini ditambahkan NaCl
supaya diapat larutan yang isotonis, dimana glukosa disini bersifat hipotonis. Dalam
pembuatan aqua p.i ditambahkan H2O2 yang dimaksudkan untuk menghilangkan
pirogen, serta di dalam pembuatan formula ini ditambahkan norit untuk menghilangkan
kelebihan H2O2.

Corsalit 200 sachet

Komposisi:Glucose anhydrate 4 g, NaCl 0.7 g, Na citrate 0.58 g, KCl 0.3g


b.
Check body Weights Daily
Berat badan harus di periksa dengan menggunakan timbangan yang akurat.
c.
Hormonal medic
Penggantian dengan vasopressin. Desmopresin (DDAVP), yaitu suatu preparat sintetik
vasopressin yang tidak memiliki efek vaskuler ADH alami, merupakan preparat yang
sangat berguna karena mempunyai durasi kerja yang lebih lama dab efek samping
yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan preparat lain yang pernah digunakan untuk
mengobati penyakit ini. Preparat ini diberikan intranasal dengan menyemprotkan larutan
obat kedalam hidung melalui pipa plastic fleksibel tidak yang kerjanya singkat dan
diabsorpsi lewat mukosa nasal ke dalam darah. Jika kita menggunakan jalur intranasal
dalam pemberian suatu obat, observasi kondisi pasien unutk mengetahui adanya
ranofaringitis kronis.
Bentuk terapi yang lain adalah penyuntikan intramuskuler ADH, yaitu vasopresin tannat
dalam minyak, yang dilakukan bila pemberian intranasal tidak dimungkinkan. Preparat
suntikan diberikan tiap 24 jam hingga 96 jam. Sebelum digunakan botol obat suntik
terlebih dahulu dihangatkan atau digucangkan dengan kuat. Penyuntikan dilakukan
pada malam hari agar mencapai hasil yang optimal. Kram abdomen adalahefek
samping dari obat ini.

ASUHAN KEPERAWATAN DIABETES INSIPIDUS


1.
1)

PENGKAJIAN
Data Pasien :
Nama klien
Umur
Diagnosa Medik
Tanggal Masuk
Alamat
Suku
Agama
Pekerjaan
Status perkawinan
Status pendidikan

: Ny. S
: 45 Tahun
: Diabetes Insipidus
: 19/12/2011
: Jl. Tipar Halim rt.005/06 no 60j mekarsari-cimanggis depok
: Jawa
: Islam
:: menikah
:-

2)

Riwayat penyakit :
Keluhan Utama :
Ibu mengeluhkan kencing pada malam hari ( noktural ), banyak minum sampai 4-5 liter.
Riwayat Penyakit Sekarang :
Ny. Sumiyah 45 tahun masuk RS. A dengan keluhan banyak kencing terutama pada
malam hari ( nokturia ), banyak minum sehari 4-5 liter. Keluarga mengatakan keluhan
ini terjadi 2 tahun yang lalu tepatnya setelah Ny. Sumiyah mengalami kecelakaan
( tabrakan mobil ).
Riwayat Penyakit Terdahulu :
Keluarga mengatakan keluhan ini terjadi 2 tahun yang lalu tepatnya setelah Ny.
Sumiyah mengalami kecelakaan ( tabrakan mobil ). Sewaktu terjadi tabrakan keluarga
mengatakan kepalanya terbentur dan tidak dibawa ke RS. Karena saat itu kondisi
pasien sadar dan tidak tampak adanya luka
Riwayat Kesehatan Keluarga :
Keluarga tidak mempunyai penyakit diabetes insipidus

3)
a.

Pemeriksaan fisik
Aktifitas/ istirahat
Tanda dan gejala :
Malam : 4 jam
Siang : jarang tidur siangMalam : sampai 04.00 WIB
Sulit tidur karena harus bangun untuk kencing
Intensitas Kencing yang menurun
b.
Eliminasi
Tanda dan gejala :
6x/hari,encer seperti air
Urin sekitar 4-5 liter/hari 24 jam
Warna urin jernih
c. Makanan/cairan
Tanda dan gejala :
2 piring/hr,porsi sedang,tidak habis
4-5 liter/hr, air putih+infus RL 500ml (7 tetes/mnt)

Air diberi saat setelah makan dan terasa haus dan dilengan pasien terpasang infus RL
dengan frek:7 tetes/mnt
Anoreksia,mual dan muntah saat makan,diare
d. Hygiene
Tanda dan gejala :
Masih bisa dilakukan sendiri dalam memenuhi kebersihan badanya
Melibatkan Orang tua dalam pemotongan kuku
Dilakukan sendiri tapi dengan lambat dalam melakukannya
e. Neurosensori
Tanda dan gejala :
Pasien tidak mengalami Pusing, orientasi baik, tidak ada perubahan pupil, kesadaran
kompos metis dengan skala GCS = 15, reflek motorik penilaian 6,reflek pada mata
pada penilaian 4,reflek Verbal pada penilaian 5
f. Pernapasan
Tanda dan gejala :
Inspeksi : frekuensi nafas normal (20/menit), Bentuk dada simetris, penggunaan otot
bantu napas tidak tampak.
Perkusi : sonor/redup.
Palpasi : gerakan thorak simetris
Auskultasi : suara napas resonan, tidak ada bunyi yang menunjukkan gangguan.

2.

DATA FOKUS
DATA SUBJEKTIF
Klien mengatakan banyak kencing

terutama pada malam hari ( nokturia )


Klien mengatakan banyak minum 4-5

liter/hari
Keluarga mengatakan keluhan ini
terjadi 2 tahun yang lalu tepatnya
setelah klien mengalami kecelakaan
( tabrakan mobil )

Keluarga mengatakan sewaktu terjadi

tabrakan kepala klien terbentur dan

DATA OBJEKTIF
Klien terihat tidak sadarkan diri
kesadaran sopor koma
TTV
TD : 70/40 mmHg
HR : 120 x/menit
T : 35,7 C
RR : 24x/menit
Akral klien teraba dingin
CT SCAN : SOL pada hipofisis
Kemungkinan klien terlihat membrane

3.

tidak dibawa ke RS karena saat itu


kondisi klien sadar dan tidak tampak

adanya luka

Klien mengatakan kepalanya pusing


dan diberi obat warung pusingnya

hilang
Klien mengatakan 2 jam sebelum
masuk RS badannya lemas dan tak

lama kemudian klien tak sadarkan diri


Kemungkinan klien mengatakan haus

terus menerus
Kemungkinan
keluarga
klien

mengatakan
tidak
tahu
tentang
penyakit yang diderita klien.

mukosa kering
Kemungkinan klien terlihat gelisah
Kemungkinan klien terlihat turgor kulit
buruk
Kemungkinan klien terlihat adanya
pelambatan pengisian kapiler ( >3 detik
)
Kemungkinan klien terlihat konsistensi
urin encer seperti air
Kemungkinan keluarga klien terlihat
gelisah
Kemungkinan keluarga klien terlihat
bingung
Kemungkinan keluarga klien terlihat
bertanya dengan pertanyaan yang
sama terus menerus
Kemungkinan keluarga klien terlihat
putus asa

ANALISA DATA
DATA

PROBLEM

ETIOLOGI

DS
Gangguan perfusi Penghentian aliran
Klien
mengatakan
kepalanya jaringan serebral
darah SOL
pusing dan diberi obat warung
pusingnya hilang
Klien mengatakan 2 jam sebelum
masuk RS badannya lemas dan tak
lama kemudian klien tak sadarkan
diri
DO
Klien terihat tidak sadarkan diri

kesadaran sopor koma


TTV
TD : 70/40 mmHg
HR : 120 x/menit
T : 35,7 C
RR : 24x/menit
Akral klien teraba dingin
CT SCAN : SOL pada hipofisis
Kemungkinan klien terlihat gelisah

DS
Kekurangan
Klien mengatakan banyak kencing volume cairan
terutama
pada
malam
hari
( nokturia )
Kemungkinan klien mengatakan
haus terus menerus
DO
TTV
TD : 70/40 mmHg
HR : 120 x/menit
T : 35,7 C
RR : 24x/menit
Klien mengatakan 2 jam sebelum
masuk RS badannya lemas dan tak
lama kemudian klien tak sadarkan
diri
Kemungkinan
klien
terlihat
membrane mukosa kering
Kemungkinan klien terlihat turgor
kulit buruk
Kemungkinan klien terlihat adanya
pelambatan pengisian kapiler ( >3
detik )
Kemungkinan
klien
terlihat
konsistensi urin encer seperti air

Output
yang
berlebihan ditandai
dengan poliura

DS
Gangguan
Klien mengatakan banyak kencing eliminasi urine
terutama
pada
malam
hari
( nokturia )
Klien mengatakan banyak minum 45 liter/hari

Penurunan
permeabilitas
tubulus
ginjal
ditandai
dengan
poliura

DO
TTV
TD : 70/40 mmHg
HR : 120 x/menit
T : 35,7 C
RR : 24x/menit
DS
Kurang
Keluarga mengatakan keluhan ini pengetahuan
terjadi 2 tahun yang lalu tepatnya
setelah
klien
mengalami
kecelakaan ( tabrakan mobil )
Keluarga mengatakan sewaktu
terjadi tabrakan kepala klien
terbentur dan tidak dibawa ke RS
karena saat itu kondisi klien sadar
dan tidak tampak adanya luka
Kemungkinan
keluarga
klien
mengatakan tidak tahu tentang
penyakit yang diderita klien
DO
Kemungkinan keluarga klien terlihat
bingung
Kemungkinan keluarga klien terlihat
gelisah

Tidak
mengenal
sumber informasi

Kemungkinan keluarga klien terlihat


bertanya dengan pertanyaan yang
sama terus menerus
Kemungkinan keluarga klien terlihat
putus asa

4.

DIAGNOSA KEPERAWATAN

DIAGNOSA KEPERAWATAN

TANGGAL
DITEMUKAN

TANGGAL TERATASI

Gangguan perfusi jaringan Selasa,


serebral b.d penghentian aliran 26 Februari 2013
darah SOL

Jumat,
1 Maret 2013

Kekurangan volume cairan Selasa,


b.d output yang berlebih
26 Februari 2013

Jumat,
1 Maret 2013

Selasa
Gangguan eliminasi urine
26 Februari 2013
b.d penurunan permeabilitas
tubulus ginjal ditandai dengan
poliura

Jumat,
1 Maret 2013

Kurang pengetahuan b.d


Selasa
tidak
mengenal
sumber
26 Februari 2013
informasi

Jumat,
1 Maret 2013

5.

INTERVENSI
NO
DX
1

TUJUAN DAN KRITERIA


HASIL

INTERVENSI

Setelah dilakukan tindakanMandiri :


keperawatan selama 3x24
1.
Awasi tanda-tanda vital
jam diharapkan :
Rasional : mempertahankan aliran darah otak yang
1.
Tanda-tanda vital stabil
konstan pada saat ada fluktuasi tekanan darah
2.
Tingkat
kesadaran sistemik
membaik
2.
Kaji respon motorik terhadap perintah yang
sederhana
Rasional : mengukur kesadaran secara keseluruhan
3.
Pertahankan kepala/leher pada posisi tengah atau
pada posisi netral, sokong dengan gulungan handuk
kecil atau bantal kecil. Hindari pemakaian bantal besar
pada kepala.
Rasional : kepala yang miring pada salah satu sisi
menekan vena jugularis dan menghambat aliran darah
vena , yang selanjutya akan meningkatkan TIK
4.
Perhatikan adanya gelisah yang meningkat,
peningkatan keluhan dan tingkah laku yang tidak
sesuai lainnya.
Rasional : mengindikasi adanya peningkatan TIK
Kolaborasi :

1.

Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi

Rasional : menurunkan hipoksemia, yang mana dapat


meningkatkan vasodilatasi dan volume darah serebral
yang meningkatkan TIK
2.
Pantau AGD/tekanan oksimetri
Rasional : menentukan kecukupan pernafasan dan
mengindikasi kebutuhan akan terapi.

Setelah dilakukan tindakanMandiri :


keperawatan selama 3x24
1.
Awasi tanda-tanda vital
jam diharapkan :
Rasional : tanda-tanda vital membantu mengidentifikasi
1.
TTV stabil
fluktuasi cairan intravaskuler
2. Input dan output cairan
2.
Observasi capillary refill
seimbang
Rasional : indikasi keadekuatan sirkulasi perifer
3. Akral hangat
3.
Observasi intkae dan output. Catat konsentrasi,
warna urine
Capillary reffil <3 detik
Rasional : penurunan haluaran urine dan berwarna
pekat diduga dehidrasi
4.
Anjurkan untuk minum 1500 ml/hari
Rasional : untuk memenuhi kebutuhan cairan peroral
Kolaborasi :
1.
Kolaborasi pemberian cairan intravena
Rasional : dapat meningkatkan jumlah cairan tubuh
untuk mencegah terjadi nya syok hipovolemik

Setelah dilakukan tindakanMadiri :


keperawatan selama 3x24
1.
Monitor dan kaji karakteristik urine meliputu
jam diharapkan :
frekuensi, konsistensi, bau, volume dan warna.
1.
Tanda-tanda vital stabil
Rasional : mengetahui sejauh mana perkembangan
2.
Menunjukan
fungsi ginjal dan untu mengetahui normal atau tidaknya
perkembangan yang normal urine klien

dalam pengeluaran urine

2.

Bantu pemberian cairan sesuai keutuhan


Rasional : menurangi pengeluaran cairan berupa urine
terutama saat malam hari
3.
Catat waktu terakhir klien eliminasi urine
Rasional : mengidentifikasi fungsi kandung kemih
fungsi ginjal dan keseimbangan cairan.
4.
Instruksikan klien/keluarga untuk mencatat output
urine klien
Rasional : mengidentifikasi jumlah urine yang
keluar/hari.

Setelah dilakukan tindakanMandiri :


keperawatan selama 3x24
1.
Ciptakan lingkungan saling percaya dengan
jam diharapkan :
mendengarkan penuh perintah, dan selalu ada untuk
1.
Mengungkapkan
pasien.
pemahaman
tentang Rasional : menanggapi dan mempeerhatikan perlu
penyakit
diciptkan sebeum pasien bersedia mengambil bagian
dalam proses belajar.
2.
Bekerja dengan pasien dalam menata tujuan belajar
yang diharapkan.
Rasionl : meningkatkan antusias dan kerjsama pasien
dengan prinsip-prinsip yang dipelajari.
3.
Pilih berbagai strategi belajar, seperti teknik
demosntrasi yang memerlukan keterampilan.
Rasional : meningkatkan pencerapa pada individu yang
belajar
4.
Tinjau ulang progam pengobatan
Rasional : pemahaman tentang semua aspek yang
digunakan obat menigkatkan penggunaan yang tepat

BAB III
PENUTUP
Diabetes Insipidus adalah sindroma yang ditandai dengan poliuria dan polidipsi
akibat terganggunya sekresi vasopressin oleh system saraf pusat yang dapat disebut

dengan diabetes insipidus sentral dan akibat kegagalan ginjal dalam rangsangan AVP
dan ketidakmampuan responsive tubulus ginjal terhadap vasopressin yang dapat
disebut dengan diabetes insipidus nefrogenik. Di manifestasikan dengan poliuria dan
polidipsia.

DAFTAR PUSTAKA
Doenges, Marilyn E, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan
Pendokumentasian Perawatan Pasien edisi 3 alih, Jakarta : EGC, 1999.
Marelli T.M, Buku Saku Dokumentasi Keperawatan edisi 3, Jakarta : EGC, 2007
Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner
& Suddarth, Edisi 8 Vol 2, Jakarta : EGC, 2002.

Sistem Endokrin Dan Kerja Hormon Pada Tubuh Manusia.


Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang
menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk
mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan"
dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan
menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak
memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan
kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin.

Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi
internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon
secara langsung ke dalam aliran darah.
Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan
berbagai organ tubuh.

KELENJAR ENDOKRIN

Organ utama dari sistem endokrin adalah:


# Hipotalamus
# Kelenjar hipofisa
# Kelenjar tiroid
# Kelenjar paratiroid
# Pulau-pulau pankreas

# Kelenjar adrenal
# Buah zakar
# Indung telur.

Selama kehamilan, plasenta juga bertindak sebagai suatu kelenjar endokrin.

Hipotalamus melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa; beberapa


diantaranya memicu pelepasan hormon hipofisa dan yanglainnya menekan pelepasan
hormon hipofisa.

Kelenjar hipofisa kadang disebut kelenjar penguasa karena hipofisa mengkoordinasikan


berbagai fungsi dari kelenjar endokrin lainnya.

Beberapa hormon hipofisa memiliki efek langsung, beberapa lainnya secara sederhana
mengendalikan kecepatan pelepasan hormon oleh organ lainnya.

Hipofisa mengendalikan kecepatan pelepasan hormonnya sendiri melalui mekanisme


umpan balik, dimana kadar hormon endokrin lainnya dalam darah memberikan sinyal
kepada hipofisa untuk memperlambat atau mempercepat pelepasan hormonnya.

Tidak semua kelenjar endokrin berada dibawah kendali hipofisa; beberapa diantaranya
memberikan respon, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap konsentrasi zatzat di dalam darah:
# Sel-sel penghasil insulin pada pankreas memberikan respon terhadap gula dan asam
lemak
# Sel-sel paratiroid memberikan respon terhadap kalsium dan fosfat
# Medulla adrenal (bagian dari kelenjar adrenal) memberikan respon terhadap
perangsangan langsung dari sistem saraf parasimpatis.

Banyak organ yang melepaskan hormon atau zat yang mirip hormon, tetapi biasanya
tidak disebut sebagai bagian dari sistem endokrin.

Beberapa organ ini menghasilkan zat-zat yang hanya beraksi di tempat pelepasannya,
sedangkan yang lainnya tidak melepaskan produknya ke dalam aliran darah.

Contohnya, otak menghasilkan berbagai hormon yang efeknya terutama terbatas pada
sistem saraf.

Sistem Endokrin

HORMON

Hormon adalah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar atau
organ, yang mempengaruhi kegiatan di dalam sel-sel. Sebagian besar hormon
merupakan protein yang terdiri dari rantai asam amino dengan panjang yang berbedabeda. Sisanya merupakan steroid, yaitu zat lemak yang merupakan derivat dari
kolesterol. Hormon dalam jumlah yang sangat kecil bisa memicu respon tubuh yang
sangat luas.

Hormon terikat kepada reseptor di permukaan sel atau di dalam sel. Ikatan antara
hormon dan reseptor akan mempercepat, memperlambat atau merubah fungsi sel.
Pada akhirnya hormon mengendalikan fungsi dari organ secara keseluruhan:
# Hormon mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan, perkembangbiakan dan
ciri-ciri seksual
# Hormon mempengaruhi cara tubuh dalam menggunakan dan menyimpan energi
# Hormon juga mengendalikan volume cairan dan kadar air dan garam di dalam darah.

Beberapa hormon hanya mempengaruhi 1 atau 2 organ, sedangkan hormon yang


lainnya mempengaruhi seluruh tubuh.

Misalnya, TSH dihasilkan oleh kelenjar hipofisa dan hanya mempengaruhi kelenjar
tiroid. Sedangkan hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid, tetapi hormon ini
mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Insulin dihasilkan oleh sel-sel pulau pankreas
dan mempengaruhi metabolisme gula, protein serta lemak di seluruh tubuh.

PENGENDALIAN ENDOKRIN

Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi, maka kadar hormon di dalam darah
bisa menjadi tinggi atau rendah, sehingga mengganggu fungsi tubuh. Untuk
mengendalikan fungsi endokrin, maka pelepasan setiap hormon harus diatur dalam
batas-batas yang tepat. Tubuh perlu merasakan dari waktu ke waktu apakah diperlukan
lebih banyak atau lebih sedikit hormon.

Hipotalamus dan kelenjar hipofisa melepaskan hormonnya jika mereka merasakan


bahwa kadar hormon lainnya yang mereka kontrol terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Hormon hipofisa lalu masuk ke dalam aliran darah untuk merangsang aktivitas di
kelenjar target. Jika kadar hormon kelenjar target dalam darah mencukupi, maka
hipotalamus dan kelenjar hipofisa mengetahui bahwa tidak diperlukan perangsangan
lagi dan mereka berhenti melepaskan hormon.

Sistem umpan balik ini mengatur semua kelenjar yang berada dibawah kendali hipofisa.

Hormon tertentu yang berada dibawah kendali hipofisa memiliki fungsi yang memiliki
jadwal tertentu. Misalnya, suatu siklus menstruasi wanita melibatkan peningkatan
sekresi LH dan FSH oleh kelenjar hipofisa setiap bulannya. Hormon estrogen dan
progesteron pada indung telur juga kadarnya mengalami turun-naik setiap bulannya.

Mekanisme pasti dari pengendalian oleh hipotalamus dan hipofisa terhadap bioritmik ini
masih belum dapat dimengerti. Tetapi jelas terlihat bahwa organ memberikan respon
terhadap semacam jam biologis.

Faktor-faktor lainnya juga merangsang pembentukan hormon.

Prolaktin (hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa) menyebabkan kelenjar susu
di payudara menghasilkan susu. Isapan bayi pada puting susu merangsang hipofisa
untuk menghasilkan lebih banyak prolaktin. Isapan bayi juga meningkatkan pelepasan
oksitosin yang menyebabkan mengkerutnya saluran susu sehingga susu bisa dialirkan
ke mulut bayi.

Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid, tidak berada dibawah kendali
hipofisa. Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan apakah tubuh memerlukan
lebih banyak atau lebih sedikit hormon.

Misalnya kadar insulin meningkat segera setelah makan karena tubuh harus mengolah
gula dari makanan. Jika kadar insulin terlalu tinggi, kadar gula darah akan turun sampai
sangat
rendah.
http://www.freetaskatcampuss.co.cc/2010/11/sistem-endokrin-dan-kerja-hormonpada.html
Sistem Kerja Endokrin
21.01

Sistem Endokrin
Pengertian
Sistem endokrin disusun oleh kelenjar-kelenjar
mensekresikan senyawa kimia yang disebut hormon.

endokrin.

Kelenjar

endokrin

Hormon merupakan senyawa protein / senyawa steroid yang mengatur kerja proses
fisiologis tubuh.

Hormon bekerja sama dengan system syaraf untuk mengatur pertumbuhan, dan
tingkah keseimbangan internal, reproduksi dan tingkah laku. Kedua system tersebut
mengaktifkan sel untuk berinteraksi satu dengan yang lain dengan menggunakan
messenger kimia.
Kelenjar endokrin menggunakan messenger kimia yaitu hormon yang diedarkan oleh
system trasnportasi (darah), dan mempengaruhi sel target yang ada diseluruh tubuh.
Kerja system endokrin lebih lambat dibandingkan dengan system syaraf, sebab untuk
mecapai sel target hormon harus mengikuti aliran system transportasi. Sel target
memiliki receptor sebagai alat khusus untuk mengenali impuls / rangsang. Ikatan antara
receptor dengan hormon di dalam atau di luar sel target, menyebabkan terjadinya
respons pada sel target.
Mesenger kimia dalam system neuron adalah neurotransmitter. Neurotransmitter
bergerak dalam sel syaraf dan pindah ke sel syaraf berikutnya melalui celah sinapsis,
hingga sampai pada receptor sel target.
Sistem endokrin dipelajari dalam cabang ilmu endokrinologi
Tabel perbedaan antara kelenjar endokrin dengan kelenjar eksokrin
No

Kelenjar endokrin

Kelenjar eksokrin

Mensekresikan hormon

Disebut kelenjar buntu karena tidak Memiliki


saluran
tempat
yang
memiliki saluran
mengalirkan hasil sekresinya kelokasi
tertentu

Hormon
sedikit

Hormon disekresikan setiap saat

disekresikan

Mensekresikan enzim

dalam

jumlah Enzim disekresikan


banyak

dalam

jumlah

Disekresikan saat tertentu

Tabel perbedaan antara antara system syaraf dengan system endokrin


No

Sistem syaraf

Sistem endokrin

Respons terhadap rangsang cepat

Respons terhadap rangsang lambat

Pembawa impuls adalah neuron

Pembawa impuls adalah aliran darah

Responsnya
langsung
rangsang dari luar

terhadap Responnya tidak langsung terhadap


rangsang dari dalam

Tabel persamaan antara system syaraf dengan system endokrin

No

Sistem syaraf

Sistem endokrin

Membantu mengatur dan memelihara Membantu mengatur dan memelihara


homeostasis
homeostasis

Mensekresikan
neurohumor

messenger

kimiawi Mensekresikan
hormon

messenger

kimiawi

Jenis hormon berdasarkan senyawa kimia penyusunnya


Hormon peptida dibentuk dari senyawa asam amino. Hormon peptida berikatan dengan
permukaan receptor sel target pada bagian permukaan dan tidak pernah masuk ke
dalam sel.
Ikatan antara hormon dengann receptor sel target akan mengaktifkan enzim yang
memacu pembentukan daur AMP dari ATP. Siklus AMP mengaktifkan enzim-enzim lain
yang belum aktif
Hormon steroid
Hormon steroid dibentuk dari kolesterol yang larut dalam darah. Kerja dari hormone
steroid dengan cara masuk kedalam sitoplasma sel target. Ikatan antara hormone
dengan receptor sel target kemudia masuk ke dalam nucleus, berikatan dengan benang
kromatindan mengaktifkan gen-gen tertentu. Gen (DNA) berisi informasi untuk
memproduksi protein. Protein dibentuk ketika gen-gen telah aktif.
Kerja hormon steroid lebih lambat dibandingkan hormon peptida, karena waktu yang di
butuhkan untuk memproduksi protein baru sepertinya berlawanan mengaktifkan protein
yang sudah ada
Berdasarkan aktifitasnya kelenjar endokrin dibedakan atas:
Kelenjar endokrin yang bekerja sepanjang hayat
Contoh: kelenjar tiroid, paratiroid, kelenjar pulau-pulau langerhans, dan kelenjar timus
Kelenjar endokrin yang bekerja dimulai masa tertentu
Contoh: Kelenjar kelamin (kelenjar gonad)
Kelenjar endokrin yang bekerja sampai masa tertentu
Contoh: kelenjar kelamin perempuan
Tabel nama dan letak kelenjar endokrin dalam tubuh.
No

kelenjar

Nama Lain

Letak

hipofisis

Kelenjar pituitari

Dibagian dasar cerebrum, dibawah


hipotalamus

Tiroid

Kelenjar gondok

Didaerah leher dekat jakun

Paratiroid

Kelenjar anak
gondok

Dibagian (dorsal) belakang dari kelenjar


tiroid

Kelenjar
pankreas

Kelenjar pulaupulau langerhans

Dekat lambung

Kelenjar
gonad

Kelenjar kelamin

Laki-laki : testis

Kelenjar
adrenalin

Kelenjar supra
renalis

Di atas ginjal

Kelenjar
timus

Kelenjar kacangan

Di daerah dada

Perempuan: ovarium

Hypothalamus
Hipotalamus adalah bagian dari otak besar yang mengatur homeostasis tubuh dengan
pengaturan bagian dalam tubuh seperti detak jantung, suhu tubuh, keseimbangan air
dan sekresi dari kelenjar pituitary.
Kelenjar Pituitari (kelenjar hipofisis)
Nama Lain: Master of glands sebab menghasilkan berbagai hormone yang berfungsi
mengatur kerja kelenjar endokrin lainnya.
Bentuk dan ukuran: Lonjong sebesar biji kacang kapri
Letak: Dibawah hypothalamus
Kelenjar pituitary terdiri atas dua lobus. Hormon yang dihasilkan lobus posterior di
sintesis oleh neuron yang ada di hipotalamus. Sedangkan lobus anterior memproduksi
hormone dan mengeluarkannya.
Perhatikan diagram dibawah ini yang menggambarkan hubungan antara hipotalamus,
kelenjar pituitary dan masing-masing kelenjar yang mereka control.
Kelenjar pituitary lobus posterior
Lobus posterior dari kelenjar pituitary berisi ujung akson dari neuron yang memanjang
dari hipotalamus. Hormon disimpan di dalam dan dikeluarkan dari ujung akson yang
berada di lobus posterior dari kelenjar pituitary.

Oksitosin
Oksitosin merangsang kontraksi rahim untuk mendorong janin saat persalinan.
Oksitosin juga merangsang pengeluaran ASI dari kelenjar susu yang disebabkan
kontraksi sel-sel disekitarnya. Setelah kelahiran, isapan bayi pada putting susu
merangsang pengeluaran hormone oksitosin dari kelenjar pituitary bagian posterior.
Antidiuretika Hormon (ADH)
Hormon antidiuretika meningkatkan permeabilitas dari tubulus kontortus distal dan
tubulus kolektifus dari nefron ginjal, sehingga volume urin menurun. Sekresi dari
hormone ADH mengontrol mekanisme efek timbal balik sebagai berikut:
Konsentrasi darah (kadar air sedikit) hipotalamus ADH reabsorbsi air,
menyebabkan darah menjadi lebih encer.
Jika darah terlalu encer, system sirkulasi akan merangsang jantung untuk menghasilkan
hormone atrial natriuretic (ANF). Hormon ini menghambat pengeluaranhormon ADH
dari kelenjar pituitary bagian posterior sehingga volume urin meningkat.
Alkohol merupakan zat yang memiliki kemampuan menghambat pengeluaran ADH,
sehingga ginjal meproduksi urin yang lebih encer (volume rin meningkat)
Kelenjar pituitary lobus anterior
Hipotalamus menghasilkan hormone yang dibawa dalam pembuluh darah menuju
bagian anterior dari kelenjar pituitary. Hormon ini digunakan untuk merangsang pituitary
untuk menghasilkan hormone-hormon lain.
Kelenjar pituitari menghasilkan lebih dari delapan hormon. Masing-masing hormon
dihasilkan sebagai respons terhadap hormon pelepas dari hipotalamus (hormon
releasing dari hiotalamus).
Pembeluh darah membawa hormon pelepas dari hipotalamus menuju kelenjar pituitari
melalui perantara yang disebut vena porta, sebab vena porta menghubungkan dua
ujung kapiler. Satu ujung kapiler terletak di dalam hipotamus, dan ujung lainya terdapat
bagian anterior kelenjar pituitari.
Hormon pelepas yang bersifat menghambat (hormone releasing inhibits) dihasilkan oleh
hipotalamus, yang berfungsi menghambat pengeluaran hormone pelepas yang
memacu (hormone releasing) seperti tersebut di atas.
Contoh:

Kelenjar pituitary merangsang pengeluaran hormon pertumbuhan (Growth hormone/


GH). Pengeluaran hormone GH di rangsang oleh hormone hormon pelepas
pertumbuhan (growth hormone releasing factor/ GHRF) yang dirpduksi oleh
hipotalamus. Selain itu terdapat juga hormone yang fungsinya berlawanan dengan
GHRF, yaitu hormone pelepas yang sifatnya menghambat (Growth hormone releasinginhibits factor. GHRiF) yang juga dihasilkan oleh hipotalamus. Dari delapan jenis
hormone yang dihasilkan oleh kelenjar pituitary lobus anterior, 3 diantaranya memiliki
efek langsung pada tubuh, sedangkan 3 lainnya mengatur kelenjar-kelenjar endokrin
lainnya
Hormon lobus anterior dari kelenjar pituitary yang memberikan efek langsung ke
tubuh.
Hormon Pertumbuhan (Somatotropik hormone / STH) atau growth hormon
Hormon pertumbuhan berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel tubuh. Jika
hormone ini diproduksi dalam jumlah sedikit, akan menyebabkan kerdil (dwarfisme),
demikian sebaliknya jika produksi hormone ini berlebih akan menyebabkan
pertumbuhan raksasa (gigantisme).
Akromegali adalah kelainan genetik dimana hormone pertumbuhan terus diproduksi
sepanjang hayat. Kelainan akromegali ditandai pertumbuhan yang tidak seimbang pada
tulang jari tangan dan jari kaki, rahang atau tulang hidung. Semestinya pada orang
yang normal, hormone ini akan berhenti diproduksi pada usia 18 20 tahun.
Prolaktin
Prolaktin diproduksi dalam jumlah besar setelah proses kelahiran. Fungsi hormone
prolaktin adalah merangsang perkembangan kelenjar susu dan produksi ASI. Selain itu
hormone ini juga mempengaruhi proses metabolism lemak dan karbohidrat.
Melanosite-Stimulasing Hormon (MSH)
Hormon ini menyebabkan warna kulit ikan, amfibi dan reptile berubah-ubah. Pada
manusia melanosit stimulasing hormone berfungsi untuk merangsang sintesis pigmen
melanin
Hormon lobus anterior kelenjar pituitary yang mengatur kerja kelenjar endokrin
lain.
Kelenjar pituitary juga mengontrol kelenjar endokrin lain oleh sebab itu disebut dengan
istilah master of gland . Tiga jenis hormone yang dihasilkan kelenjar pituitary adalah:
Thyroid Stimulating Hormone (TSH) --> Kelenjar thyroid --> hormon thyroxin

Adrenocorticotropic Hormone (ACTH) --> Kelenjar adrenal cortex --> hormon cortisol
Gonadotropic Hormones (FSH and LH) --> kelenjar ovaries and testes --> Hormon
kelamin , mengontrol produksi sel kelamin.
Tiroid Stimulating hormone (TSH)
Fungsi mengendalikan sekresi hormon tiroksin oleh kelenjar gondok. Pengeluaran
hormone ini dipacu oleh hormone pelepas (thyrotropic releasing factor). Jika kadar TSH
tinggi menandakan tubuh kekurangan hormon tiroksin. Sekresi hormone tiroksi
berkurang biasanya disebabkan rendahnya kadar unsur yodium dalam darah. Hal ini
akan menyebabkan penyakit gondok (goiter)
Adenocorticotropic hormone (ACTH)
Fungsi merangsang bagian korteks kelenjar adrenal untuk mensekresikan hormone
glukokortikoid. Pengeluaran hormone ini dipacu oleh hormon pelepas (corticotrophin
releasing factor) yang dihasilkan oleh hipofisis.
Gonadotropic hormone ( FSH dan LH)
FSH (Folikel Stimulating Hormon)
Fungsi:
Pada perempuan
Merangsang pertumbuhan dan perkembangan folikel dalam ovarium sehingga menjadi
folikel de graaf
Pada laki-laki
Mengatur perkembangan testis dan merangsang spermatogenesis
Luteining Hormon
Fungsi:
Pada perempuan:
Mempengaruhi terjadinya ovulasi
Membentuk korpus luteum dari sisa folikel
Merangsang korpus luteum untuk mensekresikan hormon progesteron
Pada laki-laki
Merangsang sel-sel interstitial (sel-sel leydig) dalam testis untuk mensekresikan
hormone testosterone. Hormon LH pada laki-laki biasanya disebut juga ICSH (interstitial
stimulating hormone)
Penghambat Umpan Balik negatif
Sekresi hormone oleh kelenjar dikontrol oleh hipotalamus. Pengaturan pengeluaran
hormon melalui mekanisme negative umpan balik. Ketika jumlah hormone meningkat,
maka hormone tersebut akan menghambat hipotalamus dan pituitary lobus anterior
akibatnya produksi hormone menjadi menurun.
Kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid menghasilkan hormone tiroksin (disebut T4 karena didalam hormone ini
berikatan 4 molekul yodium), dan triiodothyronin (disebut juga T3 karena di dalam
hormone berisi 3 molekul iodine).
Antara T4 dan T3 memiliki kesamaan efek pada sel target. Dalam sebagian besat
jaringan target, T4 dapat dikonversi menjadi T3. T4 dan T3 mempengaruhi kecepatan
metabolism, pertumbuhan, dan perkembangan. Produksi hormone tiroksin diatur
melalui mekanisme negative umpan balik dimana hormone tersebut menghambat
hipotalamus untuk merangsang kelenjar tiroid
Hipotyroidisme terjadi bila kelenjar tiroid menghasilkan hormone tiroksin dalam jumlah
sedikit. Pada orang dewasa dampak yang ditimbulkan adalah letargi mental, dan
penambahan berat badan. Pada anak-anak menyebabkan kretinisme dengan
karakteristik kerdil (dwarfisme) retardasi mental, dan kurang matang seksual.
Hipertyroidisme terjadi bila konsentrasi hormone T3 dan T4 meningkat. Hal tersebut
mengakibatkan peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan penurunan berat badan.
Unsur yodium dibutuhkan untuk menyusun hormone tiroksin. Defisiensi dari unsure
yodium mencegah pembentuk hormone tiroksin oleh kelenjar tiroid. Keadaan tersebut
mengakibatkan berlebihnya tirois stimulating hormone yang diproduksi oleh kelenjar
pituitary lobus anterior. bagian anterior. Kekurangan unsure yodium dalam jangka waktu
lama berakibat penyakit gondok (goiter) yang ditandai dengan semakin membesarnya
kelenjar gondok.
Kalsitonin
kelenjar tiroid juga menghasilkan hormone kalsitonin yang merangsang penyimpanan
kalsium dalam tulang. Kerja hormone ini berlawanan dengan hormone yang
disekresikan oleh kelenjar paratiroid, perhatikan diagram dibawah ini!
Produksi hormone kalsitonin tidak diatur oleh kelenjar pituitary lobus anterior. Sekresi
hormone ini dirangsang oleh tingginya kadar kalsium dalam darah
Kelenjar paratiroid
Kelenjar paratiroid berjumlah 4 buah terletak dipermukaan posterior dari kelenjar tiroid.
Kelenjar ini mensekresikan hormone paratiroid (PTH) yang meningkatkan kadar ion Ca
dalam darah. Jaringan tulang merupakan tempat timbunan ion kalsium. Hormon
paratiroid merangsang pengeluaran ion calcium dari tulang untuk meningkatkan kadar
calcium darah.
Hormon paratiroid juga meningkatkan reabsorbsi ion kalsium di ginjal sehingga kadar
ion kalsium dalam urine menurun. Hormon paratiroid ini juga mengaktifkan vitamin D

yang meningkatkan reabsorbsi ion kalsium dari bahan makanan dalam saluran
pencernaan.
Sekresi dan pengaturan kadar ion kalsium dalam darah tidak dibawah kendali
hipotalamus atau kelenjar pituitary)
Adrenal Cortex
Lapisan terluar dari kelenjar adrenalin disebut korteks adrenal. Bagian ini menghasilkan
tiga jenis hormone steroid yaitu Glukokortikoid, mineralokortikoid, dan sejumlah kecil
hormone kelamin. The outer layer of an adrenal gland is the adrenal cortex.
It produces three kinds of steroid hormones. These are glucocorticoids,
mineralocorticoids, and small amounts of sex hormones. Glukokortikoid yang utama
adalah kortisol, sedangkan mineralokortikoid yang utama adalah aldosteron.
Cortisol (A Glucocorticoid)
Hormon glukokortikoid dihasilkan berupa tanggapan dalam keadaan stress. Hormon
kortisol dalam Glucocorticoids are produced in response to stress.
Hormon kortisol menimbulkan peningkatan kadar gula dalam darah dengan cara
merangsang hati untuk menghasilkan gula dari sumber non karbohidrat seperti protein
dan lemak dan melepas glukosa ke dalam darah.
Control umpan balik negative digambarkan pada diagram berikut:
Aldosterone (A Mineralocorticoid)
Pengeluaran hormone aldosteron tidak dibawah kendali kelenjar pituitary lobus anterior.
Kerja hormone aldosteron terutama untuk meningkatkan proses absorbs ion Natrium
dan ion kalium. Meningkatnya kadar ion natrium kontribusinya adalah adanya
penyimpanan air sehingga volume darah meningkat. Ketiadaan hormon aldosteron
menyebabkan ion natrium diekskresikan sehingga kadar ion natrium rendah akibatnya
volume darah menjadi berkurang dan tekanan darah menjadi rendah.
Meningkatnya volume darah dalam system peredaran m erangsang jantung untuk
menghasilkan hormon atrial natriuretik faktor. Eks adrenal dan hormone ADH oleh
kelenjar pituitary lobus posterior yang menyebabkan ginjal mengeluarkan air dalam
jumlah banyak. Hilangnya air dan ion natrium memberikan kontribusi pada menurunnya
volume darah.
Kelenjar adrenal bagian medula

Kelenjar adrenal bagian medulla disusun dari modifikasi sel-sel neuron yang
mengeluarkan epinephrine dan norepinephrin (adrenalin dan noradrenalin) pada kondisi
stress.
Hormon-hormon ini akan dikeluarkan dalam menanggapi stress dan marangsang
tanggapan memacu atau melemahkan pada syaraf simpatik. Akibatnya detak jantung
meningkat, aliran darah lebih cepat, dan saluran udara pernapasan melebar untuk
memudahkan masuknya oksigen ke paru-paru. Penambahan sejumlah glukosa dalam
darah meningkatkan pemakaian lebih banyak energy yang tersedia.
Pengeluarann hormon ini diatur oleh bagian tengah otak (termasuk hipotalamus)
melalui syaraf simpatik, bukan oleh hormone dari kelenjar pituitary.
Kelenjar kelamin (gonad)
Luteinizing hormone (LH) dan Folikel stimulating hormone (FSH) dari kelenjar pituitary
lobus anterior, merangsang kelenjar kelamin /gonad (ovarium dan testes).
LH merangsang testis untuk memproduksi beberapa bentuk dari hormone steroid
androgen. Salah satu hormone androgen adalah testosterone merupakan hormone
seksual utama pada laki-laki. stimulates
LH merangsang ovarium untuk memproduksi hormone estrogen dan hormone
progesterone, hormone kelamin perempuan.
Hormon kelamin bertanggung jawab terhadap perkembangan cirri kelamin sekunder,
melalui perkembangan pubertas. Beberapa contoh cirri kelamin sekunder pada laki-laki
seperti suara menjadi lebih berat, (penonjolan laring/ jakun lebih menonjol) tumbuh
rambut pada bagian wajah, dan perkembangan otot. Beberapa perkembangan kelamin
sekunder pada perempuan tumbuh dan berkembangnya payudara, dan pinggul menjadi
lebih lebar.
Tanda kelamin sekunder lainnya pada laki-laki maupun perempuan ditunjukkan dengan
meningkatnya produksi kelenjar keringat dan kelenjar minyak, dan pertumbuhan rambut
di daerah pubis dan ketiak.
FSH mengatur produksi gamet (sel telur dan sperma)
Pankreas
Pankreas merupakan kelenjar pencernaan yang mensekresikan enzim pencernaan ke
dalam duodenum melalui saluran pancreas.
Kelenjar pulau-pulau langerhans adalah kelompok cel di dalam pancreas yang
mensekresikan hormone insulin dan hormone glucagon. Kelenjar pulau-pulau

langerhans merupakan kelenjar endokrin sebab tidak memiliki saluran, dan hormone
dibawa melalui system peredaran darah menuju sel target.
Insulin
Insulin mendorong pengeluaran glukosa dalam darah untuk disimpan sebagai glikogen
(otot, hati), lemak (sel lemak) dan protein. Hormon insulin mendorong pembentuk
protein dan lemak dan menghambat pemakaiannya sebagai sumber energy..
Glukagon
Hormon glucagon dihasilkan oleh kelenjar pulau-pulau langerhans pada bagian yang
berbeda dengan tempat pembentukkan hormone insulin.
Pengaruh hormone glucagon berlawanan dengan homon insulin, yaitu meningkatkan
kadar glukosa dalam darah.
Secara normal sekresi kedua hormone tersebut berfungsi untuk mengatur kadar gluosa
dalam darah.
Diabetes Mellitus
Penyakit diabetes mellitus adalah penyakit ketidakcukupan hormone insulin dalam
merubah glukosa, yang berakibat tingginya kadar glukosa dalam darah dan urine.
Diabetes mellitus Tipe I
Diabetes mellitus tipe 1 disebut juga awal diabetes atau diabetes tergantung insulin
karena gejala terlihat pada masa anak-anak dan tindakan yang dilakukan dengan cara
suntik insulin.
Penyebab diabetes ini biasanya adalah infeksi virus yang mengendalikan respons imun
sehingga dalam kemampuan sel-sel tubuh dalam memproduksi insulin berkurang.
Karena penyakit diabetes tipe 1 ini disebabkan akibat kurangnya kadar insulin dalam
tubuh, maka tindakan yang dilakukan biasanya dengan cara suntik insulin.
Diabetes mellitus Tipe II
Diabetes mellitus tipe II lebih besar dibandingkan dengan tipe 1. Diabetes mellitus tipe II
disebabkan karena hormone insulin dalam tubuh tidak dapat bekerja sebagaimana
mestinya. Penyakit diabetes tipe II biasanya menyerang pada manusia setengah baya.
Mengatasi diabetes mellitus tipe II dilakukan dengan cara diet makanan yang
mengandung lemak, gula, olah raga secara teratur dan mengontrol berat badan.

Kelenjar Timus
Kelenjar timus hanya terdapat pada masa anak-anak dan secara bertahap ukurannya
akan menyusut setelah masa pubertas..
Sel darah putih jenis Limfosits yang melintasi kelenjar timus dirubah menjadi sel T.
Limfosit merupakan sel darah putih yang berfungsi untuk melawan infeksi. Terdapat 2
bentuk sel limfosit yaitu sel B dan sel T. sel T berfungsi untuk mengenali dan
menghancurkan sel tubuh yang terinfeksi.
Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar timus adalah thymosins em kekebalan dengan
cara merangsang bentuk-bentuk lain dari sel yang merangsang sel-sel kekebalan tubuh
lainnya

SISTEM HORMON PADA MANUSIA

1.
2.
3.
4.

Sistem Hormon Manusia- Selain sistem saraf, terdapat sistem kelenjar di dalam
tubuh yang ikut menentukan keseimbangan dan regulasi, yaitu sistem hormon.
Hormon merupakan suatu zat kimia yang diproduksi oleh tubuh, dalam
konsentrasi kecil yang dapat menimbulkan efek fisiologis pada organ target.
Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin tubuh dan ditransportasikan dalam
aliran darah Selain kelenjar endokrin, terdapat juga kelenjar eksokrin yang
menyekresikan zat kimia.
Perbedaannya terletak pada tempat kerja cairan kimia yang dihasilkannya.
Kelenjar eksokrin disekresikan ke luar tubuh, seperti keringat dan enzim di mulut.
Adapun hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin diedarkan di dalam tubuh
oleh sistem peredaran darah. Hormon bekerja secara efektif jika dalam jumlah yang
sesuai, jika jumlah hormon yang disekresikan berlebih atau kurang, akan timbul
kelainan-kelainan pada tubuh. Hormon dan sistem saraf bersama-sama mengatur
regulasi tubuh, yaitu sebagai berikut.
Mengatur kesetimbangan cairan tubuh dalam proses homeostatis (nutrisi,
metabolisme, kesetimbangan garam dan air, kesetimbangan gula hingga ekskresi)
Bereaksi terhadap rangsang dari luar tubuh
Berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan
Pengaturan dan penyimpanan energi
Meskipun sama-sama berperan dalam sistem regulasi, tetapi terdapat
perbedaan sistem kerja pada hormon dan saraf.
Perbedaan tersebut terletak pada jeda waktu yang diperlukan oleh kedua sistem
dalam menanggapi rangsang atau stimulus. Seperti halnya saraf, hormon bekerja
dengan sangat spesifik. Sel target atau organ target yang akan dituju harus dilengkapi
dengan sebuah reseptor yang dikenal oleh hormon, jika tidak dikenali, hormon tidak
akan bereaksi.

Hipotalamus dan Hipofisis


Hipotalamus mengontrol kerja dari kelenjar pituitari (kelenjar hipofisis).
Kelenjar hipofisis disebut juga master of gland karena banyak menyekresikan
hormon dan memengaruhi kerja hormon yang dihasilkan oleh kelenjar lain di dalam
tubuh.
Hipotalamus terletak di bagian dalam-bawah otak. Kelenjar hipotalamus
memerintahkan kelenjar hipofisis bagian depan dan belakang untuk menghasilkan atau
menghambat produksi hormon kelenjar endokrin lain sesuai dengan kebutuhan.
Hipotalamus sangat penting karena menjadi penghubung dan pengatur
komunikasi antara sistem hormon dan sistem saraf. Selain itu, berperan juga dalam
mengatur pertumbuhan dan perkembangan manusia.
Hipotalamus dapat berkomunikasi dengan kelenjar hipofisis dengan dua cara,
yaitu dengan impuls saraf atau dengan mengeluarkan hormon. Hipotalamus juga dapat
mengeluarkan hormon yang disebut releasing hormone dan inhibiting hormone.
Releasing hormone merangsang kelenjar hipofisis menyekresikan hormon
tertentu. Inhibiting hormone menekan kelenjar hipofisis sehingga tidak menyekresikan
hormon tertentu. Dari 9 jenis hormon yang disekresikan kelenjar hipofisis, 7 hormon
disekresikan bagian depan (anterior) hipofisis dan 2 lainnya oleh bagian belakang
(posterior) hipofisis. Kelenjar hipofisis posterior tersusun atas jaringan saraf dan
sebenarnya merupakan bagian dari hipotalamus. Kelenjar hipofisis anterior tersusun
atas sel-sel endokrin yang menyintesis dan menyekresikan beberapa hormon ke dalam
darah.
a)
Hipofisis Anterior
Bagian hipofisis anterior (depan) menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut
1)
FSH (folikel stimulating hormone), berfungsi merangsang pematangan folikel de
Graaf tempat sel telur berada.
2)
LH (lutenizing hormone), yaitu hormon yang berperan dalam pematangan sel gonad
pada wanita.
3)
ACTH (adrenocorticotropic hormone), yaitu hormon yang berperan merangsang
kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon tertentu.
4)
TSH (tyroid stimulating hormone), merangsang kelenjar tiroid mengeluarkan hormon
tiroksin.
5)
Prolaktin, hormon ini mengaktivasi air susu pada ibu yang sedang menyusui.
6)
GH (growth hormone), merangsang pertumbuhan tulang dan bagian tubuh lainnya
dan berperan membantu penyerapan nutrisi tubuh.
7)
Endorfin, merupakan hormon yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit.
Beberapa narkotika menghasilkan efek yang sama dengan endorfin.
b)
Hipofisis posterior
Bagian hipofisis (belakang) ini menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut
(Gambar 9.18b).
1)
ADH (antidiuretic hormone), mengontrol keseimbangan cairan tubuh melalui
mekanisme pengeluaran urine.
2)
Oxytocin, merupakan hormon yang berperan dalam kontraksi otot rahim pada saat
seorang wanita melahirkan.
Tiroid dan Paratiroid

a)

1)

2)
b)

a)

b)

Kelenjar tiroid dan paratiroid berada di daerah leher. Sering disebut kelenjar
gondok (tiroid) dan kelenjar anak gondok (paratiroid). Kelenjar tersebut berfungsi
mengatur kesetimbangan kadar kalsium serta laju metabolisme tubuh.
Tiroid
Kelenjar tiroid berada di daerah leher bagian bawah jakun. Terdapat dua lobus
menyamping dan dihubungkan oleh bagian yang disebut isthmus. Kelenjar tiroid
menghasilkan hormon tiroksin dan kalsitonin.
Tiroksin. Hormon ini mengontrol kecepatan metabolisme tubuh untuk menghasilkan
energi. Meningkatnya jumlah hormon tiroksin di dalam darah meningkatkan kecepatan
reaksi kimia dalam tubuh. Fungsi penting hormon tiroksin lainnya adalah berperan
dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta menjadi faktor penting
dalam proses perkembangan otak pada anak. Hormon tiroksin akan aktif jika mendapat
perintah dari TSH yang berada di hipofisis. Kerja hormon tiroksin banyak dipengaruhi
oleh kadar iodin di dalam darah
Kalsitonin. Kalsitonin berfungsi mengatur keseimbangan kadar kalsium di dalam
darah sehingga mencegah kalsium keluar dari tulang.
Paratiroid
Kelenjar paratiroid berada di bagian belakang kelenjar tiroid. Terdapat empat
buah kelenjar paratiroid, 2 di sebelah kanan dan 2 di sebelah kiri.
Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid atau parathormon (PTH).
Parathormon merupakan hormon yang bersama dengan kalsitonin mengatur kadar
kalsium tubuh.
Pancreas
Pankreas merupakan kelenjar yang berfungsi sebagai kelenjar eksokrin maupun
endokrin. Sebagai kelenjar eksokrin, pankreas menghasilkan enzim yang berperan
dalam proses pencernaan makanan. Sementara itu, sebagai kelenjar endokrin,
pankreas menghasilkan hormon. Hormon tersebut diproduksi di bagian pulau
Langerhans. Di dalam pulau-pulau Langerhans terdapat sel beta yang menyekresikan
insulin dan sel alfa yang menyekresikan glukagon.
Insulin
Insulin mengatur kadar gula dalam darah dengan cara menyimpan kelebihan
glukosa tubuh menjadi glikogen di dalam hati. Insulin berfungsi juga mengatur
metabolisme lemak.
Glukagon
Bersama dengan insulin, glukagon mengatur kadar gula dalam darah dengan
cara merombak glikogen menjadi glukosa. Jika kita berpuasa atau beraktivitas berat
tanpa didahului oleh asupan nutrisi, glukagon akan memecah glikogen menjadi glukosa
sebagai sumber energi. Selain itu, glukagon juga dapat memecah lemak menjadi asam
lemak yang siap digunakan dalam pembentukan energi.
Anak ginjal
Manusia memiliki dua kelenjar adrenal. Kelenjar tersebut berada di atas ginjal.
Setiap kelenjar adrenal tersusun atas dua bagian. Bagian dalam disebut bagian medula
dan bagian luar disebut bagian korteks. Kerja medula adrenal dipengaruhi oleh sistem
saraf otonom, sedangkan korteks adrenal dipengaruhi oleh hormon ACTH dari hipofisis
anterior.

a)
1)

2)
3)

b)

Korteks. Pada kortek adrenal dihasilkan tiga macam hormon, yaitu glucocorticoid,
mineralocorticoid, dan Gonadocorticoid.
Glucocorticoid. Glucocorticoid berfungsi sama dengan glukagon sehingga
berpengaruh dalam pengaturan kadar glukosa tubuh. Kerjanya dipengaruhi oleh sekresi
ACTH di hipofisis anterior. Hormon glucocorticoid bekerja pada saat tubuh dalam
kondisi stres.
Mineralocorticoid. Hormon ini mengatur kadar garam dalam darah dengan cara
pengaturan ekskresi urine dan keringat.
Gonadocarticoid. Hormon ini merupkan hormon sex, terdiri atas androge, entrogen,
dan progesteron. Jumlah hormon yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan
dengan hormon sex yang dihasilkan oleh testis dan ovarium. Androgen dan estrogen
berperan dalam pembentukan ciri kelamin sekunder pria dan wanita.
Medula
Pada bagian medula, dihasilkan hormon epinefrin (adrenalin) dan norephinefrin
(noreadrenalin). Ketika kondisi tubuh stres, kedua hormon tersebut akan menyiapkan
kita dalam keadaan darurat sehingga meningkatkan laju metabolisme tubuh, menaikkan
detak jantung, dan kadar glukosa tubuh. Anda juga dapat merasakan kerja hormon ini
pada saat Anda melakukan kegiatan-kegiatan menegangkan, seperti berdiri di
ketinggian atau berada dalam kondisi ketakutan.
Testis dan ovarium
Testis dan ovarium merupakan sumber utama hormon seks. Pada pria, testis
menghasilkan hormon testosteron. Hormon tersebut berpengaruh dalam kematangan
seksual pada pria termasuk ciri sekunder dan pematangan sel sperma.
Ovarium akan menghasilkan dua hormon yang penting, yaitu estrogen dan
progesteron. Hormon tersebut bekerja sama mengatur ciri seks sekunder dan mengatur
masa reproduksi (menstruasi) dan masa kehamilan.
Kelenjar timus
Kelenjar timus terletak di bawah kelenjar tiroid dan paratiroid. Kelenjar tersebut
ikut berperan dalam pengaturan pertumbuhan dengan menyekresikan hormon
somatotropin.
Selain itu, timus juga menghasilkan timosin yang mengatur produksi sel khusus
dalam darah putih, yaitu sel T.
Sel T sangat berpengaruh dalam mekanisme sistem pertahanan tubuh.
Saluran pencernaan makanan
Beberapa golongan hormon peptida dihasilkan dari kelenjar di usus halus yang
akan membantu proses pencernaan seperti hormon sekretin dan hormon
kolesistokinin.
Sekretin merangsang pengeluaran getah pankreas, sedangkan kolesistokinin
merangsang pengeluaran empedu. Selain di usus halus, lambung juga dapat
menghasilkan hormon yang membantu pencernaan makanan, yaitu hormon gastrin.
Hormon ini merangsang pengeluaran getah lambung.
Kelenjar pineal
Kelenjar pineal berukuran sebesar kacang tanah yang terletak di tengah otak.
Kelenjar ini menyekresikan hormon melatonin yang membantu mengatur ritme tubuh
sehari-hari, seperti jadwal tidur di malam hari dan bangun di pagi ha

Sistem Endokrin Manusia


A. Pengertian Sistem Endokrin
Sistem Endokrin disebut juga kelenjar buntu, yaitu kelenjar yang tidak mempunyai
saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sekret dari kelenjar endokrin
dinamakan hormon. Hormon berperan penting untuk mengatur berbagai aktivitas dalam
tubuh hewan, antara lain aktivitas pertumbuhan, reproduksi, osmoregulasi, pencernaan,
dan integrasi serta koordinasi tubuh.
Sistem endokrin hamper selalu bekerja sama dengan sistem saraf, namun cara
kerjanya dalam mengendalikan aktivitas tubuh berbeda dari sistem saraf. Ada dua
perbedaaan cara kerja antara kedua sistem tersebut. Kedua perbedaan tersebut adalah
sebagai berikut.
Dibandingkan dengan sistem saraf, sistem endokrin lebih nanyak bekerja melalui
transmisi kimia.
Sistem endokrin memperhatikan waktu respons lebih lambat daripada sistem saraf.
Pada sistem saraf, potensial aksi akan bekerja sempurna hanya dalam waktu 1-5
milidetik, tetapi kerja endokrin melalui hormon baru akan sempurna dalam waktu yang
sangat bervariasi, berkisar antara beberapa menit hingga beberapa jam. Hormon
adrenalin bekerja hanya dalam waktu singkat, namun hormon pertumbuhan bekerja
dalam waktu yang sangat lama. Di bawah kendali sistem endokrin (menggunakan
hormon pertumbuhan), proses pertumbuhan memerlukan waktu hingga puluhan tahun
untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang sempurna.
Dasar dari sistem endokrin adalah hormin dan kelenjar (glandula), sebagai senyawa
kimia perantara, hormon akan memberikan informasi dan instruksi dari sel satu ke sel
lainnya. Banyak hormon yang berbeda-beda masuk ke aliran darah, tetapi masingmasing tipe hormon tersebut bekerja dan memberikan pengaruhnya hanya untuk sel
tertentu.
B. Sel-sel Penyusun Organ Endokrin
Sel-sel penyusun organ endokrin dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
Sel Neusekretori, adalah sel yang berbentuk seperti sel saraf, tetapi berfungsi sebagai
penghasil hormon. Contoh sel neusekretori ialah sel saraf pada hipotalamus. Sel
tersebut memperhatikan fungsi endokrin sehingga dapat juga disebut sebagai sel
neuroendokrin. Sesungguhnya, semua sel yang dapat menghasilkan sekret disebut
sebagai sel sekretori. Oleh karena itu, sel saraf seperti yang terdapat pada hipotalamus

disebut sel neusekretori.


Sel endokrin sejati, disebut juag sel endokrin kelasik yaitu sel endokrin yang benarbenar berfungsi sebagai penghasil hormon, tidak memiliki bentuk seperti sel saraf.
Kelenjat endokrin sejati melepaskan hormon yang dihasilkannya secara langsung ke
dalam darah (cairan tubuh). Kelenjar endokrin sejati dapat ditemukan pada hewan yang
memepunyai sistem sirkulasi, baik vertebrata maupun invertebrata. Hewan invertebrata
yang sering menjadi objek studi sistem endokrin yaitu Insekta, Crustaceae,
Cephalopoda, dan Moluska. Kelenjar ensokrin dapat berupa sel tunggal atau berupa
organ multisel.
C. Klasifikasi, Fungsi, dan Sifat Hormon
Berdasarkan hakekat kimianya, hormon dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu
hormon peptide dan protein, steroid, dan turunan tirosin

Steroid

Peptida

Protein Besar

Turunan
Tirosin

Hormon
Hipotalamus
Angiotensin

Testosteron
Esterogen
Progesteron
Kortikosteroi
d
Vitamin D-3

Somatostatin

Katekolamin,
meliputi :

Gastrin

Noradrenalin

Sekretin

Hormon
Pertumbuhan

Adrenalin

Glukagon

Prolaktin

Hormon Tiroid,
meliputi :

Kalsitonin

LH

Insulin

FSH

Parathormon

TSH

Tiroksin (T4)
Triiodotironin
(T3)

Selain berbagai hormon yang telah disebutkan di atas, terdapat sejumlah zat kimia
yang menyerupai hormon, antara lain :

Hormon Thymic : Hormon dari kelenjar timus (thymus), berperan untuk mempengaruhi
perkembangan sel limfosit B menjadi sel plasma, yaitu sel penghasin antibodi.

Hormon Brakidin : Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar yang sedang aktif, bekerja
sebagai vasodilator (yang menyebabkan pembuluh darah membesar) sehingga dapat
meningkatkan aliran darah dan merangsang pengeluaran keringat dan air ludah dalam
jumlah lebih banyak.

Hormon Eritropuitin : Merupakan glikoprotein yang proses sintesisnya melibatkan hati


dan ginjal, hormon ini dapat merangsang pusat pembentukan sal darah di sumsum
tulang sehingga tubuh akan menghasilkan sel darah merah dalam jumlah yang lebih
banayak. Hal ini bermanfaat dalam meningkatkan jumlah oksigen yang dapat diangkut
oleh darah.

Hormon Prostaglin, Eritropuitin, Histamin, Kinin, dan Renin dapat disintesis secara luas
oleh berbagai jaringan tau organ yang sebenarnya tidak berfungsi sebagai organ
endokrin.

Hormon Feromon : suatu senyawa kimia spesifik yang dilepaskan oleh hewan ke
lingkunganya.dan dpapat menimbulkan respons prilaku, perkembangan, reproduktif.
Dan untuk membereikan daya tarik seksual, menandai daerah kekuasaan, mengenali
individu lain dalam spesies yang sama dan berperan penting dalam sinkronisasi siklus
seksual.

D.
1)

Jenis Kelenjar Endokrin


Kelenjar Pituitari

Kelenjar pituitari ini dikenal sebagai master of glands (raja dari semua kelenjar) karena
pituitari itu dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya. Sekresi hormon dari kelenjar
pituitari ini dipengaruhi oleh faktor emosi dan perubahan iklim. Pituitari dibagi 2 bagian,
yaitu anterior dan posterior.

a. Hipofisis anterior:
Hormon Somatotropin(untuk pembelahan sel,pertumbuhan)

Hormon tirotropin(sintesis hormon tiroksin dan pengambilan unsur yodium)

Hormon Adrenokortikotropin(merangsang kelenjar korteks membentuk hormon)

Hormon Laktogenik(sekresi ASI)

Hormon Gonadotropin( FSH pada wanita pemasakan folikel, pada pria pembentukan
spermatogonium; LH pada wanita pembentukan korpus luteum,pada pria merangsang
sel interstitial membentuk hormon testosteron)

b. Hipofisis Medula(membentuk hormon pengatur melanosit)

c. Hipofisis posterior
Hormon oksitosin(merangsang kontraksi kelahiran)

Hormon Vasopresin( merangsang reabsorpsi air ginjal)

2)

Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid adalah salah satu dari kelenjar endokrin terbesar pada tubuh manusia.
Kelenjar ini dapat ditemui di leher. Kelenjar ini berfungsi untuk mengatur kecepatan
tubuh membakar energi, membuat protein dan mengatur kesensitifan tubuh terhadap
hormon lainnya. Kelenjar tiroid dapat distimulasi dan menjadi lebih besar oleh
epoprostenol. Fungsi tiroid diatur oleh hormon perangsang tiroid (TSH) hipofisis,
dibawah kendali hormon pelepas tirotropin (TRH) hipotalamus melalui sistem umpan
balik hipofisis-hipotalamus. Faktor utama yang mempengaruhi laju sekresi TRH dan
TSH adalah kadar hormon tiroid yang bersirkulasi dan laju metabolik tubuh.

3)

Kelenjar Paratiroid

Ada 2 jenis sel dalam kelejar paratiroid, ada sel utama yang mensekresi hormon
paratiroid (PTH) yang berfungsi sebagai pengendali keseimbangan kalsium dan fosfat
dalam tubuh melalui peningkatan kadar kalsium darah dan penuurunan kadar fosfat
darah dan sel oksifilik yang merupakan tahap perkembangan sel chief.

4)

Adrenalin

5)

Pankreas : Kelenjar ini menghasilkan hormon insulin

6)

Testis

: Menghasilkan hormon testosteron

7)
Ovum :Menghasilkan hormon estrogen yang berfungsi untuk menebalkan
dinding rahim dan progesteron yang berfungsi untuk menjaga ketebalan dinding rahim.
E.

Sifat Hormon

Semua hormon umunya memperlihatkan adanya kesamaan sifat. Beberapa sifat yang
umum diperlihatkan oleh hormon ialah sebagai berikut.

Hormon Polipeptida biasanya disintesis dalam bentuk precursor yang belum aktif
(disebut sebagai prohormon), contohnya proinsulin. Prohormon memiliki rantai yang
panjang daripada bentuk aktifnya.
Sejumlah hormon dapat berfungsi dalam konsentrasi yang sangat rendah dan sebagian
hormon berumur pendek.
Beberapa jenis hormon (misalnya adrenalin) dapat segera beraksi dengan sel sasaran
dalam waktu beberapa detik, sedangkan hormon yang lain (contohnya esterogen dan
tiroksin) bereaksi secara lambat dalam waktu beberapa jam samapai beberapa hari.
Pada sel sasaran, hormon akan berkaitan dengan reseptornya.
Hormon kadang-kadang memerlukan pembawa pesan kedua dalam mekanismenya.

F.

Mekanisme Aksi Hormon

Reseptor Hormon Pada Membran

Reseptor untuk hormon pada suatu sel dapat terletak pada membrane atau sitoplasma
biasanya merupakan reseptor untuk hormon protein atau peptida. Apabila sudah
sampai di dekat sel sasaran, hormon akan segera berikatan dengan reseptornya dan
memebentuk komplekss hormon-reseptor. Pembentukan hormon-reseptor terjadi
melalui mekanisme yang serupa dengan penggabungan antara anak kunci dan
gemboknya. Kompleks hormon-reseptor akan memicu serangkaian reaksi biokimia
yang menimbulkan tanggapan hayati.

Berikut adalah contoh beberapa peristiwa yang dapat diubah oleh hormon dengan cara
kerja seperti di atas :

Perubahan aktivitas enzim : perubahan aktivitas enzim memungkinkan proses


metabolism tertentu dapat terselenggara atau terhenti.

Pengaktifan mekanisme transport aktif : proses transport aktif sangat penting bagi sel
untuk memasukkan tau mengeluarkan suatu zat.

Aktivitas pembentukan mikrotubulus : perubahan aktivitas pembentukan mikrotubulus


dapat mempengaruhi berbagai peristiwa yang tergantung padanya, antara alin
pergerakan ameba dan mitosis sel.

Pengubahan aktivitas metabolism DNA : pengubahan aktivitas metabolisme DNA


dapat memepengaruhi proses pertumbuhan atau pembelahan sel.

Reseptor Hormon Pada Sitoplasma (Reseptor Sitosolik)

Merupakan hormon yang terdapat dalam sitoplasma sel sasaran. Hormon yang
menggunakan reseptor sitosolik adalah hormon steroid dan hormon turunan asam
amino. Hormon tersebut sangat musah larutdalam lipid sehingga mudah melewati
membrane sel sasaran.

Selama dalam peredaran darah ke seluruh tubuh, hormon selalu berkaitan dengan
pengembannnya. Hormon akan terlepas dari molekul pengemban dan masuk ke sel
sasaran. Dalam sitoplasma sel sasaran, hormon berkombinasi dengan reseptor khusus
sehingga menghasilkan kompleks hormon-reseptor yang aktif. Kompleks tersebut
memiliki daya gabung yang sanagt tinggi terhadap DNA sehingga setelah masuk ke inti,
akan segera berkombinasi dengan DNA. Hal ini yang mengawali transkrip DNA.
Pengikatan kompleks hormon-reseptor pada daerah promoter akan merangsang gen
tertentu untuk aktif atau pasif.

G.

Sistem Endokrin Pada Invertebrata

Sejumlah invertebrata tidak mempunya organ khusus untuk sekresi hormon sehingga
sekresinya dilaksanakan oleh sel neurosekretori, yang merupakan sumber hormon
pada invertebrata. Sel neurosekretori dapat ditemukan antara lain,

Coelenterata

Contohnya ialah Hydra. Hydra mempunyai sejumlah sel yang dapat menghasilkan
senyawa kimia yang berperan dalam proses reproduksi, pertumbuhan, dan regenerasi.
Apabila kepala hydra dipotong, sisa tubuhnya akan mengeluarkan molekul peptide yang
disebut activator kepala. Zat tersebut akan memnyebabkan sisa tubuh hydra dapat
membentuk mulut dan tentakel, dan selanjutnya membenyuk daerah kepala.

Platihelminthes

Hewan ini dapat menghasilkan hormon yang berperan penting dalam proses
regenerasi. Hormon yang dihasilkan tersebut juga terlibat dalam regulasi osmotic, ionic,
dan dalam proses reproduksi.

Nematoda

Hewan ini dapat mengalami ganti kulit hingga 4 kali dalam siklus hidupnya., serta
mempunyai struktur khusus yang berfungsi untuk sekresi neurohormon, yang berkaitan
erat dengan sistem saraf. Struktur khusus tersebut terdapat pada ganglion di daerah
kepala dan beberapa pada daeran korda saraf.

Annelida

Cacing poliseta dewasa dapat mengalami epitoki yakni perubahan sejumlah ruas tubuh
menjadi struktur reproduktif. Epitoki ini dikendalikan oleh sistem neuroendokrin. Hormon
yang dilepaskan akan menghambat epitoki sehingga epitoki akan berlangsung ketika
kadar hormon tersebut sangaan rendah.

Moluska

Pada hewan ini ditemukannya hormon yang merangsang pelepasna telur dari gonad
dan pengeluaran telur dari tubuh.dalam hal ini, kelenjar endokrin klasik memiliki peran
yang sangat penting. Kelenjar optic disuga menyekresi beberapa hormon yang
diperlukan untuk perkembangan sperma dan ovum.

Crustacea

Crustacea memiliki sejumlah sel kecil sel endokrin klasik, yaitu organ Y dan kelenjar
mandibula. Organ Y merupakan sepasang kelenjar yang terletak di daerah toraks
tepatnya pada ruas maksila atau antenna. Hormon Y mempengaruhi proses molting.
Kelenjar mandibula terletak di dekat organ Y memiliki fungsi endokrin juga. Krustasea
juga memiliki kelenjar androgenic yang berperan dalam perkembanagn testis dan
produksi sperma.

Insekta

Terdapat 3 kelompok sel neuroendokrin yang utama, sebagai berikut.

Sel neurosekretori medialis : memiliki akson yang membentang hingga ke korpora


kardiaka, yakni sepasng organ yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan
pelepasan neurohormon.
Sel neurosekretori lateralis : memiliki akson yang membentang hingga ke korpora
kardiaka.
Sel neurosekretori subesofageal : terdapat di bawah kerongkongan dan memiliki akson
yang membentang ke korpora alata yang merupakan organ endokrin klasik.
Ketiganya berfungsi untuk mengendalikan berbagai aktivitas pertumbuhan dan
pengelupasan rangka luar (kulit luar).

H.

Sistem Endokrin Pada Vertebrata

Kelenjar Pituitari

Kelenjar pituitari ini dikenal sebagai master of glands (raja dari semua kelenjar) karena
pituitari itu dapat mengkontrol kelenjar endokrin lainnya. Sekresi hormon dari kelenjar
pituitari ini dipengaruhi oleh faktor emosi dan perubahan iklim.

a. Hipofisis anterior:

Hormon Somatotropin(untuk pembelahan sel,pertumbuhan)

Hormon tirotropin(sintesis hormon tiroksin dan pengambilan unsur yodium)

Hormon Adrenokortikotropin(merangsang kelenjar korteks membentuk hormon)

Hormon Laktogenik(sekresi ASI)

Hormon Gonadotropin( FSH pada wanita pemasakan folikel, pada pria pembentukan
spermatogonium; LH pada wanita pembentukan korpus luteum,pada pria merangsang
sel interstitial membentuk hormon testosteron)

b. Hipofisis Medula(membentuk hormon pengatur melanosit)

c. Hipofisis posterior
Hormon oksitosin(merangsang kontraksi kelahiran)

Hormon Vasopresin( merangsang reabsorpsi air ginjal).


Organ

Hormon

Fungsi Hormon

Parathormon
Paratiroid
Tiroid

Meningkatkan kadar kalsium darah


Kalsitonin

Menurunkan kadar kalsium darah


Meningkatkan metabolisme sel

Tiroksin

dan berperan penting dalam pertumbuhan

serta pemasakan sel (tubuh) secara normal


Lambung

Medula
adrenal

Gastrin

Mengatur sekresi asam lambung

Adrenalin

Respons segera terhadap stress, antara lain


meningkatkan kadar gula darah dan curah
jantung

Glukokortikoid
(kortikosteron)
Korteks
adrenal

ovarium

Regulasi metabolisme

Mineralokortikoid
(aldosteron)

Mengatur kadar elektrolit

Esterogen

Menginisiasi proliferasi endometrium

progesteron

Mempertahankan ketebalan endometrium

Androgen
(testosteron)

Testis
I.

Mempertahankan pembentukan sperma,


Dan terlibat dalam perkembangan ciri seks
sekunder

Penyakit Pada Sistem Endokrin

Setiap tubuh seseorang pasti mengalami perubahan dan akan mempengaruhi fungsi
sistem endikron dan sekresi (keluarnya) hormon. Berubahnya tingkat hormon bisa
dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti stress, infeksi, penuaan, genetik, dan lingkungan
yang bisa merusak keseimbangan badan. Bila sistem endokrin tidak seimbang, ia akan
terganggu dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini akan menyebabkan
ketidakseimbangan hormon dan bisa merusak kesehatan kita lewat beragam cara.

Ada banyak penyakit sistem endokrin yang diakibatkan oleh gangguan pada sistem
yang komplek ini. Di antara penyakit-penyakit yang sudah polpuler antara lain:

v Gangguan pertumbuhan, seseorang yang kelebihan hormon pertumbuhan akan


mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Pada anak-anak kelebihan hormon
pertumbuhan disebut gigantisme dan pada orang dewasa disebut ackromegali.
Sebaliknya, bila anak-anak mengalami kekurangan hormon, ia akan mengalami
kekerdilan.

v Hyperprolactinemia, sekresi prolaktin yang berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan


produksi/keluarnya air susu ibu (galactoorhea) meski tidak mengandung atau tidak
menstruasi (amemorrhea).

v Kegagalan fungsi gonad (hypogonadisme, akibat kekurangan sekresi Hormon


Peluteinan (LH) dan Hormon Perangsang Folikel (FSH). Keadaan ini biasanya sering
dialami pria, yakni berupa kegagalan menghasilkan jumlah sperma yang normal.

v Penyakit tiroid, hormon tiroid yang berlebihan sebagai hasil dari kelenjar tiroid yang
terlalu aktif disebut hyperthyroidisme. Hal ini akan menyebabkan badan meningkatkan
keadaan metabolik yang naik. Kondisi ini akan mengabkibatkan banyak sistem dalam
tubuh mengembangkan fungsi yang tidak normal. Hypothyroidisme adalah kondisi di
mana hormon tiroid kurang disekresi dari kelenjar tiroid yang kurang aktif. Hal ini akan
melambatkan proses-proses dalam tubuh dan mungkin mengakibatkan kepenatan,
denyut jantung lemah, kulit menjadi kering, berat badan meningkat, dan sembelit. Pada
anak-anak, penyakit ini menyebabkan pertumbuhan yang lambat dan telatnya masa
balig.

v Penyakit kencing manis, penyakit sistem endokrin yang sering kita dijumpai. Penyakit
kecing manis ada dua. Jenis pertama terjadi apabila pankreas gagal menghasilkan
insulin yang mencukupi. Sementara, jenis kedua terjadi akibat badan tidak mampu
merespon insulin dengan normal. Penyakit kencing manis ini bisa menyebabkan gagal
ginjal, neuropathy dan kerusakan saraf, kebutaan, amputasi kaki, sakit jantung, serta
stroke.

v Osteoporosis, terjadi baik pada wanita maupun laki-laki. Ini terjadi bila struktur tulang
menjadi semakin lemah dan kelihatan seperti retak atau patah. Banyak faktor

penyebabnya, termasuk kekurangan hormon estrogen pada masa menopaus wanita,


atau kekurangan hormon tetosteron pada laki-laki seiring bertambhnya usia.

v Sindrom Ovari Polisistik, PholycysticOvary Syndrome (PCOS) adalah penyakit


endokrin yang menyerang lebih kurang 5% jumlah wanita. Wanita yang mengalami
PCOS ini menghasilkan jumlah hormon seks lelaki (endogren) yang berlebihan. Hal ini
bisa menghalangi proses ovulasi dan menyebabkan ketidaksuburan. Para penderita
PCOS mungkin mengalami gangguan menstruasi atau malah tidak menstruasi, tidak
subur, rambut yang tumbuh berlebihan. Penyakit ini bisa mengakibatkan gangguan
kesehatan jangka panjang pada wanita.

v Menopause, yakni masa perubahan badan di mana level estrogen, testosteron, dan
progesteron semakin berkurang dan akhirnya sama sekali berhenti produksi.
Kekurangan estrogen menyebabkan badan terasa panas, berpeluh, emosi tidak stabil,
murung, vagina kering, urin terganggu, hilang konsentrasi, dsb. Ada banyak risiko
jangka panjang yang bisa terjadi seperti penyakit kardiovaskular meningkat,
kegemukan, perubahan tingkat kolesterol, risiko osteoporosis meningkat, penyakit
Alzhiemer, dsb.

v Diabetes insipidus, penyakit diakibatkan oleh kekurangan hormon antidiuresis.


Masalah ini timbul akibat rusaknya tangkai pituitari atau kelenjar pituitari posterior.
Penderita yang mengidap diabetes insipidus ini selalu merasa dahaga dan sering
kencing.

v Ketidakcukupan Adrenal atau penyakit Addison, yakni akibat rusaknya fungsi korteks
adrenal dan secara langsung mengakibatkan kekurangan pengeluaran/sekresi hormon
kortikosteroid adrenal. Gejala-gejalanya antara lain; badan lemah, penat, loyo,
kekurangan/turunnya berat badan, murung, lesu, muntah-muntah, anoreksia, dan
hiperpigmentasi.

v Sindrom Cushing, yakni keadaan akibat hipersekresi [perembesan yang berlebih]


glukokortikoid dari korteks adrenal. Gejalanya antara lain termasuk kegemukan, gagal
pertumbuhan, lemah otot, kulit mudah lebam, jerawat, tekanan darah tinggi, dan
perubahan psikologis.

KESIMPULAN

Sistem endokrin dan sistem saraf bekerja secara kooperatif untuk mengatur seluruh
aktivitas dalam tubuh hewan, dengan cara menghasilkan hormon yang akan
mempengaruhi sel sasaran. Hormon dapat dihasilkan oleh organ endokrin sejati
ataupun oleh sel neurosekretori. Hormon dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu hormon
steroid, hormon peptide dan hormon turunan tirosin

Hormon mempengaruhi sel target secara spesifik. Pengaruh tersebut berkaitan erta
dengan adanya reseptor hormon pada sel target yang sesuai dengan hormon tertentu.
Reseptor hormon ada yang terdapat di membrane sel juga terdapat di sitoplasma sel.

Sistem endokrin pada invertebrata masih sederhana dan organ endokrin yang dimiliki
pada umumnya berupa organ neuroendokrin, sedangkan sistem endokrin pada
vertebrata sangat kompleks. Organ endokrin yang dimiliki vertebrata umumnya berupa
organ endokrin klasik dan organ endokrin tepi.

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, et all. 2003. Biologi Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Diktat Kuliah. 1981. Sistem Endokrin. Fakultas Kedokteran Universitas Kristen


Indonesia.

Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta : Kanisius.

http://id.wikipedia.org/wiki/endokrin, 24 Januari 2011.

http://opensains.wordpress.com/2009/07/27/penyebab-penyakit-endokrin/, 24 Januari
2011.

http://www.indonesiaindonesia.com/f/11222-hormon-sistem-endokrin/, diakses 22
Januari 2011.

http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/sistem-endokrin/, diakses 22 Januari2011.


Ketika bagian penting dari tubuh manusia, kelenjar sistem endokrin mengontrol
pelepasan hormon. Setiap kelenjar bertanggung jawab untuk memproduksi hormon
yang membantu mengontrol fungsi tubuh yang diperlukan. Tanpa kelenjar ini, kontrol
keseluruhan proses vital akan terancam.

Fungsi Organ Sistem Endokrin


Kelenjar dari sistem endokrin adalah salah satu struktur yang paling rumit dalam tubuh
manusia. Setiap kelenjar bertanggung jawab untuk mensekresi hormon jenis tertentu
yang digunakan dalam berbagai kapasitas seluruh tubuh. Hormon ini digunakan untuk
segala sesuatu dari pertumbuhan dan pengembangan sampai mengatur fungsi
metabolisme tubuh. Kelenjar dari sistem endokrin juga dapat menderita dari berbagai
gangguan yang mempengaruhi beragam jaringan dan sinyal ke seluruh tubuh.
Kelenjar pineal serta hipofisis
Kelenjar pineal merupakan pinus kecil berbentuk kerucut terletak di badan antara dua
belahan otak. Hal ini bertanggung jawab untuk produksi melatonin, hormon yang
bertanggung jawab untuk mengendalikan bangun dan pola tidur.
Seukuran kacang polong, kelenjar hipofisis terletak di dasar otak yang terhubung ke
hipotalamus. Ini pada dasarnya adalah pusat otak, mengendalikan semua tindakan dari
kelenjar sistem endokrin, termasuk merangsang pertumbuhan dan hormon
perkembangan.
Kelenjar Tiroid dan paratiroid
Dari semua kelenjar sistem endokrin, tiroid adalah salah satu yang terbesar. Terletak di
leher di bawah jakun, tiroid melepaskan hormon tiroksin serta triiodotironin,
bertanggung jawab untuk metabolisme. Sebuah komponen utama hormon ini adalah
yodium, kekurangannya yang dapat menyebabkan masalah besar dalam tubuh.
Di balik kelenjar tiroid adalah empat kelenjar paratiroid kecil. Ini bertanggung jawab
untuk mengendalikan kadar kalsium dalam darah dan tulang. Hal ini membantu fungsi
sistem saraf dengan benar.
Kelenjar adrenal
Mungkin salah satu kelenjar yang paling penting dari sistem endokrin adalah korteks
adrenal dan medula adrenal. Kelenjar adrenal terletak pada ginjal, efektif terhubung ke
kesehatan organ-organ ini. Korteks adrenal bertanggung jawab untuk pemecahan
lemak, sintesis protein, regulasi glukosa, anti-inflamasi dan penyerapan air. Medula
adrenal menghasilkan adrenalin, yang menyebabkan semua jenis efek sekunder dalam
tubuh seperti meningkatkan kadar oksigen di otak dan otot.
Testis serta Ovarium
Testis pada laki-laki dan ovarium pada wanita bertanggung jawab untuk berbagai
hormon perkembangan dan seksual. Testis juga mempengaruhi pertumbuhan otot dan
meningkatkan kepadatan tulang, memperdalam suara pria dan membantu pertumbuhan
rambut tambahan. Ovarium bertanggung jawab untuk produksi berbagai hormon yang

membantu dalam kehamilan dan kesehatan perempuan secara keseluruhan. Fungsi


tambahan dari ovarium termasuk membantu saluran pencernaan dan paru-paru serta
layanan metabolik sekunder.
Cara kerja Sistem endokrin?
Fungsi sistem endokrin didefinisikan sebagai serangkaian kelenjar ductless (tanpa
saluran) dalam tubuh manusia yang memproduksi dan mendistribusikan hormon.
Kelenjar pituitari adalah kelenjar utama tubuh. Pria dan wanita berbagi lima kelenjar,
sedangkan kelenjar seks tergantung pada jenis kelamin seseorang. Hormon yang
diproduksi oleh sistem endokrin mengatur pertumbuhan tubuh dan regulasi. Sejumlah
kondisi medis dapat menghambat fungsi sistem endokrin normal.
Pada pria dan wanita, kelenjar hipofisis adalah kelenjar utama tubuh. Hipofisis
merupakan bagian dari otak, terletak di sebelah hipotalamus. Fungsi sistem endokrin
akan mustahil tanpa itu. Merangsang hormon yang dihasilkan oleh hipofisis segera
kelenjar lain untuk memproduksi hormon mereka sendiri. Hormon pertumbuhan
mendorong pertumbuhan tulang dan otot selama masa kanak-kanak dan
perkembangan remaja.
Di bawah hipofisis, di leher, adalah tiroid dan kelenjar paratiroid. Tiroid menghasilkan
tiroksin, hormon yang mengatur metabolisme dan perkembangan fisik. Para paratiroid,
empat kelenjar kecil yang menempel pada tiroid, menghasilkan parathormon.
Parathormon mengatur fosfor dan kadar kalsium dalam tulang dan darah.
Kelenjar adrenal terletak di atas ginjal. Mereka menghasilkan banyak hormon penting,
dua yang paling terkenal adalah adrenalin dan kortisol. Adrenalin adalah bagian penting
dari perjuangan tubuh atau respon lari. Peluncurannya mendorong pernapasan dan
detak jantung yang cepat. Kortisol, di sisi lain, adalah anti-inflamasi yang bertindak
sebagai seperti respon alami tubuh terhadap kondisi seperti arthritis.
Pankreas, terletak tepat di bawah perut, menghasilkan insulin. Insulin memecah
glukosa darah menjadi glikogen, suatu bentuk energi yang tubuh dapat menyimpan
lemak. Untuk mengubahnya energi yang tersimpan kembali menjadi glukosa yang
dapat digunakan, hormon kedua, glukagon, membalikkan proses. Kedua hormon ini
dibuat oleh sel-sel khusus yang dikenal sebagai pulau Langerhans.
Kelenjar seks (gonad) yang berbeda pada pria dan wanita. Pada pria, testis
menghasilkan testosteron, hormon yang mendukung perkembangan karakteristik seks
sekunder laki-laki. Karakteristik ini meliputi suara yang dalam, bahu lebar dan rambut
tubuh. Pada wanita, ovarium memproduksi estrogen dan progesteron. Selain
mengembangkan karakteristik seksual perempuan sekunder seperti perkembangan
payudara dan pinggul yang lebar, hormon ini mempertahankan siklus menstruasi.
Banyak kondisi medis dapat menghambat fungsi sistem endokrin normal. Sebagian
kelenjar endokrin rentan terhadap kanker, beberapa bentuk lebih serius daripada yang

lain. Kondisi lain, seperti diabetes dan hipotiroidisme, dapat diobati tetapi mungkin
memiliki dampak yang signifikan terhadap kualitas hidup seseorang. Gangguan fungsi
sistem endokrin adalah spesialisasi ahli endokrin. Para spesialis membantu dokter
dalam mendiagnosis gangguan lain dan menciptakan rencana perawatan untuk pasien.
Organ lain yang Terlibat dengan Sistem endokrin
Organ-organ lain dalam tubuh manusia juga membantu mendukung kelenjar sistem
endokrin. Hormon dari jantung mengatur tekanan darah, yang berasal dari sumsum
tulang membantu menciptakan trombosit, kulit memproduksi vitamin D, jaringan lemak
membantu mengontrol metabolisme, perut membantu pencernaan dan pertumbuhan,
hormon dari duodenum dari usus membantu mengontrol sistem pencernaan, hormon
mengatur pertumbuhan sel hati, pankreas membantu dengan insulin dan glukosa
kontrol dan ginjal melepaskan hormon yang meningkatkan penyerapan kalsium dan
fosfat. Pada wanita, rahim melepaskan hormon yang menghasilkan susu dan plasenta
mengatur respon sistem kekebalan terhadap anak dalam kandungan.

Sistem Hormon
Sistem Hormon

Hormon adalah zat kimia dalam bentuk senyawa organic yang dihasilkan oleh
kelenjar endokrin. Hormon mengatur aktivitas seperti : metabolisme, reproduksi,
pertumbuhan, dan perkembangan.

Hormon mengatur aktivitas seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan dan


perkembangan.

Pengaruh hormon dapat terjadi dalam beberapa detik, hari, minggu, bulan, dan
bahkan beberapa tahun.

Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu karena hormon yang dihasilkan
tidak dialirkankan melalui suatu saluran tetapi langsung masuk kedalam
pembuluh darah. Hormon dari kelenjar endokrin mengikuti peredaran darah ke
seluruh tubuh hingga mencapai organ organ tertentu. Meskipun semua
hormone mengadakan kontak dengan semua jaringan dalam tubuh, namun
hanya sel / jaringan yang mengandung reseptor yang spesifik terhadap hormon
tertentu yang terpengaruh hormon tersebut.

Hormon mempunyai ciri ciri sebagai berikut :

1. Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam
jumlah sangat kecil

2. Diangkut oleh darah menuju ke sel/jaringan target


3. Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat dalam sel target
4. Mempunyai pengaruh mengaktifkan enzim khusus
5. Mempunyai pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target, tetapi dapat juga
mempengaruhi beberapa sel target yang berlainan.

Dilihat dari aktivitasnya, kelenjar endokrin dapat dibedakan menjadi :

1. kelenjar yang bekerja sepanjang hayat, misalnya hormon yang memegang


peranan pada proses metabolisme
2. kelenjar yang bekerjanya mulai saat tertentu, misalnya hormon kelamin
3. kelenjar yang bekerja hanya sampai saat tertentu saja, misalnya kelenjar timus

Dilihat dari aspek dan macam lokasinya, kelenjar endokrin dapat dibedakan
menjadi :

No Kelenjar
. endokrin
Kelenjar
1
hipofisis
2 Kelenjar tiroid
Kelenjar
3
paratiroid
Kelenjar
4
pankreas
Kelenjar
5
adrenal
6 Ovarium
7 Testis

Lokasi
Terletak pada dasar otak besar, pada lekukan tulang selatursika di
bagian tulang baji
Terletak di daerah leher
Terletak di dekat kelenjar tiroid
Terletak di dekat ventrikulus (perut besar)
Terletak di bagian atas ginjal
Terletak di daerah abdomen (perut)
Terletak di buah zakar dalam skrotum

Hubungan Saraf dan hormon

Hormon bekerja atas perintah dari sistem saraf. Sistem yang mengatur
kerjasama antara saraf dan hormon terdapat pada daerah hipotalamus. Daerah
hipotalamus sering disebut daerah kendali saraf endokrin (neuroendocrine
control).

Hormon berfungsi dalam mengatur homeostasis, metabolisme, reproduksi dan


tingkah laku. Homeostasis adalah pengaturan secara otomatis dalam tubuh agar
kelangsungan hidup dapat dipertahankan. Contohnya pengendalian tekanan
darah, kadar gula dalam darah, dan kerja jantung

Perbedaan sistem hormon dan sistem saraf

No Aspek
. pembeda
1 Aksi

Sistem hormon

Sistem saraf

Bersifat lambat
Jangka panjang, misalnya

Bersifat cepat/segera

Pengaturan

pertumbuhan dan
perkembangan

Sekresi

Komunikasi

Hormon
Komunikasi antar neuron
melalui synapsis

Jangka pendek, misalnya denyut


jantung dan kontraksi otot
neurotransmitter
Komunikasi melalui sistem sirkulasi

Aryulina (2003 : 275)

Kelenjar Endokrin meliputi hipofisis, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal,


ovarium dan testi

1. Kelenjar Hipofisis (pituitary)


Kelenjar ini terletak pada lekukan tulang selatursika di bagian tulang baji dan
menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya.
Oleh karena itu kelenjar hipofisis disebut master gland. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi
tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian tengah, dan bagian posterior.
Pembebasan hormon Adenohipofisis dikontrol oleh hipotalamus. Sel sel neurosekresi
di hipotalamus mensekresi hormone pembebas dan hormone penghambat ke dalam
jaringan kapiler yang terletak di batang pituitary. Darah yang mengandung hormone
tersebut mengalir melalui pembuluh pembuluh portal pendek kedalam jaringan kapiler
kedua di dalam pituitary anterior. Sebagai respon terhadap hormone pembebas
spesifik, sel sel endokrin di pituitary anterior mensekresikan hormone tertentu ke
dalam sirkulasi.
(Campbell, 1925)
a. Hormon yang dihasilkan anterior hipofisis
No Hormon

Prinsip kerja

.
1
2
3

Hormon Somatrotof
Hormon Tiroid (TSH)
Hormon
Adrenokortikotropik(ACTH)

Follicle Stimulating Hormon


(FSH)

Pertumbuhan sel dan anabolisme protein


Mengontrol sekresi hormone oleh kelenjar tiroid
Mengontrol sekresi beberapa hormone oleh korteks
adrenal
a. Pada wanita : merangsang perkembangan folikel
pada ovarium dan sekresi estrogen
b. Pada testis : menstimulasi testis untuk
mengstimulasi sperma
a. Pada Wanita : bersama dengan estrogen
menstimulasi ovulasi dan pembentukan
progesterone oleh korpus luteum

Luteinizing hormone (LH)

Prolaktin

b. Pada pria : menstimulasi sel sel interstitial pada


testis untuk berkembang dan menghasilkan
testoteron
Membantu kelahiran dan memelihara sekresi susu
oleh kelenjar susu

Pratiwi, (2007 : 198)


Regulasi Hormon anterior hipofisis / Adenohipofisis
(fitonline2000@yahoo.com)
Sel sel neurosekresi dalam hipotalamus mensintesis hormone ADH dan oksitosin.
Neurohipofisis membebaskan hormone itu ke dalam darah, dimana hormone itu
bersirkulasi. ADH berikatan dengan sel target di ginjal, oksitosin berikatan dengan sel
target di kelenjar susu dan uterus
b. Hormon yang dihasilkan posterior hipofisis
No
Hormon
.
1

Oksitosin

Hormon
ADH

Prinsip kerja
Menstimulasi kontraksi otot polos pada rahim wanita selama proses
melahirkan
Menurunkan volume urine dan meningkatkan tekanan darah dengan
cara menyempitkan pembuluh darah

Pratiwi, (2007 : 198)

Regulasi hormon posterior hipofisis/neurohipofisis


(fitonline2000@yahoo.com)
c. Hormon yang dihasilkan intermediet hipofisis
No. Hormon
1 Melanocyte stimulating hormon (MSH)

Prinsip kerja
Mempengaruhi warna kulit individu

2. Kelenjar Tiroid (kelenjar gondok)


gambar anatomi tiroid

Kelenjar yang terdapat di leher bagian depan di sebelah bawah jakun dan terdiri
dari dua buah lobus.

Kelenjar tiroid menghasilkan dua macam hormon yaitu tiroksin (T4) dan
Triiodontironin (T3).

Hormon ini dibuat di folikel jaringan tiroid dari asam amino (tiroksin) yang
mengandung yodium. Yodium secara aktif di akumulasi oleh kelenjar tiroid dari
darah. Oleh sebab itu kekurangan yodium dalam makanan dalam jangka waktu
yang lama mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok hingga 15 kali.

No
Hormon
.

Prinsip kerja

Mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan, dan kegiatan


system saraf
Mengatur metabolisme, pertumbuhan, perkembangan dan kegiatan
2. Triiodontironin
sistem saraf
Menurunkan kadar kalsium dalam darah dengan cara mempercepat
3. Kalsitonin
absorpsi kalsium oleh tulang.
1

Tiroksin

Regulasi hormon Tiroid


Hipotalamus mensekresi TRH (hormon pembebas TRH) yang merangsang pituitari
anterior untuk mensekresi TSH (hormon perangsang tiroid). Ketika TSH berikatan
dengan reseptor spesifik di kelenjar tiroid terjadi pembebasan T3 dan T4. Kadar T3 dan
T4 yang tinggi, dan TSH dalam darah akan menghambat sekresi TRH oleh
hipotalamus. Kadar hormon tiroid yang tinggi bisa menghambat sekresi TSH oleh
pituitari anterior. Sistem umpan balik hipotalamus-pituitari anterior-kelenjar tiroid
menjelaskan mengapa defisiensi iodin menyebabkan penyakit gondok. Apabila iodin

tidak mencukupi, kelenjar tiroid tidak dapat mensintesis T3 atau T4 dalam jumlah
mencukupi. Dengan demikian pituitari akan terus mensekresi TSH, dan menyebabkan
pembesaran tiroid. (Campbell, 1952 hal 140)
Salah satu keadaan yang diakibatkan kerusakan kelenjar tiroid adalah penyakit Grave.
Keadaan ini menyebabkan mata membengkak (kiri). Gondok adalah suatu keadaan
yang diakibatkan oleh pembesaran kelenjar tiroid (kanan).
Jenis penyakit tiroid yang utama:

Hipertiroidisme / Tirotoksikosis

Hipotiroidisme

Hyperthyroidism / thyrotoxicosis, hormon tiroid T3 dan T4 didapati lebih tinggi daripada


orang biasa. Antara penyebab penyakit ini ialah :

Graves disease. Antibodi di dalam badan menyebabkan tiroid membesar dan


mengeluarkan lebih hormon. orang yang menghidapi penyakit ini mengeluarkan
hormon berlebihan

Thyroiditis (tiroid bengkak).

Toxic nodule goitre. Terlalu banyak iodin di dalam makanan

Tanda-tanda orang yang menghidapi hipertiroidisme:

Bengkak di leher

Degupan jantung bertambah, sentiasa berdebar-debar

Gementar dan gelisah,

Haid tidak teratur, kurang atau tidak datang

Kesuburan turun

Mata menjadi besar (bulging)

Kejang otot

Oesteoporosis

Pengeluaran keringat banyak,

Suhu badan naik,

Rambut rontok

Sulit bernafas

Susah tidur

Tekanan darah naik

Turun berat badan walaupun selera naik

Lemah

3. Kelenjar Paratiroid (kelenjar anak ginjal)Video Kelenjar Paratir

Berjumlah empat buah terletak di belakang kelenjar tiroid

Kelenjar ini menghasilkan parathormon (PTH) yang berfungsi untuk mengatur


konsentrasi ion kalsium dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur :
absorpsi kalsium dari usus, ekskresi kalsium oleh ginjal, dan pelepasan kalsium
dari tulang.

Hormon paratiroid meningkatkan kalsium darah dengan cara merangsang


reabsorpsi kalsium di ginjal dan dengan cara penginduksian sel sel tulang
osteoklas untuk merombak matriks bermineral pada osteoklas untuk merombak
matriks bermineral pada tulang sejati dan melepaskan kalsium ke dalam darah

Kalsitonin mempunyai fungsi yang berlawanan dengan PTH, sehingga fungsinya


menurunkan kalsium darah.

Fungsi umum kelenjar paratiroid adalah:

1. mengatur metabilisme fosfor


2. mengatur kadar kalsium darah
4. Kelenjar Timus

Terletak di sepanjang rongga trachea di rongga dada bagian atas.

Timus membesar sewaktu pubertas dan mengacil setelah dewasa.

Kelenjar ini merupakan kelenjar penimbunan hormon somatotrof atau hormon


pertumbuhan dan setelah dewasa tidak berfungsi lagi.

Menghasilkan timosin yang berfungsi untuk merangsang limfosit.

5. Kelenjar Anak Ginjal (Adrenal)

Berbentuk seperti bola atau topi terletak di atas ginjal.

Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenalis yang terbagi menjadi dua
bagian yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula).

Hormon dari kelenjar anak ginjal dan prinsip kerjanya :

No
Hormon
.
Bagian korteks adrenal

Prinsip kerja
Mengontol metabolisme ion anorganik

a. Mineralokortikoid
Mengontrol metabolisme glukosa
b. Glukokortikoid
Kedua hormon tersebut bekerja sama dalam hal
berikut :
a. dilatasi bronkiolus
Bagian Medula Adrenal

Adrenalin (epinefrin) dan


noradrenalin

b. vasokonstriksi pada arteri


c. vasodilatasi pembuluh darah otak dan otot
d. mengubah glikogen menjadi glukosa dalam
hati
e. gerak peristaltik
f. bersama insulin mengatur kadar gula darah

Regulasi hormon korteks adrenal

Regulasi hormon medulla adrenal

Stimulus yang mencekam menyebabkan hipotalamus mengaktifkan medula adrenal


melalui impuls saraf dan korteks adrenal melalui sinyal hormonal. Medulla adrenal
memperantarai respons jangka pendek terhadap stress dengan cara mensekresikan
hormon katekolamin yaitu efinefrin dan norefinefrin. Korteks adrenal mengontrol respon
yang berlangsung lebih lama dengan cara mensekresikan hormone steroid. (Campbell,
1952 : 146)
6. Kelenjar Pankreas (Langerhans)

Kelenjar pankreas merupakan sekelompok sel yang terletak pada pankreas,


sehingga dikenal dengan pulau pulau langerhans.

Kelenjar pankreas menghasilkan hormon insulin dan glukagon. Insulin


mempermudah gerakan glukosa dari darah menuju ke sel sel tubuh menembus
membrane sel.

Di dalam otot glukosa dimetabolisasi dan disimpan dalam bentuk cadangan.

Di sel hati, insulin mempercepat proses pembentukan glikogen (glikogenesis)


dan pembentukan lemak (lipogenesis).

Kadar glukosa yang tinggi dalam darah merupakan rangsangan untuk


mensekresikan insulin. Sebaliknya glukogen bekerja secara berlawanan
terhadap insulin.

Pengaturan kadar gula darah

Peningkatan glukosa darah diatas titik pasang (sekitar 90mg/100ml pada manusia)
merangsang pankreas untuk mensekresi insulin, yang memicu sel sel targetnya untuk
mengambil kelebihan glukosa dari darah. Ketika kelebihan itu telah dikeluarkan atau
ketika konsentrasi glukosa turun dibawah titik pasang, maka pancreas akan merespons
dengan cara mensekresikan glukagon, yang mempengaruhi hati untuk menaikkan
kadar glukosa darah.
7. Kelenjar Kelamin
a. Ovari

Merupakan kelenjar kelamin wanita yang berfungsi menghasilkan sel telur,


hormone estrogen dan hormone progesterone.

Sekresi estrogen dihasilkan oleh folikel de Graaf dan dirangsang oleh FSH

Estrogen berfungsi menimbulkan dan mempertahankan tanda tanda kelamin


sekunder pada wanita, misalnya perkembangan pinggul, payudara, serta kulit
menjadi halus.

Progesteron dihasilkan oleh korpus luteum dan dirangsang oleh LH

Progesteron berfungsi mempersiapkan dinding uterus agar dapat menerima sel


telur yang sudah dibuahi.

Fisiologi menstruasi

Gambar 1. Kompleks Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium


Siklus Menstruasi Normal

Siklus menstruasi normal dapat dibagi menjadi 2 segmen yaitu, siklus ovarium
(indung telur) dan siklus uterus (rahim). Siklus indung telur terbagi lagi menjadi 2
bagian, yaitu siklus folikular dan siklus luteal, sedangkan siklus uterus dibagi
menjadi masa proliferasi (pertumbuhan) dan masa sekresi.

Perubahan di dalam rahim merupakan respon terhadap perubahan hormonal.


Rahim terdiri dari 3 lapisan yaitu perimetrium (lapisan terluar rahim), miometrium
(lapisan otot rehim, terletak di bagian tengah), dan endometrium (lapisan
terdalam rahim). Endometrium adalah lapisan yangn berperan di dalam siklus
menstruasi. 2/3 bagian endometrium disebut desidua fungsionalis yang terdiri
dari kelenjar, dan 1/3 bagian terdalamnya disebut sebagai desidua basalis.

Sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi adalah:

1. FSH-RH (follicle stimulating hormone releasing hormone) yang dikeluarkan


hipotalamus untuk merangsang hipofisis mengeluarkan FSH
2. LH-RH (luteinizing hormone releasing hormone) yang dikeluarkan hipotalamus
untuk merangsang hipofisis mengeluarkan LH
3. PIH (prolactine inhibiting hormone) yang menghambat hipofisis untuk
mengeluarkan prolaktin

Siklus Hormonal

Pada setiap siklus menstruasi, FSH yang dikeluarkan oleh hipofisis merangsang
perkembangan folikel-folikel di dalam ovarium (indung telur).

Pada umumnya hanya 1 folikel yang terangsang namun dapat perkembangan dapat
menjadi lebih dari 1, dan folikel tersebut berkembang menjadi folikel de graaf yang
membuat estrogen.
Estrogen ini menekan produksi FSH, sehingga hipofisis mengeluarkan hormon yang
kedua yaitu LH. Produksi hormon LH maupun FSH berada di bawah
pengaruh releasing hormones yang disalurkan hipotalamus ke hipofisis. Penyaluran RH
dipengaruhi oleh mekanisme umpan balik estrogen terhadap hipotalamus.
Produksi hormon gonadotropin (FSH dan LH) yang baik akan menyebabkan
pematangan dari folikel de graaf yang mengandung estrogen. Estrogen mempengaruhi
pertumbuhan dari endometrium.
Di bawah pengaruh LH, folikel de graaf menjadi matang sampai terjadi ovulasi. Setelah
ovulasi terjadi, dibentuklah korpus rubrum yang akan menjadi korpus luteum, di bawah
pengaruh hormon LH dan LTH (luteotrophic hormones, suatu hormon gonadotropik).
Korpus luteum menghasilkan progesteron yang dapat mempengaruhi pertumbuhan
kelenjar endometrium. Bila tidak ada pembuahan maka korpus luteum berdegenerasi
dan mengakibatkan penurunan kadar estrogen dan progesteron. Penurunan kadar
hormon ini menyebabkan degenerasi, perdarahan, dan pelepasan dari endometrium.
Proses ini disebut haid atau menstruasi. Apabila terdapat pembuahan dalam masa
ovulasi, maka korpus luteum tersebut dipertahankan.

Pada tiap siklus dikenal 3 masa utama yaitu:

1. Masa menstruasi yang berlangsung selama 2-8 hari. Pada saat itu endometrium
(selaput rahim) dilepaskan sehingga timbul perdarahan dan hormon-hormon
ovarium berada dalam kadar paling rendah
2. Masa proliferasi dari berhenti darah menstruasi sampai hari ke-14. Setelah
menstruasi berakhir, dimulailah fase proliferasi dimana terjadi pertumbuhan dari
desidua fungsionalis untuk mempersiapkan rahim untuk perlekatan janin. Pada
fase ini endometrium tumbuh kembali. Antara hari ke-12 sampai 14 dapat terjadi
pelepasan sel telur dari indung telur (disebut ovulasi)
3. Masa sekresi. Masa sekresi adalah masa sesudah terjadinya ovulasi. Hormon
progesteron dikeluarkan dan mempengaruhi pertumbuhan endometrium untuk
membuat kondisi rahim siap untuk implantasi (perlekatan janin ke rahim)

Regulasi hormon betina

b. Testis

Testis pada mammalian terdiri dari tubulus yang dilapisi oleh sel sel benih (sel
germinal), tubulus ini dikenal dengan tubulus seminiferus.

Testis mensekresikan hormon testosterone yang berfungsi merangsang


pematangan sperma (spermatogenesisi) dan pembentukan tanda tanda
kelamin pria, misalnya pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, jakun, dan
membesarnya suara.

Sekresi hormon tersebut dirangsang oleh ICTH yang dihasilkan oleh hipofisis
bagian anterior.

Regulasi hormone jantan

Sewaktu pubertas, hipofisis anterior memproduksi gonadotrofin, yaitu hormone FSH


dan LH. Sekresi kedua hormone ini dipengaruhi oleh GnRF (Gonadotropin Releasing
Factor) yang berasal dari hipotalamus.
2. Peran Hormon Pada Sistem KB

KB adalah program pemerintah yang bertujuan menciptakan keluarga kecil


bahagia dan sejahtera yang dilaksanakan melalui pengaturan jumlah anak dan
jarak kelahiran.

Banyak macam teknik KB, ada yang permanent, ada yang sementara, dan ada
yang secara mekanik, kimia ataupun dengan menggunakan hormon.

Teknik penggunaan hormone pada dasarnya adalah upaya mencegah terjadinya


ovulasi. Dalam hal ini menggunakan hormone estrogen dan progesterone
sintetik.

Hormon hormon tersebut ada yang dikemas dalam bentuk pil, suntikan,
ataupun susuk.

Jika seorang wanita menelan pil KB setiap hari maka dia telah memasukkan
hormon estrogen dan progesterone sintetik ke dalam tubuhnya. Akibatnya,
kelenjar hipofisis tidak akan menghasilkan FSH dan LH. Tidak adanya FSH dan
LHmenyebabkan wanita tersebut tidak akan hamil, karena FSH dan LH berfungsi
merangsang terjadinya ovulasi yang jika dibuahi akan terjadi kehamilan. Selain
itu, progesterone juga berperan merangsang penebalan dinding rahim, sehingga
menolak terjadinya implantasi (penempelan embrio pada dinding rahim).

LKS SISTEM HORMON


1. Hormon bekerja atas perintah dari system saraf, system yang mengatur
kerjasama antara saraf dan hormon terdapat pada daerah

2. Sebutkan 3 perbedaan antara sistem saraf dan sistem hormon berdasarkan


aspek pembeda (aksi, komunikasi dan sekresi ) ?
3. Sebutkan hormon hormon yang dihasilkan oleh kelenjar adenohipofisis dan
jelaskan prinsip kerjanya ?
4. Setelah melihat video mengenai kelenjar pituitari, mengapa kelenjar tersebut
disebut sebagai the master of glands ?
5. Setelah mengamati bagan mengenai regulasi kelenjar tiroid, apa yang terjadi jika
kadar T3 dan T4 tinggi ?
6. Setelah melihat video mengenai kelenjar paratiroid, bagaimana cara kerja
hormon paratiroid (PTH) dalam meningkatkan kadar kalsium darah ?
7. Hormon adrenalin dan noradrenalin dihasilkan oleh kelenjar? dan bagaimana
prinsip kerjanya !
8. Kelenjar pankreas berfungsi sebagai kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin,
sebutkan fungsi kelenjar pankreas sebagai kelenjar endokrin ?
9. Sebutkan sistem hormonal yang mempengaruhi siklus menstruasi ?
10. Apa fungsi dari hormon estrogen dan progesteron dalam teknologi KB ?
Kelainan Kelainan Akibat Kelebihan atau Kekurangan Hormon

No
Hormon yang
Kelenjar
.
dihasilkan

Gangguan / kelainan Ciri ciri

Penderita tampak bertubuh


pendek (hanya sekitar satu
meter atau bahkan kurang)
tapi tetap memiliki proporsi
tubuh yang normal
Terjadi pada masa kanak
kanak, dimana terjadi
Gigantisme(giantism
pertumbuhan berlebihan
)
bahkan dapat sampai
1 Hipofisis
mencapai 8 kaki
Kelebihan hormon
Terjadi pada saat
(hipersekresi)hormon
dewasa, penderita
pertumbuhan (growth
mengalami pembesaran
hormone)
tulang rahang dan wajah.
Akromegali
Kulit bertambah tebal, diikuti
gangguan akibat penekanan
saraf oleh massa tulang yang
bertambah
2. Tiroid
Hipersekresi hormone Graves disease/
Penderita ini mengalami
tiroksin
morbus basedow
metabolisme yang amat
meningkat; penderita
cenderung bertambah kurus
(Hipertiroidisme)
walaupun disaat yang sama
penderita memiliki nafsu
makan yang meningkat .
Keringat berlebihan, denyut
nadi yang cepat, tidak tahan
Kekurangan hormon
(hiposekresi) hormon
Dwarfisme
pertumbuhan(growth
hormone)

Kretinisme (Kerdil)
Hiposekresi hormon
tiroid (Hipotiroidisme)
Mix Oedema
(Miksedema)

Paratiroid

Pankreas

panas dan kelemahan badan.


Dapat juga ditemukan
penonjolan bola mata
(exophtalmus)
Terjadi pada masa kanak
kanak, cirinya penderita tidak
dapat mencapai
pertumbuhan fisik dan mental
yang normal
Terjadi pada orang dewasa,
cirinya laju metabolisme
rendah, berat badan
berlebihan, bentuk badan
menjadi kasar, dan rambut
rontok

Hipersekresi hormon
Hiperparathormon
paratiroid

Kelainan pada tulang seperti


tulang rapuh, bentuk
abnormal dan mudah patah.
Kelebihan kalsium yang
diekskresikan dalam air seni
bersama ion fosfat dapat
menyebabkan batu ginjal

Hiposekresi hormon
paratiroid

Hipoparathormon

Terjadi gejala kekejangan


otot (tetani)

Diabetes tipe I

Penyakit ini sepenuhnya


bergantung dengan insulin,
penyakit ini sering didapatkan
pada anak-anak atau dewasa
muda. Pengobatan dengan
mengganti insulin sesuai
dengan jumlah yang
diperlukan

Diabetes tipe 2

pada penyakit ini insulin


diproduksi dalam jumlah
memadai tetapi terdapat
gangguan dalam kualitas dan
mekanisme kerjanya. Faktor
resiko penyakit ini seperti
riwayat keluarga dengan
Diabetes Mellitus dan
obesitas

Hiposekresi hormon
insulin

Hipersekresi
hormon kelenjar
adrenal

penderita mengalami
peningkatan tekanan darah,
Cushings syndrome gula darah akibat
pengeluaran hormon kortisol
yang berlebihan.
Gejala berupa
Hipoglikemia (kadar gula
dalam darah menurun),
Gangguanpembentukan
glukosa oleh jaring
(glukoneogenesis)

Penurunan kadar glikogen


di liver yang menjadi
cadangan glukosa dalam
tubuh

Korteks
Adrenal
Hiposekresi
hormon kelenjar
adrenal

Addisons disease

Gangguan akibat
kekurangan aldosteron
seperti pengeluaran natrium
dan cairan yang berlebihan di
ginjal.
Dehidrasi,
Penurunan tekanan darah
Shock yang dapat
menimbulkan kematian,
terutama bila tidak ditangani
secara cepat.

Kelenjar Hiposekresi hormon


gonad
kelenjar gonad

dapat mengakibatkan
gangguan terutama dalam
proses reproduksi manusi

SISTEM ENDOKRIN
Senin, 30 Januari 2012 | 0 komentar
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Fisiologi merupakan ilmu yang mempelajari fungsi normal tubuh dengan beberapa
gejala yang ada pada sistem hidup, serta pengaturan atas segala fungsi dalam sistem
tersebut,sehingga dalam makalah ini kami dari kelompok IV membahas sistem
endokrin.
Sistem endokrin dapat dijumpai pada semua golongan hewan, baik vertebrata maupun
invertebrata. Sistem endokrin (hormon) dari sistem saraf secara bersama lebih dikenal
sebagai super sistem neuroendokrin yang bekerja sama secara kooperatif untuk
menyelenggarakan fungsi kendali dan koordinasi pada tubuh hewan. Pada umumnya,
sistem endokrin bekerja untuk mengendalikan berbagai fungsi fisiologi tubuh, antara
lain aktivitas metabolisme, pertumbuhan, reproduksi, regulasi osmotik, dan regulasi
ionik.
Kelenjar tanpa saluran atau kelenjar buntu digolongkan bersama dibawah nama organ
endokrin, sebab sekresi yang dibuat tidak meninggalkan kelenjar melalui satu saluran,
tetapi langsung masuk ke dalam darahyang beredar di dalam kelenjar. Kata endokrin
berasal dari bahasa Yunani yang berarti sekresi ke dalam; zat aktif utama dari sekresi
internal ini disebut hormon, dari kata Yunani yang berarti merangsang. Beberapa dari
organ endokrin menghasilkan satu hormon tunggal,sedangkan yang lain lagi dua atau
beberapa jenis hormon: misalnya kelenjar hipofisis menghasilkan beberapa jenis
hormon yang mengendalikan kegiatan banyak organ lain, karena itulah maka kelenjar
hipofisis dilukiskan sebagai kelenjar pemimpin tubuh.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan sistem endokrin? ( Rabiatul Adawiyah dr rumusan 1
4)
2. Apakah fungsi sistem endokrin secara umum?
3. Bagaimana fisiologi sistem endokrin?
4. Bagaimana karakteristik dari sistem endokrin tersebut?
5. Apakah yang dimaksud dengan hormon? ( Sirri Hayati dr rumusan 5 8)
6. Bagaimana klasifikasi, fungsi, dan sipat hormon?
7. Bagaimana struktur dasar hormon secara kimiawi?
8. Bagaimanakah mekanisme aksi hormon berlangsung?
9. Bagaimanakah sistem endokrin pada Invertebrata? ( M. Fachmi )
10. Bagaimanakah sistem endokrin pada Vertebrata? ( Irma Prihartina )
1.3 Batasan Masalah

Makalah ini cukup dibatasi dengan rumusan masalah yang telah kami buat .
1.4 Tujuan
Dengan adanya makalah tentang sistem endokrin ini diharapkan kita lebih dapat
memahami tentang endokrin itu sendiri sekaligus untuk menambah wawasan yang
akan menunjang pengetahuan kita dalam mempelajari fisiologi hewan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Endokrin
Sistem endokrin adalah sistem yang berfungsi untuk memproduksi hormon yang
mengatur aktivitas tubuh. Terdiri atas kelenjar tiroid, kelenjar hipofisa/putuitari, kelenjar
pankreas, kelenjar kelamin, kelenjar suprarenal, kelenjar paratiroid dan kelenjar buntu.
2.2 Fungsi Sistem Endokrin secara Umum
Sistem endokrin disebut juga sistem kelenjer buntu,yaitu kelenjar yang tidak
mempunyai saluran khusus untuk mengeluarkan sekretnya. Sekret dari kelenjer
endokrin dinamakan hormon. Hormon berperan penting untuk mengatur berbagai
aktivitas dalam tubuh hewan, antara lain aktivitas pertumbuhan,reproduksi,
osmoregulasi, pencernaan, dan integrasi, serta koordinasi tubuh.
Tabel aktivutas tubuh yang dikendalikan oleh hormon dan jenis hormon yang
mengendalikannya.

Pencernaan dan fungsi metabolik yang terkait.


Sekretin, gasterin, insulin, glukagon, noradrenalin, tiroksin, dan hormon dari kortes
adrenal.
Osmoregulasi, pengeluaran, dan metabolisme air serta garam.
Prolaktin, vasopresin, aldosteron.
Metabolisme kalsium:
Hormon pada teroid, kalsitonin.
Pertumbuhan dan perubahan morfologis;
Hormon pertumbuhan, androgen dari korteks adrenal
Tiroksin (untuk metamorfosis amfibi)
MSH (perubahan warna amfibi)
Organ dan proses reproduksi
FSH,LH, estrogen, progesteron, prolaktin, dan testosteron

Sistem endokrin hampir selalu bekerja sama dgn sistem saraf, namun cara kerjanya
dalam menganadlikan aktivitas tubuh berbeda dari sistem saraf. Ada dua perbedaan
cara kerja antara kedua sistem tersebut adalah sebagai berikut:
1. Dibandingkan dengan sistem saraf, sistem endokrin lebih banyak bekerja melalaui
teransmisi kimia.
2. Sistem endokrin memperlihatkan waktu respon lebih lambat dari pada sisitem saraf.
Pada sistem saraf, potensial aksi akan bekerja sempurna hanya dalam waktu 1-5 mili
detik, tetapi kerja endokrin melalui hormon baru akan sempurna dalam wakru yang
sangat bervariasi, berkisar antara beberapa menit hingga beberapa jam. Hormon
adrenalin bekerja hanya dalam waktu singkat, namun hormon pertumbuhan dalam
waktu yang sangat lama. Dibawah kenali hormon endokrin ( menggunkan hormon
pertumbuhan), proses pertumbuhan memerlukan waktu hingga puluhan tahun untuk
mencapai tingkat pertumbuhan yang sempurna.
Agar dapat memeperlihatkan efek hayatinya. Hormon dari kelenjar endokrin harus
dapat sampai organ sasaran. Organ sasaran yaitu organ yang memiliki reseptor khusus
untuk hormon yang sesuai dan merupakan tempat yang tepat bagi suatu hormon untuk
memperlihatkan efek hayatinya. Organ sasarn hormon sering kali terletak dilokasi yang
jauh dari hormon tersebut dihasilkan. Gagasan yang merupakan konsep tentang
mekanisme kerja hormon yang klasik ini dilukiskan pada gambar 5.1

Gagasan klasik tentang organ dan fungsi endokrin kini telah berubah. Saat ini telah di
ketahui bahwa untuk memperlihatkan pengaruh hormon tidak harus melewati sistem
sirkulasi. Contoh yan baik untuk hormon ini adalah histamin yang bekerja untuk
mengontrol sekresi asam pada lambung verteberata misalny pada sapi.apabila
ransangan mempengaruhi sel master (mast cells) dan sel parietal pada lambung, selsel tersebut akan mengeluarkan histamin, yang selanjutnya akan merangsang
pengeluaran asam lambung. Dalam contoh tersebut tampak bahwa hormon
berpengaruh terhadap sel sasaran yang terletak disekitar sel penghasil histamin. Jadi,
hormon tersebut bekerja secara lokal. Aksi hormon lokal semacam ini disebut kontrol
atau kendali prakrin.gambar 5.2

Kadang-kadang, senyawa kimia yang dikeluarkan oleh suatu sel akan memengaruhi sel
itu sendiri. Peristiwa semacam ini dikenal denagn istilah kontrol/ kendali autokrin.
Contoh senyawa kimia semacam ini ialah prostaglandin dan faktor perrtumbuhan yang
mirip insulin. Adanya sistem kendali neuroendokrin, parakrin, dan autokrin sudah tentu
akan mengaburkan definisi dan konsep khas yang klasik mengenai cara kerja endokrin
dan hormon.
Sel-sel poenyusun endokrin dapat dibedakan menjadi dua yaitu sel neurosekretori dan

sel endokrin sejati.sel nuurosekretori adalah sel yang berbentuk seperti sel saraf, tetapi
berfungsi sebagai penghasil hormon. Contoh sel saraf pada hipotalamus. Sel tersebut
memperlihatkan fungsi edokrin sehingga dapat juga disebut sebagai sel neuroendokrin
sesungguhnya, semua sel yang dapat menghasilkan sekret disebut sebgai sel sekretori.
Oleh karna itu, sel saraf yang terdapat pada hipotalamus disebuut sel neurosekretori.
Sel endokrin sejati disebut juga sel endokrin klasik, yaitu sel endokrin yang benar-benar
berfungsi sebagai penghasil hormon, tidak memiliki bentuk seperti sel saraf. Kelenjar
endokrin sejati melepaskan hormon yang dihasilkan secara langsung kedalam darah
( cairan tubuh). Kelenjar endokrin sejati dapat ditemukan pada hewan yang
memepunyai sistem sirkulasi, baik invertebrata maupun vertebrata. Hewan invertebrata
yang sering menjadi objek studi sistem endokrin yaitu insekta, krustasea, cephalopoda,
dan moluska. Kelenjar endokrin dpat berupa sel tunggal atau berupa organ multi sel.
Neurosekresi tampaknya merupakan mekanisme pengaturan tubuh secara kimia yang
paling primitif, namun pada hewan tingkat tinggi pun mekanisme tersebut ternyata tetap
fungsional. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya mekanisme neusekresi pada
semua hewan, mulai dari hewan tingkat rendah (ccontohnya hidra) hingga hewan
tingkat tinggi, termasuk manusia.
Hormon neuroseketori seperti yang terdpat pada hipotalamus akan melepaskan hormon
(neurohormon) yang dihasilkannya ke sirkulasi darah, dan selanjutnya dibawa ke sel
sasaran. Kadang-kadang, hormon yang dihasilkan oleh selneurosekretori tidak
langsung dilepaskan kedalam darah, tetapi disimpan terlebih dahulu dalam sel atau
organ neurohemal intuk sementara waktu. Hormon tersebut akan dilepaskan kedalam
darah pada saat tubuh memerlukannya. Organ neurohemal ialah organ yan gberfunsi
sebagai tempat penyimpanan semnetara dan pelepasan hormon (neurohormon) yang
di hasilkan oleh sel neurosekretori.
2.3 Fisiologi Sistem Endokrin
Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan memadukan
fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan
homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat
dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya, medulla adrenal dan kelenjar
hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf (neural). Jika keduanya dihancurkan
atau diangkat, maka fungsi dari kedua kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem
saraf.Bila sistem endokrin umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf
bekerja melalui neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.
2.4 Karakteristik Sistem Endokrin
Hormon bekerja dalam sistem umpan balik, yang memungkinkan tubuh untuk
dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal. Hormon mengontrol laju aktivitas
selular.Hormon tidak mengawali perubahan biokimia, hormon hanya mempengaruhi selsel yang mengandung reseptor yang sesuai, yang melakukan fungsi spesifik.

Hormon mempunyai fungsi dependen dan interdependen. Pelepasan hormon dari satu
kelenjar sering merangsang pelepasan hormon dari kelenjar lainnya. Hormon secara
konstan di reactivated oleh hepar atau mekanisme lain dan diekskresi oleh ginjal.
2.5 Pengertian Hormon
Hormon (dari bahasa Yunani, : horman - "yang menggerakkan") adalah pembawa
pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular,
termasuk tumbuhan (lihat artikel hormon tumbuhan), memproduksi hormon.
Pada hewan, hormon yang paling dikenal adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar
endokrin vertebrata. Walaupun demikian, hormon dihasilkan oleh hampir semua sistem
organ dan jenis jaringan pada tubuh hewan. Molekul hormon dilepaskan langsung ke
aliran darah, walaupun ada juga jenis hormon - yang disebut ektohormon
(ectohormone) - yang tidak langsung dialirkan ke aliran darah, melainkan melalui
sirkulasi atau difusi ke sel target.
2.6 Klasifikasi, Fungsi dan Sipat Hormon
Berdasarkan hakikat kimianya hormon dapat di klasifikasikan menjadi tiga yaitu,
hormon peptida dan protein, steroid,dan turunan tirosin.
Tabel klasifikasi hormon pada vertebrata berdasarkan struktur dan hakikat kimianya
Steroid Peptida dan protein besar Tururnan tirosin
Peptida Protein besar
Testosteron
Estrogen
Progesteron
Kortikosteroid
Vitamin D-3 Hormon hefotalamus
Angiotensi
Somatostatin
Gastrin
Sekretin
Glukagona
Kalsitonin
Insulin
paratohormon Hormon pertumbuhan
Prolaktin
LH
FSH
TSH Katekolamin, meliputi: noradrenalin
Adrenallin
Hormon teroid, meliputi: tiroksin (T4)
Triiodotironin (T3)
Selain berbagai hormon yang telah disebutkan diatas, terdapat sejumlah zat kimia yang

menyerupai hormon. Zat kimia lain yang kerjanya menyerupai hormon antara lain
bradikinin, eritropuitin, histamin, kinin, rinin, postaglandin, dan hormon thymic. Hormon
thymic adalah hormon dari keleenjar timus (thymus) yang berperan memengaruhi
perkembangan sel limposit B menjadi sel plasma, yaitu sel penghasil anti bodi. Diduga,
hormon thymic juga mempengaruhi sekresi hormon reproduktif dari hepotisis.
Bradikinin merupakan suatu polipeptida yang dihasilkan olah kelanjar yang sedang aktif
contohnya kelenjar keringat dan kelenjar ludah pada saat aktif. Bradikinin bekerja
sebagai vasodilator kuat yangn dapat meningkatkan aliran darah lokal secara signifikan
sehingga merangsang pengeluaran keringat dan air ludah dalm jumlah lebih banyak.
Vasodilator yaitu senyawa yanng menyebabkan pembuluh darah membesar/melebar.
Eritropuitin merupakan glikoprotein yang proses sistesisnya melibatkan hati dan ginjal.
Pembentukan eritropuitin dirangasang oleh rendahnya kadar oksigen dalam darah atau
jaringan, conntohnya pada saat tubuh kita sedang giat beraktivitas (misalnya sedang
berolahraga). Selanjutnya, eritropuitin akan merangsang pusat pembentukan sel darah
di sum-sum tulang sehingga tubuh akan menghasilakan sel darah merah dalam jumlah
yang lebih banyak. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan jumlah oksigen
yang diangkut oleh darah.
Berbagai senyawa kimia seperti prostaglandin, eritripuitin, histamin, kinin, dan renin
dapat disistesis secara luas oleh berbagai jaringan atau organ yang sebenernya tidak
berfungsi sebagai organ endokrin. Misalnya, ginjal mampu menyentesis renin dan
eritropuitin. Senyawa kimia yang mirip hormon semacam itu secara bersama-sama
disebut sebagai hormon jaringan.
Selain hormon jaringan, terdapat juga feromon. Feromon adalah suatu senyawa kimia
spesifik yang dilepaskan olah hewan kelingkungannya dan dapat menimbulkan respons
perkembangan, atau respon reproduktif. Senyawa kimia tersebut sangat bermanfaat
bagi hewan dalam berbagai hal, antara lain untuk memberikan daya tarik seksual,
menanadai daerah kekuasaan, mengenali individu lain dalam spesies yang sama, dan
berperan penting dalam sinkronisasi siklus seksual.
Semua hormon umumnya memperlihatkan adanya kesamaan sifat. Bebrapa sifat yang
umum diperhatikan oleh hormon ialah sebagai berikut.
1. Hormon polipeptida biasanya disintesis dalam bentuk prekursor yang belum aktif
( disebut sebagai prohormon), contohnya proinsulin.prohormon memiliki rantai yang
lebih panjang dari pada aktifnya.
2. Sejumlah hormon dapat berfungsi dalam konsentrasi yang sangat rendah dan
sebagai hormon berumur pendek.
3. Beberapa jenis hormon ( misalnya adrenalin ) dapat segara bereaksi dangan sel
sasaran, sedangkan hormon yang lain ( contohnya estrogen dan tiroksin) bereaksi
secara lambat. Adrenalin bereaksi dengan sel sasaran hanya dalam waktu beberapa
detik, sedangkan estrogen dan tiroksin memerlukan waktu beberapa jam sampai
beberapa hari.
4. Pada sel sasaran, hormon akan berikatan dengan resptornya.

5. Hormon kadang-kadang memerlukan pembawa pesan kedua.


2.7 Struktur Dasar Hormon Secara Kimiawi
1. Derivat asam amino : dikeluarkan oleh sel kelenjar buntu yang berasal dari jaringan
nervus medulla suprarenal dan neurohipofise, contoh epinefrin dan norepinefrin. Amina:
hormon sederhana ini merupakan variasi susunan asam amino tirosin. Kelompok ini
meliputi tiroksin dari kelenjar tiroid, epinefrin dan norepinefrin dari medula adrenal
2. Petide /derivat peptide : dibuat oleh kelenjar buntuyang berasal dari jaringan alat
pencernaan. Protein: hormon ini merupakan rantai asam amino.Insulin dari pankreas,
hormon pertumbuhan dari kelenjar hipofisis anterior, kalsitonin dari kelenjar tiroid
semuanya merupakan protein.Rantai pendek asam amino disebut peptida. Hormon
antidiuretik dan oksitosin yang disintesis oleh hipotalamus, merupakan hormon peptida.
3. Steroid : dibuat oleh kelenjar buntu yang berasal darimesotelium, contoh hormon
testes, ovarium dan kortekssuprarenal. Steroid: kolesterol merupakan prekursor hormon
steroid, yang meliputi kortisol dan aldosteron dari korteks adrenal, estrogen dan
progesteron dari ovarium, dan testosteron dari testis.
2.8 Mekanisme Aksi Hormon
Pada bagian terdahulu telah di bicarakan bahwa untuk dapar memperlihatkan epek
biologis, suatu hormon harus berintraksi dengan sel sasaran melalui reseptor khusus
bagi hormon tersebut. Reseptor khusus ini di sebut reseptor hormon. Interaksi hormon
dengan sel sasaran biasanya terjadi melalaui pembentukkan kompleks hormonreseptor. Reseptor hormon pada sel sasaran umumnya beberapa molekul protein besar
dengan bentuk tiga dimensi yang unik. Reseptor tersebut hanya akan berkaitan dengan
hormon tertentu atau analognya, yaitu senyawa lain yang mempunyai gugus fungsional
sangat mirip dengan gugus fungsional hormon yang di maksud.
Khususan kerja hormon dapat diketahui dari kenyataan bahwa suatu jenis hormon
hanya dapat mempengaruhi sel tertentu. Kemampuan suatu hormon mempengaruhi sel
sasaran ditentukan oleh keberadaan reseptor khusus untuk hormon tersebut pada sel.
Apabila tidak memiliki reseptor khusus untuk suatu jenis hormone, suatu sel tidak akan
tanggap terhadap hormon yang dimaksud, sekalipun hormon tersebut ada di dekatnya.
Pernyataan tersebut dapat digunakan untuk memberikan penjelasan atas pernyataan
Mengapa hormon yang ada dalam sirkulasi darah hanya mempengaruhi sel-sel
tertentu saja walaupun hormon tersenbut beredar di seluruh cairan tubuh
Reseptor Hormon pada Membran
Reseptor untuk hormone pada suatu sel dapat terletak pada membran atau sitoplasma.
Reseptor hormon yang terdapat pada mambran biasanya merupakan reseptor untuk
hormon protein atau peptida. Contoh jenis hormon ini dapat dilihat pada tabel klsifikasi.
Apabila sudah sampai di dekat sel sasaran, hormon akan segera berikatan dengan
reseptornya dan membentuk kompleks hormon-reseptor. Pembentukan ikatan hormonreseptor terjadi melalui mekanisme yang serupa dengan penggabungan antara anak
kunci dan gemboknya. Kompleks hormon-reseptor selanjutnya akan memicu
serangkain reaksi biokimia yang menimbulkan tanggapan hayati (lihat gambar 5.3)

Pada gambar 5.3 diperlihatkan bahwa dalam rangkaian reaksi tersebut, mula-mula
terjadi aktivitas protein-G yang terdapat dalam mambran. Protein-G merupakan suatu
senyawa trimer yaitu molekul khusus yang terdiri atas tiga subunit. Salah satu dari tiga
subunit protein tersebut pada saat istirahat berikatan dengan guanosin difosfat (GDP)
aktivitas protein-G oleh kompleks hormon-reseptor menyebabkan fosforilasi GDP
menjadi guanine trifosfat (GTP). Hal ini akan mengubah konformasi protein-G dan
menguraikan menjadi subunit penyusunnya. Subunit protein yang mengikat GTP akan
mengaktivitas enzim adenil siklase yang terdapat pada mambran. Selanjutnya, GTP
segera di ubah kembali menjadi GDP oleh pengaktifan GTP-ase protein-G. akibatnya
protein-G kembali ke bentuk semula. Hal ini akan mengaktifkan beberapa molekul
adenil siklase sehingga melepaskan gugus fosfat dari ATP dan terbentuklah AMP siklik
(c-AMP, lihat pada gambar 5.3) .Fungsi c-AMP dalam peristiwa yang di tunjukkan pada
gambar 5.3 tersebut adalah menganktifkan protein kinase. Setelah melaksanakan
fungsinya, c-AMP akan diubah menjadi AMP oleh enzim fosfodiesterase, sedangkan
protein kinase aktif akan memfosforilasi protein pengatur inaktif sehingga berubah
menjadi protein pengatur aktif. Proses ini merupakan fosforilasi tahap paling akhir yang
akan menimbulkan tanggapan sel terhadap hormon.
Tanggapan hayati seperti apa yang akan terjadi pada sel tersebut? Pada uraian diatas.
Telah di jelaskan bahwa fosforilasi akan dapat mengubah konformasi protein pengatur
inaktif menjadi aktif dan mengubah konpormasi protein. Seandainya protein yang
berubah itu adalah pintu untuk ion, keadaan akan berubah, misalnya dari keadaan
tertutup menjadi terbuka. Seandainya pintu ion yang yang terbuka itu adalah pintu ion
Ca2+ sejumlah ion Ca2+ akan dapat melewati mambran. Ion Ca2+ yang melewati
mambran tersebut akan bergerak dari luar kedalam sel. Jadi, tanggapan hayati yang
timbul dalam contoh ini adalah peningkatan konsentrasi kalsium di dalam sel. Apabila
hal tersebut terjadi pada mambran presinaps maka peristiwa yang akan terjadi
selanjutnya ialah pengeluaran sejumlah neurotransmitter ke celah sinaps.
Berikut adalah contoh beberapa peristiwa yang dapat diubah oleh hormon dengan cara
kerja seperti di atas.
a. perubahan aktivitas enzim : perubahan aktivitas enzim memungkinkan proses
metabolisme tertentu dapat terselenggara atau terhenti.
b. Pengaktifan mekanisme transpor aktif : proses transpor aktif sangat penting bagi sel
untuk memasukkan atau mengeluarkan suatu zat.
c. Aktivitas pembentukan mikrotubulus : perubahan aktivitas pembentukan mikrotubulus
dapat memengaruhi berbagai peristiwa yang tergantung padanya antara lain
penggerakan ameba dan mitosis sel.

d. Pengubahan aktivitas metabolisme DNA : pengubahan aktivitas metabolisme DNA


dapat memengaruhi proses pertumbuhan atau pembelahan sel.
Reseptor Hormon pada Sitoplasma ( Reseptor Sitosolik )
Reseptor sitosolik merupakan reseptor hormon yang terdapat dalam sitoplasma sel
sasaran. Hormon yang menggunakan reseptor sitosolik ialah hormone steroid dan
hormon turunan asam amino. Hormon tersebut sangat mudah larut dalam lipid
sahingga mudah melewati mambran sel sasaran. Diperkirakan, hormon tersebut
sampai pada sel sasaran dalam keadaan berikatan dengan beberapa jenis molekul
pengemban.
Selama dalam peredaran darah ke seluruh tubuh, hormon selalu berikatan dengan
pengembannya. Pada suatu saat, hormon akan terlepas dari molekul pengemban dan
masuk ke sel sasaran. Dalam sitoplasma sel sasaran, hormon berkombinasi dengan
reseptor yang aktif. Kompleks tersebut mempunyai daya gabung (afinitas) yang sangat
tinggi terhadap DNA sehingga setelah masuk ke inti akan segera berkombinasi dengan
DNA. Hal ini lah yang mengawali transkripsi DNA. Tempat pembentukan ikatan
kompleks hormon-reseptor pada DNA tidak diketahui dengan pasti, tetapi diduga terjadi
pada bagian DNA yang disebut daerah promoter akan merangsang gen tertentu untuk
aktif (on) atau pasif (off).
2.9 Sistem Endokrin pada Invertebrata
Sejumlah invertebrate tidak mempunyai organ khhusus untuk sekresi hormon sehingga
sekresinya dilaksakan oleh sel neurosekretori. Jadi,sel neurosekretori tampaknya
merupakan sumber hormon utama pada invertebrata. Sel neurosekretori dapat
ditemukan pada semua Metazoa hewan bersel banyak antara lain Koelenterata,
Platihelmintes, Annelida, Nematoda dan Moluska.
1. Koelenterata
Contoh hewan dari golongan ini adalah hydra (hydra).hidra mempunyai sejumlah sel
yang mampu menghasilkan senyawa kimia yang berperan dalam proses
reproduksi,pembuahan,dan regenerasi.apabila kepala hydra di potong,sisa tubuhnya
akan mengeluarkan molekul peptida yang disebut activator kepala.zat tersebut
menyebabkan sisa tubuh hydra dapat membentuk mulut dan tentakel,dan selanjutnya
membentuk daerah kepala.
2. Platihelmintes
Hewan ini dapat menghasilkan hormon yang berperan penting dalam proses
regenerasi.diduga,hormon yang di hasilkan tersebut juga terlibat dalam regulasi osmotik
dan ionik,serta dalam proses reproduksi.
3. Nematoda
Sejumlah nematoda dapat mengalami ganti kulit(molting)hingga empat empat kali
dalam siklus hidupnya.hewan ini mempunyai struktur khusus yang berfungsi untuk
sekresi neurohormon,yang berkaitan erat dengan sistem saraf. Struktur khusus
tersebutterdapat pada ganglion di daerah kepala dan beberapa di antaranya terdapat
pada korda saraf.

4. Annelida
Sejumlah annelida seperti poliseta (misalnya neris),oligoseta(misalnya lumbricus),dan
hirudinae(misalnya lintah) sudah memperlihatkan adanya derajat sefalisasi yang
memadai. Otak hewan tersebut memiliki sejumlah besar sel saraf yang berfungsi
sebagai sel sekretori.hewan ini juga telah memiliki system sirkulasi yang berkembang
sangat baik sehingga kebutuhan untuk menyelenggarakan system kendali endokrin
dapat terpenuhi.sistem endokrin annelida berkaitan erat dengan aktivitas pertumbuhan,
perkembangan,regenerasi,dan reproduksi.
Contoh yang baik untuk hal tersebut ialah perubahan bentuk cacing poliseta
dewasa,yang dikenal dengan istilah epitoki.epitoki ialah perubahan sejumlah ruas tubuh
menjadi struktur reproduktif.dalam proses tersebut ,beberapa ruas tubuh annelida yang
mengalami perubahan bentuk akan terlepas dari tubuh utamanya, dan berkembang
menjadi organisme hidup bebas.epitoki di kendalikan oleh system
neuroendokrin.hormon yang dilepaskan bersifat menghambat epitoki sehingga epitoki
hanya akan berlansung pada saat kadar hormon tersebut rendah.cara kerja hormone ini
tidak di ketahui secara jelas, tetapi diduga sekresinya di atur oleh factor lingkugan.
5. Moluska
Moluska (terutama siput)mempunyai sejumlah besar sel neuroendokrin yang terletak
pada ganglia penyusun system saraf pusat. Hewan ini juga memiliki organ endokrin
klasik.senyawa yang dilepaskan menyerupai protein dan berperan penting dalam
mengendalikan osmoregulasi,pertumbuhan,serta reproduksi.
Reproduksi pada muluska sangat rumit karena hewan ini bersipat hommoprodit (gamet
jantan dan betina terdapat dalam satu tubuh). Beberapa sepesies hewan dari kelompok
ini bersipat protandri. Pada hewan yang bersipat protandri, gamet jantan terbentuk labih
dahulu dari pada gamet betina. Pada hewan ini di temukan adanya hormone yang
merangsang pelepasan telur dari gonad dan pengeluaran telur dari tubuh. Pada
Cephalopoda, hewan yang tidak bersipat hermaprodit,proses preproduksi di kendalikan
Oleh endokrin.dalam hal ini,organ endokrin kalalsik(terutama kelenjar optik) diduga
memilki peran yang sangat penting. Kelenjar optik diduga menyekresi beberapa hormon
yang diperlukan untuk perkembangan sperma dan telur.
6. Krustasea
Seperti halnya invertebrate lain,sistim indoktrin pada krustasea umumnya berupa
system neuroendokrin,meskipun mempunyai organ endokrin klasik. Pungsi tubuh yang
dikendalikan oleh sistem endokrin antara lain osmoregulasi,laju denyut
jantung,komposisi darah,pertumbuhan,dan pergantian kulit . Sistem kendali endokrin
yang berkembang paling baik dapat ditemukan pada Malakostra (antara lain
ketam,lobster/udang besar,dan udang)
Organ neuroendokrin krustasea (lihat gambar 5.4) ter dapat pada tiga daerah utama
yaiu sebagi berikut .
A. .Kompleks kelenjar sinus.organ ini kadang-kadang disebut kompleks golongan
kepala dan lobus optik ad tangkai mata .

B. Organ post- komisural.organ ini juga menerima akson dari otak dan berakhir pada
awal esofogus.
C. Organ perikardial : organ ini terletak sangat dekat dengan jantung danmenerima
akson dari ganglion toraks.
Krustasea memiliki jumlah kecil sel endokrin klasik,yaitu organ Y dan kelenjar
mandibula. Organ Y merupakan sepasang kelenjar yang terletak di daerah
dada(toraks),tepat nya pada luas maksila (rahang atas) atau ruas antena.Hormon dari
kelenjar Y diduga memengaruhi prosesmolting.kelanjar mandibula terletak di dekat
organ Y dan di duga memeliki pungsi endokrin juga.Krustasea juga mempunyai kelenjar
androgenik yang diyakini berperan dalam perkembangan testis dan produksi seperma.

Salah satu proses pada krustasea yang dikendalikan oleh system endokrin ialah
pengubahan warna kulit. Krutasea mampu menerima rangsang berupa warna latar
belakang mereka, yang mendorong meereka untuk menyesuaikan warna tubuh nya
dengan warna itu.dengan cara demikian,krustasea dapat terhindar dari perhatian
musuh nya .
Kemampuan untuk mengubah warna yang di miliki suatu spesies dapat berbeda dari
sepesies lain nya.beberapa hewan hany adapat mengubah warna kulit dan terng ke
gelap,sementara hewan yang lain dapat menanggapi beraneka warna latar belakang.
Perubahan warna kulit krustasea dipengaruhi oleh penyebaran pigmen yang tedapat
dalam kromatofor (sel pembawa pigmen).
Kromatopor pada umum nya terdapat pada sel kulit luar tubuh,tetepi dapat juga terletak
pada organ yang lebih dalam.fungsi kromatopor dapat diubah oleh sejumlah
hormon,misalnya hormon peptide yang di hasilkan oleh kompleks kelenjar
sinus.hormon ini menyebabkan pigmen menumpul atau menyebar. Hormon yang di
lepaskan oleh prikardial juga di anggapdapat memengaruhi fungsi kromatopor.
7. Insecta
Pada sistem saraf insekta terdapat tiga kelompok sel neuroendokrin yang utama :
a. sel neurosekretori medialis. Kelompok sel ini memiliki akson yang membentang
hingga ke korpora kardiaka. Korpora kardiaka ialah sepansang organ yang berpungsi
sebagai tempat penyimpanan dan pelepasan neurohormon
b. sel neurosekretori lateralis. Kelompok sel ini juga memiliki akson yang membentang
hingga ke korpora kardiaka
c. sel neurosekretori subesofageal. Kelompok sel neurosekretori ini terdapat pada
bagian di bawah kerongkongan dan memiliki akson yang membentang ke korpora alata.
2.10 Sistem Endokrin pada Vertebrata

Berbeda dengan invertebrata, sistem endokrin pada vertebrata terutama sekali tersusun
atas berbagai organ endokrin klasik. Sistem endokrin vertebrata dapat dibedakan
menjadi 3 kelompok kelenjar utama yaitu hipotalamus, hipofisis atau pituitari, dan
kelenjar endokrin tepi. Pada vertebrata , sistem syaraf memberikan pengaruh yang
sangat jelas terhadap sistem endokrin. Berbagai organ endokrin tepi pada vertebrata
bekerja di bawah kendali kelenjar pituitari bagian depan ( anterior ) yang merupakan
salah satu organ endokrin pusat. Pituitari anterior bekerja dibawah pengaruh
hipotalamus, yang kerjanya dipengaruhi oleh syaraf.
Hifotalamus dan Pituitari
Hifotalamus dan pituitari merupakan organ endokrin pusat yang dimilki hewan
vertebrata. Hipotalamus merupakan bagian otak vertebrata yang terletak di bawah
talamus dan berperan dalam mempertemukan sistem saraf dan endokrin. Talamus
adalah kumpulan sel syaraf yang terletak di bagian tengah otak vertebrata. Hifotalamus
berfungsi untuk mengendalikan kelenjar pituitari, sementara pituitari juga berfungsi
mengendalikan kelenjar endokrin lainnya. Oleh karena itu hipotalamus disebut sebagai
kelenjar induk.Hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus akan dibawa ke pituitari ada
dua jenis hormon dari hipotalamus yaitu hormon yang dilepaskan ke pituitari depan dan
hormon yang dilepas ke pituitari belakang. Hormon yang dilepas ke pituitari belakang
akan dilepas melalui akson plasma yang membentang dari hipotalamus hingga ke
bagian tersebut . Kelenjar pituitari belakang disebut daerah neurondokrinal karena pada
daerah ini banyak ditemukan juluran saraf dari sel neurosekretori, yang badan selnya
terletak di hipotalamus. Oleh karena itu pituitari belakang disebut juga neurohipofisis.
Dari neurohipofisis hormon dari hipotalamus akan langsung dilepas ke sirkulasi melalui
ujung akson. Hormon hipotalamus yang dilepas di pituitari belakang ialah hormon ADH
dan oksitosin. ADH sangat penting untuk mengendalikan penyerapan air di saluran
ginjal sedangkan oksitosin berperan merangsang kontraksi otot polos pada dinding
rahim dan kelenjar susu. ADH dan oksitosin merupakan hormon dari golongan peptida.
Pada semua vertebrata dapat ditemukan peptida yang memiliki efek hayati serupa
dengan ADH dan oksitosin tetapi susunan asam aminonya berbeda. Hormon penting
lain yang dikeluarkan oleh hipotalamu yaitu hormon pelepas ( releasing hormon, RH )
dan hormon penghambat (Release inhibiting hormon, RIH . Kedua jenis hormon
tersebut dilepas dari ujung akson sel neurosekretori di hipotalamus ke kapiler darah di
dekatnya. Dari hipotalamus, RH, RIH dibawa oleh darah ke pituitari depan yang juga
disebut adenohipofisis.
RH bekerja untuk mempengaruhi pelepasan hormon dari pituitari depan. Hormon dari
pituitari depan selanjutnya akan mempengaruhi pengeluaran hormon dari kelenjar lain
yang merupakan kelenjat tepi, sebaliknya RIH menghambat pelepasan hormon dari
pituitari depan. Hormon hormon yang dihasilkan dari hipotalamus dan pituitari beserta
fungsinya masing masing dapat dipelajari dari gambar 5.7
Hormon pertumbuahn merangsang pertumbuhan tub uh pada semua hewan dan

berpengaruh pada metabolisme karbohidrat, lipid dan protein. Hormon ini juga
merangsang hati untuk melepaskan somatomedin, yang dapat merangsang mitosis
dalam jaringan tulang. TRH merangsang kelenjar tiroid untuk menyekresikan hormon
tiroksin dan tirodotiromin yang dapat mengendalikan laju metabolisme pada mamalia
dan metamorfosis pada amfibi.
Organ Endokrin Tepi
Organ endokrin tepi adalah semua organ endokrin diluar hipotalamus dan pituitari.
Semakin hari semakin banyak ditemukan organ endokrin baru pada vertebrata. Saat ini
banyak diketahui jantung juga mampu menghasilkan hormon yang disebut ANP.
Hormon tersebut berkaitan erat dengan pengaturan ion natrium diginjal.
Hampir semua aktivitas dalam tubuh hewan dipengaruhi oleh hormon. Aktivitas tersebut
meliputi proses pencernaan, peredaran darah, pengeluaran, osmoregulasi. Dalam
mengatur aktivitas tubuh sistem endokrin biasanya bekerjasama dengan sistem saraf
Contoh kerja hormon dalam mengatur kadar kalsium dan gula darah manusia.
Keseimbangan kalsium dalam darah manusia dapat dicapai melalui kerjasama antara
hormon paratiroid dan kalsitonin. Keseimbangan kadar kalsium yang normal sangat
penting karena akan mempengaruhi kemamapuan saraf dan otot untuk menerima
rangsang, pembekuan darah, permeabilitas membran sel, serta fungsi normal enzim
tertentu. Sebagai contoh hipokalsemia ( keadaan yang ditandai dengan kadar kalsium
dalam darah yang rendah )akan meningkatkan kepekaan saraf beberapa kali lipat
sehingga dapat menimbulkan kejang otot.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem endokrin dan sistem saraf bekerja sama secara kooperatif untuk mengatur
aktivitas dalam tubuh hewan, dengan cara menghasilkan hormon yang kan
mempengaruhi sel sasaran. Hormon dapat dihasilkan oleh organ endokrin sejati atapun
oleh neurosekretori. Hormon dapat diklasifikasi menjadi 3 yaitu steroid,peptida, dan
turunan tirosin.
Timbulnya tanggapan hayati pada sel target akibat rangsang hormon relatif lebih lambat
jika dibandingkan dengan tanggapan yang timbul akibat rangsang saraf. Hormon
mempengaruhi sel target secara spesifik. Pengaruh tersebut berkaitan erat dengan
adanya reseptor hormon pada sel target yang sesuai dengan hormon tetentu. Reseptor
hormon ada yang terdapat di membran sel.
Sistem endokrin pada invertebrata masih sederhana dan organ endokrin yang

dimiliknya pada umunya berupa organ neuroendokrin. Sedangkan sistem endokrin


pada vertebrata sangat kompleks. Organ endokrin yang dimiliki vertebrata pada
umumnya berupa organ endokrin klasik terdiri atas organ endokrin pusat dan tepi.
3.2 Saran
Tidak ada kata sempurna yang pantas untuk segala hal di dunia, begitu juga dengan
makalah yang telah kami susun, oleh karena itu bagi pihak terkait kami mengharapkan
kritik dan saran guna perbaikan dan semoga makalah ini dapat bermanfaat. Amiin.

SISTEM HORMON

Hormon adalah zat kimia dalam bentuk senyawa organik yang di hasilkan oleh
kelenjar endokrin. Hormon mengatur aktivitas seperti metabolisme, reproduksi,
pertumbuhan, dan perkembangan. Pengaruh hormon dapat terjadi dalam beberapa
detik, hari, minggu, bulan, bahkan beberapa tahun. Hormon di hasilkan oleh kelenjar
yang disebut kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin disebut juga kelenjar buntu karena
hormon yang dihasilkan tidak dialirkan melalui satu saluran, tetapi langsung masuk
kedalam pembuluh darah.

Sistem Hormon pada Manusia

HORMON MANUSIA
Hormon dari kelenjar endokrin mengikuti peredaran darah keseluruh tubuh
hingga mencapai organ-organ tertentu. Meskipun semua hormon mengadakan kontak
dengan semua jaringan di dalam tubuh, hanya sel jaringan yang mengandung reseptor
spesifik terhadap hormon tertentu yang terpengaruh oleh hormon tersebut. Karena
jumlah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin sangat sedikit, kadar hormon di
dalam darah sangat rendah.
Hormon memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam
jumlah yang sangat kecil
Diangkut oleh darah menuju ke sel/jaringan target
Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat di sel target
Memiliki pengaruh mengaktifkan enzim khusus

Memiliki pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target, tetapi dapat juga
mempengaruhi beberapa sel target yang berlainan
Hubungan Saraf dan Hormon
Hormon berfungsi dalam mengatur homeostasis, metabolisme, reproduksi dan
tingkah laku. Homeostasis adalah pengaturan secara otomatis dalam tubuh agar
kelangsungan hidup dapat dipertahankan. Contohnya pengendalian tekanan darah,
kadar gula darah, dan kerja jantung. Banyak hal terlaksana karena kerja pengendalian
otomatis dari dalam tubuh yang melibatkan sistem koordinasi, yaitu sistem saraf dan
hormon.
Hormon bekerja atas perintah dari sistem saraf. Sistem yang mengatur
kerjasama antara saraf dan hormon terdapat pada daerah hipotalamus. Daerah
hipotalamussering disebut daerah kendali saraf endokrin (neuroendocrine control).
Oleh karena hormon mempengaruhi kerja organ atau alat tubuh yang sifatnya
spesifik, kelainan yang timbul akan mudah ditelusuri. Pengaruh yang ditimbulkan oleh
kerja hormon tidak secepat pengaruh saraf.
Kelenjar endokrin
Kelenjar endokrin meliputi kelenjar hipofisis, tiroid, paratiroid, adrenal, ovarium,
testis, pankreas, dan plasenta.
Kelenjar hipofisis (pituitari)

Kelenjar hiposis mampu mensekresikan bermacam-macam hormon yang


mengatur bermacam-macam kegiatan dalam tubuh. Oleh karena itu, kelenjar hipofisis
disebut kelenjar pengendali (mastergland). Kelenjar hipofisis berbentuk bulat dan
berukuran kecil dengan diameter 1,3 cm.

Berdasarkan struktur dan fungsinya, kelenjar hipofisis dibagi menjadi hipofisis


lobus anterior dan hipofisis lobus posterior. Kedua lobus tersebut dihubungkan
dengan hipotalamus. Di antara kedua lobus terdapat suatu daerah yang relatif tidak ada

pembuluh darahnya. Daerah ini disebut hipofisis pars intermedia.


Hipofisis lobus anterior
Hipofisis pars intermedia
Hipofisis pars intermedia (hipofisis bagian tengah) menghasilkan MHS (Melanocyte
Stimulating Hormone). Hormonini berpengaruh dalam meningkatkan pigmentasi kulit
dengan cara menyebarluaskan butir melanin, sehingga kulit menjadi berwarna hitam.
Sekresi MSH juga dirangsang oleh faktor pengatur yang disebut faktor perangsang

pelepasan hormon melanosit dan dihambat oleh faktor inhibisi hormon melanosit (MIF).
Hipofisis lobus posterior
Hipofisis lobus posterior (bagian belakang) menghasilkan oksitosin dan vasopresin.
Oksitosin berperan dalam merangsang otot polos yang terdapat di uterus dan sel yang
menyelubungi saluran yang terdapat di kelenjar susu. Sedangkan vasopresin atau di
sebut jugaa hormon antidiuretik (ADH) berpengaruh pada proses reabsorpsi urin pada
tubulus distal, sehingga mencegah pengeluaran urin yang terlalu banyak. Hormon
antidiuretik juga berpengaruh dalam meningkatkan reabsorpsi urea di tubulus kontortus

distal, menurunkan aliran darah di bagian medula ginjal, dan meningkatkan reabsorpsi
ion Na+ di lengkung Henle. Hormon antidiuretik dosis tinggi dapat meningkatkan
tekanan darah arteri dengan jalan mengecilkan diameter otot polos pada dinding
pembuluh darah.

Kelenjar tiroid (kelenjar gondok)


Kelenjar tiroid terdiri dari folikel-folikel dan terletak di depan trakea. Kelenjar
tiroid menghasilkan dua macam hormon, yaitu tiroksin (T4) dan triyodotironin (T3).
Hormon ini dibuat di folikel jaringan tiroid dari asam amino (tiroksin) yang mengandung
yodium. Yodium secara aktif diakumulasi oleh kelenjar tiroid dari darah. Oleh sebab itu,
jika kekurangan zat yodium dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan
pembesaran kelenjar gondok hingga 15 kali. Tiroksin dan triyodotironin berfungsi untuk
meningkatkan kecepatan reaksi kimia dalam sel tubuh, sehingga meningkatkan
metabolisme tubuh.

Ada beberapa sel yang terletak di dalam maupun diantara folikel tiroid. Sel-sel
tersebut disebut sel C yang menghasilkan hormon kalsitonin.hormon ini berfungsi
memacu pengendapan kalsium di dalam tulang sehingga menurunkan konsentrasi
kalsium dalam cairan ekstraselular.
Kelenjar Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)
Kelenjar paratiroid berjumlah empat buah yang masing-masing berdiameter
5mm dengan berat sekitar 30 mg dan terletak dibelakang kelenjar tiroid. Kelenjar ini
menghasilkan parathormon yang berfungsi untuk meengatur konsentrasi ion kalsium
dan fosfor dalam cairan ekstraseluler dengan cara mengatur:

Absorpsi kalsium dari susu


Ekskresi kalsium oleh ginjal
Pelepasan kalsium dari tulang
Kekurangan hormon ini mengakibatkan tetani, dengan gejala kadar kapur dalam
darah menurun, kejang otot pada tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah
pangkal, gelisah, kesemutan, dan gangguan saraf, hingga sulit tidur.
Kadar parathormon dapat meningkat. Salah satunya disebabkan adanya tumor
paratiroid, sehingga kebutuhan kalsium dan fosfor diambil dari tulang. Hal tersebut
menyebabkan kandungan kapur dan fosfor dalam urin meningkat, sedangkan keadaan
tulang menjadi rapuh. Keadaan ini disebut dengan Von Recklinghousen.

Kelenjar Suprarenalis (Adrenal/Anak Ginjal)

`Kelenjar suprarenalis berbentuk seperti bola atau topi dan terletak di atas
ginjal. Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenalis yang terbagi menjadi dua
bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula).
Kelenjar

bagian

mineralokortikoid

korteks
dan

menghasilka

glukokortikoid.

hormon

kortison

Mineralokortikoid

yang

berfungsi

terdiri

dari

membantu

metabolisme garam natrium dan kalium serta menjaga keseimbangan hormon seks.
Glukokortikoid berfungsi membantu metabolisme karbohidrat.

Kelenjar bagian

medula

menghasilkan

hormon

adrenalin

dan hormon

noradrenalin. Hormon adrenalin berpengaruh sangat cepat. Hormon ini menyebabkan


meningkatnya

denyut

jantung,

kecepatan

pernapasan,

dan

tekanan

darah

(penyempitan pembuluh darah). Adrenalin bersama insulin berpengaruh terhadap


perubahan glikogen (gula dalam otot) menjadi glukosa (gula dalam darah).

Noradrenalin bekerja secara antagonis terhadap adrenalin, yaitu berfungsi menurunkan


tekanan darah dan denyut jantung.
Jika terjadi kerusakan pada kelenjar bagian korteks akan menyebabkan penyakit
adison. Penyakit ini ditandai dengan kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, dan
muntah-muntah.
Kelenjar Pankreas
Merupakan sekelompok sel yang terletak pada pankreas dan dikenal dengan
pulau-pulau Langerhans. Kelenjar pankreas yang berfungsi sebagai kelenjar endokrin
menghasilkan hormon insulin dan glukagon.

Hormon insulin dan glukagon bekerja secara berlawanan untuk mengatur kadar
glukosa. Bila kadar glukosa dalam darah tinggi, pankreas akan mensekresikan hormon
insulin. Insulin merangsang hati untuk menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi
glikogen. Sebaliknya, jika kadar glukosa dalam darah menurun, hormon glukagon akan
mengubah glikogen menjadi glukosa.
Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan penyakit diabetes melitus
(kencing manis) yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah.
Kelebihan

glukosa

tersebut

dikeluarkan

bersama

urin.

Tanda-tanda

diabetes

melitus,yaitu sering mengeluarkan urin dalam jumlah banyak, sering merasa haus dan
lapar, serta badan terasa lemas.
Ovarium

Ovarium merupakan kelenjar kelamin wanita yang berfungsi menghasilkan


ovum, hormon estrogen, dan hormon progesteron. Sekresi estrogen dihasilkan oleh
folikel de Graaf dan dirangsang oleh FSH. Estrogen berfungsi menimbulkan dan
mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, misalnya perkembangan
pinggul, payudara, serta kulit menjadi halus. Progesteron dihasilkan oleh korpus luteum
dan dirangsang oleh LH. Progesteron berfungsi mempersiapkan dinding uterus agar
dapat menerima ovum yang sudah dibuahi.

Testis

Testis pada mamalia terdiri dari tubulus yang dilapisi oleh sel-sel benih (sel
germinal). Tubulus ini dikenal dengan nama tubulus seminiferus. Testis sebagai kelenjar

kelamin pria akan mensekresikan hormon testosteron yang berfungsi merangsang


pematangan sperma (spermatogenesis) dan pembentukan tanda-tanda kelamin
sekunder pada pria, misalnya pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, jakun, dan
membesarnya suara. Sekresi hormon tersebut dirangsang oleh ICSH yang dihasilkan
oleh hipofisis bagian anterior.

Plasenta
Plasenta merupakan jaringan yang menghubungkanibu dengan bayi di dalam
rahim. Plasenta menghasilkan beberapa hormon, yaitu:

Gonadotropin korion yang berfungsi meningkatkan pertumbuhan korpus luteum

serta sekresi estrogen dan progesteron oleh korpus luteum

Estrogen yang berfungsi meningkatkan pertumbuhan organ kelamin ibu dan

jaringan janin.
Progesteron berfungsi meningkatkan perkembangan jaringan dan organ janin
Somatotropin yang berfungsi meningkatkan pertumbuhan jaringan janin serta
membantu perkembangan payudara ibu.

Hubungan

Antara

Sistem

Saraf

dan

Sistem

Hormon

Rasa cemas atau ketakutan secara mendadak pada seseorang, di samping


karena sistem saraf, juga dipengaruhi sistem hormon. Ketika seorang merasa
ketakutan maka dia akan lari menghindarkan atau berusaha melawan terhadap

penimbul rasa ketakutan itu sekuat-kuatnya, misalnya dengan lari secepatcepatnya. Pada keadaan semacam ini maka hormone adrenalin akan aktif
mempertinggi frekuensi denyut jantung dan memperkuat denyutnya. Untuk
aktivitas ini, diperlukan energi. Untuk itu hormone adrenalin mengubah glikogen
menjadi glukosa, yang larut dalam darah sehingga mudah dioksidasi untuk
menghasilkan energi.

KELENJAR HIPOFISIS
KELENJAR HIPOFISIS

Simaklah Video di Bawah Ini:

Kelenjar Hipofisis (pituitary) disebut juga master of gland atau kelenjar


pengendali karena menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur
kegiatan kelenjar lainnya. Kelenjar ini berbentuk bulat dan berukuran kecil,
dengan diameter 1,3 cm. Hipofisis dibagi menjadi hipofisis bagian anterior,
bagian tengah (pars intermedia), dan bagian posterior.

Gambar 2. hipofisis bagian anterior dan posterior

Hipofisis lobus anterior


Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dapat dilihat pada
gambar 3. Fungsi dan gangguannya dapat dilihat pada tabel 2.

Gambar.3 Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus anterior beserta organ targetnya
Tabel 2. Macam-macam fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior
dan gangguannya.

Hormon yang dihasilkan


Hormon Somatotropin (STH), Hormon
pertumbuhan (Growth Hormone / GH)

Fungsi dan gangguannya


merangsang sintesis protein dan
metabolisme lemak, serta merangsang
pertumbuhan tulang (terutama tulang
pipa) dan otot. kekurangan hormon ini
pada anak-anak-anak menyebabkan
pertumbuhannya terhambat /kerdil
(kretinisme), jika kelebihan akan
menyebabkan pertumbuhan raksasa
(gigantisme). Jika kelebihan terjadi pada
saat dewasa, akan menyebabkan
pertumbuhan tidak seimbang pada
tulang jari tangan, kaki, rahang, ataupun
tulang hidung yang disebut akromegali.

Hormon tirotropin atau Thyroid


Stimulating Hormone (TSH)

Mengontrol pertumbuhan dan


perkembangan kelenjar gondok atau
tiroid serta merangsang sekresi tiroksin

Adrenocorticotropic hormone (ACTH)

Mengontrol pertumbuhan dan


perkembangan aktivitas kulit ginjal dan
merangsang kelenjar adrenal untuk
mensekresikan glukokortikoid (hormon
yang dihasilkan untuk metabolisme
karbohidrat)

Prolaktin (PRL) atau Lactogenic


hormone (LTH)

Membantu kelahiran dan memelihara


sekresi susu oleh kelenjar susu

Hormon gonadotropin pada wanita :

1.

Follicle Stimulating Hormone (FSH)

2.

Luteinizing Hormone (LH)

Merangsang pematangan folikel dalam


ovarium dan menghasilkan estrogen

Mempengaruhi pematangan folikel


dalam ovarium dan menghasilkan
progestron

Hormone gonadotropin pada pria :

1.

FSH

2.

Interstitial Cell Stimulating Hormone

Merangsang terjadinya spermatogenesis


(proses pematangan sperma)

Merangsang sel-sel interstitial testis


untuk memproduksi testosteron dan

(ICSH)

androgen

Hipofisis pars media


Tabel 3. jenis hormon serta fungsi hipofisis pars media

hormon
MSH (Melanosit Stimulating Hormon)

Fungsi
Mempengaruhi warna kulit individu,
dengan cara menyebarkan butir melanin,
apabila hormon ini banyak dihasilkan
maka menyebabkan kulit menjadi hitam.

Hipofisis lobus posterior


Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus posterior beserta organ targetnya dapat dilihat
pada gambar dan tabel dibawah ini.

Gambar.4 Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus anterior beserta organ targetnya

Tabel 4. jenis hormon serta fungsi dari hipofisis posterior


hormon

Fungsi

Oksitosin

Menstimulasi kontraksi otot polos pada


rahim wanita selama proses melahirkan

Hormon ADH

Menurunkan
volume
urine
dan
meningkatkan tekanan darah dengan
cara menyempitkan pembuluh darah

Gambar 5. Regulasi hormon ADH


Banyak sedikitnya cairan yang masuk dalam sel akan di deteksi oleh hipotalamus. Jika
cairan (plasma) dalam darah sedikit, maka hipofisis akan mensekresikan ADH untuk
melakukan reabsorpsi (penyerapan kembali) sehingga darah mendapatkan asupan
cairan dari hasil reabsorpsi tersebut. Dengan demikian kadar cairan (plasma) dalam
darah dapat kembali seimbang. Selain itu, karena cairan pada ginjal sudah diserap,
maka urinenya kini bersifat pekat.

Jika seseorang buang air kecil terus menerus, diperkirakan hipofisis posteriornya
mengalami gangguan sebab ADH tidak berfungsi dengan baik. Nama penyakit ini
disebut diabetes insipidus.

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke


Pinterest
Beranda
Langganan: Entri (Atom)
Halaman

Beranda

PENDAHULUAN HORMON

KELENJAR HIPOFISIS

KELENJAR TIROID

KELENJAR PARATIROID

KELENJAR ADRENAL

KELENJAR PANKREAS

KELENJAR KELAMIN

KELENJAR PLASENTA

HUBUNGAN SISTEM SARAF DAN HORMON

LEMBAR KERJA SISWA

FORUM DISKUSI

forum diskusi

Daftar Hadir Siswa


<a href="http://www5.shoutmix.com/?ardiansyah5354">View shoutbox</a>
ShoutMix chat widget
Pengikut

Kelenjar Hipofisis Macam dan Fungsi Hormon

Kelenjar Hipofisis Macam dan Fungsi Hormon


Dalam sistem endokrin, kelenjar hipofisis merupakan koordinator utama dalam proses
koordinasi kimia di dalam tubuh. Oleh sebab itu, kelenjar hipofisis ini mendapat julukan
"master of glands".
Lokasi kelenjar ini tepat di dalam lekukan tulang sela tursika di bagian tengah tulang
baji.
Secara garis besar, kelenjar hipofisis terbagi menjadi 3 lobus ( bagian ), yaitu: lobus
anterior, lobus intermedia, dan lobus posterior.
Lobus anterior
Merupakan bagian depan hipofisis. Bagian ini menghasilkan berbagai macam hormon
dengan fungsi yang berbeda. Beberapa hormon yang dihasilkan oleh lobus anterior,
antara lain :
1. hormon tirotropin ( Thyroid Stimulating Hormone ) yang bertugas untuk merangsang
kelenjar tiroid sehingga memproduksi hormon tiroksin.
2. hormon adrenokortiko tropin ( ACTH ) yang berfungsi merangsang korteks adrenal
untuk memproduksi kortikosteroid.
3. Folikel stimulating hormone yang pada wanita berperan dalam merangsang
perkembangan ovarium dan menekan sekresi esterogen. Sedangkan pada pria
berperan menstimulasi testis untuk memproduksi spermatozoa.
4. Hormon somatotrof, berguna dalam merangsang pertumbuhan tubuh terutama
pemanjangan tulang.
5. Prolaktin ( luteotropic hormon ) atau laktogen, yang berperan dalam menstimulasi
kelenjar susu ( glandulla mammae ) untuk mensekresi ASI.

Lobus Intermedia
merupakan bagian tengah dari kelenjar hipofisis yang bersifat unik karena bagian ini
akan mengalami kemunduran ( rudimenter ) selama masa pertumbuhan dan belum
secara jelas diketahui fungsinya. Penelitian yang dilakukan pada katak menemukan
bahwa bagian ini menghasilkan melanosit stimulating hormone atau intermedin yang

berperan dalam mengatur pigmentasi ( perubahan warna kulit ) dalam hal ini mengatur
penyuburan pigmen melanin.
Lobus Posterior
Merupakan bagian belakang dari kelenjar hipofisis. Bagian ini menghasilkan dua jenis
hormon, yaitu:
1. Antidiuretik Hormone atau hormon vasopresin. Hormon ini berfungsi dalam :
mengatur kadar air dalam tubuh dan darah melalui absorbsi air oleh tubulus kontorti
( pada ginjal ) sehingga dapat mengatur banyak sedikitnya jumlah urine yang
dihasilkan.Selain itu juga ikut berperan dalam mengatur tekanan darah.
2. Hormon oksitosin yang berfungsi merangsang kontraksi otot polos pada dinding
uterus. Terutama penting dalam proses persalinan.
Kelenjar Hipofisis Macam dan Fungsi Hormon Reviewed by Muhammad Tsani Abdul
Hakim on Rating: 4.5
Share on: Twitter, Facebook, Delicious, Digg, Reddit
Posted by Muhammad Tsani Abdul Hakim

KELENJAR HIPOFISIS
Teman,nich kelenjar pertama yang akan dibahas pada sistem endokrin...
Mogha bermanfaat...

KELENJAR HIPOFISIS

Hipofise terletak di sella tursika, lekukan os spenoidalis basis cranii. Berbentuk oval
dengan diameter kira-kira 1 cm dan dibagi atas dua lobus Lobus anterior, merupakan
bagian terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian dari hipofise. Lobus anterior ini juga
disebut adenohipofise. Lobus posterior, merupakan 1/3 bagian hipofise dan terdiri

dari jaringan saraf sehingga disebut juga neurohipofise. Hipofise stalk adalah struktur
yang menghubungkan lobus posterior hipofise dengan hipotalamus. Struktur ini
merupakan jaringan saraf.
Lobus intermediate (pars intermediate) adalah area diantara lobus anterior dan
posterior, fungsinya belum diketahui secara pasti, namun beberapa referensi yang ada
mengatakan lobus ini mungkin menghasilkan melanosit stimulating hormon (MSH).
Secara histologis, sel-sel kelenjar hipofise dikelompokan berdasarkan jenis hormon
yang disekresi yaitu:
a.

Sel-sel somatotrof bentuknya besar, mengandung granula sekretori, berdiameter


350-500 nm dan terletak di sayap lateral hipofise. Sel-sel inilah yang menghasilkan
hormon somatotropin atau hormon pertumbuhan.

b.

Sel-sel lactotroph juga mengandung granula sekretori, dengan diameter 27-350 nm,
menghasilkan prolaktin atau laktogen.

c.

Sel-sel Tirotroph berbentuk polihedral, mengandung granula sekretori dengan


diameter 50-100 nm, menghasilkan TSH.

d.

Sel-sel gonadotrof diameter sel kira-kira 275-375 nm, mengandung granula sekretori,
menghasilakan FSH dan LH. Ssel-sel kortikotrof diameter sel kira-kira 375-550 nm,
merupakan granula terbesar, menghasilkan ACTH.

e.

Sel nonsekretori terdiri atas sel kromofob. Lebih kurang 25% sel kelenjar hipofise
tidak dapat diwarnai dengan pewarnaan yang lazim digunakan dan karena itu disebut
sel-sel kromofob. Pewarnaan yang sering dipakai adalah carmosin dan erytrosin. Sel
foli-kular adalah sel-sel yang berfolikel.Hipofise menghasilkan hormon tropik dan
nontropik. Hormon tropik akan mengontrol sintesa dan sekresi hormon kelenjar sasaran
sedangkan hormon nontropik akan bekerja langsung pada organ sasaran. Kemampuan
hipofise dalam mempengaruhi atau mengontrol langsung aktivitas kelenjar endokrin lain
menjadikan hipofise dijuluki master of gland.

a. Hormon yang dihasilkan anterior hipofisis


No.

Hormon

Prinsip kerja

Hormon Somatrotof

Pertumbuhan sel dan anabolisme protein

Hormon Tiroid (TSH)

Mengontrol sekresi hormone oleh kelenjar


tiroid

Hormon
Adrenokortikotropik
(ACTH)

Mengontrol sekresi beberapa hormone


oleh korteks adrenal

Follicle Stimulating
Hormon (FSH)

a. Pada wanita : merangsang perkembangan


folikel pada ovarium dan sekresi estrogen
b. Pada testis : menstimulasi testis untuk
mengstimulasi sperma

Luteinizing hormone a. Pada Wanita : bersama dengan estrogen


(LH)
menstimulasi ovulasi dan pembentukan
progesterone oleh korpus luteum

b. Pada pria : menstimulasi sel sel interstitial


pada testis untuk berkembang dan
menghasilkan testoteron
6

Prolaktin

Membantu kelahiran dan memelihara


sekresi susu oleh kelenjar susu

Regulasi Hormon anterior hipofisis / Adenohipofisis

b. Hormon yang dihasilkan posterior hipofisis


No.

Hormon

Prinsip kerja

Oksitosin

Menstimulasi kontraksi otot polos pada


rahim wanita selama proses melahirkan

Hormon ADH

Menurunkan volume urine dan


meningkatkan tekanan darah dengan cara
menyempitkan pembuluh darah

Regulasi hormon posterior hipofisis/neurohipofisis

Sel sel neurosekresi dalam hipotalamus mensintesis hormone ADH dan oksitosin.
Neurohipofisis membebaskan hormone itu ke dalam darah, dimana hormone itu
bersirkulasi. ADH berikatan dengan sel target di ginjal, oksitosin berikatan dengan sel
target di kelenjar susu dan uterus

c. Hormon yang dihasilkan intermediet hipofisis


No
.

Hormon

Melanocyte
stimulating hormon
(MSH)

Prinsip kerja
Mempengaruhi warna kulit individu

Di dalam tubuh, berbagai hormon yang disekresikan kelenjar hipofisis anterior ini hanya
digunakan dengan jumlah tertentu saja. Apabila terlalu berlebihan atau justru
kekurangan dapat memberikandampak yang tidak baik bagi tubuh. Misalnya saja:

Kelebihan hormone somatotrof (hormon pertumbuhan) dapat menyebabkan


pertumbuhan raksasa (gigantisme).

Bila kelebihan tersebut terjadi pada waktu dewasa dapat menyebabkan


pertumbuhan yang tidak seimbang (akromegali), seperti tulang muka, jari-jari
tangan, dan kaki yang membesar.

Bila sekresi hormon pertumbuhan kurang, akibatnya adalah pertumbuhan


terhambat atau kekerdilan (kretinisme).
Peran hipotalamus & hipofise
Aktivitas endokrin dikontrol secara langsung dan tak langsung oleh hipotalamus, yang
menghubungkan sistem persarafan dengan sistem endokrin. Dalam berespons
terhadap input dari area lain dalam otak dan dari hormon dalam dalam darah, neuron
dalam hipotalamus mensekresi beberapa hormon realising dan inhibiting.
Hipotalamus sebagai bagian dari sistem endokrin mengontrol sintesa dan sekresi
hormon-hormon hipofise. Hipofise anterior dikontrol oleh kerja hormonal sedang bagian
posterior dikontrol melalui kerja saraf. Hormon yang disekresi dari setiap kelenjar
endokrin dan kerja dari masing-masing hormon. Setiap hormon yang mempengaruhi
organ dan jaringan terletak jauh dari tempat kelenjar induknya. Misalnya oksitosin, yang
dilepaskan dari lobus posterior kelenjar hipofise, menyebabkan kontraksi uterus.
Hormon hipofise yang mengatur sekresi hormon dari kelenjar lain disebut hormon
tropik. Kelenjar yang dipengaruhi oleh hormon disebut kelenjar target.
Fungsi Hormon Pelepas dan Hormon Penghambat Dalam Hipofisis Anterior
Hormone hormon pelepas dan hormone hormone pnghambat berfungsi mengatur
sekresi hormone hipofisis anterior. Untuk sebagian besar hormone hipofisis , yang
penting adalah hormone pelepas ,tetapi untuk prolaktin ,mungkin sebagian besar
hormone penghambat yang mempunyai pengaruh paling banyak terhadap pengaturan
hormone. Hormone hormone pelepas dan penghambat hypothalamus yang terpenting
adalah :

TRH : hormone pelepas tiroid yang menyebabkab pelepasan hormone perangsang


tiroid.

Hormone pelepas kortikotropin(CRH) : menyebabkan pelepasan


adenokortikotropin.

Hormone pelepas hormone pertumbuhan (GHRH) : menyebabkan pelepasan


hormone pertumbuhan dan hormone penghambat hormone pertumbuhan (GHIH) yang
mirip dengan hormone somatostatin dan menghambat pelepasan hormone
pertumbuhan.

Hormone pelepas gonadotropin(GnRH) : menyebabkan pelepasan dari dua


hormone gonadotropik, hormone lutein dan hormone perangsang folikel.

Hormone penghambat prolaktin (PIH) : menghambat sekresi prolaktin.

Kelenjar Hipofisis (pituitary)

Sumber:
http://4.bp.blogspot.com/_UrJKIId2Id8/Sdr5L37caPI/AAAAAAAAAGQ/BCeqQfATAR8/s1
600-h/hipofisa+%28pituitary%292.JPG

Perhatikan Video di bawah ini kemudian jawablah pertanyaan berikut!


Simaklah Video di Bawah Ini:

(Sumber
:http://www.delmarlearning.com/companions/content/1401837182/Animations/Endocrin
e%20System.swf)

2. Hipotalamus merupakan bagian dari sistem saraf yang mengendalikan sistem


hormon. Berdasarkan video tersebut, bagaimanakah peran hipotalamus dalam
mempengaruhi hipofisis agar dapat menghasilkan hormon?
Name:
2.

Form provided by Freedback.


Kelenjar Hipofisis (pituitary) disebut juga master of gland atau kelenjar
pengendali karena menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur
kegiatan kelenjar lainnya. Kelenjar ini berbentuk bulat dan berukuran kecil,
dengan diameter 1,3 cm. Hipofisis dibagi menjadi hipofisis bagian anterior,
bagian tengah (pars intermedia), dan bagian posterior.

Gambar 2. hipofisis bagian anterior dan posterior


(Sumber :http://www.bionet-skola.com/w/images/9/9c/Hipofiz.jpg)
Hipofisis lobus anterior

Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dapat dilihat pada
gambar 3. Fungsi dan gangguannya dapat dilihat pada tabel 2.

Gambar.3 Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus anterior beserta organ


targetnya
(Sumber: http://propbiyang.files.wordpress.com/2008/07/pituitary21.jpg)

Pertanyaan
Perhatikan gambar diatas lalu jawab pertanyaan dibawah ini!
3. Berdasarkan gambar 3. di atas, sebutkanlah hormon apa saja yang dihasilkan
kelenjar Hipofisis anterior beserta organ target masing-masing hormon!
Name:

3.

This form powered by Freedback

Tabel 2. Macam-macam fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus


anterior dan gangguannya.

Fungsi dan gangguannya

Hormon Somatotropin (STH), merangsang sintesis protein dan metabolisme


Hormon pertumbuhan (Growth lemak, serta merangsang pertumbuhan tulang
Hormone / GH)
(terutama tulang pipa) dan otot. kekurangan
hormon ini pada anak-anak-anak menyebabkan
pertumbuhannya terhambat /kerdil (kretinisme),
jika kelebihan akan menyebabkan pertumbuhan
raksasa (gigantisme). Jika kelebihan terjadi
pada saat dewasa, akan menyebabkan
pertumbuhan tidak seimbang pada tulang jari
tangan, kaki, rahang, ataupun tulang hidung
yang disebut akromegali.

Hormon tirotropin atau Thyroid Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan


Stimulating Hormone (TSH)
kelenjar gondok atau tiroid serta merangsang
sekresi tiroksin

Adrenocorticotropic hormone
(ACTH)

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan


aktivitas kulit ginjal dan merangsang kelenjar
adrenal untuk mensekresikan glukokortikoid
(hormon yang dihasilkan untuk metabolisme
karbohidrat)

Prolaktin (PRL) atau


Lactogenic hormone (LTH)

Membantu kelahiran dan memelihara sekresi


susu oleh kelenjar susu

Hormon gonadotropin pada


wanita :
1. Follicle Stimulating
Hormone (FSH)
2.

Merangsang pematangan folikel dalam


ovarium dan menghasilkan estrogen

Mempengaruhi pematangan folikel dalam


Luteinizing Hormone (LH) ovarium dan menghasilkan progestron

Hormone gonadotropin pada


pria :
1.

FSH

Merangsang terjadinya spermatogenesis


(proses pematangan sperma)
Merangsang sel-sel interstitial testis untuk
memproduksi testosteron dan androgen

2. Interstitial Cell Stimulating


Hormone (ICSH)

Hipofisis pars media


Tabel 3. jenis hormon serta fungsi hipofisis pars media

No

Hormon

Fungsi

1. MSH (Melanosit
Mempengaruhi warna kulit individu. dengan
Stimulating Hormon) cara menyebarkan butir melanin, apabila
hormon ini banyak dihasilkan maka
menyebabkan kulit menjadi hitam.

Hipofisis lobus posterior


Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus posterior beserta organ targetnya dapat dilihat
pada gambar dan tabel dibawah ini.

Gambar.4 Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus anterior beserta organ


targetnya
(Sumber :http://www.biol.pmf.hr/e-skola/odgovori/odg-slike/odg305-2.gif)

Tabel 4. jenis hormon serta fungsi dari hipofisis posterior

No

Hormon

Fungsi

1.

Oksitosin

Menstimulasi kontraksi otot polos pada


rahim wanita selama proses melahirkan

2.

Hormon ADH

Menurunkan volume urine dan


meningkatkan tekanan darah dengan
cara menyempitkan pembuluh darah

Gambar 5. Regulasi hormon ADH


(Sumber:
http://3.bp.blogspot.com/_UrJKIId2Id8/SdNLhk_DWaI/AAAAAAAAAFo/ZkC5aiuBVL4/s4
00/3.jpg)
Banyak sedikitnya cairan yang masuk dalam sel akan di deteksi oleh hipotalamus. Jika
cairan (plasma) dalam darah sedikit, maka hipofisis akan mensekresikan ADH untuk
melakukan reabsorpsi (penyerapan kembali) sehingga darah mendapatkan asupan
cairan dari hasil reabsorpsi tersebut. Dengan demikian kadar cairan (plasma) dalam
darah dapat kembali seimbang. Selain itu, karena cairan pada ginjal sudah diserap,
maka urinenya kini bersifat pekat.
Jika seseorang buang air kecil terus menerus, diperkirakan hipofisis posteriornya
mengalami gangguan sebab ADH tidak berfungsi dengan baik. Nama penyakit ini
disebut diabetes insipidus.

Pertanyaan
Perhatikan Gambar 5. di atas, kemudian jawablah pertanyaan berikut!

4. Berdasarkan Gambar 5. Bagaimanakah urine yang dihasilkan jika kadar cairan


(plasma) dalam darah seseorang diketahui banyak (hubungkan dengan ADH yang
dikeluarkan) ?
Name:
KELENJAR HIPOFISIS
PENDAHULUAN
Kelenjar Hipofisis merupakan kelenjar berdiameter kira-kira 1 cm dan beatnya
0,5-1 gram. Hipofisis disebut juga master of glands karena hipofisis dapat
menyekresikan hormon yang dapat mengatur kerja tubuh. Namun, kelenjar hipofisis
juga dipengaruhi oleh hipotalamus. Mekanisme yang terjadi adalah mekanisme umpan
balik yang sangat mempengaruhi kelenjar yang satu dengan kelenjar yang lain.
Kelenjar hipofisis terletak pada rongga tulang pada basis otak. Hipofisis
terhubung dengan hipotalamus dan dihubungkan dengan tangkai hipofisis.
Hipofisis terbagi menjadi dua bagian, yaitu hipofsis anterior dan hipofisis
posterior. Namun, memang terdapat bagian pars media (Lobus intermedius) yang
berada di antara hipofisis anterior dan posterior yang pada manusia hampir tidak ada.
Lobus anterior, intermedius, dan posterior kelenjar hipofisis sebenarnya adalah tiga
organ endokrin yang kurang lebih terpisah satu sama lain dan, paling tidak pada
beberapa spesies, mengandung 14 atau zat hormonal aktif. Dipandang dari sudut
embriologi, kedua bagian hipofisis (anterior dan posterior) berasal dari sudut yang
berbeda, hipofisis anterior berasal dari kantong Rathke, dan hipofisis posterior berasal
dari penonjolan hipotalamus. Kedua bagian tersebut mensekresikan hormon yang
bebeda.

1. Lobus Anterior
Hipofisis anterior berasal dari penonjolan dari atap mulut. Dengan demikian hipofisis
anterior juga dikenal sebagai adenohipofiusis (adeno berarti kelenjar). Hipofisis
anterior dihubungan ke hipotalamus dengan pembuluih darah .

Jenis Sel di Hipofisis Anterior


Jenis sel pada hipofisis anterior dibagi menjadi dua yaitu kromofob dan kromofil. Sel
kromofilik dibagi lagi menjadi asidofil yang terwarnai oleh pewarna asam dan basofil
yang terwarnai oleh warna basa. Sejumlah sel kromofobik merupakan sel skretorik yang
inaktif dan memiliki sedikit granula sekretorik. Sedangkan sel sekretorik kromofilik
tebagi menjadi lima jenis yaitu:
1. sel somatotrop yang menghasilkan hormon pertumbuhan,
2. laktotrop (yang juga disebut mamotrop), yang mensekresikan prolaktin,
3. kortikotrop, yang mengeluarkan ACTH,
4. tirotrop, yang mensekresikan TSH, dan,
5. gonadotrop, yang mensekresikan LH dan FSH.
Kira-kira 30-40 persen sel-sel kelenjar hipofisis anterior merupakan sel jenis
somatotropik yang mensekresi ACTH. Sel jenis lain masing-masing hanya 3 sampai 5
persen dari seluruh kelenjar ini; namun, sel-sel ini menskresikan hormon yang sangat
kuat untuk mengatur fungsi tiroid, fungsi seksual, dan sekresi susu di payudara.
Hipofisis anterior juga mengandung sel folikulostelata, yakni sel kromofob yang
mengeluarkan

tonjolan

antara

sel-sel

sekretorik.

Sel

ini

mengandung

mensekresikan sitokin IL-6, namun peran fisiologinya masih belum diketahui.

dan

Struktur Dua-Unit dari FSH, LH, & TSH


Tiga hormon glikoprotein hipofisis yakni FSH, LH dan TSH, masing-masing
tersusun atas dua subunit. Subunit tersebut , yang diberi nama dan , memiliki
sejumlah ativitas tetapi harus bekerja secara kombinasi agar efek fisiologisnya menjadi
maksimal. Subunit ini merupakan hormon sebuah gen dn memliki komposisi asam
amino yang sama, walaupunresidu karbohidratnya berbeda. Subunit , yang dibentuk
oleh gen yang berbeda dan berlaian dalam strukturnya, menentukan spesifitas hormon.
Enam hormon yang disekreskan oleh hipofisis anterior adalah:
Thyroid stimulating hormon (TSH, tirotropin),
Mengatur kecepatan sekresi tiroksin dan triiodotironin oleh kelenjar tiroid, dan
selanjutnya mengatur kecepatan sebagian besar reaksi kimia diseluruh tubuh.
Adrenocorticotropic hormon (ACTH),
Mengatur sekresi beberapa hormon adrenokortikal, yang selanjutnya akan
mempengaruhi metabolism glukosa, protein dan lemak.
Luteinizing hormon (LH),
Mengatur pertumbuhan gonad sesuai dengan aktivitas reproduksinya. Pada
wanita, LH bertanggung jawab dalam ovulasi, luteinisasi (yaitu pembentukan
korpus luteum pascaovulasi yang menghasilkan hormon di ovarium), dan
penghaturan sekresi hormon seks wanita, estrogen, dan progesterone, oleh
ovarium. Pada pria, hormon ini merangsang hormon interstisium leydig di testis
untuk mengelluarkan hormon seks pria, testosterone, sehingga hormon ini diberi
nama interstitial cell-stimulating hormon.
Follicle-stimulating

hormon (FSH), mengatur pertumbuhan gonad sesuai dengan


aktivitas reproduksinya. Memiliki fungsi berbeda pada pria dan wanita. Pada
wanita

hormon

ini

berfungsi

sebagai

perangsang

pertumbuhan

dan

perkembangan folikel ovarium, tempat berkembangnya ovum atau telur. Selain

itu, hormon FSH mendorong sekresi hormon estrogen oleh ovarium. Pada pria,
FSH diperlukan dalam reprodiuksi sperma.
Prolaktin, meningkatkan perkembangan payudara dan pembentukkan susu pada
wanita, fungsi pada pria belum diketahui dan
Hormon pertumbuhan, Meningkatkan pertumbuhan seluruh tubuh dengan cara
mempengaruhi pembentukan protein, pembelahan sel, dan deferensiasi sel.

2. Lobus Posterior
Anatomi makroskopik hipofisis posterior sebagian besar terbentuk dari ujung-ujung
akson dari nucleus supraoptik dan paraventrikularis hipotalamus pada pembuluh darah,
sedangkan hipofisis anterior memiliki hubungan vascular khusus dengan otakyaitu
melalui pembuluh hipofisis portal. Pada lobus intermedius dibentuk di embrio dari
separuh kantung rathke dari dorsal, yaknisuatu evaginasi atap faring, namun lobus ini
melekat erat pada lobus posterior pada orang dewasa. Lobus ini dipisahkan dari lobus
anterior oleh sisa-sisa rongga kantong rhatke, yaitu celah residu. Hipofisis posterior
secara embriologis terbentuk dari pertumbuhan berlebih otak, terdiri dari jaringan saraf
dan disebut juga neurohipofisis. Hipofisis posterior dihubungkan dengan hipotalamus
melalui jalur saraf.

Ada 2 jenis hormon yang disekresikan oleh lobus posterior:

Hormon Antideuretik (disebit juga vasopresin)


Mengatur kecepatan ekskresi air ke dalam urin dan dengan cara ini akan
membantu mengatur konsentrasi air dalam cairan tubuh.

Oksitosin
Membantu menyalurkan air susu dari kelenjar payudara ke putting susu selama
pengisapan dan mungkin membantu melahirkan bayi pada saat akhir masa
kehamilan. Sekresi oksitosin dipengaruhi olehrefleks-refleks yang berasal dari
jalan lahir waktu persalinan dan oleh refleks yang dipicu oleh tindakan bayi yang
menghisap putting payudara.

3. Lobus Intermedia
Lobus inter media meupakan daerah kecil diantara hipofisis anterior dan posterior yang
relative avaskular, yang pada manusia hampir tidak ada sedangkan pada bebrapa jenis
binatang rendah ukurannya jauh lebih besar dan lebih berfungsi. Lobus intermedia
mengeluarkan beberapa melanocyt-stimulating hormon (MSH) yang mengatur warna
kuit dengan mengontrol penyebaran granula berpigmen melanin. Pada manusia,
sekresi MSH sangat sedikit dan belum diketahui fungsinya. Pada hewan yang
melakukan kamuflase memindahkan granula hitam atau coklat keluar atau masuk dari
bagian perifer sel pigmen yang disebut melanofor. Granula tersebut terdiri atas melanin
yang disintesis dari dopa dan dopakuinon. Perpindahan granula-granula ini dipengaruhi
oleh berbagai hormon dan neurotransmitter, meliputi - dan -MSH, melanin
concentrating hormon (hormon pemekat melanin), melatonin, dan katekolamin.
Melanosit mengandung reseptor melanotropin-1 yakni salah satu dari jenis reseptor
melanotropin yang telah berhasil diklon. Pada manusia sekresi hormon MSH dilakukan
oleh lobus anterior.
Sistem Portal Hipofisis

Pembuluh darah yang menghubungkan hipotalamus dengan sel- sel kelenjar


hipofisis anterior. Pembuluh darah ini berakhir sebagai kapiler pada kedua ujungnya,
dan makanya disebut sistem portal. Dalam hal ini sistem yang menghubungkan
hipotalamus dengan kelenjar hipofisis disebut juga sistem portal hipotalamus hipofisis.
Sistem portal merupakan saluran vascular yang penting karena memungkinkan
pergerakan hormon pelepasan dari hipotalamus ke kelenjar hipofisis , sehingga
memungkinkan hipotalamus mengatur fungsi hipofisis. Rangsangan yang berasal dari
tak mengaktifkan neuron dalam nucleus hipotalamus yang menyintesis dan menyekresi
protein degan berat molekul yang rendah. Protein atau neuro hormon ini dikenal
sebagai hormon pelepas dan penghambat. Hormon hormon ini dilepaska kedalam
pembuluh darah sistem portal dan akhirnya mencapai sel sel dalam kelenjar hipofisis.
Dalam rangkaian kejadian tersebut hormon- hormon yang dilepaskan oleh kelenjar
hipofisis diangkat bersama darah dan merangsang kelenjar-kelenjar lain ,menyebabkan
pelepasan hormon hormon kelenjar sasaran. Akhirnya hormon hormon kelenjar
sasaran bekerja pada hipothalamus dan sel sel hipofisis yang memodifikasi sekresi
hormon.
HORMON PERTUMBUHAN
Hormon pertumbuhan, atau yang disebut juga sebagai hormon somatotropik atau
somatotropin, merupakan hormon yang dihasilkan dari kelenjar hipofisis anterior yang
merupakan molekul protein kecil yang terdiri atas 191 asam amino yang dihubungkan
dengan rantai tunggal dan mempunyai berat molekul 22.005. Hormon ini menyebabkan
pertumbuhan seluruh jaringan tubuh yang memang mampu bertumbuh. Hormon ini
menambah ukuran sel dan meningkatkan proses mitosis yang diikuti dengan
bertambahnya jumlah sel dan diferensiasi khusus dari beberapa tipe sel seperti sel-sel
pertumbuhan tulang dan sel-sel otot awal.
EFEK METABOLIK HORMON PERTUMBUHAN
Selain dari efek hormon pertumbuhan yang menyebabkan pertumbuhan. Hormon
pertumbuhan mempunyai banyak efek metabolik khusus lain, yang meliputi :

1. Peningkatan kecepatan sintesis protein diseluruh sel-sel tubuh


2. Meningkatkan mobilisasi asam lemak dari jaringan adiposa, meningkatkan asam
lemak bebas dalam darah, dan meningkatkan penggunaan asam lemak untuk
energi
3. menurunkan kecepatan pemakaian glukosa diseluruh tubuh
Jadi, secara singkat efek metabolik hormon pertumbuhan adalah meningkatkan protein
tubuh, menggunakan lemak dari tempat penyimpanannya, dan menghemat karbohidrat.
Peran Hormon Pertumbuhan dalam Meningkatkan Penyimpanan Protein
1. Bertambahnya pengangkutan asam amino melewati membran sel. Hormon
pertumbuhan secara langsung meningkatkan pengangkutan paling sedikit
beberapa dan mungkin sebagian besar asam amino melewati membran sel ke
bagian dalam sel. Keadaan ini meningkatkan konsentrasi asam amino di dalam
sel dan paling tidak berperan sebagian terhadap naiknya sintesis protein.
2. Peningkatan transkripsi inti DNA untuk membentuk RNA. Hormon pertumbuhan
juga merangsang transkripsi DNA di dalam inti, sehingga meningkatkan jumlah
pembentukan RNA. Keadaan ini selanjutnya meningkatkan sintesis protein dan
juga meningkatkan pertumbuhan bila energi, asam amino, vitamin, dan bahanbahan lain cukup tersedia.
3. Penurunan katabolisme protein dan asam amino. Karena terjadi pengangkutan
asam lemak yang banyak dan digunakan sebagai sumber energi
Peran Hormon Pertumbuhan dalam Meningkatkan Pemakaian Lemak sebagai Energi
Hormon pertumbuhan mempunyai efek yang spesifik dalam menyebabkan pelepasan
asam lemak dari jaringan adiposa sehingga meningkatkan konsentrasi asam lemak
dalam cairan tubuh. Selain itu, di dalam jaringan di seluruh tubuh, hormon pertumbuhan
meningkatkan perubahan asam lemak menjadi asetil-KoA dan kemudian digunakan
untuk energi. Oleh karena itu, di bawah pengaruh hormon pertumbuhan ini, lebih
disukai lemak sebagai energi daripada karbohidrat dan protein.

Dibawah pengaruh jumlah hormon pertumbuhan yang berlebihan, pengangkutan lemak


dari jaringan adiposa seringkali menjadi sangat besar sehingga sejumlah besar asam
asetoasetat dibentuk di hati dan dilepaskan kedalam cairan tubuh, dengan demikian
menyebabkan ketosis. Pergerakan lemak yang berlebihan dari jaringan adiposa juga
dapat menyebabkan perlemakan hati.
Efek Hormon Pertumbuhan terhadap Metabolisme Karbohidrat
Hormon pertumbuhan mempunyai empat pengaruh utama terhadap metabolisme
glukosa dalam sel, yaitu:
1. Penurunan pemakaian glukosa untuk energi. Berkurangnya pemakaian
mungkin sebagian disebabkan oleh meningkatnya pengangkutan dan
penggunaan asam lemak untuk mendapatkan energi yang disebabkan
pengaruh hormon pertumbuhan. Jadi, asam lemak membentuk banyak
sekali asetil-KoA yang sebaliknya memicu timbulnya efek umpan balik
yang menghambat pemecahan glikolitik dari glukosa dan glikogen.
2. Peningkatan endapan glikogen di dalam sel. Bila terdapat kelebihan,
hormon pertumbuhan, makan glukosa dan glikogen tidak dapat digunakan
sebagai hasil energi sehingga glukosa yang masuk ke dalam sel dengan
cepat dipolimerisasi menjadi glikogen dan selanjutnya diendapkan. Oleh
karena itu, sel sangat cepat menjadi jenuh oleh glikogen dan tidak dapat
glikogen lebih banyak.
3. Berkurangnya ambilan glukosa oleh sel dan meningkatnya konsentrasi
glukosa darah. Hal ini mungkin terjadi karena sel itu sudah menyerap
glukosa yang berlebihan yang sudah sulit digunakan. Tanpa ambilan dan
penggunaan oleh sel secara normal, konsentrasi glukosa darah sering
meningkat sampai 50 persen atau lebih diatas normal dan keadaan ini
disebut dengan diabetes hipofisis. Diabetes ini adalah diabetes yang tidak
peka terhadap insulin.

4. Peningkatan sekresi insulin, yang merupakan efek diabetogenik dari


hormon

pertumbuhan.

Peningkatan

konsentrasi

glukosa

darah

disebabkan oleh rangsangan hormon pertumbuhan terhadap sel-sel beta


pulau Langerhans untuk mensekresikan insulin tambahan. Selain itu,
hormon pertumbuhan mempunyai efek perangsangan langsung pada sel.
Gabungan dari kedua efek tersebut seringkali sangat merangsang insulin
oleh sel-sel beta sehingga sel-sel beta tersebut sesungguhnya mati. Bila
hal ini terjadi, timbul diabetes melitus. Oleh karena itu, hormon
pertumbuhan dikatakan mempunyai efek diabetogenik.
SOMATOMEDIN
Efek hormon pertumbuhan pada pertumbuhan, tulang rawan dan metabolisme protein
bergantung pada interaksi antara hormon pertumbuhan dan somatomedin, yang
merupaka faktor pertumbuhan polipeptida yang disekresikan oleh hati dan jaringan lain.
Somatomedin utama dalam darah adalah insulin-like growth factor I (IGF-I,
somatomedin C) dan insulin-like growth factor II (IGF-II). Faktor-faktor ini berkaitan
dengan insulin, kecuali rantai C-nya tidak terpisah dan memiliki perluasan rantai A yang
disebut domain D. pada manusia, ditemukan bentuk varian IGF-I yang tidak memiliki
tiga residu asam amino terminal-amino di otak. mRNA untuk IGF-I dan IGF-II ditemukan
di hati, tulang rawan, dan banyak jaringan lain, yang menunjukan bahwa molekulmolekul tersebut disintesis dari jaringan tersebut.
Sifat IGF-I, IGF-II dan insulin dapat dilihat pada tabel dibawah ini
(GAMBAR TABEL PERBANDINGAN)
Keduanya berikatan erat dengan protein dalam plasma sehingga memperpanjang
waktu paruh IGF dalm sirkulasi. Saat ini telah teridentifikasi enam protein pengikat-IGF
yang berbeda-beda, dengan pola distribusi di berbagai jaringan yang berlainan pula.
Semua ditemukan dalam plasma, dengan protein pengikat-IGF 3 (IGFBP-3) berperan
pada 95% pengikatan dalam sirkulasi. Reseptor IGF-I sangat mirip dengan reseptor

insulin dan mungkin menggunakan banyak perangkat intrasel yang sama. Reseptor
IGF-II adalah suatu reseptor manosa-6-fosfat yang berperan dalam membawa hidrolase
asam dan protein intrasel lain ke organel-organel intrasel. Sekresi IGF-I sebelum lahir
tidak tergantung pada hormon pertumbuhan tetapi setelah lahir dirangsang oleh hormon
pertumbuhan, dan molekul ini memiliki efek kuat menstimulasi pertumbuhan.
Konsentrasi dalam plasma meningkat selama masa kanak-kanak dan memuncak pada
masa pubertas, kemudian turun ke kadar yang rendah pada saat usia lanjut. Pada
orang dewasa, gen untuk IGF-II diekspresikan hanya pada pleksus koroideus dan
meningen.
Hormon pertumbuhan berlekatan secara lemah dengan protein plasma dalam darah.
Oleh karena itu, hormon pertumbuhan dilepaskan dari darah kedalam jaringan dengan
cepat, dengan waktu paruh di dalam darah sekita 20 menit. Sebaliknya, somatomedin C
(IGF-I) melekat dengan kuat pada satu protein pembawa di dalam darah yang
diproduksi sendiri responnya terhadap hormon pertumbuhan. Akibatnya, somatomedin
C dilepaskan dengan lambat dari darah ke jaringan dengan waktu paruh kira-kira 20
jam.
Rangsangan yang Mempengaruhi Sekresi Hormon Pertumbuhan
Kecepatan sekresi hormon pertumbuhan tidak dapat ditentukan dari satu kali penilaian
karena setiap hari terjadi letupan sekresi yang ireguler. Semakin bertambah usia
seseorang, semakin berkurang sekresi hormon pertumbuhannya. Dan banyak pihak
yang memanfaatkan penyuntikan hormon pertumbuhan untuk mengimabngi efek
penuaan.
Rangsangan yang dapat meningkatkan sekresi hormon pertumbuhan secara umum
dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:
1. defisiensi substrat energi, seperti hipoglikemia (rendahnya konsentrasi asam
lemak dalam darah) dan puasa. Sangat tingginya jumlah hormon pertumbuhan
selama kelaparan, sangat berhubungan erat dengan banyaknya protein yang
pecah dan jumlah glukosa yang ada sehingga zat yang diperlukan untuk
menghasilkan energi di suatu sel menjadi berkurang.

2. jumlah asam amino tertentu meningkat dalam plasma


3. stres
Sedangkan rangsangan yang dapat mengurangi sekresi antara lain:
1. Tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu tidur dengan adanya gerakan mata
yang cepat dan acak.
2. Glukosa. Pemberian infus glukosa menurunkan kadar hormon pertumbuhan
dalam plasma dan menghambat responsnya terhadap olahraga.
3. Kortisol
4. Asam Lemak bebas
5. medroksiprogesteron
6. hormon pertumbuhan
FISIOLOGI PERTUMBUHAN
Pertumbuhan merupakan suatu fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh hormon
pertumbuhan, somatomedin, tiroid, androgen, glukokortikoid, dan insulin. Akan tetapi,
pertumbuhan juga dipengaruhi oleh gizi yang adekuat.
Peran Gizi
Pasokan makanan merupakan faktor ekstrinsik terpenting yang mempengaruhi
petumbuhan. Asupan makanan tidak hanya dalam kandungan protein tetapi juga dalam
kandungan vitamin dan mineral.
Periode Pertumbuhan
Pada manusia, terdapat dua periode pertumbuhan yang cepat yaitu:
a. pada masa bayi merupakan kelanjutan dari periode pertumbuhan masa janin.
b. pada masa pubertas lanjut tepat sebelum pertumbuhan terhenti lonjakan
pertumbuhan sebagian besar disebabkan oleh penutupan epifisis oleh estrogen,
hormon pertumbuhan, androgen, dan terhentinya petumbuhan.

Kecepatan pertumbuhan pada anak laki-laki dan perempuan dai lahir samapi usia 20
tahun digambarkan dalam grafik berikut.

usia
Efek Hormon
Pada bayi yang baru lahir, hormon pertumbuhan dalam plasma meningkat. Kemudian
kadar istirahat rata-rata menurun, namun letupan sekresi hormon pertumbuhan lebih
besar khususnya selama pubertas. Lonjakan pertumbuhan yang terjadi selama
pubertas sebagian disebabkan oleh anabolik androgen dan sekresi androgen adrenal,
adanya interaksi antara steroid-steroid seks, hormon pertumbuhan, dan IGF-I.
Pemberian estrogen dan androgen meningkatkan respons hormon pertumbuhan
terhadap rangsangan seperti insulin dan arginin, serta IGF-I plasma.
Akan tetapi, walaupun awalnya androgen adn estrogen merangsang pertumbuhan,
estrogen

sendiri

akhirnya

menghentikan

pertumbuhan

dengan

menyebabkan

penyatuan epifisis dengan tulang panjang (penutupan epifisis). Begitu epifisis menutup,
pertumbuhan linear terhenti. Hal inilah yang menyebabkan mengapa seseorang yang
mengalami pubertas dini akan cenderung cebol. Sementara itu, pria yang dikastrasi
sebelum pubertas akan cenderung berbadan tinggi karena produksi estrogen berkurang

dan epifisis tetap terbuka sehingga sebagian pertumbuhan terus berlanjut melewati usia
normal pubertas.
Hormon tiroid memilki efek beragam pada penulangan tulang rawan, pertumbuhan gigi,
kontur wajah, dan proporsi tubuh; hormon insulin akan menyebabkan pertumbuhan
pada hewan yang di hipofisektomi. Sedangkan hormon adrenokorteks, selain androgen,
memiliki efek permisif pada pertumbuhan. Di pihak lain, hormon glukokortikoid berperan
dalam menjadi inhibitor yang kuat dalam pertumbuhan.
Cebol (Dwarfisme)
Dwarfisme dapat disebabkan oleh defisiensi GRH, defisiensi IGF-I, atau penyebab
lainnya. Beberapa kasus dwarfisme disebabkan oleh defisiensi seluruh sekresi kelenjar
hipofisis anterior atau disebut panhipopituitarisme selama masa anak-anak. Pada
umumnya, pertumbuhan bagian-bagian tubuh sesuai satu sama lain, tetapi kecepatan
pertumbuhannya

sangat

berkurang.

Defisiensi

hormon

pertumbuhan

biasanya

disebabkan oleh defisiensi GRH. Pada keadaan ini, respons hormon pertumbuhan
terhadap GRH tetap normal, tetapi sebagian penderita mengalami kelainan pada sel-sel
pensekresi hormon pertumbuhan.
Pada satu tipe dwarfisme, yaitu pada Lorain dwarf, kecepatan sekresi hormon
pertumbuhannya normal atau malahan tinggi, namun penderita mengalami ketidak
mampuan herediter untuk membentuk somastostatin sebagai respons terhadap hormon
pertumbuhan.
Perawakan pendek merupakan cirri kretinisme dan juga pubertas prekoks. Perawakan
pendek juga merupakan bagian dari sindrom disgenesis gonad yang tampak pada
penderita berkromosom XO (bukan XX atau XY). Anak-anak menderita child abuse juga
dapat menderita kecebolan yang disebut cebol psikososial. Bentuk cebol yang paling
sering terjadi pada manusia adalha akondropalsia. Tanda-tandanya adalah ekstremitas
pendek dengan batang tubuh tetap normal. Kelainan ini adalah penyakit genetic
autosom akibat mutasi gen.

INSUFISIENSI HIPOFISIS
Tumor hipofisis anterior dapat menyebabkan insufisiensi hipofisis. Selain itu,
hipopituitarisme dapat juga dikarenakan kista suprasel, yaitu sisa kantong Rathke yang
membesar dan menekan hipofisis.
HIPERFUNGSI HIPOFISIS PADA MANUSIA
Arkomegali
Tumor sel somatotrop hipofisis anterior mensekresi sejumlah besar hormon
pertumbuhan. Pada anak-anak disebut gigantisme sedangkan pada orang dewasa
disebut arkomegali. Tepatnya adalah pembesaran atau pertumbuhan jaringan ikat
longgar dan bertambahnya ketebalan tulang, yaitu pada tulang-tulang kecil tangan dan
kaki, tengkorak, hidung, penonjolan tulang dahi, tepi supraorbital, bagian bawah
rahang, dan bagian tulang vertebra. Hipersekresi ini disertai dengan hipersekresi
prolaktin pada 20-40 % pasien arkomegali.
Sindrom Cushing
Sindrom Cushing disebabkan karena kadar cortisol berlebih. Hipotalamus
mensekresikan CRH (Coticotropin releasing hormon) ke hipofisis. CRH menyebabkan
hipofisis mensekresi ACTH (Adrenocorticotropin hormon) yang menstimulus kelenjar
adrenal menghasilkan cortisol ke dalam darah. Tanda-tanda dan keluhan yang terjadi
antara lain obesitas di bagian atas tubuh, wajah membulat, kulit terluka dengan mudah,
lemah tulang, mentruasi tidak teratur pada wanita, dan infertilitas pada pria.

Kelenjar Hipofisis

Kelenjar Hipofisis (pitutary) adalah sebuah kelenjar yang terletak di dekat


hipotalamus yang disebut juga Master of glands karena kelenjar ini banyak
mempengaruhi kerja kelenjar lain.

Hormon yang dihasilkan kelenjar Hipofisis :

Gonadotropin, terdiri atas FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Lutenizing


Hormone) berfungsi mengatur kerja gonad (kelenjar kelamin).
Somatotropin atau GH (Growth Hormone), berfungsi memacu pertumbuhan organ
tubuh.
Terotropik atau TSH (Tyroid Stimulating Hormone), berfungsi merangsang kelenjar
gondok (tiroid) untuk menskresikan Anoksin.
Kortikotropin atau ACTH (Adrene Corticotropic Hormone), berfungsi merangsang
diskresinya hormon dan kelenjar anak ginjal.
Prolaktin atau LTH (Lactogenic Hormone), berfungsi mengatur pengeluaran air susu
pasca melahirkan.

Kelenjar Hipofisis, terdiri dari 3 bagian dengan masing-masing fungsi yaitu :


1.
Kelenjar Hipofisis bagian depan (Hipofisis lobus anterior)
Merangsang sekresi dan pertumbuhan korteks anak ginjal
Mempengaruhi kerja kelenjar gondok (tiroid)
Merangsang pengeluaran air susu
Mempengaruhi kerja kelenjar anak gondok (paratiroid)
Merangsang pertumbuhan sperma dan sel telur
2.
Kelenjar Hipofisis bagian tengah (Hipofisis lobus intermediate)
Merangsang sel-sel untuk menghasilkan pigmen
3.
Kelenjar Hipofisis bagian belakang (Hipofisis lobus posterior)
Merangsang uterus dalam proses melahirkan
Mengatur kadar air dalam tubuh dan mengatur volume urine
Merangsang penyempitan pembuluh darah hingga dapat menaikkan glukosa menjadi
glikogen

KELENJAR HIPOFISIS DAN PENGARUHNNYA OLEH HIPOTALAMUS


BAB II
PEMBAHASAN

A. Hormon

Kelenjar endokrin berasal dari sel-sel epitil yang melakukan proliferasi ke arah
tenunan pengikat. Sel-sel epitel yang telah berpoliferasi ini akhirnya didalam
diferensiasinya akan membentuk sebuah kelenjar endokrin. Hubungan antara sel yang
berpoliferasi kedalam tenunan pengikat ini akan kehilangan hubungannya dengan selsel epitel dari meraka berasal. Akibat dari hilangnya hubungan ini maka kelenjar
endokrin tidak mempunyai saluran untuk menyalurkan zat-zat yang dihasilkan
kepermukaan. Sebagai kompensasi tidak terbentuknya saluran, maka disekitar saluran
endokrin tumbuh dan berkembang pembuluh-pembuluh kapiler. Kedalam pembuluhpembuluh kapiler ini zat-zat yang dihasilkan disekresikan langsung kedalam pembuluh
darah yang melewati sel-sel kelenjar endokrin itu sendiri, maka kelenjar endokrin biasa
juga sering disebut dengan kelenjar yang menghasilkan zat-zatnya keluar tubuh (glands
of internal secretion).
Zat yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin disebut hormon. Asal kata hormon dari
bahasa Yunani yakni hormao yang berarti menggerakkan atau penggerak aktivitas.
Hormon merupakan suatu zat kimia organik yang dihasilkan oleh suatu bagian dalam
tubuh. Walaupun jumlah yang diperlukan sedikit, namun keberadaan hormon dalam
tubuh sangatlah penting. Ini dapat diketahui dari fungsinya yang berperan antara lain
dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh, proses reproduksi, metabolisme
zat, dan lain sebagainya.
Hormon akan dikeluarkan oleh kelenjar endokrin bila ada rangsangan (stimulus).
Hormon tersebut akan diangkut oleh darah menuju kelenjar yang sesuai. Akibatnya,
bagian tubuh tertentu yang sesuai akan meresponnya. Sebagai contoh, hormon insulin
disekresikan pankreas pada saat ada rangsangan gula darah yang tinggi, hormon
adrenalin disekresikan medula adrenal oleh stimulasi saraf simpatik, dan lain-lain.
Sifat-sifat atau kekhususan dari hormon adalah zat ini merupakan pengaturan
fisiologis terhadap kelangsungan hidup suatu organ atau suatu sistem. Kekhususan
yang lainnya adalah bahwa hormon adalah zat kimia organik. Zat ini mempunyai
efektifitas yang tinggi meskipun hanya diberikan yang sangat relatif sedikit. Selanjutnya
hormon dihasilkan oleh sel hidup yang sehat dari sebuah kelenjar endokrin. Karena
seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kelenjar endokrin tidak mempunyai
saluran, maka hormon yang dihasilkan langsung disekresikan kedalam pembuluh
darah. Setelah masuk ke pembuluh darah, maka hormon akan dihantar melalui sistem
peredaran darah kesuatu organ tujuan tertentu yang relatif jauh dari kelenjar penghasil
hormonnya. Setelah sampai di tempat tujuan, maka hormon tersebut akan melakukan
kegiatan spesifik yang pada umumnya sebagai pengatur atau integrator proses
metabolisme dari organ tujuannya.

B. Hipotalamus dan Hipofisis


Untuk waktu yang cukup lama, hipofisa dianggap sebagai pengatur utama
peranan kelenjar endokrin didalam tubuh hewan vertebrata termasuk manusia. Pada
hipofisalah terletak tanggung jawab agar setiap kelenjar endokrin sendiri-sendiri atau
sama-sama dapat melaksanakan fungsinya dengan baik dan terkoordinir. Namun, pada
saat ini sudah menjadi kesepakatan yang umum bahwa hipofisa fungsinya dapat diatur
oleh susunan saraf pusat melalui hipotalamus. Pengaturan hipofisa oleh hipotalamus
dilakukan oleh sejumlah hormon (atau sering pula disebut faktor) yang dihasilkan oleh
hipotalamus akibat rangsangan dari susunan saraf pusat. Hormon-hormon yang
mengatur fungsi hipofisa dihasilkan oleh sel-sel neuroskretoris yang terdapat didalam
hipotalamus.
Hipotalamus adalah pemimpin umum sistem hormon, dikatakan pemimpin karena
semua perintah dan kendali berawal dari kelenjar hipotalamus ini, kemudian perintah
dan informasi akan disampaikan ke seluruh tubuh dengan bantuan kelenjar hipofisis
yang berfungsi sebagai pembantu hipotalamus.
Selain itu hipotalamus juga bertugas memastikan kemantapan dalam tubuh
manusia. Dengan cara mengkaji semua pesan-pesan yang datang dari otak dan dari
dalam tubuh.
Fungsi Hipotalamus :
1. Menjaga kemantapan suhu tubuh,
2. Mengendalikan tekanan darah,
3. Memastikan keseimbangan cairan, dan
4. Mengatur pola tidur yang tepat.
Hipotalamus dikategorikan sebagai kelenjar endokrin. Letak Hipotalamus terletak
langsung di bawah otak, Ukuran Hipotalamus sebesar biji kenari. Kelenjar ini
menghasilkan beragam hormon yang mengatur fungsi kelenjar hipofisa. Hormonhormon yang dihasilkan oleh hipotalamus langsung dialirkan kesaluran darah yang
merupakan suatu sistem anyaman pembuluh darah hipotalamus-hipofisa. Hormonhormon lainnya dihasilkan oleh sel-sel didalam hipotalamus dan diteruskan melalui
axon dari jalur hipotalamus-hipofisa yang kemudian disimpan didalam hipofisa pars
nervosa yang kemudiannya jika diperlukan akan disekresikan ke dalam pembuluh
darah dan masuk kedalam aliran darah dalam tubuh untuk mencapai organ tujuan.
Pada gilirannya sel-sel didalam hipotalamus akan dipengaruhi kerjanya oleh hormonhormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin lainnya. Hipotalamus melepaskan empat

hormon, dimana hormon pelepas tersebut setelah dihasilkan akan disimpan di hipofisis
dan saat dibutuhkan akan disekresi oleh hipofisis, Adalah :
1. Hormon pelepas hormon pertumbuhan (GRH)
2. Hormon pelepas tirotropin (TRH)
3. Hormon pelepas kortikotropin (CRH)
4. Hormon pelepas gonadotropin (GnRH)
Selain itu Hipotalamus mensekresi dua hormon yang dihasilkannya sendiri tanpa
disimpan di hipofisis, yaitu ADH (Vasopresin=hormon penahan air) dan Oksitosin.
Hipotalamus adalah bagian dari otak yang tumbuh dan berkembang dari tabung neural.
Didalam pertumbuhannya tabung neural ini akan membengkak yang membentuk tiga
bagian yang masing-masing dibatasi oleh dua buah penyempitan ketiga bagian ini akan
membentuk otak depan (forebrain), otak tengah (midbrain) dan otak belakang
(hindbrain). Didalam pertumbuhan selanjutnya, otak belakang yang masih primitif ini
akan membentuk medula oblongata, pons dan cerebellum. Diantara ketiga bagian otak
yang masih primitif itu, hanya otak tengah yang didalam pertumbuhan selanjutnya
mempertahankan bentuk dan struktur tabung. Karena menebalnya dinding-dinding
neural pada bagian otak tengah ini maka lumen menyempit dan menghubungkan
ruang-ruang yang terdapat didalam otak depan dan otak belakang. Otak depan banyak
mengalami perubahan-perubahan. Bagian depan dari otak depan ini membentuk
cerebral hemisphere sedangkan bagain belakangnya membentuk talamus, hipotalamus
dan subtalamus. Hipotalamus berperan untuk melakukan inervasi otonomik pada otototot halus dan kelenjar-kelenjar.
Hipofisis terletak tepat dibawah dasar otak dan seolah-olah bergantung kepada
sebuah tangkai hipofisa. Kelenjar ini terlindung dalam sebuah bentukkan dari tulang
yang disebut sella tursica. Lapisan dura meter membungkus rapinya kelenjar hipofisis.
Sebagian dura meter membentuk lapisan yang agak menjulur yang melindungi kelenjar
hipofisa bagian atasnya.
Kelenjar hipofisis terletak pada dasar otak dan di bawah kendali hipotalamus. Di
dalam tubuh, ukurannya lebih kurang sebesar kacang ercis. Kelenjar ini seringkali
disebut pula sebagai master of gland, sebab hormone yang dihasilkan dapat
mempengaruhi fungsi endokrin yang lain.
Berdasarkan strukturnya, kelenjar hipofisis terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian
depan (lobus anterior), bagian tengah (intermediet), dan bagian belakang (posterior).
Bagian tengahnya hanya dimiliki oleh bayi, sementara pada orang dewasa telah hilang
atau tinggal sisanya saja. Berikut dibahas dua bagian kelenjar hipofisis tersebut.

1. Kelenjar Hipofisis Anterior


Kelenjar hipofisis anterior berkembang dari lipatan langit-langit mulut yang tubuh
ke arah otak. Lipatan tersebut akhirnya kehilangan persambungan dengan saluran
pencernaan. Bagian depan kelenjar hiposifis ini menghasilkan banyak hormon. Selain
itu, berpengaruh juga terhadap berbagai macam organ
Di dalam tubuh, berbagai hormon yang disekresikan kelenjar hipofisis anterior ini
hanya digunakan dengan jumlah tertentu saja. Apabila terlalu berlebihan atau justru
kekurangan dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi tubuh. Misalnya saja,
kelebihan hormone somatotrof (hormon pertumbuhan) dapat menyebabkan
pertumbuhan raksasa (gigantisme). Selanjutnya, bila kelebihan tersebut terjadi pada
waktu dewasa dapat menyebabkan pertumbuhan yang tidak seimbang (akromegali),
seperti tulang muka, jari-jari tangan, dan kaki yang membesar. Sebaliknya, bila sekresi
hormon pertumbuhan kurang, akibatnya adalah pertumbuhan terhambat atau
kekerdilan (kretinisme).
2. Kelenjar Hipofisis Bagian Tengah
Menghasilkan hormon perangsang melanosit atau Melanosit Stimulating Hormon
MSH). Apabila hormon ini banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit menjadi hitam.
3. Kelenjar Hipofisis Posterior
Kelenjar hipofisis posterior merupakan hasil dari perluasan otak. Tepatnya berasal
dari perkembangan tonjolan hipotalamus ke arah bawah, ke arah lipatan mulut yang
membentuk bagian anterior hipofisis. Hormon yang dihasilkan kelenjar ini ada tiga,
yakni vasopresin (antidiuretic hormone = ADH), pretesin, dan oksitosin. Vasopresin dan
pretesin berfungsi mengurangi jumlah air yang hilang dari ginjal saat keluar sebagai
urine. Selain itu, kedua hormon tersebut berfungsi menaikkan tekanan darah dengan
mengecilkan arteriol. Sementara, oksitosin berperan dalam membantu proses
kelahiran dengan kontraksi uterus. Oksitosin juga membantu sekresi susu dari
payudara ibu.
Pengaturan sekresi hormon tubuh oleh kelenjar hipofisa dilakukan dengan
seimbang (sesuai dengan kebutuhan fisiologis) oleh dua faktor yaitu oleh growth
hormone releasing factor (GHRF) dan oleh somatotropin release inhibiting factor
(SRIF) yang dihasilkan oleh hipotalamus.

Sumber:
h
ttp://cti.itc.virginia.edu
Sumber:
www.besthealth.com
Kelenjar Pankreas
Kelenjar Pineal
Sistem Endokrin
Hipotalamus
Hipofisis
Ke
lenjar Tiroid
Kelenjar Paratiroid
Kelenjar Kelamin
Plasenta
Kelenjar Timus
SISTEM ENDOKRIN
Kelenjar endokrin menghasilkan hormon yang berfungsi untuk mengatur
pertumbuhan, prilaku, reproduksi, keseimbangan, dan metabolisme.
Hormon masuk ke dalam sistem peredaran darah menuju dan mempengaruhi k
erja
organ yang berada jauh dari kelenjar endokrin
Jumlah hormon yang diperlukan untuk mempengaruhi organ sasaran sangat sedikit
dan reaksinya lama.
Berdasarkan macam dan lokasi kerjanya,
ada
beberapa kelenjar endokrin, seperti
hipofisis, tiroid, paratiro
id, pankreas, adrenal, ovarium, testis, kelenjar pineal, timus, dll.
1. Hipotalamus
Hipotalamus merupakan
master
dari hipofisis

pada tubuh manusia. Selain


berfungsi sebagai pengatur penting dalam sistem saraf,
Mensekresikan
berbagai jenis hormon yang ker
janya mempengaruhi hipofisis.
Sel
sel pembebas hormon di hipotalamus adalah dua kelompok sel
sel
neurosekresi Beberapa jenis hormon yang disekresikan oleh hipofisis, dihasilkan
oleh sel
sel hipotalamus, yaitu
ADH, TSH
, dan
oksitosin
2. Kelenjar Pituitari
(hipofisis)
a. Hipofisis bagian depan
(
Hipofisis Anterior atau Andenohipofisis
)
Berfungsi
untuk menghasilkan hormon yang dapat mempengaruhi
pengeluaran
hormon
hormon lain;
somatotropin, titrotropin, ACTH, FSH, LH,
dan
prolaktin
.
b. Hipofisis bagian teng
ah
(
Hipofisis Lobus
Intermedie
t
)
Berfungsi untuk mensekresikan hormon
melanocyt stimulating hormone
(
MSH
)
atau melanotrin. mensekresikan

MSH
c. Hipofisis bagian belakang
(
Hipofisis Lobus Posterior
atau
Neurohipofisis
)
Banyak mengandung serabut
serabut sara
f yang menghubungkan lobus posterior
dengan hipotalamus. Memproduksikan hormon
ADH
dan
oksitosin
.
3. Kelenjar Tiroid
(kelenjar gondok)
Kelenjar tiroid
terdiri
dari dua lobus lateral yang dihubungkan oleh
isthmus
.
Kelenjar tiroid menghasilkan kelenjar tirok
sin yng tersusun atas asam amino dan iodium.
4. Kelenjar Paratiroid
Menghasilkan hormon
parathormon
(
PTH)
untuk
mengatur dan mengontrol
kadar kalsium dan fosfat dalam darah. Kekurangan
PTH
mengkibatkan kejang
kejang.
5. Kelenjar Adrenal
(kelenjar anak)
Ke
lenjar adrenal terdiri atas bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula).
Pada korteks adrenal dihasilkan
mineralokortikoid, glukokortikoid
, dan
gonadokortikoid
.

6. Kelenjar Pankreas
Didalam pankreas terdap
at bagian yang disebut
pulau
pulau Langerhans
yang
terdiri dari
dua jenis sel yaitu,
sel alfa
dan
sel beta
.
Sel alfa menghasilkan hormon glukagon sehingga kadar glukosa darah naik.
sel beta memproduksi hormon insulin yang berfungsi mengubah glukosa
menja
di glukogen sehingga dapat men
urunkan kadar gula dalam darah.
7. Kelenjar Kelamin
a. Kelenjar kelamin pria
Sel
sel intertistial atau
sel Leydig
pada kelenjar kelamin laki
laki (testis)
menyeksresikan
hormon testoteron
. Hormon ini berfungsi merangsang pemat
angan
sperma dan pembentukan tanda
ta
nda kelamin sekunder laki
laki.
b. Kelenjar Kelamin Wanita
hormon estrogen dan progesteron. Estrogen
berfungsi untuk
oogenesis
(pembentukan sel telur), pemeliharaan fungsi organ kelamin, merangsang
perkembangan cir
i
cir

i kelamin sekunder wanita.


8. Kelenjar Pineal
(serebri epifis)
Mensekresikan
melatonin.
Untuk
pengham
batan fungsi reproduksi,seperti
spermatogenesis, oogenesis, dan pematangan seksual, sebag
ai antidioksidan di otak.
9. Plasenta
Pada waktu plasenta berkemba
ng, hormon estrogen dan progesteron dihasilkan.
Plasenta juga
menyeskresikan
human chorionik gonadotropen
(HCG) yang fungsinya
sama dengan
FSH
dan
LH
.
10. Kelenjar Timus
Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar timus disebut
timosin
. Timosin ini
berfungsi mera
ngsang
proliferasi
dan pematangan limfosit.
DAFTAR ISTILAH
Neuroglia
: Sel yang berfungsi memberikan nutrisi dan bahan untuk
hidupnya neuron
Neuron
: Sel
sel saraf dan dan cabang
cabang halusnya
Neurilemma
: Selaput neuron berasal dari spong
ioblast yang datang dari
jambul neural.
Mielin
: Selaput akson saraf tepi, berasal darisel Schawan

Cerebrum
: Otak besar
Cerebellum
: Otak kecil yang terdapat di bagian depan mentenchepalon yang
membesr pada vertebrata kelas tinggi
Afasia
: Kehilangan
sebagian atau seluruh kemampuan bicara karena
penyakit, cacat, atau cedera pada otak
Adiksi
: Kecanduan atau kecenderungan secara fisik dan mental terhadap
suatu zat
Akromegali
: Penyakit yang ditandai dengan membesarnya ujung anggota
badan, seperti hidun
g oleh tonjolan lateral dari tulang belikat
Hipotalamus
: bagian dasar diensefalin yang terletak di bawah talamus
Refleks
: gerakan otomatis dan tidak dirancang terhadap rangsangan dari
luar yang di berikan suatu organ atau bagian tubuh.
Meningitis
:P
eradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang.
Oksitosin
:Hormon yang dihasilkan neurohipofisa, bekerja untuk
merangsang kontraksi otot polos dinding rahim selama coitus dan
melahirkan,
Eksteroreseptor
: Reseptor yang mampu menerima rangsangan dar
i luar
Interoseptor
: Reseptor yang mampu menerima rangsangan dari dalam
Proprioseptor
: Reseptor yang terdapat di dalam otot
Tangereseptor
: Indra peraba yang teradpat di kulit
Kinestesis
: Indra yang terdapat di dalam otot, urat otot, jaringan ikat se
ndi,
dan sendi
Latihan Ujian
1
.
(SKALU 1977, No. 24)
Suatu hipotesis menyebutkan bahwa hipofise dan ovurium saling berpengaruh terhadap

siklus reproduksi seorang wanita.


Dari hasil pengamatan berikut, manakah yang paling mendukung hipotesis itu ?
a.
pe
ngambilan ovarium mengakibatkan degenerasi uterus
b.
pengambilan hipofise mengakibatkan kematian
c.
ovarium menghasilkan hormon
d.
hipofise dalam fungsinya mengendalikan fungsi tubuh
e.
uterus hanya berkembang bila ada hipofase dan ovarium
2
.
(UMPTN 1995, Rayon B)
Metabolisme kalsium diatur oleh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar .....
a.
gondok
b.
epifisis
c.
pankreas
d.
anak ginjal
e.
anak gondok
3. (UMPTN 1995, Rayon A)
Dari berbagai macam hormon yang kamu kenal, a
da diantaranya yang dihasilkan pankreas
..
a.
tripsin
b.
erepsin
c.
insulin
d.
amilase
e.
pepsin
4. (UMPTN 1991, Rayon C)
Naiknya tekanan darah akibat menyempitnya pembuluh nadi dapat dipengaruhi hormon
.....
a.
insulin

b.
sekretin
c.
adrenalin
d.
tiroksin
e.
asetilkolin
5. (USM ITB 1976, No. 15)
Testis berfungsi sebagai kelenjar ekso
krin dan kelenjar endokrin.
SEBAB
Testis adalah kelenjar kelamin jantan.
6. (SKALU 1977, No. 49)
Kesetimbangan glukosa glikogen di dalam hati tidak terpengaruh oleh ...
1.
keadaan sistem hormon
2.
keadaan sistem otot
3.
keadaan sistem peredaran darah
4.
jumlah hormon
insulin
7. (UMPTN 2001, Rayon A)
Hormon yang berkerja mengatur kadar glukosa darah adalah ...
1.
insulin
2.
tiroksin
3.
adrenalin
4.
androgen

Asam lemak merupakan biosintesis dari dua FA, contoh hormon prostaglandin
KLASIFIKASI HORMON

Hormon perkembangan/Growth hormone hormon yang memegang peranan


di dalam perkembangan dan pertumbuhan. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar gonad


Hormon metabolisme proses homeostasis glukosa
d a l a m t u b u h d i a t u r o l e h bermacammacam hormon, contoh glukokortikoid,
glukagon, dan katekolamin

Hormon tropik dihasilkan oleh struktur khusus dalam pengaturan fungsi endokrin
yaknikelenjar hipofise sebagai hormon perangsang pertumbuhan folikel (FSH)
pada ovariumdan proses spermatogenesis (LH)

Hormon pengatur metabolisme air dan mineral kalsitonin dihasilkan oleh kelenjar
tiroiduntuk mengatur metabolisme kalsium dan fosfor.
SISTEM ENDOKRIN

Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan


memadukanfungsi tubuh.

Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis


tubuh.Struktur sistem endokrin;

Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam duktus pada permukaan tubuh,


sepertikulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal.

Kelenjar endokrin termasuk hepar, pankreas (kelenjar eksokrin dan endokrin),


payudara,d a n k e l e n j a r l a k r i m a l i s u n t u k a i r m a t a . S e b a l i k n y a , k e l e n j a r
e n d o k r i n m e l e p a s k a n sekresinya langsung ke dalam darahFungsi sitem
endokrin;1.Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pd janin yang
sedang berkbg2 . M e n s t i m u l a s i u r u t a n p e r k e m b a n g a n 3 . M e n g k o o r d i n a s i
sistem reproduktif 4.Memelihara lingkungan internal optimal
KLASIFIKASI SISTEM ENDOKRIN

Hormon yang larut dalam air termasuk polipeptida (mis., insulin, glukagon,
hormonadrenokortikotropik (ACTH), gastrin) dan katekolamin (mis., dopamin,
norepinefrin,epinefrin)

Hormon yang larut dalam lemak termasuk steroid (mis.,


e s t r o g e n , p r o g e s t e r o n , testosteron, glukokortikoid, aldosteron) dan tironin
(mis., tiroksin).Karakteristik sistem endokrin;Sekresi diurnal adalah pola yang naik
dan turun dalam periode 24 jam. Kortisol adalah contoh hormon diurnal. Kadar
kortisol meningkat pada pagi hari dan turun pada malam hari.Pola sekresi hormonal
pulsatif dan siklik naik turun sepanjang waktu tertentu, seperti
bulanan.Estrogen adalah non siklik dengan puncak dan lembahnya menyebabkan
siklus menstruasi. Tipesekresi hormonal yang ketiga adalah variabel dan tergantung
pada kadar subtrat lainnya.H o r m o n p a r a t i r o i d d i s e k r e s i
dalam berespons terhadap kadar kalsium

s e r u m . Hormon bekerja dalam sistem umpan balik, yang memungkinkan


tubuh untuk dipertahankandalam situasi lingkungan optimal.Hormon mengontrol
laju aktivitas selular dan hormon tidak mengawali perubahan
biokimia,hormon hanya mempengaruhi sel-sel yang mengandung reseptor
yang sesuai, yang
melakukanf
u
n
g
s
i
s
p
e
s
i
f
i
k
.
Hormon mempunyai fungsi
dependen dan interdependen. Pelepasan hormon dari satu
kelenjar s e r i n g
m e r a n g s a n g
p e l e p a s a n
h o r m o n
d a r i
k e l e n j a r
l a i n n y a . Hormon secara konstan di reactivated oleh hepar atau
mekanisme lain dan diekskresi oleh ginjal.
PERAN HIPOTALAMUS & HIPOFISE
Aktivitas endokrin dikontrol secara langsung dan tak langsung
o l e h h i p o t a l a m u s , y a n g menghubungkan sistem persarafan dengan sistem
endokrin. Dalam berespons terhadap input dariarea lain dalam otak dan dari hormon
dalam dalam darah, neuron dalam hipotalamus
mensekresi
b
e
b
e
r
a
p
a
h
o
r
m
o
n
r
e
a
l
i
s
i
n
g
d
a
n
i
n
h
i
b
i
t
i
n
g
.
Hipotalamus sebagai bagian
dari sistem endokrin mengontrol sintesa dan sekresi hormon-hormon
hipofise. Hipofise anterior dikontrol oleh kerja hormonal sedang
b a g i a n p o s t e r i o r dikontrol melalui kerja saraf. Hormon yang disekresi dari setiap
kelenjar endokrin dan kerja darimasing-masing hormon. Setiap hormon yang
mempengaruhi organ dan jaringan terletak jauhdari tempat kelenjar induknya.
Misalnya oksitosin, yang dilepaskan dari lobus posterior kelenjar hipofise,
menyebabkan kontraksi uterus.H o r m o n h i p o f i s e y a n g m e n g a t u r s e k r e s i
h o r m o n d a r i k e l e n j a r l a i n d i s e b u t h o r m o n t r o p i k . Kelenjar yang dipengaruhi
oleh hormon disebut kelenjar target.
SITEM UMPAN BALIK
Kadar hormon dalam darah juga dikontrol oleh umpan balik negatif manakala
kadar hormontelah mencukupi untuk menghasilkan efek yang dimaksudkan, kenaikan
kadar hormon lebih jauhdicegah oleh umpan balik negatif.
Peningkatan kadar hormon mengurangi perubahan awal yang memicu
pelepasan hormon. Mis. pengsekresi ACTH dari kelenjar pituitari anterior
merangsang pelepasan kortisol dari korteks adrenal, menyebabkan penurunan
pelepasan ACTH lebih banyak.
AKTIVASI SEL-SEL TARGET
Ketika hormon melekat pada sel, kerja sel akan mengalami sedikit perubahan.
Misalnya, ketikahormon pankreatik glukagon berikatan dengan sel-sel hepar, kenaikan
kadar AMP meningkatkan pemecahan glikogen menjadi glukosa. Jika hormon
mengaktifkan sel dengan berinteraksi dengang e n , g e n a k a n m e n s i t e s a

m e s e n g e r R N A ( m R N A ) d a n p a d a a k h i r n ya p r o t e i n ( m i s . ,
e n z i m , steroid). Substansi ini mempengaruhi reaksi dan proses selular.
STRUKTUR & FUNGSI HIPOFISE

Hipofise terletak di sella tursika, lekukan os spenoidalis basis cranii.

Berbentuk oval dengan diameter kira-kira 1 cm dan dibagi atas dua lobus, yaitu :
1.
L o b u s a n t e r i o r, m e r u p a k a n b a g i a n t e r b e s a r d a r i h i p o f i s e k i r a - k i r a 2 / 3
b a g i a n d a r i hipofise. Lobus anterior ini juga disebut
adenohipofise
2.Lobus posterior, merupakan 1/3 bagian hipofise dan terdiri dari jaringan
saraf sehinggadisebut juga neurohipofise.H i p o f i s e s t a l k a d a l a h s t r u k t u r
yang menghubungkan lobus posterior hipofise
d e n g a n hipotalamus. Struktur ini merupakan jaringan saraf. Hipofise
menghasilkan hormon tropik dann o n t r o p i k . H o r m o n t r o p i k a k a n
m e n g o n t r o l s i n t e s a d a n s e k r e s i h o r m o n k e l e n j a r s a s a r a n sedangkan
Hormon nontropik akan bekerja langsung pada organ sasaran.K e m a m p u a n
hipofise dalam mempengaruhi atau mengontrol langsung aktivitas
k e l e n j a r endokrin lain menjadikan hipofise dijuluki
master of gland.
http://dolite.blogspot.com/2010/04/struktur-kelenjar-endokrin.html
Kelenjar Endokrin
Endokrin merupakan nama atau istilah sebuah kelenjar. Kelenjar endokrin
(kelenjarbuntu) adalah kelenjar yang tidak mempunyai saluran khusus yang
menghasilkanhormon.Hormon berasal dari kata hormaein yang berarti memacu atau
menggiatkan.Hormon berfungsi untuk mengatur homeostasis, memacu pertumbuhan,
reproduksi,metabolisme, dan tingkah laku.Berdasarkan aktivitasnya, kelenjar buntu
dibedakan menjadi:

1.Kelenjar yang bekerja sepanjang hayat, misal hormon yang


memegangperanan dalam metabolisme.2.Kelenjar yang bekerja mulai masa
tertentu, misal hormon kelamin.3.Kelenjar yang bekerja sampai masa tertentu
saja, misal hormonpertumbuhan, hormon timus.Berdasarkan aspek macam dan
letaknya, kelenjar buntu dibedakan menjadi:1.Kelenjar hipofisis, terletak di dasar
otak besar.2.Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok, terletak di daerah leher.
http://turalakpujingkai-ciamis.blogspot.com/2011/03/kelenjar-endokrin.html

Hormon yang dihasilkan Kelenjar hipofisis


Kelenjar hipofisis atau pituitari berbobot
sekitar 0,5 gram, berukuran sekitar 10X13X6 mm.
Walaupun amat kecil dan ringan , hipofisis
berperan sangat penting dalam mengatur kerja
hormon-hormon yang lain. Karena mengatur kerja
hormon-hormon lain inilah, maka hipofisis disebut
sebagai master gland atau kelenjar induk. Terdapat
beberapa macam hormon yang dihasilkan oleh
kelenjar hipofisis, antara lain :
1. Hormon petumbuhan, disebut pula
somatotropin yang berfungsi mengatur
pertumbuhan tubuh. Hormon ini bekerja sama
dengan hormon yang dihasilkan kelenjar
tiroid.
2. Hormon perangsang pertumbuhan sel telur
maupun sperma yang disebut gonadotropin
3. Hormon TSH (Thyroid Stimulating Hormon),
yang bertugas mengatur kegiatan kelenjar
gondok.
4. Hormon ACTH (Adreno Cortico Tropic Hormon),
yang bertugas mengatur kegiatan kelenjar
anak ginjal.
5. Hormon pengatur pengeluaran air seni, yang
disebut vassopresin.
6. Hormon yang mempengaruhi dinding otot
rahim pada wanita menjelang proses
persalinan, yang disebut hormon oksitosin .
7. Hormon yang mempengaruhi produksi air
susu ibu, yang disebut prolaktin.

KELENJAR HIPOFISIS

Simaklah Video di Bawah Ini:

Kelenjar Hipofisis (pituitary) disebut juga master of gland atau kelenjar pengendali

karena menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar


lainnya. Kelenjar ini berbentuk bulat dan berukuran kecil, dengan diameter 1,3 cm.
Hipofisis dibagi menjadi hipofisis bagian anterior, bagian tengah (pars intermedia),
dan bagian posterior.
Gambar 2. hipofisis bagian anterior dan posterior
Hipofisis lobus anterior
Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dapat dilihat pada gambar
3. Fungsi dan gangguannya dapat dilihat pada tabel 2.
Gambar.3 Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus anterior beserta organ targetnya
Tabel 2. Macam-macam fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus
anterior dan gangguannya.

Hormon yang dihasilkan


Fungsi dan gangguannya
Hormon Somatotropin (STH), Hormon pertumbuhan (Growth Hormone / GH)

merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak, serta merangsang


pertumbuhan tulang (terutama tulang pipa) dan otot. kekurangan hormon ini pada
anak-anak-anak menyebabkan pertumbuhannya terhambat /kerdil (kretinisme), jika
kelebihan akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme). Jika kelebihan
terjadi pada saat dewasa, akan menyebabkan pertumbuhan tidak seimbang pada
tulang jari tangan, kaki, rahang, ataupun tulang hidung yang disebut akromegali.
Hormon tirotropin atau Thyroid Stimulating Hormone (TSH)

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok atau tiroid serta


merangsang sekresi tiroksin
Adrenocorticotropic hormone (ACTH)

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan aktivitas kulit ginjal dan merangsang


kelenjar adrenal untuk mensekresikan glukokortikoid (hormon yang dihasilkan untuk
metabolisme karbohidrat)
Prolaktin (PRL) atau Lactogenic hormone (LTH)

Membantu kelahiran dan memelihara sekresi susu oleh kelenjar susu


Hormon gonadotropin pada wanita :
1. Follicle Stimulating Hormone (FSH)

2. Luteinizing Hormone (LH)

Merangsang pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan estrogen


Mempengaruhi pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan progestron
Hormone gonadotropin pada pria :
1. FSH

2. Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH)

Merangsang terjadinya spermatogenesis (proses pematangan sperma)


Merangsang sel-sel interstitial testis untuk memproduksi testosteron dan androgen

Hipofisis pars media


Tabel 3. jenis hormon serta fungsi hipofisis pars media
hormon
Fungsi
MSH (Melanosit Stimulating Hormon)
Mempengaruhi warna kulit individu, dengan cara menyebarkan butir melanin,
apabila hormon ini banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit menjadi hitam.

Hipofisis lobus posterior

Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus posterior beserta organ targetnya dapat
dilihat pada gambar dan tabel dibawah ini.

Gambar.4 Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus anterior beserta organ targetnya

Tabel 4. jenis hormon serta fungsi dari hipofisis posterior


hormon
Fungsi
Oksitosin
Menstimulasi kontraksi otot polos pada rahim wanita selama proses melahirkan
Hormon ADH
Menurunkan volume urine dan meningkatkan tekanan darah dengan cara
menyempitkan pembuluh darah

Gambar 5. Regulasi hormon ADH


Banyak sedikitnya cairan yang masuk dalam sel akan di deteksi oleh hipotalamus.
Jika cairan (plasma) dalam darah sedikit, maka hipofisis akan mensekresikan ADH
untuk melakukan reabsorpsi (penyerapan kembali) sehingga darah mendapatkan
asupan cairan dari hasil reabsorpsi tersebut. Dengan demikian kadar cairan
(plasma) dalam darah dapat kembali seimbang. Selain itu, karena cairan pada ginjal
sudah diserap, maka urinenya kini bersifat pekat.
Jika seseorang buang air kecil terus menerus, diperkirakan hipofisis posteriornya
mengalami gangguan sebab ADH tidak berfungsi dengan baik. Nama penyakit ini
disebut diabetes insipidus

Beranda
Langganan: Entri (Atom)
Kelenjar Hipofisis

KELENJAR HIPOFISIS

Simaklah Video di Bawah Ini:

Kelenjar Hipofisis (pituitary) disebut juga master of gland atau kelenjar pengendali karena
menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Kelenjar ini

berbentuk bulat dan berukuran kecil, dengan diameter 1,3 cm. Hipofisis dibagi menjadi hipofisis
bagian anterior, bagian tengah (pars intermedia), dan bagian posterior.
Gambar 2. hipofisis bagian anterior dan posterior
Hipofisis lobus anterior
Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dapat dilihat pada gambar 3. Fungsi
dan gangguannya dapat dilihat pada tabel 2.
Gambar.3 Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus anterior beserta organ targetnya
Tabel 2. Macam-macam fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis lobus anterior dan
gangguannya.

Hormon yang dihasilkan


Fungsi dan gangguannya
Hormon Somatotropin (STH), Hormon pertumbuhan (Growth Hormone / GH)

merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak, serta merangsang pertumbuhan tulang
(terutama tulang pipa) dan otot. kekurangan hormon ini pada anak-anak-anak menyebabkan
pertumbuhannya terhambat /kerdil (kretinisme), jika kelebihan akan menyebabkan pertumbuhan
raksasa (gigantisme). Jika kelebihan terjadi pada saat dewasa, akan menyebabkan pertumbuhan
tidak seimbang pada tulang jari tangan, kaki, rahang, ataupun tulang hidung yang disebut
akromegali.
Hormon tirotropin atau Thyroid Stimulating Hormone (TSH)

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok atau tiroid serta merangsang
sekresi tiroksin
Adrenocorticotropic hormone (ACTH)

Mengontrol pertumbuhan dan perkembangan aktivitas kulit ginjal dan merangsang kelenjar
adrenal untuk mensekresikan glukokortikoid (hormon yang dihasilkan untuk metabolisme
karbohidrat)
Prolaktin (PRL) atau Lactogenic hormone (LTH)

Membantu kelahiran dan memelihara sekresi susu oleh kelenjar susu


Hormon gonadotropin pada wanita :
1. Follicle Stimulating Hormone (FSH)

2. Luteinizing Hormone (LH)

Merangsang pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan estrogen


Mempengaruhi pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan progestron
Hormone gonadotropin pada pria :
1. FSH

2. Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH)

Merangsang terjadinya spermatogenesis (proses pematangan sperma)


Merangsang sel-sel interstitial testis untuk memproduksi testosteron dan androgen

Hipofisis pars media


Tabel 3. jenis hormon serta fungsi hipofisis pars media
hormon
Fungsi
MSH (Melanosit Stimulating Hormon)
Mempengaruhi warna kulit individu, dengan cara menyebarkan butir melanin, apabila hormon
ini banyak dihasilkan maka menyebabkan kulit menjadi hitam.

Hipofisis lobus posterior

Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus posterior beserta organ targetnya dapat dilihat pada
gambar dan tabel dibawah ini.
Gambar.4 Hormon yang dihasilkan hipofisis lobus anterior beserta organ targetnya

Tabel 4. jenis hormon serta fungsi dari hipofisis posterior


hormon
Fungsi
Oksitosin
Menstimulasi kontraksi otot polos pada rahim wanita selama proses melahirkan
Hormon ADH
Menurunkan volume urine dan meningkatkan tekanan darah dengan cara menyempitkan
pembuluh darah

Gambar 5. Regulasi hormon ADH


Banyak sedikitnya cairan yang masuk dalam sel akan di deteksi oleh hipotalamus. Jika cairan
(plasma) dalam darah sedikit, maka hipofisis akan mensekresikan ADH untuk melakukan
reabsorpsi (penyerapan kembali) sehingga darah mendapatkan asupan cairan dari hasil reabsorpsi
tersebut. Dengan demikian kadar cairan (plasma) dalam darah dapat kembali seimbang. Selain
itu, karena cairan pada ginjal sudah diserap, maka urinenya kini bersifat pekat.
Jika seseorang buang air kecil terus menerus, diperkirakan hipofisis posteriornya mengalami
gangguan sebab ADH tidak berfungsi dengan baik. Nama penyakit ini disebut diabetes insipidus

Kelenjar endokrin adalah kelenjar tanpa saluran yang produknya berupa hormon, yang
diedarkan ke organ lain melalui aliran darah.
Kelenjar endokrin dalam tubuh terdiri dari:
1. Hipotalamus

Terletak di di bawah thalamus, tepat di atas batang otak.


Melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa; beberapa diantaranya memicu
pele mpasan (releasing factor) hormon hipofisa dan yang lainnya menekan pelepasan
(inhibiting factor) hormon hipofisa.
Hormon yang dihasilkan antara lain adalah:
1. Growth hormone releasing factor (GRF): merangsang sekresi STH
2. Growth hormone inhibiting factor (GIF): menghambat sekresi STH
3. Thyrotrophic releasing factor (TRF): merangsang sekresi TSH
4. Thyrotrophic inhibiting factor (TIF): menghambat sekresi TSH
5. Corticotrophin releasing factor (CRF): merangsang sekresi ACTH
6. Corticotrophin inhibiting factor (CIF): menghambat sekresi ACTH
7. Gonadotrophic releasing factor (GnRF): merangsang sekresi FSH dan LH
8. Gonadotrophic inhibiting factor (GnIF): menghambat sekresi FSH dan LH
9. Parathyroid releasing factor (PTRF): merangsang sekresi PTH
10. Parathyroid inhibiting factor (PTIF): menghambat sekresi PTH
11. Prolaktin releasing factor (PRF): merangsang sekresi prolaktin
12. Prolaktin inhibiting factor (PIF): menghambat sekresi prolaktin
13. Melanocyte releasing factor (MRF): merangsang sekresi MSH
14. Melanocyte inhibiting factor (MIF): menghambat sekresi MSH
2. Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituari, master gland)
Terletak di bagian dasar otak besar, persis di bawah hipotalamus.
Terdiri dari tiga bagian (lobus), yaitu anterior, tengah dan posterior.
1. Hipofisis anterior
Diatur oleh dua kelompok hormon yaitu faktor pelepas (releasing factor) yang
disekresi hipotalamus.

Hormon yang dihasilkan berfungsi mengatur kelenjar endokrin lainnya, oleh


karena itu disebut master gland. Yaitu:
1. Somatotrophic hormone (STH): disebut juga hormone pertumbuhan
(growth hormone (GH)) karena bertugas mengendalikan atau merangsang
pertumbuhan rangka dan tubuh secara keseluruhan.
2. Thyroid stimulating hormone (TSH): mengendalikan sekresi hormon
tiroksin oleh kelenjar tiroid.
3. Adrenocorticotrophic hormone (ACTH): merangsang korteks kelenjar
adrenal untuk menyekresi hormon glukokortikoid.
4. Follicle stimulating hormone (FSH):
1. Pada perempuan: merangsang pertumbuhan dan perkembangan
dalam folikel dalam ovarium. Bersama LH merangsang sekresi
estrogen oleh sel telur dan merangsang pematangan sel telur di
dalamnya.
2. Pada laki-laki berperan mengatur perkembangan testis dan
merangsang proses spermatogenesis di dalamnya.
5. Luteinising hormone (LH):
1. Pada perempuan mempengaruhi terjadinya ovulasi dan membentuk
korpus luteum dari folikel dalam ovarium, lalu merangsang korpus
luteum untuk menyekresi hormom progesterone. Pada perempuan
produksi LH meningkat bila FSH menurun.
2. Pada laki-laki disebut juga ICHS (interstitial cell stimulating
hormone) bertugas merangsang sel interstitial (sel Leydig) dalam
testis untuk menyekresi hormon testosterone.
6. Prolaktin (hormon laktogenik, leteutrophic hormone (LTH)): merangsang
air susu setelah melahirkan, sekresinya dirangsang secara reflex melalui
penyusuan atau pengisapan putting. Juga berfungsi memelihara korpus
luteum.
2. Hipofisis Intermediet (tengah)
Menghasilkan melanocyte stimulating hormone (MSH) yang sasarannya adalah
sel melanosit yang mengandung pigmen hitam melanin. Pada keadaan hamil,
peningkatan sekresi MSH menyebabkan warna kulit menjadi sedikit lebih gelap.
3. Hipofisis Posterior

Memiliki hubungan saraf langsung dengan hipotalamus, menghasilkan:


1. Oksitoksin, berperan:
1. Merangsang kontraksi uterus saat melahirkan sehingga membantu
pengeluaran janin
2. Merangsang kontraksi uterus sehingga membantu pengangkutan
sperma ke saluran telur
3. Merangsang sel mioepitel pada kelenjar susu untuk berkontraksi
dan mendorong keluarnya air susu
4. Berperan dalam pelepasan prolaktin
2. Antidiuretic hormone (ADH) disebut juga vasopressin, berfungsi:
1. Menyebabkan kontraksi dinding pembuluh darah sehingga
meningkatkan tekanan darah di dalamnya
2. Mengatur pelepasan air dari ginjal dengan membantu reabsopsi air
dari tubulus distal nefron
Sekresinya dirangsang oleh meningkatnya tekanan osmosis darah akibat
dehidrasi.
Kekurangan ADH menyebabkan diabetes insipidus (keluarnya urine
secara berlebihan).
3. Kelenjar Epifisis (Badan Pineal)
Terletak di bagian dorsal otak tengah.
Hormon yang dihasilkan belum diketahui secara pasti.
4. Kelenjar Tiroid (kelenjar gondok)
Terletak di bagian leher, tepatnya di kanan kiri trakea, di dekat laring.
Terdiri dari dua lobus, menghasilkan:
1. Hormon tiroksin (berasal dari asam amino tirosin dan yodium) yang bertugas
meningkatkan laju metabolisme jaringan (metabolisme basal) dan laju
metabolisme glukosa.

2. Hormon kalsitonin yang menurunkan kadar kalsium dalam darah ketika kadarnya
terlalu tinggi.
5. Kelenjar Paratiroid
Disebut kelenjar anak gondok karena letaknya menempel pada permukaan belakang
kelenjar gondok (tiroid).
Menghasilkan parathyroid hormone (PTH) yang berfungsi:
1. Memobilisasi ion kalsium dari rangka
2. Merangsang absorpsi ion fosfor dan kalsium dari saluran pencernaan
3. Menyebabkan ginjal mengekresi fosfor saat menahan kalsium melalui reabsorpsi
Kekurangan PTH menyebabkan tetani yang ditandai dengan gejala kejang, suhu tubuh
naik, gelisah, insomnia dan kesemutan.
Kelebihan PTH menyebabkan osteitis fibrosa atau penyakit von Recklinghausen
(kerapuhan tulang akibat pengambilan fosfor dan kalsium) serta diuresis (peningkatan
pengeluaran urine) akibat peningkatan ekskresi fosfor dan kalsium dalam urine.
6. Kelenjar Timus
Terletak di belakang tulang dada anak-anak hingga pubertas, setelahnya kelenjar ini
mengecil dan tidak ditemukan lagi.
Selama masih aktif, kelenjar ini menghasilkan sel darah putih yang disebut Tlymphocyte, yang akan menetap dalam tubuh dan memiliki memory (ingatan) terhadap
sel asing yang pernah masuk dalam tubuh, termasuk sel abnormal (kanker).
7. Kelenjar Adrenal
Terletak di atas setiap ginjal, oleh karena itu disebut kelenjar anak ginjal.
Terdiri dari dua bagian, yaitu tengah (medulla) dan luar (korteks).
1. Medula Adrenal, menyekresi:
1. Adrenalin (Epinefrin): disekresikan sebagai tanggapan terhadap stress,
berperan:
1. Meningkatkan kadar gula darah dengan mengubah glikogen dalam
hati menjadi glukosa

2. Menambah jumlah udara yang dihirup dengan melebarkan


bronkiolus dan menurunkan diafragma
3. Meningkatkan tekanan darah dengan meningkatkan laju dan
kekuatan detak jantung
4. Menghambat gerak persitaltik dengan menyempitkan arteriola
darah saluran pencernaan dan organ saluran reproduksi
5. Menyempitkan arteri di kulit sehingga aliran darah ke kulit lebih
sedikit (kulit menjadi pucat)
6. Menegakkan rambut di kulit dengan meningkatkan kontraksi otot
rambut
7. Meningkatkan kepekaan dan kecepatan tanggapan dengan
meningkatkan kesadaran mental
8. Mengubah cadangan lemak menjadi asam lemak sehingga tersedia
bagi kontraksi otot
2. Noradrenalin (Norepinefrin): prinsip kerjanya berlawanan dengan
adrenalin, tapi tujuannya sama-sama untuk menstabilkan kadar gula darah
2. Korteks Adrenal, menyekresikan hormon steroid yang disebut kortikoid
(dibentuk dari kolesterol), kerjanya lambat dan efek/pengaruhnya lama.
Dikelompokkan menjadi:
1. Glukokortikoid (meliputi kortisol dan kortikosteron) berhubungan dengan
metabolisme glukosa dan dibentuk saat cemas, gelisah, demam, atau sakit.
Mempengaruhi metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.
2. Mineralokortikoid (meliputi aldosteron) berhubungan dengan retensi
(penyimpanan) air melalui pengaturan distribusi ion anorganik. Selain itu
meningkatkan reabsorpsi ion natrium dan klorida oleh tubulus ginjal serta
mengatur konsentrasi ion natrium dan kalium.
Selain itu, juga menyekresi hormon kelamin laki-laki (androgen) yang mengatur
pertumbuhan perilaku seksual. Kerusakan korteks adrenal menyebabkan penyakit
Addison yang ditandai turunnya kadar gula darah dan tekanan darah, hilangnya
nafsu makan serta kelelahan.
8. Kelenjar Pankreas (Pulau-pulau Langerhans)
Terletak di pankreas.

Pulau-pulau Langerhans adalah kelompok kecil sel penghasil hormon dalam pankreas,
yaitu sel alfa (hormon glukagon) dan sel beta (hormon insulin) yang berperan mengatur
kadar gula darah namun kerjanya antagonis.
1. Glukagon: disekresikan sebagai tanggapan turunnya kadar gula darah. Glukagon
menyebabkan sel hati mengubah glikogen menjadi glukosa (glikogenolisis) dan
meningkatkan mobilisasi asam lemak dari jaringan adiposa.
2. Insulin: disekresikan jika kadar gula darah meningkat. Insulin menstimulasi sel
hati mengambil glukosa dari darah dan menyimpannya sebagai glikogen. Selain
itu insulin juga meningkatkan penyerapan glukosa di seluruh sel, mendorong
pengubahan karbohidrat menjadi lemak dan memperlambat pengubahan protein
menjadi karbohidrat.
1. Kelenjar Kelamin (Gonad)
1. Ovarium (Wanita)
Terletak di sebelah kiri dan kanan rahim (uterus).
Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga menghasilkan dua hormon:
1. Estrogen: dihasilkan oleh folikel de Graaf, berperan merangsang tanda
pertumbuhan sekunder perempuan dalam masa pubertas. Sekresinya
dirangsang oleh LH dan FSH.
2. Progesteron: berfungsi menyiapkan dinding uterus (endometrium) untuk
pertumbuhan embrio dengan mempertebalnya dan meningkatkan suplai
darah, selain itu berfungsi menghambat perkembangan folikel baru.
Dihasilkan oleh korpus luteum dan sekresinya dirangsang oleh LH.
2. Testis (Pria)
Selain menghasilkan spermatozoa, testis juga menghasilkan hormon testosteron.
Testosteron dibentuk oleh sel interstitial testis (sel Leydig), dirangsang oleh LH
dan disintesis dari kolesterol yang berasal dari darah yang menyuplai testis.
Bertanggung jawab terhadap perkembangan tanda kelamin sekunder laki-laki dan
bersama FSH mengatur pembentukan sperma.
2. Embrio
Sel embrio terletak di rahim (uterus).
Lapisan terluar sel embrio akan menyekresikan hormon human chorionic gonadotrophin
(HCG) yang fungsi utamanya mempertahankan korpus luteum untuk menyekresi

estrogen dan progesterone setidaknya 16 minggu pertama masa kehamilan. Hormon HCG
sering digunakan untuk mendeteksi kehamilan pada tahap awal.
3. Plasenta
Adalah cakram yang melekat pada dinding uterus (endometrium) dan embrio melalui tali
pusat.
Menghasilkan hormon yang berperan dalam proses kelahiran, yaitu:
1. Prostaglandin: berperan meningkatkan kekuatan dan frekuensi kontraksi uterus.
2. Relaksin: berperan melebarkan serviks secara bertahap hingga memungkinkannya
dilewati kepala bayi.
4. Saluran Pencernaan
1. Kelenjar lambung: menghasilkan hormon gastrin sebagai tanggapan dari sentuhan
makanan ke dinding lambung. Hormon ini menyebabkan dinding usus
menghasilkan getah lambung.
2. Kelenjar usus: menghasilkan hormon sekritin sebagai tanggapan dari sentuhan
kim (bubur makanan hasil pencernaan di lambung) yang menyentuh dinding usus.
Hormon ini menyebabkan usus menghasilkan hormon yang merangsang kerja
kelenjar atau organ lain yang berhubungan dengan pencernaan, seperti
pankreosimin (merangsang kerja pankreas), hepatokrinin (merangsang kerja hati),
kolesostkinin (merangsang kerja kantung empedu) dan enterokrinin (merangsang
kerja usus).
PS: ini ditulis dan di-publish pake Ms. Word, dan gue nggak tahu kenapa numberingnya ngaco
begini. Harusnya Kelenjar Kelamin itu nomor 9, Embrio 10, Plasenta 11 dan Saluran Pencernaan
12.
PSS: Ive tried to make the numberings right. Ribet, by the way. So I decided to leave it that way.

ni ringkasan materi biologiku yang aku kumpulin dari berbagai sumber dan sekarang aku susun
dengan rapi di blog aku. Meski sekarang aku gak ada belajar biologi lagi di kelasku,,, tapi
sebagai murid yang pernah suka sama pelajaran biologi aku bagiiin aja sama temen2 semua
Semoga bisa nambah pengetahuan teman2 dan jadi bahan referensi kalian
A. PENGERTIAN HORMON
Hormon merupakan senyawa kimia, berupa protein yang mempunyai fungsi untuk memacu atau

menggiatkan proses metabolisme tubuh. Dengan adanya hormon dalam tubuh maka organ akan
berfungsi menjadi lebih baik.
Berdasarkan strukturnya:
Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituitari)
Kelenjar epifisis
Kelenjar tiroid (kelenjar gondok)
Kelenjar paratiroid (kelenjar anak gondok)
Kelenjar timus (kelenjar kacang)
Kelenjar adrenal (kelenjar anak ginjal).
Kelenjar langerhans (pankreas).
Kelenjar Usus dan lambung
Kelenjar kelamin (gonal):
a. Ovarium di rongga perut.
b. Testis di rongga perut bawah.
B. STRUKTUR DAN FUNGSI SISTEM HORMON PADA MANUSIA
1. Kelenjar Hipofisis (kelenjar pituitari)
Kelenjar Hipofisis terletak di dalam tulang sela tursika dibagian tengah tulang baji, yang
berdiameter sekitar 1 cm dan terdiri dari :
1) Hipofisis Lobus anterior , hormon yg dihasilkan:
a. Tirotrofin, berfungsi: merangsang tiroid.
b. Kortikotrofon, berfungsi: merangsang kelenjar anak ginjal.
c. Gonadotrofin terbagi menjadi dua, yaitu Hormon Perangsang Folikel merangsang
pertumbuhan folikel dan ovarium (pada wanita) dan merangsang pertumbuhan pembentukkan
sperma (pada pria).Sedangkan Hormon Peluteiman berfunfgsi merangsang ovulasi dan korpus
untuk menghasilakan progesteron dan estrogen (pada wanita) dan merangsang sel interstital
dalam testis (pada pria).
2) Hipofisis Lobus Posterior, hormon yang dihaslkan:
a. Vasopresin, berfungsi mengatur kadar air dlm tubuh dan darah melalui penyerapan air oleh
tubulos kontortus, sehingga mencegah pembentukkan urin dlm jumlah banyak.
b. Oksitosin, berfungsi merangsang kontrasi otot polos uterus yang penting dlm proses kelahiran.
3) Hipofisis Lobus Intermedia
Pada manusia, hormon ini belum diketahui dengan jelas fungsinya. ( hehehe saya juga gak
taju ???!!! semoga ntar bisa lakukan penelitian lanjut ^_^)
2. Kelenjar Epifisis
Kelenjar ini terletak di otak bagian atas. Namun, belum diketahui dengan pasti hormon yang
dihasilkan dan fungsinya.
3. Kelenjar Tiroid
Kelenjar ini merupakan kelenjar yang kaya akan pembuluh darah dan merupakan sepasang
kelenjar yang terletak berdampingan di sekitar leher. Hormon yang di hasilkan:
a. Tiroksin dan (T4) Triiodotironin (T3) yang berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat,
memengaruhi perkembangan mental, memengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan

diferensiasi sel, dan memengaruhi kegiatan sistem saraf.


b. Calsitonin berfungsi menurunkan kadar Ca (Calsium) darah dan mengatur absorpsi kalcium
oleh tulang.
4. Kelenjar paratiroid
Kelenjar ini merupakan kelenjar yang menempel pada kelenjar Thyroid. Setiap kelenjar Thyroid
mempunyai sepasang kelenjar Parathyroid, sehingga semuanya berjumlah 4 buah kelenjar
parathyroid. Hormon yang dihasilkan ialah PTH (Parathormon) yang berfungsi mengatur
metabolisme kalsium dan fosfat dan mengendalikan pembentukan tulang.
5. Kelenjar timus
Hormon ini dihasilkan selama masa pertumbuhan sampai dengan masa pubertas, setelah
melewati mas pubertas, secara perlahan hormon ini akan berkurang sedikit demi sedikit. Terletak
pada tulang dada dan berfungsi mengatur proses pertumbuhan, kekebalan tubuh/imunitas setelah
kelahiran dan memacu pertumbuhan dan pematangan sel limfosit yang menghasilkan
lymphocyte cell/T cell.
6. Kelenjar adrenal
Kelenjar ini terletak di atas ginjal dan terdiri menjadi dua bagian:
a. Bagian Korteks (luar), hormon yang dihasilkan ialah Kortison dan Deoksikortiso yang
berfungsi mempengaruhi proses penyerapan.
b. Bagian Medula (dalam), hormon yang dihasilkan ialah Adrenalin yang berfungsi mengubah
glikogen menjadi glukosa dan menyempitkan pembuluh darah sehingga menaikkan tekanan
darah.
7. Kelenjar langerhans
Kelenjar ini terletak pada Pankreas, hormon yang dihasilkan Insulin yang berfungsi mengatur
kadar glukosa dalam darah dan membantu pengubahan glukosa menjadi glikogen dalam hepar
dan otot. Kelenjar ini juga menhasilkan Glukagon yang berfungsi meningkatkan kadar gula
dalam darah dan mengubah glikogen menjadi glukosa dalam peristiwa glikolisis.
8. Kelenjar usus dan lambung
a. Usus, hormon yang dihasilkan ialah Sekretin yang berfungsi merangsang pengeluaran getah
pancreas dan Kolesistekinin yang berfungsi merangsang pengeluaran empedu.
b. Lambung , hormon yang dihasilkan ialah Gastrin yang berfungsi merangsang pengeluaran
getah lambung.
9. Kelenjar kelamin
Kelenjar ini terdiri dari dua bagian:
a. Kelenjar kelamin pria, terletak pada testis.Hormon yang dihasilkan ialah Testosteron yang
berfungsi mengatur ciri kelamin sekunder dan mempertahankan proses spermatogenesis.
b. Kelenjar kelamin wanita ,terletak pada ovarium. Hormon yang dihasilkan ialah Estrogen yang
berfungsi memperlihatkan ciri-ciri kelamin sekunder wanita, Progesteron berfungsi
mempersiapkan masa kehamilan dengan menebalkan dinding uterus dan menjaga kelenjar susu
dalam menghasilkan air susu dan Relaksin yang berfungsi membantu proses persalinan dalam

kontraksi otot. - See more at: http://www.lengkapbiologi.org/2013/05/sistem-hormon-padamanusia.html#sthash.YbF1fkR6.dpuf

Kelenjar Hipofisis Posterior : Fungsi dan


Hormon
Fungsi Kelenjar Hipofisis Posterior - Kelenjar hipofisis posterior merupakan hasil dari
perluasan otak. Tepatnya berasal dari perkembangan tonjolan hipotalamus ke arah bawah, ke
arah lipatan mulut yang membentuk bagian anterior hipofisis. Hormon yang dihasilkan kelenjar
ini ada tiga, yakni vasopresin (antidiuretic hormone = ADH), pretesin, dan oksitosin. Vasopresin
dan pretesin berfungsi mengurangi jumlah air yang hilang dari ginjal saat keluar sebagai urine.
Selain itu, kedua hormon tersebut berfungsi menaikkan tekanan darah dengan mengecilkan
arteriol. Sementara, oksitosin berperan dalam membantu proses kelahiran dengan
kontraksi uterus. Oksitosin juga membantu sekresi susu dari payudara ibu.
Anda sekarang sudah mengetahui Kelenjar Hipofisis Posterior. Terima kasih anda sudah
berkunjung ke Perpustakaan Cyber.
Adrenal
Apa fungsi kelenjar adrenal? Kelenjar adrenal atau kelenjar adrenal adalah struktur berbentuk
segitiga yang terletak di atas ginjal. Fungsinya untuk mengatur respon stress melalui sintesis
kortikosteroid (terutama kortisol) dan katekolamin (terutama adrenalin).
Apa peran kelenjar adrenal?
Setiap kelenjar adrenal memiliki penampilan salah satu topi tiga terpojok seperti yang digunakan
Napoleon, dan terletak di atas ginjal, seolah-olah badan-badan ini memakai kata (tricorn adrenal
berasal dari bahasa Latin dan berarti hanya di atas ginjal). Kelenjar endokrin adalah antara 2,5
dan 5 cm dan berat beberapa gram setiap, bagaimanapun, menghasilkan lebih dari tiga hormon
lusin.
Adrenal terdiri dari dua bagian begitu berbeda yang benar-benar terlihat pada setiap satu seolaholah sepasang kelenjar, satu di dalam yang lain. Korteks atau bagian luar berwarna kuning dan
diarahkan terutama melalui adrenokortikotropik hormon hipofisis. Medula atau bagian dalam
yang berwarna coklat kemerahan, dan melapor langsung kepada perintah sistem saraf.
Semua hormon yang disekresi oleh korteks adalah sangat mirip dalam struktur kimia, dan secara
kolektif disebut spheroids yang ada tiga tipe dasar: mineralokortikoid, tugas utamanya adalah
untuk mengontrol keseimbangan natrium dan kalium dalam tubuh, glukokortikoid, antara lain
berkontribusi meningkatkan kadar gula dalam darah, dan hormon seks, baik androgen dan
estrogen.
Medula adrenal mengeluarkan dua hormon: epinephrine dan norepinephrine, yang bertanggung
jawab untuk beberapa reaksi yang terjadi dalam kasus panik dan marah. Apakah penting ketika
seseorang sedang dalam situasi darurat karena mereka mempersiapkan tubuh untuk melawan
atau melarikan diri dari bahaya potensial dengan beralih ke seluruh energinya.

Apa reaksi dari sistem endokrin dalam kasus stres?


Jika kita akan beroperasi atau kita katakan operasi yang dibutuhkan, jika kita
mempertimbangkan atau melamar pekerjaan, jika kita marabahaya tumpukan tagihan yang kita
bayar, jika kita berdiri dalam kemacetan lalu lintas, terkunci dalam memerangi kekerasan atau
untuk seorang perampok bersenjata, stres fisik dan mental bahwa situasi ini terjadi dalam tubuh
kita memerlukan upaya khusus untuk segera merespon sistem endokrin.
Medula adrenal mengeluarkan epinephrine dan norepinephrine, yang membuat jantung
berdenyut lebih cepat dan paru-paru menghirup lebih banyak udara. Hipotalamus menghasilkan
hormon kortikotropin-melepaskan, yang menyebabkan kelenjar pituitari untuk mengeluarkan
hormon adrenokortikotropik, yang pada gilirannya merangsang korteks adrenal untuk
menuangkan ke dalam glukokortikoid darah.
Yang paling penting adalah glukokortikoid kortisol, juga dikenal sebagai hidrokortison, yang
dalam kasus darurat adrenal bisa menghasilkan 20 kali jumlah normal. Hormon ini
mempersiapkan tubuh untuk mengatasi stres dengan memobilisasi semua cadangan energi.
Diekstrak asam amino yang disimpan dalam otot dan jaringan lain, membantu untuk mencapai
hati dan konversi menjadi glukosa mempercepat asam lemak yang sangat dibutuhkan, juga bebas
dari jaringan adipose

STRUKTUR DAN FUNGSI KELENJAR ADRENAL


Terletak di kutub atas kedua ginjal, disebut juga sebagai kelnjar suprarenalis karena letaknya di
atas ginjal, dan kadang juga disebut sebagai kelenjar anak ginjal karena menempel pada ginjal.
Kelenjar adrenal terdiri atas 2 lapis yaitu bagian korteks, dana bagia medulla. Keduanya
menunjang dalam ketahanan hidup dan kesejahteraan, namun hanya korteks yang esensisal untuk
kehidupan.
Kelenjar adrenal
Korteks adrenal essensial untuk bertahan hidup. Kehilangan hormone adrenokortikal dapat
menyebabkan kematian. Korteks adrenal mensintesa tiga kelas hormone steroid yaitu
mineralokortikoid, glukokortikoid, dan androgen.
MINRALOKORTIKOID
Mineralokortikoid (pada manusia terutama adalah aldosteroon) dibentuk pada zona Glomerulosa
korteks adrenal. Hormon ini mengatur keseimbangan elektrolit dengan eningkatkan reensi
natrium dan ekskresi kalium. Aktivitas fisiologis ini selanjutnya membantu dalam
mempertahankan tekanan darah normal dan curah jantung. Defisiensi mineralokortikoid
(penyakit Adisons) mengarah pada hipotensi, hiperkalemia, penurunan curah jantung, dan dalam
kasus akut, syok, kelebihan mineralokorkoid mengakibatkan hipertensi dan hipokalemia.

GLUKOKORTIKOID
Glukokortikoid dibentuk dalam zona fasiculat. Kartisol mempunyai efek pada tubuh antara lain
dalam: metabolisme glukosa (glukosaneogenesis) yang meningkatkan kadar gula darah,
metabolism protein, keseimbangan cairan dan elektrolit, inflamasi dan imunitas, dan terhadap
stressor.
HORMON SEKS
Korteks adrenal mensekresi sejumlah kecil steroid dari zona retikularis. Umumnya adrenal
mensekresi sedikit androgen dan estrogen dibandingkan dengansejumlah besar hormone seks
yang disekresi oleh gonad. Namun kelebihan produksi hormone seks oleh kelenjar adrenal dapat
menimbulkan gejala klinis. Misalnya, kelebihan pelepasan estrogen (mis, akibat karsinoma
adrenal) menyebabkan ginekomastia danretensi natrium dan air.
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2247514-struktur-dan-fungsi-kelenjaradrenal/#ixzz2vcWLHseD

Kelenjar Adrenal (Anak Ginjal) : Fungsi dan


Hormon
Kelenjar Adrenal (Anak Ginjal) pada Manusia : Fungsi dan Hormon - Kelenjar adrenal
(glandula adrenal) pada manusia berbentuk sepasang struktur kecil yang terletak di ujung
anterior ginjal dan kaya akan darah. Masing-masing struktur kelenjar ini memiliki dua bagian,
yakni bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula). Bagian korteks kelenjar adrenal
menghasilkan hormon adrenalin (epinefrin) yang berpengaruh dalam penyempitan pembuluh
darah sehingga tekanan darah dan denyut jantung meningkat. Hormon ini juga berperan
mengubah glikogen (gula otot) menjadi glukosa (gula darah). Selain itu, hormon adrenalin
bersama hormon insulin memengaruhi proses pengaturan kadar gula dalam darah. Sementara itu,
bagian korteks (bagian luar) adrenal mengeluarkan hormon kortin yang tersusun atas kortison
dan deoksikortison. Hormon kortin dapat memudahkan perubahan protein menjadi karbohidrat,
kemudian juga mengatur metabolisme garam dan air. Penyakit manusia yang disebabkan oleh
kurangnya sekresi hormon ini adalah penyakit Addison. Gejala yang timbul pada penderita
penyakit ini antara lain tekanan darah rendah, kelemahan otot, gangguan pencernaan,
peningkatan retensi kalium dalam cairan tubuh dan sel, kulit kecoklatan, dan nafsu makan hilang.
Penderitanya dapat diobati dengan pemberian hormon kortin melalui mulut atau
intramuskular. Kelainan hipersekresi kelenjar adrenal pada wanita mengakibatkan virilisme,
yaitu timbulnya ciri-ciri kelamin sekunder pada pria dan wanita.

Gambar 1. Kelenjar adrenal


Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ini beserta fungsinya dapat dilihat dalam Tabel 1. berikut.
Tabel 1. Jenis Hormon yang Dihasilkan Oleh Kelenjar Adrenal
Bagian Kelenjar Adrenal
Korteks

Medula

Hormon
Korteks mineral

Fungsi
Menyerap natrium darah
Mengatur reabsorpsi air pada ginjal
Glukokortikoid
Menaikkan kadar glukosa darah
Pengubahan
protein
menjadi
glikogen di hati
Mengubah
glikogen
menjadi
glukosa
Androgen
Membentuk sifat kelamin sekunder
pria
Adrenalin/epineprin Mengubah glikogen dalam otot
menjadi glukosa (dalam darah)

Penyakit Addison

Penyakit Addison pertama kali ditemukan pada tahun 1855 oleh seorang dokter dan fisikawan
Inggris bernama Thomas Addison (1793-1860). Addison menjelaskan gejala yang diperoleh
daridegenerasi korteks atau lapisan luar dari kelenjar adrenal. Ia juga memimpin penelitan
penting pada penyakit tuberkolosis, anemia yang merusak, pneumonia, dan berbagai penyakit
kulit. Lahir di Longbenton, Inggris, Addison belajar di fakultas kedokteran Universitas Edinburg
di Skotlandia, dan memperoleh gelar sarjana kedokteran tahun 1815. Setelah mengabdi di
Rumah Sakit Lock di London sebagai ahli bedah, ia menjadi asisten ilmu fisika. Kemudian ia
juga pemberi kuliah di Rumah Sakit Guy Landon, setelah menjadi seorang staf fisika di sana
pada
tahun
1837.
(Sumber: Microsoft
Encarta
Premium
2006)
Anda sekarang sudah mengetahui Kelenjar Adrenal atau Kelenjar Anak Ginjal. Terima kasih
anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.
Referensi :

Purnomo, Sudjiono, T. Joko, dan S. Hadisusanto. 2009. Biologi Kelas XI untuk SMA dan
MA. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 386.

Rochmah, S. N., Sri Widayati, M. Miah. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas XI. Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 346.

Ada sesuatu yang membuat saya berkeinginan untuk mem-posting tulisan ini. Hal tersebut di
mulai karena teringat pada saat masih kuliah dulu (bercerita mode on, hwe.), tugasnya untuk
mendapatkan informasi terkait kelenjar Adrenal. Cukup sedikit informasi yang saya dapatkan,
dan memakan waktu yang agak lama. So, semoga sekelumit catatan ini bisa memudahkan
pembaca mempelajari atau setidaknya ingin mengetahui pokok bahasan ini.

Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal, kelenjar adrenal terletak di kutub
superior kedua ginjal. Kelenjar ini beratnya kira-kira 4 gram. Kelenjar ini terdiri atas dua bagian
yang berbeda, yaitu: Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua
bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula). Medula Adrenal yang berada di
pusat, bagian ini kira-kira 20% dari keseluruhan kelenjar adrenal, berkaitan dengan sistem saraf
simpatis, bertugas untuk mensekresi hormon epinefrin dan norepinefrin. Korteks Adrenal,
bagian ini berada di luar dan berfungsi untuk mensekresi hormon kortikosteroid dan androgen
Pada mamalia, kelenjar adrenal (atau kelenjar suprarenalis) adalah kelenjar endokrin berbentuk
segitiga yang terletak di atas ginjal (ad, dekat atau di + renes, ginjal). Kelenjar ini
bertanggung jawab pada pengaturan respon stress pada sintesis kortikosteroid dan katekolamin,
termasuk kortisol dan hormon adrenalin.

Secara anatomi, kelenjar adrenal terletak di dalam tubuh, di sisi anteriosuperior (depan-atas)
ginjal. Pada manusia, kelenjar adrenal terletak sejajar dengan tulang punggung thorax ke-12 dan
mendapatkan suplai darah dari arteri adrenalis.
Secara histologis, terbagi atas dua bagian yaitu medula dan korteks. Bagian medula merupakan
sumber penghasil katekolamin hormon adrenalin epinefrin dan norepinefrin. Sedangkan bagian
korteks menghasilkan kortisol. Sel penghasil kortisol dapat pula menghasilkan hormon androgen
seperti testosteron.
Kelenjar adrenal merupakan bagian dari suatu sistem yang rumit yang menghasilkan hormon
yang saling berkaitan. Hipotalamus menghasilkan CRH (corticotropin-releasing hormone), yang
merangsang kelenjar hipofisa utnuk melepaskan kortikotropin, yang mengatur pembentukan
kortikosteroid oleh kelenjar adrenal. Fungsi kelenjar adrenal bisa berhenti jika hipofisa maupun
hipotalamus gagal membentuk hormon yang dibutuhkan dalam jumlah yang sesuai. Kekurangan
atau kelebihan setiap hormon kelenjar adrenal bisa menyebabkan penyakit yang serius.

Di dalam kelenjar adrenal, terdapat kelenjar medula adrenal yang menghasilkan hormone
penting. Bagian dalam dari kelenjar adrenal (medula) melepaskan hormon adrenalin (epinefrin)
yang mempengaruhi tekanan darah, denyut jantung, berkeringat dan aktivitas lainnya juga diatur
oleh sistem saraf simpatis.
Medula adrenal berfungsi sebagai bagian dari sistem saraf otonom. Stimulasi serabut saraf
simpatik pra ganglion yang berjalan langsung ke dalam sel-sel pada medulla adrenal aka
menyebabkan pelepasan hormon katekolamin yaitu epinephrine dan norepinephrine.
Katekolamin mengatur lintasan metabolik untuk meningkatkan katabolisme bahan bakar yang
tersimpan sehingga kebutuhan kalori dari sumber-sumber endogen terpenuhi.Efek utama
pelepasan epinephrine terlihat ketika seseorang dalam persiapan untuk memenuhi suatu

tantangan (respon Fight or Fligh). Katekolamin juga menyebabkan pelepasan asam-asam lemak
bebas, meningkatkan kecepatan metabolic basal (BMR) dan menaikkan kadar glukosa darah.

Kelenjar adrenal yang juga dikenal sebagai kelenjar suprarenal adalah kelenjar berbentuk
segitiga yang terletak di atas ginjal.
Kelenjar adrenal termasuk dalam kategori kelenjar endokrin.
Disebut kelenjar endokrin karena kelenjar tersebut mengeluarkan hormon langsung ke dalam
aliran darah.
Bagian-bagian Kelenjar Adrenal
Kelenjar adrenal dibagi menjadi dua bagian yaitu luar dan dalam.
Bagian luar dikenal sebagai korteks adrenal, yang selanjutnya dibagi menjadi tiga zona: zona
glomerulosa, lapisan terluar; zona fasciculata, lapisan tengah; dan zona reticularis, lapisan paling
dalam.
Sedang bagian dalam kelenjar adrenal disebut sebagai medula adrenal yang dikelilingi oleh
korteks.
Darah dipasok ke kelenjar adrenal melalui arteri adrenal.
Kedua bagian adrenal tersebut merupakan pusat produksi beberapa hormon penting.
Hormon yang Dihasilkan Kelenjar Adrenal
Beberapa hormon penting yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal adalah sebagai berikut:
1. Hormon Aldosteron
Hormon aldosteron disekresikan oleh zona glomerulosa (lapisan terluar) dari korteks adrenal.
Fungsi utama hormon ini adalah untuk mengatur jumlah kalium dan natrium yang dilewatkan ke
dalam urin.
Produksi aldosteron dikontrol oleh renin angiotensin system (RAS) atau renin angiotensin
aldosterone system (RAAS).

Ini adalah sistem hormon yang mengatur tekanan darah dan keseimbangan cairan dalam tubuh.
Umumnya renin diproduksi oleh ginjal saat tubuh kehilangan banyak garam dan air dari tubuh.
Renin pada gilirannya memicu produksi angiotensin yang pada akhirnya merangsang kelenjar
adrenal untuk melepaskan hormon aldosteron.
Penurunan tekanan darah juga merangsang sekresi aldosteron.
Jadi, bersama dengan sistem renin angiotensin, aldosteron membantu ginjal untuk
mempertahankan mineral penting seperti sodium dan kalium.
Aldosteron juga dapat menyempitkan pembuluh darah oleh peningkatan natrium dan retensi air,
yang dengan demikian meningkatkan tekanan darah.
2. Hidrokortison dan Kortikosteron
Kortikosteroid dilepaskan dari daerah korteks kelenjar adrenal.
Hormon kortikosteroid yang disekresikan oleh kelenjar adrenal termasuk hormon hidrokortison
dan kortikosteron.
Hidrokortison atau kortisol mengatur metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak.
Hidrokortison dan kortikosteron memainkan peran penting dalam mengatur respon inflamasi
tubuh.
Kortikosteron juga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan karenanya dapat digunakan
sebagai agen penekan kekebalan tubuh.
Sekresi kedua hormon ini dikendalikan oleh hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang
disekresikan oleh kelenjar hipofisis.
3. Androgenik Steroid
Androgenik steroid atau androgen disekresi oleh zona reticularis (lapisan terdalam) dari korteks
adrenal.
Androgen adalah hormon seks pria dan bertanggung jawab untuk perkembangan karakteristik
laki-laki.

Hormon ini memainkan peran penting dalam perkembangan organ seks laki-laki selama fase
embrio.
4. Epinefrin dan Norepinefrin
Kedua hormon ini disekresikan oleh bagian dalam kelenjar adrenal yaitu medula adrenal dan
biasanya dikenal pula sebagai adrenalin.
Epinefrin dan norepinefrin disebut katekolamin karena disekresikan untuk merespon kondisi
stres fisik atau mental.
Epinefrin, juga dikenal sebagai adrenalin, memainkan peran penting dalam konversi glikogen
menjadi glukosa.
Hormon ini juga diperlukan oleh tubuh untuk kelancaran arus darah ke otak dan otot.
Selain itu, epinefrin juga berperan meningkatkan denyut jantung dan melemaskan otot polos
paru-paru.
Selain itu, hormon ini juga memicu pelebaran pembuluh darah kecil di paru-paru, jantung, ginjal,
dan otot.
Singkatnya, epinefrin membuat tubuh bersiap untuk melakukan pertempuran.
Seiring dengan epinefrin, norepinefrin juga mengaktifkan mekanisme tubuh untuk respon
melawan/melarikan diri.[]
Struktur Fungsi Kelenjar adrenal
Oleh : Sridianti Pada 30 December, 2013 0 Comment

Kedua kelenjar adrenal juga disebut kelenjar suprarenal, karena masing-masing duduk di atas
ginjal. Kelenjar tersebut akan disusun dalam bagian yang berbeda, yang masing-masing
bertanggung jawab untuk membuat zat yang mempengaruhi berbagai fungsi dalam tubuh. Terlalu
banyak atau terlalu sedikit zat ini dapat menyebabkan penyakit.
Fungsi

Kelenjar adrenal mengeluarkan berbagai hormon yang mempengaruhi berbagai bagian tubuh.
Beberapa diperlukan untuk kelangsungan hidup, catatan Frederic Martini, Ph.D., dalam
Fundamentals of Anatomy & Physiology. ini hipofisis anterior dari otak mengatur bagian dari
kelenjar, mengatakan hal itu ketika hormon tertentu perlu dibuat. Bagian dari sistem saraf dan
ginjal merangsang produksi hormon adrenal lainnya.

Struktur

Bagian luar dari kelenjar adrenal, korteks adrenal, merupakan 90 persen dari kelenjar. Korteks
memiliki tiga zona. Zona glomerulosa adalah zona terluar dan membuat hormon aldosteron dari
kolesterol. Yang berikutnya adalah zona fasikulata, yang membuat hormon kortisol, juga
kolesterol. Zona retikularis adalah daerah ketiga dan di mana androgen, atau hormon laki-laki,
terbuat dari kolesterol. Bagian dalam dari kelenjar adrenal disebut medula adrenal. Itu membuat
zat yang disebut epinefrin dan norepinefrin.
Efek

Orang bisa kehilangan banyak air ketika mereka mengalami diare, muntah atau berkeringat.
Ketika ini terjadi, aldosteron merangsang ginjal untuk menyerap kembali natrium, seperti yang
dijelaskan oleh Patricia Molina, MD, dalam Fisiologi Endokrin. Ketika ginjal menyerap
kembali natrium, air juga diserap, memulihkan kadar cairan. Kortisol, sementara itu, membantu
tubuh menangani stres dengan berbagai cara, termasuk dengan meningkatkan tingkat glukosa
dalam aliran darah. ini androgen berubah menjadi testosteron atau estrogen dalam jaringan.
Mereka mendorong karakteristik seks. Epinefrin dan norepinefrin memberikan energi sel,
meningkatkan denyut jantung, membuat pupil membesar dan mengendurkan otot polos di paruparu. Semua ini mempersiapkan tubuh untuk menangani situasi stres.
Gangguan

Jika kelenjar adrenal mengeluarkan terlalu banyak aldosteron, hasilnya adalah suatu kondisi yang
disebut sindrom Conn, yang menyebabkan sakit kepala, hipertensi, kelemahan otot dan sering
buang air kecil. Tingginya kadar aldosteron menyebabkan tingkat tinggi sodium dalam aliran
darah, hipertensi dan sakit kepala yang dihasilkan. Kelemahan otot dan sering buang air kecil
adalah karena rendahnya tingkat kronis kalium dalam darah.
Penghancuran kelenjar adrenal menyebabkan penyakit Addison. Gejala termasuk penurunan
berat badan, kelemahan otot, mual dan muntah dari tingkat yang sangat rendah sodium, karena
kelenjar tidak bisa mengeluarkan cukup aldosteron.
Wawasan

Dehidroepiandrosteron atau DHEA, dan androstenedion adalah hormon laki-laki yang dibuat di
zona retikularis. DHEA diubah menjadi androstenedion di kelenjar adrenal. Androstenedion
kemudian diubah menjadi testosteron atau estrogen dalam jaringan. Molina menulis dalam
Fisiologi Endokrin bahwa orang memiliki tingkat tertinggi DHEA ketika mereka berusia 20
sampai 30 tahun. Pada saat orang mencapai 70, tingkat DHEA dalam aliran darah hanya 20
persen dari tingkat mereka ketika mereka berada di usia 20-an mereka.
Artikel Yang Mungkin Berkaitan dengan Struktur Fungsi Kelenjar adrenal :

Fungsi Niasin bagi Tubuh

Niasin adalah salah satu vitamin B dan kadang-kadang disebut sebagai vitamin B-3 atau
asam nikotinat. Kekurangan niasin jarang terjadi karena ditemukan dalam banyak
makanan,...

Apakah Fungsi Limfa

Limfa (atau getah bening) adalah cairan yang bening kekuningan yang ditemukan di
seluruh tubuh. Limfa bersirkulasi melalui jaringan tubuh mengambil lemak, bakteri, dan
bahan-bahan...

Struktur Mitokondria Tumbuhan

Mitokondria adalah pusat tenaga sel. Pada tumbuhan, sebagaimana pada hewan, mereka
memecah gula untuk memberikan sel dengan energi yang dibutuhkan. Struktur
mitokondria adalah kunci...

Struktur tubuh Coelenterata

Filum Cnidaria (umumnya dikenal sebagai Coelenterata) mencakup sekitar 9000 spesies.
Beberapa ditemukan di air tawar, tetapi jumlah parutan adalah laut. Coelenterata adalah
hewan sederhana...

Fungsi Neuron Motorik

Fungsi neuron motorik untuk membawa sinyal listrik ke otot, memicu itu baik kontraksi
atau bersantai. Sebuah neuron motorik, kadang-kadang dikombinasikan ke dalam istilah
tunggal...

Fungsi Hormon FSH dan LH

Luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) yang disebut


gonadotropin karena merangsang gonad - pada laki-laki, testis, dan pada wanita, ovarium.
Mereka tidak diperlukan...

Bagaimana Struktur Hati Manusia

Hati adalah organ padat terbesar dalam tubuh. Orang-orang mungkin tidak tahu bahwa
hati juga merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh. Hati sebenarnya adalah dua jenis...

Struktur kloroplas

Sebuah kloroplas adalah jenis struktur, yang disebut organel, yang ditemukan pada
tumbuhan dan di mana fotosintesis terjadi. Kloroplas adalah salah satu komponen yang
paling...

Organ Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan

Organ endokrin adalah organ yang mengeluarkan hormon. Organ-organ ini juga dapat
secara eksklusif ditujukan untuk produksi dan sekresi hormon atau dapat melakukannya
di samping...

Apakah Fungsi Sistem Saraf Perifer

Fungsi utama dari sistem saraf perifer (PNS) adalah untuk menghubungkan sistem saraf
pusat (SSP) ke seluruh tubuh, seperti organ, otot dan anggota badan. Sistem...

Fungsi Kelenjar Pankreas Manusia


Oleh: admin | February 27, 2013
0 Comment
Fungsi Kelenjar Pankreas Manusia Kelenjar pankreas adalah sebuah alat yang panjang
melintang pada dinding belakang perut dan berjalan ke kiri sampai pada limpa. Perhatikan
gambar 5.10. Ujungnya terletak dalam lengkung usus dua belas jari. Saluran pankreas bermuara
di dalam usus dua belas jari bersama dengan saluran empedu. Sebagian jaringan pada pankreas
dapat mengeluarkan getahnya yaitu insulin. Insulin akan dicurahkan langsung ke dalam darah.
Karena itu, maka pankreas disebut juga kelenjar buntu. Bubur makanan yang keluar dari
lambung dan masuk ke dalam usus halus bercampur dengan empedu dan getah pankreas
sehingga pencernaan makanan berlangsung terus. Bubur makanan itu disiapkan untuk diserap
zat-zat makanannya oleh dinding usus. Penyerapan ini juga terjadi pada usus halus lainnya, yang
terletak berliku-liku dalam rongga perut bagian bawah.
Fungsi kelenjar pankreas dalam pencernaan adalah menghasilkan getah pankreas. Getah
pankreas dialirkan ke dalam saluran pencernaan pada duodenum melalui ductus coledochus
bersama cairan empedu. Getah pankreas mengandung lipase, garam karbonat, dan tripsinogen.
Lipase adalah enzim yang digunakan untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Tripsinogen adalah enzim yang belum aktif, jika sudah aktif akan menjadi tripsin dan berperan
mencerna protein secara kimiawi. Garam karbonat berperan dalam pencernaan lemak.
Selain itu, pankreas membantu usus halus dalam proses pencernaan. Pankreas memiliki dua
fungsi utama, yaitu menghasilkan hormon yang mengatur glukosa darah dan menghasilkan

pancreatic juice. Pancreatic juice merupakan sekresi pankreas yang bercampur dengan air.
Pancreatic juice ini akan masuk ke dalam duodenum melalui saluran pankreatik. Pancreatic juice
akan menetralkan kandungan asam pada makanan sebelum masuk ke usus halus. Pancreatic juice
juga mengandung beberapa enzim
pencernaan, yaitu lipase, amilase, tripsin, kemotripsin dan karbo peptidase.

Gambar 5.10 Kantung empedu dan pankreas.


Beberapa fungsi dari kelenjar pankreas adalah :

Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucogen, yang menambah kadar
gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.

Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana
mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga
merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam
sel-selnya.

Kelenjar pankreas terdapat dekat dengan perut dan memiliki dua fungsi utama. Seiring
dengan produksi hormon, ia memiliki peran lain untuk bermain dalam metabolisme tubuh
serta.

Dua fungsi utama kelenjar ini adalah untuk mengatur kadar glukosa darah dalam aliran
darah dengan hormon insulin dan glukagon, dan membantu dalam pencernaan makanan
oleh enzim pencernaan mensekresi.

Fungsi pertama mengatur BSL dalam tubuh dilakukan dengan bantuan alpha dan beta sel,
yang mensekresi glukagon dan insulin masing-masing. Ketika BSL naik, insulin
melakukan pekerjaan mengkonversi glukosa darah ekstra menjadi glikogen, yang
digunakan sebagai cadangan energi.

Demikian pula, fungsi lain dari pankreas, ketika BSL menurunkan di bawah normal, selsel alfa yang membentuk glukagon, kembali mengubah glikogen menjadi glukosa dari

cadangan dalam hati dan ini dilepaskan dalam aliran darah. Oleh karena itu, diabetes dan
masalah kesehatan lainnya diatur dengan cara ini.

Fungsi pencernaan sederhana untuk memahami, seperti pankreas menghasilkan enzim


pencernaan yang disebut sari pankreas. Ini membantu makanan untuk lulus dari usus
kecil ke besar, membuat pencernaan lancar dan mengubah makanan menjadi bahan yang
bermanfaat.

Gangguan Penyakit pada Pankreas


1. Pankreatitis. Pankreatitis (inflamasi pankreas) merupakan penyakit yang serius pada pankreas
dengan intensitas yang dapat berkisar mulai dari kelainan yang relatif ringan dan sembuh sendiri
hingga penyakit yang berjalan dengan cepat dan fatal yang tidak bereaksi terhadap berbagai
pengobatan. (Brunner & Suddart, 2001; 1338) Pankreatitis adalah kondisi inflamasi yang
menimbulkan nyeri dimana enzim pankreas diaktifasi secara prematur mengakibatkan
autodigestif dari pankreas. (Doengoes, 2000;558) Pankreatitis akut adalah inflamasi pankreas
yang biasanya terjadi akibat alkoholisme dan penyakit saluran empedu seperti kolelitiasis dan
kolesistisis. (Sandra M. Nettina, 2001). Pankreatitis kronik merupakan kelainan inflamasi yang
ditandai oleh kehancuran anatomis dan fungsional yang progresif pada pankreas. (Brunner &
Suddart, 2001:1348)
2. Tumor Pankreas. tumor pankreas adalah maligna (ganas) yang terdapat pada pankreas.
Ditemukan sekitar 3-5% dari semua karsinoma dan mencapai 17% dari seluruh karsinoma di
saluran pencernaan. Pada beberapa penelitian di RSU Dr. Hasan Sadikin misalnya didapatkan
0,19 % pasien dengan perbandingan antara pria dan wanita adalah 1,6 : 1, dengan distribusi umur
terbanyak 50-59 tahun.
3. Insulinoma merupakan tumor pankreas yang jarang terjadi, dimana tumor ini menghasilkan
insulin, suatu hormon yang berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Hanya 10%
insulinoma yang bersifat ganas.
4. KETOSIDOSIS DIABETIK. Ketoasidosis diabetik merupakan akibat dari defisiensi berat
insulin dan disertai gangguan metabolisme protein, karbohidrat dan lemak. Keadaan ini
terkadang disebut akselerasi puasa dan merupakan gangguan metabolisme yang paling serius
pada diabetes ketergantungan insulin.

Pankreas terletak di retroperiotoneal rongga abdomen bagian atas, dan terbentang horizontal
dari cincin duodenal ke lien. Panjang sekitar 10-20 cm dan lebar 2,5-5 cm. mendapat pasokan
darah dari arteri mensenterika superior dan splenikus.
Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Fungsinya sebagai organ endokrin
didukung oleh pulau-pulau Langerhans. Pulau-pulau Langerhans terdiri tiga jenis sel yaitu; sel

alpha yang menghasilkan yang menghasilkan glukoagon, sel beta yang menghasilkan insulin,
dan sel deltha yang menghasilkan somatostatin namun fungsinya belum jelas diketahui.
Organ sasaran kedua hormon ini adalah hepar, otot dan jaringan lemak. Glukagon dan insulin
memegang peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Bahkan
keseimbangan kadar gula darah sangat ,dipengaruhi oleh kedua hormon ini. Fungsi kedua
hormon ini saling bertolak belakang. Kalau secara umum, insulin menurunkan kadar gula darah
sebaliknya untuk glukagon meningkatkan kadar gula darah. Perangsangan glukagon bila kadar
gula darah rendah, dan asam amino darah meningkat. Efek glukoagon ini juga sama dengan
efek kortisol, GH dan epinefrin.Dalam meningkatkan kadar gula darah, glukagon merangsang
glikogenolisis (pemecahan glikogen menjadi glukosa) dan meningkatkan transportasi asam
amino dari otot serta meningkatkan glukoneogenesis (pemecahan glukosa dari yang bukan
karbohidrat). Dalam metabolisme lemak, glukagon meningkatkan lipolisis (pemecahan
lemak).Dalam menurunkan kadar gula darah, insulin sebagai hormon anabolik terutama akan
meningkatkan difusi glukosa melalui membran sel di jaringan. Efek anabolik penting lainnya dari
hormon insulin adalah sebagai berikut:
a. Efek pada hepar
Meningkatkan sintesa dan penyimpanan glukosa
Menghambat glikogenolisis, glukoneogenesis dan ketogenesis
Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas di hepar
b. Efek pada otot
Meningkatkan sintesis protein
Meningkatkan transportasi asam amino3) Meningkatkan glikogenesis
c. Efek pada jaringan lemak
Meningkatkan sintesa trigliserida dari asam lemak bebas
Meningkatkan penyimpanan trigliserida3) Menurunkan lipolisis
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

Newer Post Older Post Home


0 komentar:
Post a Comment
Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)
Social Profiles

Search

Popular Posts

Archives

CACING PLANARIA

PERAN MIKROBA DALAM PENGOLAHAN LIMBAH LINGKUNGAN

Suplir (Adiantum pedatum)

Pengertian Buah

Plasmid

Total Pageviews
290963

Blog Archive

10 (7)

11 (290)

12 (1503)
o

Jan (150)

Feb (549)

Mar (71)

Apr (130)

May (27)

Jun (2)

Jul (249)

Aug (160)

Sep (60)

Oct (45)

Nov (31)

Dec (29)

13 (40)

Categories
Bioteknology (1) struktur perkembangan tumbuhan (1)

Followers
Fungsi Kelenjar Pankreas
Kelenjar pankreas adalah sebuah alat yang panjang melintang pada dinding belakang perut dan
berjalan ke kiri sampai pada limpa. Perhatikan gambar 5.10. Ujungnya terletak dalam lengkung
usus dua belas jari. Saluran kelenjar pankreas bermuara di dalam usus dua belas jari bersama
dengan saluran empedu. Sebagian jaringan pada pankreas dapat mengeluarkan getahnya yaitu
insulin. Insulin akan dicurahkan langsung ke dalam darah. Karena itu, maka kelenjar pankreas
disebut juga kelenjar buntu. Bubur makanan yang keluar dari lambung dan masuk ke dalam usus
halus bercampur dengan empedu dan getah kelenjar pankreas sehingga pencernaan makanan
kelenjar pankreas adalah organ aksesoris pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi
utama: menghasilkan enzim pencernaan atau fungsi eksokrin serta menghasilkan beberapa
hormon atau fungsi endokrin. kelenjar pankreas terletak pada kuadran kiri atas abdomen atau
perut dan bagian kaput/kepalanya menempel pada organ duodenum. Produk enzim akan
disalurkan dari pankreas ke duodenum melalui saluran kelenjar pankreas utama.
Beberapa fungsi dari kelenjar pankreas adalah :

Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucogen, yang menambah kadar
gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.

Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana
mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga
merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam
sel-selnya.

Kelenjar pankreas terdapat dekat dengan perut dan memiliki dua fungsi utama. Seiring
dengan produksi hormon, ia memiliki peran lain untuk bermain dalam metabolisme tubuh
serta.

Dua fungsi utama kelenjar ini adalah untuk mengatur kadar glukosa darah dalam aliran
darah dengan hormon insulin dan glukagon, dan membantu dalam pencernaan makanan
oleh enzim pencernaan mensekresi.

Fungsi pertama mengatur BSL dalam tubuh dilakukan dengan bantuan alpha dan beta sel,
yang mensekresi glukagon dan insulin masing-masing. Ketika BSL naik, insulin
melakukan pekerjaan mengkonversi glukosa darah ekstra menjadi glikogen, yang
digunakan sebagai cadangan energi.

Demikian pula, fungsi lain dari pankreas, ketika BSL menurunkan di bawah normal, selsel alfa yang membentuk glukagon, kembali mengubah glikogen menjadi glukosa dari
cadangan dalam hati dan ini dilepaskan dalam aliran darah. Oleh karena itu, diabetes dan
masalah kesehatan lainnya diatur dengan cara ini.

Fungsi pencernaan sederhana untuk memahami, seperti pankreas menghasilkan enzim


pencernaan yang disebut sari pankreas. Ini membantu makanan untuk lulus dari usus
kecil ke besar, membuat pencernaan lancar dan mengubah makanan menjadi bahan yang
bermanfaat.

Gangguan pankreas
o Hormon adalah bagian yang sangat penting dari tubuh kita dan semua fungsi
utama dari itu, tergantung pada produksi hormon ini. Ketika ada
ketidakseimbangan dalam produksi hormon karena beberapa kelainan dalam

Kelenjar pankreas terdapat dekat dengan perut dan memiliki dua fungsi
utama. Seiring dengan produksi hormon, ia memiliki peran lain untuk
bermain dalam metabolisme tubuh serta.

Dua fungsi utama kelenjar ini adalah untuk mengatur kadar glukosa darah
dalam aliran darah dengan hormon insulin dan glukagon, dan membantu
dalam pencernaan makanan oleh enzim pencernaan mensekresi.

Fungsi pertama mengatur BSL dalam tubuh dilakukan dengan bantuan


alpha dan beta sel, yang mensekresi glukagon dan insulin masing-masing.

Ketika BSL naik, insulin melakukan pekerjaan mengkonversi glukosa


darah ekstra menjadi glikogen, yang digunakan sebagai cadangan energi.

Demikian pula, fungsi lain dari pankreas, ketika BSL menurunkan di


bawah normal, sel-sel alfa yang membentuk glukagon, kembali mengubah
glikogen menjadi glukosa dari cadangan dalam hati dan ini dilepaskan
dalam aliran darah. Oleh karena itu, diabetes dan masalah kesehatan
lainnya diatur dengan cara ini.

Fungsi pencernaan sederhana untuk memahami, seperti pankreas


menghasilkan enzim pencernaan yang disebut sari pankreas. Ini membantu
makanan untuk lulus dari usus kecil ke besar, membuat pencernaan lancar
dan mengubah makanan menjadi bahan yang bermanfaat.

Gangguan pankreas

Hormon adalah bagian yang sangat penting dari tubuh kita dan semua
fungsi utama dari itu, tergantung pada produksi hormon ini. Ketika ada
ketidakseimbangan dalam produksi hormon karena beberapa kelainan
dalam kelenjar, ada gangguan di seluruh tubuh.

Beberapa masalah pankreas tersebut diamati karena ketidak seimbangan


hormon tersebut, Pankreatitis, kanker pankreas, cystic fibrosis dan
diabetes.

Pankreatitis adalah penyakit di mana terjadi peradangan pankreas. Hal ini


biasanya terjadi ketika ada gangguan fungsi enzim pencernaan dan mereka
mulai mencerna pankreas itu sendiri.

Kanker pankreas merupakan penyakit yang menakutkan lainnya, dimana


sel-sel ganas tumbuh di luar kendali dan menyebabkan kematian pada
akhirnya, jika tidak didiagnosis tepat waktu.

Biasanya, pasien diabetes menderita kanker pankreas sangat sering.

Fibrosis kistik juga merupakan penyakit genetik, di mana lendir kental dan
lengket biasanya blok tabung di pankreas, menyebabkan mereka gagal
berfungsi dengan baik.

Diabetes adalah gangguan lain juga disebabkan karena hormon dari


kegagalan pankreas, yang merupakan kondisi yang mematikan dan
undangan bagi banyak penyakit lainnya.

, ada gangguan di seluruh tubuh.

o Beberapa masalah pankreas tersebut diamati karena ketidakseimbangan hormon


tersebut, Pankreatitis, kanker pankreas, cystic fibrosis dan diabetes.
o Pankreatitis adalah penyakit di mana terjadi peradangan pankreas. Hal ini
biasanya terjadi ketika ada gangguan fungsi enzim pencernaan dan mereka mulai
mencerna pankreas itu sendiri.
o Kanker pankreas merupakan penyakit yang menakutkan lainnya, dimana sel-sel
ganas tumbuh di luar kendali dan menyebabkan kematian pada akhirnya, jika
tidak didiagnosis tepat waktu.
o Biasanya, pasien diabetes menderita kanker pankreas sangat sering.
o Fibrosis kistik juga merupakan penyakit genetik, di mana lendir kental dan
lengket biasanya blok tabung di pankreas, menyebabkan mereka gagal berfungsi
dengan baik.
o Diabetes adalah gangguan lain juga disebabkan karena hormon dari kegagalan
pankreas, yang merupakan kondisi yang mematikan dan undangan bagi banyak
penyakit lainnya.

Pengertian Kelenjar Pankreas


berlangsung terus. Bubur makanan itu disiapkan untuk diserap zat-zat makanannya oleh dinding
usus. Penyerapan ini juga terjadi pada usus halus lainnya, yang terletak berliku-liku dalam
rongga perut bagian bawah.
Peran kelenjar pankreas dalam pencernaan adalah menghasilkan getah kelenjar pankreas.
Getah kelenjar pankreas dialirkan ke dalam saluran pencernaan pada duodenum melalui ductus
coledochus bersama cairan empedu. Getah kelenjar pankreas mengandung lipase, garam
karbonat, dan tripsinogen.
Lipase adalah enzim yang digunakan untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Tripsinogen adalah enzim yang belum aktif, jika sudah aktif akan menjadi tripsin dan berperan
mencerna protein secara kimiawi. Garam karbonat berperan dalam pencernaan lemak.

gambar fungsi pankreas macam-macam fungsi pankreas Pankreas Sebagai Penghasil Hormon
Insulin pencernaan pengertian pankreas struktur pankreas

Tag Archives: kelenjar pankreas

Sistem Hormonal Pada Manusia


June 2, 2013 5:38 pm / Leave a comment

Sistem Hormonal Pada Manusia

Gambar Mekanisme Endokrin


Hormon adalah suatu senyawa organic yang dihasilkan oleh kelenjar tertentu dan berfungsi
untuk mengaktifkan suatu proses fisiologis dalam tubuh (metabolisme, pertumbuhan dan
perkembangan, reproduksi dan reaksi terhadap stress serta tingkah laku). Kelenjar yang
menghasilkan hormon dinamakan dengan kelenjar endokrin atau kelenjar buntu. Hormon
merupakan senyawa steroid ataupun senyawa potein.
Hormon dapat digolongkan menjadi tiga kelompok yaitu :

Hormon hormon dari asam amino, misalnya tiroksin, triiodotironin,


adrenalin, nonadrenalin.

Hormon hormon peptide dan protein, misalnya paratiroid, hormon


pertumbuhan, insulin, glucagon.

Hormon hormon steroid, misalnya kortikosteroid dan hormon kelamin


(androgen, estrogen, dan progesterone)

Berikut ini beberapa factor yang mempengaruhi pengatur sekresi hormon antara lain :

Faktor Saraf

Bagian medulla kelenjar suprarenal mendapat pelayanan dari saraf ototnom. Oleh karena itu
sekresinya diatur oleh saraf otonom.

Faktor Kimia

Susunan bahan kimia atau hormon lain atau hormon lain di dalam aliran darah mempengaruhi
sekresi hormon tertentu.
Hormon dikeluarkan sebagai akibat dari rangsangan stimulasi saraf secara langsung kepada
kelenjar yang cocok. Macam macam kelenjar endokrin pada manusia antara lain hipofisis,
tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, dan ovum atau testis.

gambar Sistem kerja endokrin

Hipotalamus
Hipotalamus memegang peranan yang sangat penting dalam pengaturan system endokrin dan
system saraf. Hipotalamus menerima informasi dari system saraf melalui tubuh dan bagian otak,
kemudian mengatur system endokrin untuk menanggapi kondisi lingkungan. Hormon yang
dikeluarkan oleh hipotalamus merupakan sekresi dari sel sel neurosekretori.

Kelenjar Hipofisis (Pituitari)

Gambar Hipofisis
Kelenjar hipofisis dinamakan juga dengan master of gland dikarenakan hormon yang dihasilkan
oleh hipofisis mempengaruhi pengeluaran hormon yang lain, hormon ini terbagi atas 3 macam
bagian antara lain bagian anterior, bagian intermediet dan bagian posterior. Berikut saya jabarkan
bagian dan fungsi dari hipofisis
No
1

Kelenjar

Letak

Hormon

Hipofisis / Pituitari Sella tursica

1. Hipofisis
anterior

Pada
lekukan
tulang
selatursika

Fungsi / Peran
metabolisme,
pertumbuhan dan
perkembangan, reproduksi
dan reaksi terhadap stress
serta tingkah laku

GH / STH (Hormon
somatotrof)

Pertumbuhan sel tubuh


dan menstimulasikan
pertumbuhan tulang

TSH (hormone
tiroid)

Mengontrol sekresi hormon


oleh kelenjar tiroid

ACTH (hormone
adrenokortil
kotropik )

Merangsang produksi
glukokortikoid

FSH (Folikel
stimulating Hormon)

LH (Luteinizing
hormone)

Pada
lekukan
1. Hipofisis
Intermediet tulang
selatursika

1. Hipofisis

Pada
lekukan
tulang

Pada wanita : untuk


menstimulasikan
produksi estrogen
dan perkembangan
folikel pada
ovarium.

Pada Pria :
merangsang
terjadinya
spermatogenesis
untuk menghasilkan
sperma.

Pada Wanita :
bersama dengan
estrogen untuk
menstimulasikan
ovulasi dan
pembentukkan
progesterone oleh
korpus leuteum
pada ovarium

Pada Pria :
menstimulasikan sel
sel intersissil pada
testis untuk
berkembang dan
menghasilkan
testosterone.

Prolaktin

Membantu proses
persalinan dan
menstimulasi sekresi air
susu.

MSH (Melanocyte
Stimulating
Hormone)

Mengatur pigmentasi dan


mempengaruhi warna
kulit.

Oksitosin

Menstimulasikan kontraksi
sel otot polos pada rahim
wanita hamil selama

selatursika

melahirkan dan
merangsang kontraksi sel
sel kontraktil dari
kelenjar susu agar
mengeluarkan air susu.

Posterior

ADH (Anti Deuretic


Hormon)

Mencegah pembentukkan
urin dalam jumlah banyak
dan meningkatkan
tekanan darah dengan
menyempitkan pembuluh
darah.

Kelenjar Tiroid / gondok

Gambar Tiroid
Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang terdapat di leher bagian depan dibawah jakun dan terdiri atas
dua buah lobus berfungsi sebagai pengatur metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh,
terdiri dari asam amino yang mengandung yodium. Berikut akan saya jabarkan fungsi dan
bagiannya dalam table.
Hormon

Fungsi / Peran

Tiroksin

Mengatur proses metabolisme, pertumbuhan fisik,


perkembangan mental, kematangan seks, dan
mengubah glikogen menjadi gula dalam hati serta
pendistribusian air dan garam mineral.

Triodotironin

Mengatur metabolisme, dan kegiatan system saraf.

Kalsitonin

Menjaga kesetimbangan kalsium didalam darah dengan

mempercepat penyerapan kalsium oleh tulang.

Gambar struktur Tiroid dan bagiannya

Kelenjar Paratiroid / Anak Gondok


Kelenjar paratiroid terletak dibagian belakang kelenjar tiroid, kelenjar ini berjumlah empat buah
kelenjar ini menghasilkan Hormon PTH ( Parathyroid Hormone) yang berfungsi
meningkatkan serta mengendalikan kadar kalsium dalam darah dan fosfat (PO43+) dalam
darah.

Kelenjar Timus / Kacangan

Gambar Kelenjar Timus


Kelenjar ini hanya dijumpai pada anak anak usia di bawah 18 tahun. Kelenjar ini terletak
didekat tulang dada dan berwarna kemerah merahan, kelenjar ini terdiri atas 2 lobus. Kelenjar

ini menghasilkan Hormon Thymosin yang berfungsi sebagai perangsang perkembangan dari
limfosit T untuk menghasilkan kekebalan (imunitas) tubuh.

Kelenjar Adrenal / Anak ginjal

Gambar Kelenjar Adrenal


Kelenjar Adrenal berjumlah dua buah dan terdapat pada bagian atas ginjal kelenjar ini terbagi
menjadi dua bagian yaitu korteks dan medula suprinalis, berikut akan saya jelaskan dalam table
peran dan fungsinya.
Bagian
Korteks

Medula
Suprenalis

Hormon

Fungsi dan

Glukokortikoid

Meningkatkan kadar glukosa dalam


darah melalui perubahan glikogen
dalam hati menjadi glukosa dalam
darah.

Androgen

Bekerja sama dengan hormon yang


dihasilkan gonad untuk menentukan
sifat dan karakter kelamin sekunder.

Mineralkortikoid

Mengatur volume darah, tekanan darah,


serta kadar natrium (Na+) dan kalium
(K+) dalam darah.

Adrenalin (epineferin)

Membantu metabolisme dengan


mengubah glikogen dalam otot menjadi
glukosa dalam darah.

Nonadrenalin
(norepineferin)

Menaikan tekanan darah dengan jalan


merangsang serabut otot di dalam
dinding pembuluh darah untuk

berkontraksi.

Kelenjar Pinealis ( Epifise )


Klenjar pinealis terletak di dekat otak, tepatnya diatas otak kecil ( cerebellum ). Kelenjar ini
sangat kecil sebesar biji kacang ercis. Kelenjar ini menghasilkan Hormon Melatonin yang
berfungsi dalam pengaturan hubungan suhu tubuh dengan tidur.

Letak Epifise didalam hipofisis

Kelenjar Pankreas / Langerhans

Gambar Kelenjar Pankreas


Kelenjar ini terdapat di dekat usus 12 jari dan hati. Didalam pankreas terdapat pulau pulau
langerhans, pulau langerhans ini mengandung sel sel endokrin yaitu sel alfa yang
menghasilkan hormon glukagon dan sel beta yang menghasilkan hormon insulin, berikut
akan saya jabarkan di dalam table fungsi dan bagiannya
Bagian Sel

Hormon

Fungsi dan Peranan

Sel alfa

Glukagon

Mengubah glikogen menjadi glukosa

Sel beta

Insulin

Mengubah gula darah ( glukosa ) menjadi gula


otot ( glikogen ) di hati sehingga mengurangi
kadar gula dalam darah.

Kelenjar Kelamin / Gonad

Gambar Kelenjar Gonad


Kelenjar kelamin terbagi atas dua yaitu kelenjar kelamin pada wanita dan pada pria berikut akan
saya jelaskan dalam table bagian dan fungsinya.
Kelamin

Hormon

Fungsi dan Peranan

Pria

Testosterone

Menentukan ciri pertumbuhan kelamin


sekunder pada pria.

Wanita

Progesterone

Penebalan dinding rahim (endometrium)


agar siap menerima sel telur yang sudah
mengalami pembuahan.

Estrogen

Proses pembentukan dan pematangan


sel ovum (sel telur) serta pengatur cirri
kelamin sekunder pada wanita.

Blog at WordPress.com. / The Academica T


KELENJAR-KELENJAR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SALURAN CERNA
Juni 2, 2013 by Khayasar

Kelenjar-kelenjar yang berhubungan dengan saluran cerna adalah :


a.

Kelenjar liur fungsinya adalah :

1)

Membasahi dan melumasi rongga mulut serta isinya.

2)

Memulai pencernaan karhohidrat.

3)

Menhasilkan substansi tertentu seperti I9A, lisosom dan laktoferin.

b.

Pankreas fungsinya adalah :

1)

Menghasilkan enzim-enzim pencernaan yang bekerja diusus kecil dan

2)

Menghasilkan hormon-hormon insulin dan glukagon di dalam aliran darah.

c.
1)

Hati fungsinya adalah :


Menghasilkan empedu, cairan penting untuk pencernaan lemak.

2)
Berperan penting dalam metabolisme lipid, karbohidrat dan protein serta menonaktifkan
dan memetabolisme banyak substansi toksik serta obat.
3)
Berpartisipasi dalam metabolisme besi dan pembuatan protein serta faktor-faktor yang
diperlukan dalam pembekuan darah.
1. Kandung empedu fungsinya adalah : Menyerap air dari empedu dan
menyimpan empedu dalam bentuk dipekatkan.

KELENJAR LIUR

Terdapat 3 pasang kelenjar liur besar


1)

Kelenjar Parotis

Kelenjar parotis adalah kelenjar bercabang. Bagian sekresinya hampir seluruhnya adalah sel
serusa. Pada manusia, selain memiliki ciri khas sel serosa, granul sekresi sel ini ini memberi
reaksi PAS (Periodis acid schiff) positif, menandakan adanya poliyakarida. Granul sekresi kaya
akan protein dan memiliki aktivitas amilase kuat. Simpai jaringan ikatnya mengandung banyak
sel plasma dan limfosit. Sel plasma menghasilkan sebuah umurag labur IgA yang bergabung
dengan komponen sekrersi, yang dihasilkan oleh sel-sel asinus serosa, daktus interkalaris dan
duktus striota.
2)

Kelenjar Submandibular (Submaksilar)

Kelenjar Submandibula adalah kelenjar tuboloasinar bercabang. Sekresinya mengandung sel-sel


mukosa dan serusa. Sel serosa mengandung granul sekresi protein yang PAS positif karena
adanya unsur karbohidrat. Ada sel-sel yang membentuk demikian pada kelenjar submandibular
dan sub lingual mengandung dan mengeluarkan enzim lisozim yang aktifitas utamanya adalah
menhidrolisis dinding bakteri tertentu.
3)

Kelenjar Sublingual

Kelenjar sublingual adalah kelenjar tubuloasinar bercabang dibentuk oleh sel serusa dan mukosa.
Akan tetapi, ia tidak mengandung asini yang terdiri atas sel serusa saja. Sel yang terutama
dijumpai dalam kelenjar sublingual adalah sel mukosa dan sel serosanya hanya menyusun
demilun pada asinus mukosa.

Histofisiologi
Fungsi membahasi dan melumasi dari kelenjar liur dilaksanakan oleh air dan gliko protein liur,
yang dihasilkan oleh sel mukosa dan sedikit oleh sel serosa kelenjar. Air liur manusia terdiri atas
sekret dari kelenjar parotis (25%), kelenjar submandibular (70%) dan kelenjar sublingual (5%).
Fungsi lain kelenjar ini adalah untuk pencernaan karbohidrat. Bagian dari indrolisis kabohirdrat
yang ditelan dilaksanakan oleh amilase liur. Pencernaan diawali dan mulut, berlangsung di
lambung sebelum gelas lambung mengasamkan makanan yang dapat mengurangi aktivitas
amilase.
Rangsangan parasimpais pada kelenjar luar umumnya melalui proses penghidung dan
pencapaian makanan, mencetuskan banyak sekali sekret cair dengan relatif sedikit unsur organik.
Ransangan saraf simpatis menghasilkan sedikit liur kental, yang kaya materi organik.

PANKREAS

Pankreas adalah campuran kelenjar eksokrin dan endokrin yang memproduksi enzim dan
hormon pencernaan. Enzim yang diproduksi disimpan dan dilepaskan oleh sel dari bagian
eksokrin. Hormonnya disintesis dalam kelompok-kelompok sel-sel dari jaringan endokrin yang
dikenal sebagai pulau-pulau langerhans.
Selain air dan ion, pankreas eksokrin menusia mengeluarkan enzim dan proenzim seperti :
Tripsinogen, kimotripsinogen, karboksipeptidase, ribonuklease, deoksiribonuklease,
triasilgliserol lipase, fasfolipase A2, elastase dan amilase.

Sekresi pankreas terutama dikendalikan oleh 2 hormon skretin dan kolesistokinin (sebelum
disebut pankreozimin) yang dihasilkan oleh sel enteroendokrin dan mukosa duedenum.

HATI

Hati adalah organ tempat nutrien yang diserap dari saluran cerna diolah dan disimpan untuk
dipakai oleh bagian tubuh lain, kecuali kulit hati merupakan organ tubuh terbesar dan merupakan
kelenjar tubuh terbesar dengan berat
1,5 kg.
Hati terletak di rongga perut di bawah diafragma. Posisi hati dalam sistem sirkulasi adalah
optimal untuk menampung, mengubah dan mengumpulkan metabolit untuk menetralisasi dan
mengeluarkan substansi toksik. Pengeluaran ini terjadi melalui empedu, suatu sekret eksokrin
dan hati yang penting untuk perencanaan lipid.

I.

STRUKTUR
Stroma

Hati dibungkus oleh simpai lapis jaringan ikat (kapsula Glisson) yang menebal di hilum, tempat
vena porta dan arteri hepatika memasuki hati dan duktus hepatikus kiri dan kanan serta tempat
keluarnya pembuluh limfe. Pembuluh-pembuluh dan duktus ini dikelilingi oleh jaringan ikat
sepanjang jalannya (ahkir dan awal) di daerah portal diantara lobulus hati kalsik. Pada titik ini,
jalinan serat retikuler halus terbentuk yang menunjang hepatosit dan sel endofee sinusoid dari
lobulus hati.

Lobulus Hati
Komponen struktural utama dari hati ialah sel hati atau hepatosid sel epitelial ini
berkelompok membentuk lempeng-lempeng yang saling berhubungan. Pada sajian mikroskop
cahaya tampak adanya satuan-satuan struktural yang disebut lobulus hati klasik. Lobulus hati
dibentuk oleh masa jaringan berbentuk poligonal berukuran 0,7 x 2 cm. Tetapi pada daerah
lobulus ini dibatasi oleh jaringan ikat yang mengandung duktus biliaris, pembuluh limfe, saraf
dan pembuluh darah. Celah portal terdapat pada sudut lobulus dan dihuni oleh triad portae. Hati
manusia memiliki 3 6 triad protae porlabus, masing-masing mengandung sebuah venue
(cabang vena porta), sebuah arterial ( cabang arteri hepatika), satu duktus (bagian dari sistem
duktus bilaris) dan pembuluh limfe.

Aliran Darah
Hati memperoleh darah dari 2 saluran sumber 80 % dari vena porta yang mengangkut darah
rendah O2, kaya nutrien dan visera abdominal dan 20 % dari arteri hepatika, yang memasak
darah kaya O2.
a.

Sistem vena porta

Vena porta seringkali bercabang dan menyalurkan venue hanul halus (venul porta) ke triad
portal, yang kadang-kadang disebut cabang inter lobular dan bercabang menjadi vena distribusi
yang berjalan tepian lobulu. Distribusi vena ceruk halus mencurahkan isinya ke dalam sinusoid
yang berjalan radier menuju pusat lobulus untuk membentuk vena sentralis atau sentralobuler.
Pada ujungnya ia meninggalkan lobulus pada basisnya dan menyatu dengan vena sub lobularis
secara berangsur-angsur berkonvergensi dan menyatu, membentuk 2 atau lebih vena hepatika
besar yang mencurahkan isinya ia dala vena kafa inferior.

b.

Sistem arteri

Arteri hepatica bercabang berulang kali dan menghasilkan arteri interlobular. Fungsi utama dari
sistem arteri adalah menyalurkan oksigen dalam jumlah yang cukup kecil hati.
Darah mengalir dari tepian ke pusat tobulus klasik hati. Karenanya oksigen dan metabolit juga
semua substansi toksik lain yang diserap oleh usus. Pertama-pertama tiba di sel perifer dan
kemudian baru sel-sel pusat tobulus. Hal ini untuk menjelaskan mengapa kejadian pada sel-sel
perilabulr berbeda dari yang terjadi pada sel-sel sentrolobular. Tingkah laku mendua dari
hepatosit ini untuk sebagian tampak pada sajian patologis perubahan tertentu terutama terjadi
atau pusat adalah sel-sel perifer lobulus.
Dasar lain yang dapat dipakai untuk menganalisis kemungkinan satuan fungsional dari strktur
hati dapat membayangkan lobulus portal dengan triad portal sebagai pusat dan bagian tepi terdiri
atas bagian lobulus hati yang berdekatan. Cara lain membagi hati menjadi lobulus fungsional
ialah memandangnya sebagai satuan parenkim hati yang mendapat darahnya dri cabang terminal
vena distribusi yang disebut asinus hati. Berdasarkan kedekatannya pada vena distribusi maka
sel-sel dalam asinus hati dibagi dalam 3 zone yaitu :
a.

Sel-sel pada zone I:

Zone yang paling dekat dengan pembuluh dan di pengaruhi oleh atau mengubah darah yang
masuk.
b.

Sel-sel pada zone II :

Zone II merupakan zone yang berrespons terhadap darah.


c.

Sel-sel zona III :

Zone yang mendapat darah vena portal yang sebelumnya telah diubah oleh sel-sel zona I dan II.

Hepatosit
Sel-sel hati polihedral dengan 6 atau lebih permukaan dan garis tengah lebih kurang
20 30 cm. Permukaan setiap sel hati berkontak dengan dinding hati sinusoid melalui celah
disse dan dengan permukaan hepatosti lain. Tempat 2 hepatosid sehingga bertemu terbentuk oleh
tubular diantaranya yang dikenal sebagai kanalikulus biliaris.
Kanalkuli adalah bagian pertama dari sistem saluran empedu. Membran sel dekat kanalkuli ini
disatukan dengan erat oleh taut kedap. Kanakuli biliaris membentuk jaringan-jaringan
bersinambungan secara rumit menyusuri lempeng-lempeng pada lobulus hati dan berakhir di
daerah kanal portal.
Sel hati seringkali mengandung glikogen yang jumlahnya sesuai dengan irama diurnal dan
bergantung juga pada keadaa gizi suatu hewan. Glikogen hati adalah cadangan bagi glukosa dan
dimobilisasi jika kadar gula darah jatuh kebawah normal oleh karena itu hepatosit merupakan
salah satu sumber utama bagi tubuh dapat mempertahankan kadar tetap glukosa darah.

1)

FUNGSI
a.

Sintesis protein

Selain membuat protein bagi selnya sendiri, sel hati menghasilkan berbagai protein plasma untuk
keperluan di luar yaitu albumin, protrombin, fibrinogen, dan lipoprotein. Protein ini dibuat pada
polison yang melekat pada nefikulum endoplasma kasar.
b.

Sekresi empedu

Produksi empedu adalah fungsi eksokrin dalam arti bahwa hepatosit meningkatkan pemasukan,
transformasi dan ekskresi komponen darah ke dalam kanalkuli biliarsi. Empedu memiliki
beberapa komponen penting lain selain air dan elektrolit : asam empedu, flosfolipid, kolesterol
dan bilirubin.

c.

Penyimpanan metabolit

Lipid dan karbohidrat disimpan dalam hati dalam bentuk trigliserida dan glikogen. Kapasitas
untuk menyimpan metabolit energi ini penting karena memasak tubuh dengan energi diantara
waktu makan. Hal itu juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan utama bagi vitamin terutama
vitamin A.
d.

Fungsi metabolik

Hepatosit berfungsi mengkonversikan lipid dan asam amino menjadi glikosa dengan memakai
proses enzimatik rumit yang disebut glikonergenesis. Ia juga menjadi tempat utama terjadinya
deaminasi dari asam amino menghasilkan urea.
e.

Detoksifikasi dan inaktivasi

Berbagai obat dan substansi dapat dinonaktifkan oleh oksidasi, metilasi, atau konjungsi. Enzim
yang berperan dalam proses ini terutama terhadap dalam retikulum endoplasma licin.
Glukuromitransferase, suatu enzim yang mengkonjungsi asam glukoral pada bilirubin juga
menyebabkan konjugasi beberapa senyawa lain seperti steroid, berbiturat, antihistamin dan anti
konvulsi.
f.

Regenerasi hati

Meskipun merupakan organ yang sel-selnya diperbaruhi secara lambat, hati memiliki
kemampuan regenerasi yang luar biasa. Hilangnya jaringan hati akibat tindakan bedah atau oleh
kerja substansi toksik menimbulkan mekanisme yang merangsang sel-sel hati membelah sampai
massa jaringan aslinya putih kembali.

Jaringan hati yang digenerasi umumnya serupa dengan jaringan yang hilang, tetapi juga
kerusakan itu terjadi berulang-ulang atau terus-menerus maka terbentuk banyak jaringan ikat
bersama regenerasi sel mati. Kelebihan jaringan ikat berakibat kacaunya struktur hati sirosis

PANKREAS
Pankreas memiliki unsur eksokrin maupun endokrin yang menempati sebagian
besar kelenjar. Pankreas eksokrin yang merupakan bagian terbesar dari kelenjar,
terdiri atas asini serosa yang berhimpitan, tersusun dalam banyak lobulus kecil.
Lobuli

di kelilingi septa intra-dan interlobular, dengan pembuluh darah, duktus,

saraf, dan kadang-kadang badan Pacini. Di dalam massa acini serosa, terdapat
pulau langerhans yang terisolasi. Pulau ini adalah bagian endokrin pankreas dan
merupakan ciri khas pankreas.
Sebuah asinos pankreas terdiri atas sel-sel zimogen penghasil protein berbentuk
pyramid mengelilingi sebuah lumen sentral yang kecil. Duktus ekskretorius meluas
ke dalam setiap asinus dan tampak sebagai sel sentroasinar yang terpulas pucat di
dalam lumennya. Produk sekresi asini dikeluarkan melalui duktus interrkalaris
( intralobular ) yang sempit. Duktus ini memiliki lumen kecil dengan epitel kuboid
rendah. Sel sentroasinar berlanjut sebagai epitel duktus interkalaris. Duktus
interkalaris kemudian berlanjut sebagai duktus interlobular yang terdapat di dalam
septa jaringan ikat yang terdapat diantara lobuli. Duktus interlobular dilapisi epitel
selapis kuboid yang makin tinggi dan menjadi berlapis pada duktus yang lebih
besar.
Pulau Langerhans adalah massa sel endokrin berbentuk bulat dengan berbagai
ukuran, yang dipisahkan dari jaringan asini eksokrin disekelilingnya oleh selapis
serat retikilar halus. Pulau Langerhan biasanya lebih besar dari asini dan tampak
sebagai kelompok padat sel-sel epitelial yang ditembus oleh banyak kapilar.

KORELASI FUNGSIONAL ( PANKREAS EKSOKRIN )

Fungsi pankreas dilaksanakan oleh populasi khusus. Karena pankreas adalah organ
endokrin dan eksokrin, maka pankreas menghasilkan banyak enzim pencernaan
dan hormon. Sekresi pankreas diatur oleh rangsangan hormonal maupun vagal
( vagus ). Dua hormon intestinal, yaitu sekretin dan kolesistokinin yang disekresi
oleh sel enteroendrokin ( APUD ) dari mukosa duodenum ke dalam aliran darah,
mengatus sekresi pankreas. Pankreas menghasilkan cairan alkalis dan banyak
enzim pencernaannya yang merombak protein, lemak, dan karbohidrat menjadi
molekul-molekul lebih kecil agar diabsorpsi di usus halus.
Sebagai respons atas adanya chymus asam di usus halus ( duodenum ), sekretin
merangsang sel pankreas mensekresi banyak cairan berair yang kaya ion Nabikarbonat. Cairan ini, yang tidak atau sedikit mempunyai aktifitas enzimatik,
dihasilkan terutama oleh sel-sel sentroasinar dan sel-sel yang melapisi dukttus
interkalaris yang lebih halus. Fungsi cairan ini adalah untuk menetralkan chymus
asam tadi dan menciptakan lingkungan optimal bagi aktifitas enzim pankreas.
Sebagai respons atas lemak dan protein di dalam usus halus, kolesistokinin
merangsang sel-sel asinar di pankreas untuk menyekresi sejumlah besar enzim
pencernaan. Enzim pancreas yang diproduksi sel-sel asinar memasuki duodenum
dalam bentuk tidak aktif dan kemudian diaktifkan oleh sebuah hormon yang diskresi
mukosa usus.

PULAU LANGERHANS
Sel-sel endokrin pulau tersusun berderet atau dalam kelompok kecil, dan
diantaranya terdapat serat-serat jaringan ikat halus dan anyaman kapilar luas.
Simpai jaringan ikat tipis memisahkan pankreas endokrin dari asini serosaeksokrin
yang terpulas gelap. Di dalam beberapa asini serosa terlihat sel-sel sentroasinar
pucat. Sel-sel ini merupakan bagian sistem duktus yang menghantar keluar produk
sekresi asini ke dalam duktus interkalaris tidak ada sel mioepitel yang mengelilingi
asini sekresi pada pankreas.
Pulau Langerhans mengandung beberapa sel penghasil-hormon namun pada
sediaan histologi rutin, tiap-tiap jenis selnya tidak dapat dikenali.

Pulau Langerhans ini untuk membedakan sel alfa penghasil- glukagon dari sel beta
penghasil insulin. Umumnya sel alfa teletak ditepi pulau dan sel beta dibagian lebih
dalam atau lebih di pusat pulau. Sel beta juga lebih banyak kira-kira 70% dari
massanya. Sel delta ( tidak tampak ) juga terdapat pada pulau. Sel ini paling sedikit,
dengan bentuk bervariasi, dan mungkin terdapat pada bagian mana saja dari pulau
pankreas.
Kapiler disekitar sel-sel indokrin yang berbeda, menandakan pulau Langerhans ini
kaya vaskularisasi. Sel-sel pulau dipisahkan dari asini serosa oleh simpai jaringan
ikat tipis. Sel Sentroasinar tampak jelas pada beberapa asini disekitarnya.

KORELASI FUNGSIONAL-ENDOKRIN PANKREAS


Pankreas menghasilkan dua hormon utama yang terutama mempengaruhi kadar
gula darah serta metabolismenya. Sel Alfa pulau Langerhans menghasilkan hormon
glukagon yang dibebaskan sebagai respons atas kadar glukosa darah yang rendah.
Fungsi fisiologis utama Glukagon adalah meningkatkan kadar glukosa darah. Fungsi
ini tercapai dengan mengonversi glikogen, asam amino, dan asam lemak dihati
menjadi glukosa ; konversi ini meningkatkan kadar glukosa darah.
Sel Beta pulau Langerhans menghasilkan hormon insulin yang pembebasannya
dirangsang oleh meningkatnya kadar glukosa darah setelah makan. Fungsi fisiologis
utama insulin adalah menurunkan kadar glukosa darah dengan meningkatkan
transport membran glukosa kedalam sel-sel hati, otot, dan sel lemak. Insulin juga
meningkatkan konversi glukosa menjadi glikogen didalam hati. Efek insulin terhadap
kadar glukosa darah berlawanan dengan glukagon.
Sel Delta menyekresi hormone somatostasin. Sel ini menurunkan dan menghambat
aktifitas sekresi sel alfa ( penghasil glukagon ) maupun sel beta ( penghasil insulin )
melalui pengaruh lokal didalam pulang Langerhans. Fungsi sel F sampai hari ini
belum banyak diketahui.

PANKREAS : BAGIAN ENDOKRIN ( PULAU PANKREAS ) DAN EKSOKRIN

Pulau Pankreas ( Langerhans ) yaitu bagian Endokrin. Sebuah simpai jaringan ikat
tipis mengelingi pulau Langerhans dan memisahkannya dari sel-sel pancreas lain.
Pulau Langerhans sangat vaskular dengan banyak pembuluh darah dan vaskuler.
Bagian eksokrin, yang merupakan bagian terbesar Pankreas, adalah kelenjar
tubuloasinar kompleks. Setiap asinus sekresi eksokrin terdiri atas kelompok sel
berbentuk piramid, tersusun mengelilingi lumen kecil. Dipusat kebanyakan asini
sekretoris terlihat satu atau lebih sel sentroasinar. Sel-sel ini adalah sel pelapis
terminal sistem duktus ekskretorius. Duktus Ekskrotorius terkecil didalam pankreas
adalah duktus interkalaris yang dilapisi epitel selapis kuboit
FUNGSI PANKREAS
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama:
menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti:
1.

insulin yang dihasilkan sel beta


Model struktur insulin
Merah: karbon; hijau: oksigen; biru: nitrogen; merah muda: sulfur. Pita biru/ungu
merupakan kerangka [-N-C-C-]n dalam sekuens asam amino H-[-NH-CHR-CO-]n-OH
protein tersebut, dengan R merupakan bagian yang menonjol dari kerangka
tersebut pada setiap asam amino.
Insulin (bahasa Latin insula, "pulau", karena diproduksi di Pulau-pulau Langerhans
di pankreas) adalah sebuah hormon polipeptida yang mengatur metabolisme
karbohidrat. Selain merupakan "efektor" utama dalam homeostasis karbohidrat,
hormon ini juga ambil bagian dalam metabolisme lemak (trigliserida) dan protein
hormon ini memiliki properti anabolik. Hormon tersebut juga memengaruhi jaringan
tubuh lainnya.
Insulin menyebabkan sel (biologi) pada otot dan adiposit menyerap glukosa dari
sirkulasi darah melalui transporter glukosa GLUT1 dan GLUT4 dan menyimpannya
sebagai glikogen di dalam hati dan otot sebagai sumber energi.
Kadar insulin yang rendah akan mengurangi penyerapan glukosa dan tubuh akan
mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi.

Insulin digunakan dalam pengobatan beberapa jenis diabetes mellitus. Pasien


dengan diabetes mellitus tipe 1 bergantung pada insulin eksogen (disuntikkan ke
bawah kulit/subkutan) untuk keselamatannya karena kekurangan absolut hormon
tersebut; pasien dengan diabetes mellitus tipe 2 memiliki tingkat produksi insulin
rendah atau kebal insulin, dan kadang kala membutuhkan pengaturan insulin bila
pengobatan lain tidak cukup untuk mengatur kadar glukosa darah.

2.

GHS(Ghrelin) yang dihasilkan sel epsilon.


Ghrelin (bahasa Inggris: ghrelin, growth hormone secretagogue, GHS) adalah
hormon stimulator GH. GHS diproduksi paling banyak oleh kelenjar oksintik yang
berada di dalam lambung, selain itu juga oleh sel epsilon dalam pankreas, nukleus
arsuat dalam hipotalamus.
Selain melakukan stimulasi sekresi hormon GH, GHS juga mengaktivasi sistem
hipotalamik yang:

mengendalikan sekresi GH, yaitu neuron GHRH

berperan dalam peningkatan nafsu makan

mengatur penumpukan lemak ke dalam jaringan adiposa.

3.

GHIH yang dihasilkan sel delta


Somatostatin (bahasa Inggris: growth hormone-inhibiting hormone, somatotropin
release-inhibiting factor, GHIH, SRIF)) adalah hormon peptida yang mengendalikan
sistem endokrin dan berpengaruh terhadap transmisi sinyal saraf dan
perkembangan sel tubuh. GHIH mempunyai dua bentuk dari irisan sebuah
preproprotein, satu dengan 14 asam amino dan 28 asam amino.
GHIH disekresi oleh beberapa organ antara lain lambung, usus, sel delta pankreas,
dan neuron dari nukleus perventrikular dari hipotalamus, kelenjar hipokampus dan
batang otak pada bagian nucleus tractus solitarii.
GHIH adalah sebuah hormon inhibitor yang antagonis terhadap GHRH dalam proses
sekresi GH. Hormon lain dengan sekresi terhambat oleh karena GHIH antara lain:

o Enteroglukagon
o Gastrin
o Glukagon
o Insulin, hanya pada saat sel delta pada pankreas mensekresi GHIH. [4]
o Kolesistokinin (CCK)
o Motilin
o Vasoactive intestinal peptide (VIP)
o Hormon dari kelompok Sekretin, termasuk GIP

Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan
duodenum (usus dua belas jari). Beberapa fungsi dari pankreas adalah :

Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glucagon, yang menambah
kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasan dari hati.

Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana
mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga
merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di
dalam sel-selnya.

Sistem endokrin terdiri dari kelenjar-kelenjar endokrin;


Kelenjar endokrin merupakan sekelompok susunan sel yang mempunyai susunan
mikroskopis sangat sederhana. Kelompok ini terdiri dari deretan sel-sel, lempengan
atau gumpalan sel disokong oleh jaringan ikat halus yang banyak mengandung
pembuluh kapiler
Kelenjar endokrin mensekresi substansi kimia yang langsung dikeluarkan ke dalam
pembuluh darah. Sekresinya disebut : hormon. Hormon yaitu penghantar
(transmitter) kimiawi yang dilepas dari sel-sel khusus ke dalam aliran darah.
Selanjutnya hormon tersebut dibawa ke sel-sel target (responsive cells) tempat
terjadinya efek hormon.

Derivat asam amino dikeluarkan oleh sel kelenjar buntu yang berasal dari
jaringan nervus medulla supra renal dan neurohipofise, contoh epinefrin dan
norepinefrin

Petide /derivat peptide dibuat oleh kelenjar buntu yang berasal dari jaringan
alat pencernaan

Steroid dibuat oleh kelenjar buntu yang berasal dari mesotelium, contoh
hormon testes, ovarium dan korteks suprarenal.

Asam lemak
prostaglandin

merupakan

biosintesis

dari

dua

FA,

contoh

hormon

KLASIFIKASI HORMON

Hormon perkembangan/Growth hormone hormon yang memegang peranan


di dalam perkembangan dan pertumbuhan. Hormon ini dihasilkan oleh
kelenjar gonad

Hormon metabolisme proses homeostasis glukosa dalam tubuh diatur oleh


bermacammacam hormon, contoh glukokortikoid, glukagon, dan katekolamin

Hormon tropik dihasilkan oleh struktur khusus dalam pengaturan fungsi


endokrin yakni kelenjar hipofise sebagai hormon perangsang pertumbuhan
folikel (FSH) pada ovarium dan proses spermatogenesis (LH)

Hormon pengatur metabolisme air dan mineral kalsitonin dihasilkan oleh


kelenjar tiroid untuk mengatur metabolisme kalsium dan fosfor.

SISTEM ENDOKRIN

Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan


memadukan fungsi tubuh.

Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostasis


tubuh.

Struktur sistem endokrin;

Kelenjar eksokrin melepaskan sekresinya ke dalam duktus pada permukaan


tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus intestinal.

Kelenjar endokrin termasuk hepar, pankreas (kelenjar eksokrin dan endokrin),


payudara, dan kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, kelenjar
endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah

Fungsi sitem endokrin;

1. Membedakan sistem saraf dan sistem reproduktif pd janin yang sedang


berkbg
2. Menstimulasi urutan perkembangan
3. Mengkoordinasi sistem reproduktif
4. Memelihara lingkungan internal optimal
KLASIFIKASI SISTEM ENDOKRIN

Hormon yang larut dalam air termasuk polipeptida (mis., insulin, glukagon,
hormon adrenokortikotropik (ACTH), gastrin) dan katekolamin (mis., dopamin,
norepinefrin, epinefrin)

Hormon yang larut dalam lemak termasuk steroid (mis., estrogen,


progesteron, testosteron, glukokortikoid, aldosteron) dan tironin (mis.,
tiroksin).

Karakteristik sistem endokrin;


Sekresi diurnal adalah pola yang naik dan turun dalam periode 24 jam. Kortisol
adalah contoh hormon diurnal. Kadar kortisol meningkat pada pagi hari dan turun
pada malam hari.
Pola sekresi hormonal pulsatif dan siklik naik turun sepanjang waktu tertentu,
seperti bulanan. Estrogen adalah non siklik dengan puncak dan lembahnya
menyebabkan siklus menstruasi. Tipe sekresi hormonal yang ketiga adalah variabel
dan tergantung pada kadar subtrat lainnya.
Hormon paratiroid disekresi dalam berespons terhadap kadar kalsium serum.
Hormon bekerja dalam sistem umpan balik, yang memungkinkan tubuh untuk
dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal.
Hormon mengontrol laju aktivitas selular dan hormon tidak mengawali perubahan
biokimia, hormon hanya mempengaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang
sesuai,
yang
melakukan
fungsi
spesifik.
Hormon mempunyai fungsi dependen dan interdependen. Pelepasan hormon dari
satu kelenjar sering merangsang pelepasan hormon dari kelenjar lainnya.
Hormon secara konstan di reactivated oleh hepar atau mekanisme lain dan
diekskresi oleh ginjal.

PERAN HIPOTALAMUS & HIPOFISE


Aktivitas endokrin dikontrol secara langsung dan tak langsung oleh hipotalamus,
yang menghubungkan sistem persarafan dengan sistem endokrin. Dalam berespons

terhadap input dari area lain dalam otak dan dari hormon dalam dalam darah,
neuron dalam hipotalamus mensekresi beberapa hormon realising dan inhibiting.
Hipotalamus sebagai bagian dari sistem endokrin mengontrol sintesa dan sekresi
hormon-hormon hipofise. Hipofise anterior dikontrol oleh kerja hormonal sedang
bagian posterior dikontrol melalui kerja saraf. Hormon yang disekresi dari setiap
kelenjar endokrin dan kerja dari masing-masing hormon. Setiap hormon yang
mempengaruhi organ dan jaringan terletak jauh dari tempat kelenjar induknya.
Misalnya oksitosin, yang dilepaskan dari lobus posterior kelenjar hipofise,
menyebabkan kontraksi uterus.
Hormon hipofise yang mengatur sekresi hormon dari kelenjar lain disebut hormon
tropik. Kelenjar yang dipengaruhi oleh hormon disebut kelenjar target.
SITEM UMPAN BALIK
Kadar hormon dalam darah juga dikontrol oleh umpan balik negatif manakala kadar
hormon telah mencukupi untuk menghasilkan efek yang dimaksudkan, kenaikan
kadar hormon lebih jauh dicegah oleh umpan balik negatif.
Peningkatan kadar hormon mengurangi perubahan awal yang memicu pelepasan
hormon. Mis. pengsekresi ACTH dari kelenjar pituitari anterior merangsang
pelepasan kortisol dari korteks adrenal, menyebabkan penurunan pelepasan ACTH
lebih banyak.

AKTIVASI SEL-SEL TARGET


Ketika hormon melekat pada sel, kerja sel akan mengalami sedikit perubahan.
Misalnya, ketika hormon pankreatik glukagon berikatan dengan sel-sel hepar,
kenaikan kadar AMP meningkatkan pemecahan glikogen menjadi glukosa. Jika
hormon mengaktifkan sel dengan berinteraksi dengan gen, gen akan mensitesa
mesenger RNA (mRNA) dan pada akhirnya protein (mis., enzim, steroid). Substansi
ini mempengaruhi reaksi dan proses selular.
STRUKTUR & FUNGSI HIPOFISE

Hipofise terletak di sella tursika, lekukan os spenoidalis basis cranii.

Berbentuk oval dengan diameter kira-kira 1 cm dan dibagi atas dua lobus,
yaitu :

1. Lobus anterior, merupakan bagian terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian
dari hipofise. Lobus anterior ini juga disebut adenohipofise
2. Lobus posterior, merupakan 1/3 bagian hipofise dan terdiri dari jaringan saraf
sehingga disebut juga neurohipofise.

Hipofise stalk adalah struktur yang menghubungkan lobus posterior hipofise dengan
hipotalamus. Struktur ini merupakan jaringan saraf. Hipofise menghasilkan hormon
tropik dan nontropik. Hormon tropik akan mengontrol sintesa dan sekresi hormon
kelenjar sasaran sedangkan Hormon nontropik akan bekerja langsung pada organ
sasaran.
Kemampuan hipofise dalam mempengaruhi atau mengontrol langsung aktivitas
kelenjar endokrin lain menjadikan hipofise dijuluki master of gland.

Organ-Organ Penyusun Sistem Kelenjar Pencernaan


Filled under: Anatomy Fisiology Manusia

Di dalam sistem pencernaan terdapat organ yang dapat menghasilkan


enzim yang mampu mengubah senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana,
organ organ itu disebut kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan antara lain
kelenjar ludah, kelenjar lambung, kelenjar hati, kelenjar pankreas dan kelenjar
usus.
1. Kelenjar ludah (parotis)

Kelenjar ludah adalah kelenjar pencernaan pertama yang dijumpai ketika makanan
masuk kedalam rongga mulut. Kelenjar ludah terdapat di bawah lidah, di rahang
bawah sebelah kanan dan kiri serta di bawah telinga sebelah kanan dan kiri faring.
Kelenjar ludah menghasilkan air ludah (saliva). Saliva keluar dipengaruhi oleh
kondisi psikhis yang membayangkan makanan tertentu serta refleks karena adanya
makanan yang masuk ke dalam mulut. Saliva mengandung enzim ptialin atau
amilase ludah. Menurut letaknya kelenjar ludah terdiri atas:

a.

Glandula parotis, merupakan kelenjar yang terletak dibawah telinga. Glandula ini
berfungsi untuk menghasilkan getah berbentuk cair.

b.

Glandula Submandibularis, terletak dibawah rahang dan bermuara didekat pangkal


lidah. Berfungsi untuk menghasilkan getah yang mengandung air dan lender.

c.

Glandula Subligualis, terletak dibawah lidah dan berada dekat pangkal lidah.
Kelenjar ludah mengandung enzim ptyalin yang bekerja pada PH netral. Enzim
ptyalin juga disebut amylase air liur yang berfungsi untuk memecahkan pati
(amilum) menjadi maltose.
Beberapa fungsi kelenjar ludah dalam rongga mulut :

a.

Melindungi selaput rongga mulut dari lingkungan panas, dingin, asam, dan basa.

b.

Memudahkan proses menelan dan mencerna makanan dan mencerna makanan.


Kelenjar ludah dapat melunakan dan melarutkan makanan.

c.

Mencerna makanan secara kimiawi.

2. Kelenjar lambung
Kelenjar lambung merupakan saluran pencernaan yang berbentuk seperti
kantung, yang terletak dibawah sekat rongga badan. Kelenjar lambung
menghasilkan empat enzim yaitu:
a. Enzim Pepsin berfungsi mengubah protein menjadi pepton,protease dan
polipeptida. Protease adalah suatu modifikasi dari asam amino yang
susunannya lebih sederhana dari pada susunan protein. Pepton dan
polipeptida juga merupakan modifikasi asam amino yang susunanya lebih
sederhana lagi dari protease. Enzim ini berasal dari pepsinogen yang
diaktifkan oleh asam lambung.
b. Enzim Rennin berfungsi mengendapkan kasein atau keju dari air susu.
c. Enzim HCl (Asam Klorida) berfungsi membunuh kuman serta mengaktifkan
kerja pepsin, menyederhanakan makanan yang keras dan berserat,
merangsang sekresi getah usus.
d. Enzim Lipase merupakan enzim yang berfungsi untuk mengubah zat lemak
menjadi asam lemak dan gliserol.

3. Kelenjar Hati
Merupakan kelenjar terbesar yang terdapat didalam tubuh.

Beberapa fungsi hati yaitu:


Menghasilkan empedu yang dapat menawarkan racun-racun didalam tubuh.
Mengubah protein hingga dapat digunakan tubuh sebagai zat pembangun.
Membentuk empedu.
Menghancurkan zat-zat bercahaya yang masuk dalam tubuh pada saat proses
pertukaran zat.
Tempat penimbunan zat-zat makanan dari darah dan penyerapan unsure besi dari
darah yang telah rusak.
Peranan hati sangat penting mengingat bahwa semua bahan yang menyerap usus
(makanan, obat, racun) akan melalui hati sebelum diedarkan keseluruh tubuh. Hati
terletak dibagian atas sebelah kanan rongga perut, tepatnya dibawah sekat rongga
badan. Pada bagian bawah hati terletak kandungan empedu. Dalam kandungan
Empedu terdapat cairan yang berwarna kuning kehijauan, 86% berupa air dan tidak
mengandung enzim. Akan tetapi mengandung mucin dan garam empedu yang
berperan dalam pencernaan makanan. Cairan empedu tersusun atas bahan-bahan
sebagai berikut:

1.

Air berfungsi sebagai pelarut utama.

2.

Mucin berfungsi untuk membasahi dan melicinkan duodenum agar tidak terjadi
iritasi pada dinding usus.

3.

Garam empedu, berfungsi untuk menurunkan tegangan permukaan lemak dan air
atau mengemulsikan lemak.

Saluran empedu berasal dari hati yang berfungsi sebagai penyalur cairan empedu.
Didalam cairan empedu terdapat garam empedu, kolesterol, dan bilirubin.

Garam empedu berfungsi untuk mereduksi tegangan permukaan zat lemak


sehingga lemak dapat diubah menjadi bentuk elmusi.

Kolesterol merupakan sisa metabolisme zat lemak yang harus dikeluarkan dari
tubuh.

Bilirubin merupakan zat warna empedu yang berasal dari hasil perombakan sel-sel
darah merah yang telah tua.

4. Kelenjar pankreas
Kelenjar pankreas terletak di rongga perut di dekat lambung. Pankreas
menghasilkan enzim pencernaan yang dialirkan menuju duodenum, yaitu:
1. Enzim Amilase berfungsi mengubah amilum menjadi glukosa.
2. Enzim Lipase berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol
3. Enzim Tripsin Berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.

Sekresi enzim dari pankreas dipengaruhi oleh


hormon sekretin. Hormon sekretin dihasilkan oleh duodenum pada saat makanan
masuk duodenum (usus dua belas jari).

Getah pankreas dihasilkan didalam organ pankreas. Pancreas berperan sebagai


kelenjar eksokrin yang menghasilkan getah pankreas kedalam saluran pencernaan.
Sedangna kelenjar endokrin menghasilkan hormon insulin dan hormon ini
dikeluarkan oleh sel-sel berbentuk pulau-pulau yang disebut pulau langerhans.
Insulin berfungsi menjaga gula darah agar tetap normal dan mencegah diabetes
mellitus.

5. Kelenjar usus halus


Kelenjar pada usus halus menghasilkan beberapa enzim yaitu :
Enzim Sukrase berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan sukrosa
menjadi glukosa dan fruktosa.
Enzim Maltase berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan maltose
menjadi 2 molekul glukosa.
Enzim Lactase berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan laktosa
menjadi glukosa dan galaktosa.
Enzim Peptidase berfungsi membantu mempercepat proses pemecahan polipeptida
menjadi asam amino.

Pengeluaran enzim-enzim ini dipengaruhi oleh hormon enterokrinin yang dihasilkan


oleh duodenum.

ridwanpermana5

This WordPress.com site is the bee's knees


Menu
Lanjut ke konten

Beranda

About

Anatomi Kelenjar Endokrin


Posted on November 26, 2012 by riper5

1.1 Latar Belakang


Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran (ductless) yang menghasilkan
hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain.
Hormon bertindak sebagai pembawa pesan dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam
tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan pesan tersebut menjadi suatu tindakan.

Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat,
dan kelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin. Cabang kedokteran yang mempelajari
kelainan pada kelenjar endokrin disebut endokrinologi, suatu cabang ilmu kedokteran yang
cakupannya lebih luas dibandingkan dengan penyakit dalam.
Sistem endokrin, dalam kaitanya dengan system syaraf, mengontrol dan mendukung fungsi
tubuh. Kedua system ini bersama-sama bekerja untuk mempertahankan homeostatis tubu.
Fungsi mereka satu sama lain saling berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik
tertentu. Misalnya, medulla aderenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari
syaraf ( neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka funfsi dari kedua kelenjar ini
sebagian diambil alih oleh system syaraf.
Bila umumnya system endokrin bekerja melalui hormon, maka system syaraf bekerja melalui
neuro transmitter yang dihasilkan oleh ujung-ujung syraf.

Struktur
Terdapat dua tipe kelenjar yaitu eksokrin dan endokrin. Kelenjar eksokrin melepas sekresinya ke
dalam duktus pada permukaan tubuh, seperti kulit, atau organ internal, seperti lapisan traktus
intestinal. Kelenjar endokrin termasuk hepar, pancreas ( kelenjar endokrin dan eksokrin),
payudaara , kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, kelenjar endokrin melepaskan
sekresinya lengsung ke dalaam darah .
Kelenjar endokrin termasuk:
-

Pulau Langerhans pada pancreas

Gonad ( ovarium dan testias)

Kelenjar adrenal, hipofise, tiroid dan paratiroid, serta timus

2.1. Definisi Kelenjar Endokrin


Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar sekresi
internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan hormon-hormon secara
langsung ke dalam aliran darah. Hormon berperan sebagai pembawa pesan untuk
mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ.

Sistem endokrin mempunyai lima fungsi umum :

Membedakan system syaraf pussat dan system syaraf reproduktif pada janin
yang sedang berkembang.

Menstimulasi urutan perkembaangan

Mengkoordinasikan system reproduksi

Memelihara linhkungan internal optimal

Melakukan respons korektif dan adatif ketika terjadi stimulasi darurat.

2.2. Pengenalan Sistem Endokrin


Sistem endokrin meliputi suatu sistem dalam tubuh manusia yang terdiri dari sejumlah
kelenjar penghasil zat yang dinamakan hormon. Kelenjar ini dinamakan endokrin karena tidak
mempunyai saluran keluar untuk zat yang dihasilkannya. Hormon yang dihasilkannya itu dalam
jumlah sedikit pada saat dibutuhkan dan dialirkan ke organ sasaran melalui pembuluh darah
bercampur dengan darah. Kelenjar yang produknya disalurkan melalui pembuluh khusus (seperti
kelenjar ludah) dinamakan kelenjar eksokrin.
Kelenjar endokrin (endocrine gland) terdiri dan (1) kelenjar hipofise atau pituitari (hypophysis
or pituitary gland) yang terletak di dalam rongga kepala dekat dasar otak; (2) kelenjar tiroid
(thyroid gland) atau kelenjar gondok yang terletak di leher bagian depan; (3) kelenjar paratiroid
(parathyroid gland) dekat kelenjar tiroid; (4) kelenjar suprarenal (suprarenal gland) yang terletak
di kutub atas ginjal kiri-kanan; (5) pulau Langerhans (islets of langerhans) di dalam jaringan
kelenjar pankreas; (6) kelenjar kelamin (gonad) laki di testis dan indung telur pada wanita.
Placenta dapat juga dikategorikan sebagai kelenjar endokrin karena menghasilkan hormon.
1. a.

Kelenjar EndokrinOrgan utama dari sistem endokrin adalah:

Kelenjar hipofisa

Kelenjar tiroid

Kelenjar paratiroid

Pulau-pulau pankreas

Kelenjar adrenal

Buah zakar

Indung telur.

Selama kehamilan, plasenta juga bertindak sebagai suatu kelenjar endokrin. Hipotalamus
melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa; beberapa diantaranya memicu
pelepasan hormon hipofisa dan yang lainnya menekan pelepasan hormon hipofisa.
Kelenjar hipofisa kadang disebut kelenjar penguasa karena hipofisa mengkoordinasikan berbagai
fungsi dari kelenjar endokrin lainnya. Beberapa hormon hipofisa memiliki efek langsung,
beberapa lainnya secara sederhana mengendalikan kecepatan pelepasan hormon oleh organ
lainnya.
Hipofisa mengendalikan kecepatan pelepasan hormonnya sendiri melalui mekanisme umpan
balik, dimana kadar hormon endokrin lainnya dalam darah memberikan sinyal kepada hipofisa
untuk memperlambat atau mempercepat pelepasan hormonnya.
Tidak semua kelenjar endokrin berada dibawah kendali hipofisa; beberapa diantaranya
memberikan respon, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap konsentrasi zat-zat di dalam
darah:

Sel-sel penghasil insulin pada pankreas memberikan respon terhadap gula


dan asam lemak

Sel-sel paratiroid memberikan respon terhadap kalsium dan fosfat

Medulla adrenal (bagian dari kelenjar adrenal) memberikan respon terhadap


perangsangan langsung dari sistem saraf parasimpatis.

Banyak organ yang melepaskan hormon atau zat yang mirip hormon, tetapi biasanya tidak
disebut sebagai bagian dari sistem endokrin. Beberapa organ ini menghasilkan zat-zat yang
hanya beraksi di tempat pelepasannya, sedangkan yang lainnya tidak melepaskan produknya ke
dalam aliran darah.
Contohnya, otak menghasilkan berbagai hormon yang efeknya terutama terbatas pada sistem
saraf.
b. Hormon
Kata hormone berasal dari kata Yunanai hormone yang artinya membuiat gerakan atau
membangkitkan. Hormon mengatur berbagai proses yang mengatur kehidupan. Hormon adalah
zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah dari suatu kelenjar atau organ, yang
mempengaruhi kegiatan di dalam sel-sel. Sebagian besar hormone merupakan protein yang
terdiri dari rantai asam amino dengan panjang yang berbeda beda. Sisanya merupakan
steroid, yaitu zat lemak yang merupakan derivat dari kolesterol. Hormon dalam jumlah yang
sangat kecil bisa memicu respon tubuh yang sangat luas.
Hormon terikat kepada reseptor di permukaan sel atau di dalam sel. Ikatan antara hormon
dan reseptor akan mempercepat, memperlambat atau merubah fungsi sel. Pada akhirnya
hormon mengendalikan fungsi dari organ secara keseluruhan:

Hormon mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan,


perkembangbiakan dan ciri-ciri seksual

Hormon mempengaruhi cara tubuh dalam menggunakan dan menyimpan


energi

Hormon juga mengendalikan volume cairan dan kadar air dan garam di
dalam darah.

Beberapa hormon hanya mempengaruhi 1 atau 2 organ, sedangkan hormon yang lainnya
mempengaruhi seluruh tubuh. Misalnya:

TSH dihasilkan oleh kelenjar hipofisa dan hanya mempengaruhi kelenjar


tiroid.

hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid, tetapi hormon ini


mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh.

Insulin dihasilkan oleh sel-sel pulau pankreas dan mempengaruhi


metabolisme gula, protein, serta lemak di seluruh tubuh.

2.3. Kelenjar Endokrin dan Hormon yang Dihasilkan


Dalam tubuh manusia ada tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu hipofisis, tiroid, paratiroid,
kelenjar adrenalin (anak ginjal), pankreas, ovarium, dan testis.
a. Hipofisis
Hypofisis cerebri atau glandula pituitari adalah struktur lonjong kecil yang melekat pada
permukaan bawah otak melalui infundibulum. Lokasinya sangat terlindungi baik yaitu terletak
pada sella turcica ossis sphenoidalis. Disebut master endocrine gland karena hormon yang
dihasilkan kelenjar ini banyak mempengaruhi kelenjar endokrin lainya.
Kelenjar ini terletak di sela tursika, lekulkas os spenoidalis basis crania. Berbentuk
oval dengan diameter kira-kira 1 cm dan dibagi atas dua lobus lobus anterior,
merupakan bagian terbesar dari hipofise kira-kira 2/3 bagian dari hipofise. pada
dasar otak besar dan menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur
kegiatan kelenjar lainnya. Oleh karena itu kelenjar hipofisis disebut master
gland.Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian
tengah, dan bagian posterior .

Hipofisis bagian anterior


Hormon yang dihasilkan kelenjar hipofisis bagian anterior .

Hipofisis bagian tengah


Menghasilkan hormon perangsang melanosit atau Melanosit Stimulating
Hormon MSH). Apabila hormon ini banyak dihasilkan maka menyebabkan
kulit menjadi hitam.

hipofisa merupakan sebuah kelenjar sebesar kacang polong, yang terletak di dalam struktur
bertulang (sela tursika) di dasar otak.
sela tursika melindungi hipofisa tetapi memberikan ruang yang sangat kecil untuk mengembang.
jika hipofisa membesar, akan cenderung mendorong ke atas, seringkali menekan daerah otak
yang membawa sinyal dari mata dan mungkin akan menyebabkan sakit kepala atau gangguan
penglihatan.
hipofisa mengendalikan fungsi dari sebagian besar kelenjar endokrin lainnya. hipofisa
dikendalikan oleh hipotalamus, yaitu bagian otak yang terletak tepat diatas hipofisa.
hipofisa memiliki 2 bagian yang berbeda, yaitu lobus anterior (depan) dan lobus posterior
(belakang).
hipotalamus mengendalikan lobus anterior (adenohipofisa) dengan cara melepaskan faktor atau
zat yang menyerupai hormon, melalui pembuluh darah yang secara langsung menghubungkan
keduanya. pengendalian lobus posterior (neurohipofisa) dilakukan melalui impuls saraf.
Adeno hypophysis
1. Pars distalis
Bagian utama dari kelenjar hypofisis krn meliputi 75% dari seluruh kelenjar
Dengan sedian yang diberi pewarnaan HE dapat dibedakan menjadi 2 macam sel :
a. Sel chromophobe (Sel utama)
Sitoplasma tidak menyerap bahan warna sehingga tampak intinya saja, ukuran selnya kecil. Sel
ini biasanya berkelompok dibagian tengah dari lempengan sel chromofil sehingga ada dugaan
bahwa sel ini merupakan sel yang sedang tidak aktif dan nantinya dapat berubah menjadi sel
acidofil atau sel basofil pada saat diperlukan
Sel Acidophil
Ukuranya lebih besar dengan batas yang jelas dan dengan pewarnaan HE rutin sitoplasmanya
berwarna merah muda. Berdasakan reaksinya terhadap bahan cat, dapat dibedakan menjadi 2 sel:
1. Sel orangeophil (alpha acidophil = sel somatrotope)
Sel ini dapat dicat dengan orange-G, menghasilkan hormon GH
2. Sel carminophil (epsilon acidhophil = sel mammotrope)
Sel ini bereaksi baik terhapat cat azocarmin. Jumlah sel ii meningkat selama dan setelah
kehamilan. Hormon yang dihasilkan hormon prolaktin.
Sel Basophil
Sel ini memiliki inti lebih besar dari sel acidiphil dan dengan pewarnaan HE sitoplasmanya
tampak berwarna merah ungu atau biru. Bila memakai pengecatan khusus aldehyde fuchsin,

dapat dibedakan 2 macam sel :


1. Sel beta basophil (sel thyrotrophic)
Sel ini tercat baik dengan aldehyde fuchsin dan menghsilkan hormon thyrotropic hormon
2. Sel delta basophil
Dengan perwarnaan aldehyde fuchsin tidak tercat dengan baik. Berdasarkan hormon yang
dibentuk, diduga sel ini ada 3 macam:
a. Sel gonadotrophin type 1
Sel ini menghasilkan FSH
b. Sel gonadotropin type 2
Sel ini menghasilkan LH
c. Sel corticotrophic
Sel ini menghasilkan hormon ACTH, pada manusia sel ini membentuk melanocyte stimulating
hormone ( MSH)
2. Pars intermedia
Bagian hypophysis ini pada manusia mengalami rudimenter, dan tersusun dari suatu lapisan sel
tipis yang berupa lempengan lempengan yang tidak teratur dan gelembung yang berisi koloid.
Pada manusia diduga membentuk melanocyte stimulating hormon ( MSH ) yang akan
merangsang kerja sel melanocyte untuk membentuk pigmen lbh bnyk. Tetapi hal ini masih dlm
penelitian lbh lanjut.
Neura hypophyse Terdiri dari 2 macam struktur :
a. Pars nervosa : infundibular processus
b. Infundibulum : neural stalk ( merupakan tangkai yang menghubungkan neuro hypophyse
dengan hypotalamus )
Bagian ini tersusun dari :
a. Sabut saraf tak bermyelin yang berasal dari neuro secretory cell hypotalamus yang
dihubungkan melalui hypotalamo hypophyseal tract
b. Sel pituicyte : sel ini menyerupai neuroglia yaitu selnya kecil dan mempunyai pelanjutanpelanjutan sitoplasma yang pendek.
Ciri khas yang terdapat dalam neuro hipophyse ini adalah adanya suatu struktur yang disebut
herrings bodies yang merupakan neurosekret dari neuro-secretory cell dari hypotalamus yang
kemudian dialirkan melalui axon dan ditimbun dalam neuro hypophyse sebagai granul. Hormon
hormon yang dihasilkan oleh bagian ini adalah : ADH ( vasopressin ), oxytocin.

b. Tiroid (Kelenjar Gondok)

Tiroid merupakan kelenjar yang berbentuk cuping kembar dan di antara keduanya dapat daerah
yang menggenting. Kelenjar tiroid terdiri atas 2 belah yang terletak di sebelah kanan batang
tenggorok diikat bersama oleh jaringan tiroid dan yang melintasi batang tenggorok di sebelah
depan. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang terdapat di dalam leher bagian depan bawah,
melekat pada dinding pangkal tenggorok. Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea.
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin yang mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan
pengaturan suhu tubuh.
Tiroksin mengandung banyak iodium. Kekurangan iodium dalam makanan dalam waktu panjang
mengakibatkan pembesaran kelenjar gondok karena kelenjar ini harus bekerja keras untuk
membentuk tiroksin. Kekurangan tiroksin menurunkan kecepatan metabolisme sehingga
pertumbuhan lambat dan kecerdasan menurun. Bila ini terjadi pada anak-anak mengakibatkan
kretinisme, yaitu kelainan fisik dan mental yang menyebabkan anak tumbuh kerdil dan idiot.
Kekurangan iodium yang masih ringan dapat diperbaiki dengan menambahkan garam iodium di
dalam makanan.
Fungsi hormone-hormon tiroid antaralain:

Mengatur laju metabolism tuibuh. Bik t3 dan t4 kedua-duanya meningkatkan


metabolism karena peningkatan konsumsi oksigen dan produksi panas. Efek
ini npengecualian untuk otak, lien paru-paru dan otak,lien, paru-paru dan
testis. Ke dua hormon ini tidak berbeda dalam fungsi namun berbeda dalam
intensitas dan cepatnya reaksi. T3 lebih cepat dan lebih kuat reaksinya
tetapi waktunya lebih singkat disbanding de3ngan T4. T3 lebih sedikit
jumlahnya dalam darah. T4 dapat dirubah menjadi T3 setelah dilepaskan
dari folikel kelenjar.

Memegang per4anan penting dalam pertumbuhan fetus khususnya


pertumbuhan syaraf dan tulang.

Mmempertahankan sekresi GH dan gonadotropin

Efek krontropik dan Inotropik terhadap jantung yaitu menambah kekuatn


kontraksi otot dan menambah irama jantung.

Merangsang pembentukan sel drah merah

Mempengaruhi kekuatan dan riteme pernafasan sebagai konpensasi tubuh


terhadap kebutuhan oksigen akibat metabolism.

Bereaksi sebagai antagonis ansulin.

Produksi tiroksin yang berlebihan menyebabkan penyakit eksoftalmik tiroid (Morbus Basedowi)
dengan gejala sebagai berikut;

kecepatan metabolisme meningkat

denyut nadi bertambah

Gelisah

Gugup

merasa demam.

Gejala lain yang nampak adalah bola mata menonjol keluar (eksoftalmus) dan
kelenjar tiroid membesar.

c. Paratiroid l Kelenjar Anak Gondok


Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid.Kelenjar ini menghasilkan parathormon yang berfungsi
mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah. Kekurangan hormon ini menyebabkan
tetani dengan gejala: kadar kapur dalam darah menurun, kejang di tangan dan kaki, jari-jari
tangan membengkok ke arah pangkal, gelisah, sukar tidur, dan kesemutan.
Tumor paratiroid menyebabkan kadar parathormon terlalu banyak di dalam darah. Hal ini
mengakibatkan terambilnya fosfor dan kalsium dalam tulang, sehingga urin banyak mengandung
kapur dan fosfor. Pada orang yang terserang penyakit ini tulang mudah sekali patah. Penyakit ini
disebut von Recklinghousen.
Tubuh kita memiliki empat kelenjar paratiroid kecil, satu terletak di setiap sudut kelenjar tiroid.
Tanggung jawab mereka adalah untuk menghasilkan jumlah yang benar dari hormon paratiroid
(PTH), yang bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan yang benar dari fosfor dan
kalsium dalam tubuh Anda. Bila keseimbangan ini terganggu, dapat memiliki efek ringan sampai
serius pada kesehatan Anda.
Hiperparatiroidisme
Hiperparatiroidisme terjadi ketika kelenjar paratiroid menghasilkan PTH terlalu banyak,
mengganggu kalsium tubuh dan tingkat fosfor. Abnormal jumlah tinggi kalsium ditemukan
dalam darah, dan fosfor drop tingkatan untuk tingkat abnormal rendah. Meskipun gejala sering
tidak ada atau hanya berpengalaman sebagai nyeri kecil dan kelelahan, komplikasi serius dapat
berkembang, termasuk:
* Batu ginjal
* Mulas
* Tekanan darah tinggi
* Peningkatan haus dan buang air kecil
* Peptikum ulkus

* Mual
* Osteoporosis
* Miskin memori
Hipoparatiroidisme terjadi ketika PCH terlalu sedikit yang dihasilkan, sehingga kadar kalsium
darah sangat rendah dan tingkat fosfor darah sangat tinggi. Gejala Hipoparatiroidisme meliputi:
* Berlebihan kegugupan
* Sakit kepala
* Otot kram
* Kontraksi otot yang tidak diinginkan sehingga berkedut tak terkendali dan kejang
* Kejan
d. Kelenjar Adrenal l Suprarenal l Anak Ginjal
Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal. Pada setiap ginjal terdapat satu
kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah
(medula).
Kerusakan pada bagian korteks mengakibatkan penyakit Addison dengan gejala sebagai berikut:
timbul kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntahmuntah, terasa sakit di dalam tubuh.
Dalam keadaan ketakutan atau dalam keadaan bahaya, produksi adrenalin meningkat sehingga
denyut jantung meningkat dan memompa darah lebih banyak.
Gejala lainnya adalah melebarnya saluran bronkiolus, melebarnya pupil mata, kelopak mata
terbuka lebar, dan diikuti dengan rambut berdiri.
Hampir semua orang mengetahui bahwa ada dua ginjal dan bahwa keduanya sangat penting,
tetapi kebanyakan orang tak mengetahui bahwa ada dua potong jaringan kecil yang beratnya
masing-masing 5-6 gram di atas kedua ginjal yang juga amat penting.
Saat kita mengamati kelenjar-kelenjar ini, yang dikenal dengan nama kelenjar adrenal, masingmasing adalah sebuah laboratorium yang terpisah. Yang pertama adalah bagian luar kelenjar
adrenal (korteks adarenal), yang menghasilkan tiga hormon; yang kedua adalah bagian dalam
kelenjar adrenal (medulla adrenal), yang menghasilkan dua hormon. Hormon-hormon yang
dihasilkan oleh kedua kelenjar ini sangat penting sehingga pelepasan terlalu banyak atau terlalu
sedikit hormon-hormon itu akan menyebabkan kematian.

Sistem Pertahanan Diri

Sebagian orang berutang nyawa pada suatu hormon ajaib bernama adrenalin: saat orang-orang
ini dalam bahaya, cairan ini membuat mereka lebih kuat, lebih cekatan, lebih cepat, dan lebih
siaga.

Misalnya, seorang pilot menyadari kerusakan mesin di pesawatnya saat terbang .


Adrenalin segera dilepaskan di dalam tubuh seorang pilot yang pesawatnya mengalami
kerusakan. Cairan ini mengirimkan lebih banyak gula dan darah ke otak, membuat pilot itu
lebih siaga. Tekanan darah dan detak jantungnya meningkat, membuatnya lebih waspada. Ini
hanyalah beberapa perubahan yang dihasilkan adrenalin pada tubuh pilot.
Daya tampung sistem pernapasannya naik sehingga ia mampu menggunakan lebih banyak
oksigen (dan lebih banyak darah yang dapat mengalir ke sel-sel otak dan ototnya). Otot dan
anggota badannya menjadi lebih sangat terpusat dan peningkatan kadar gula darahnya
memberinya tenaga tambahan yang dibutuhkannya.
Adrenalin (epinefrin) dihasilkan dan disimpan dalam medulla adrenal bagian dalam kelenjar
adrenal. Setiap orang memiliki hormon ini di dalam dirinya sepanjang hidupnya
Di dalam kelenjar adrenal, ada dua laboratorium terpisah yang menghasilkan hormon-hormon
yang amat penting. Yang pertama korteks adrenal; yang lainnya medula adrenal. Hormonhormon yang dihasilkan di kedua laboratorium ini penting bagi kehidupan manusia.
Saat ada bahaya, tombol peringatan di dalam tubuh ditekan, dan otak mengirimkan perintah
secepat kilat ke kelenjar adrenal. Sel-sel di bagian dalam kelenjar adrenal lalu beralih ke keadaan
siaga dan melepaskan hormon adrenalin untuk menghadapi keadaan darurat. Molekul-molekul
adrenalin bercampur dengan darah dan menyebar ke seluruh bagian tubuh.
Molekul-molekul adrenalin memiliki fungsi khusus dalam pembuluh vena dan arteri yang
memastikan bahwa organ-organ penting menerima lebih banyak aliran darah di saat bahaya, dan
karena itu, molekul-molekul ini melebarkan pembuluh darah menuju jantung, otak, dan otot. Selsel yang mengelilingi pembuluh mematuhi adrenalin dan mengalirkan lebih banyak darah yang
dibutuhkan jantung. Dengan cara ini, darah tambahan yang dibutuhkan oleh otak, otot, dan
jantung dapat dipasok.

Korteks adrenal berperan penting mengurangi ketegangan (stres) pada


tubuh. Saat tubuh mengalami ketegangan yang parah, hipotalamus
mengirimkan perintah ke kelenjar pituitari agar melepaskan ACTH
(hormon adrenokortikotropis). Di sisi lainn, ACTH merangsang korteks
adrenal, mendorong pembuatan kortikosteroid. Kortikosteroid ini
memastikan produksi glukosa dari molekul-molekul seperti protein,
yang tak mengandung karbohidrat. Akibatnya, tubuh menerima tenaga
tambahan dan tekanan pun berkurang.

Bagi setiap organ tubuh, kerja adrenalin berbeda;


Dalam keadaan bahaya,
tubuh disiagakan karena
adanya hubungan antara
otak dan kelenjar adrenal.

ketika menuju pembuluh darah, molekul adrenalin menyebabkan pembuluh


melebar; ketika menuju jantung, molekul mempercepat penegangan sel-sel
jantung. Ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan menyalurkan tenaga
tambahan yang dibutuhkan otot.
Ketika molekul adrenalin mencapai sel-sel otot, otot dapat menegang jauh lebih
kuat. Molekul adrenalin yang masuk ke hati memerintahkan sel-sel yang ada di
sana agar mencampur gula dengan darah. Ini menyebabkan jumlah gula darah
meningkat dan mengalirkan bahan bakar tambahan yang dibutuhkan otot.
e. Pankreas
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan
enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas terletak di
retroperitoneal rongga abdomen atas pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan
duodenum (usus dua belas jari), panjang sekitar 10-20 cm. Mendapat pasokan darah dari arteri
mesenterika superior dan splenikus.
Pankreas berfungsi sebagai organ endokrin dan eksokrin. Fungsinya sebagai organ endokrin
didukung oleh pulau-pulau langerhans. Pulau pulau langerhans terdiri dari tiga jenis sel yaitu;
sel alpha yang menghasilkan plukagon; sel beta yang menghasilkan insulin, dan sel deltha yang
menghasilkan somastotastin namun fungsinya belum jelas diketahui.
Organ sasaran kedua hormone ini adalah hepar, otot dan jaringan lemak. Gliklagon dan insulin
memegang peranan penting dalam metabolisem karbohoidrat, protein dan lemak. Bahkan
keseimbangan kadar gula darah sangat dipengaruhi oleh kedua hormone ini.
Fungsi kedua hormone ini saling bertolak belakang. Kalau secara umum, insulin menurunkan
kadar gula darah sebaliknya untuk glukagon meningkatkan kadar gula darah. Perangsangan
glucagon bial gula darah rendah, dan asam amino mkmeningkat. Efek glukagon ini juga sama
denga efek kartisol, GH dan epinefrin.
Dala penurunan kadar gula darah, insulin sebagi hormon anabolic terutama akan meningkatkan
difusi glukosa melalui membrane sel di jaringan. Efek anabolik penting lainya dari hormone
insulin adal;ah sebgai beerikut :
Efek pada hefar

Meningkatkan sintesa dan penyimpanan glukosa

Menghambat glikogenesis, glukoneonesis dan kategonesis

Meningkatkan sintesa trigleserida dari asam lemak bebas di hepar

Efek pada otot

Meningkatkan sistesis protein

Meningkatkan transportasi asam amino

Meningkatkan glikogenesis

Efek pada jaringan lemak

Meningkatkan sintesa trigleserida dari asam lemak bebas

Meningkatkan penyimpanan trigleserida

Menurunkan lipolisis

Ada beberapa kelompok sel pada pankreas yang dikenal sebagai pulau Langerhans berfungsi
sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon insulin. Hormon ini berfungsi mengatur
konsentrasi glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya
akan dirombak menjadi glikogen untuk disimpan. Kekurangan hormon ini akan menyebabkan
penyakit diabetes. Selain menghasilkan insulin, pankreas juga menghasilkan hormon glukagon
yang bekerja antagonis dengan hormon insulin.
f. Ovarium

Ovarium merupakan organ reproduksi wanita. Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga
menghasilkan hormon. Ada dua macam hormon yang dihasilkan ovarium yaitu sebagai berikut.
1. Estrogen

Hormon ini dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan estrogen dirangsang oleh FSH. Fungsi
estrogen ialah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita.
Tanda-tanda kelamin sekunder adalah ciri-ciri yang dapat membedakan wanita dengan pria tanpa
melihat kelaminnya. Contohnya, perkembangan pinggul dan payudara pada wanita dan kulit
menjadi bertambah halus.
1. Progesteron

Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukannya dirangsang oleh LH dan berfungsi
menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi.

Plasenta membentuk estrogen dan progesteron selama kehamilan guna mencegah pembentukan
FSH dan LH. Dengan demikian, kedua hormon ini dapat mempertahankan kehamilan.
g. Testis
Seperti halnya ovarium, testis adalah organ reproduksi khusus pada pria. Selain menghasilkan
sperma, testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen, yaitu
testosterone diperlukan untuk untuk mempertahankan spermatogenesis. Testosteron berfungsi
menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya suaranya
membesar, mempunyai kumis, dan jakun.
2.3. Pengendalian Endokrin
Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi, maka kadar hormon di dalam darah bisa
menjadi tinggi atau rendah, sehingga mengganggu fungsi tubuh. Untuk mengendalikan fungsi
endokrin, maka pelepasan setiap hormon harus diatur dalam batas-batas yang tepat. Tubuh perlu
merasakan dari waktu ke waktu apakah diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon.
Hipotalamus dan kelenjar hipofisa melepaskan hormonnya jika mereka merasakan bahwa kadar
hormon lainnya yang mereka kontrol terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Hormon hipofisa lalu masuk ke dalam aliran darah untuk merangsang aktivitas di kelenjar target.
Jika kadar hormon kelenjar target dalam darah mencukupi, maka hipotalamus dan kelenjar
hipofisa mengetahui bahwa tidak diperlukan perangsangan lagi dan mereka berhenti melepaskan
hormon. Sistem umpan balik ini mengatur semua kelenjar yang berada dibawah kendali hipofisa.
Hormon tertentu yang berada dibawah kendali hipofisa memiliki fungsi yang memiliki jadwal
tertentu. Misalnya, suatu siklus menstruasi wanita melibatkan peningkatan sekresi LH dan FSH
oleh kelenjar hipofisa setiap bulannya. Hormon estrogen dan progesteron pada indung telur juga
kadarnya mengalami turun-naik setiap bulannya.
Mekanisme pasti dari pengendalian oleh hipotalamus dan hipofisa terhadap bioritmik ini masih
belum dapat dimengerti. Tetapi jelas terlihat bahwa organ memberikan respon terhadap semacam
jam biologis.
Hipotalamus melepaskan sejumlah hormon yang merangsang hipofisa; beberapa diantaranya
memicu pelepasan hormon hipofisa dan yanglainnya menekan pelepasan hormon hipofisa.
Kelenjar hipofisa kadang disebut kelenjar penguasa karena hipofisa mengkoordinasikan berbagai
fungsi dari kelenjar endokrin lainnya.Beberapa hormon hipofisa memiliki efek langsung,
beberapa lainnya secara sederhana mengendalikan kecepatan pelepasan hormon oleh organ
lainnya.Hipofisa mengendalikan kecepatan pelepasan hormonnya sendiri melalui mekanisme
umpan balik, dimana kadar hormon endokrin lainnya dalam darah memberikan sinyal kepada

hipofisa untuk memperlambat atau mempercepat pelepasan hormonnya.


Tidak semua kelenjar endokrin berada dibawah kendali hipofisa; beberapa diantaranya
memberikan respon, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap konsentrasi zat-zat di dalam
darah:

Sel-sel penghasil insulin pada pankreas memberikan respon terhadap gula


dan asam lemak

Sel-sel paratiroid memberikan respon terhadap kalsium dan fosfat.

Medulla adrenal (bagian dari kelenjar adrenal) memberikan respon terhadap


perangsangan langsung dari sistem saraf parasimpatis.

Banyak organ yang melepaskan hormon atau zat yang mirip hormon, tetapi biasanya tidak
disebut sebagai bagian dari sistem endokrin. Beberapa organ ini menghasilkan zat-zat yang
hanya beraksi di tempat pelepasannya, sedangkan yang lainnya tidak melepaskan produknya ke
dalam aliran darah. Contohnya, otak menghasilkan berbagai hormon yang efeknya terutama
terbatas pada sistem saraf.
Faktor-faktor lainnya juga merangsang pembentukan hormon. Prolaktin (hormon yang
dikeluarkan oleh kelenjar hipofisa) menyebabkan kelenjar susu di payudara menghasilkan susu.
Isapan bayi pada puting susu merangsang hipofisa untuk menghasilkan lebih banyak prolaktin.
Isapan bayi juga meningkatkan pelepasan oksitosin yang menyebabkan mengkerutnya saluran
susu sehingga susu bisa dialirkan ke mulut bayi.
Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid, tidak berada di bawah kendali hipofisa.
Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan apakah tubuh memerlukan lebih banyak atau
lebih sedikit hormon. Misalnya kadar insulin meningkat segera setelah makan karena tubuh
harus mengolah gula dari makanan. Jika kadar insulin terlalu tinggi, kadar gula darah akan turun
sampai sangat rendah.
Kadar hormon lainnya bervariasi berdasarkan alasan yang kurang jelas. Kadar kortikosteroid dan
hormon pertumbuhan tertinggi ditemukan pada pagi hari dan terendah pada senja hari. Alasan
terjadinya hal ini belum sepenuhnya dimengerti.
a. Hormon Utama

Hormon

Aldosteron

Yang
menghasilk Fungsi
an
Kelenjar
adrenal

Membantu mengatur keseimbangan garam dan air


dengan cara menahan garam dan air serta membuang

kalium

Hormon
antidiuretik
(vasopresin)

Kelenjar
hipofisa

Menyebabkan ginjal menahan air

Bersama dengan aldosteron, membantu


mengendalikan tekanan darah

Memiliki efek yang luas di seluruh tubuh, terutama


sebagai:

Kortikosteroid

Kelenjar
adrenal

Anti peradangan

Mempertahankan kadar gula darah, tekanan


darah dan kekuatan otot

Membantu mengendalikan keseimbangan garam


dan air

Kortikotropin

Kelenjar
hipofisa

Mengendalikan pembentukan dan pelepasan hormon


oleh korteks adrenal

Eritropoietin

Ginjal

Merangsang pembentukan sel darah merah

Estrogen

Indung telur

Mengendalikan perkembangan ciri seksual dan sistem


reproduksi wanita

Glukagon

Pankreas

Meningkatkan kadar gula darah

Hormon
pertumbuhan

Kelenjar
hipofisa

Insulin

Pankreas

LH (luteinizing Kelenjar
hormone)
hipofisa
FSH (folliclestimulating

Mengendalikan pertumbuhan dan


perkembangan

Meningkatkan pembentukan protein

Menurunkan kadar gula darah

Mempengaruhi metabolisme glukosa, protein


dan lemak di seluruh tubuh

Mengendalikan fungsi reproduksi (pembentukan


sperma dan sementum, pematangan sel telur,
siklus menstruasi

hormone)

Oksitosin

Kelenjar
hipofisa

Hormon
paratiroid

Kelenjar
paratiroid

Progesteron

Mengendalikan ciri seksual pria dan wanita


(penyebaran rambut, pembentukan otot, tekstur
dan ketebalan kulit, suara dan bahkan mungkin
sifat kepribadian)

Menyebabkan kontraksi otot rahim dan saluran susu di


payudara

Mengendalikan pembentukan tulang

Mengendalikan pelepasan kalsium dan fosfat

Mempersiapkan lapisan rahim untuk penanaman


sel telur yang telah dibuahi

Mempersiapkan kelenjar susu untuk


menghasilkan susu

Indung telur

Polaktin

Kelenjar
hipofisa

Memulai dan mempertahankan pembentukan susu di


kelenjar susu

Renin dan
angiotensin

Ginjal

Mengendalikan tekanan darah

Hormon tiroid

Kelenjar
tiroid

Mengatur pertumbuhan, pematangan dan kecepatan


metabolism

TSH
(tyroidstimulating
hormone)

Kelenjar
hipofisa

Merangsang pembentukan dan pelepasan hormon oleh


kelenjar tiroid

Beberapa hormon hanya mempengaruhi 1 atau 2 organ, sedangkan hormon yang lainnya
mempengaruhi seluruh tubuh.
Misalnya, TSH dihasilkan oleh kelenjar hipofisa dan hanya mempengaruhi kelenjar tiroid.
Sedangkan hormon tiroid dihasilkan oleh kelenjar tiroid, tetapi hormon ini mempengaruhi sel-sel
di seluruh tubuh. Insulin dihasilkan oleh sel-sel pulau pankreas dan mempengaruhi metabolisme
gula, protein serta lemak di seluruh tubuh.
Kelenjar semacam pulau pakreas dan kelenjar paratiroid, tidak berada dibawah kendali hipofisa.
Mereka memiliki sistem sendiri untuk merasakan apakah tubuh memerlukan lebih banyak atau
lebih sedikit hormon. Misalnya kadar insulin meningkat segera setelah makan karena tubuh

harus mengolah gula dari makanan. Jika kadar insulin terlalu tinggi, kadar gula darah akan turun
sampai sangat rendah.
Kadar hormon lainnya bervariasi berdasarkan alasan yang kurang jelas.
Kadar kortikosteroid dan hormon pertumbuhan tertinggi ditemukan pada pagi hari dan terendah
pada senja hari. Alasan terjadinya hal ini belum sepenuhnya dimengerti.

Sistem endokrin
Sistem endokrin-sistem komunikasi lainnya di tubuh terdiri dari kelenjar
endokrin yang memproduksi hormon, zat kimia yang dilepaskan ke dalam
aliran darah untuk membimbing proses seperti metabolisme, pertumbuhan,
dan perkembangan seksual. Hormon juga terlibat dalam mengatur kehidupan
emosional.

The Thyroid Gland


Kelenjar tiroid mengeluarkan tiroksin, suatu hormon yang dapat mengurangi
konsentrasi dan mengakibatkan lekas marah ketika tiroid yang terlalu aktif,
dan menyebabkan kantuk dan metabolisme yang lambat ketika tiroid berada
di bawah aktif.

The paratiroid Kelenjar


Dalam tiroid empat organ berbentuk kacang polong kecil, yang parathyroids,
yang parathormon mengeluarkan untuk mengontrol dan menyeimbangkan
tingkat kalsium dan fosfat dalam darah dan cairan jaringan. Hal ini, pada
gilirannya, mempengaruhi rangsangan sistem saraf.

Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal adalah kelenjar seukuran kacang polong yang tampaknya
menanggapi paparan cahaya dan mengatur tingkat aktivitas sepanjang hari.

The Pankreas
Pankreas terletak pada kurva antara perut dan usus kecil dan mengendalikan
tingkat gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin dan glukagon.

Kelenjar hipofisis
Kelenjar pituitari menghasilkan jumlah terbesar hormon yang berbeda dan
karenanya memiliki jangkauan terluas efek pada fungsi tubuh. Hipofisis
posterior dikontrol oleh sistem saraf. Ini menghasilkan dua hormon:
vasopressin, yang menyebabkan tekanan darah meningkat dan mengatur
jumlah air dalam sel-sel tubuh, dan oxytocin, yang menyebabkan rahim
berkontraksi selama persalinan dan menyusui untuk memulai. Hipofisis
anterior, sering disebut kelenjar master, menanggapi pesan-pesan kimiawi
dari aliran darah untuk menghasilkan berbagai hormon yang memicu aksi
dari kelenjar endokrin lainnya.

The Gonad
Kelenjar ini reproduksi-testis pada pria dan ovarium pada wanita, dan, pada

tingkat yang lebih rendah, glandssecrete androgen adrenal (termasuk


testosteron) dan estrogen.

The adrenal Kelenjar


Kedua kelenjar adrenal terletak di atas ginjal. Masing-masing memiliki dua
bagian: penutup luar, korteks adrenal, dan inti, medulla adrenal. Kedua
pengaruh respon tubuh terhadap stres. Misalnya, dalam respon terhadap
situasi stres, kelenjar pituitari dapat melepaskan endorfin beta dan ACTH,
yang, pada gilirannya, prompt korteks adrenal untuk melepaskan hormon.
Sementara itu, sistem saraf otonom menstimulasi medula adrenal untuk
mensekresikan hormon seperti epinefrin ke dalam aliran darah.

DAFTAR PUSTAKA