Anda di halaman 1dari 1

Memahami bagaimana otot mengalami kelelahan otot

Bila saraf sebuah otot diberi rangsang listrik maka otot akan berkontraksi atau
mengerut.Bila perangsangan bertubi-tubi,kontraksi akan bertumpuk-tumpuk(sumasi),membentuk
kontraksi yang berkepanjangan (tetani). Bila laju perangsangan diturunkan maka terjadi sumasi
yang tidak lengkap;ini disebut tetani tidak lengkap. Besar kegiatan suatu otot dapat beragam
tergantung dari jumlah unitgerak yang aktif. Bila semua unit gerak digiatkan serentak maka otot
akan berkontraksi sekali.Tetapi bila unit gerak ini digiatkan pada waktu yang tidak bersamaan
maka otot akan mengalami ketegangan.
(ORahilly Ronan ; 1995 ; Anatomi Kajian Ranah Tubuh Manusia ; Universitas Indonesia)
Aktivitas Otot saat proses pengunyahan normal
Otot-otot yang terutama bertanggung jawab untuk menggerakan mandibula selama
proses pengunyahan adalah muskulus masseter,muskulus temporalis,muskulus pterygoideus
lateralis,muskulus pterygoideus medialis.
Selama proses pengunyahan,otot yang aktif pada saat gerakan membuka mandibula
adalah muskulus pterygoideus lateralis. Pada saat bersamaan muskulus temporalis.muskulus
masseter dan muskulus pterygoideus medialis yang berlangsung cepat dan lancar tidak
melakukan aktivitas atau menjadi relaksasi selama mulut dalam keadaan terbuka,baik ketika
mulut terbuka perlahan atau terbuka secara maksimal
Gerakan menutup mandibula disebabkan oleh kontraksi muskulus masseter,muskulus
temporalis dan muskulus pterygoideus medialis,sedangkan muskulus pterygoideus lateralis
dalam keadaan relaksasi. Sementara mandibula tertutup perlahan ,muskulus temporalis dan
muskulus masseter juga berkontraksi membantu gigi geligi saling berkontak pada oklusi normal.