Anda di halaman 1dari 5

Anatomi dan Biologi Lobster Air Tawar

Diposkan dalam Budidaya Lobster Air Tawar, Label Anatomi


dan Biologi Lobster Air Tawar, Anatomi Lobster Air Tawar,
Budidaya lobster air tawar, Lobster, Lobster Air Tawar pada
Oktober 13, 2011 | Tinggalkan sebuah Komentar
Secara morfologi, spesies- spesies lobster air tawar termasuk
dalam genus Cherax, family parastacidae, ordodecapoda,
kelas malacostraca, subfilum crustacea, dan filum arthopoda.
Umumnya lobster air tawar memiliki ciri- ciri morfologi tubuh
terbagi menjadi 2 bagian, yakni kepala (chepalothorax) dan
badan (abdomen).
Antara kepala bagian depan dan bagian belakang dikenal
dengan nama sub-chepalothorax. Cangkang yang menutupi
kepala disebut karapak (carapace) yang berperan dalam
melindungi organ tubuh, seperti otak, insang, hati, dan
lambung. Karapak berbahan zat tanduk atau kitin yang tebal
dan merupakan nitrogen polisakarida yang disekresikan oleh
kulit epidermis dan dapat mengelupas saat terjadi pergantian
cangkang tubuh (molting).
Tubuh terbagi dua. Bagian kepala atau clepalothorax dan
badan atau abdomen.Ciri lain yang terdapat pada lobster air
tawar adalah rostrumnya hampir berbentuk segitiga
memipih, lebar, dan terdapat duri di sekeliling rostrum
tersebut.
Kepala dan Ekor Lobster Air Tawar
Dilihat dari organ tubuh luar, lobster air tawar memiliki
beberapa alat pelengkap sebagai berikut :
Bagian Tubuh Lobster Air Tawar Dilihat dari Atas
Struktur Tubuh Bagian Bawah

Sepasang antena yanag berperan sebagai perasa dan


peraba terhadap pakan dan kondisi lingkungan.
Sepasang antanela untuk mencium pakan, 1 mulut, dan
sepasang capit (celiped) yang lebar dengan ukuran lebih
panjang dibandingkan dengan ruas dasar capitnya.
Enam ruas badan ( abdomen) agak memipih dengan
lebar badan rata- rata hampir sama dengan dengan
lebar kepala.
Ekor. Satu ekor tengah ( telson) memipih, sedikit lebar,
dan dilengkapi duri- duri halus yang terletak disemua
bagian tepi ekor, serta 2 pasang ekor samping ( uropod)
yang memipih.
Enam pasang kaki renang ( pleopod) yang berperan
dalam melakukan gerakan renang. Disamping sebagai
alat untuk berenang, kaki renang pada induk betina
yang sedang bertelur memiliki karakteristik memberikan
gerakan dengan tujuan meningkatkan kandungan
oksigen terlarut disekitarnya, sehingga kebutuhan
oksigen telur dan larva dapat terpenuhi. Kaki renang
juga digunakan untuk membersihkantelur atau larva dari
tumpukan kotoran yang terendap.
Empat pasang kaki untuk berjalan ( walking legs).

Anatomi dan Biologi


Secara morfologi, spesies- spesies lobster air tawar termasuk
dalam genus Cherax, famili parastacidae, ordodecapoda,
kelas malacostraca, subfilum crustacea, dan filum arthopoda.
Umumnya lobster air tawar memiliki ciri- ciri morfologi tubuh
terbagi menjadi 2 bagian, yakni kepala (chepalothorax) dan
badan (abdomen). Antara kepala bagian depan dan bagian
belakang dikenal dengan nama sub-chepalothorax. Cangkang
yang menutupi kepala disebut karapak (carapace) yang
berperan dalam melindungi organ tubuh, seperti otak,
insang, hati, dan lambung. Karapak berbahan zat tanduk atau
kitin yang tebal dan merupakan nitrogen polisakarida yang
disekresikan oleh kulit epidermis dan dapat mengelupas saat
terjadi pergantian cangkang tubuh (molting). Tubuh terbagi
dua. Bagian kepala atau clepalothorax dan badan atau
abdomen.
Dilihat dari organ tubuh luar, lobster air tawar memiliki
beberapa alat pelengkap sebagai
berikut :

Sepasang antena yanag berperan sebagai perasa dan


peraba terhadap pakan dan kondisi lingkungan.
Sepasang antanela untuk mencium pakan, 1 mulut, dan
sepasang capit (celiped) yang lebar dengan ukuran lebih
panjang dibandingkan dengan ruas dasar capitnya.
Enam ruas badan ( abdomen) agak memipih dengan
lebar badan rata- rata hampir sama dengan dengan
lebar kepala.
Ekor. Satu ekor tengah ( telson) memipih, sedikit lebar,
dan dilengkapi duri- duri halus yang terletak disemua
bagian tepi ekor, serta 2 pasang ekor samping ( uropod)
yang memipih.
Enam pasang kaki renang ( pleopod) yang berperan
dalam melakukan gerakan renang. Disamping sebagai
alat untuk berenang, kaki renang pada induk betina
yang sedang bertelur memiliki karakteristik memberikan
gerakan dengan tujuan meningkatkan kandungan

oksigen terlarut disekitarnya, sehingga kebutuhan


oksigen
telur dan larva dapat terpenuhi. Kaki renang juga
digunakan untuk membersihkantelur atau larva dari
tumpukan kotoran yang terendap.
Empat pasang kaki untuk berjalan ( walking legs).