Anda di halaman 1dari 43

SISTEM TATA UDARA (HVAC)

DIGEDUNG BERTINGKAT

PHE Tower
Iwan Sukirman, 2014

Terminologi
Refrigerasi :
Adalah proses penurunan temperatur (pendinginan), dari suatu
ruangan atau suatu substansi menjadi lebih rendah dari temperatur
lingkungan sekitarnya melalui perpindahan kalor (heat transfer).
Refrigerasi dapat dianggap sebagai proses pembuangan kalor. Fluida
yang dapat memindahkan /membawa kalor tersebut : Refrigerant /zat
pendingin.

Air Conditioner (AC) :


Alat untuk mengatur temperatur, kelembaban, kebersihan dan
pasokan udara (dingin) ke suatu tempat ke tempat yang ingin
dikondisikan. Cara kerjanya adalah dengan memindahkan panas ke
udara luar menggunakan siklus refrigerasi.
3

Apa arti Perpindahan Kalor (Heat Transfer)?


Kalor (panas) selalu berpindah dari substansi yang lebih hangat ke substansi yang lebih dingin.
Dalam kenyataan, molekul yang getarannya lebih cepat memindahkan sebagian dari energi mereka
ke molekul yang getarannya lebih lambat. Maka molekul yang getarannya cepat sedikit melambat
dan molekul yang lebih lambat menjadi lebih cepat. Secara sederhana, ini berarti jika diluar panas,
maka panas dari luar cenderung untuk memasuki ruangan yang lebih sejuk didalam bangunan.
Panas dapat dipindahkan dari suatu benda ke benda lain melalui metode sbb:
Radiasi
Melalui gerakan gelombang (serupa dengan gelombang
cahaya) dimana energi dipindahkan dari suatu benda ke
benda lain tanpa ada persentuhan.
Konduksi
Melalui aliran panas diantara bagian dari suatu benda
atau dari suatu benda ke benda lain melalui sentuhan
secara langsung.
Konveksi
Melalui perpindahan fluida atau udara.
4

Terminologi
Hukum Fisika dan Thermodinamika yang digunakan dalam
proses Refrigerasi

Entropi dari sistem tertutup yang tidak berada dalam kesetimbangan


akan cenderung bertambah, mendekati nilai maksimalnya dalam
kesetimbangan = Panas tidak akan berpindah (heat transfer) dengan
sendirinya dari substansi /tempat yang temperaturnya lebih tinggi ke
substansi lain yang temperaturnya lebih rendah. Untuk memindahkan
panas perlu dilakukan kerja thd sistem tsb (Hukum thermodinamika).
Sebaliknya panas akan berpindah dengan sendirinya dari substansi
yang lebih tinggi temperaturnya ke substansi yang lebih rendah
temperaturnya (dS > 0).
Tekanan dan temperatur fluida berkaitan erat. Setiap fluida akan
naik temperaturnya (titik didihnya) bila tekanannya dinaikan
demikian pula sebaliknya.

Vapour Compression Refrigeration Process

3
B

B
C

A
5

B
C

Prinsip Dasar Siklus Refrigerasi


Proses-proses yang terjadi :
1. Kompresor sebagai alat yang memompa zat pendingin
dalam sistem, adalah jantung dari sistem AC. Sebelum masuk
ke kompresor, zat pendingin adalah gas bertekanan rendah.
Oleh kompresor gas tersebut ditekan menjadi gas bertekanan
tinggi, menjadi panas dan mengalir menuju ke kondenser.

2. Di dalam kondenser, gas bertemperatur dan bertekanan


tinggi tersebut melepaskan panasnya ke udara luar dan
menjadi cairan subcool bertekanan tinggi.
3. Cairan bertekanan tinggi itu melalui expansion valve, yang
menurunkan tekanan dan sekaligus temperaturnya dibawah
temperatur dari ruangan atau materi yang didinginkan. Proses
ini menghasilkan cairan zat pendingin yang dingin dan
bertekanan rendah.
4. Zat pendingin cair bertekanan rendah mengalir ke
evaporator dimana zat itu menyerap panas dari udara ruangan
melalui proses penguapan dan menjadi gas bertekanan
rendah. Gas tersebut mengalir kembali ke kompresor dimana
siklusnya akan berulang kembali seperti awalnya.
Untuk7 pompa kalor, siklusnya berputar terbalik.

Sifat kimia ideal zat pendingin :

Mempunyai titik didih rendah.


Memiliki latent heat yang tinggi.
Mudah mencair pada tekanan dan temperatur
yang relatif rendah.
Tidak bersifat korosif thd logam.
Aman untuk digunakan dan disimpan.
Titik didih fluida pada tekanan atmosfir :
Air (H2O)
= 100o C
(212o F).
Amonia (NH3)
= - 2,2o C
(28o F).
R22 (CHClF2)
= - 40,7o C
(- 41,4o F).
R134a (CH CCl3F) = - 26,1o C
(- 14,92o F).
8

Window air conditioner

Package air conditioner


(split ducted)

Pola Konsumsi Energi di Gedung Bertingkat

10

AC Split
(condensing unit dan indoor unit terpisah) :
No.

Type

1.

Wall mounted

2.

Cassette

3.

Floor Standing

11

Kapasitas & Daya listrik(*)


pk; 5.000 Btuh; 390 W; EER 12,8
pk; 7.000 Btuh; 590 W; EER 11,9
1 pk; 9.000 Btuh; 795 W; EER 11,7
1,5 pk; 12.000 Btuh; 1,1 kW; EER 10,9
2 pk; 18.000 Btuh; 1,68 kW; EER 10,7
2,5 pk; 24.000 Btuh; 2,7 kW; EER 8,9
2 pk; 18.000 Btuh; 2,05 kW 1ph; EER 8,78
2,5 pk; 24.000 Btuh; 2,6 kW 1 ph; EER 8,97
4 pk; 36.000 Btuh; 4 kW 3 ph; EER 9
5 pk; 48.000 Btuh; 4,9 kW 3 ph; EER 9,8
6 pk; 54.000 Btuh; 5,6 kW 3 ph; EER 9,64
3 pk; 27.800 Btuh; 3 kW 1 ph; EER 9,27
4 pk; 36.000 Btuh; 4 kW 3 ph; EER 9
5 pk; 44.000 Btuh; 4,45 kW 3 ph; EER 9,88
7,5 pk; 71.400 Btuh; 6,9 kW 3 ph; EER 10,35

(*) = diambil dari katalog suatu merk AC

Indoor unit

AC Split
(condensing unit dan indoor unit terpisah) :
No.

Type

4.

Floor mounted

5.

Multi Split

Kapasitas & Daya listrik(*)


pk; 7.900 Btuh; (sama dengan wall mounted)
1 pk; 9.900 Btuh; -------------- 1,5 pk; 12..500 Btuh; -------------- 2 pk; 19.900 Btuh; ---------------- 2,5 pk; 25.000 Btuh; ----------------2 indoor; R410A; 1 phase; RLA 7,87A :
a. 1 pk (19 W, 470 m3/h)
b. 1,5 pk (19 W, 520 m3/h)
Outdoor P = 1,72 kW; Cap = 5,2 kW; COP = 3,02
3 indoor; R410A; 1 phase; RLA 9,84A :
a. 1 pk (19 W, 470 m3/h)
b. 1,5 pk (19 W, 520 m3/h)
c. 1,75 pk (19 W, 600 m3/h)
Outdoor P = 2,15 kW; Cap = 6,7 kW; COP = 3,12

12

(*)

= diambil dari katalog suatu


merk AC

4 indoor; R410A; 1 phase; RLA 12,75A :


a. 1 pk (19 W, 470 m3/h)
b. 1,5 pk (19 W, 520 m3/h)
c. 1,75 pk (19 W, 600 m3/h)
d. 2,5 pk (30 W, 950 m3/h)
Outdoor P = 2,95 kW; Cap = 9,0 kW; COP = 3,05

Foto unit

Perhitungan pay back period AC split


dengan EER yang berbeda
EER = Energy Efficiency Ratio = perbandingan Btu/h kapasitas AC dengan
konsumsi listriknya. TARIF LISTRIK = Rp 550,-/kWh, PEMAKAIAN LISTRIK
UNTUK AC = 12 Jam/hari. DALAM SATU TAHUN = 365 hari. 1 pk = 9.000
Btu/h. Berapa lama PAY BACK PERIOD-nya?
DALAM 1 TAHUN, BIAYA LISTRIK UNTUK SEBUAH :
AC dengan EER =11, konsumsi listrik = (9.000 Btuh / 11) = 818 Watt. Dalam 1
tahun = (818 Watt X 12 JAM X 365 HARI X Rp 550,-) / 1.000 = Rp 1.970.562, AC dengan EER =8,5, konsumsi listrik = (9.000 Btuh / 8,5) = 1.059 Watt. Dalam
1 tahun = 1.059 Watt X 12 JAM X 365 HARI X Rp 550,-) / 1.000 = Rp
2.551.131,Selisih antara kedua AC dalam biaya pembayaran listrik pertahun = Rp 580.569,Bila selisih harga kedua AC Rp 1.000.000,- maka Pay Back Period-nya tercapai
sebelum 2 tahun.

13

Penghematan Energi dalam bidang Tata Udara


(HVAC)

14

4 Sistem Tata Udara Terpusat (Centralized


HVAC System) untuk Gedung Bertingkat :
1. Water Cooled Chiller

2. Air Cooled Chiller


3. Water Cooled Package
4. Air Cooled Package (Split ducted)
Catatan : VRV (variabel refrigerant volume) hampir sama dengan Air Cooled
Packaged

15

Water Cooled
Chiller (WCC)
Komponen WCC System :
1. Air Handling Unit (AHU)
2. Chilled & Condenser Water Piping
3. Chilled Water Pumps (ChWP)
4. Condenser Water Pumps (CWP)
5. Water Cooled Chiller (WCC)
6. Cooling Tower (CT)
(7. Boiler)
(8. Hot water pump)
(9. Hot water piping)

Chilled water, condenser water &


hot waterpumps

16

Water Cooled Chiller

Cooling Tower (CT)

WATER COOLED CHILLER

Condenser Water Pump (CWP)

Chilled Water Pump (ChWP)

Suply Air

Return Air

Office Space
LEVEL-2

AHU / FCU

LEVEL-1

AHU / FCU

Ground Floor

17

AC-SYSTEM
CHILLED WATER DISTRIBUTION SYSTEM (WATER COOLED CHILLER)

AHU
Suply Air

AHU

Return Air

LEVEL-3

AHU

Office Space
LEVEL-2
AHU

LEVEL-1

CONDENSER WATER PUMP


(CWP)

GROUND FLOOR

AIR COOLED CHILLER


Chilled WaterSuply

Chilled Water Return

A/C-SYSTEM
CHILLED WATER DISTRIBUTION SYSTEM(AIR COOLED CHILLER)
FIG.NO.2

18

Cooling Tower

Condensor Water Pumps


Condensor Water Suply
Return Air

AHU/WCP

Condensor Water Return


AHU/WCP

Suply Air

LEVEL-3

AHU/WCP

Office Spaces
LEVEL-2
AHU/WCP

AHU/WCP

LEVEL-1

GROUND FLOOR

Condensor Water Return

19

A/C-SYST EM
WATER COOLED PACKAGED SYSTEM

Refrigerant Discharged Lines


Suply Air

Return Air

Office Spaces
LEVEL-2
OUTDOOR UNIT
AHU(Indoor Unit)
Suction Line
LEVEL-1

AHU(Indoor Unit)

GR-FLOOR

AC-SYSTEM
20

AIR COOLED PACKAGED UNIT

The Comparison Among HVAC Systems


Water Cooled Chiller

AHU filter & coil required regular


cleaning.

AHU filter & coil required regular


cleaning.
The condenser water system
required water treatment.
Equipment involve in condenser
system (CT & CWP) required
maintenance.

AHU filter & coil required regular


cleaning.

Bad power consumption:


kW/TR around 1.2
For 570 TR required = 570 TR x 1.2
= 684 kW

Good power consumption:


kW/TR around 0.8
For 570 TR required = 570 TR x 0.8
= 456 kW

The worst power consumption:


kW/TR around 1.3
For 570 TR required = 570 TR x 1.3
= 741 kW

No continuous water consumption

Cooling Tower constantly loosing


water along its process to
decrease condenser water
temperature
We have to provide make up water:
2,5% of condenser water flow
rate.
For 570 TR required = 570TR x 3 x
2,5% = 42.75 gpm.

No continuous water consumption

In Total:
Initial cost WCC < Initial cost ACC
< Initial cost WCP < Initial
cost ACP

Water cooled packaged could be


install phase by phase in
accordance with floor area
occupancy growth

The initial and operating cost is


the most Expensive than
others system for similar
cooling capacity. However for
small cooling load (15 75 pk),
ACP is the best option.

Water Consumption
Cooling Tower constantly loosing
water along its process to
decrease condenser water
temperature
We have to provide make up water:
2,5% of condenser water flow
rate.
For 570 TR required = 570TR x 3 x
2,5% = 42.75 gpm.

Air Cooled Package

Power Consumption
The best power consumption:
kW/TR around 0.65
For 570 TR required = 570 TR x 0.65
= 370.5 kW

Water Cooled Package

Maintenance
AHU filter & coil required regular
cleaning.
The condenser water system
required water treatment.
Equipment involve in condenser
system (CT & CWP) required
maintenance.

Air Cooled Chiller

Initial vs Operating cost


The initial cost is the most cheaper
than others system for big
cooling capacity
The operating cost is the most
21 cheaper than others system for
similar cooling capacity

The Comparison Among HVAC Systems (cont..)


Water Cooled Chiller

Similar with WCC.


(Depreciation period of ACC & WCC
are 10 years).

In general, lifetime of WCP could


achieve 20 years.
As common practice we expect to
replace the WCP after 15 years
of service.

Similar with WCP.


(Depreciation period of ACP & WCP
are 10 years).

Piping installation period is average


(only condenser water
system).
Condenser water system must be
balanced.

Piping installation period is average


(only condenser water system).
Condenser water system must be
balanced.

Refrigerant piping installation is


relatively simple and
construction period is fast.
Refrigerant piping system must be
insulated.

Estimated equipment price (only


ACC) = USD 275 - 300/TR.
570 TR capacity of ACC = 570TR x $
300 = $ 171,000

Estimated equipment price (only


ACC) = USD 330 - 350/TR.
570 TR capacity of WCP = 570TR x $
350 = $ 199,500

Estimated equipment price (only


ACC) = USD 350 - 400/TR.
570 TR capacity of WCP = 570TR x $
400 = $ 228,000

The ACC required open space to


reject heat out of building
(such as roof top).
No limitation between ACC and
AHUs distance.

WCP usually install AHU room. The


CT required open space to
reject heat out of building such
as roof top.
No limitation between WCP and CT
distance.

The ACP required open space to


reject heat out of building
(such as roof top, AC ledge or
ground area).
The maximum distance between
ACPs outdoor and indoor
(AHU) is only 20 meter.

Equipment Price
Estimated equipment price (only
WCC) = USD 225 - 250/TR.
570 TR capacity of WCC = 570TR x $
250 = $ 142,500

Air Cooled Package

Piping Installation
Piping installation is taking long
construction period since
there are 2 piping system.
Chilled water system must be
insulated and balanced.

Water Cooled Package

Life time
In general, WCC lifetime could
achieve more than 30 years.
As common practice we expect to
replace the chillers after 20
years of service.
When the age of equipment increase,
the operating cost will increase
as well.

Air Cooled Chiller

Space requirement
WCC usually install in less valuable
and confine space such as
basement or parking area. The
CT required open space to
reject heat out of building such
as roof top.
No limitation between WCC and
AHUs distance.
22

Water Cooled Chiller, komponen :

1.
2.
3.
4.
5.
6.

AHU (Air Handling Unit)


Chilled Water & Condenser Water Piping
Chilled Water Pumps (ChWP)
Condenser Water Pumps (CWP)
Water Cooled Chiller (WCC)
Cooling Tower (CT)

Air Cooled Chiller, komponen :


1.
2.
3.
4.
23

AHU (Air Handling Unit)


Condenser Water Piping
Condenser Water Pumps (CWP)
Air Cooled Chiller (ACC)

Sistem Water / Air Cooled Chiller


1. Water Cooled Chiller, menurunkan temperatur chilled water yang berasal dari
ChWP menjadi 4 7oC.

2. Chilled Water Pump (ChWP), mensirkulasikan Chilled water dari AHU ke Chiller
dan sebaliknya.
24

Sistem Water / Air Cooled Chiller


3. Cooling Tower, membuang kalor ke atmosfir atau menurunkan temperatur
condensor water yang berasal dari WCC /ACC 3o - 5o C lebih rendah

4. Condensor Water Pump (CWP), mensirkulasikan condensor water dari WCC


/ACC ke CT dan sebaliknya.
25

Sistem Water / Air Cooled Chiller


5.

26

Air Handling Unit / indoor unit, mengambil kalor (panas) dari ruang yang
dikondisikan melalui proses heat transfer di cooling coil.

Sistem Water / Air Cooled Chiller


6. Sistem pemipaan dan accessories, mensirkulasikan chilled /condensor water
dari tiap equipment.

27

Air Cooled Package & Water Cooled


Package

28

Air Side Equipment


1.

Diffuser. SAD = supply air diffuser, SLAD = slot linear air diffuser dll.

2.

Grille. SAG = suplai air grille, RAG = return air grille, FAG = fresh air grille dll.

3.

Damper. VD = volume damper, FD = fire damper dan spliter.

29

Air Side Equipment (lanjutan..)


4.

Flexible duct. Insulated dan non insulated flexible duct.

5.

Ducting neck. Untuk Difuser dan Grille.

6.

Plenum. Sebelum atau sesudah AHU/FCU.

30

Outdoor Air Requirement for Ventilation (ASHRAE Standard 62-1989)


Application

Estimated Max. Occ.


2

Outdoor air requirement

(P/100 m or P/1000 ft )
Cfm /Person

L/s per Person

Cfm /ft2

L/s /m2

0.3

1.5

0.2

Retail Stores, Show room


Basement and street

30

Cafeteria, food court

100

Mall and arcades

20

Smoking lounge*

70

Storage rooms

15

20

60

10

30

Mech. Exhaust, no circulation


0.15

0.75

0.05

0.25

0.5

2.5

Offices
Offices space

20

10

Reception areas

60

15

Conference room

50

20

10

Telecomunication center and data entry


area

60

20

10

Public Spaces
Corridors and utilities
Public restroom

50

25

Locker and dressing room


Elevators

CFM per ft2 of Floor

Residential
15

7.5

Kitchen
31

100 / 25

50 / 12

Intermittent / continuous

Baths, toilets**

50 / 20

20 / 10

Intermittent / continuous

Living Area

Refrigeration Load Check figure (Rule of thumb)


Refrigeration (Btuh/m2)

Application

32

Refrigeration (ft2/TR)

Low

Avg

High

Low

Avg

High

Basement and street

400

470

650

325

275

200

Cafeteria

580

860

1.180

225

150

110

Main floor

430

520

650

300

250

200

Upper floor

330

430

520

400

300

250

Beauty, barber shops

520

650

860

250

200

150

Private

430

738

956

300

175

135

General - Perimeter

330

520

860

400

250

150

General Interior

275

330

430

475

400

300

Conference room

650

860

1.300

200

150

100

Libraries

330

470

740

400

275

175

Doctors clinic

430

650

860

300

200

150

Classrooms

470

650

860

275

200

150

Hospitals public area

330

470

1.100

400

275

120

Apartment

330

430

650

400

300

200

Auditoriums, theaters

650

860

1.300

200

150

100

Retail Stores, Show room

Offices

Public Spaces

Residential

Kebutuhan Ventilasi & Kapasitas pendinginan


CONTOH PERHITUNGAN MENGGUNAKAN CHECK FIGURE
Diketahui :
a. Ruangan untuk meeting di sebuah kantor dengan luas 80 m2.
b. Arkade di ground floor sebuah mall dengan luas = 21.528 ft2. (= 21.528 /10,764 = 2.000 m2)
c. Foodcourt dilantai teratas gedung dengan luas = 500 m2.
d. Ruangan kerja Direksi di dekat jendela yang menghadap ke Timur seluas = 60 m2
Catatan : 1 CFM (ft3/min) = 0,4719 l/s = 1,7 m3/h
1 TR = 12.000 Btuh = 3,5165 kW = 4/3 pk = 3.024 kcal/hr
I. Kebutuhan kapasitas pendingin
a. Untuk ruang meeting = 80 m2 x 860 Btuh = 68.800 Btu/h = 7,64 pk = 20,16 kW
b. Untuk arkade di mall = (21.528 ft2 /250 ft2) x 1TR = 86,1 TR = 115 pk = 302,8 kW
c. Untuk food court = 500 m2 x 860 Btuh = 430.000 Btu/h = 35,8 TR = 47,8 pk
d. Untuk ruang Direksi = 60 m2 x 956 Btuh = 57.360 Btu/h = 6,4 pk = 16,8 kW

II. Kebutuhan Ventilasi


a. Untuk ruang meeting = (80 m2 /100) x 50 orang x 20 CFM = 800 CFM = 380 l/s = 1.360 m3/h
b. Untuk arkade di mall = (2.000 m2 x 10,76) x 0,2 CFM = 4.304 CFM = 2.000 l/s = 7.300 m3/h
c. Untuk food court = (500 m2 /100) x 100 orang x 10 l/s = 5.000 l/s = 10.600 CFM = 18.000 m3/h
d. Untuk ruang Direksi = (60 m2 /20) x 1 orang x 20 CFM = 60 CFM = 28 l/s = 102 m3/h

33

RULE OF THUMB UNTUK MENGHITUNG


VENTILASI NATURAL RUANG GENSET
Perbedaan temperatur udara luar dan temperatur ruang genset diasumsikan 10o C
Ditentukan kapasitas genset = 1.000 kVA = 800 kW = 1.072 Hp
Diasumsikan kecepatan angin lewat grille (v) = 4 m/s & koefisien grile (b) = 0,5
I. Udara untuk proses pembakaran mesin (Q1)
Bila perbedaan temperatur udara luar dan temperatur ruang genset sekitar 10o C.
Q1
= 0,1 m3/min x Hp genset
Q1
= 0,1 m3/min.Hp x 1.072 Hp
= 107 m3/min
= 3.787 Cfm
II. Udara untuk mempertahankan temperatur ruangan oleh panas dari mesin (Q2)
Q2
= 0,5 m3/min x Hp genset
Q2
= 0,5 m3/min.Hp x 1.072 Hp
= 536 m3/min
= 18.927 Cfm
III. Kebutuhan total ventilasi ruangan genset (Qt) per 1.000 kVA
Qt
= Q1 + Q2
Qt
= 643 m3/min
= 22.714 Cfm
Bila Ventilasi mekanis diganti grile, maka kebutuhan area grile (Ag) minimal:
Ag
= m/(bxv)
Ag
= (643 m3/min x 1/60 min/s) / (3 m/s x 0,5)
34
= 7,2 m2 (untuk 1.000 kVA kapasitas genset)

Contoh Ventilasi di ruang Genset

Ventilasi secara mekanis


menggunakan axial fan
Secara Natural menggunakan intake
grille di dinding.

35

Exhaust Radiator Genset

Saluran udara (ducting) setelah radiator genset seharusnya membesar. Pembesaran


yang dianjurkan minimal 25% dari panjang atau lebar radiator genset. Selain itu, ventilasi
natural untuk sirkulasi udara masuk keruang genset melalui grille udara setidaknya
memenuhi luas area minimum dalam perhitungan.
36

Solusi Masalah Sirkulasi Udara dan water


treatment CT
Meskipun untuk water treatment CT mengandung
biocide yang dapat mencegah pertumbuhan
organisme (lumut & ganggang). Akan tetapi apabila
terdapat genangan air diarea CT, maka lamakelamaan di sekitar CT malah menjadi lahan yang
subur untuk tumbuhnya lumut dan tanaman.

Penambahan cerobong udara (hood)


pada unit Air cooled package yang
terletak di AC ledge menjadi solusi thd
masalah sirkulasi udara kondenser
unit37tersebut.

Penggantian kondenser ACC

Penggantian Condenser yang rontok siripsiripnya, dapat meningkatkan kembali efisiensi


Air Cooled Chiller yang sudah berusia > 10 tahun
38

Isolasi yang kalor perlu segera diganti

39

Isolasi
kalor
yang
sudah
lapuk
(kondensasi, robek) perlu diganti agar
temperatur chilled water tetap rendah dan
AC tidak memboroskan listrik.

Masalah Pitting akibat chemical CT

Cairan kimia untuk water treatment Cooling Tower


mengakibatkan pipa dan benda2 logam disekitarnya
berlubang-lubang (pitting) karena korosi. Salah satu cara
yang dilakukan adalah dengan melapisi pipa dengan
resin dan fiber glass serta mengganti sistem water
treatment dengan non chemical.

40

Kerusakan Pressure Diffrential Valve pada


ACC
Karena PDV yang lama rusak tidak
diganti, tekanan yang berlebihan
menyebabkan timbulnya kebocoran
pada sambungan pipa dan valve.
Akibatnya timbul korosi pada valve
dan pipa.

41

Pelaksanaan Program Preventive


Maintenance
Debu tebal di impeler blower AHU
menunjukan tidak jalanya program
preventive maintenance. Usia motor
dan kesehatan penghuni ruangan
terabaikan.

Perawatan AHU (pencucian filter, koil


evaporator dan penggantian V belt /motor
blower) sulit dilakukan tanpa menurunkan
AHU-nya. Akibat dari kurangnya koordinasi
kontraktor pada masa konstruksi.
42

Threeway Valve rusak, chilled water AHU


dibypass

Akibat tidak cukupnya teknisi maka preventive


maintenance
programs
tidak
jalan
dan
menyebabkan bagian dalam ahu ini (Lantai-1)
kotor dan berkarat dan ditambah control valve yg
tidak berfungsi maka chilled water terus mengalir
walaupun ahu off dan kondensasipun terjadi

43

TERIMA KASIH ATAS PERHATIAN ANDA

(Q & A)