Anda di halaman 1dari 3

Tugas Blok 22

Nama : Jeffry Rulyanto Simamora


NIM

: 102011414

1.Pendapat Tentang Kasus Kecelakaan Rasyid Rajasa


Sederetan peristiwa kecelakaan mewarnai kondisi transportasi negeri ini. Contohnya
dari peristiwa kecelakaan sepeda motor dan mobil yang disebabkan oleh kurangnya
kesadaran pengendara dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain, seperti tidak
memakai helm, tidak menggunakan safety belt saat mengendarai mobil, tidak menaati
peraturan lalu lintas, kurangnya tindak tegas dari para aparat hukum serta juga dapat
disebabkan oleh buruknya kondisi jalan. Hal ini cukup memprihatinkan bagi kondisi
transportasi di Indonesia pada saat ini. Selain itu, keselamatan bagi para pengguna
transportasi publik seakan kurang diperhatikan oleh pemerintah dan pihak medis dimana
kurangnya penanganan dan tidakan yang cepat pada korban kecelakaan lalu lintas. Hal-hal ini
sudah pasti mengarah pada meningkatnya angka kecelakaan dan angka kematian korban
kecelakaan lalu lintas.
Musibah kecelakaan yang menimpa Muhammad Rasyid Amirullah Rajasa, putra
Menkoperekonomian Hatta Rajasa tentu bukan good news di awal tahun 2013. Terutama bagi
keluarga besar Hatta, yang berharap tahun baru membawa semangat baru dan capaian baru.
Ada beberapa hal yang menarik di sini, Pertama, apa yang dialami Rasyid bisa menimpa
siapa saja. Setiap hari kita mendengar dan membaca kecelakaan lalu lintas, baik di Jakarta,
kota-kota besar di daerah, hingga luar negeri. Intinya, semakin banyak kendaraan diproduksi,
maka potensi kecelakaan juga meningkat. Sebab di jalanan makin riuh dengan kendaraan
yang ini memerlukan kesiapan fisik dan psikis dari para driver dalam mengemudikannya.
Untuk menekan potensi kecelakaan di waktu mendatang, pengendalian jumlah kendaraan di
jalanan menjadi hal yang mutlak. Caranya salah satunya dengan pajak proresif dan
menaikkan pajak bea impor. Dengan begitu harga mobil akan naik tajam yang akhirnya
membatasi orang untuk membeli.
Kedua, batas angkut kendaraan harus dibatasi sesuai peruntukan dan kemampuan mobil.
Berdasarkan foto yang dirilis sejumlah media memperlihatkan bahwa mobil BMW X-5 yang
dikendarai Rasyid terlihat cukup mulus untuk ukuran kendaraan yang baru terlibat
kecelakaan. Tak ada bumber yang terlepas dan body depan yang koyak parah.
Bahkan headlamp di dua sisi juga masih utuh. Ini mungkin bisa sebagai bahan analisa
kepolisian mengenai spekulasi benturan keras yang masih diperdebatkan. Ketiga, sikap dan
tanggung jawab Rasyid dan Hatta. Sebagaimana pernyataan Rangga Nugraha, saksi mata
yang bersama Rasyid mengevakuasi korban, ia melihat Rasyid langsung keluar dari mobilnya
untuk menyelamatkan korban. Rasyid juga mengatakan akan bertanggungjawab ke polisi dan
yang penting korban dibawa ke rumah sakit dulu. Rangga melihat Rasyid sangat proaktif, dan
diapun tak bisa tinggal diam karena di tol saat itu masih sepi.Saya memiliki pengalaman

empirik saat terlibat kecelakaan di jalan. Hal pertama yang muncul di otak kala itu sesaat
setelah insiden, adalah mencari tahu kondisi kita dan mobil lain yang terlibat. Begitu ada
korban luka-luka, saya langsung menolong secara spontan, walaupun kaki saja juga memar
dan berdarah. Semua tak terasa sampai evakuasi selesai. Setelah itu baru kita
merasa shock dan memerlukan bantuan untuk menenangkan disi secara psikis.
Mungkin itu juga yang dialami Rasyid hingga ia perlu perawatan, yaitu memulihkan
kondisi psikis selain tentu menyembuhkan luka fisik.Sikap senada ditunjukkan oleh Hatta,
dimana ia langsung meminta maaf atas accidentyang melibatkan anaknya dan membawa
korban. Hatta juga langsung mengunjungi keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab.
Mungkin itu sekelumit pendapat dan kisah yang bisa saya tulis terkait kecelakaan Rasyid
Rajasa. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati di
jalan raya.
2. Pendapat Tentang Larangan Ngangkang Bagi Wanita Pengemudi Sepeda Motor
Pemerintah Kota Lhokseumawe dan DPRD Provinsi Aceh menerapkan larangan
khusus bagi perempuan untuk tidak duduk mengangkang jika menjadi penumpang sepeda
motor. Para pejabat Lhokseumawe menilai itu tidak sesuai dengan budaya Aceh, sementara
sejumlah pihak menentangnya karena faktor keselamatan. Saya pribadi tidak setuju karena
peraturan ini sangat tidak masuk akal dan membahayakan keselamatan perempuan ang
dibonceng naik motor khususnya mereka yang berusia lanjut atau pun yang masih muda tetap
sedang sakit. Alasan utama pembuatan tersebut ditenggarai adalah agar derajat wania tidak
direndahkan , agar tidak berpelukan dengan yang bukan muhrimnya ketika dibonceng sepeda
motor, justru terlalu sempit pandangannya jika perda itu diterbitkan untuk menaikkan derajat
perempuan. Karena dengan duduk menyamping, kestabilan dan keseimbangan saat
berkendara akan berkurang. Seharusnya sebelum aturan dibuat, terlebih dahulu harus
memperhatikan aspek keselamatan, baru kepada estetika, norma, dan agama.

3. Trauma Capitis
Trauma kapitis adalah suatu trauma mekanik yang secara langsung atau tidak
langsung mengenai kepala dan mengakibatkan gangguan fungsi neurologis. Penyebab yang
sering adalah kecelakaan lalu lintas dan terjatuh. Seiring dengan kemajuan teknologi,
frekuensi cedera kepala cenderung meningkat. Cedera kepala melibatkan kelompok usia
produktif yaitu antara 15-44 tahun dengan usia rata-rata 30 tahun dan lebih didominasi oleh
laki-laki.
Trauma Kapitis dapat dibagi menurut berat ringannya :
a. Cedera kepala ringan/minor (Hudak & Gallo, 1996)
- GCS : 13-15
- Dapat terjadi kehilangan kesadaran atau amnesia < 30 menit

- Tidak ada fraktur tengkorak


- Tidak ada kontusio serebral
- Tidak ada hematoma
b. Cedera kepala sedang
- GCS : 9-12
- Kehilangan kesadaran atau amnesia > 30 menit tapi < 24 jam
- Dapat mengalami fraktur tengkorak
c. Cedera kepala berat
- GCS : 3-8
- Kehilangan kesadaran atau amnesia > 24 jam
- Juga meliputi kontusio serebral
- Laserasi
- Hematoma intracranial
Gejala yang muncul bergantung pada jumlah dan distribusi cedera otak
a. Penurunan kesadaran
b. Nyeri setempat
c. Sukar bangun dan bicara
d. Muntah
e. Kelemahan pada suatu sisi tubuh tiba-tiba
f. Pembengkakan pada daerah fraktur
g. Abnormalitas pupil
h. Perubahan tanda-tanda vital.