Anda di halaman 1dari 17

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Hasil Penelitian Terdahulu


Beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan berkaitan dengan pengaruh
dividen per share (DPS) dan earning per share (EPS) terhadap perubahan harga saham
adalah sebagai berikut :
1. Ahmad Nurdian Ardiana ( 2009 )
Melakukan penelitian dengan judul. Pengaruh Informasi Laba dan Komponen Arus
Kas Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Yang Termasuk Dalam Kelompol LQ
45. Hasil dari penelitiannya mengatakan informasi laba akuntansi berpengaruh
positif terhadap harga saham.
2. Fena Ulfa Aulia
Melakukan penelitian dengan judul Pengaruh informasi arus kas dan laba bersih
perusahaan terhadap expected return saham pada perusahaan LQ-45 yang listing di
bursa efek Indonesia (BEI) periode Februari 2004-Januari 2008 Hasil dari
penelitiannya menunjukkan bahwa informasi arus kas dan laba bersih secara
simultan berpengaruh signifikan terhadap expected return saham. Hal ini berarti
investor sebaiknya menggunakan informasi laporan keuangan arus kas dan laba
bersih sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan investasi terkait dengan
tingkat expected return saham.
3. Muspitasari, Universitas Muhammadiyah Gresik ( 2008 )
Dengan judul Analisis Hubungan Laba Akuntansi Dan Arus Kas Terhadap Harga
Saham. Dan hasil penelitiannya adalah bahwa laba akuntansi. (X1) dan arus kas
(X2) tidak berpengaruh secara simultan terhadap harga saham (Y).

4. AFIQOH AGUSTIN ( 2008 )


Dalam skripsinya Afiqoh meneliti Pengaruh Laba Dan Arus Kas Operasi Terhadap
Harga Saham Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Di Jakarta Islamic Index
Periode 2002-2005. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa laba operasi terbukti
secara signifikan mempengaruhi harga saham dan memiliki hubungan yang positif
terhadap harga saham.

2.2.

Landasan Teori

2.2.1.

Laporan Keuangan
Mereka yang mempunyai kepentingan terhadap perkembangan suatu
perusahaan sangatlah perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan tersebut.
Dimana kondisi keuangan suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangannya.
Laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji bagi suatu perusahaan, tetapi
juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan
tersebut, dimana hasil analisa tersebut pihak pihak yang berkepentingan
mengambil suatu keputusan yang tepat.

2.2.1.1. Pentingnya laporan Keuangan


Laporan keuangan adalah ringkasan dari proses akutansi selama tahun buku
yang bersangkutan yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data
keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan
terhadap data atau aktivitas perusahaan tersebut.
Pada umumnya laporan keuangan terdiri dari neraca dan perhitungan rugi laba
serta laporan perubahan modal, dimana neraca menggambarkan jumlah aktiva,

hutang dan modal dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu, sedangkan laporan
rugi laba memperlihatkan hasil- hasil yang telah dicapai oleh perusahaan serta biaya
yang terjadi selama periode tertentu dan laporan perubahan modal menunjukan
sumber dan penggunaan atau alasan-alasan yang menyebabkan perubahan modal
perusahaan. Selain diatas laporan keuangan juga sering mengikut sertakan laporan
lain yang sifatnya membantu untuk memperoleh keterangan lebih lanjut, diantara
laporan tersebut adalah laporan perubahan modal kerja, laporan sumber dan
penggunaan kas (laporan arus kas), laporan sebab-sebab perubahan laba kotor,
laporan biaya produksi serta daftar-daftar lainnya.

2.2.1.2. Tujuan Laporan Keuangan


Laporan keuangan dibuat untuk suatu tujuan dimana tertuang dalam Prinsip
akutansi Indonesia 1984 mengenai tujuan-tujuan tersebut adalah sebagai berikut:
a.

Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai sumbersumber ekonomi dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.

b.

Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam


sumber ekonomi neto (sumber dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang
timbul dari aktivitas perusahaan dalam rangka memperoleh laba.

c.

Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan


di dalam mengestimasi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.

d.

Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam


sumber-sumber ekonomi dan kewajiban seperti informasi mengenai aktivitas
pembelanjaan dan penanaman.

e.

Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan


dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan,
seperti informasi mengenai kebijaksanaan akutansi yang dianut perusahaan.

2.2.1.3. Manfaat Laporan Keuangan


Laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting untuk mendapatkan
informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang dicapai oleh
perusahaan. Data keuangan tersebut akan lebih berarti jika diperbandingkan dan
dianalisis lebih lanjut sehingga dapat diperoleh data yang dapat mendukung
keputusan yang diambil. Adapun pihak-pihak yang memperolah manfaat dari laporan
keuangan suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Pemilik perusahaan.
Pemilik

perusahaan

sangat

berkepentingan

terhadap

laporan

keuangan

perusahaannya, karena dengan laporan keuangan tersebut pemilik perusahaan


akan dapat menilai sukses tidaknya manajer dalam memimpin perusahaannya.
Dan kesuksesan seorang manajer biasanya dinilai atau diukur dengan laba yang
diperoleh perusahaan.

2. Manajer atau pimpinan perusahaan.


Bagi

manajer

perusahaan,

laporan

keuangan

merupakan

alat

untuk

mempertanggungjawabkan kepada para pemilik perusahaan atas kepercayaan


yang telah diberikan kepadanya. Selain itu laporan keuangan juga dapat
digunakan oleh manajer untuk :
a) Mengukur tingkat biaya dari berbagai tingkat kegiatan perusahaan.

b) Untuk menentukan atau mengukur efisiensi tiap tiap bagian, proses atau
produksi serta untuk menentukan derajat keuntungan yang dapat dicapai oleh
perusahaan yang bersangkutan.
c) Untuk menilai dan mengukur hasil kerja tiap tiap individu yang telah diserahi
wewenang dan tanggung jawab.
d) Untuk menentukan perlu tidaknya digunakan kebujaksanaan atau prosedur
yang baru untuk mencapai hasil yang lebih baik.
3. Para investor
Sebagai bahan pertimbangan untuk mengetahui jaminan investasinya dan untuk
mengetahui kondisi kerja atau kondisi keuangan jangka pendek perusahaan
tersebut.
4. Para kreditur atau bankers.
Para kreditur atau bankers sangat berkepentingan atas laporan keuangan
perusahaan dalam mengambil keputusan untuk member atau menolak permintaan
kredit dari suatu perusahaan.
5. Pemerintah
Pemerintah sangat berkepentingan dengan laporan keuangan perusahaan,
disamping untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung perusahaan
juga sanagt diperlukan oleh Biro Pusat Statistik, Dinas Perindustrian, Perdagangan
dan Tenaga Kerja untuk dasar perencanaan pemerintah. Jadi, melalui laporan
keuangan akan dapat dinilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
kewjiban jangka pendeknya, struktur modal perusahaan, keefektifan penggunaan
aktiva, hasil usaha atau pendekatanyang telah dicapai, beban beban yang harus
dibayar, serta nilai nilai buku tiap lembar saham perusahaan yang bersangkutan.

2.2.2.

Laba Perusahaan

2.2.2.1. Pengertian Laba Bersih


Pengertian laba secara umum adalah selisih dari pendapatan di atas biayabiayanya dalam jangka waktu (perioda) tertentu. Laba sering digunakan sebagai
suatu dasar untuk pengenaan pajak, kebijakan deviden, pedoman investasi serta
pengambilan keputusan dan unsur prediksi (Harnanto, 2003: 444). Dalam teori
ekonomi, para ekonom mengartikan laba sebagai suatu kenaikan dalam kekayaan
perusahaan, sedangkan dalam akuntansi, laba adalah perbedaan pendapatan yang
direalisasi dari transaksi yang terjadi pada waktu dibandingkan dengan biaya-biaya
yang dikeluarkan pada periode tertentu (Harahap, 1997).
Laba adalah kenaikan modal (aktiva bersih) yang berasal dari transaksi
sampingan atau transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua
transaksi atau kejadian lain yang mempunyai badan usaha selama satu periode,
kecuali yang timbul dari pendapatan (revenue) atau investasi pemilik (Baridwan,
1992: 55). Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai prestasi
perusahaan atau sebagai dasar ukuran penilaian yang lain, seperti laba per lembar
saham. Unsur-unsur yang menjadi bagian pembentuk laba adalah pendapatan dan
biaya. Dengan mengelompokkan unsur-unsur pendapatan dan biaya, akan dapat
diperoleh hasil pengukuran laba yang berbeda antara lain: laba kotor, laba
operasional, laba sebelum pajak, dan laba bersih.
Pengukuran laba bukan saja penting untuk menentukan prestasi perusahaan
tetapi penting juga penting sebagai informasi bagi pembagian laba dan penentuan
kebijakan investasi. Oleh karena itu, laba menjadi informasi yang dilihat oleh banyak
seperti profesi akuntansi, pengusaha, analis keuangan, pemegang saham, ekonom,
fiskus, dan sebagainya (Harahap, 2001: 259). Laba merupakan elemen yang paling

menjadi perhatian pemakai karena angka laba diharapkan cukup kaya untuk
merepresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. Sesuai dengan judul yang
diambil, pengertian laba bersih (EAT), yaitu hasil pengurangan laba kotor dengan
beban yang harus ditanggung selama perusahaan beroperasi, yaitu beban penjualan,
beban administrasi umum, beban bunga dan pajak.Dari sudut pandang perekayasa
akuntansi, konsep laba dikembangkan untuk memenuhi tujuan menyediakan
informasi tentang kinerja perusahaan secara luas. Sementara itu, pemakai informasi
mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Teori akuntansi laba menghadapi dua
pendekatan : satu laba untuk berbagai tujuan atau beda tujuan beda laba. Teori
akuntansi diarahkan untuk memformulasi laba dengan pendekatan pertama. Konsep
dalam tataran semantik meliputi pemaknaan laba sebagai pengukur kinerja,
pengkonfirmasi harapan investor, dan estimator laba ekonomik. Meskipun akuntansi
tidak harus dapat mengukur dan menyajikan laba ekonomik, akuntansi paling tidak
harus menyediakan informasi laba yang dapat digunakan pemakai untuk mengukur
laba ekonomik yang gilirannya untuk menentukan nilai ekonomik perusahaan.

2.2.2.2. Perhitungan Laba Bersih


Laba Bersih yaitu hasil pengurangan laba kotor dengan beban yang harus
ditanggung selama perusahaan beroperasi, yaitu beban penjualan dan beban
administrasi umum. Yang dihitung dalam satuan rupiah (Rp).
Laba Bersih = (( Laba Kotor Beban Usaha ) Beban bunga ) Pajak ))

2.2.3.

Free Cash Flow

2.2.3.1. Pengertian Free Cash Flow

Laporan arus kas (statement of cash flows) merupakan laporan yang


melaporkan dampak dari aktivitas-aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan oleh
perusahaan pada arus selama satu periode akuntansi (Brigham and Houston:59).
Laporan ini memisahkan aktivitas-aktivitas menjadi tiga kategori:
1. Aktivitas operasi,yang meliputi laba bersih, depresiasi dan perubahan dalam aktiva
lancar dan kewajiban lancar diluar kas dan utang jangka pendek.
2. Aktivitas investasi, yang meliputi kas atau penjualan aktiva tetap
3. Aktivitas pendanaan, yang meliputi kas yang dihimpun selama tahun berjalan
dengan menerbitkan utang jangka pendek, utang jangka panjang atau saham.
Brigham dan Houston (2006) mendefinisikan free cash flow sebagai arus kas
yang tersedia untuk didistribusikan kepada seluruh investor (pemegang saham dan
pemilik utang) setelah perusahaan menempatkan seluruh investasinya pada aktiva
tetap,

produk-produk

baru

dan

modal

kerja

yang

dibutuhkan

untuk

mempertahankan operasi yang sedang berjalan.


Pengertian di atas memiliki makna senada yaitu menjelaskan adanya dana
berlebih di perusahaan yang seharusnya didistribusikan kepada para pemegang
saham dimana keputusan pendistribusian ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan
manajemen.

2.2.3.2. Perhitungan Free Cash Flow


Brigham dan Houston (2006 : 67)
Arus kas operasi adalah NOPAT plus semua penyesuaian non kas yang disajikan
dalam laporan arus kas dan depresiasi adalah satu satunya pembebanan non kas.
Dengan catatan arus kas operasi ini dihitung atas dasar setelah pajak.
Arus kas operasi = NOPAT + Depresiasi dan amortisasi

Dimana : NOPAT = EBIT ( 1 Tarif Pajak )


FCF = Arus kas operasi Investasi bruto pada modal operasi

Dimana :
Investasi bruto pada modal operasi = Investasi bersih + Depresiasi dan
amortisasi.
Jika mengurangkan depresiasi dan amortisasi dari kedua arus kas opersi dan
investasi bruto pada modal operasi, maka akan mendapatkan persamaan :
FCF = NOPAT Investasi bersih pada modal operasi

Dimana :
Investasi bersih pada modal operasi = Investasi bruto Depresiasi dan amortisasi

2.2.4.

Pengertian Saham
Salah satu alternatif investasi yang dapat dilakukan oleh investor adalah
dengan membeli saham (shares). Apabila seorang investor membeli saham, maka ia
akan menjadi pemilik dan disebut sebagai pemegang saham (shareholders)
perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Investasi dalam saham, berarti
seseorang atau badan ikut serta menjadi pemilik perusahaan yang menerbitkan saham
tersebut dimana hak kepemilikannya terbatas pada besarnya investasi atau jumlah
saham yang dimiliki.
Menurut Martono dan Harjito (2005 : 367) dinyatakan bahwa : Saham adalah
surat bukti atau tanda penyertaan modal pada suatu perseroan terbatas.

Menurut Tandellin (2004 : 18) dinyatakan bahwa : Saham adalah surat bukti
bahwa kepemilikan atas asset-asset perusahaan yang menerbitkan saham.
Dari pengertian diatas, bahwa saham adalah surat berharga yang merupakan
suatu bukti kepemilikan terhadap suatu perseroan terbatas.

2.2.4.1.

Jenis-Jenis Saham
Menurut Martono dan Harjito (2005 : 367) ada beberapa jenis saham dalam
praktek, yang dapat dibedakan menurut cara peralihan dan manfaat yang diperoleh
para pemegang saham, antara lain yaitu :
a.

Jenis saham menurut cara pengalihannya


Ditinjau menurut cara pengalihannya, saham dibedakan menjadi :
1. Saham atas unjuk (brearer stock)
Di atas sertifikat ini tidak dituliskan nama pemiliknya. Dengan pemilikan
saham atas unjuk, seseorang pemilik sangat mudah untuk mengalihkan atau
memindahkannya kepada orang lain karena sifatnya mirip dengan uang.
Pemilik saham atas unjuk harus berhati-hati membawa dan menyimpannya,
karena kalau saham tersebut hilang, maka pemilik tidak dapat memintakan
gantinya.
2. Saham atas nama (registered stock)
Di atas sertifikat saham ditulis nama pemiliknya. Cara peralihan dengan
dokumen peralihan dan kemudian nama pemiliknya dicatat dalam buku
perusahaan yang khusus memuat daftar nama pemegang saham. Kalau
sertifikat ini hilang, pemilik dapat meminta ganti.

b.

Jenis saham menurut manfaatnya


1. Saham Biasa

Saham biasa (common stock atau common share) biasanya selalu ada dalam
struktur modal saham. Jenis-jenis saham biasa antara lain:
a. Saham unggulan (blue chips)
Yaitu saham yang diterbitkan besar, yang telah memperlihatkan
kemampuan dalam memperoleh keuntungan dan pembayaran dividen.
b. Growth Stock
Yaitu saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang laba dan pangsa
pasarnya mengalami perkembangan.
c. Emerging growth stock
Yaitu saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang relatif lebih kecil
tetapi mempunyai daya tahan yang kuat dalam kondisi ekonomi yang
kurang baik.
d. Income stock
Yaitu saham yang membayar dividen melebihi jumlah rata-rata
pendapatan.
e. Cyclical stock
Yaitu saham perusahaan yang mmpunyai keuntungan berfluktuasi dan
sangat dipengaruhi oleh siklus usaha.
f. Defensive stock
Yaitu saham perusahaan yang dapat bertahan dan tetap stabil dari
periode atau kondisi yang tidak menentu.
g. Speculative stock
Yaitu pada prinsipnya semua saham yang diperdagangkan adalah saham
spekulatif, karena pada waktu membeli tidak ada kepastian keuntungan
yang akan kita dapat.

2. Saham Preferen
Saham preferen (preferred stocks) dalam praktek terdapat beberapa jenis
yaitu :
a. Cumulative preferred stock
Saham preferen jenis ini memberikan hak kepada pemiliknya atas
pembagian dividen yang sifatnya kumulatif dalam suatu presentase atau
jumlah tertentu. Sehingga jika pada tahun dividen yang dibayarkan tidak
mencukupi atau tidak dibayar sama sekali, maka hal ini diperhitungkan
pada tahun-tahun berikutnya.
b. Non cumulative stock
Pemegang saham jenis ini mendapat prioritas dalam pembagian dividen
sampai pada suatu presentase atau jumlah tertentu, tetapi tidak kumulatif.
c. Parcipating preferred stock
Pemilik saham ini selain memperoleh dividen tetap juga memperoleh
dividen tambahan (extra dividend).

2.2.4.2.

Harga Pasar Saham


Harga pasar saham yang terjadi di pasar modal ditentukan oleh pelaku pasar.
Ada beberapa pengertian harga pasar saham yang dikemukakan oleh beberapa ahli,
yaitu :
Menurut Martono dan Harjito (2005 : 235) dinyatakan bahwa :
Nilai per lembar saham merupakan harga yang berlaku sekarang dimana saham
diperdagangkan.
Menurut Sartono (2001 : 70) dinyatakan bahwa :

Harga pasar saham terbentuk melalui mekanisme permintaan dan penawaran di


pasar modal.
Dari pengertian diatas, bahwa harga pasar saham merupakan harga yang
berlaku untuk suatu saham pada saat saham tersebut diperdagangkan dipasar modal.

2.2.4.3.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Saham


Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham menurut
Weston dan Brigham (2001 : 26) adalah :
1. Proyeksi laba per lembar saham
2. Saat diperolehnya saham
3. Tingkat resiko dari proyeksi laba
4. Proporsi hutang terhadap ekuitas
5. Kebijakan pembagian dividen
6. Kendala eksternal seperti tingkat kegiatan perekonomian pada umumnya dan
keadaan bursa saham
Dalam melakukan investasi di pasar modal, investor harus benar-benar
menyadari bahwa disamping akan memperoleh keuntungan, namun tidak menutup
kemungkinan mereka akan mengalami kerugian. Keuntungan atau kerugian tersebut
sangat dipengaruhi oleh kemampuan investor menganalisis keadaan harga saham
serta kemungkinan turun naiknya harga saham tersebut.

2.2.4.4.

Analisis Pendekatan Harga Saham


Pendekatan penilaian saham merupakan pendekatan yang digunakan untuk
melakukan analisis saham. Menurut Ahmad (2004 : 81) ada dua pendekatan dasar,
yaitu :

1.

Analisis Fundamental
Analisis ini mempelajari brosur atau data-data industri perusahaan,
penjualan, kekayaan, pendapatan, produk dan penyerapan pasar, evaluasi
manajemen

perusahaan,

membandingkan

dengan

pesaingnya

dan

memperkirakan nilai intrinsik dari perusahaan tersebut.


Analisis Fundamental mencoba memperkirakan harga saham dimasa yang
akan datang dengan :
a. Mengestimasi

nilai

faktor-faktor

fundamental

yang

diperkirakan

mempengaruhi harga saham dimasa yang akan datang, seperti : penjualan,


kebijakan deviden dan lain sebagainya.
b. Menerapkan hubungan variabel-variabel tersebut dalam suatu model hingga
diperoleh taksiran harga saham.
Banyaknya

faktor

yang

mungkin

mempengaruhi

harga

saham

membutuhkan beberapa tahapan analisis dalam melakukan analisis fundamental.


Tahapan yang dilakukan meliputi analisis :
a. Kondisi makro ekonomi atau kondisi pasar
b. Kondisi industri perusahaan
c. Kondisi spesifik perusahaan
2.

Analisis Teknikal
Analisis ini merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham (kondisi
pasar) dengan mengamati perubahan harga saham tersebut (kondisi pasar)
diwaktu yang lalu. Analisis teknikal dapat dilakukan untuk saham-saham
individual ataupun untuk kondisi pasar secara keseluruhan. Pada umumnya
menggunakan chart (grafik-grafik), dengan nama pola yang satu dengan yang
lain berbeda.

2.2.4.5.

Indeks LQ 45
Indeks LQ 45 adalah nilai kapitalisasi pasar dari 45 saham yang paling likuid
dan memiliki nilai kapitalisasi yang besar hal itu merupakan indikator likuidasi.
Indeks LQ 45, menggunakan 45 saham yang terpilih berdasarkan Likuiditas
perdagangan saham dan disesuaikan setiap enam bulan (setiap awal bulan Februari
dan Agustus). Dengan demikian saham yang terdapat dalam indeks tersebut akan
selalu berubah.
Beberapa kriteria - kriteria seleksi untuk menentukan suatu emiten dapat masuk
dalam perhitungan indeks LQ 45 adalah :
1. Kriteria yang pertama adalah
a. Berada di TOP 95 % dari total rata rata tahunan nilai transaksi saham di
pasar reguler.
b. Berada di TOP 90 % dari rata rata tahunan kapitalisasi pasar.
2. Kriteria yang kedua adalah :
a.

Merupakan urutan tertinggi yang mewakili sektornya dalam klasifikasi


industri BEJ sesuai dengan nilai kapitalisasi pasarnya.

b. Merupakan urutan tertinggi berdasarkan frekuensi transaksi (Tjiptono, 2001,


p. 95-96).
Indeks LQ 45 hanya terdiri dari 45 saham yang telah terpilih melalui
berbagai kriteria pemilihan, sehingga akan terdiri dari saham-saham dengan
likuiditas dan kapitalisasi pasar yang tinggi. Saham-saham pada indeks LQ 45 harus
memenuhi kriteria dan melewati seleksi utama sebagai berikut :
1.

Masuk dalam ranking 60 besar dari total transaksi saham di pasar reguler
(rata-rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir).

2.

Ranking berdasar kapitalisasi pasar (rata-rata kapitalisasi pasar selama 12


bulan terakhir)

3.

Telah tercatat di BEJ minimum 3 bulan

4.

Keadaan keuangan perusahaan dan prospek pertumbuhannya, frekuensi dan


jumlah hari perdagangan transaksi pasar reguler.
Saham-saham yang termasuk didalam LQ 45 terus dipantau dan setiap enam

bulan akan diadakan review (awal Februari, dan Agustus). Apabila ada saham yang
sudah tidak masuk kriteria maka akan diganti dengan saham lain yang memenuhi
syarat. Pemilihan saham - saham LQ 45 harus wajar, oleh karena itu BEJ
mempunyai komite penasehat yang terdiri dari para ahli di BAPEPAM, Universitas,
dan Profesional di bidang pasar modal. (factbook 1997, Jakarta Stock Exchange).

2.3.

Kerangka Pemikiran
Berdasarkan teori yang telah dikemukakan sebelumnya maka dapat
digambarkan dengan kerangka pemikiran sebagai berikut :
Gambar 2.3 Konsep Kerangka Pemikiran
Laba
Bersih
(EAT)
Harga Saham
Free Cash
Flow
(FCF)

2.4.

Hipotesis
Hipotesis

adalah

kesimpulan

sementara

yang

harus

dibuktikan

kebenarannya, berdasarkan pokok permasalahan diatas maka rumusan hipotesisnya


adalah :
1.

Diduga bahwa laba bersih (EAT) berpengaruh terhadap harga saham LQ 45 di


BEI pada satu bulan, satu minggu, dan dua minggu setelah pengumuman
laporan keuangan 2008 .

2.

Diduga bahwa free cash flow (FCF) berpengaruh terhadap harga saham LQ 45
di BEI pada satu bulan, satu minggu, dan dua minggu setelah pengumuman
laporan keuangan 2008 .

3.

Diduga bahwa laba bersih (EAT) dan free cash flow (FCF) berpengaruh
terhadap harga saham LQ 45 di BEI pada satu bulan, satu minggu, dan dua
minggu setelah pengumuman laporan keuangan 2008 .