Anda di halaman 1dari 49

Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015 PERSIAPAN UJIAN NASIONAL Program Keahlian : Teknik Produksi dan Penyiaran Program

PERSIAPAN UJIAN NASIONAL

Program Keahlian :

Teknik Produksi dan Penyiaran Program Pertelevisian (TP4) Tahun Pelajaran 2014/2015

Program Pertelevisian (TP4) Tahun Pelajaran 2014/2015 ASOSIASI GURU BROADCAST INDONESIA (AGBI) Sekretariat: Ruko

ASOSIASI GURU BROADCAST INDONESIA (AGBI)

Sekretariat:

Ruko Tran Depok Cyber Village No. 26 Jl. KSU Kebon Duren Kalimulya Depok Tel. 021 2950 2660 E mail: agbi.org@gmail.com | CP: 0813 1880 2882 / 0856 1400277

Persiapan Ujian Nasional 2015

KISI-KISI SOAL TEORI KEJURUAN TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Teknik Produksi dan Penyiaran Program Pertelevisian

 

Standar Kompetensi Lulusan

Kode

Kemampuan yang Diuji

Materi

Indikator Soal

No

SKKD

Pokok

1

2

3

4

5

6

1

Memahami teknik dasar elektronika analog dan digital

DKK-1

Menjelaskan komponen perangkat elektronika

Komponen

Disajikan salah satu komponen elektronika. Peserta Didik menjelaskan fungsi komponen perangkat elektronika tersebut

elektronika

 

Menghitung konversi bilangan digital

Konversi

Ditentukan angka bilangan biner atau desimal. Peserta Didik menghitung konversi bilangan biner ke bilangan decimal atau sebaliknya

bilangan

2

Memahami sistem

DKK-2

Mengidentifikasi spesifikasi perangkat keras komputer

Perangkat

Disajikan salah satu komponen perangkat keras komputer. Peserta Didik mampu mengidentifikasi fungsi perangkat keras pada peripheral komputer

operasi

keras

komputer

3

Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)

DKK-3

Mengidentifikasi

K 3

Disajikan uraian tujuan penerapan K3. Peserta Didik mampu mengidentifikasi sasaran penerapan K3: untuk crew, lingungan kerja, peralatan atau efektivitas produksi

prosedur kesehatan

dan keselamatan

 

kerja

4

Menjelaskan dasar- dasar teknologi TV

KK-1

Menjelaskan

Teknologi TV

Disajikan peralatan produksi program TV. Peserta Didik dapat menjelaskan fungsi peralatan teknologi TV

peralatan produksi

 

program TV

5

Menulis naskah drama

KK-2

Mengurutkan

Skenario

Disajikan urutan penulisan skenario secara acak. Peserta Didik dapat mengurutkan tahapan pembuatan skenario yang benar

Tahapan membuat

skenario

6

Menulis naskah non drama

KK-3

Menentukan naskah berita

Naskah

Disajikan sebuah ringkasan peristiwa. Peserta Didik dapat menentukan unsur 5 W + 1 H yang tepat pada peristiwa tersebut.

Berita

7

Membuat desain

KK-4

Mengidentifikasi

Desain

Disajikan uraian job desk berbagai divisi secara acak. Peserta Didik dapat mengelompokan job desk sesuai divisi yang dimaksudkan.

produksi

desain produksi

Produksi

8

Melakukan hunting

KK-5

Menjabarkan

Hunting

Peserta Didik bisa menjabarkan kriteria lokasi shooting sesuai naskah

lokasi

persyaratan dan

lokasi

kriteria lokasi

9

Melakukan proses

KK-6

Menentukan jenis

Casting

Peserta Didik dapat menentukan jenis-jenis casting

casting

casting

10

Menentukan kru

KK-7

Menjelaskan cara memilih kru produksi

Tim produksi

Peserta Didik bisa menjabarkan tanggung jawab kru produksi program Nondrama (talk show, variety show atau game)

produksi

11

Melaksanakan tata

KK-8

Menentukan jenis

Jenis-jenis

Disajikan ilustrasi. Siswa dapat menentukan jenis make up yang dimaksud

artistik

make up

make up

Persiapan Ujian Nasional 2015

     

Mengidentifikasi elemen mise en scene

Mise en

Peserta Didik mampu mengidentifikasi elemen mise en scene

scene

12

Menerapkan Scenic Art untuk Screen

KK-9

Menghitung skala pada floor plan

Floor plan

Peserta Didik dapat menghitung skala ukuran floor plan

Menetapkan warna

Warna

Peserta Didik dapat menjelaskan psikologi pemilihan warna

pada set

mengidentifikasi jenis property

Property

Peserta Didik dapat menjelaskan jenis-jenis properti

13

Menggunakan peralatan tata cahaya

KK-10

Menjelaskan peralatan tata cahaya

Tata Cahaya

Peserta Didik dapat menentukan jenis tata cahaya dalam pembuatan program TV

Peserta Didik dapat menjelaskan basic lighting

Peserta Didik dapat menjelaskan fungsi filter lampu

Peserta Didik mampu menjelaskan perangkat pendukung tata cahaya

14

Menggunakan peralatan audio

KK-11

Mengidentifikasi

Tata Suara

Peserta Didik dapat menjelaskan jenis-jenis suara yang digunakan dalam program TV drama

dasar-dasar tata

 

suara

Disajikan gambar mikrofon beserta pola penerimaanya. Peserta Didik dapat menentukan pola penerimaan mikrofon yang dimaksud

Peserta didik dapat menerangkan cara penempatan mikrofon yang benar

15

Mengoperasikan kamera foto

KK-12

Mengidentifikasi dasar-dasar fotografi

Fotografi

Disajikan gambar kamera foto beserta nomornya. Peserta Didik dapat menyebutkan identitas bagian yang diberi nomor tersebut.

Disajikan materi dasar fotografi :

ISO, Eksposure, Diafragma, Focal Length dsb. Peserta Didik dapat mengidentifikasi fungsi yang dimaksudkan terhadap hasil pemotretan

16

Mengoperasikan kamera video

KK-13

Menerangkan

Videografi

Disajikan gambar kamera video berikut penomorannya, peserta Didik dapat menyebutkan anatomi kamera video beserta fungsinya

pengoperasian

 

kamera video

Peserta didik dapat menjelaskan Simbol-simbol pada kamera video

Peserta Didik dapat mengidentifikasi format kamera video

Peserta Didik dapat menjelaskan fungsi lensa kamera video berdasarkan jenisnya

Persiapan Ujian Nasional 2015

         

Peserta Didik mampu menjelaskan fungsi perangkat pendukung kamera video

17

Menganalisis fokus

KK-14

Mengatur focus

Videografi

Peserta Didik dapat menjelaskan focus maupun out focus

selama produksi

18

Menggunakan cakupan kamera video

KK-15

Menetapkan

Videografi

Peserta Didik dapat menetapkan prosedur standar operasional kamera video

prosedur cakupan

 

kamera video

19

Merancang koordinasi produksi program acara

KK-16

Menjabarkan proses produksi single dan multi kamera

Desain

Peserta Didik mampu menjabarkan proses produksi Single atau Multi kamera

Produksi

20

Melakukan penyutradaraan pada produksi program acara

KK-17

Mengidentifikasi aturan 180 derajat

Penyutradar

Disajikan beberapa gambar penempatan kamera beserta objeknya. Peserta Didik mampu mengidentifikasi aturan 180 derajat yang benar

aan

21

Memahami proses

KK-18

Mengidentifikasi urutan pengambilan gambar

Type Of Shot

Disajikan urutan gambar dengan ukuran shot yang berbeda. Peserta Didik mampu mengidentifikasi type of shoot berdasarkan urutannya.

produksi

22

Mengoperasikan mesin editing

KK-19

Mengidentifikasi teknik editing pada program TV

Editing

Peserta Didik menyebutkan salah satu kelebihan menggunakan perangkat editing linear/nonlinear

Peserta didik dapat mengidentifikasi tugas editor pada tahapan praproduksi, produksi, dan pascaproduksi

Disajikan deskripsi salah satu bentuk/transisi editing. Peserta didik dapat menjelaskan bentuk/transisi editing

Disajikan urutan tahapan editing secara acak. Peserta didik dapat menyusun tahapan editing dengan benar

Disajikan penjelasan salah satu penerapan prinsip editing. Siswa dapat menjelaskan kontinuitas editing

Persiapan Ujian Nasional 2015

LATIHAN SOAL DAN PEMBAHASANNYA

1. Komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan elektron-elektron selama waktu yang tidak tertentu adalah

A. Resistor

D. Transistor

B. Isolator

E. Konduktor

C. Kapasitor

Kapasitor adalah komponen elektronika yang mempunyai kemampuan menyimpan elektron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Isolator adalah suatu bahan yang memiliki hantaran listrik yang kecil.

2. Nyatakanlah sistem bilangan desimal berikut dalam sistem bilangan biner

A. 10

D. 101

B. 11

E. 110

C. 100

Sistem bilangan

desimal

Sistem bilangan

biner

0

1

2

3

4

5

6

7

bilangan desimal Sistem bilangan biner 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 10
bilangan desimal Sistem bilangan biner 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 10
bilangan desimal Sistem bilangan biner 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 10
bilangan desimal Sistem bilangan biner 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 10
bilangan desimal Sistem bilangan biner 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 10
bilangan desimal Sistem bilangan biner 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 10
bilangan desimal Sistem bilangan biner 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 10
bilangan desimal Sistem bilangan biner 0 1 2 3 4 5 6 7 0 1 10

0

1

10

11

100

101

110

111

4
4

3. Komponen-komponen berikut yang mendukung sistem operasi, Kecuali

 

A.

Manajemen proses

D. Manajemen I/O

B.

Manajemen memori utama

E. Manajemen blok

C.

Manajemen berkas/file

komponen-komponen yang mendukung sistem operasi :

1.

Manajemen proses

 

2.

Manajemen memori utama

3.

Manajemen berkas/file

4.

Manajemen I/O

5.

Manajemen penyimpanan sekunder

6.

Jaringan

7.

Sistem Proteksi

 

8.

Command Interpreter System

4.

Terminal penerima sinyal dari satelit disebut ….

A. Downlink

D. Pemancar TV

B. Receiver

E. Antene

C. Uplink

Receiver adalah perangkat terminal penerima sinyal televisi. Pemancar Televisi adalah perangkat terminal pengirim sinyal ke satelit. Uplink adalah peristiwa transmisi (pengiriman) data melalui frekuensi radio ke suatu satellite dari stasiun bumi. Downlink adalah peristiwa transmisi (penerimaan) data melalui frekuensi radio dari suatu satellite ke stasiun bumi.

Persiapan Ujian Nasional 2015

A. Drama

D. Komedi

B. Non Drama

E. Serial

C. News

Berikut ini contoh program-program TV yang menggunakan naskah non drama :

- Talkshow

- Kuis

- Games show

- Magazine

- dll

6. Perbedaan synopsis dan treatment adalah ….

A.

Synopsis merupakan garis besar cerita sedangkan treatment isi detail cerita

B.

Synopsis merupakan isi detail cerita sedangkan treatment ide dasar cerita

C.

Synopsis merupakan garis besar cerita sedangkan treatment uraian dari setiap adegan

D.

Synopsis merupakan uraian dari setiap adegan sedangkan treatment dialog setiap pemain

E.

Synopsis merupakan dialog setiap pemain sedangkan treatmen garis besar cerita

Synopsis adalah ringkasan atau garis besar dari isi keseluruhan cerita sedangkan, Treatment adalah alur cerita dalam setiap adegan para tokohnya dalam secara kasar dan belum ada dialog.

7. Langkah penyusunan naskah setelah merumuskan ide adalah

A. Riset

B. Penulisan outline

C. Penulisan sinopss

D. Penulisan treatment E. Penulisan naskah

Langkah penulisan sebuah program video biasanya terdiri dari serangkaian kegiatan yaitu :

Merumuskan ide

Riset

Penulisan outline

Penulisan sinopsis

Penulisan treatment

Penulisan naskah

Reviu naskah

Finalisasi naskah

8. Production meeting dilaksanakan pada tahapan

 

A. Riset

D. Pasca produksi

B. Pra produksi

E. Evaluasi

C. Produksi

Kegiatan yang dilakukan pada tahap pra produksi :

Ide s/d skenario

Pembentukan kru produksi

Approach (casting) para pemeran

Mempelajari skenario

Hunting / penentuan lokasi

Bedah skenario

Pembuatan rancangan produksi

Pertemuan divisi divisi

Production meeting

Script confrence

Cek Keseluruhan Persiapan

9.

Berikut ini divisi pada proses produksi, kecuali

A.

Divisi Manajemen produksi

D. Divisi Tekhnik

B.

Divisi Penyutradaraan

E. Divisi Editing

Divisi divisi pada proses produksi :

1. Divisi Manajemen Produksi

2. Divisi Penyutradaraan

3. Divisi Artistik

4. Divisi Teknik

Persiapan Ujian Nasional 2015

10. Crew yang bertugas untuk menginterpretasikan naskah ke dalam visual adalah

A.

B.

C. Kameraman

Produser

Sutradara

D. Penulis Naskah E. Editor

Adapun rincian tugas-tugas sutradara adalah :

Menginterpretasikan naskah ke dalam visual, breakdown ke dalam rincian scene

Menentukan dan hunting lokasi/ setting

Menentukan bagaimana scene di buat shot

Bersama-sama dengan produser memilih staf kunci seperti pemain, kameraman, editor, audioman (semua kru produksi)

Mensupervisi kinerja staf kameramen, lighting, sound dan art design

Mengarahkan penampilan pemain

Menentukan urutan dan proses pembuatan film

Menentukan soundtrack dan musik.

Menentukan sound effeck.

Menentukan sound track

Menentukan pemain pengganti

Menentukan property bersama art director

Menentukan kru pengganti apabila kru inti berhalangan

11. Kameraman berada dinaungan divisi

A. Divisi manajemen produksi

B. Divisi Penyutradaraan

C. Divisi Artistik

Divisi manajemen produksi

- Produser

- Ass. Produser

- Pimpinan unit

Divisi Penyutradaraan

- Sutradara

- Kameraman

- Audioman

- Penata cahaya

- Editor

Divisi artistik

- Penata artistik

- Penata busana

- Penata rias

- Property

- Setting

Divisi Tekhnik

- Instalator tanaga listrik

- Maintenance peralatan

- Instalator peralatan

D. Divisi pasca produksi E. Divisi tekhnik

12. Divisi yang terlibat dalam proses casting adalah

A.

Divisi tekhnik Divisi Manajemen produksi

B.

Divisi penyutradaraan Divisi tekhnik

C.

Divisi Artistik Divisi Manajemen produksi

D.

Divisi Manajemen produksi Divisi penyutradaraan

E.

Divisi tekhnik Divisi artistik

Persiapan Ujian Nasional 2015

Proses casting dilakukan oleh divisi :

Penyutradaraan : untuk mengetahui keseuaian dari karakter yang dibutuhkan Manajemen produksi : Terkait dengan jadwal dan kontrak perjanjian

13. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan pemain, kecuali

A.

Kemampuan berperan sesuai karakter tokoh

B.

Kesanggupan memenuhi jadwal produksi

C.

Kesepakatan kontrak kerja

D.

Ketepatan pemeran dengan tokohnya

E.

Kesesuaian tingkat pendidikan tokohnya

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan pemain :

Ketepatan pemeran dengan tokohnya

Kemampuan berperan sesuai karakter tokoh

Kesanggupan memenuhi jadwal produksi

Kesepakatan kontrak kerja

Kesepakatan honorarium

Pertimbangan komersial

14. Untuk mengetahui kostum yang akan digunakan oleh pemain sesuai dengan naskah dapat dilihat pada

A. Rundown

D. Skenario

B. Diretor’s shot

E. Treatment

C. Breakdown artistik

Dalam breakdown artistik memuat :

Scene setting pemain kostum - property

15. Berikut ini yang termasuk property pada adegan di ruang tamu adalah

A. Ruang tamu

B. Kursi tamu

C. Kostum pemain

D. Suara burung E. Cahaya kilatan petir

Yang termasuk property pada setting ruang tamu :

- Kursi tamu

- Meja tamu

- Vas bunga

- Taplak meja

- dll

16. Berapakah ukuran setting kamar sesungguhnya jika pada skala 1 : 100 pada floor plan tercantum luas kamar 2 cm x 3 cm?

A.

B.

C. 30 cm x 20 cm

20 cm x 30 cm 200 cm x 300 cm

D. 300 cm x 200 cm E. 100 cm x 200 cm

Karena skala 1 : 100 dengan ukuran pada floor plan 2 cm x 3 cm maka setting kamar sesungguhnya adalah 200 cm x 300 cm atau 2 m x 3 m.

17. Setting dengan latar belakang warna biru kemudian di rubah pada pasca produksi menjadi seolah-olah di lokasi yang diinginkan termasuk kedalam jenis set

A.

B.

C. Blue screen

Virtual set

Real set

D. Green screen E. Set builder

Jenis-jenis set :

Real set yaitu set yang dibuat seperti set sesungguhnya Virtual set yaitu set yang dibuat hanya berupa background polos kemudian dirubah background tersebut pada proses komputerisasi menjadi seolah-olah di lokasi/set yang diinginkan.

18. Berikut ini langkah-langkah pembuatan art property, kecuali

A. Inventarisir art property yang dibutuhkan

B. Desain / sketsa property yang akan di buat

C. Penyiapan bahan dan peralatan

D. Pembuatan art property

E. Inventarisasi art property

Langkah-langkah pembuatan art property :

- Inventarisir art property yang dibutuhkan

- Desain / sketsa property yang akan di buat

- Penyiapan bahan dan peralatan

- Pembuatan art property

Persiapan Ujian Nasional 2015

19. Jenis lampu yang memancarkan sinar dengan lembut disebut ….

A.

B.

C. Back light

Spotlight

Follow spot

D. Softlight E. Key light

Spotlight : memancarkan sinar spot (tajam/focus) ke objek Softlight : memancarkan sinar dengan lembut ke objek Follow spot : memancarkan sinar yang mengikuti objek (bergerak) Backlight : penempatan lampu agar memancarkan sinar dari belakang objel

20. Three point basic lighting adalah ….

A. Key light back light soft light

B. Follow sopt base light fill light

C. Back light spotlight base light

D. Softlight back light key light E. Key light fill light back light

– key light E. Key light – fill light – back light Three point basic lighting

Three point basic lighting terdiri dari :

- Key light

- Fill light

- Back light

terdiri dari : - Key light - Fill light - Back light 21. Untuk merubah cahaya

21. Untuk merubah cahaya lampu daylight agar menjadi cahaya lampu tungsten menggunakan filter ….

A. CTO

D. CTW

B. CTB

E. Difius

C. CTR

Light color

Ultraviolet A

Violet

Indigo-blue

Blue

Bluish-green

Green

Yellow-green

Yellow

Orange

Red

Dark red

Infrared A

Wave-length

in

Nanometer nm

320 to 370

370 to 410

410 to 430

430 to 480

480 to 500

500 to 540

540 to 560

560 to 580

580 to 610

610 to 650

650 to 780

780 to 1400

Persiapan Ujian Nasional 2015

Sehingga hasil penggunaan filter :

CTB menjadi cahaya daylight

CTO menjadi cahaya tungsten

Difius menjadi soft

22. Perangkat

lighting yang berfungsi sebagai jendela arah cahaya yg bisa di atur dan juga sebagai dudukan honey

comb dan filter color disebut ….

A.

B.

C. Sandbag

Light stand

Barndoor

D. Umbrella white E. Filter color

Light Stand berfungsi untuk menopang lighting Soft Box berfungsi mensoftkan cahaya, merata dan halus. Didalamnya ada diffuse tambahan seperti tudung kain terbentang yg bisa dicucuk-cabut. Umbrella White berfungsinya kalau di ambil tingkatan, pakai standar reflector (mangkok luar pada lampu) cahaya - Keras pertama, Umbrella Silver/Black - Keras kedua, Umbrella White Transparant ini agak Keras jadi posisi ketiga, dan Soft Box yang paling lembut cahayanya. Barn Door berfungsi sebagai jendela arah cahaya yg bisa di atur dan juga sebagai dudukan honey comb dan filter color. Honey Comb sesuai bentuk paternnya, pada lempeng tengah mirip sarang lebah, bertujuan supaya cahaya lebih terarah, untuk eksperimen, juga buat hair light bisa. Filter Color efek warna, menetralkan & mengolah warna, bahkan menambah aksen warna tertentu (Red, Blue, Yellow, White). Sanbag berfungsi sebagai pemberat pada stand light untuk menjaga kestabilan posisi lighting

23. Bagian kamera yang berfungsi untuk mengatur cahaya yang masuk adalah ….

A. Lensa

D. viewfinder

B. Focus

E. Mounting

C. iris

Pada dasarnya setiap kamera terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :

1. Lensa

2. Tubuh Kamera (yang didalmnya terdapat bagian-bagian yang lebih rinci)

3. Recorder/VCR

Lensa mempunyai fungsi untuk memilih bidang pandang tertentu (objek) dan ditangkap secara optik yang menghasilkan gambar dan diteruskan ke permukaan tabung kamera (yang nantinya oleh tabung kamera diubah lagi dari optik ke elektrik). Iris atau diafragma adalah lembaran metal tipis yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk satu lubang bisa diperlebar dan dipersempit untuk mengatur banyaknya cahaya masuk ke dalam lensa. Viewfinder merupakan monitor kecil sebagai jendela pengamat kita untuk bisa melihat obyek yang masuk ke dalam kamera Salah satu bagian dari kamera adalah VCR (Video Casette Recorder) alat perekam gambar dan suara

24. Mini DV adalah salah satu jenis ….

A. Software kamera video

B. File kamera video

C. Bentuk kamera video

Format-format kamera video diantaranya :

- DV

- Min DV

- Hi-8

- VHS

- SVHS

D. Format kamera video E. Player kamera video

25. Perangkat pendukung kamera video yang berfungsi untuk pergerakan kamera adalah ….

A.

B.

C. Mounting

Tripod

Chrager

D. Monopod E. Dolly track

Persiapan Ujian Nasional 2015

dengan stabil secara horizontal

Cara kerja erangkat pendukung kamera :

Cara kerja dolly track pergerakan kamera dengan stabil secara horizontal sesuai jalur Cara kerja tripod pergerakan kamera dengan stabil pada satu sumbu Cara kerja jimmy jib pergerakan kamera dengan teknik swing

26. Lensa yang befungsi mengambil gambar jarak jauh agar dapat terlihat dekat adalah ….

A.

B.

C. Lensa filter

Lensa wide

Lensa tele

D. Lensa normal E. Lensa cembung

Lensa wide Lensa tele D. Lensa normal E. Lensa cembung 27. Proses zoom out menghasilkan gambar

27. Proses zoom out menghasilkan gambar ….

A. Objek dari jauh menjadi dekat

B. Objek dari dekat menjadi jauh

C. Bergerak dari kiri ke kanan

D. Bergerak dari kanan ke kiri E. Bergerak ke atas dan ke bawah

Zoom out menghasilkan gambar objek terlihat menjadi jauh Zoom in menghasilkan ibjek terlihat menjadi dekat Pan right menghasilkan objek dengan pergerakan kamera dari kiri ke kanan Pan left menghasilkan objek dengan pergerakan kamera dari kanan ke kiri Tilt up menghasilkan objek dengan pergerakan kamera dari bawah ke atas Tilt down menghasilkan objek dengan pergerakan kamera dari atas ke bawah

28. Hal penting yang harus dilakukan oleh kamera person sebelum perekaman gambar adalah ….

A. Melakukan paning

B. Melakukan zooming

D. Melakukan rewinding E. Melakukan chraging

Prosedur pengoperasian kamera profesional (S.O.P Kamera)

1. Masukkan battery

2. Switch power on

3. Lakukan white balance

4. Check input sound level

5. Arahkan kamera ke object

6. Atur focus hingga object jelas

7. Atur shot size yang diinginkan

8. Kamera siap roll/taping/rekam

29. Simbol yang berarti play adalah …

A.

.
.
A. . D.

D.

B.

.
.

E.

C.

C.
C.
play adalah … A. . D. B. . E. C. Persiapan Ujian Nasional 2015 forward Stop

Persiapan Ujian Nasional 2015

D. B. . E. C. Persiapan Ujian Nasional 2015 forward Stop Pause Play Record 30. Bagian

forward

Stop

Pause

Play

Record

30. Bagian kamera yang ditunjukan adalah

A. Focus ring

B. Flip up electronic flash

C. Lensa

D. Handgrip

E. Jog wheel

Flip up electronic flash C. Lensa D. Handgrip E. Jog wheel Jog wheel Flip up electronic

Jog wheel

electronic flash C. Lensa D. Handgrip E. Jog wheel Jog wheel Flip up electronic flash Focus

Flip up electronic flash

D. Handgrip E. Jog wheel Jog wheel Flip up electronic flash Focus ring Lensa 31. Fungsi

Focus ring

Lensa

wheel Jog wheel Flip up electronic flash Focus ring Lensa 31. Fungsi bagian gambar yang ditunjukan

31. Fungsi bagian gambar yang ditunjukan adalah

A. Untuk melihat secara manual objek yang akan diphoto

B. Untuk menangkap gambar yang akan direkam

C. Untuk mengatur fokus atau mengubah tingkat ketajaman

D. Untuk menambah pencahayaan

E. Untuk menghubungkan kamera digital ke perangkat lain

Bagian yang ditunjukan yakni Eyepiece. Bagian ini digunakan buat ngintip atau melihat secara manual dari objek yang akan diphoto Bagian untuk menangkap gambar yang akan direkam adalah lensa Bagian ntuk mengatur fokus atau mengubah tingkat ketajaman adalah focus ring

gambar yang akan direkam adalah lensa Bagian ntuk mengatur fokus atau mengubah tingkat ketajaman adalah focus

Persiapan Ujian Nasional 2015

Bagian untuk menambah pencahayaan adalah flash Bagian untuk menghubungkan kamera digital ke perangkat lain dalah ports dan sockets

32. Teknik dasar fotografi untuk menghasilkan objek depan fokus sedangkan background blur adalah

A. Freeze

D. Movement

B. Depth of filed

E. Bulb

C. Panning

Teknik dasar fotografi :

1. Deptf of filed Setiap foto memiliki kedalaman ( depth ) yang terbagi atas foreground ( depan ) dan background ( belakang ). Fokus pada lensa kamera dapat dikendalikan atau diarahkan pada objek tertentu. Pengendalian Depth of Field berguna untuk membatasi fokus pada foto dan lebih memberi kesan hidup pada foto

2. Freeze Teknik untuk mengabadikan suatu moment dengan gerakan cepat sehingga dapat tertangkap oleh kamera

sebagai gambar diam, seperti foto tetesan air, ledakan, atau foto ketika orang sedang melompat dengan pengaturan shutter speed

3. Panning Teknik dasar fotografi dengan cara kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak

4. Movement Teknik movement bertujuan memperlihatkan pergerakan objek dengan shutter speed yang rendah, sehingga pergerakan objek dapat tampak pada hasil foto

5. Bulb Teknik mengatur shutter speed pada setting paling lambat (BULB), dimana shutter akan terus terbuka selama tombol ditekan dan akan menutup kembali pada saat tombol dilepas sehingga biasanya menghaslkan pergerakan cahaya dari sumbernya.

33. Jenis microphone yang memiliki daya tangkap suara satu arah adalah

A.

B.

C. Uni directional

Ex directional

Bi directional

D. Omni directional E. In Directional

Arah penerimaan/polar pattren microphone dibagi menjadi tiga yaitu :

Omni Directional Omni directional mempunyai arah tangkap dari segala arah dengan menangkap suara frekuensi pada sudut 0 derajat terhadap sumber suara dan mempunyai respon dengan level yang baik pada frekuensi rendah. Bi Directional Bi directional yaitu microphone yang mempunyai 2 arah penangkapan yaitu dari depan dan dari belakang tanpa menggeser microphone, jenis ini banyak dipergunakan untuk dialog pada saat sandiwara. Uni Directional Pola ini mempunyai arah penangkapan yang sensitiv dari arah depan saja, pada bagian belakang mengalami pelemahan.

34. Pengaturan volume suara pada saat perekaman yang ideal ditunjukan pada sinyal

A

pada saat perekaman yang ideal ditunjukan pada sinyal A B C D E Posisi sinyal suara

B

C

D

E

saat perekaman yang ideal ditunjukan pada sinyal A B C D E Posisi sinyal suara over

Posisi sinyal suara over

Posisi sinyal suara normal

Posisi sinyal suara under

35. Naskah operasional berupa director’s shot dibuat oleh

A. Kamera Person

B. Sutradara

C. Penulis Naskah

Jenis naskah operasioanl :

1. Rundown

2. Camera card

3. Shooting script

4. Director’s shot

D. Editor E. Penata Artistik

Persiapan Ujian Nasional 2015

Sutradara membuat director’s shot untuk kebutuhan pengambilan gambar pada proses shooting.

36. Pada proses shooting dipimpin dan dikoordinasikan oleh divisi

A. Divisi Artistik

B. Divisi Tekhnik

C. Divisi Kameraman

D. Divisi Lighting E. Divisi Penyutradaraan

Seorang sutradara bertanggungjawab terhadap proses produksi mulai dari pra produksi, saat produksi dan post produksi sampai evaluasi. Adapun rincian tugas-tugas sutradara diantaranya adalah :

Menginterpretasikan naskah ke dalam visual, breakdown ke dalam rincian scene

- Menentukan dan hunting lokasi/ setting

- Menentukan bagaimana scene di buat shot

- Mengarahkan penampilan pemain

- Menentukan urutan dan proses pembuatan film

- Menentukan pemain pengganti

- Menentukan kru pengganti apabila kru inti berhalangan

37. Pembatasan gerak pemain pada proses shooting disebut

A. Bloking pemain

B. Bloking kamera

C. Bloking cahaya

D. Bloking crew E. Bloking microphone

Bloking kamera adalah pengaturan batasan gerak atau penempatan kamera sesuai dengan kebutuhan pengambilan gambar Bloking pemain adalah pengaturan batasan gerak atau penempatan pemain sesuai dengan kebutuhan adegan Bloking Microphone adalah pengaturan batasan gerak atau penempatan micophone sesuai dengan kebutuhan perekaman suara Bloking cahaya lighting adalah pengaturan penempatan tata cahaya sesua dengan keutuhan pencahayaan pada proses shooting

Persiapan Ujian Nasional 2015

38. Pada gambar berikut, manakah pengambilan gambar dialog 2 objek yang sesuai dengan screen direction dari kamera master

B
B

C

D
D

E

A
A
C D B E
C
D
B
E

master

GARIS IMAJINER

A
A

master

Agar hasil gambar tidak menyalahi konsep screen direction, penempatan kamera tidak boleh menyebrangi garis imajiner

39. Dimensi editing untuk memanipulasi ruang adalah …

A. Dimensi ritmis

B. Dimensi grafis

C. Dimensi spasial

Dimensi-dimensi Edting :

D. Dimensi transisi E. Dimensi temporal

1. Grafis (setiap shot memiliki nilai grafis baik berupa garis, warna, cahaya, bentuk dan gerak)

2. Ritmis (irama)

3. Spasial (ruang)

4. Temporal (waktu)

40. Menyusun dan menyambung setiap shot berdasarkan urutan scene pada skenario termasuk tahapan

A. Assembling

D. Screening

B. Capturing

E. Logging

C. Rough cut

Capturing adalah proses pemindahan gambar atau transfer video hasil rekaman yang masih berbentuk pita kaset ke dalam komputer sehingga menjadi bentuk digital Logging adalah memasukan time code untuk memudahkan editor menyusun shot yang dibutuhkan saja Assembling adalah menyusun dan menyambung setiap shot berdasarkan urutan scene pada skenario termasuk tahapan Rough cut adalah memotong secara kasar untuk membuang shot yang tidak dibutuhkan Screening adalah melihat hasil (preview) hasil pengambilan gambar untuk melihat isi dari bahan yang akan diedit secara keseluruhan

Persiapan Ujian Nasional 2015

RANGKUMAN MATERI TEKNIK PENULISAN NASKAH

Penulisan Naskah untuk film, televisi, termasuk video, lazim dengan istilah skenario (scenario). Skenario merupakan bentuk tertulis dari gagasan atau ide yang menyangkut penggabungan antara gambar dan suara, dimaksudkan sebagai pedoman dalam pembuatan film, sinetron atau program televisi. Beberapa pakar sinematografi mengemukakan bahwa skenario itu menjadi jiwa dan darah dalam produksi film atau cerita televisi.

Urutan langkah atau pentahapan dalam penyusunan naskah skenario video :

a. Persiapan Menulis naskah/ Teks / Narasi Yang harus dipersiapkan dalam menulis naskah, teks maupun narasi pada program TV adalah menemukan ide atau gagasan. Setelah ide ditemukan, seorang penulis naskah sangat perlu mempelajari substansi atau isi dari sumber- sumber yang terkait dengan substansinya, sehingga benar-benar memahami apa yang akan ditulis. Selanjutnya akan ditulis dalam bentuk apa, menjadi format program TV yang mana. Setelah ditetapkan format program yang dipilih maka baru berpikir bagaimana menulisnya. Untuk penulisan teks dapat diawali dengan penulisan kerangka tulisan

(outline). Sedangkan untuk penulisan narasi dapat dilakukan menulis rencana gambaran visual yang akan diberi narasinya. Dalam hal ini narasi akan lebih memberikan penjelasan gambaran visual yang ditayangkan pada TV. Narasi bisa berbentuk life dari pemeran ataupun dubing oleh pengisi suara. Dapat juga disuarakan oleh narator maupun presenter. Sebelum menulis naskah untuk panduan produksi ditulis, biasanya didahului dengan membuat synopsis, dan Treatment. 1) Sinopsis Gambaran secara ringkas dan tepat tentang tema atau pokok materi yang akan dikerjakan. Tujuan utama ialah memudahkan pemesan (produsen) menangkap konsep, kesesuaian gagasan dengan tujuan yang ingin dicapai. Setelah synopsis ditulis maka sudah harus nampak adanya: alur, isi cerita, Perwatakan pemain (bila ada), tempat, waktu, serta keterangan lain yang memperjelas synopsis. 2) Treatment Uraian ringkas secara deskriptif, bukan tematis, yang dikembangkan dari synopsis dengan bahasa visual tentang suatu episode cerita, atau ringkasan dari rangkaian suatu peristiwa. Artinya dalam membuat treatment bahasa yang digunakan adalah bahasa visual. Sehingga apa yang dibaca dapat memberikan gambaran mengenai apa yang akan dilihat. Dengan membaca treatment bentuk program yang akan dibuat sudah dapat dibayangkan. Sehingga perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

- Urutan dalam video sudah makin jelas,

- Sudah kelihatan formatnya apakah dialog (bagaiamana pokok dialognya), narasi (bagaimana pokok narasinya),

- Sudah dimulai adanya petunjuk-petunjuk tehnis yang diperlukan.

3) Skenario Dari treatment kemudian dibuat naskah produksi atau skenario. Penulisan naskah produksi atau skenario harus operasional karena digunakan sebagai panduan tidak saja kerabat kerja (crew) tetapi juga pemain dan

pendukung lain yang terlibat. Penulisan naskah atau skenario pada dasarnya menggambarkan sekaligus menyuarakan apa yang ingin disampaikan. Urutan sinopsis-treatment-skenario merupakan rangkaian yang baik untuk membuat naskah video (televisi), Baker (1981) mengemukakan juga pentahapan dalam membuat naskah, yaitu : concept, story board, dan script.

Setidaknya ada dua format naskah untuk penulisan naskah TV/video, yaitu double colum, dan wide margin.

a) Format kolom ganda (double colum). Format ini lazim digunakan untuk menulis naskah informasi, dokumentasi, pendidikan. Format kolom ganda, lembar kertas dibagi menjadi dua kolom utama, yaitu kolom visual (kiri) dan kolom audio (kanan). Pada kolom kiri berisi uraian yang menyangkut visual. Misal gambar harus dimabil dengan CU, kemudian zoom out, atau keterangan lain bagi kru kamera, termasuk siapa subyeknya, diambil dari mana, beberapa

dll.

Kolom kanan berisi segala sesuatu yang menyangkut audio yang berupa narasi, dialog para pelaku atau efek- efek suara lain yang diperlukan. Untuk memudahkan narator atau juru suara (sound man) maka dalam menulis kolom kanan, semua informasi yang tidak akan dibaca (disuarakan) ditulis dengan huruf capital. Sedang narasi atau dialog yang akan dibaca atau disuarakan ditulis dengan huruf kecil.

b) Format Wide Margin Format ini lebih lazim dipakai dalam cerita film atau sinetron. Dengan format wide margin tiap adegan (kumpulan dari beberapa shot-scene) diuraikan atau dijelaskan dengan bahasa visual. Petunjuk dialog diketik dua spasi ditengah, sedang apa yang akan nampak (visual) dijelaskan dalam bentuk paragraf. Dialog biasanya diketik biasa, semua penjelasan untuk camerawan pengambilan gambar, ditulis dalam huruf capital. Penjelasan untuk tingkah laku pemain ditulis dalam tanda kurung dengan huruf capital pula. Urutan penulisannya sebagai berikut

waktu

lamanya

pengambilan,

(1) Pertama kali ditulis : adegan (scene) ke…. (2) Gambar diambil dengan tehnik apa, misalnya :

F.1, DISSOLVE, IN FRAME. (3) Gambaran visual yang akan nampak (4) Dialog

MANAJEMEN PRODUKSI

Setidaknya ada lima unsur manajemen yaitu :

Perencanaan (planning)

Pengorganisasian (organizing)

Pelaksanaan (actuating)

Pengendalian (controlling)

Penilaian (evaluating)

Persiapan Ujian Nasional 2015

Kelima unsur tersebut dalam ilmu manajemen biasa disingkat menjadi POACE.

Dalam kegiatan produksi program televisi kelima unsur manajemen ini harus diterapkan untuk mancapai hasil yang diharapkan yang akhirnya dapat membantu pencapaian visi dan misi suatu stasion penyiaran tersebut.

Perencanaan (Planning) Unsur perencanaan dilakukan dalam setiap pembuatan program televisi. Produser program harus melakukan perencanaan (planning) baik yang antara lain dimulai dari ide atau tema, naskah, lokasi shooting, kru produksi, peralatan, pemain dan biayanya (budgeting).

Pengorganisasian (Organizing) Setelah perencanaan dibuat produser perlu mengorganisasikan seluruh unsur yang terkait, misalnya masalah perijinan, masalah kesiapan semua unsure yang akan terlibat dalam suatu kegiatan produksi. Kegiatan mengorganisasikan ini bertujuan agar semua unsure yang terlibat mempunyai kaitan satu sama lain pada saat produksi dilakukan. Tidak ada satu bagian pun yang tidak mengetahui kegiatan bagian lain.

Pelaksanaan (Actuating) Dalam pelaksanaan produksi produser juga harus melakukan penjelasan/petunjuk kepada seluruh unsur yang terlibat, memberikan motivasi dan arahan sehingga seluruh kru produksi dapat melaksanakan tugas sesuai dengan rencana yang sudah dibuat dan tepat waktu

Pengawasan (Controlling) Ketika proses produksi dimulai Produser harus melakukan pengendalian/pemantauan guna melihat keterlaksanaan pelaksanaan tugas oleh seluruh kru. Dalam pengawasan produser harus membekali diri dengan pertanyaan-pertanyaan seperti apakah seluruh kru melaksanakan tugas dengan baik) dan operasional peralatan/ apakah seluruh peralatan bekerja dengan baik dan apakah pemain juga sudah berfungsi sesuai tuntutan skenario.

Selama proses produksi, bila dijumpai sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya, produser perlu mengambil tindakan untuk memperbaiki keadaan sehingga proses produksi dapat berjalan kembali seperti yang diharapkan dan selesai tepat waktu. Produser juga harus mengantisipasi apabila terjadi perubahan saat berlangsungnya produksi. Penilaian (Evaluasi) Unsur terakhir dalam manajemen produksi adalah evaluasi. Kegiatan evaluasi ini sangat penting guna mengendalikan kualitas produksi yang telah dihasilkan. Jika berdasarkan hasil evaluasi kualitas produksi tidak mencapai seperti yang diharapkan, maka kru produksi perlu merevisi program dan memperbaiki kinerja untuk masa yang akan datang.

Evaluasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu

- Evaluasi terhadap kinerja produksi

- Evaluasi terhadap program itu sendiri.

Evaluasi terhadap kinerja program menyangkut penilaian terhadap keseluruhan proses produksi dimulai dari naskah, pemain, peralatan, pekerja produksi. Dengan kata lain semua proses produksi yang telah menghasilkan suatu program harus dinilai karena makin baik proses produksi maka akan baik pula program yang dihasilkan.

Evaluasi program dilakukan dalam 2 tahap, yaitu :

- Tahap post production (tahap setelah program selesai)

- Tahap post on air (tahap setelah program ditayangkan).

Persiapan Ujian Nasional 2015

Evaluasi Post Production Setelah program selesai dan menjadi suatu kemasan, program dievaluasi oleh seluruh produser yang melibatkan seluruh kru produksi termasuk pemainnya. Mekanisme dapat dilakukan secara bertahap maupun secara keseluruhan. Yang dimaksud dengan secara bertahap adalah setiap satu segment selesai dipreview ulang sehingga apabila terjadi kekurangan dapat langsung diperbaiki. Evaluasi secara keseluruhan dilakukan dengan mempreview program yang sudah selesai

Kedua acara evaluasi ini memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kelebihan evaluasi secara bertahap adalah mudah melakukan revisi karena insert gambar dapat disesuaikan dengan segment berikutnya yang belum dibuat, sedangkan kelemahannya menyebabkan durasi program bertambah sehingga seringkali harus menguragi segment berikutnya.

Kelebihan evaluasi secara keseluruhan adalah kesinambungan tiap segment tetap terjaga sementara kekurangannya juga menyangkut perpanjangan durasi.

Evaluasi Post On Air Evaluasi ini dilakukan oleh oleh Produser program tersebut dan juga oleh stasion yang menayangkan program tersebut.

Dari sisi stasiun penyiaran, berhasil atau tidaknya suatu program dapat dilihat dari perolehan rating dan audience share program tersebut yang akan berakibat banyaknya iklan dalam program tersebut. Bahkan apabila program tersebut sangat bagus, tidak menutup kemungkinan biaya produksi akan ditanggung oleh sponsor. Namun demikian evaluasi yang dilakukan oleh stasion penyiaran memakan waktu paling sedikit tiga bulan. Evaluasi ini akan berakibat kepada maju tidaknya rumah produksi yangmemproduksi program tersebut yang berakibat makin banyaknya pesanan program dan membuat kru produksi yang terlibat semakin diminati. Keberhasilan program sangat ditentukan oleh kualitas kru produksi yang terlibat dalam proses produksi.

Evaluasi yang dilakukan oleh produser program bertujuan untuk meningkatkan kualitas program yang dihasilakn yang melibatkan orang-orang yang melakukan proses produksi.

Jadi dapat dikatakan bahwa keberhasilan suatu program berbanding lurus denga n keberhasilan suatu stasion penyiaran dan juga berbanding lurus dengan kualitas kru produksi yang teribat dalam proses produksi.

Mengacu pada profesi yang pada keseluruhan proses produksi, berikut beberapa penjelasan tentang proses produksi dalam manajemen produksi.

Pra produksi dan Development Pra produksi Sebuah tahap persiapan sebelum kegiatan syuting dimulai. Proses ini sangat menentukan kelancaran kegiatan syuting nantinya. Oleh karena itu proses ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ada beberapa pekerjaan pada pra produksi ini, diantaranya yaitu:

a. Pemilihan style Pemilihan style film yang akan dibuat harus sesuai dengan kemampuan skill yang kita miliki. Juga harus disesuaikan dengan budget yang tersedia. Apabila tidak, maka hasil dari film yang kita buat tidak akan maksimal, bahkan mungkin gagal total. Adapun beberapa style film yang sering kita lihat yaitu:

1. Full animasi ( mengandalkan skill dibidang animasi)

2. Full Cinematografi ( mengandalkan skill dibidang sinematografi)

3. Gabungan antara keduanya.

b. Pemilihan Tema dan Ide CeritaTema merupakan garis besar visual yang akan kita buat. Pemilihan tema dilakukan secara brain storming. Misalnya temanya adalah alam, ghotic, humor, dan lain-lain. Setelah mendapatkan tema, kemudian kita buat detail dalam bentuk synopsis. Banyak melihat pada referensi adalah hal yang sangat baik. Bagi sebagian kita, referensi kadang membuat kita ingin membuat sesuatu diluar jangkauan keterampilan kita. Hal ini kadang membuat kualitasnya tanggung atau jelek sama sekali. Pemilihan ide dan

referensi ini sesuai dengan keterampilan kita agar tantangannya tetap ada. Jangan terlalu terjebak dengan aturan- aturan dalam pembuatan cerita film. Menurut pengalaman, hal ini dapat membuat sebuah film cerita tidak sama dengan aturan sebuah video lainnya.Dalam pencarian sebuah ide untuk synopsis , harus memperhitungkan beberapa hal penting ini:

1. Penyesuaian budget

2. Feel

3. Skill

4. Lihat referensi

5. dan peralatan yang ada

Persiapan Ujian Nasional 2015

Setelah synopsis jadi, selanjutnya dibuatlah scrip, story board, director script. Menurut pengalaman, story board,

meskipun cukup sulit dibuat namun cukup berguna, hanya saja jangan sampai terjebak dalam proses ini, karena kadanga pembuatannya terlalu mamakan waktu dan kurang akurat dengan kondisi saat syuting. Directos script cukup penting dibuat untuk kemudahan bagi sutradara pada pelaksanaan syuting. Director script juga sangat membantu dalam efesiansi waktu dan juga akurasi dalam memvisualisasikan script. Adapun format lain dalam penyusunan desain pra produksi ini yaitu :

a) Ide & tema cerita

b) Sinopsis

c) Outline

d) Skenario

e) Analisa skenario :

1)

Analisa pesan

2)

Analisa karakter

3)

Analisa setting

4)

Analisa property

5)

Analisa wardrobe

f) Breakdown & Sub breakdown

g) Hunting Plan

h) Hunting

i) Hunting Report (pemain, prop, wardrobe, lokasi, transport, logistic, akomodasi)

j) Director shot

k) Floor plan

l) Storyboard

m) Desain proses & jadwal

n) Desain Budget

o) Konsep penyutradaraan, art, kamera, sound, editing

p) Estimasi budget art & kamera termasuk kedalam desain budget

q) List property & wardrobe yang termasuk kedalam Hunting report

r) Crew list

c. Persiapan produksi setelah proses diatas berjalan dan selesai, Proses selanjutnya adalah sebagai berikut:

1. Pembentukan tim kerja

2. pemilihan talent dan ekstras ( dengan audisi)

3. penyediaan art properties, costum dll

4. pencarian lokasi dan perijinan

5. penyediaan peralatan syuting

Proses-proses tersebut diatas sangat penting demi kelancaran syuting. Apabila salah satu proses terabaikan, maka

kegiatan syuting akan terganggu. Meskipun kita bekerja dengan budget yang rendah, namun proses diatas harus tetap dijalankan. Penghematan biaya bias dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan meminimalkan jumlah kru( tetap ada batasan maksimal). Atau dengan menggunakan fasilitas gratis.

2. Produksi Tahapan ini dimana hampir seluruh team work mulai bekerja. Seorang sutradara, produser atau line produser sangat

dituntut kehandalannya untuk mengatasi kru dalam tahap ini. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan adalah:

a. Manajemen Lapangan

manajemen lapangan mencakup beberapa hal, yaitu:

1. Manajemen lokasi (perijinan, keamanan, keselamatan)

2. Talen koordinasi (koordinasi kostum, make up dll)

3. Manajemen waktu (koordinasi konsumsi, kecepatan kerja, penyediaan alat )

4. Crew koordinasi (koordinasi para kru)

Attitude dalam bekerja merupakan hal yang sangat penting. Kesabaran, pengertian dan kerjasama merupkan attitude yang diperlukan untuk mencapai sukses. Berdoa sebelum bekerja dan briefing sebelim memulai merupakan hal yang baik untuk menyatukan semangat, visi dan attitude yng diinginkan. Jangan pernah kehilangan control emosi pada saat syuting. Apalagi semua bekerja dengan keterbatasan waktu.

b. Kegiatan Shooting Tahap ini adalah tahap dimana kepiawaian sutradara, DOP, dan Kru sangat menentukan. Kualitas gambar adalah yang selalu ingin kita capai. Oleh karena itu penguasaan kamera dan lighting sangatlah penting. Untuk mencapai hasil maksimal dengn alat yang kita gunakan, ada beberapa hal yang harus kita ketahui.

Persiapan Ujian Nasional 2015

1. Syuting Out Door Shooting outdoor bias menekan budget, namun harus berhati-hati melakukannya karena sangat bergantung dari keadaan cuaca saat syuting dilakukan. Beberapa yang harus dipersiapkan dalah syuting outdoor adalah :

a. Cahaya matahari ( Hard, Soft)

b. Reflector ( Silver, Gold)

c. Hujan buatan

d. Camera setting ( Irish, Speed, White Balance, Focus)

e. Crowd Control ( Working With Ekstras)

2. Shooting indoor Shooting indoor lebih cepat terkontrol daripada syuting outdorr, namun dibutuhkan peralatan yang cukup

lengkap. Antara lain:

a. Penggunaan lighting sederhana

b. Penggunaan Filter

c. Make up

d. Pemilihan Back Ground

e. Monitor

3. Visual Efek Beberapa trik mudah untuk dilakukan untuk membuat video kelihatan lebih menarik antara lain dengan:

a. Reverse motion

b. Fast motion (normal lipsync)

c. Slow motion ( normal lipsync)

d. Crhoma key ( blue screen)

Beberapa hal lain pada saat Produksi yang juga perlu untuk diperhatikan yaitu:

1. Makan/ logistik

2. Sewa peralatan

3. Film

4. Trasnportasi

5. Akomodasi

6. Tele komunikasi

7. Dokumentasi

8. Medis

3. Pasca Produksi Tahap ini adalah tahap penyelesaian akhir dari semua kegiatn shooting yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Kesalahan pada waktu shooting sebagian mungkin diselesaikan pada tahap ini.

a. Editing Kerjasama sutradara dan editor adalah sangat diperlukan. Editing sebuah film membutuhkan rasa, oleh karena itu diperlukan pemahaman emosi yang akan diedit. Pemahaman tentang sofe ware yang digunakan juga sangat membantu maksimalnya hasil editing. Beberapa yang dilakukan antara lain :

1. Capturing ( optimalisasi)

2. Format file

3. Feel

4. Colouring

5. Fades and cuts

6. Kualitas gambar ( film Look)

b. Pemilihan Format akhir Format akhir dari film harus sesuai dengan yang telah disepakati bersama saat pra produksi. Beberapa yang

menjadi acuan kerja, serta masuk dalam anggaran kerja Pasca produksi adalah:

1. Lab/ ruang editing

2. Editor

3. Mixer

4. Sound director, engineer

5. Telecine

6. Konsumsi

7. Transportasi

8. Telekomunikasi

9. Mastering

10. Poster dan kemasan

FOTOGRAFI

Persiapan Ujian Nasional 2015

Berikut ini bagian-bagian kamera foto, memang tidak semua kamera foto sesuai seperti gambar berikut ini, akan tetapi yang kita pelajari bukan gambarnya akan tetapi bagian-bagiannya. Jadi kalau pun berbeda hanya masalah penempatannya.

Jadi kalau pun berbeda hanya masalah penempatannya. 1. Control wheel atawa jog wheel. Bagian ini biasanya

1. Control wheel atawa jog wheel. Bagian ini biasanya diletakkan didekat Shutter Release. supaye si pemotret mudah untuk menjangkaunya. Dengan meletakkan bagian ini di dekat shutter release, pemotret atau photographer jadi bisa menjangkau bagian ini dengan jari yang digunakan untuk menjangkau shutter release.

Bagian ini biasanya digunakan untuk mengubah setting-setting tertentu dari camera digital. Misalnya untuk mengatur setting Shutter Speed. Ada juga camera digital lainnya yang digunakan untuk mengubah setting Aperture, atau mengubah filters, flip, dan sebagainya.

2. Shutter release. Umumnya bagian ini digunakan oleh camera digital buat menangkap dan mengunci objek yang ada di

depannya. Biasanya dengan menekan lalu melepaskan tombol yang terdapat pada bagian ini, camera digital tersebut akan menangkap dan menyimpan objek tadi menjadi sebuah photo.

3. Microphone/speaker. Jenis-jenis camera digital tertentu, biasanye dilengkapi dengan fitur untuk merekam video atau

film. Microphone pada camera digital bukan cuma bisa merekan gambar, tapi juga suara. Lalu dengan speaker, camera

digital tadi bisa memainkan suara yang terekam.

4. Handgrip. Bagian ini fungsinya cuma buat memudahkan kita saat memegang camera. Bentuknya juga pasti bervariasi,

sesuai dengan selera dari pembuat camera tersebut.

5. Focus ring. Bagian ini digunakan untuk mencari fokus atau mengubah tingkat ketajaman. Tidak semua jenis camera

mengunakan fokus ring yang seperti ini. Ada juga beberapa jenis camera yang menggunakan tombol untuk mengatur fokus. Bentuk ring atau lingkaran ini dipilih untuk mereka yang sudah terbiasa dengan jenis camera film (non digital).

6. Zoom ring. Sama seperti focus ring, beberapa jenis camera lebih memilih bentuk tombol untuk bagian ini. Tapi

sebenarnya bentuk tombol ataupun ring fungsinya sama aja. Yaitu buat mengatur zoom.

7. Lens. Setiap camera pasti punya bagian ini. Bagian ini dibutuhin camera buat menangkap gambar. Seberapa besar

(tinggi dan lebar) dan seberapa jauh sebuah camera digital bisa menangkap gambar, akan banyak bergantung dari jenis lensa yang digunakannya.

8. Filter thread. Bagian ini sebenarnya adalah bagian tambahan. Yang artinya tidak semua jenis camera dilengkapi dengan

bagian ini. Dengan fitur tambahan ini, camera kita jadi punya kemampuan yang lebih.

tambahan ini, camera kita jadi punya kemampuan yang lebih. Sekarang kita lihat bagian-bagian kamera yang tampak

Sekarang kita lihat bagian-bagian kamera yang tampak dari belakang.

1. Eyepiece. Bagian ini digunakan untuk mengintip atau melihat secara

manual dari objek yang akan diphoto, selain menggunakan view finder.

2. LCD view screen. Bagian berfungsi untuk melihat photo yang berhasil

direkam. Selain itu pula bagian ini biasanya digunakan untuk menampilkan status, dan mengatur setting-setting yang berhubungan

dengan camera.

Persiapan Ujian Nasional 2015

3. Battery compartment. Bagian ini digunakan untuk menempatkan baterai. Adapun bentuk dan letaknya, bergantung

dari bentuk camera dan baterai yang digunakan.

4. Viewfinder controls. Bagian ini digunakan untuk mengatur setting-setting yang berhubungan dengan view finder.

Namun tidak semua camera digital yang menempatkan viewfinder control ini secara terpisah. Beberapa jenis camera

lebih memilih menggunakan setting menu untuk mengatur view finder.

5. Spot meter/spot focus control. Beberapa jenis camera menyediakan fasilitas yang membolehkan photographer untuk

memfokuskan pada area-area tertentu dari objek yang diphoto. Untuk mengatur fasilitas itulah bagian spot meter atau spot focus control ini diperlukan.

6. Menu button. Bagian ini ditujukan buat mengakses menu-menu yang disediakan oleh camera digital.

7. Cursor controls. Bagian ini berfungsi sebagai interface untuk memudahkan kita mengakses menu, melihat-lihat photo,

mengatur setting-setting tertentu, dan sebagainya.

8. Quick view/Delete button. Tombol ini biasanya digunakan untuk melihat hasil pemotretan secara cepat. Tombol ini

biasanya juga digunakan untuk menghapus hasil pemotretan yang tidak sesuai dengan keinginan.

9. Ports and sockets. Bagian ini biasanya digunakan untuk menghubungkan camera digital kita dengan peralatan lain,

misalnya komputer. Bentuknya pun bergantung dari jenis fasilitas dan camera yang bersangkutan.

Setelah depan dan belakang sekarang kita lihat bagian-bagian kamera dari atas. 1. Hot shoe cover. Bagian ini disediakan untuk menempatkan lampu flash tambahan. Akan tetapi tidak semua jenis camera punya fasilitas ini.

Akan tetapi tidak semua jenis camera punya fasilitas ini. 2. Viewfinder swivel. Beberapa jenis camera mengijinkan

2. Viewfinder swivel. Beberapa jenis camera mengijinkan kita untuk mengarahkan camera kearah tertentu, dan melihat objek dari sudut yang berbeda. Dan beberapa jenis lainnya, mengizinkan kita untuk memutar LCD kearah yang kita inginkan. Untuk tujuan itulah, bagian ini dibuat.

3. Exposure program modes. Terkadang untuk mengatur dan menemukan kombinasi kecepatan shutter dan lensa yang

tepat itu cukup memusingkan. Dan rupanya beberapa produsen camera digital mengerti kesulitan ini. Untuk tujuan itulah, bagian ini dibuat. Cukup dengan menekan tombol yang disediakan seorang fotografer bisa mendapatkan kombinasi

kecepatan shutter dan lensa yang sudah di komputerisasi.

4. Shutter release. Umumnya bagian ini digunakan oleh camera digital buat menangkap dan mengunci objek yang ada di

depannya. Biasanya dengan menekan lalu melepaskan tombol yang terdapat pada bagian ini, camera digital tersebut

akan menangkap dan menyimpan objek tadi menjadi sebuah photo.

5. Control wheel/jog wheel. Bagian ini biasanya diletakkan didekat Shutter Release. supaye si pemotret mudah untuk

menjangkaunya. Dengan meletakkan bagian ini di dekat shutter release, pemotret atau photographer jadi bisa menjangkau bagian ini dengan jari yang digunakan untuk menjangkau shutter release.

6. Access cover for flash memory card. Bagian ini disediakan untuk mengganti-ganti memory card.

7. Main control dial. Bagian ini disediakan untuk buat mengakses fasilitas-fasilitas utama dari camera digital. Misalnya

on/off camera, mengubah mode shooting menjadi mode movie atau playback, atau untuk mengatur transfer photo.

8.

LCD status screen. LCD ini digunakan untuk menampilkan informasi mengenai status dari setting-setting yang kita pilih.

mengenai status dari setting-setting yang kita pilih. Gambar ini menunjukkan tampak samping dari camera digital.

Gambar ini menunjukkan tampak samping dari camera digital.

1. Flip up electronic flash. Cahaya tambahan dari kamera, biasanya flash ini dapat

buka tutup baik secara otomatis maupun manual.

Persiapan Ujian Nasional 2015

2. Zoom ring. Mengubah zoom secara manual biasanya lebih cepat ketimbang

mengubah zoom secara motorik. Itulah sebabnya, camera yang mempunyai fasilitas mengubah zooming secara manual, relatif lebih mahal ketimbang camera

yang cuma bisa mengubah zooming secara motorik.

3. Macro button. Camera-camera yang menyediakan fasilitas close-up, biasanya juga menyediakan tombol yang memudahkan kita buat berpindah-pindah dari satu mode ke mode lain. Dan bagian macro button ini, disediakan untuk mengakses fasilitas itu.

4. Focus ring. Ring untuk mengatur fokus. Manual fokus yang berbentuk ring yang melingkar di seputar lensa itu biasanya

lebih meyakinkan untuk mengatur fokus.

5. Filter/color/contrast/exposure options. Bagian ini dibuat agar kita lebih mudah dan cepat jika ingin mengatur setting-

setting yang berhubungan dengan keempat element tadi.

6. Sensitivity/program mode/white balance/focus/sequence options. Bagian ini juga disediakan untuk memudahkan

kita mengatur setting-setting tertentu.

7. Automatic focus/Manual focus button. Fasilitas ini berfungsi untuk berpindah-pindah mode sesuai dengan settingan

yang ada.

8. External flash terminal. Pengaturan untuk flash tambahan.

9. Eyepiece diopter correction control. Bagian ini sangat bermanfaat bagi photographer yang berkacamata. Dengan

mengakses bagian ini, itu bisa menutupi kekurangan mereka yang memiliki masalah dalam hal penglihatan.

Tentu saja tidak semua camera digital akan memiliki fasilitas, dan juga tampilan, serta tata letak yang sama dengan camera digital yang ada disini. Tapi pada umumnya semua jenis camera pasti memiliki beberapa bagian yang dibahas disini.

Teknik-teknik dasar pemotretan adalah suatu hal yang harus dikuasai agar dapat menghasilkan foto yang baik. Kriteria foto yang baik sebenarnya berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang dapat dijadikan acuan. Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat.

A. Fokus Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus). Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur). Pada ring fokus, terdapat angka- angka yang menunjukkan jarak (dalam meter atau feet) objek dengan lensa.

B. Eksposure Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. Dalam hal ini, cahaya yang diterima objek harus cukup sehingga dapat terekam dalam film. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed).

C. Bukaan Diafragma (apperture) Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Ukuran besar bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka ini tertera pada lensa : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Angka-angka tersebut menunjukkan besar kecilnya bukaan diafragma pada lensa. Bukaan diafragma digunakan untuk menentukan intensitas cahaya yang masuk. Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma ialah berbanding terbalik. "Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Sebaliknya, semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak."

Persiapan Ujian Nasional 2015

D. Kecepatan Rana (shutter speed) Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai film. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang film

dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang film dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana aka membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari film. Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan per detik, yaitu: 1 ; 2 ; 4 ; 8 ; 15 ; 30 ; 60 ; 125 ; 250 ; 500 ;

.Angka 1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka 2000 berarti rana

membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst. B (Bulb) berarti kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan). Hubungan antara angka dengan kecepatan rana membuka menutup ialah berbanding lurus. "Semakin besar angkanya berarti semakin cepat rana membuka dan menutup, maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin kecil angkanya, berarti semakin lambat rana membuka dan menutup, maka semakin banyak cahaya yang masuk".

1000 ; 2000

; dan

B.

E. Kepekaan Film (ISO) Makin kecil satuan film (semakin rendah ISO), maka film kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka film semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut. Misal, ASA 100 lebih banyak membutuhkan cahaya daripada ASA 400.

Belajar Teknik Dasar Fotografi 1. Depth of Field (DOF) Depth of field atau sering disingkat menjadi DOF merupakan salah satu teknik fotgrafi yang paling dasar. Setiap foto memiliki kedalaman (depth) yang terbagi atas foreground (depan) dan background (belakang). Fokus pada lensa kamera dapat dikendalikan atau diarahkan pada objek tertentu. Pengendalian Depth of Field berguna untuk membatasi fokus pada foto dan lebih memberi kesan hidup pada foto. Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada foreground

berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus pada foreground Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus background

Contoh berikut menunjukan DOF pendek dengan fokus background panjang/dalam

menunjukan DOF pendek dengan fokus background panjang/dalam Contoh berikut menunjukan foto DOF dengan fokus foreground

Contoh berikut menunjukan foto DOF dengan fokus foreground & background

pendek dengan fokus background panjang/dalam Contoh berikut menunjukan foto DOF dengan fokus foreground & background

Persiapan Ujian Nasional 2015

2. Freeze

Setelah memahami DOF yang berkaitan dengan aperture, kali ini akan dijelaskan tentang freeze, dimana sangat berkaitan

erat dengan shutter speed. Foto freeze bertujuan untuk mengabadikan suatu moment dengan gerakan cepat sehingga dapat tertangkap oleh kamera sebagai gambar diam, seperti foto tetesan air, ledakan, atau foto ketika orang sedang melompat dan lain sebagainya. Yang paling utama dalam mendapatkan foto freeze adalah mengatur shutter speed secepat mungkin ( misal 1/500 detik, 1/1000 detik, hingga 1/8000 detik ). Karena tuntutan shutter speed yang cepat, maka tentunya cahaya yang dibutuhkan sangat banyak, maka dari itu biasanya foto freeze amatir lebih banyak dilakukan di ruang terbuka pada siang hari dimana cahaya matahari bersinar terang. Bukan tidak mungkin untuk memperoleh foto freeze pada malam hari atau cahaya yang minim, namun peralatan pendukung mutlak diperlukan seperti flash atau bahkan lampu studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula.

studio dengan kecepatan singkronisasi yang tinggi pula. 3. Movement Bertentangan dengan foto freeze, foto movement

3. Movement

Bertentangan dengan foto freeze, foto movement bertujuan memperlihatkan pergerakan objek dengan shutter speed yang rendah, sehingga pergerakan objek dapat tampak pada hasil foto. Shutter speed yang digunakan cenderung rendah agar pergerakan objek dapat terekam ( misal 1/5 detik, 1 detik, dst ), namun yang patut diperhatikan adalah kamera harus tetap dalam posisi statis agar background daripada objek tetap fokus walaupun shutter speed lambat.

daripada objek tetap fokus walaupun shutter speed lambat. Panning Mirip dengan metode foto movement, namun dalam

Panning

Mirip dengan metode foto movement, namun dalam foto panning gerakan objek lebih ditampilkan melalui background yang bergerak. Prinsip dasar foto panning sama dengan foto movement, hanya saja pada saat pemotretan, kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak. Contoh foto panning:

mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak. Contoh foto panning:

Persiapan Ujian Nasional 2015

Bidik sasaran bergerak (pada umumnya mobil), tekan tombol shutter 1/2 agar fokus mengunci objek, gerakan kamera mengikuti objek seketat mungkin agar objek tetap fokus, sekiranya dirasa gerakan kamera sudah mengimbangi gerakan objek, tekan tombol shutter penuh dengan kamera yang tetap bergerak mengikuti objek.

Bulb Foto bulb dapat diperoleh melalui mode manual dengan mengatur shutter speed pada setting paling lambat ( BULB ), dimana shutter akan terus terbuka selama tombol ditekan dan akan menutup kembali pada saat tombol dilepas. Yang patut diperhatikan pada foto bulb adalah posisi kamera yang mutlak harus statis, maka gunakanlah tripod untuk menghasilkan foto bulb.

Contoh foto bulb dengan menggunakan senter atau sumber cahaya yang digerakkan

dengan menggunakan senter atau sumber cahaya yang digerakkan Contoh foto bulb pada lalu lintas kota malam
dengan menggunakan senter atau sumber cahaya yang digerakkan Contoh foto bulb pada lalu lintas kota malam

Contoh foto bulb pada lalu lintas kota malam hari

TATA KAMERA

Ada berbagai macam jenis kamera yang beredar, mulai dari kamera handycam sampai kamera professional broadcast. Kamera handycam disebut juga kamera keluarga karena lebih banyak digunakan untuk kepentingan keluarga dan pengoperasiannya juga mudah, meskipun ada beberapa jenis handycam yang bisa digunakan untuk kualitas broadcast

(seperti : Sony seri DSR DVCam dan Canon XL-1). Sedangkan kamera professional dipakai oleh seorang yang professional dibidangnya, karena penggunaannya perlu beberapa ketrampilan dan pengetahuan khusus tentang fasilitas kamera itu sendiri. Kamera handycam ada beberapa jenis sesuai dengan format kasetnya :

> Video 8

> Hi-8

> Digital 8

> VHS-C

> S-VHS-C

> Mini DV

> DVCam

Dan terus berkembangan seiring perkembangan teknologi.

Kamera Professional Broadcast juga ada beberapa jenis :

> Hi-8 Pro

> S-VHS

> U-matic

> Betacam

> DVCPro/DVCam

> Digital-9

> Digital Betacam

Dan terus berkembangan seiring perkembangan teknologi.

Masing-masing jenis kamera mempunyai kelas yang berbeda sesuai kebutuhannya, namun fungsi dan pengoperasiannya tidak jauh berbeda, hanya mungkin fasilitas dan kualitas hasil rekamannya yang berbeda.

Pada dasarnya setiap kamera terdiri dari tiga bagian utama (anatomi kamera), yaitu :

1. Lensa

2. Tubuh Kamera

Persiapan Ujian Nasional 2015

1. Lensa Lensa mempunyai fungsi untuk memilih bidang pandang tertentu dan ditangkap secara optik yang menghasilkan gambar dan diteruskan ke permukaan tabung kamera (yang nantinya oleh tabung kamera diubah lagi dari optik ke elektrik). Ada beberapa jenis lensa menurut panjang fokalnya. Panjang fokal adalah jarak antara pusat optik lensa dengan titik di mana gambar terlihat dalam keadaan fokus. Ada beberapa jenis lensa, yaitu :

Lensa Normal

Lensa ini sering disebut dengan lensa standart. Gambar yang dihasilkan dengan lensa normal ini memberi kesan yang biasa dan datar. Tidak ada efek distorsi atau melengkung.

Lensa Wide/Sudut Lebar

Disebut lensa sudut lebar karena jangkauan dari subyek yang bisa ditangkap oleh lensa cukup lebar, sebagai gambaran dengan menggunakan lensa sudut lebar, kita tidak perlu mundur mengambil jarak karena ada beberapa bagian yang tidak tertangkap lensa, terutama pada pengambilan gambar grup shot, arsitektur, keramaian sebuah pasar, dan lain-lain.

Lensa Tele

Lensa dengan focal length yang panjang, bila menggunakan lensa ini subyek jadi terasa dekat sehingga kedalam menjadi kurang, keuntungannya kita bisa merekam gambar dari jarak cukup jauh tetapi dapat menghasilkan gambar seperti kalau kita dari jarak dekat. Selain itu penggunaan tele lens memberikan keuntungan pada kita akan ruang tajam yang sempit, sehingga kita dengan leluasa bisa melokalisir subyek, sementara yang lainnya akan terlihat blur. Kerugiannya disamping kedalam kurang, sedikit saja goyangannya pada kamera akan terlihat sekali dari hasil rekamannya, biarpun kita sudah memperoleh focus yang maksimal. Untuk menghindari goyangan kamera, kita bisa menggunakan tripod atau monopod.

Lensa Macro

Lensa ini sangat baik digunakan untuk merekam benda-benda kecil, seperti capung, serangga, buah yang kecil-kecil. Panjang fokal lensa macro antara 55-105 mm, tetapi didalam lensa macro (beda dengan lensa biasanya) ditambah beberapa jenis lensa sehingga kita bisa merekam gambar dari jarak dekat sekali, dan perbandingan antara subyek dengan yang ditangkap oleh lensa bisa mencapai 1:1.

Lensa Vario/Zoom

Lensa jenis ini merupakan penggabungan dari lensa sudut lebar sampai ke lensa tele. Jadi kita tidak perlu lagi

mengganti lensa, cukup satu lensa sudah mencakup semua jenis lensa : lensa normal, lensa wide, lensa tele, dan lensa macro. Pada umumnya kamera video sudah dilengkapi dengan lensa zoom.

White Balance

Salah satu kewajiban kita sebelum merekam gambar adalah harus mengeset white balance kamera terlebih dulu. Pada intinya televisi atau video menerima cahaya dari 3 warna primer RGB, red, green, dan blue. Bila ketiga warna ini dipadukan dalam perbandingan yang sama, maka akan menghasilkan warna cahaya putih. Warna putih inilah yang harus kita sesuaikan agar obyek putih benar-benar terlihat putih di lensa kamera. Padahal warna putih jika terkena cahaya warna lain sedikit saja akan berubah, seperti kekuning-kuningan atau kebiru-biruan. Jika di luar ruang/outdoor, maka warna yang ditangkap kamera video cenderung kebiru-biruan. Sedangkan di dalam

ruangan/indoor

kemerah-merahan.

Untuk itulah di beberapa kamera video dilengkapi filter koreksi warna dan white balance yang dipasang di antara lensa dan tabung kamera. Pada umumnya kamera video dilengkapi 2 filter koreksi untuk outdoor dan indoor. Tetapi ada juga yang dilengkapi 4 jenis filter koreksi warna.

cenderung

2. Tubuh Kamera (Body) Tubuh kamera ini berisi tabung pengambil gambar (pick up tube) yang berfungsi untuk merubah gambar optik yang dihasilkan lensa menjadi sinyal elektrik. Di tubuh kamera ini biasanya juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas kamera, seperti white balance, steady shot, digital effect, shutter speed, dan lain-lain. Tergantung jenis kamera dan kebutuhannya.

Viewfinder Viewfinder merupakan monitor kecil sebagai jendela pengamat kita untuk bisa melihat obyek yang masuk ke dalam kamera. Pada umumnya viewfinder ini hanya monitor hitam putih. Tetapi ada beberapa yang berwarna seperti Handycam Sony dan Canon XL-1. Dalam viewfinder biasanya disertai informasi fasilitas dan indicator pada saat rekaman, seperti indicator posisi kamera record atau pause/stand by, white balance, iris, dan battery atau kaset habis dan lain sebagainya.

3.

Persiapan Ujian Nasional 2015

Recorder/VCR Salah satu bagian dari kamera adalah VCR (Video Casette Recorder) alat perekam gambar dan suara. Di beberapa kamera ada yang recordernya terpisah seperti jenis U-matic. Tetapi ada juga yang menjadi satu dengan bodi kamera. Kelebihan menjadi satunya bodi kamera dengan recorder adalah keringanan dan efisiensi waktu. Pekerjaan menjadi lebih mudah.

Jenis-Jenis Shot

* CU (Close Up)

Shot yang menampilkan dari batas bahu sampai atas kepala.

* MCU (Medium Close Up)

Shot yang menampilkan sebatas dada sampai atas kepala.

* BCU (Big Close Up)

Shot yang menampilkan bagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar. Misal : wajah manusia sebatas dagu

sampai dahi.

* ECU (Extrime Close Up)

Shot yang menampilkan detail obyek. Misalnya mata, hidung, atau telinga.

* MS (Medium Shot)

Shot yang menampilkan sebatas pinggang sampai atas kepala.

* FS (Full Shot)

Shot yang menampilkan keseluruhan obyek.

* ES (Establish Shot)

Shot yang menampilkan keseluruhan pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi tempat di mana

peristiwa atau adegan itu terjadi.

* Two Shot

Shot yang menampilkan dua orang.

* OSS (Over Shoulder Shot)

Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.

Sudut Pengambilan Kamera

1. High Angle (Bird eye view) Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.

2. Normal Angle Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata obyek yang diambil.

3. Low Angle (Frog eye view) Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.

4. Obyektive Kamera Tehnik pengambilan di mana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya.

5. Subyektive Kamera Tehnik pengambilan di mana kamera berusaha melibatkan penonton dalam peristiwa. Seolah-olah lensa kamera sebagai mata si penonton atau salah satu pelaku dalam adegan.

Gerakan Kamera (Camera Movement)

Panning

Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Pan right : gerak kamera mendatar dari kiri ke kanan. Pan left : gerak kamera mendatar dari kanan ke kiri.

Tilting Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya.

Tilt up

Tilt down : gerak kamera secara vertikal dari atas ke bawah.

: gerak kamera secara vertikal dari bawah ke atas.

Tracking

Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek. Track in : gerak kamera mendekati obyek Track out : gerak kamera menjauhi obyek Komposisi

Walking space dan Looking space

Dalam mengatur komposisi ketika kita mengambil gambar benda atau orang berjalan perlu diperhatikan ada ruang

di

depan benda itu sesuai arah hadap benda atau orang tersebut.

Head space

 

Komposisi ruang di atas kepala obyek atau suatu benda.

In

(arrive/kedatangan) dan Out (go/kepergian)

Persiapan Ujian Nasional 2015

Komposisi gambar yang menunjukkan bahwa suatu obyek itu bergerak mendekat atau menjauh.

Potongan Kencana Dalam melakukan framing pada manusia perlu diperhatikan jangan sampai memotong gambar pada persendian. Jika hal itu terjadi seakan-akan obyek manusia yang kita ambil terpenggal, terpotong tepat pada persendian. Misalnya penggal leher, pergelangan tangan, siku, atau lutut. Agar tidak terkesan terpenggal ambil framing diantara persendian. Misalnya tangan di antara siku dan pergelangan tangan.

Rule of Third Konsep ini hanya sebagai patokan dalam membuat komposisi. Andaikan layar monitor dianggap sebagai satu bidang persegi yang terbagi dalam 3 bagian.

Garis Imaginer Garis imaginer digunakan untuk memberi batas posisi kamera dalam mengambil gambar agar tidak jumping dan menjaga kontinyuitas gambar. Gampangnya kita bayangkan garis lurus yang memisahkan kiri dan kanan. Apabila kita meletakan kamera posisi di sebelah kanan, maka untuk pengambilan berikutnya (apalagi jika kamera tidak hanya satu) juga harus mengambil dari posisi sebelah kanan. Begitu juga sebaliknya.

TATA SUARA

Jenis-Jenis Microphone Microphone adalah alat atau komponen audio yang digunakan untuk merekam signal audio baik vocal, akustik instrumen atau apapun yg bisa menjadi sumber suara. Umumnya terdiri dari 3 kategori dasar. Mikrofon yang berbeda menangkap suara dengan cara berbeda.

Personal Mic( lavier mic) Lavalier adalah alat perekam suara yang bentuk kecil dan penjepit dipergunakan umumnya dalam wawancara di studio. Yang kita sering sebut “clip-on“ tetapi negara tetangga menyebut lavalier itu ”clip mic“, mike bias yang memiliki karakteristik omni, dinegara Eropa populer dengan sebutan “Lapel” . Disebut lapel mike karena biasa di jepitkan di kerah baju, jas ataupun menempel dibalik dasi. Jarak pemasangannya sekitar 6 sampai 8 inci dibawah dagu sekitar 25 cm 30 cm .

6 sampai 8 inci dibawah dagu sekitar 25 cm – 30 cm . Handheld Mic Ukuran

Handheld Mic Ukuran mic ini sebesar genggaman tangan dan pergunakan untuk ke perluan lapangan pada saat peliputan itnterview. Vox pop atau opini dsb. Microphone handheld / genggam karakteristiknya Dynamic microphone sifatnya meredam suara desis, suara yang tajam untuk mengurangi gangguan suara utama yang direkam, jadi bukan menghilangkan suara suara bising.

Shotgun Mic

jadi bukan menghilangkan suara suara bising. Shotgun Mic Microphone ini bentuknya ramping dan panjang mirip seperti
jadi bukan menghilangkan suara suara bising. Shotgun Mic Microphone ini bentuknya ramping dan panjang mirip seperti

Microphone ini bentuknya ramping dan panjang mirip seperti laras senapan karakteristiknya yang sering didapati Condencer Microphune. sifatnya mempertajam suara jadi suara yang lemah dan jauh akan ditangkap oleh microphone ini oleh karena itu dengan shotgun mic tidak perlu mendekat pada sasaran obyek karena daya tangkap mic. Shotgun directional lurus (satu arah)."Shotgun" mikrofon yang paling sangat terarah.

Mereka memiliki sensitivitas lobus kecil ke kiri, kanan, dan belakang tetapi secara signifikan kurang sensitif ke samping dan belakang daripada lainnya adalah mikrofon terarah. Hasil ini menempatkan elemen pada akhir sebuah tabung dengan slot dipotong sepanjang sisi; gelombang pembatalan menghilangkan sebagian besar off-axis suara.Karena sempitnya daerah kepekaan mereka, senapan mikrofon umumnya digunakan di televisi dan film set, di stadion, dan untuk merekam bidang satwa liar.

Contact mic

di stadion, dan untuk merekam bidang satwa liar. Contact mic Benda ini pada dasarnya adalah sebuah

Benda ini pada dasarnya adalah sebuah microphone. Tapi, berbeda dengan fungsi microphone yang biasa digunakan untuk menyanyi, yang satu ini mampu menyadap suara di level yang lebih ringkih. Contact Mic ini dirancang untuk mampu menembus gelombang suara redam yang secara virtual sanggup menangkap gelombang suara di bawah permukaan solid tertentu. Dengan begitu, microphone ini dapat pula digunakan sebagai alat pendeteksi bom.

Persiapan Ujian Nasional 2015

Benda ini dibuat terpadu dengan contact element, dan memiliki automatic gain control internal sehingga tidak lagi memerlukan tombol-tombol penyesuaian. Contact Mic didisain untuk mengkonversi menit getaran-getaran ke gelombang suara dan kemudian dapat diterjermahkan ke dalam band audio yang bisa didengarkan melalui headphone atau alat penerima suara lainnya. Dengan begitu, benda ini bisa memberi informasi mengenai apa yang janggal sedang terjadi.

memberi informasi mengenai apa yang janggal sedang terjadi. Boundary effect mic Lavalier mic/personal mic/clip-on mic

Boundary effect mic Lavalier mic/personal mic/clip-on mic adalah perekam suara yang bentuknya kecil dan penjepit dipergunakan umumnya untuk wawancara dalam studio.lavalier itu “clip mic”,mic bias yang memiliki karakteristik omni,di negara Eropa populer dengan sebutan “Lapel”. Di sebut Lapel karena biasa dijepit di kerah baju, jas ataupun menempel dibalik dasi. Jarak pemasangannya sekitar 6 sampai 8 inci dibawah dagu sekitar 25cm 30 cm. Studio Mic

8 inci dibawah dagu sekitar 25cm – 30 cm. Studio Mic Layar logam yang unik ini

Layar logam yang unik ini tidak hanya berlubang, tetapi sedikit louvered di sudut untuk mengarahkan frekuensi ultra-rendah napas ledakan yang melewati sisi layar. Proses ini tidak menipiskan frekuensi tinggi, seperti kain layar lakukan, dan meninggalkan performa vokal tidak terpengaruh tetapi tanpa mengganggu frekuensi rendah "muncul" Ini juga dibangun untuk terakhir dan akan mengambil lebih banyak pelecehan dari kain tradisional perisai, jadi sangat baik untuk aplikasi komersial

Kepekaan antara satu microphone dengan microphone yang lainnya tidak selalu sama terhadap semua arah kedatangan suara. Percobaan dan pengukuran akhirnya menghasilkan apa yang disebut directivity/sensitivity patern. Arah penerimaan/polar pattren dalam kebanyakan microphone penerimaan yang diinginkan adalah konsisten pada semua frekuensi. Jika tidak maka warna suara/frekuensi pada microphone berbeda.

Arah penerimaan/polar pattren microphone dibagi menjadi tiga yaitu :

Omni Directional Omni directional umumnya sama dengan microphone lainnya, tetapi microphone jenis omni mempunyai kelebihan untuk menangkap suara frekuensi pada sudut 0 derajat terhadap sumber suara dan mempunyai respon dengan level yang baik pada frekuensi rendah. Penggunaan microphone di dalam studio yang baik adalah menggunakan microphone jenis directional cardiodid. Adalah pola yang sederhana, bentuk pola yang melingkar. Sensitivitas suara sama dari segala arah, dalam kenyataannya pola Omni kurang sensitif pada bagian belakang, seperti terlihat pada gambar berikut.

Bi Directional Pola ini antara depan dan belakang mempunyai sensitivitas yang sama baiknya. Tetapi pada bagian sampnig tidak sensitiv, sehingga bentuk polanya mirip dengan angka 8. Pola Bi Directional sering populer dengan sebutan angka 8. Bi directional yaitu microphone yang mempunyai 2 arah penangkapan yaitu dari depan dan dari belakang tanpa menggeser microphone, jenis ini banyak dipergunakan untuk dialog pada saat sandiwara.

Uni Directional Pola ini mempunyai arah penangkapan yang sensitiv dari arah depan saja, pada bagian belakang mengalami pelemahan. Pola pattren Uni Directional dibagi menjadi tiga, yaitu :

1. Cardioid yaitu microphone yang mempunyai arah penangkapan getarannya satu arah yang mempunyai sudut melebar, yaitu arah penangkapan untuk microphone jenis ini begitu bersih pada 0 derajat dengan sumber suara 1 dan tidak tercampur dengan suara yang tidak diinginkan dari sumber suara 2 atau sudut 180 derajat.

2. Super Cardioid yaitu microphone yang bentuk arah penangkapan getaran bunyi seperti cardiodid, akan tetapi mempunyai gaung yang lebih besar dari microphone Cardiodid tetapi lebih kecil dari microphone jenis hiper cardiodid.

3. Hyper Cardioid yaitu microphone yang bentuk arah penangkapan getaran bunyi seperti cardiodid, akan tetapi mempunyai gaung yang lebih besar disebabkan oleh jangkauan penangkapan yang lebih jauh dari microphone lainnya.

Pada pola Super dan Hyper Cardioid hampir sama denga Cardioid, tetapi pada bagian samping mengalami perlemahan, jangkauan lebar derajat juga mengalami penyempitan.

TATA CAHAYA

Persiapan Ujian Nasional 2015

Tata cahaya adalah seni pengaturan cahaya dengan mempergunakan peralatan pencahayaan agar kamera mampu melihat obyek dengan jelas, dan menciptakan ilusi sehingga penonton mendapatkan kesan adanya jarak, ruang, waktu dan suasana dari suatu kejadian yang dipertunjukkan dalam program televisi. Seperti halnya mata manusia, kamera video membutuhkan cahaya yang cukup agar bisa berfungsi secara efektif. Dengan pencahayaan penonton akan bisa melihat seperti apa bentuk obyek, di mana dia saling berhubungan dengan obyek lainnya, dengan lingkungannya, dan kapan peristiwa itu terjadi.

Cahaya berdasarkan konsep dasar pencahayaan dapat dibedakan :

1. Natural light Cahaya natural light yang sumber cahaya dalam satu frame atau adegan maupun scene bersumber dari cahaya yang bersifat natural. Misalnya cahaya pagi hari dari sebelah timur (key). Maka shot-shot dalam scene tersebut key

lightnya dari arah yang sama.

2. Pictorial light / Arificial light Cahaya yang bersifat artistik atau ciptaan, dibentuk sesuai kebutuhan artistik, mood sebuah adegan atau scene. Jadi arah sumber cahaya (key) dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan artistik gambar atau mood dari adegan tersebut.

Secara teknis Tujuan penataan cahaya adalah untuk

a. Memperoleh cahaya dasar (base light) sehingga kamera mampu melihat obyek dengan jelas.

b. Menghasilkan contrast ratio yang tepat, perbandingan antara cahaya yang kuat dan bayangan tidak menyolok,

begitu juga warna-warna yang terang dengan warna yang gelap.

c. Mengatur suhu warna yang tepat, sehingga warna kulit manusia akan nampak alamiah.

Secara artistik Tujuan penataan cahaya adalah untuk:

a. Memperjelas bentuk dan dimensi obyek.

b. Menciptakan ilusi dari suatu realitas.

c. Menciptakan kesan/suasana tertentu.

d. Memusatkan perhatian pada unsur-unsur penting dalam suatu adegan.

Three Points Lighting Ini sudah menjadi rumusan atau formula dasar sebuah pencahayaan dalam produksi video, film, dan foto. Tiga poin penting itu terdiri atas : Key Light, Fill Light, Back Light.

Key Light adalah pencahayaan utama yang diarahkan pada objek. Keylight merupakan sumber pencahayaan paling dominan. Biasanya keylight lebih terang dibandingkan dengan fill light. Dalam desain 3 poin pencahyaan, keylight ditempatkan pada sudut 45 derajat di atas subjek.

Fill Light merupakan pencahyaan pengisi, biasanya digunakan untuk menghilagkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. Fill light ditempatkan berseberangan dengan subyek yang mempunyai jarak yang sama dengan keylight. Intensitas pencahyaan fill light biasanya setengah dari key light. Back Light, pencahayaan dari arah belakang objek, berfungsi untuk meberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” dengan latar belakang. Pencahyaan ini diletakkan 45 derajat di belakang subyek. Intensitas pencahyaan backlight sangat tergantung dari pencahayaan key light dan fill light, dan tentu saja tergantung pada subyeknya. Misal backlight untuk orang berambut pirang akan sedikit berbeda dengan pencahayaan untuk orang dengan warna rambut hitam.

Selain 3 poin pencahayaan tadi masih ada jenis pencahyaan lainnya, yakni Background Light dimaksudkan agar setting/panggung tetap bisa kelihatan dengan baik.

Persiapan Ujian Nasional 2015

Colour Temperatur Temperatur dihitung dengan derajat kelvin yaitu digunakan untuk menjelaskan perbedaan campuran dari spektral. Berikut gambar hasil warna dan colour temperaturnya.

Berikut gambar hasil warna dan colour temperaturnya. PENYUTRADARAAN Macam-macam casting Sederhananya casting

PENYUTRADARAAN

Macam-macam casting Sederhananya casting adalah penentuan pemain berdasarkan analisis naskah untuk diproduksi.

Macam macam Casting :

a. Casting by Ability

Berdasarkan yang terpandai dan terbaik dipilih untuk peran yang penting / utama dan kesulitan yang tinggi.

b. Casting to Emosional Temprament

Memilih seorang pemain berdasarkan hasil observasi hidup pribadinya, karena mempunyai banyak kesamaan atau

kecocokan dengan peran yang dipegangnya (kesamaan emosi, temprament, kebiasaan dll.) Metode casting seperti ini banyak sekali dilakukan oleh para pembuat film Hollywood.

c. Casting to Tipe

Pemilihan pemain berdasarkan kecocokan fisik si pemain ( tinggi badan, berat badan, bentuk tubuh dll )

d. Anti type Casting

Pemilihan yang bertentangan dengan watak atau fisik, ini menentang keumuman jenis perwatakan manusia secara

konvensional sering disebut education casting.

e. Therapeutic Casting

Menentukan seorang pemain atau pelaku yang bertentangan dengan watak aslinya dengan maksud dan tujuan

untuk menyembuhkan atau mengurangi ketidak seimbangan jiwanya.

(sumber : http://dikiumbara.wordpress.com)

Ringkasan materi penyutradaraan dalam bentuk gambar. Proses shooting di studio, dengan single camera system.

Persiapan Ujian Nasional 2015

dengan single camera system. Persiapan Ujian Nasional 2015 Proses shooting di studio, dengan menggunakan multy camera

Proses shooting di studio, dengan menggunakan multy camera system.

single camera system. Persiapan Ujian Nasional 2015 Proses shooting di studio, dengan menggunakan multy camera system.

Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015 Camera Angle

Camera Angle

Persiapan Ujian Nasional 2015 Camera Angle
Persiapan Ujian Nasional 2015 Camera Angle

Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015 Shot Objective
Persiapan Ujian Nasional 2015 Shot Objective

Shot Objective

Persiapan Ujian Nasional 2015 Shot Objective

Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015 Shot Subjective Point of View

Shot Subjective

Persiapan Ujian Nasional 2015 Shot Subjective Point of View

Point of View

Persiapan Ujian Nasional 2015 Shot Subjective Point of View

Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015
Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015 Crane up/down
Crane up/down
Crane up/down

Handheld

Handheld Picture composition (looking room) Persiapan Ujian Nasional 2015

Picture composition (looking room)

Handheld Picture composition (looking room) Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015

Handheld Picture composition (looking room) Persiapan Ujian Nasional 2015
Handheld Picture composition (looking room) Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015
Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015

Persiapan Ujian Nasional 2015 EDITING Definisi Editing Editing adalah proses menggerakan dan menata video shot/hasil

EDITING

Definisi Editing Editing adalah proses menggerakan dan menata video shot/hasil rekaman gambar menjadi suatu rekaman gambar yang baru dan enak untuk dilihat. Secara umum pekerjaan editing adalah berkaitan dengan proses pasca produksi, seperti titling, colour correction, sound mixing, dsb.

Istilah editing telah dikenal luas dan banyak orang memberi pemahaman sendiri. namun dalam pelajaran ini kita sepakat editing berkaiatan dengan kerja-kerja dibawah ini:

1. Menata, menambahkan atau memindahkan klip video atau klip audio.

2. Menerapkan colour correction, filter dan peningkatan yang lain.

3. Membuat transisi antara klip.

Tujuan editing Ada banyak alasan kita melakukan pengeditan dan pendekatan editing sangat bergantung dari hasil yang kita inginkan, yang terpenting adalah ketika kita melakukan pengeditan, pertama adalah menetapkan tujuan kita melakukan editing. Namun, secara umum, tujuan editing adalah sebagai berikut:

2. Memilih gambar dan klip yang terbaik.

3. Menciptakan arus.

4. Menambahkan efek, grafik, musik dll.

5. Mengubah gaya dan suasana hati dan langkah dari gambar.

6. Memberikan sudut yang menarik bagi hasil rekaman.

Persiapan Ujian Nasional 2015

Metode Editing Ada beberapa metode dalam pengeditan video dan masing-masing metode ini mempunyai proses yang berbeda. Meski saat ini, metode non linear editing paling banyak digunakan, utamanya para editor profesional, ada baiknya bagi kita mempelajari berbagai metode editing ini.

1. Film splicing/penyambungan film secara teknis ini bukanlah video editing, tapi film editing. Namun, amat penting bagi kita untuk mengetahui metode ini karena, metode ini adalah metode edit pertama yang mengedit gambar-gambar bergerak atau hidup dan secara konseptual, metode ini adalah dasar dari semua editing video. Secara tradisi, metode ini dilakukan dengan memotong bagian film, mengolahnya dan membuang bagian yang tak diperlukan. Proses sangat langsung dan mekanikal. Secara teori, penyambungan film dilakukan dengan gunting dan tape peyambung, namun kenyataannya, menggunakan mesin penyambung banyak dilakukan dan menjadi solusi praktis.

2. Tape to tape (linear) Metode linear adalah metode origin elektronik sebelum penggunaan komputer dikenal pada sekitar tahun 1990. Meski saat metode ini tidak mejadi pilihan favorit, tapi dalam hal-hal tertentu motode ini masih banyak digunakan. Ketrampilan dalam metode editing ini diyakini akan sangat bermanfaat dalam jangka waktu yang panjang. Dalam metode linear adalah mengcopy secara selektive dari satu tape ke tape yang lain. Dalam metode ini setidaknya digunakan dua tape, satu sebagai sumber dan satu sebagai perekam/recorder.

3. Digital/komputer (non linear) Dalam metode ini, gambar atau clip ditangkap dan disimpan dalam hardrive/harddisk dan diedit dengan menggunakan perangkat lunak/program atau software tertentu. Namun, setelah editing selesai, gambar kembali dipindahkan ke kaset tape atau ke optikal disk/cd. Metode ini mempunyai keuntungan yang signifikan dari linear editing. Khususnya, karena metode ini sangat flexibel. Editor dapat mengedit gambar sesuka hati dan tidak perlu dilakukan secara linear-inilah sebabnya metode disebut non linear. Kekurangan dari metode ini, adalah amat bergantung pada perangkat keras/hardware dan perangkat lunak/software yang kita miliki.

4. Live Editing Dalam situasi tertentu, misal dalam kondisi siaran langsung, beberapa kamera dan video disambungkan dengan sentral mixing dan control, dan diedit dalam saat itu juga. Contoh paling real dari live editing ini adalah dalam siaran langsung yang kita lihat ditelevisi.

Tentang Video Video merupakan gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam suatu waktu dengan kecepatan tertentu. gambar-gambar yang digabung tersebut dinamakan frame dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate, dengan satuan fps (frame per second). karena dimainkan dalam kecepatan yang tinggi maka tercipta ilusi gerak yang halus, semakin besar nilai frame rate maka akan semakin halus pergerakan yang ditampilkan. Lebih jauh mengenal frame rate. ketika serangkaian gambar mati yang bersambung dilihat oleh mata manusia, maka suatu keajaiban terjadi. jika gambar-gambar tersebut dimainkan dengan cepat maka akan terlihat sebuah pergerakan yang halus, inilah prinsip dasar film, video dan animasi.

Negara yang memakai format standar NTSC (national television standards comitte) yaitu amerika serikat, jepang, kanada, meksiko dan korea memiliki frame rate sebesar 30 fps (tepatnya 29.97 fps)

Untuk negara Indonesia, Inggris, Australia, Eropa dan China format video standar yang digunakan adalah format PAL (phase alternate line) dengan frame rate sebesar 25 fps.

Sedangkan negara perancis, timur tengah dan afrika menggunakan format video standar SECAM (sequential couleur avec memoire) dengan frame rate sebesar 25 fps. Video Transisi

1. Cut dan cutting Cut adalah cara yang paling sering digunakan dalam perpindahan langsung dari satu shot ke shot berikutnya. Macam-macam cutting-nya adalah :

a) Jump cut Suatu pergantian shot, dimana kesinambungan waktu terputus, karena loncatan waktu dari shot ke shot berikutnya.

b) Cut in, insert

Persiapan Ujian Nasional 2015

Suatu shot yang yang disisipkan pada shot utama dengan maksud untuk menunjukan detil shot utama.

c) Cut away, intercut, reaction shot Shot action yang diambil pada saat yang sama sebagai reaksi dari shot utama.

d) Cut on direction Suatu sambungan shot dimana shot pertama ditunjukan suatu obyek yang bergerak menuju ke satu arah, shot berikutnya objek lain yang mengikuti arah gerakan dari shot pertama. Misalnya seseorang yang sedang memperhatikan sesuatu yang sedang berjalan.

e) Cut on movement Sambungan shot dari satu objek yang bergerak kearah yang sama, dengan latar belakang yang berbeda.

f) Cut rhyme

Cutting bersajak bergantian shot/scene dengan loncatan waktu pada kejadian yang sama, saling berhubungan, tapi dalam suasana yang berbeda. Fungsi utama transisi dengan menggunakan cutting adalah kesinambungan action, detail objek, peningkatan atau penurunan suatu peristiwa, perubahan tempat dan waktu.

2. Dissolve Dissolve adalah perpindahan gambar secara berangsur-angsur, akhir dari shot sedikit demi sedikit bercampur dengan shot berikutnya. Jadi shot pertama berangsur-angsur hilang sedang shot kedua berangsurangsur muncul. Penggunaan dissolve memang lebih leluasa dibanding dengan cutting. Namun demikian pergantian tempat atau waktu (time of lapses) tepat jika menggunakan dissolve. Penggunaan lainnya adalah untuk jembatan penghubung atau transisi dari shotaction, waktu dan tempat, hubungan yang erat antara dua shot. Misalnya pengambilan LS seorang penyanyi kemudia CU wajah penyanyi, dengan menggunakan diossolve akan kelihatan artistic dan dramatis. Kedua shot yang berbeda digabung secara berangsur-angsur tanpa mengganggu satu dengan yang lainnnya.

3. Fade Penggunaan fading sedikit berbeda dengan dissolve. Pada fading gambar akan hilang secara berangsur-angsur (fade out), bila gambar muncul berangsur-angsur disebut fade in. kadang-kadang digunakan pula fade to black untuk perpindahan scene berikutnya, atau saat end title. Fade in dan fade out biasa digunakan pada saat awal dan akhir program.

4. Wipe, Split screen, superimpose, Chromakey Pernah melihat gambar seola-olah dihapus atau disapu sehingga keluar dari frame dan muncul gambar baru, inilah. Jika dilayar kelihatan dua gambar yang sama itu menggunakan split screen. Sering pada akhir program adegan ditumpangi dengan tulisan itulah superimpose.

Dimensi Editing Hakekat atau inti dari dimensi editing adalah KETERHUBUNGAN. Sebuah shot apabila disambung dengan shot lain, maka pasti kedua shot tersebut memiliki HUBUNGAN, baik secara grafis, ritmis (irama), spasial (ruang) dan temporal (waktu).

Sambungan shot-shot dalam film-film naratif memiliki keempat dimensi/hubungan tersebut, sementara dalam film-film

abstrak atau film-film atau film-film non-figuratif (tak ada tokohnya, jadi tak bercerita) hanya memiliki dimensi grafis dan

saja.

ritmis

1. Dimensi Grafis

Setiap shot pasti punya nilai grafisnya, yaitu:

- garis

- bentuk

- cahaya

- warna

- gerak (bisa gerak subyek, gerak kamera ataupun gerak kombinasi subyek dan kamera)

Maka bila sebuah shot disambung dengan shot lain PASTI ada hubungan grafis. Hubungan/dimensi grafis yang terjadi bisa berupa graphic match ataupun graphic contrast.

2. Dimensi Ritmis

Sebuah shot disambung dengan shot lain PASTI ada hubungan ritmis (irama). Irama yang ada dalam film-film itu

sebenarnya ada 2 jenis, yaitu:

- Irama Internal, yaitu irama yang ada di dalam setiap shot itu sendiri

- Irama Eksternal, yaitu irama yang dihasilkan oleh persambungan 2 shot atau lebih

Irama Internal terjadi di setiap shot karena di setiap shot itu ada:

- Frame size/type of shot (ukuran besar gambar/frame)

- Gerak (gerak subyek, gerak kamera, gerak kombinasi subyek dan kamera)

- Suara (dialog, efek dan musik)

Persiapan Ujian Nasional 2015

Irama Eksternal terjadi ketika ada sambungan dan dipengaruhi oleh:

- Durasi shot (panjang pendeknya shot)

- Metode penyambungan (cut-to-cut atau optical effect spt dissolve, fade, dsb)

Irama Eksternal ini bisa kita (pembuat film/sineas) buat berbagai jenis dengan mengatur panjang-pendeknya shot (durasi). Jenis-jenis irama tersebut adalah:

- irama konstan, yaitu dengan cara membuat shot-shot yang disambung berukuran (berdurasi) sama.

- irama dipercepat (akselerasi), yaitu dengan cara membuat shot-shot yang disambung ukurannya makin lama makin pendek.

- irama diperlambat, yaitu dengan cara membuat shot-shot yang disambung ukurannya makin lama makin panjang.

- irama tak beraturan, yaitu dengan cara membuat shot-shot yang disambung ukurannya berubah-ubah secara tak beraturan.

Keempat jenis irama yang dihasilkan oleh durasi ini, mungkin saja bisa dilakukan juga oleh shot itu sendiri, misalnya dengan gerak kamera, tetapi tentu tidak semudah yang dilakukan oleh mengatur durasi shot.

3. Dimensi Spasial

Dengan editing, media film adalah media yang paling efektif dalam menciptakan ruang yang sesuai dengan yang ingin dibentuk oleh pembuat filmnya. Melalui editing pula, bisa dihubungkan RUANG DALAM REALITA dengan RUANG DALAM FILM (ruang buatan/artifisial). Juga antara yang interior dan eksterior. Contoh film Hitchcock “The Birds”

Ketersambungan antara 2 shot atau lebih yang bisa menciptakan ruang baru yang ada di dalam kepala penonton itu disebut sebagai koeksistensi spasial (ruang yang berdampingan)

4. Dimensi Temporal

Dengan editing pula, film paling mampu “mempermainkan” (memanipulasi) waktu penceritaan. Waktu penceritaan (time of the story) dibagi 3 unsur:

- Urutan Waktu penceritaan bisa memiliki struktur waktu yang :

berurutan (linear)

tak berurutan (non-linear), bisa dilihat dengan adanya flashback maupun flashforward

- Durasi Panjang-pendeknya waktu penceritaan berdasarkan kebutuhan dramatisasi cerita. Maka dalam durasi cerita bisa saja dibuat :

Waktu penceritaan diperpendek, yaitu waktu penceritaan hanyalah memperlihatkan waktu peristiwa yang perlu/penting diperlihatkan untuk penonton saja sehingga sebenarnya ada waktu yang hilang. Biasa disebut juga dengan ELIPSIS atau penghilangan waktu yang tak diperlukan.

Waktu penceritaan diperpanjang, yaitu waktu penceritaan ditambah panjangnya dari waktu yang sebenarnya sebuah peristiwa terjadi untuk kebutuhan dramatisasi cerita. Hal ini bisa juga EKSPANSI atau pemanjangan waktu penceritaan.

Editing eliptis tersebut di atas bisa didapat dengan cara:

optical effect

dengan frame kosong

cutaway

jumpcut

- Frekuensi Yaitu suatu pengulangan suatu aksi untuk kebutuhan dramatisasi (seperti adegan ledakan, atau benda/tokoh yang jatuh) ataupun penyampaian suatu maksud tertentu (seperti dalam film Pierre, Le Fout/Pierre, the Crazy, dari Godard), sehingga menciptakan waktu penceritaan yang lebih panjang.

Prinsip-prinsip Editing

1. Jangan menyambung gambar dengan cutting, dissolve, panning atau tracking tanpa motivasi yang jelas.

2. Jangan menyambung dua gambar dari format yang sama, misalnya dari MS ke MS, LS ke LS karena akan kelihatan jumping.

3. Jangan menyambung dari angle yang ekstrem LS ke CU, lebih halus dijembatani dengan MS, atau zoom in.

4. Jangan menyambung dua gambar yang sama tetapi diambil dari arah berlawanan (crossing the line).

Persiapan Ujian Nasional 2015

6. Jangan memotong shot saat bergerak panning ataupun tilting. Sambunglah saat awal atau akhir gerakan. Juga jangan membuat cutting dari dua kamera yang bergerak, kecuali dengan gerakan yang sama serta kecepatan yang sama pula.

7. Jangan dissolve gambar dari dua kamera yang bergerak (panning), atau dari kamera yang bergerak ke statis atau sebaliknya. Kecuali gerakannya sama atau ingin memberikan efek tertentu.

8. Hindari fast dissolve. Cobalah 2-3 detik untuk waktu perpindahan.

9. Bila membuat fade in usahakan jangan gambar dahulu yang muncul, karena akan “mati”, usahakan bersama atau audio dahulu.

10. Buatlah cut dissolve dan lainnya sesuai irama suara, musik, komentar, lakukan cut, fade out saat musik atau kalimat berakhir.

Editing sebagai proses akhir sebuah produksi, dapat menolong kelemahan yang dilakukan petugas lain. Namun sebaliknya jika editor tidak maksimal bekerjanya juga dapat menurunkan kualitas produksi. Oleh karena itu kerjasama antar kru harus erat dan saling tolong.

LATIHAN SOAL

1. Suatu bahan yang memiliki hantaran listrik yang kecil adalah

Persiapan Ujian Nasional 2015

A. Resistor

D. Transistor

B. Isolator

E. Konduktor

C. Kapasitor

2. Nyatakanlah sistem bilangan desimal berikut dalam sistem bilangan biner

A. 10

D. 110

B. 100

E. 111

C. 101

7
7

3. Komponen-komponen berikut yang mendukung sistem operasi,

A. Manajemen proses - Manajemen memori utama - Resolusi

B. Manajemen berkas/file Running proses Sistem Proteksi

C. Manajemen proses Sistem proteksi Manajemen blok

D. Jaringan - Manajemen I/O Resolusi

E. Manajemen berkas/file Jaringan Sistem operasi

4. Peristiwa transmisi (pengiriman) data melalui frekuensi radio ke suatu satellite dari stasiun bumi

A.

B.

C. Pemancar

Downlink

Uplink

D. TV Receiver E. Antene

5. Program TV yang menggunakan jenis naskah non drama adalah…

A.

B.

C. serial movie

Sinetron

Kuis

D. situasi komedi E. film action

6. Perbedaan synopsis dan treatment adalah ….

A. Synopsis menggambarkan setiap adegan sedangkan treatment keseluruhan cerita

B. Synopsis merupakan isi detail cerita sedangkan treatment ide dasar cerita

C. Synopsis menggambarkan keseluruhan cerita sedangkan treatment hanya per adegan

D. Synopsis merupakan uraian dari setiap adegan sedangkan treatment dialog setiap pemain

E. Synopsis merupakan dialog setiap pemain sedangkan treatmen garis besar cerita

7. Langkah penyusunan naskah setelah menulis treatment adalah

A. Riset

B. Penulisan outline

C. Penulisan sinopss

D. Penulisan treatment E. Penulisan naskah

8. Script conference dilaksanakan pada tahapan

A.

B.

C. Produksi

Riset

Pra produksi

D. Pasca produksi E. Evaluasi

9. Berikut ini divisi pada proses produksi yaitu

A. Divisi Manajemen produksi

B. Divisi Pasca produksi

C. Divisi Produksi

D. Divisi Pra produksi E. Divisi Editing

10. Crew yang bertugas untuk membagi scene-scene menjadi shot pada proses produksi adalah .

A.

B.

C. Kameraman

Produser

Sutradara

11. Audio person berada dinaungan divisi

A. Divisi manajemen produksi

D. Penulis Naskah E. Editor

D. Divisi pasca produksi

B. Divisi Penyutradaraan

C. Divisi Artistik

E. Divisi tekhnik

Persiapan Ujian Nasional 2015

12. Selain divisi penyutradaraan, divisi mana yang terlibat dalam proses casting

A. Divisi tekhnik

B. Divisi Manajemen produksi

C. Divisi Artistik

D. Divisi post production E. Divisi pra production

13. Pertimbangan kemampuan berperan sesuai karakter tokoh merupakan hal yang harus diperhatikan pada proses

A. Reading

D. Casting

B. Shooting

E. Dubbing

C. Bloking

14. Berikut ini komponen yang ada pada breakdown artistik, kecuali

A. Scene

D. Pemain

B. Setting

E. Kostum

C. Durasi

15. Kursi tamu pada adegan setting di ruang tamu termasuk

A. Property

D. Kostum

B. Setting

E. Ilustrasi

C. Hand property

16. Berapakah ukuran setting ruang tamu sesungguhnya jika pada skala 1 : 50 pada floor plan tercantum luas kamar 6 cm x 8 cm?

A. 500 cm x 800 cm

B. 600 cm x 800 cm

C. 800 cm x 600 cm

17. Virtual set adalah

D. 300 cm x 400 cm E. 400 cm x 300 cm

A. Setting yang dibuat menyerupai set sesungguhnya

B. Setting dengan background polos kemudian dirubah pada proses editing

C. Setting untuk adegan-adegan futuristuk yang menggabarkanmasa depan

D. Setting untuk pemain dengan jumlah banyak

E. Setting untuk pertunjukan teater yang ditonton secara langsung

18. Kegiatan yang harus dilakukan sebelum pembuatan art property adalah

A. Inventarisasi art property

B. Pembuatan floor plan

C. Penyiapan bahan dan peralatan

D. Pembuatan art property E. Dry rehearsel

19. Jenis lampu yang mengikuti objek kemanapun bergerak disebut….

A.

B.

C. Back light

Spotlight

Follow spot

D. Softlight E. Key light

20. Three point basic lighting terdiri dari key light, fill light dan ….

A.

B.

C. Soft light

Base light

Spot light

D. Background light E. Back light

21. Untuk merubah cahaya lampu tungsten agar menjadi daylight menggunakan filter ….

A. CTB

D. CTW

B. CTO

E. Difius

C. CTR

22. Perangkat

lighting yang berfungsi untuk menetralkan dan mengolah warna, bahkan menambah aksen warna

tertentu disebut ….

A.

B.

Barndoor

Filter color

D. Sandbag E. Umbrella white

Persiapan Ujian Nasional 2015

23. Bagian kamera yang berfungsi untuk merekam gambar yang ditangkap oleh kamera adalah …

A.

B.

C. recorder

Lensa

Focus

D. iris

E. viewfinder

24. Format kamera video yang tepat adalah ….

A.

B.

C. 3G

HVS

MP3

D. Mini DV E. CDA

25. Fungsi dolly track pada pergerakan kamera video adalah …

A. pergerakan kamera dengan stabil secara vertikal

B. pergerakan kamera dengan stabil secara horizontal dengan satu sumbu

C. pergerakan kamera dengan stabil secara bebas ke segala arah

D. pergerakan kamera dengan stabil secara vertikal sesuai jalur

E.pergerakan kamera dengan stabil secara horizontal sesuai jalur

26. Lensa wide berfungsi untuk pengambilan gambar dengan sudut pengambilan …

A. Lebar

D. Samping

B. Jauh

E. Belakang

C. Atas

27. Proses Zooming menghasilkan gambar ….

A. Bergerak dari kiri ke kanan

B. Objek dari jauh menjadi dekat

C. Bergerak atas ke bawah

D. Bergerak bawah ke atas E. Bergerak ke semua arah

28. Sebelum pengambilan gambar, hal penting yang harus dilakukan oleh kamera person adalah

A. Melakukan paning

B. Melakukan zooming

C. Melakukan white balance

D. Melakukan rewinding E. Melakukan chraging

29. Simbol yang berarti pause adalah …

A.

.
.

D.

B.

.
.

E.

C.

C.
pause adalah … A. . D. B. . E. C. 30. Bagian kamera yang ditunjukan adalah

30. Bagian kamera yang ditunjukan adalah

A. Focus ring

B. Flip up electronic flash

C. Lensa

D. Handgrip

E. Jog wheel

Flip up electronic flash C. Lensa D. Handgrip E. Jog wheel 31. Fungsi bagian gambar yang
Flip up electronic flash C. Lensa D. Handgrip E. Jog wheel 31. Fungsi bagian gambar yang
Flip up electronic flash C. Lensa D. Handgrip E. Jog wheel 31. Fungsi bagian gambar yang

31. Fungsi bagian gambar yang ditunjukan adalah

A. Untuk melihat secara manual objek yang akan diphoto

B. Untuk menangkap gambar yang akan direkam

C. Untuk mengatur fokus atau mengubah tingkat ketajaman

D. Untuk menambah pencahayaan

E. Untuk menghubungkan kamera digital ke perangkat lain

atau mengubah tingkat ketajaman D. Untuk menambah pencahayaan E. Untuk menghubungkan kamera digital ke perangkat lain

Persiapan Ujian Nasional 2015

32. Teknik dasar fotografi dengan cara kamera ikut bergerak mengimbangi gerakan objek, sehingga objek tetap fokus namun background yang dihasilkan bergerak adalah

A. Depth of filed

D. Movement

B. Panning

E. Bulb

C. Freeze

33. Jenis microphone yang memiliki daya tangkap suara segala arah adalah

A.

B.

C. Omni directional

Ex directional

Uni directional

D. Bi directional E. In Directional

34. Pengaturan volume suara pada saat perekaman yang menunjukan suara under ditunjukan pada sinyal

A

yang menunjukan suara under ditunjukan pada sinyal A B C D E 35. Naskah operasional yang

B

C

D

E

35. Naskah operasional yang berisi urutan pengambilan gambar dari tiap kamera pada proses shooting multi kamera adalah

A.

B.

C. Rundown

Shot list

Treatment

D. Camera card E. Director’s shot

36. Yang bertugas untuk mengarahkan pemain pada proses shooting adalah

A. Divisi Artistik

B. Divisi Tekhnik

C. Divisi Kameraman

D. Divisi Lighting E. Divisi Penyutradaraan

37. Pembatasan gerak suara pada proses shooting disebut

A. Bloking microphone

B. Bloking pemain

C. Bloking cahaya

D. Bloking crew E. Bloking kamera

38. Pada gambar berikut, manakah pengambilan gambar lapangan pacuan kuda yang sesuai dengan screen direction dari kamera master

D B E C
D
B
E
C

A

dengan screen direction dari kamera master D B E C A MASTER 39. Berikut ini dimensi

MASTER

39. Berikut ini dimensi editing, kecuali ….

A. Dimensi ritmis

B. Dimensi spasial

C. Dimensi transisi

D. Dimensi grafis E. Dimensi temporal

40. Melakukan pemindahan gambar atau transfer video hasil rekaman yang masih berbentuk pita kaset ke dalam komputer sehingga menjadi bentuk digital termasuk kedalam tahapan

A. Capturing

D. Screening

B. Logging

E. Assembling