Anda di halaman 1dari 22

Komitmen

Perusahaan
terhadap K3

Resty Rika
1231310050

Latar belakang
Masalah keselamatan dan kesehatan (K3) di
Indonesia sering terabaikan. Hal ini ditunjukkan
dengan masih tingginya angka kecelakaan kerja.
Rendahnya kesadaran masyarakat akan masalah
keselamatan kerja dan rendahnya tingkat penegakan
hukum oleh pemerintah, mengakibatkan penerapan
peraturan keselamatan kerja yang masih jauh dari
optimal, yang pada akhirnya menyebabkan masih
tingginya angka kecelakaan kerja.

Mengapa Kecelakaan Kerja


Terjadi ?

Perbuatan tidak aman ?


Kondisi tidak aman ?
Lingkungan kerja ?
Lemahnya pengendalian
manajemen ?
?

Komitmen Perusahaan terhadap K3

Menurut jurnal yang berjudul An


Investigation of managements
commitment to construction safety
yang ditulis oleh Osama Abudayyeh,
Tycho Fredericks didapatkan hasil yang
menunjukkan bahwa 3 faktor
penyebab di suatu perusahaan sering
terjadi kecelakaan dan cidera
dikarenakan :

kurangnya kepemimpinan dan


komitmen manejemen
kondisi bekerja yang tidak aman dan
kebiasaan kerja yang tidak efektif.
Terlihat bahwa komitmen manajemen
menempati posisi paling atas sebagai
faktor penyebab terbanyak atau

Kenapa komitmen ?
Program K3 ditempat kerja akan
berhasil jika di tempat kerja tersebut
dipelihara secara aman dan sehat.
Untuk mencapai sasaran tersebut,
perlu adanya komitmen yang
menyatakan kesangggupan untuk
mengelola K3 sama penting dengan
mengelola kegiatan bisnis lainnya.

Perusahaan perlu menjamin


komitmennya terhadap K3

Komitmen Perusahaan terhadap K3

Saat ini, Kesehatan dan Keselamatan


Kerja (K3) merupakan suatu program
wajib bagi setiap perusahaan.
Sesuai dengan peraturan perundangundangan no. 1 tahun 1970 mengenai
keselamatan kerja, dituliskan setiap
aktivitas pekerjaan yang memiliki
potensi bahaya dan risiko harus dan
wajib untuk mengimplementasikan
program-program K3 di dalamnya.
Patut kita sadari, keselamatan dan
kesehatan merupakan hak asasi
manusia yang mendasar yang harus
terpenuhi.

Mengapa perusahaan membuat


komitmen untuk K3?

Inti dari pelaksanaan


program K3 adalah
komitmen. Baik dari
perusahaan maupun
komitmen dari individu
atau masing-masing
pekerja di dalamnya.

Komitmen Dan
Kebijakan
Kepemimpinan dan komitmen

Perusahaan
&
ataupun
pengurus
menunjukkan

Membentuk organisasi
komitmennya
melalui: K3
Menyediakan anggaran, sarana dan tenaga kerja
yang diperlukan dalam bidang K3
Menetapkan personel yang mempunyai tanggung
jawab dan wewenang yang jelas dalam
penanganan K3
Perencanaan K3 yang terkoordinasi
Melakukan penilaian kinerja dan tindak lanjut
pelaksanaan K3

Langkah selanjutnya,
dari sebuah komitmen
tersebut diturunkan
menjadi sebuah
kebijakan dari pimpinan
perusahaan.

Kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja


adalah suatu pernyataan tertulis yang
ditandatangani oleh pengusaha dan atau
pengurus yang memuat keseluruhan visi
dan tujuan perusahaan, komitmen dan
tekad melaksanakan keselamatan dan
kesehatan kerja, kerangka dan program
kerja yang mencangkup kegiatan
perusahaan secara menyeluruh yang
bersifat umum dan atu operasional.

Komitmen Dan Kebijakan


Penetapan Kebijakan
K3
Kebijakan
K3 ;
Ditandatangani
oleh
pimpinan
tertinggi
(pengusaha atau pengurus)
Tertulis & bertanggal

Memuat
pernyataan
komitmen dan tujuan K3
perusahaan

Disosialisasikan/disebarluas
kan

Bersifat
dinamik
dan
ditinjau ulang agar tetap
updated

Studi Kasus
Pembersihan Gedung Multivison Tower

What
Sebuah gondola yang digunakan untuk bekerja di gedung Multivisions Tower di
kawasan Kuningan, Jakarta jatuh.
When
Rabu 8 Februari 2012, pukul 18.00 WIB
Where
Gedung Multivisions Multivisions Tower di kawasan Kuningan, Jakarta
Why
Tali gondola putus dari ketinggian hampir 80 meter, tepatnya di lantai 23.
Who
Pengelola : PT Repex Wahana
Korban: 2 orang pekerja terluka
How
Dua pekerja kebersihan sedang melakukan pembersihan gedung.

sumber : detik.com

Kaji Awal
bertujuan untuk mengetahui
gambaran komitmen K3 pengelola
gondola pada PT. Repex Wahana

Daftar Periksa dalam Melakukan Kaji Awal

Kriteria

Aktivitas 1

Pengetahuan tentang
kebijakan K3

Sesuai
parsial
Tidak sesuai

Catatan/ Komentar

Pengetahuan tentang
pentingnya K3

Sesuai
parsial
Tidak sesuai

Catatan/ Komentar

Panduan resiko
pekerjaan

Sesuai
parsial
Tidak sesuai

Catatan/ Komentar

Pemahaman bagaimana
mencegah timbulnya
bahaya

Sesuai
parsial
Tidak sesuai

Catatan/ Komentar

16

Daftar Periksa dalam Melakukan Kaji Awal (Lanjutan 1)

Kriteria

Aktivitas 1

Pemahaman bagaimana
memberi kontribusi
pada program
organisasi

Sesuai
parsial
Tidak sesuai

Catatan/ Komentar

Pemahaman pada
tanggap darurat

Sesuai
parsial
Tidak sesuai

Catatan/ Komentar

Bagaimana memberi
pemahaman pada
karyawan tentang
persyaratan baru?

Sesuai
parsial
Tidak sesuai

Catatan/ Komentar

Apakah karyawan tahu


tugas, tanggung jawab
dan wewenangnya
terhadap K3?

Sesuai
parsial
Tidak sesuai

Catatan/ Komentar
17

Daftar Periksa dalam Melakukan Kaji Awal (Lanjutan 2)

Kriteria

Aktivitas 1

Adakah pengendali
resiko terdapat di
tempat kerja?

Sesuai
parsial
Tidak sesuai

Catatan/ Komentar

Apakah karyawan/tamu
tahu konsekuensi dari
penyimpangan
prosedur?

Sesuai
parsial
Tidak sesuai

Catatan/ Komentar

Apakah
kontraktor/pihak
terkait diberitahu
tentang pengendali
operasi yang relevan

Sesuai
parsial
Tidak sesuai

Catatan/ Komentar

18

Kesimpulan
Pengetahuan K3 pengelola gondola hanya mampu mencapai
tingkat pengetahuan terhadap pengelolaan K3 saja. Dapat
disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan informan terhadap K3
dalam batasan nilai cukup dan perlu ditingkatkan.
Penerimaan pengelola gondola terhadap K3 sudah baik dan
optimal karena telah mampu mencapai tahapan penerimaan
mampu untuk bertanggung jawab dan hal ini perlu
dipertahankan.
Kepatuhan terhadap UU K3 pada pengelola gondola belum
dikatakan baik. Dapat disimpulkan kepatuhan baru sebatas
cukup dan perlu ditingkatkan lagi.
Keinginan melaksanakan K3 pada para informan belum
berdasarkan kesadaran pada setiap tindakannya. Pelaksanaan
terhadap K3 yang dilakukan masih dalam keadaan tekanan atau
paksaan terhadap UU yang mengatur.

Solusi (secara umum)

Diharapkan peningkatan pengetahuan semua staf di perusahaan


dimulai dari hal yang paling dasar tentang definisi dan
pengertian K3 dengan cara training terpadu bersama
pendamping tenaga ahli yang ada dalam struktur
organisasi.penurunan sikap positif terhadap penerimaan K3
dapat diatasi dengan pembangunan pengetahuan.
Penambahan tenaga HSE (Health, Safety, Environment) HSE
merupakan salah satu bagian dari manajemen sebuah
perusahaan- yang berkompeten juga sangat diperlukan dalam
struktur perusahaan mengingat hampir semua manajemen
tingkat atas memiliki pekerjaan yang cukup menyita waktu dan
pikiran sehingga diperlukan seseorang.
Pengaturan sistem kerja yang lebih efektif untuk menghindari
pekerja stress.
Adanya evaluasi dalam sistem pengelolaan K3 untuk studi kasus
ini khusunya pada gondola agar dapat dimonitor dan diawasi
pelaksanaannya dengan seimbang dan baik

Satu menit untuk menulis konsep keselamatan


Satu jam untuk melaksanakan pertemuan keselamatan
Satu minggu merencanakan program keselamatan
Satu bulan untuk menerapkannya di tempat kerja
Satu tahun untuk mendapatkan penghargaan keselamatan
Sepanjang hidup untuk membudayakan kerja selamat
NAMUN HANYA MEMERLUKAN
Waktu sesaat untuk menghancurkan itu semua dengan
KECELAKAAN