Anda di halaman 1dari 56

ASPEK-ASPEK STUDI KELAYAKAN BISNIS

MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Dosen Mata Kuliah
Studi Kelayakan Bisnis pada Jurusan Manajemen
Oleh
Tanza Ayu Anindya
NIM. 5111111098

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2014

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji dan Syukur Kehadirat Allah SWT. yang telah
memberikan rahmat serta hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas makalah Studi
Kelayakan Bisnis pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas
Jenderal Achmad Yani.
Kami menyadari sepenuhnya bahawa karena keterbatasan pengetahuan
dan kemampuan yang dimiliki, maka dalam penyelesaian makalah ini tidak
terlepas dari segala kekurangan. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan
kritik dan saran yang bersifat membangun guna penyempurnaan makalah ini.

Penulis

ASPEK-ASPEK STUDI KELAYAKAN BISNIS


ASPEK PEMASARAN
1. Definisi Pemasaran
1) Menurut Kotler & Amstrong : Pemasaran adalah proses manajerial
yang didalamnya, individu serta kelompok mendapatkan apa yang
mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan dan saling
mempertukarkan produk-produk dan nilai satu sama lain.
2) Menurut William J. Stanton : Pemasaran adalah suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan
jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada
maupun pembeli potensial.
Jadi, dari pengertian para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa :
Pemasaran merupakan Suatu proses pertukaran produk berupa barang, jasa
dan ide yang melibatkan dua pihak atau lebih.
2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
1) Product (Produk)
Produk adalah sesuatu yang ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan
perhatian, pembelian, pemakaian, atau konsumsi yang dapat memenuhi
keinginan atau kebutuhan.
2) Price (Harga)
Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan untuk sebuah produk
atau jasa. Secara lebih luas, harga adalah keseluruhan nilai yang
ditukarkan

konsumen

untuk

mendapatkan

kepemilikan terhadap sebuah produk atau jasa.

keuntungan

dari

3) Place (Tempat atau Distribusi)


Tempat atau distribusi merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan
perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia
untuk konsumen sasaran.
4) Promotion (Promosi)
Promosi merupakan suatu aktivitas dan materi yang dalam aplikasinya
menggunakan teknik dibawah pengendalian penjual/ produsen, baik
secara langsung maupun melalui pihak yang dapat mempengaruhi
pembeli.
3. Aspek Pasar
Mengkaji aspek pasar berfungsi menghubungkan manajemen suatu
organisasi dengan pasar yang bersangkutan melalui informasi. Selanjutnya
informasi ini digunakan untuk mengidentifikasi kesempatan dan
permasalahan yang berkaitan dengan pasar dan pemasaran.
Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kualitas keputusankeputusan yang akan diambil.
1) Proses Mengkaji Aspek Pasar
a. Menilai situasi suatu keputusan aspek pasar haruslah didasari
dengan perkembangan dunia usaha pada umumnya dan aspek pasar
yang bersangkutan khususnya seperti :
1. Sifat Pasar
a. Persaingan Monopoli bebas dan lain-lain. Jumlah produsen
yang telah ada dan perkiraan pertambahannya.
b. Besarnya permintaan pasar (terhadap produksi yang
sejenis) dan potensi pertumbuhan.
c. Pangsa pasar, potensi, dan pertumbuhan.
2. Perilaku Konsumen
a. Lapisan masyarakat pembeli
b. Sebab atau dorongan dan motivasi untuk membeli

c. Kapan dan dimana, volumenya berdasarkan musiman, atau


relatif tetap. Membelinya di pasar, di toko atau di pabrik
berdasarkan pesanan/agen.
3. Marker Environment / Lingkungan Pasar
a. Politik dan peraturan, seperti peraturan-peraturan yang akan
atau sedang diberlakukan, syarat keselamatan, dan lain-lain.
b. Sosial dan ekonomi seperti perubahan komposisi
kependidikan, pekerja wanita, lokasi, nilai-nilai yang
sedang menonjol.
c. Teknologi, kemajuan aspek teknologi, adanya penemuan
baru mengenai proses produksi serta peralatan yang
mendukungnya.
b. Program pengkajian, program merangkum tugas-tugas yang
spesifik

dan

memusatkan

pada

sasaran

tunggal

seperti

pengembangan suatu produk untuk mendukung suatu strategi


peruashaan yang lebih besar. Contoh problem defenition beserta
program pengkajian aspek pasar suatu produk meliputi :
1. Segmen pangsa pasar
1) Ketentuan segmen / pangsa pasar yang akan dijadikan
sasaran.
2) Identifikasi

manfaat

segmen

pangsa

pasar

yang

bersangkutan.
2. Pola dan Jaringan Distribusi
1) Sejauh mana jaringan distribusi yang direncanakan.
2) Bagaimana poladistribusi, menggunakan sistem pengecer
(retailer) dan lain-lain.
3. Promosi
1) Pemilihan cara dan media promosi
2) Besar skala promosi yang akan dilakukan
4. Survey Pasar
1) Menentukan sasaran yang menjadi proyek survei
2) Memilih skema sampling dan ukurannya.

3) Menyiapkan pertanyaan
4) Menerima dan menyaring jawaban dari responden
5) Analisis dan peramalan
c. Analisis dan Peramalan
Yaitu "mengubah" sejumlah besar data menjadi kesimpulan dan
laporan yang dapat dipertanggungjawabkan.
4. Aspek Pasar pada Studi Kelayakan Bisnis
Permintaan dan Penawaran
1) Perincian permintaan, perincian produk dapat diperinci menjadi area,
spesifikasi produk (misalknua model yang bermutu tinggi, sedang atau
rendah).
2) Permintaan masa depan dan saat ini, permintaan saat ini dapat
dikumpulkan dari catatan statistik, sedangkan untuk masa yang akan
datang perlu diadakan peramalan dengan menggunakan variabel yang
didasarkan pada informasi saat ini.
3) Penawaran, dalam hal penawaran produk yang perlu diamati adalah :
a. Penawaran saat ini dan potensi di masa datang
b. Kapasitas produksi terpasang
c. Impor ataukah produk domestik
4) Konsumen
Informasi mengenai konsumen menyangkut masalah demografi dan
sosiologi yang dapat ditelusuri dari jawabn atas pertanyaan : siapakah
mereka, jumlahnya, pekerjaannya, dll.
5) Kebijakan, Peraturan dan Perencanaan Pemerintah
Perencanaan, kebijakan, dan peraturan pemerintah amat besar
pengaruhnya terhadap penawaran dan permintaan produk hasil bisnis
serta menjangkau aspek yang amat luas, seperti :;
a. Perencanaan nasional yang berkaitan dengan pembangunan
b.
c.
d.
e.
f.
g.

fasilitas dan prasarana produksi


Peraturan pengendali impor-ekspor
Kebijakan dan peraturan aspek finansial
Pajak dan bea masuk
Kebijakan pemakaian produk dan sumber daya domestik
Rangsangan ekspor
Pemberian subsidi dll

5. Mengukur dan Meramal Permintaan


1) Mengukur Permintaan Sekarang
Ada 3 metode praktis untuk mengestimasi permintaan, yaitu :
a. Mengestimasi Total Permintaan Pasar
b. Mengestimasi Wilayah Permintaan Pasar
a) Market built-up method
b) Market factor index method
c. Mengetimasi Pangsa Pasar dan Penjualan Aktual
2) Meramal Permintaan Sekarang
Ada beberapa cara untuk meramal penjualan masa datang :
a. Survey Niat Pembeli
b. Pendapat Para Tenaga Penjual
c. Pendapat Pasar Ahli
d. Uji Pasar
e. Analisis Deret Waktu
f. Analisis Regresi dan Korelasi
6. Segmentasi Pasar
Beberapa variable utama untuk mensegmentasikan pasar adalah :
1) Komponen Geografis
2) Komponen Demografi
3) Komponen Psikografis
4) Komponen Perilaku
Agar segmentasi pasar dapat berguna, harus diperhatikan karakteristik
sebagai berikut:
1) Dapat diukur, maksudnya besar pasar dan daya beli di segmen ini
dapat diukur walaupun ada beberapa komponen variable yang sulit
diukur.
2) Dapat terjangkau, maksudnya sejauh mana segmen ini dapat secara
efektif dicapai dan dilayani, walau ada kelompok yang sulit dijangkau.
3) Besar, maksudnya berapa besar segmen harus dijangkau agar dapat
menguntungkan.
4) Dapat dilaksanakan, maksudnya sejauh mana program yang efektif itu
dapat dilaksanakan untuk mengelola segmen ini.
7. Menetapkan Pasar Sasaran
Evaluasi yang dapat dilakukan perusahaan yaitu dengan menelaah 3
faktor:
1) Ukuran dan Pertumbuhan Segmen

2) Kemenarikan Struktural Segmen


3) Sasaran dan Sumber Daya
8. Menentukan Posisi Pasar
Untuk menentukan posisi pasar ada 3 langkah, yaitu :
1) Mengidentifikasi Keunggulan Kompetitif
2) Memilih Keunggulan Kompetitif
3) Mewujudkan dan Mengkomunikasikan Posisi
9. Analisis Persaingan
Langkah-langkah dalam menganalisis pesaing yang dikemukakan oleh
Kloter :
1) Mengidentifikasi Pesaing
2) Menentukan Sasaran Pesaing
3) Mengidentifikasi Strategi Pesaing
4) Menilai Kekuatan dan Kelemahan Pesaing
5) Mengetimasi Pola Reaksi Pesaing
6) Memilih Pesaing
a. Pesaing kuat atau lemah
b. Pesaing dekat atau jauh
c. Pesaing berprilaku baik atau pengacau.
10. Strategi Kompetitif
Posisi kompetitif menurut Kloter dapat diklasifikasikan berdasarkan
perannya dalam pasar sasaran, yaitu :
1) Sebagai Pemuka Pasar
2) Sebagai Penantang Pasar, ada 5 strategi serangan yang dapat
dilakukan:
a. Serangan frontal
b. Serangan samping
c. Serangan pengepungan
d. Serangan melambung
e. Serangan gerilya
f. Menjadi Pemanut Pasar
g. Menjadi Pelubuk/Perelung Pasar (market nicher)
11. Bentuk Pasar
Berdasarkan jumlah penjualnya, pasar dapat dibedakan menjadi berbagai
bentuk.
Jumlah Penjual
Tidak terbatas
Banyak

Bentuk Pasar
Persaingan Sempurna
Persaingan Monopolistis

Beberapa
Dua
Satu

Oligopoli
Duopoli
Monopoli

1) Pasar Persaingan Sempura


Pada jenis pasar persaingan sempurna, kegiatan persaingannya
tidaklah nampak, karena tidak terbatasnya jumlah produsen dan
konsumen yang dapat menjual atau membeli berapa saja tanpa ada
batas asal bersedia membeli atau menjual pada harga pasar. Jadi pada
pasar ini justru tidak ada gunanya mengadakan persaingan.
2) Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah sebuah bentuk pasar yang dikuasai oelh
seorang penjual saja.Penyebab terjadinya monopoli bisa macammacam, moisalnya karena menguasai bahan mentah, penguasaan
teknik produksi tertentu yang dimiliki, tindakan yudiris dalam
perolehan hak paten dan secara alamiah karena luas pasar yang tak
cukup besar untuk dilayani oleh lebih dari satu produsen dengan
menggunakan skala pabrik yang optimal.
3) Pasar Duopoli
Pada pasar duopoli hanya terdapat dua penjual. Pasar ini merupakan
suatu kesatuan sehingga masalah yang dihadapi adaah bagaimana cara
mambeagi satu pasar tersebut di antara kedua perusahaan yang
beroperasi di situ. Biasanya seorang duopolis menganggap bagian
yang dikuasai oleh saingannya sebagai datum. Atas dasar itu, dia
berusaha

untuk

memanfaatkan

sisa

pasarnya,

agar

dapat

memaksimumkan keuntungan yang selalu diasumsi sebagai tujuan


setiap perusahaan.
4) Pasar Oligopoli

Sebenarnya pasar oligopoli merupakan perluasan dari pasar duopoli.


Dalam menentukan tingkat harga dan kuantitas produksi dapat
menggunakan prosedur optimalisasi biasa, tetapi karena pengaruh dari
pesaing sangat terasa, maka tindakan pesaing perlu dimasukkan dalam
perhitungan. Perilaku perusahaan dalampasar oligopoli menurut
Sweezy ialah bahwa kurva permintaan yang dihadapi perusahaan akan
patah pada salah satu titik harga tertentu utnuk mencerminkan perilaku
produsen oligopolis.
5) Pasar Persaingan Monopolistis
Pasar ini merupakan bentuk campuran antara persaingan sempurna
dan monopoli. Diaktakan mirip persaingan sempurna karena ada
kebebasan bagi perusahaan untuk masuk ke pasar dankeluar lagi,
hanya saja barang yang dijual tidak homogen tetapi dibedakan melalui
berbagai macam program promosi penjualan.
12. Macam Pasar
1) Pasar Konsumen
Pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau disewa oleh perorangan
atau keluarga untuk penggunaan pribadi (tidak untuk bisnis).
Ciri-cirinya : Jumlah pembelian sedikit, pengambilan keputusan
sedikit, jumlah pembeli banyak.
2) Pasar Industri
Pasar untuk barang dan jasa yang dibeli atau disewa oleh perorangan
atau organisasi untuk digunakan pada produksi barang atau jasa
lain,baik untuk dijual maupun untuk disewakan (dipakai untuk proses
lebih lanjut).
Ciri-cirinya : Jumlah pembelian banyak, pengambil keputusan banyak,
jumlah pembeli sedikit, membeli barang untuk diolah kembali.
3) Pasar Penjual Kembali (Reseller)

Pasar yang terdiri dari perorangan dan/atau organisasi yang biasa


disebut para pedagan menegah (middlemen) yang terdiri dari dealer,
distributor, grosir, agen dan retailer. Kesemua reseller ini melakukan
penjualan kembali dalam rangka mendapatkan keuantungan.
Ciri-cirinya : Jumlah pembelian banyak, pengambil keputusan sedikit,
tidak sensitif terhadp harga.
4) Paar Pemerintah
Pasar yang terdiri dari unit-unit pemerintah yang membeli atau
menyewa barang atau jasa untuk menjalankan tugas-tugas pemerintah,
mislanya di sektor pendidikan, perhubungan, keehatan, dan lain-lain.
Ciri-cirinya : Pengambil keputusan banyak, jumlah pembelian banyak.
5) Pasr Luar Negeri
Ciri-cirinya : Jumlah pembeli sedikit, jumlah pembelian banyak.

ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA


1. Aspek Manajemen Sumber Daya Manusia
a. Definisi Manajemen Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan salah satu aspek yang mempunyai
pengaruh besar dalam studi kelayakan bisnis dibanding dengan ke empat
aspek lainnya. Keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat dari seberapa
besar peran perusahaan dalam mengolah mengembangan dan memelihara
karyawannya.
Adapun definisi manajemen sumber daya manusia menurut beberapa para
ahli, yaitu :
1. Marihot Tua E.H
Manajemen sumber daya manusia didefinisikan : Human resource
management is the activities undertaken to attact, develop, motivate,
and maintain a high perfoming workface within the organization

(manajemen sumber daya manusia adalah aktivitas yang dilakukan


untuk merangsang, mengembangkan, memotivasi, dan memelihara
kinerja yang tinggi dalam organisasi).
2. Anwar Prabu Mangkunegara
Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan, dan pengawasan
terhadap

pengadaan,

pengembangan,

pemberian

balas

jasa,

pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam


rangka tujuan organisasi.
Dari kedua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber
daya

manusia

merupakan

suatu

rentetan

kegiatan

untuk

merangsang,

mengembangkan memotivasi, dan memelihara dimana di dalamnya terdapat


perencanaa, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan, dan pemeliharaan
dalam mencapai tujuan perusahaan.
Sumber daya organisasi secara garis besar dapat dibedakan ke dalam dua
kelompok, yaitu sumber daya manusia (human resource), dan sumber daya non
manusia (non human resource). Sumber daya manusia meliouti semua orang yang
berstatus sebagai anggota dalam organisasi yang masing-masing memiliki peran
dan fungsi. Menurut Hadari Nawawi (2000) yang dimaksud sumber daya manusia
meliputi tiga pengertian, yaitu :
1. Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di lingkungan
suatu organisasi, disebut juga personel, ternaga kerja, pegawai atau
karyawan.
2. Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak
organisasi dalam mewujudkan eksistensinya.
3. Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan asset dan
berfungsi sebagai modal (non material atau non financial) di dalam

organisasi bisnis, yang dapat mewujudkan menjadi potensi nyata


secara fisik dan non fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi.
Adapun pendapat Amstrong mengenai pendekatan terhadap manajemen
manusia terdapat empat prinsip dasar, yaitu :
1. Sumber daya manusia adalah harta yang paling penting yang dimiliki
oleh organisasi sedangkan manajemen yang efektif adalah kunci
keberhasilan organisasi tersebut.
2. Keberhasilan ini sangat mungkin dicapai jika peraturan atau
kebijaksanaan dan prosedur yang bertalian dengan manusia dari
perusahaan tersebut saling berhubungan memberikan sumbangan
terhadap pencapaian tujuan perusahaan serta perencanaan strategis.
3. Kultur dan nilai perusahaan, suasana organisasi dan perilaku
manajerian yang berasal dari kultur tersebut akan memberikan
pengaruh besar terhadap hasil pencapaian terbaik.
4. Manajemen manusia berhubungan dengan integrasi, menjadikan
semua anggota organisasi tersebut terlibat dan bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama.
b. Ruang Lingkup Manajemen Sumber Daya Manusia
Tugas manajemen sumber daya manusia berkisar pada upaya mengelola
unsur manusia dengan segala potensi yang dimilikinya seefektif mungkin
sehingga dapat diperoleh sumber daya manusia yang puas dan memuaskan
bagi organisasi.
Aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan manajemen sumber daya manusia
ini secara umum mencakup :
1. Rancangan Organisasi
2. Staffing
3. System Reward, tunjangan-tunjangan, dan pematuhan
4. Manajemen performansi

5. Pengembangan pekerja dan organisasi


6. Komunikasi dan hubungan masyarakat
Tabel kegiatan-kegiatan yang umumnya tercakup dalam lingkup manajemen
sumber daya manusia
1. Rancangan Organisasi
a. Perencanaan
sumber

daya

manusia
b. Analisis pekerjaan
c. Rancangan pekerjaan

2. Staffing
a. Rekrut/mempekerjakan
b. Affirmative action
c. Promosi,
pemindahan,
separasi
d. Pelayanan-pelayanan
outplacement
e. Metode-metode

3. Sistem Reward
a. Program-program keamanan
b. Pelayanan-pelayanan kesehatan
c. Prosedur-prosedur pengaduan
d. Administrasi
e. Kompensasi
f. Administrasi pengupahan
g. Hubungan-hubungan kerja
5. Pengembangan
Pekerja
dan

seleksi

pekerja
4. Manajemen Performasi
a. Penilaian manajemen
b. Program
peningkatan/
produktivitas
c. Penilaian performasi yang
difokuskan pada klien
6. Komunikasi dan Relasi Publik
a. Sistem-sistem informasi/

Organisasi
a. Pengembangan
pengawasan/manajemen
b. Perencanaan/pengembangan
karier
c. Program-program pembinaan
d. Pekerja
e. Pelatihan keterampilan

c. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

laporan/ catatan SDM


b. Komunikasi/
publikasi
kerja
c. Sistem penyaranan

Ada empat tujuan sumber daya manusia, yaitu tujuan sosial, tujuan
organisasional, tujuam fungsional dan tujuan pribadi (Simamora : 2004) :
1. Tujuan Sosial
Organisasi bertanggung jawab secara sosial dan etis terhadap kebutuhan
dan tantangan masyarakat seraya meminimalkan dampak negatif
tuntutan itu terhadap organisasi.
2. Tujuan Organisasional
Sasaran formal organisasi yang dibuat untuk membantu organisasi
mencapai tujuannya.
3. Tujuan Fungsional
Tujuan untuk mempertahankan kontribusi departemen sumber daya
manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
4. Tujuan Pribadi
Tujuan individu dari setiap anggota organisasi yang hendak dicapao
melalui aktivitasnya dalam organisasi.
d. Aktivitas Manajemen Sumber Daya Manusia
Kegiatan atau aktivitas manajemen sumber daya manusia secara umum
dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu persiapan dan pengadaan dan
pengembangan dan penilaian, pengkompensasian dan perlindungan dan
hubungan-hubungan kepegawaian(Marihot Tua : 2005).
1. Persiapan dan Pengadaan
Kegiatan persiapan dan pengadaan meliputi banyak

kegiatan,

diantaranya adalah kegiatan analisis jabatan, yaitu kegiatan untuk


mengetahui jabatan-jabatan yang ada dalam organisasi beserta tugastugas yang dilakukan dan persyaratan yang harus dimiliki oleh
pemegang jabatan tersebut dan lingkungan kerja dimana kegiatan
tersebut dilakukan. Manajemen sumber daya manusia sudah tentu harus
mengetahui keseluruhan tugas yang ada dalam organisasi berikut dengan

rincian tugas (job description), persyaratan tugas (job specification), dan


standar kerja (job performance standard).
2. Pengembangan dan Penilaian
Setelah tenaga kerja bekerja secara berkala harus dilakukan pelatihanpelatihan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas kerja
pegawai dan menjaga terjadinya keusangan kemampuan pegawai akibat
perubahan-perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerja. Kemudian,
dilakukan penilaian yang bertujuan untuk melihat apakah unjuk kerja
pegawai sesuai dengan yang diharapkan dan memberikan umpan balik
untuk meningkatkan kemampuan dan kinerja.
3. Pengkompensasian dan Perlindungan
Untuk mempertahankan dan memelihara semangat kerja dan motivasi,
para para pegawai diberi kompensasi dan beberapa kenikmatan atau
keuntungan lainnya dalam bentuk program-program kesejahteraan.
4. Hubungan-hubungan Kepegawaian
Hubungan ini meliputi usaha untuk memotivasi pegawai,
memberdayakan pegawai agar mematuhi aturan, kebijakan-kebijakan
yang ada dan melakukan bimbingan.
5. Tantangan-tantanan Manajemen Sumber Daya Manusia
Penelitian oleh Hudson institute dalam bukunya workforce 2020 telah
menitikberatkan masalah-masalah penting menyangkut tenaga kerja.
Dari penelitiannya itu sumber-sumber lain, dapat disimpulkan bahwa
tantangan-tantangan yang dihadapi oelh manajemen sumber daya
manusia meliputi : 1. Perekonomian dan perkembangan teknologi, 2.
Ketesediaan dan kualitas tenaga kerja, 3. Kependudukan dengan
masalah-masalahnya, 4. Rekstrukturisasi organisasi (Mathis & Jackson,
2007).
1) Perekonomian dan Perkembangan Teknologi

Perubahan

perekonomian

telah

menunjukan

pada

pola

ketenagakerjaan dan jenis pekerjaan di Amerika serikat. Perubahan


yang menonojol terjadi pada pergeseran dari bidang pekerjaan
manufaktur dan pertanian menjadi bidang industry jenis pelayanan
dan telekomunikasi. Pergeseran ini mengartikan bahwa ada
organisasi yang harus mengurangi jumlah tenaga kerjanya dan ada
juga yang harus menarik dan mempertahankan para tenaga kerja
yang memiliki kemampuan yang semula tidak diperlukan pada
pekerjaan sebelumnhya.
2) Ketersediaan dan Kualitas Kerja
Jumlah tenaga kerja yang minim dari tahun ke tahun adalah untuk
bidang teknisi spesialis system informasi, physical therapists, ahli
memperbaiki saluran air, AC dan sebagainya. Konsekuensinya para
praktisi sumber daya manusia menghadapi tekanan untuk merekrut
dan melatih para tenaga kerja.
a. Tenaga Kerja Rendah Kualitas
Jumlah pekerjaan yang menuntut

tenaga

kerja

dengan

pengetahuan yang lebih tinggi akan bertumbuh lebih cepat dari


pekerjaan lainnya. Pertumbuhan ini berarti seseorang yang tidak
memiliki ijazah SMU atau sederajat atau bukan lulusan dari
perguruan tinggi yang terkemuka akan mengalami hambatan
karena kesempatan untuk bekerja bagi mereka hanya dibidang
pelayanan dengan tingkat upah rendah.
b. Kependudukan dengan Masalah-masalahnya
Merosotnya jumlah keluarga tradisional dan bertambahnya
jumlaah pasangan suami istri dan orang tua tunggal yang bekerja

menjadikan tenaga kerja kesulitan untuk menyeimbangkan


keluaarga dan pekerjaannya.
c. Rekstrukturisasi Organisasi
Beberapa organisasi telah melakukan restrukturisasi beberapa
tahun yang lalu agar mempunyai daya saing lebih. Juga merger
dan akusisi beberapa perusahaan dengan jenis industry yang
sama telah dilakukan untuk memenangkan persaingan global.
2. Perencanaan Strategi Sumber Daya Manusia
a. Pengertian Perencanaan Sumber Daya Manusia
1. Andrew E. Sikula (1981:145) mengemukakan bahwa :
Perencanaan sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja
didefinisikan sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan
berarti mempertemukan kebuthan tersebut agar pelaksanaannya
berintegrasi dengan rencana organisasi.
2. George Mikovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173)
mendifinisikan bahwa :
Perencanaan tenaga kerja adalah proses peramalan, pengembangan,
pengimplementasian, dan pengontrolan yang menjamin perusahaan
mempunyai kesesuaian jumalah pegawai dan penempatan pegawai
secara benar, waktu yang tepat, yang secara ekonomis lebih
bermanfaat.
Berdasarkan dua definisi di atas dapat disimpulkan bahwa perencanaan
sumber daya manusia dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari
dalam organisasi itu sendiri atau internal maupun yang berasal dari luar organisasi
eksternal (Gomes, 1999).
a. Faktor Internal

Berbagai kendala yang terdapat di dalam organisasi itu sendiri. Adapun


faktor internal menurut Siagian, meliputi :
1. Rencana strategi
2. Anggaran
3. Estimasi produksi dan penjualan
4. Usaha atau kegiatan baru
5. Rancangan organisasi dan tugas pekerjaan
b. Faktor Eksternal
Berbagai hal yang pertumbuhan dan perkembangannya berada di luar
kemampuan organisasi untuk mengendalikannya, menurut Kiggundu, yang
tergolong faktor-faktor eksternal meliputi :
1. Teknologi
2. Sosisal budaya
3. Politik
4. Ekonomi
Antara faktor-faktor tersebut baik faktor internal maupun faktor eksternal
saling berinteraksi dan berpengarung. Perencanaan sumber daya manusia harus
bertitik tolak dari pengkajian terhadap kedua faktor itu.
3. Penilaian Prestasi Kerja Pegawai
a. Definisi prestasi kerja
Menurut Anwar Prabu Mangkunegara dalam bukunya, definisi prestasi
kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh
seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung
jawab yang diberikan kepadanya.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kerja
Faktor yang memepengaruhi pencapaian kinerja adalah faktor kemampuan
(ability) dan faktor motivasi (motivation). Hal ini sesuai dengan pendapat
Keith Davis (1964:484) yang merumuskan bahwa :
Human Performance
=
Ability + Motivation
Motivation
=
Attitude + Situation
Ability
=
Knowledge + Skill
1. Faktor Kemampuan

Secara

psikologis,

kemampuan

(ability)

pegawai

terdiri

dari

kemampuan potensi (IQ) dan kemampuan reality (knowledge+skill).


Artinya pegawai yang memiliki IQ rata-rata (110-120) dengan pendidikan
yang memadai untuk jabatannya dan trampil dalam mengerjakan pekerjaan
sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan.
Oleh karena itu, pegawai perlu ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai
dengan keahliannya (the right man in the right place, the right man on the
right job).
2. Faktor Motivasi
Motivasi terbentuk dari sikap (attitude) seorang pegawai dalam
menghadapi situasi (situation) kerja. Motivasi merupakan kondisi yang
menggerakan diri pegawai yang terarah untuk mencapai tujuan
organisasi.
David C. McClelland (1987) berpendapat bahwa ada hubungan yang
positif antara motif berprestasi dengan pencapaian kinerja.
Motif berprestasi adalah suatu dorongan dalam diri pegawai untuk
melakukan suatu kegiatan atau tugas dengan sebaik-baiknya agar mampu
mencapai prestasi kerja (kinerja) dengan predikat terpuji.
c. Pengertian penilaian prestasi pegawai
Penilaian prestasi kerja dikenal dengan istilah perfomance rating
performanve appraisal, personnel assesment, employee evaluation
1. Leon C. Megginson (1981:310) mengemukakan bahwa
performance appraisal adalah suatu proses yang digunakan majikan
untuk menentukan apakah seorang pegawai melakukan pekerjaannya
sesuai dengan yang dimaksudkan.

2. Adrew E. Sikula (1981:205) menjelaskan bahwa penilaian pegawai


merupakan evaluasi yang sisitematis dari pekerjaan pegawai dan
potensi yang dapat dikembangkan. Penilaian adalah proses
penaksiran atau penentuan nilai, kualitas, atau status dari beberapa
objek, orang ataupun sesuatu.
Dari kedua definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa penilaian
prestasi kerja adalah proses penilaian yang dilakukan sebagai proses
evaluasi apakah job performance pegawai sama dengan atau lebih baik
dari job standar, sehingga pemimpin dapat menentukan sikap.
Andrew E. Sikula (1981) mengemukakan bahwa ruang lingkup
pengukuran kinerja berumuskan sebagai berikut 5 W + 1 H yaitu :
1. Who (siapa)
Pertanyaan ini mencakup :
Siapa yang harus dinilai?
Siapa yang harus dinilai?
2. What (apa)
Objek yang dinilai antara lain hasil kerja, kemampuan sikap,
kepemimpinan kerja, dan motivasi kerja.
Dimensi waktu, yaitu kinerja yang dicapai pada saat ini dan potensi
yang dapat dikembangkan pada waktu yang akan datang.
3. Why (mengapa)
Mengapa penilaian kinerja itu harus dilakukan, hal ini untuk :
Memelihara potensi kerja
Menentukan kebutuhan pelatihan kerja
Dasar pengembangan karier
Dasar promosi jabatan
4. When (bilamana)
Waktu pelaksanaan penilaian kinerja dapat dilakukan secara formal
dan informal

1. Formal, dilakukan secara periodik seperti setiap bulan, triwulan


atau semester.
2. Informal, dilakukan secara terus menerus dan setiap saat.
5. Where (dimana)
Penilaian kinerja pegawai dapat dilakukan pada dua alternatif
tempat, yaitu di tempat kerja dan di luar tempat kerja.
6. How (bagaimana)
a. Hello Effect
Penilaian subjektif baik yang bersifat negative maupun positif
yang berlebihan dilihatnya dari penampilan pegawai.
b. Leniency
Penilaian kinerja yang cenderung memberikan nilai yang
terlalu tinggi dari yang seharusnya.
c. Strickness
Penilaian kinerja yang memiliki kecenderungan memberikan
nilai yang terlalu rendah.
d. Central Tendency
Penilaian kinerja yang cenderung memberikan nilai rata-rata
kepada pegawai.
e. Personal Biases
Penilaian kinerja yang memberikan nilai yang baik kepada
pegawai senior, lebih tua usia, yang berasal dari suku bangsa
yang sama.
4. Kompensasi Pegawai
a. Definisi Kompensasi
1. Menurut Cardoso (1999), kompensasi adalah segala sesuatu yang
diterima oleh pekerja sebagai balas jasa atas kerja mereka. Masalah
kompensasi

berkaitan

dengan

konsisten

internal

dankonsisten

eksternal.
2. Menurut Marihot Tua E.H. (2005), kompensasi adalah keseluruhan
balas jasa yang diterima sebagai akibat dari pelaksanaan kerja
diorganisasi dalam bentuk uang atau lainnya, yang dapat berupa gaji,

bonus, upah, insentif dan tunjangan lainnya seperti tunjangan


kesehatan, tunjangan hari raya, uang makan, uang cuti dan lain lain.
b. Tujuan Pemberian Kompensasi
Menurut T. Hani Handoko (1995) tujuan-tujuan yang hendak dicapai
melaluia administrasi kompensasi adalah :
1. Memperoleh personalia dan qualifed
2. Mempertahankan para karyawan yang ada sekarang
3. Menjamin keadilan
4. Menghargai perilaku yang diinginkan
5. Mengendalikan biaya-biaya
6. Memenuhi peraturan-peraturan legal
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penetapan Kompensasi
Istilah adil berarti bukan saja adil bagi masing-masing pegawai terhadap
pegawai lainnya, berhubungan dengan sulitnya pekerjaan dan beratnya
tanggung jawab, tetapi juga adil bagi perusahaan yang bersangkutan.
Menurut (Moekijat, 1999) ada beberapa faktor penting yang perlu
diperhatikan dalam penetapan tingkat upah seorang pegawai, yaitu :
1. Pendidikan, pengalaman dan tanggungan
2. Kemampuan perusahaan
3. Keadaan ekonomi
4. Kondisi-kondisi pekerjaan
d. Langkah-langkah Penentuan Kompensasi
Penentuan kompensasi yang pasti, tidak hanya memberikan rasa
ketenangan bagi pegawai atau karyawan saja, tetaapi bagi perusahaan
dapat digunakan untuk menetaokan berapa besar anggaran biaya pegawai
yang harus dikeluarkan oleh perusahaan secara periodic. Menurut (Marihot
tua, 2005) untuk penentuan kompensasi tersebut, ada beberapa langkah
yang dapat digunakan yaitu :
1. Menganalisis jabatan
2. Mengevaluasi jabatan
a. Job Ranking
Mengurutkan pekerjaan menurut tingkat kepentingannya
b. Job Grading

Menetapkan suatu pekerjaan dalam kategori atau klasifikasi atau


kelompok.
c. Metode perbandingan faktor-faktor
Membandingkan beberapa faktor dalam pekerjaan yang dapat
dikompensasikan, seperti : tanggung jawab, skill, tingkat usaha,
dan kondisi kerja.
ASPEK HUKUM
Masalah pemilihan

bentuk perusahaan harus ditetapkan pada saat

perusaahaan akan didirikan atau akan mulai melaksanakan lokasinya. Dalam hal
ini terdapat beberapa pertimbangan apabila kita akan memilih bentuk perusahaan.
Pertimbangan tersebut antara lain :
1. Jenis usaha yang akan dilaksanakan (jasa, industri, perdagangan dan
2.
3.
4.
5.
6.
7.

sebagainya).
Jumlah modal untuk usaha dan kemungkinan untuk menambah modal.
Rencana pembagian laba
Penentuan tanggung jawab perusahaan.
Penanggungan resiko yang akan dihadapi
Prinsip-prinsip pengawasan yang akan digunakan.
Jangka waktu berdirinya perusahaan.

A. Bentuk Yudiris Perusahaan


1. Perusahaan perseorangan
Usaha ini dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang
bertanggung jawab penuh terhadap semua resiko dan aktivitas perusahaan.
Dalam hal izin usaha secara relatif dapat dikatakan lebih ringan dan lebih

sederhana persyaratannya dibandingkan dengan jenis perusahaaan lainnya.


Pemisahaan modal dari kekayaan pribadi pada perusaan perseorangan dalam
likuidasi tidak ada artinya, sebab semua harta kekayaan menjadi jamuinan dari
semua utang perusahaan.
Adapun ciri-ciri dari perusahaan perseorangan, yaitu :
a. Pemilik hanya seorang
b. Pendirian tidak memerlukan persyaratan khusus
c. Bentuk organisasi cukup dengan manajemen sederhana
d. Modal tidak besar
e. Tanggung jawab berada pada tangan pemilik
2. Firma (Fa)
Merupakan suatu persekutuan antara dua orang atau lebih dengan nama
bersama untuk menjalankan usaha, dimana tanggung jawab masing-masing
anggota firma (firman) tidak terbatas, sedangkan laba yang akan diperoleh dari
usaha tersebut akan diagi bersamapsama, demikian pula jika menderita
kerugian akan dipikul bersama. Atau firma adalah suatu bentuk perkumpulan
usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan menggunakan nama
bersama. Semua anggota mempunyai tanggung jawab sepenuhnya baik
sendiri-sendiri maupun bersama-sama terhadap hutang-hutang perusahaan
pada pihak lain. Jika salah satu anggota keluar dari firma, firma otomatis
bubar.
Adapun ciri-ciri dari firma, yaitu :
c. Pemilik dua orang atau lebih
d. Menjalankan perusahaan atas nama perusahaan
e. Pendirian melalui akta resmi (berita acara negara) atau dibawah tangan
(kesepakatan pihak terlibat)
f. Bentuk organisasi besar dengan manajemen efektif
g. Modal diperoleh dari mereka yang terlibat
h. Tanggung jawab berada pada tangan pemilik sekaligus bertanggung jawab
segala resiko yang timbul
3. Perseroan Comanditer (CV)

Dinyatakan menurut pasal 19 KUHD ialah suatu bentuk perjanjian kerja


sama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin,
mengatur perusahaan, serta bertanggung jawab penuh dengan kekayaan
pribadinya, dengan orang-orang yang meberikan pinjaman dan tidak bersedia
memimpin perusahaan serta bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang
diikut sertakan dalam perusahaan itu.
Adapun ciri-ciri dari perseroan comanditer, yaitu :
a. Persekutuan atas dasar kepercayaan
b. Terdapat sektu yang bertanggung jawab
c. Terdapat sekutu yang bertindak sebagai pemberi modal
d. Dijalankan oelh sekutu aktif dan bertanggung jawab atas semua resiko
e. Tanggung jawab hanya sebatas jumlah modal/terbatas
4. Perseroan Terbatas (PT)
Suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan yang mempunyai modal
usaha yang terbagi atas beberapa saham, dimana tiap sekutu (Persero) turut
mengambil bagian sebanyak satu atau lebih saham. Disini para pemegang
saham bertanggung jawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaaan
sebesar modal yang disetorkan. Kekayaan PT terpisah dari kekayaan pribadi
masing-masing pemegang saham. Kepada para pemegang saham hanya
dibayarkan deviden jika PT mendapatkan laba. Untuk mendirikan suatu PT
diperlukan adanya Akte Notaris yang memuat antara lain: nama PT , modal PT
dan sebagainya.
Adapun ciri-ciri dari perseroan terbatas, yaitu :
a. Pendirian dilakukan atas perjanjuan antara pihak yang terlibat
b. Bentuk sesuai dengan usaha
c. Modal terbagi dalam bentuk saham
d. Mematuhi persyaratan undang-undang dan peraturan pemerintah
e. Luasnya bidang usaha, kewenangan
f. Tanggung jawab yang dimilik terbatas pada modal yang disetor
5. Perseroan Terbatas Negara (PERSERO)
PERSERO ini sebelumnya adalah Perusahaan Negara (PN). Terjadinya
karena PN mengadakan penambahan modal yang ditawarkan kepada pihak

swasta. Contoh: PT(PERSERO) pupuk kujang, PT (PERSERO) aneka gas dan


industri. Tujuan persero yaitu mencari laba maksimum dengan menggunakan
faktor-faktor produksi secara efisien.
6. Perusahaan Negara Umum (PERUM)
Kegiatan usaha dari PERUM terutama ditujukan untuk melayani dari
kepentingan umum ; bidang usahanya biasanya disebut jasa-jasa vital (Public
Utilities). Pihak swasta diperbolehkan menanamkan modalnya pada PERUM
meskipun seluruh modal PERUM dimiliki oleh Pemerintah.
PERUM dipimpin oleh suatu Direksi yang bertanggung jawab atas
segala hubungan hukum dengan pihak lain dan diatur menurut hukum perdata.
7. Perusahaan Negara Jawatan (PERRJAN)
Kegiatan usaha PERJAN ditunjukkan terutama untuk pelayanan
kepada masyarakat atau untuk kesejahteraan umum (Public Service) dengan
memperhatikan pula segi efisiensinya. PERJAN dapat memiliki fasilitasfasilitas negara, sebab merupakan bagian dari Departemen/Direktorat Jenderal.
Seluruh karyawannya berstatus pegawai negeri. PERJAN mempunyai
hubungan hukum publik, yaitu apabila terjadi pengseketaan maka PERJAN
berkedudukan sebagai Pemerintah.
8. Perusahaan Daerah (PD)
Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang modal sahamnya dimiliki
oleh Pemerintah Daerah, di mana kekayaan perusahaan dipisahkan dari
kekayaan negara. Tujuan PD ini adalah mencari keuntungan yang nantinya
akan digunakan untuk membangun daerahnya. Kepengurusan PD tidak lagi
dilakukan

oleh

Badan

Pimpinan

Perusahaan-perusahaan

Daerah

(BAPIPPDA), tetapi diserahkan kepada Gubernur atau Kepala Daerah. Hal ini
sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri.
9. Koperasi

Koperasi merupakan suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang


atau badan-badan yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai
anggota, dengan bekerjasama secara kekeluargaan, menjalankan usaha untuk
mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya. Koperasi bergerak di
bidang

ekonomi

yang

bertujuan

untuk

meningkatkan

kesejahteraan

anggotanya yang bersifat murni, pribadi dan tidak dapat dialihkan.


Menurut bidang usaha, koperasi dikelompokkan menjadi :
a.
b.
c.
d.

Koperasi Produksi
Koperasi Konsumsi
Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi Serba Usaha

Sedangkan menurut luas usahanya, koperasi dibagi menjadi :


a. Primer Koperasi (Primkop)
b. Pusat Koperasi (Puskop)
c. Gabungan Koperasi (Gabkop)
d. Induk Koperasi (Inkud)
B. Identitas Pelaksana
Sisi identitas pelaksana proyek yang perlu diteliti, seperti berikut :
1. Kewarganegaraan
Kewarganegaraan sponsor proyek perlu diketahui. Hal itu berhubungan
dengan peraturan pribumisasi dalam pendirian suatu perusahaan.
2. Informasi Bank
Perlu diteliti apakah sponsor proyek adalah debitur pada bank lain. Jika ya,
perlu diketahui apakah ada keterlibatan lain, misalnya terdapat kemacetan
pembayaran kredit, cek kosong maupun jaminannya.
3. Keterlibatan Pidana atau Perdata
Perlu diketahui apakah pelaksana proek tenagh terlibat dalam suatu
tindakan yang dapat menimbulkan gugatan ataupun tuntutan.
4. Hubungan Kerja

Jika terdapat hubungan suami-istri atau orang tua-anak sebagai individuindividu yang terlibat dalam proyek, perlu diselidiki bagaimana mereka
mengatur kebijakan hartanya. Untuk suami-istri perlu diteliti apakah
mereka nikah dengan harta campuran atau terpisah, untuk orang tua-anak,
bagaimana kebijakan harta warisan yang dibuat.
C. Surat Izin Usaha Perdagangan
1. SIUP Besar, diberikan kepada perusahaan yang memiliki modal dan
kekayaan bersih atau modal disetor dalam akta pendirian/perubahan
dengan nilai diatas 500.000.000,2. SIUP Menengah diberikan kepada perusahaan yang memiliki modal dan
kekayaan bersih atau modal disetor dalam akta pendirian /perubahan
degan nilai 200.000.000,-s/d 500.000.000,3. SIUP Kecil diberikan kepada perusahaan yang memiliki modal dan
kekayaan bersih atau modal disetor dalam akta pendirian/perubahan
dengan nilai maksimal 200.000.000,D. Prosedur Mendirikan Perusahaan
1. Akte Notaris
Pada jaman dahulu, apabila seseorang akan mendirikan perusahaan
perseorangan pergi ke Notaris untuk meminta akte notaris. Dihadapan
notaris, penghadap mengutarakan maksudnya kalau akan mendirikan
perusahaan serta menyebut dan menunjukkan :
1) Nama Pengahdap
2) Alamat Penghadap
3) Nama Perusahaan
4) Alamat Perusahaan
5) Modal yang Akan Digunakan
Untuk Memperkuat pernyataan tersebut, oleh notaris dibuatkan
sebuah akte notaris yang harus diisi dengan sungguh-sungguh dan benar
oleh penghadap. Setelah akte notaris itu diisi penghadap, lalu notaris

membacakan akte notaris, maka segera notaris yang bersangkutan,


penghadap dan para saksi, menandatangani akte notaris itu. Untuk akte
notaris yang asli, tiap lembar diberi materai.
2. Pengadilan Negeri
Setelah melakuakn tahap pendaftaran terhadap notaris, tahap selanjutnya
ialah mendaftarkan pada pihak pengadilan dimana di wilayah perusahaan
didirikan.
3. Dinas Perekonomian dan Perindustrian
Setelah mendaftarkan pada pihak pengadilan negeri, pengusaha harus
mengajukan

permohonan

tertulis

kepada

walikotamadya

dengan

menggunakan formulir yang tersedia dan dilampiri :


a. Denah/gambar letak tempat usaha rangkap 4.
b. Pendapat tentang keberatan tidaknya terhdap usaha yang hendak
didirikan dari pemilik rumah/tanah dan tetangga di sekitarnya.
Jika ada pernyataan keberatan dari sesuatu pihak, maka tidak menjadi
penghalangbagi pemohon untuk meneruskan permohonannya kepada
Walikotamadya dan terhadap keberatn ini akan diadakan penelitian dan
diselesaikan. Pihak-pihak yang kebertan diberitahu tentang maksudnya
permohonan tersebut, selambat-lambatnya dalam waktu 30 hari.
Sebelum

izin

saran/pertimbangan

diberikan,
dari

Walikotamadya

instansi-instansi

yang

mendengar

dianggap

perlu.

Saran/pertimbangan dari instansi tersebut selambat-lambatnya dalam


waktu 3 (tiga) bulan harus sudah disampaikan kepada Walikotamadya.
Terhadap jenis-jenis usaha yang lansung dapaat diketahui bahwa usaha
tersebut tidak akan menimbulkan dapat langsung memberikan izin tanpa

mendapat pertimbangan lain. Izin diberikan atas nama pemohon. Dalam


surat izin dimuat ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi/dipatuhi oleh
pemegang izin. Izin tempat usaha dapat dipindahtangankan

dengan

persetujuan Walikotamadya. Dalam waktu 12 9dua belas) blan pertama,


kepada pemohon diberikan izin tempat usaha sementara, waktu tersebut
dipergunakan untuk memberikan kesempatan kepada pemohon untuk dan
menyelesaikan ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi instansi-instansi
ynag bersangkutan, apabila dalam waktu tersebut, tempat usaha ternyata
belum memenuhi persyaratan, maka izin tempat usaha sementara dapat
dicabut atau doperpanjang waktunya, dengan melihat alasan-alasannya.
Perpanjangan hanya berlaku 1 (satu) kali. Adapun untuk izin tetap berlaku
untuk masa 5 (lima) tahun. Selama masa 5 (lima) tahun tersebut harus
diperbarui lagi.
Apabila permohonan izin ditolak, maka disebut alasan-alasannya
penolakan. Pemohon dan atau orang-orang yang berkepentingan dalam
waktu 14 (empat belas) hari sejak diterimanya keputusan tersebut dapat
mengajukan banding kepada Walikotamadya selaku kepala wilayah.Dalam
hal pengajuan bandingdilakukan oleh oranglain selain pemohon izin
tempat usaha, oleh Walikotamadya selaku kepala wilayah segera
diberitahukan kepada pemohon tempat izin usaha tentang hal tersebut.
Kepada pemohon yang permohonannya dikabulkan, dikenakan biaya
izin berdasarkan penggolongan peredaran (omset) setiap bulan. Omset dan
besarnya biaya izin dapat berubah sesuai dengan peraturan yang berlaku.

1) Izin Baru/Perubahan izin


Dalam hal-hal yang disebutkan di bawah ini, pengusaha diwajibkan
mengajukan izin tempat usaha yang baru.
a. Memperluas tempat usaha atau mengadakan cara-cara baru dalam
sistem pengerjaannya sehingga merubah sifat tempat itu.
b. Memperbaiki suatu tempat usaha yang telah hancur karena suatu
bencana akibat daripada sifat pemakaian tempat usaha.
Untuk keperluan tersebut, pengusaha dikenakan biaya seperti yang
tertulis disebaliknya. Cara-cara mengajukan permohonan izin tempat
usaha yang baru/perubahan permohonan izin sama dengan cara-cara
mengajukan permohonan izin yang lama.
2) Sanksi
Semua pelanggaran atau perusahaan yang berdiri tanpa izin tempat
usaha akan dapat mengakibatkan ditutupnya/disegelnya tempat
usaha tersebut atau di keluarkan mesin-mesin dan alat-alat
pembantunya yang dipergunakan untuk usaha. Pelanggaran
sebagaimana tersebut diatas diancam dengan hukuman kurungan
selama-lamanya 6 (enam) bulan atau denda sebanyak-banyaknya
Rp 50.000,00.
3) Prosedur izin tempat usaha
Pemohon mengisi formulir lalu didaftarkan di tempat pendaftaran
kemudian oleh petugas lapangan periksa perlu tidaknya minta
pertimbangan dari instansi lain dengan surat pemeriksaan izin HO,
lalu dikembalikan pada bagian pendaftaran. Kemudian acc tarif
oleh kepala Dinas perekonomian dan perindustrian, selanjutnya
diserahkan pada urusan pembuatan izin dan pembayaran pada

bendahara lalu setelah selesai, ditandatangani oleh kepala dinas


perekonomian dan perindustrian.
4. Kanwil Perindustrian atau Kanwil Perdagangan
1. Kanwil Perindustrian
Untuk memiliki surat izin usaha, pemohon harus mengajukan Surat
permohonan izin usaha dengan menggunakan formulir yang tersedia dan
dilampiri:
1) Tanda izin tempat usaha, 3 rangkap
2) Keterangan adat istiadat baik dari pihak RT, RK dan Camat
setempat, 3 rangkap
3) Daftar alat-alat yang digunakan, 3 rangkap
4) Pas foto ukuran 4x6, 3 buah
Adapun surat permohonan izin usaha tersebut rangkap 3 (tiga) dan
surat yang asli diberi materai. Setelah surat permohonan izin usaha
tersebut selesai diisi oleh pemohon, lalu petugas dari Kanwil perindustrian
melakukan pemeriksaan pada perusahaan yang bersangkutan, perubahan
itu nyata ada atau tidak, apabila nyata perusahaan itu ada maka diperiksa:
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Luas bangunan perusahaan


Bahan baku/penolong
Jumlah tenaga kerja pria dan wanita
Kapasitas produksi
Pendiri perusahaan
Modal perusahaan

Hasil pemeriksaan itu ditulis dalam berita acara hasil pemeriksaan lalu
diproses oleh Kanwil perindustrian dalam jangka waktu 1 (satu) minggu
setelah pemeriksaan. Kemudian,baru keluar surat izin usaha yang berlaku
selama 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal surat izin tersebut dibuat.

Adapun biaya yang dikeluarkan pemohon untuk izin usaha, tergantung dari
besar kecilnya perusahaan.
2. Kanwil Perdagangan
Apabila Perseroan Terbatas bergerak dalam bidang perdagangan, maka
permohonan izin usaha dagangnya pada kanwil perdagangan di wilayah
perusahaan tersebut didirikan.
Untuk memiliki izin usaha , pengusaha harus mengajukan surat
permohonan izin usaha dengan menggunakan formulir yang tersedia dan
dilampiri :
1) Copy izin tempa usaha/HO
2) Copy kartu penduduk
3) Pas foto ukuran :
3 X 4 = 2 lembar
2 X 3 = 2 lembar
Adapun permohonan izin usaha dagang tersebut rangkap 4 (empat)
dan surat yang asli diberi materai. Surat permohonan izin usaha dagang
digolongkan (sesuai dengan peraturan yang berlaku) :
1) Golongan

perusahaan

dagang

kecil

menggunakan

surat

permohonan izin warna putih dengan formulir model C.


2) Golongan Perusahaan dagang menengah menggunakan surat
permohonan izin warna biru dengan formulir model B.
3) Golongan perusahaan dagang besar menggunakan

surat

permohonan izin warna kuning dengan formulir model A.


Setelah surat permohonan izin usaha dagang tersebut diisi oleh
pemohon, lalu pemohon membayar uang jaminan dan biaya administrasi
perusahaan di BNI46 pusat, kemudian dibawa ke Kanwil Perdagangan
dan diproses selama 1 (satu) minggu, setelah itu baru keluar izin usaha

dagang yang berlaku selama 5 (lima) tahun. Adapun untuk membayar


jaminan dan biaya administrasi perusahaan berdasarkan SK Menteri
Perdagangan dan Koperasi no : 04/KP/I/1980. Yang berlaku : 1 Januari
1980.
Jika perusahaan tersebut memakai gudang maka diperlukan izin
gudang. Untuk memiliki izin gudang pengusaha harus mengajukan
pendaftaran gudang dengan menggunakan formulir yang tersedia dan
dilampirkan:
1)
2)
3)
4)
5)

Copy tanda izin tempat usaha/HO


Copy surat izin usaha perdagangan
Kartu tanda penduduk
Pas foto ukuran 3 X 4 = 4 lembar
Denah gudang

Apabila akan merubah gudang, harus dilampiri denah gudang yang


lama. Adapun fomulir pendaftaran gudang tersebut rangkap 4 (empat)
danformulir yang asli diberi materai. Setelah formulir pendaftaran diisi
diserahkan ke Kanwil perdagangan bagian gudang untuk diproses dalam
jangka waktu 1 (satu) minggu, kemudian baru keluar tanda pendaftaran
gudang/ruangan menurut SK Menteri Perdagangan no. : 02/KP/I/1974,
pemohon harus membayar (sesuai dengan peraturan yang berlaku).
D. Prosedur Mendirikan Persekutuan Komanditer
1. Akta Notaris
Untuk memohon akte notaris pada Persekutuan Komanditer, seorang
penghadap harus menyebut dan menunjukkan:
1) Nama Penghadap

2) Alamat Pengahdap
3) Maksud dan Tujuan Perusahaan
4) Modal yang akan digunakan
5) Nama-nama yang menjadi Persero Komanditer
6) Tahun buku
2. Pengadilan Negeri
Jika akte notaris

tersebut

telah

selesai,

lalu

didaftarkan

ke

PengadilanNegeri di wilayah perusahaan tersebut didirikan.


3. Dinas Perekonomian dan Perindustrian
Untuk memiliki izin tempat usaha Persekutuan Komanditer keterangannya
sama dengan izin tempat usaha Perseroan Terbatas.
4. Kanwil Perindustrian atau Kanwil Perdagangan
1. Didaftarkan ke Kanwil Perindustrian.
Untuk memiliki izin usaha Persekutuan Komanditer keterangannya
sama dengan izin usaha Perseroan Terbatas.
2. Didaftarkan ke Kanwil Perdagangan
Untuk memiliki izin usaha dagang Persekutuan

Komanditer

keterangannya sama dengan izin usaha dagang Perseroan Terbatas


E. Prosedur Mendirikan Perseroan Terbatas (PT)
1. Akta Notaris
Agar sebuah Perseroan Terbatas diakui oleh Pemerintah dan masyarakat
umum, maka Perseroan Terbatas itu harus mempunyai akte Notaris.
Dihadapan Notaris, penghadap mengutarakan maksudnya kalau akan
mendirikan Perseroan terbatas serta menyebut dan menunjukan :
1) Nama Penghadap
2) Alamat Penghadap
3) Nama Perusahaan
4) Alamat Perusahaan
5) Maksud dan Tujuan Perusahaan
6) Modal yang akan digunakan
7) Surat-surat Saham
8) Buku Daftar Saham
9) Pemilikan Saham-saham
10) Pengurusan Perseroan Terbatas
11) Kekuasaan Direksi

12) Kewajiban para Komisaris


13) Tahun Buku
14) Rapat Umum para pemegang Saham
15) Tempat dan panggilan rapat
16) Pimpinan rapat
17) Hak suara
18) Keuntungan
19) Likuidasi
Untuk memperkuat pernyataan tersebut oleh notaris dibuatkan sebuah
akte notaris yang harus diisi dengan sungguh-sungguh dan benar oleh
penghadap. Setelah akte notaris itu diisi penghadap, lalu notaris
membacakan akte tersebut didengar penghadap, para saksi dan 2 (dua)
orang saksi dari kantor notaris itu. Setelah akte selesai dibaca notaris,
maka segera notaris yang bersangkutan, penghadap dan notaris
2. Dinas Perekonomian dan Perindustrian
Untuk memiliki izin Tempat Usaha, pengusaha harus mengajukan
permohonan tertulis kepada Walikotamadya dengan menggunakan
formulir yang tersedia dan dilampiri :
1. Akte pendirian perusahaan
2. Denah/gambar letak tempat usaha (rangkap 4)
3. Pendapat tentang keberatan tidaknya terhadap usaha yang hendak
didirikan dari pemilik rumah/tanah dan tetangga sekitarnya.
Jika ada pertanyaan keberatan dari sesuau pihak, maka tidak
menjadi penghalang bagi pemohon untuk meneruskan permohonannya
kepada Walikotamadya dan terhadap keberatan ini akan diadakan
penelitian dan diselesaikan. Pihak-pihak yang keberatan diberitahu
tentang maksudnya permohonan tersebut, selambat-lambatnya dalam
waktu 30 hari.

Sebelum

izin

diberikan,

Walikotamadya

mendengar

saran/pertimbangan dari instansi-instansi yang dianggap perlu. Saran


atau pertimbangan dari instansi tersebut, selambat-lambatnya dalam
waktu 3 (tiga)bulan harus sudah disampaikan kepada Walikotamadya.
Terhadap jenis-jenis usaha yang langsung dapat diketahui bahwa
usaha tersebut tidak akan menimbulkan gangguan dapat langsung
memberikan izin tanpa mendapat pertimbangan lain, izin diberikan
atas nama pemohon. Dalam surat izin dibuat ketentuan-ketentuan yang
harus dipenuhi oleh pemegang izin. Izin tempat usaha dapat dipindah
tangankan dengan persetujuan Walikotamadya. Dalam waktu 12 (dua
belas) bulan pertama, kepada pemohon diberikan izin tempat usaha
sementara.

Waktu

tersebut

dipergunakan

untuk

memberikan

kesempatan kepada pemohon untuk dapat menyelesaikan ketentuanketentuan

yang

wajib

dipenuhi

dari

instansi-instansi

yang

bersangkutan. Apabila dalam waktu tersebut, tempat usaha ternyata


belum memenuhi persyaratan, maka izin tempat usaha sementara dapat
dicabut atau diperpanjang waktunya dengan melihat alasan-alasannya.
Perpanjangan hanya berlaku 1 (satu) kali. Adapun untuk izin tetap
berlaku untuk masa 5 (lima) tahun. Setelah masa 5 (lima) tersebut izin
harus diperbaharui lagi.
Apabila permohonan izin ditolak, maka disebut alasan-alasannya
penolakan. Pemohon dan atau orang-orang yang berkepentingan dalam
waktu 14 (empat belas) hari sejak diterimanya keputusan tersebut

dapat mengajukan banding kepada Walikotamadya selaku kepala


wilayah.
Dalam hal pengajuan bandingdilakukan oleh oranglain selain
pemohon izin tempat usaha, oleh Walikotamadya selaku kepala
wilayah segera diberitahukan kepada pemohon tempat izin usaha
tentang hal tersebut.
Kepada pemohon yang permohonannya dikabulkan, dikenakan
biaya izin berdasarkan penggolongan peredaran (omset) setiap bulan.
Omset dan besarnya biaya izin dapat berubah sesuai dengan peraturan
yang berlaku.
1. Izin baru/Perubahan izin
2. Dalam hal-hal yang disebutkan di bawah ini, pengusaha diwajibkan
mengajukan izin tempat usaha yang baru.
a. Memperluas tempat usaha atau mengadakan cara merubah sifat
tempat usaha itu.
b. Menjalankan kembali tempat usaha itu yang telah 4 (empat) tahun
terhenti.
c. Memperbaiki suatu tempat usaha yang telah hancur karena suatu
bencana akibat daripada sifat pemakaian tempat usaha.
Untuk keperluan tersebut, pengusaha dikenakan biaya seperti semula.
Cara-cara mengajukan permohonan izin tempat usaha yang baru sama
dengan cara-cara mengajukan permohonan izin yang lama.
3. Sanksi

Semua pelanggaran atau perusahaan yang berdiri tanpa izin tempat


usaha akan dapat mengakibatkan ditutupnya/disegelnya tempat usaha
tersebut atau di keluarkan mesin-mesin dan alat-alat pembantunya
yang dipergunakan untuk usaha. Pelanggaran sebagaimana tersebut
diatas diancam dengan hukuman kurungan selama-lamanya 6 (enam)
bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 50.000,00
4. Prosedur izin tempat usaha
Pemohon mengisi formulir lalu didaftarkan di tempat pendaftaran
kemudian oleh petugas lapangan periksa perlu tidaknya minta
pertimbangan dari instansi lain dengan surat pemeriksaan izin HO, lalu
dikembalikan pada bagian pendaftaran. Kemudian acc tarif oleh kepala
Dinas perekonomian dan perindustrian, selanjutnya diserahkan pada
urusan pembuatan izin dan pembayaran pada bendahara lalu setelah
selesai,

ditandatangani

oleh

kepala

dinas

perekonomian

dan

perindustrian.
3. Kanwil Perindustrian atau Kanwil Perdagangan
1) Didaftarkan ke kanwil perindustrian
Untuk memiliki surat izin usaha, pemohon harus mengajukan Surat
permohonan izin usaha dengan menggunakan formulir yang tersedia
dan dilampiri:
a. Akte pendirian perusahaan, 3 rangkap
b. Tanda izin tempat usaha/HO, 3 rangkap
c. Keterangan adat istiadat baik dari RT, RK dan Camat
setempat, 3 rangkap
d. Daftar alat-alat yang digunakan, 3 rangkap
e. Pas foto ukuran 3 X 6 sebanyak, 3 buah
Adapun surat permohonan izin usaha tersebut rangkap 3 (tiga) dan
surat yang asli diberi materai.

Setelah surat permohonan izin usaha tersebut selesai oleh


pemohon, lalu petugas melakukan pemeriksaan pada perusahaan yang
bersangkutan, yang berkaitan dengan:
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Luas bangunan perusahaan


Bahan baku/penolong
Jumlah tenaga kerja pria dan wanita
Kapasitas produksi
Pendiri perusahaan
Modal perusahaan

Hasil pemeriksaan itu ditulis dalam berita acara hasil pemeriksaan lalu
diproses oleh Kanwil perindustrian dalam jangka waktu 1 (satu)
minggu setelah pemeriksaan. Kemudian,baru keluar surat izin usaha
yang berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal surat izin
tersebut dibuat. Adapun biaya yang dikeluarkan pemohon untuk izin
usaha, tergantung dari besar kecilnya perusahaan dan sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
2) Didaftarkan di Kanwil perdagangan
Jika Perseroan Terbatas bergerak dalam bidang perdagangan, maka
permohonan izin usaha dagangnya pada kanwil perdagangan di
wilayah perusahaan tersebut didirikan.
Untuk memiliki izin usaha dagang, pengusaha harus mengajukan surat
permohonan izin usaha dagang dengan menggunakan ormulir yang
tersedia dan dilampiri:
1) Copy akte pendiri perusahaan
2) Copy izin tempa usaha/HO
3) Copy kartu penduduk
4) Pas foto ukuran :
3 X 4 = 2 lembar
2 X 3 = 2 lembar

Adapun permohonan izin usaha dagang tersebut rangkap 4 (empat)


dan surat yang asli diberi materai.
Surat permohonan izin usaha dagang digolongkan :
1) Perusahaan dagang kecil menggunakan surat permohonan izin
warna putih dengan formulir model C.
2) Golongan Perusahaan dagang menengah menggunakan surat
permohonan izin warna biru dengan formulir model B.
3) Golongan perusahaan dagang besar menggunakan

surat

permohonan izin warna kuning dengan formulir model A.


Setelah surat permohonan izin usaha dagang tersebut diisi oleh
pemohon, lalu pemohon membayar uang jaminan dan biaya
administrasi perusahaan di BNI46 pusat, kemudian dibawa ke Kanwil
Perdagangan dan diproses selama 1 (satu) minggu, setelah itu baru
keluar izin usaha dagang yang berlaku selama 5 (lima) tahun.
Jika perusahaan tersebut memakai gudang maka diperlikan izin
gudang. Untuk memiliki izin gudang pengusaha harus mengajukan
pendaftaran gudang dengan menggunakan formulir yang tersedia dan
dilampirkan:
1)
2)
3)
4)
5)

Copy tanda izin tempat usaha/HO


Copy surat izin usaha perdagangan
Kartu tanda penduduk
Pas foto ukuran 3 X 4 = 4 lembar
Denah gudang

Apabila akan merubah gudang, harus dilampiri denah gudang yang


lama. Setelah formulir pendaftaran diisi diserahkan ke Kanwil
perdagangan bagian gudang untuk diproses dalam jangka waktu 1
(satu) minggu, kemudian baru keluar tanda pendaftaran gudang untuk
jangka waktu 5 (lima) tahun. Untuk mendapatkan tanda pendaftaran
gudang/ruangan pemohon harus membayar sesuai dengan yang telah
ditetapkan.
3) Menteri Kehakiman
Jika seseorang akan mendirikan Perseroan Tebatas, pemohon harus
mengajukan permohonan pengesahan kepada Menteri Kehakiman,
kemudian Menteri Kehakiman memberi kebenaran atas pendirian
Perseroan Terbatas tersebut.
F. Masa Berlaku Izin Usaha Tetap
1. Izin Usaha Tetap untuk Penanaman Modal Asing (PMA) berlaku selam 30
(tiga puluh) tahun.
2. Izin Usaha Tetap untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
berlaku selama perusahaan beroperasi/ berprodukasi
G. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
Sesuai namanya, NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak adalah nomor
yang diberikan kepada tiap wajib pajak sebagai sarana administratif yang
dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas wajib pajak dalam
memenuhi hak dan kewajiban perpajakan.
1. Prosedur Pembuatan NPWP
a. Pemohon datang ke kantor Dinas Pajak di daerahnya masing-masing
dengan membawa semua persyaratan yang sudah disiapkan.

b. Setelah mengisi formulir dan menyerahkan semua persyaratannya, di


hari itu juga atau dalam waktu 2 (dua) hari kerja NPWP sudah bisa
diterima oleh wajib pajak.
c. Selain dengan mendatangi secara langsung ke kantor Dinas Pajak,
cara mendapatkan NPWP juga bisa dilakukan secara online di
www.ajak.go.id
d. Setelah menerima NPWP, wajib pajak baik perorangan ataupun
badan usaha akan mendapat pemberitahuan tiap bulan berkenaan
dengan pajak yang harus dibayar. Pembayaran pajak dan pengisian
SPT bisa dilakukan di beberapa bank atau secara online.
2. Persyaratan Pembuatan NPWP
a. Salinan KTP pemohon.
b. Salinan KK.
c. Surat keterangan/pengantar dari desa/kelurahan.
d. Sedangkan pemohon NPWP yang berbentuk badan

usaha,

persyaratannya sebagai berikut.


e. Salinan KTP direktur atau pengurus.
f. Salinan Kartu keluarga (KK) direktur atau pengurus.
g. Salinan akta pendirian badan usaha (PT, CV, atau Koperasi) yang
sudah dilegalisasi oleh pengadilan.
h. Surat keterangan domisili dari kelurahan atau kecamatan.
i. Salinan PBB atau surat kontrak rumah.
H. Analisis mengenai dampak lingkungan ( AMDAL )
AMDAL adalah hasil kajian mengenai dampak besar dan penting dari
suatu kegiatan usaha yang direncanakan untuk proses pengambilan keputusan
mengenai penyelenggaraan kegiatan usaha di Indonesia. Amdal tersebut
diliputi aspek fisika, kimia ekologi, sosial , ekonomi, budaya, dan kesehatan
masyarakat.
Beberapa fungsi dari AMDAL :
1. memberikan masukan terhadap penyusunan rencana pengelolaan dan
pemantauan lingkungan hidup

2. memberikan impormasi kepada masyarakat tentang dampak yang muncul


dari suatu rencana usaha atau kegiatan.
3. bahan impormasi bagi perencana usaha atau kegiatan.
4. membantu proses pengambilan keputusan mengenai kelayakan lingkungan
hidup dari satu rencana usaha atau kegiatan.
5. memberikan masukan terhadap penyusunan desain rinci teknis dari
rencana usaha atau kegiatan.
ASPEK MANAJEMEN
A. Rencana Kapasitas
Kapasitas didefinisikan sebagai suatu kemampuan pembatas dari unit
produksi untuk berproduksi dalamwaktu tertentu, yang biasanya dinyatakan
dalam bentuk keluaran per satuan waktu, walaupun sampai sekarang konsep
kapasitas itu sendiri masih kabur. Apabila suatu eklauran itu homogen, satuan
kapasitasnya jelas. Misalnya pabrik mobil menggunakan jumlah mobil sesuai
ukuran kapasitas.
Tetapi jika satuan keluaran itu berbeda-beda, biasanya digunakan untuk
pembatas pada kemampuan peralatannya sebagai ukuran kapasitas. Misalnya,
sebuah retoran tidak akan menggunakan jumlah kursi sebagai ukuran
kapasitasnya, karena ukuram itu tidak memberikan petunjuk mengenai
penggunaan kursi tersebut. Jadi yang tepat adalah berapa kursi danberapa kali
dapat melayani pembeli.
Proses dalam perencanaan kapasitas secara ringkas adalah sebagai berikut :
1. Memprakirakan permintaan di masa depan, termasuk dampak teknologi,
persaingan, dan lainnya.
2. Menjabarkan prakiraan itu dalam kebutuhan kapasitas fisik.
3. Menyusun pilihan rencana kapasitasnya.
4. Menganalisis pengaruh ekonomi pada pilihan rencana.
5. Meninjau risiko dan pengaruh strategi atas pilihan rencana.
6. Memutuskan rencana pelaksanaan.
B. Pemilihan Teknologi dan Desain Produk

Berkaitan dengan pemilihan teknologi, biasnaya suatu produk dapat diproses


dengan lebih dari satu cara, sehingga teknologi yang dipilih pun perlu ditentukan
secara jelas. Patokan umum yang dapat dipakai misalnya dengan mengetahui
seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan dan manfaat ekonomi yang
diharapkan.
Beberapa kriteria lainnya adalah :
1. Kesesuaian dengan bahan mentah yang dipakai.
2. Keberhasilan pemakaian teknologi di tempat lain.
3. Kemampuan tenaga kerja dalam mengoperasikan teknologi.
4. Kemampuan antisipasi terhadap teknologi lanjutan.
Berdasarkan desain yang ditetapkan, perencanaan proses manufaktur
dilakukan dengan menetapkan rincian spesifikasi proses yang dibutuhkan serta
urutannya secara cermat. Perencanaan proses dapat bekerja dalam keterbatasanketerbatasan peralatan yang tersedia, tetapi bila volume cukup besar dan
desainnya stabil, perencana proses

dapat mempertimbangkan pemakaian

peralatan khusus, termasuk proses-proses otomatis serta tata letak yang khusus
pula. Dalam melaksanakan fungsinya, perencanaan proses telah menetapkan
desain dasar sistem produksi.
C. Lokasi dan Distribusi
Arti strategis lokasi pabrik berkaitan dengan keputusan mengenai kapasitas,
yakni ke mana akan melakukan perluasan agar dapat sesuai dengan jaringan
distribusinya secara efektif.
Kriteria pemilihan lokasi ditunjukkan untuk mendapatkan laba maksimal dari
kegiatan bisnis. Jika biaya semua masukan tidak tergantung pada lokasi tetapi
harga produk berbeda-beda, maka kriteria pemilihan lokasi adalah pendapatan
yang maksimum. Apabila semua harga dan biaya tidak tergantung pada lokasi,
maka pemilihan akan ditentukan oleh kedekatan pada calon pelanggan /pembeli;

adanya organisasi yang serupa dan bersaing, dan oleh pusat kegiatan bisnis pada
umumnya.
1. Lokasi Pabrik
Tujuan menentukan letak lokasi pabrik adalah meminimumkan biayabiaya, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, yang
diakibatkan oleh lokasi tertentu. Menurut Brown dan Gibson, biaya-biaya
dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu yang bersifat
obyektif dan subyektif seperti yang tertera berikut ini :
Biaya-biaya yang bersifat obyektif adalah :
a) Biaya bahan
b) Biaya pemasaran
c) Biaya sarana
d) Biaya tenaga kerja
e) Biaya bangunan
f) Pajak
Sedangkan biaya-biaya yang bersifat subyektif adalah biaya-biaya yang
dipakai untuk :
a) Kegiatan serikat buruh
b) Fasilitas rekreasi
c) Perumahan
d) Perkembangan masa depan
e) Persaingan
f) Industri pendukung
g) Penyiapan tenaga kerja
h) Penyediaan transportasi
i) Daerah industri
j) Iklim
k) Fasilitas pendidikan
l) Pelayanan masyarakat
m) Fasilitas transportasi pegawai
n) Biaya hidup
2. Penanaman Modal
Variabel lain yang penting adalah kaitan antara biaya tetap dan biaya
variabelnya. Biaya modal tetap dapat berbeda jauh, misalnya disebabkan
perbedaan pada harga tanah dan konstruksi bangunan, sehingga konsep
analisis titik impas harus digunakan untuk membandingkan faktor biaya

dari masing-masing lokasi. Kendati demikian. Analisis ini hanya dapat


dipakai untuk volume yang mendekati kapasitas rancangan atau kapasitas
titik impas, karena perubahan yang besar dalam volume akan
mengakibatkan perbedaan dalam penanaman modal dan biaya variabel.
3. Metode Penilaian Lokasi
Untuk menilai pilihan lokasi pabrik, ada tiga macam cara penilaian secara
ringkas :
1) Metode Kualitatif
Metode ini berpatokan pada penilaian oleh suatu tim yang dibentuk
khusus terhadap faktor-faktor yang ditentukan terlebih dahulu.
Walau penilaiannya subyektif, diharapkan dapat ditekan semaksimal
mungkin.
2) Metode Transportasi
Metode ini terutama digunakan bila perusahaan telah memiliki
beberapa pabrik dan beberapa gudang dan bermaksud untuk
menambah kapasitas satu pabriknya, atau adanya relokasi pelayanan
dari setiap pabrik, atau penambahan pabrik atau gudang baru.
Metode ini pada dasarnya merupakan teknik riset operasi yang
penyelesaiannya dapat menggunakan beberapa cara, seperti cara
Sudut Kiri Atas (North West Corner), MODI (Modified Distribution
Method) dan VAM (Vogels Approximation Method).
3) Metode Analisis Biaya
Konsepnya berdasarkan pada pemanfaatan biaya tetap dan biaya
variabel utntuk membantu pemilihan alternatif lokasi, antara biaya
yang ditanggung oleh masing-masing lokasi dan volume produksi
yang diinginkan.
D. Tata Letak Fasilitas

Inti sistem produksi merupakan gabungan antara teknologi dan manusia,


sehingga pembauran keduanya sebagai komponen dari sistem produksi perlu
dianalisis. Tujuannya adalah untuk menciptakan dasar bagi pengaturan pekerjaan
yang dilakukan dan dihubungkan dengan mesin-mesin dan teknologi. Pemaduan
fisik faktor-faktor ini disebut tata letak fasilitas (facility lay-out) .
1) Tata Letak dan Hubungannya dengan Desain Proses Pekerjaan
Ada dua jenis sistem fisik, yaitu yang berorientasi pada proses dan yang
berorientasi pada produk atau kombinasi dari dua macam sistem ini. Pada
satu ekstrim di mana jenis dan volume produk kecil, fleksibilitas dan
kualitas merupakan strategi utama, sistem produksi yang ekonomis adalah
tata letak fungsional. Sistem ini akan menghasilkan penggunaan yang baik
atas peralatan dengan cara penggunaan bersama-sama untuk bermacammacam pekerjaan. Sedangkan pada ekstrem yang lainnya-yaitu produknya
standar dan diproduksi secara banyak-tidak ada beda dalam proses yang
diperlukan di antara masing-masing unit yang diproduksi. Spesialisasi
dalam bentuk tata letak garis/lini atau tata letak produk terbukti paling
ekonomis. Dalam lay-out fungsional, mesin dan peralatan yang
mempunyai fungsi yang sama dikelompokkan dan ditempatkan dalam
suatu ruang tertentu. Pada lay-out garis, mesin dan peralatan di susun
berdasarkan urutan dari operasi proses pembuatan produk.
Lay-out ini sering digunakan untuk perusahaan yang berproduksi untuk
pasar.
Dua kemungkinan model lay-out tersebut menunjukkan bahwa tata letak
pabrik menyesuaikan diri dengan sifat proses produksi yang direncanakan
untuk proyek tersebut.
2) Kriteria Evaluasi dan Pertimbangan Tata Letak Pabrik

Kriteria yang dapat dipakai untuk mengevaluasi tata letak pabrik antara
a.
b.
c.
d.
e.
f.

lain adalah :
Konsistensi dengan teknologi produksi yang dipakai
Kelancaran arus produk dari satu proses ke proses yang lain
Optimalisasi pemakaian ruangan
Kemudahan dalam melakukan penyesuaian maupun untuk ekspansi
Minimalisasi biaya produk
Jaminan keselamatan kerja
Pertimbangan-pertimbangan umum yang dapat dipakai khususnya untuk

lahan lokasi proyek (lay-out) adalah :


a. Ketersediaan arus yang searah atau setidaknya mengurangi arus
penyilangan.
b. Departemen pembantu,

workshop

hendaknya

disituasikan

secara

fungsional terhadap bangunan pabrik utama.


E. Luas Produksi
Luas produksi adalah jumlah produk yang seharusnya diproduksi untuk
mencapai keuntungan yang optimal. Dari pengertian ini, luas produksi dapat juga
berarti penentuan kombinasi dari berbagai macam produk yang dihasilkan untuk
mencapai keuntungan yang optimal, jika perusahaan menghasilkan lebih dari satu
macam produk.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan luas produksi adalah
1. Batasan permintaan
2. Kapasitas mesin-mesin
3. Kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi
4. Kemampuan financial dan manajemen
5. Kemungkinan perubahan teknologi produksi
Penentuan luas produksi, secara sederhana dapat dilihat dari market share yang
diperkirakan dapat diraih dan adanya pendapat manajemen.
Metode-Metode lain dalam menentukan luas produksi yang optimal :
1. Pendekatan konsep Marginal Cost dan Marginal Revenu
2. Pendekatan konsep Break Event Point
3. Pendekatan konsep Linear Progaming
ASPEK KEUANGAN
A. Aspek Keuangan

Aspek keuangan dari studi kelayakan bisnis adalah untuk menentukan


rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan dengan
membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana,
biaya modal awal, kemampuan proyek untuk membayar kembali dana tersebut
dalam waktu yang sudah ditentukan dan menilai apakah proyek akan dapat
berkembang terus.
Aspek Keuangan mempelajari berbagai faktor penting seperti :
1. Dana yang diperlukan untuk investasi, baik untuk aktiva tetap maupun
modal kerja.
2. Sumber-sumber pembelanjaan yang akan dipergunakan. Seberapa banyak
dana yang berupa modal sendiri dan berapa banyak yang berupa pinjaman
jangka pendek, dan berapa yang jangka panjang.
3. Taksiran penghasilan, biaya, dan rugi/laba pada beberapa tingkat operasi.
Termasuk di sini estimasi tentang break even proyek tersebut.
4. Manfaat dan biaya dalam artian finansial, seperti rate of return on in
invesment, net present value, internal rate of return, profitability indexi,
dan payback period. Estimasi terhadap risiko proyek, resiko dalam artian
total, atau kalau mungkin yang hanya sistematis.
Di sini di samping perlu ditaksir rugi/laba proyek tersebut, juga taksiran
alran kas diperlukan untuk menghitung profitabilitas finansial proyek
tersebut.
5. Proyeksi keuangan. Pembuatan neraca yang diproyeksikan dan proyeksi
sumber dan penggunaan dana.
B. Fungsi Keuangan
1. Finansial (Pendanaan)
2. Investasi (Mengalokasikan Dana)
3. Deviden (Pembagian keuntungan kepada para pemegang saham)
C. Sumber Dana
1. Internal, misalnya dari modal sendiri, modal saham, dan laba yang tidak
dibagikan.

2.

Eksternal, misalnya berupa pinjaman dari bank atau dalam bentuk


obligasi.
Sumber dana yang utama adalah :
a. Modal sendiri yang disetor oleh pemilik perusahaan
b. Saham biasa atau saha preferen (yang juag merupakan modal sendiri
yang diperoleh dari emisi (penerbitan) saham di apsar modal.

D. Kebutuhan Dana untuk Aktiva Tetap


Aktiva tetap yang diperlukan untuk investasi biisa diklasifikasikan sebagi berikut :
1. Aktiva Tetap berwujud
1) Tanah dan pengembangan lokasi
Biaya ini termasuk harga tanah, biaya pendaftaran, pembersihan,
penyiapan tanah, pembuatan jalan ke jalan yang terdekat, pemagaran,
dan sebagainya.
2) Bangunan dan perlengkapannya
Biaya ini termasuk bangunan pabrik, bangunan untuk administrasi,
gudang, untuk pembangkit tenaga, pos-pos keamanan, jasa-jasa
arsitektur, dan lain sebagainya.
3) Pabrik dan mesin-mesin
Merupakan komponen terbesar di investasi. Biaya yang termasuk di
dalamnya adalah biaya pembangunan pabrik, harga mesin, biaya
pemasangan, biaya pengangkutan, suku cadang, dan lain sebagainya.
Ada baiknya di sini kita memisahkan mesin-mesin yang diimpor dan
yang tidak untuk memasukkan kemungkinan perubahan kurs valuta.
4) Aktiva tetap lainnya
Biaya yang termasuk adalah perlengkapan angkutan dan materials
handling,

perlengkapan

untuk

penelitian

dan

pengembangan,

meubelair, perlengkapan kantor dan sebagainya.


2. Aktiva tetap tidak berwujud
1) Aktiva tidak berwujud
Misalnya patent, lisensi, pembayaran lumpsum untuk pembanguann
teknologi, engineering fees, copyright, goodwill, dan sebagainya.
2) Biaya-biaya pendahuluan

Terdiri dari biaya untuk studi pendahuluan, penyiapan pembuatan


laporan studi kelayakan, survey pasar, legal fee dan sebagainya.
3) Biaya-biaya sebelum operasi
Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan sebelum berproduksi
secara komersial. Komponen yang utaman adalah biaya penarikan
tenaga kerja, biaya pelatihan, beban bunga, biaya-biaya selama masa
produksi percobaan.
E. Alokasi Dana
1. Aktiva lancar, misalnya investasi pada modal kerja (kas, efek, piutang, dan
persediaan).
2. Aktiva tetap, misalnya investasi pada barang modal seperti mesin-mesin,
peralatan, kendaraan, dan bangunan pabrik.
F. Modal Kerja
Dana diperlukan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional
perusahaan sehari-hari, seperti pembelian bahan baku,pembayaran upah
buruh,membayar hutang dan pembayaran lainnya disebut modal kerja. Modal
kerja merupakan aktiva sangat penting dalam perusahaan karena tanpa modal
kerja perusahaan tidak dapat memenuhi kebutuhan dana untuk membelanjai
aktivitasnya.
Ada 3 macam konsep modal kerja yang bisa digunakan untuk analisis, yaitu:
1. Modal Kerja Kuantitatif
Konsep ini menitik beratkan pada segi kuantitas dana yabg tertanam dalam
aktiva yang masa perpurarannya kurang satu tahun. Modal keeja menurut
konsep ini adalah keseluruhan elemen aktiva lancar.
2. Modal Kerja Kualitatif
Modal kerja bukan semua aktiva lancar tetapi telah mempertimbangkan
kewajiban kewajiban yang segeera harus dibayar. Dengan demikian dana
yang digunakan benar benar khusus digunakan untuk membiayai operasi
perusahaan sehari hari tanpa kuawatir terganggu oleh pembayaran

pembayaran hutang yang secara jatuh tempo karna menurut konsep ini
hutang lancar telah dikeluarkan dari perhitungan ,sehingga modal kerja
merupakan selisih antara aktiva lancar dengan hutang lancarnya.
3. Modal Kerja Fungsional
Konsep ini menitikberatkan pada fungsi dana dalam menghasilkan
penghasilan langsung atau current income dan dana yang digunakan oleh
perusahaan untuk menghasilkan current income

sesuai dengan tujuan

didirikannya perusahaan pada suatu periode tertentu.


4. Kredit Bank
Sumber dana terbesar bagi dunia usaha, salah satunya dengan menerbitkan
obligasi.
5. Leasing
Jasa menyediakan aktiva yang diperlukn perusahaan
6. Projec Finance
Pendanaan yang makin banyak dipergunakan untuk membiayai proyek
proyek besar.
Jenis-jenis Modal Kerja
1. Modal kerja permanen
Modal kerja permanen adalah modal kerja yang harus selalu ada dalam
perusahaan agar perusahaan menjalankan kegiatannya untuk memenuhi
kebutuhan konsumen.
Modal kerja permanen dibagi menjadi dua :
1) Modal kerja primer
Modal kerja primer adalah modal kerja minimal yang harus ada dalam
perusahaan tetap bisa beroperasi.
2) Modal kerja normal
Modal kerja minimal yang harus ada dalam perusahaan untuk
menghasilkan barang sebesar kapasitas normal perusahaan.
2. Modal kerja variabel
Modal kerja variabel merupakan modal kerja yang jumlahnya berubahubah sesuai dengan perubahan kegiatan ataupun keadaan lain yang
mempengaruhi perusahaan
Modal kerja variabel terdiri dari:

1) Modal kerja musiman


Sejumlah dana yang dibutuhkan untuk mengatisipasi apabila ada
fluktuasi kegiatan perusahaan, misalnya perusahaan biscuit harus
menyediakan modal kerja lebih besar pada saat musim hari raya.
2) Modal kerja siklus
Modal kerja yang jumlah kebutuhannya dipengaruhi oleh fluktuasi
konjungtur.
3) Modal kerja darurat
Modal kerja yang jumlah kebutuhannya dipengaruhi oleh keadaankeadaan yang terjadi diluar kemampuan perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
Husnan, Suad. dan Suwarsono. 1999. Studi Kelayakan Proyek Edisi Ketiga.
Yogyakarta : UNIT PENERBIT DAN PERCETAKAN (UPP) AMP
YKPN.
Mangkunegara, Anwar Prabu. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia
Perusahaan. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Mathis, Robert L. dan Jackson, John H. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia
Buku 1. Jakarta : Salemba Empat.
Sumarni, Murti. dan Soeprihanto, John. 2010. Pengantar Bisnis (Dasar-dasar
Ekonomi Perusahaan. Yogyakarta : LIBERTY YOGYAKARTA.

Sunyoto, Danang. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : CAPS


(Center for Academic Publishing Service).