Anda di halaman 1dari 25

Contoh PKM-GT Universitas Setia Budi

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


JUDUL PROGRAM

PENGOLAHAN KULIT PISANG KEPOK MENJADI ETANOL SEBAGAI


ALTERNATIF SUMBER BAHAN BAKAR NABATI NON PANGAN

BIDANG KEGIATAN:
PKM GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh:
Monica Setiono Handoko
Cristina Ritma Ericta
Cicilia Rizki Novianingsih

20071071 F (Angkatan 2007)

20071068 F (Angkatan 2007)


14080209 D (Angkatan 2008)

UNIVERSITAS SETIA BUDI


SURAKARTA
2009
HALAMAN PENGESAHAN
USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

1. Judul Kegiatan
: Pengolahan Kulit Pisang Kepok
Menjadi Etanol Sebagai Alternatif Sumber Bahan Bakar Nabati Non Pangan.
2. Bidang Kegiatan

: PKMP

3. Bidang Kajian

: Teknologi Rekayasa

4. Ketua Pelaksana Kegiatan


a. Nama Lengkap
b. NIM

: Monica Setiono Handoko


: 20071071 F

c. Jurusan

: D-III Analis Kimia

d. Perguruan Tinggi

: Universitas Setia Budi

e. Alamat Rumah

: Purwodiningratan RT 04 RW 03 Surakarta

f. No. Telp/HP
f. e-mail
5. Anggota Pelaksana Kegiatan

: 085 642188339
: monix_kezla@Rocketmail.com
: 2 orang

6. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap dan Gelar

: Sunardi, S.Si., M.Si.

b. NIS

: 01.96.024

c. Alamat Rumah

: Jumok RT 1/8 Jaten Karanganyar

d. No. Telp/HP

: 081 2154 2458

6. Biaya Kegiatan Total


7. Jangka Waktu Pelaksanaan

: Rp 3.000.000,: 8 bulan

Surakarta, 20 Oktober 2009


Menyetujui:
Ketua Jurusan D-III Analis Kimia,

(Drs. Suseno, M.Si)

Ketua Peneliti,

(Monica Setiono Handoko)


NIM 20071071 F

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan,

Dosen Pendamping,

(Narimo, ST., MM)

(Sunardi, S.Si., M.Si.)

NIS 01.96.025
KATA PENGANTAR

NIS 01.96.024

DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR LAMPIRAN
A. Judul
B. Latar Belakang Masalah
C. Perumusan Masalah
D. Tujuan
E. Luaran yang Diharapkan
F. Kegunaan
G. Tinjauan Pustaka
H. Metode Penelitian
I.

Jadwal Penelitian

J.

Rancangan Anggaran Biaya

K. Daftar Pustaka
L. Lampiran
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Latar belakang masalah


Gambar 2. Rencana jalannya penelitian
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Kelompok


Lampiran 2. Biodata Dosen Pendamping

RINGKASA
A.

Judul

Pengolahan Kulit Pisang Kepok Menjadi Etanol Sebagai Alternatif Sumber Bahan
Bakar Nabati Non Pangan.

B.

Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah penelitian ini secara sistematik seperti terlihat pada
gambar 1 berikut ini.

Gambar 1. Latar belakang masalah

Dari gambar alur pikir di atas dapat dijelaskan sebagai berikut : seiring
terjadinya krisis energi khususnya harga minyak bumi yang melambung tinggi,
wacana penggunaan energi alternatif yang berasal dari bahan nabati
berkembang sangat pesat. Hampir seluruh negara yang memiliki lahan pertanian
berusaha melakukan riset untuk merumuskan kebijakan dan merancang
rekayasa teknologi dan melaksanakan bioenergi menggantikan bahan bakar
fosil.
Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan dua kebijakan penting tentang
energi alternatif ini. Kebijakan itu adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5
Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional dan Instruksi Presiden (Inpres)
Nomor 1 Tahun 2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati
atau biofuel. Kebijakan tersebut adalah instruksi untuk mengambil langkahlangkah untuk melaksanakan percepatan penyediaan dan pemanfaatan bahan
bakar nabati (biofuels) sebagai bahan bakar lain.

Penyediaan energi alternatif bahan bakar nabati selama ini dilakukan dengan
mengolah hasil-hasil pertanian sebagai bahan dasarnya. Bahan-bahan yang
digunakan sebagai sumber bioenergi antara lain: singkong, gandum, jagung,
ketela rambat, kedelai dan sebagainya. Menurut David Tilman seorang ekolog
Universitas Minnesota yang dimuat di jurnal Science Februari 2008
menyatakan,Boom biofuel datang ketika produksi pangan harus berlipat ganda
guna memberi makan tiga miliar lagi mulut yang akan hadir pada tahun 2050.....
Dalam konteks ini, sungguh ide yang terdengar bodoh untuk menggunakan
bahan pangan sebagai bahan bakar (Leksono, 27 Februari 2008).
Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank) melalui Direktur Pelaksana
Rajat Nag juga meminta Negara berkembang menghentikan subsidi ke
sektor pertanian untuk meningkatkan biofuel. Pemberian subsidi untuk biofuel
pada dasarnya merupakan pengenaan pajak secara implisit pada bahan
makanan pokok. Tindakan seperti ini akan membuat harga bahan pokok menjadi
sangat mahal sehingga menimbulkan masalah baru (Kompas, 22 April 2008).
Disisi lain, permasalahan lingkungan yang perlu penanganan serius adalah
penanganan sampah. Potensi sampah kota di Indonesia pada tahun 2000 adalah
sebesar 100.000 ton per hari. Untuk kondisi sampah kota yang dihasilkan oleh
beberapa kota di Jawa Tengah adalah sebagai berikut: Surakarta menghasilkan
sampah kota 267 ton per hari, Semarang menghasilkan 727 ton per hari dan
Magelang menghasilkan 63 ton per hari.
Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan masyarakat dewasa ini, maka
permasalahan lingkunganpun menjadi semakin kompleks. Sebagai contoh,
dengan semakin meningkatnya populasi masyarakat maka volume sampah yang
dihasilkan semakin meningkat, sehingga penanganannya membutuhkan
perhatian serius. Terlebih lagi dikota, permasalahan sampah kota menjadi pelik
ketika volume sampah kota yang dihasilkan semakin besar sedangkan TPA tidak
mampu lagi menampung, relokasi TPA ternyata menimbulkan masalah sosial
bahkan keamanan yang serius (contoh kasus TPA Bantar Gebang dan kasus TPA
Bojong). Indonesia belum bisa lepas dari masalah sampah. Mulai dari penolakan
warga masyarakat sekitar TPA akibat kepulan asap dan bau yang ditimbulan
pengolahan sampah saat ini hingga kejadian yang tidak pernah dilupakan,
tragedi leuwih gajah yang merenggut 24 nyawa tak bersalah (Solo Pos, 22 Maret
2004 dan 28 Mei 2005).
Pengolahan pisang kepok menjadi pisang goreng oleh para penjual gorengan
menghasilkan limbah berupa kulit yang merupakan sumber sampah. Sehingga
pengolahan sampah kota khususnya kulit pisang kepok harus didesain
sedemikian rupa agar termanfaatkan tanpa menimbulkan permasalahan baru
lagi bahkan sedapat mungkin menjadi sesuatu yang bermanfaat.
C.

Perumusan Masalah

Penggunaan bahan pangan sebagai sumber bahan bakar nabati ternyata


menimbulkan banyak permasalahan baru. Produksi bioenergi cenderung
merusak hutan dan mengurangi lahan untuk bahan makanan pokok. Hal ini

mengakibatkan kenaikan harga bahan makanan pokok seperti minyak goreng,


jagung, gandum dan kedelai. Mahalnya harga bahan pangan pokok ini
menimbulkan permasalahan baru yaitu krisis bahan pangan. Di sisi lain
penanganan sampah masih menjadi permasalahan yang cukup rumit dan pelik.
Untuk mencari pemecahan masalah energi alternatif dan penanganan
sampah dalam penelitian ini akan dilakukan secara terintegrasi. Yaitu
pengolahan kulit pisang menjadi etanol, sehingga pengolahan sampah dapat
mendukung sekaligus menjadi jalan keluar pengaadan energi alternatif yang
tidak menimbulkan permasalahan baru. Kulit pisang merupakan limbah dari
penjual gorengan yang diperkirakan masih mengandung pati/karbohidrat yang
cukup tinggi.

D.

Tujuan

Tujuan penelitian ini adalah :


1.

Mengetahui kadar pati dan kadar gula reduksi kulit pisang kepok.

2.
Mengetahui pengaruh pH dan waktu fermentasi pada pembuatan etanol
dari kulit pisang kepok.

E.

Luaran yang Diharapkan


Luaran yang dihasilkan dari penelitian ini adalah :

1. Artikel ilmiah tentang pembuatan bioetanol dari kulit pisang kepok.


2. Teknologi Tepat Guna tentang pembuatan pembuatan bioetanol dari kulit
pisang kepok.

F. Kegunaan
Keberhasilan penelitian ini akan memberikan kontribusi sebagai berikut :
1. Pembangunan pengembangan IPTEKS
a. Dapat mengetahui bahwa kulit pisang kepok dapat diolah menjadi etanol.
b. Dapat meningkatkan aspek fungsional sampah organik menjadi bahan yang
bermanfaat , etanol sebagai alternatif bahan bahan bakar minyak (minyak tanah
atau bensin).
c. Dapat menangani dua permasalahan lingkungan sekaligus, yaitu penanganan
sampah dan pengadaan energi alternatif pengganti bahan bakar minyak yang
tidak terbaharui.
2. Pengembangan institusi
a.

Sebagai upaya membina kerjasama dengan masyarakat serta instansi lain

b.

Sebagai suatu bentuk usaha untuk memanfaatkan hasil penelitian

c. Sebagai umpan balik bagi peneliti untuk lebih mengembangkan dan


menerapkan ilmu pengetahuan bagi masyarakat serta menyempurnakan
penelitiannya
3. Kebutuhan serta potensi masyarakat
a. Mengetahui informasi kandungan kulit pisang kepok dan berpotensi
dijadikan sebagai sumber bahan bakar nabati non pangan.
b. Meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitar akan pentingnya menjaga
lingkungan yang bersih, sehat dan jauh dari pencemaran
c. Memberikan wacana masyarakat sekitar tentang metode pengelolaan
sampah menjadi bahan bakar nabati yang sederhana, mudah, dan efisien.

G.

Tinjauan Pustaka

1. Pisang
Pisang adalah buah yang tumbuh berkelompok di daerah tropis. Ada
beberapa jenis pisang yang warnanya berbeda-beda, tetapi hampir semua yang
dijual di pasar atau supermarket berwarna kuning ketika sudah matang dan
berbentuk melengkung. Pisang banyak mengandung kalium.
Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat
menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika
otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang
relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale
pisang(Bandung), Pisang Molen (Bogor), dan epe (Makassar).
Pisang diyakini berasal dari daerah Malesia (Asia Tenggara dan Australia tropika)
namun dikenal luas sejak dahulu oleh orang-orang yang tinggal di
sekitarSamudra Hindia. Tumbuhan ini menyukai daerah tropis yang lembab,
terutama di dataran rendah. Di daerah dengan hujan merata sepanjang tahun,
produksi pisang dapat berlangsung tanpa mengenal
musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik, dan Brasilterkenal sebagai negara
pengekspor pisang. Masyarakat di negara-negara Afrika danAmerika
Latin dikenal sangat tinggi mengonsumsi pisang setiap tahunnya.
Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Ordo

: Zingiberales

Famili

: Musaceae

Genus

: Musa

Spesies

: Musa paradiaca

Buah pisang merupakan salah satu buah-buahan yang banyak dikonsumsi


masyarakat Indonesia Berdasarkan cara konsumsi, pisang dikelompokkan dalam
dua golongan, yaitu banana dan plantain. Banana adalah pisang yang lebih
sering dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, contohnya pisang
ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Plantain adalah pisang yang dikonsumsi
setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam,
kapas, tanduk, dan uli (www.wikipedia Indonesia; Faisal Anwar, 2003).
Kulit pisang selama ini tidak termanfaatkan dan hanya dibuang begitu
saja.Padahal kulit pisang ini banyak ditemui di sekitar kita, antara lain di tempattempat orang jual gorengan seperti molen, pisang goring sale dan lainnya. Kulit
pisang mempunyai nilai gizi yang cukup baik sebagai sumber protein dan energi.

Menurut penelitian Zainuddin dkk (2004) kulit pisang dapat dijadikan ransum
ayam buras untuk bobot badannya. Penelitian yang dilakukan Das Salirawati dkk
(2006) kulit pisang dapat digunakan untuk pembuatan nata. Penelitian yang
dilakukan Sulfahri menggunakan kulit pisang raja untuk pembuatan tepung
(Antaranews, 2008). Berdasarkan fakta-fakta ini pada penelitian ini kulit pisang
kepok akan diolah menjadi etanol sebagai alternative sumber bahan baker
nabati non pangan.
2. Etanol
Penelitian dan pengembangan BBN telah dilakukan sejak adanya Kebijakan
Umum Bidang energi (KUBE) pada tahun 1981. Salah satu wujud diversifikasi
energi yang menonjol adalah penelitian dan pengembangan bioetanol. Penelitian
bioetanol yang dirintis oleh Balai Besar Teknologi Pati (B2TP) pada tahun 1983
berbahan dasar singkong .
Bioetanol adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber
karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme. Bioetanol saat ini yang
diproduksi umumnya berasal dari etanol generasi pertama, yaitu etanol yang
dibuat dari gula (tebu, molases) atau pati-patian (jagung, singkong, dll). Bahanbahan tersebut adalah bahan pangan (Bambang Prastowo, 2007).
Pembuatan etanol bukan merupakan suatu hal yang baru. Secara umum, proses
pengolahan bahan berpati/karbohidrat seperti ubi kayu, jagung dan gandum
untuk menghasilkan etanol dilakukan dengan proses urutan sebagai berikut.
Pertama adalah proses hidrolisis, yakni proses konversi pati menjadi glukosa.
Prinsip dari hidrolisis pati pada dasarnya adalah pemutusan rantai polimer pati
menjadi unit-unit dekstrosa (C6H12O6). Pemutusan rantai polimer tersebut dapat
dilakukan dengan berbagai metode, misalnya secara enzimatis, kimiawi ataupun
kombinasi keduanya. Hidrolisis secara enzimatis memiliki perbedaan mendasar
dibandingkan hidrolisis secara kimiawi dan fisik dalam hal spesifitas pemutusan
rantai polimer pati. Hidrolisis secara kimiawi dan fisik akan memutus rantai
polimer secara acak, sedangkan hidrolisis enzimatis akan memutus rantai
polimer secara spesifik pada percabangan tertentu. Enzim yang digunakan
adalah -amilase pada tahap likuifikasi, sedangkan tahap sakarifikasi digunakan
enzim glukoamilase.
Tahap kedua adalah proses fermentasi untuk mengkonversi glukosa (gula)
menjadi etanol dan CO2. Pada proses fermentasi etanol, khamir terutama akan
memetabolisme glukosa dan fruktosa membentuk asam piruvat, sedangkan
asam piruvat yang dihasilkan akan didekarboksilasi menjadi asetaldehida yang
kemudian mengalami dehidrogenasi menjadi etanol.
Khamir yang sering digunakan dalam fermentasi alkohol adalah Saccharomyces
cerevisiae, karena jenis ini dapat berproduksi tinggi, toleran terhadap alkohol
yang cukup tinggi (12-18% v/v), tahan terhadap kadar gula yang tinggi dan tetap
aktif melakukan fermentasi pada suhu 4-32oC (S Payandeh, 2007).

Tahap ketiga adalah destilasi yaitu untuk memisahkan etanol. Distilasi


merupakan pemisahan komponen berdasarkan titik didihnya. Titik didih etanol
murni adalah 78oC sedangkan air adalah 100oC. Dengan memanaskan larutan
pada suhu rentang 78 100oC akan mengakibatkan sebagian besar etanol
menguap, dan melalui unit kondensasi akan bisa dihasilkan etanol dengan
konsentrasi 95 % volume (www.wikipedia).
Kadar etanol 95% tidak dapat larut dalam bensin. Agar larut diperlukan etanol
dengan kadar 99% atau disebut etanol kering sehingga memerlukan destilasi
absorbent. Destilasi absorbent dilakukan dengan cara etanol 95% dipanaskan
dengan suhu 100 C sehingga etanol dan air akan menguap. Uap tersebut
dilewatkan pipa yang dindingnya berlapis zeolit atau pati. Zeolit akan menyerap
kadar air tersisa sehingga diperoleh etanol dengan kadar 99%.
Arah pengembangan bioetanol mulai berubah generasi kedua, yaitu limbah
pertanian yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Selulosa
merupakan karbohidrat utama yang disintesis oleh tanaman dan menempati
hampir 60% komponen penyusun struktur tanaman. Jumlah selulosa di alam
sangat melimpah sebagai sisa tanaman atau dalam bentuk limbah pertanian
seperti jerami padi, berangkasan jagung, gandum dan kedelai. Nilai ekonomi
senyawa selulosa pada limbah tersebut sangat rendah karena tidak dapat
langsung dimanfaatkan oleh manusia. Sulitnya mendegradasi limbah tersebut
menyebabkan petani lebih suka membakar jeraminya di lahan pertanian
daripada memanfaatkannya kembali melalui pengomposan (Salma & Gunarto,
1999). Untuk mengubah selulosa, hemiselulosa, dan lignin dari limbah pertanian
memerlukan jenis mikroba baru yang mampu melakukannya (Kompas, 13
Agustus 2007).
Sunarti dari IPB dan Richana dari Balai Besar Pascapanen Pertanian tahun 2006
melakukan penelitian pembuatan etanol dari tongkol jagung diperoleh rendemen
14,22%. Artinya satu ton tongkol jagung akan menghasilkan 142,2 liter etanol.
Agblevor dari Virginia Polytechnic Institute and State University, Blacsburg di
Amerika Serikat, telah memanfaatkan kulit biji kapas sebagai bahan baku etanol
dengan rendemen 30 persen. Seung Do-Kim dari Michigan State University
memanfaatkan jerami padi menjadi etanol dengan rendemen 28 persen
(www.bapeda jabar.go.id).

Perbedaan penelitian ini dengan yang sudah dilakukan adalah penggunaan


bahan baku yang biasanya menggunakan bahan pangan yaitu singkong, ketela,
gandu, jagung, tetes tebu dan lainnya. Pada penelitian ini etanol diproduksi dari
kulit pisang kepok. Pemanfaatan bahan baku dari limbah berupa bahan non
pangan ini lebih ekonomis dan tidak berpotensi menimbulkan konflik
kepentingan dengan pangan.

H.

Metode Penelitian

Metode yang akan digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut :


a. Rencana dan tempat pengambilan sampel
Pada penelitian ini, peneliti tidak menggunakan bahan pangan sebagai bahan
untuk pembuatan bioetanol, karena disamping menghindari konflik kepentingan
dengan kebutuhan pangan, penggunaan limbah/sampah akan sangat
bermanfaat untuk meminimalisasi limbah yang selama ini hanya dibuang, dapat
menyebabkan pencemaran. Sampel di ambil dari penjual pisang goreng yang
banyak tersebar di Surakarta.
b.

Analisis proksimat

Pada tahap ini akan dilakukan analisis sifat-sifat kulit pisang kepok. Sifat-sifat
yang dianalisis adalah : kadar pati dan kadar gula reduksi. Hasil analisis
digunakan sebagai dasar untuk pembuatan etanol.
1). Analisis kadar pati
Ditimbang 2-5 gram bahan dengan gelas piala sebagai wadah. Ditambahkan 50
ml akuades, campuran diaduk homogen. Suspensi disaring dengan kertas saring
dan dicuci dengan akuades sampai volume filtrat 250 ml. Filtrat mengandung
pati/karbohidrat yang larut. Filtrat ini dibuang. Residu pada kertas saring dicuci 5
kali, masing-masing dengan 10 ml eter. Eter dibiarkan menguap, lalu residu
dicuci dengan 150 ml etanol 10%, untuk membebaskan sisa-sisa karbohidrat
yang terlarut. Residu dipindahkan secara kuantitatif dari kertas saring ke dalam
erlenmeyer dengan pencucian 200 ml akuades. Kemudian ditambahkan 20 ml
HCl 25%, ditutup dengan pendingin balik, lalu dipanaskan di atas penangas air
mendidih selama 2,5 jam. Setelah dingin campuran dinetralkan dengan NaOH
25% dan diencerkan sampai volume 500 ml. Kemudian disaring. Dari filtrat yang
diperoleh ditentukan glukosanya dengan cara penentuan gula reduksi.
Berat pati = 0,9 x Berat glukosa yang diperoleh
(AOAC, 1984)
2). Penentuan gula reduksi
Gula standar diencerkan dengan akuades hingga diperoleh
kadar gula pereduksi 0,1-1,0 mg/ml. Faktor pengencerannya dicatat. Diambil 1
ml sampel yang terlarut, ditambahkan 1 ml akuades dalam tabung dan ditambah
3 ml larutan DNS. Dididihkan selama 15 menit dan didinginkan 15 menit.
Absorbansi diukur pada panjang gelombang 575 nm. Kadar gula reduksi
berdasarkan kurva standart dan dikalikan dengan faktor pengencerannya.
c. Pembuatan Bioetanol
Hasil analisis proksimat sampel limbah dengan kadar karbohidrat/pati, kadar
serat kasar dan kadar gula reduksi tertinggi digunakan untuk pembuatan etanol,
yang meliputi tahapan : Proses gelatinisasi, Proses fermentasi dengan mikroba

dengan variasi pH dan waktu, Destilasi untuk memisahkan etanol dan air
kemudian dilanjutkan uji kadar etanol, rendemen etanol.
1). Proses Gelatinasi
Sampel kulit pisang kepok dipotong kecil-kecil 0,5 cm, kemudian diblender.
Selanjutnya ditambahkan dengan air, enzim -termamyl amilase dan dipanaskan
selama 45 menit pada suhu 0-90oC. Kemudian diaduk , didinginkan sampai suhu
75oC dan diberi enzim glukosa amilase suhu dipertahankan selama 2 jam.
Setelah didinginkan sampai suhu 30oC, maka bibit ragi/bakteri dimasukkan untuk
proses fermentasi.
2). Proses Fermentasi
Proses ini dimaksudkan untuk mengubah pati/karbohidrat menjadi etanol dengan
menggunakan Saccharomyces cerevisiae (370C). Proses fermentasi dilakukan
pada pH (4,5, 6) dan waktu fermentasi (1, 2,3, 4) hari.
3). Proses Distilasi
Menyaring larutan hasil fermentasi dan memasukkan dalam labu distilasi untuk
pemisahan etanol dengan air. Proses distilasi dilakukan dengan memanaskan
larutan pada suhu 78-100oC.
Secara sistematis, langkah-langkah dari keseluruhan tahapan penelitian tersebut
ditunjukkan pada gambar 2 berikut.

T
A
H

Pemeriksaan untuk mencari kadar


pati dan kadar gula reduksi

T
A
H
A
P

Gambar 2. Rencana jalannya penelitian

I.

Jadwal Penelitian
KEGIATAN
Persiapan
Analisis kulit pisang
kepok

BULAN KE
1

Pembuatan Bioetanol
Analisis Etanol
Analisis Data
Laporan

J.

Rancangan Anggaran Biaya


N
O

NAMA BAHAN

JUMLAH

SATUAN

A.

Tahap Persiapan

1.

Studi literature &


internet

2.

Pembuatan proposal

7 eks

50.000,-

350.000,-

3.

Komunikasi

1 kali

150.000,-

150.000,-

(Rp)

500.000,-

Jumlah
B.

Tahap Operasional

1.

Bahan

BIAYA
(Rp)

1.000.00
0,-

a. Kulit pisang kepok

20 kg

1.000,-

20.000,-

b. Akuades

50 l

3.000,-

150.000,-

c. Eter

1l

600.000,-

600.000,-

d. Etanol

1l

500.000,-

500.000,-

e. HCl

1l

500.000,-

500.000,-

f. NaOH

1 kg

320.000,-

320.000,-

g. Gula standar

1 kg

200.000,-

200.000,-

1l

215.000,-

215.000,-

h. DNS
i. Enzim -termamyl
amilase

1 unit

500.000,-

500.000,-

j. Enzim glukosa amilase

1 unit

500.000,-

500.000,-

k.Saccharomyces
cerevisiae

1 unit

500.000,-

500.000,-

Jumlah

4.005.00

0,2.

Peralatan
a. Kertas saring

2 rol

100.000,-

200.000,-

b. Kain saring

10 m

20.000,-

200.000,-

c. Kertas HVS kwarto

1 rim

30.000,-

30.000,-

d. CD

3 buah

5.000,-

15.000,-

e. Sewa alat
alkoholmeter

5 buah

100.000,-

500.000,-

g. Sewa laboratorium

2 lab 3 bln

100.000,-

600.000,-

Jumlah
3.

1.645.00
0,-

Perjalanan
a. Perjalanan pembelian
bahan dan alat

10 kali

30.000,-

300.000,-

b. Perjalanan seminar

1 kali x 3
org x
2(pp)

100.000,-

600.000,-

c. Perjalanan Workshop

1 kali x 3
org x
2(pp)

100.000,-

600.000,-

Jumlah
4.

1.500.00
0,-

Laporan
a. Pembuatan laporan

7 eks

50.000,-

350.000,-

b. Pembuatan artikel

4 eks

25.000,-

100.000,-

c. Seminar

1 kali

300.000,-

300.000,-

d. Dokumentasi

1 paket

300.000,-

300.000,-

e. Publikasi ke jurnal

1 kali

300.000,-

300.000,-

f. Fee lembaga

1 kali

500.000,-

500.000,-

Jumlah

1.850.00
0,-

Jumlah 1 + 2 + 3 + 4

9.000.00
0,-

JUMLAH TOTAL A + B

10.000.0
00,-

K. Daftar Pustaka
Antaranews, 2008, Kulit pisang jadi tepung murah bergizi, 18 April 2008.

AOAC, 1984, Official Method of Analysis of AOAC, 14th Edition, AOAC Inc.,
Arlington,Virginia.

Bambang Prastowo, 2007, Potensi Sektor Pertanian Sebagai Hasil dan Pengguna
Energi Terbarukan, Perspektif Vol. 6 No. 2 / Desember 2007. Hal 84 - 92

Das Salirawati, Eddy Sulistyowati, dan Retno Arianingrum,


2006, MEMANFAATKAN KULIT PISANG SEBAGAI "NATA"
dalam Kompas 09/03/2006.

Departement of Energy USA, 2001, Zymomonas mobilis; lowering the cost of


converting Bomass to Ethanol, March 2001.

Faisal Anwar, 2003, Pisang Membuat Otak Segar, artikel dalam


www.depkes.go.id.

http://id.wikipedia.org/wiki/Pisang

http://id.wikipedia,/wiki/ Alcohol fuel

Kompas, 2006, Memanfaatkan Kulit Pisang sebagai Nata, 9 Maret 2006.

Kompas, 2007, Dibutuhkan Teknologi Pengolah Sampah Menjadi Bioetanol, 13


Agustus 2007.

Kompas, 2007, ADB : Hentikan subsidi biofuel, 22 April 2008

Leksono, N., 2008, Jalan Berliku Energi Alternatif, Kompas; 27 Februari 2008.

Madihah, M.S., 2000, Partial Purification and Some Properties of -amylase and
Glucoamylase Obtained as By-product From Direct Fermentation of Sago Starch
to Solvent by Clostridium acetobutylicum, Pakistan Journal of Biological Science,
3(5) 744-749, 2000.

Salma, S., Gunarto, L., 1999, Enzim Selulase dari Trichoderma spp., Agro Bio,
Jurnal Tinjauan Ilmiah Riset Biologi dan Biokteknologi Pertanian Vol. 2 No. 2 Tahun
1999.

Solo Pos, 22 Maret 2004 dan 28 Mei 2005.

S Payandeh, F Kafilzadeh, 2007, The Effect of Yeast (Saccharomyces cerevisiae)


on Nutrient Intake, Digestibility and Finishing Performance of Lambs Fed a Diet
Based on Molasses Sugar Beet-Pulp, Pakistan Journal Biological Sciences 10(24):
4426-4431.
www.bapeda jabar.go.id, Bahan Bakar Nabati dan Prospek Energi Nasional, 11
Maret 2008.

www.situsHijau.co.id, 2006, Kepentingan Energi Versus Pangan, 11 November


2006.

Zainuddin,D., Hapsari F.N, dan Paulus Paat, 2004, Pemanfaatan kulit pisang dan
ampas tahu terhadap kinerja pertumbuhan ayam buras. Dalam: Seminar
Nasional Klinik Teknologi Pertanian Sebagai Basis Pertumbuhan Usaha Agribisnis
Menuju Petani Nelayan Mandiri. Manado 9-10 Juni 2004, Hal. 1074-1080

L. Lampiran
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Kelompok
1. Biodata Ketua Kelompok
a. Nama Lengkap
b. Tempat, Tanggal Lahir

: Monica Setiono Handoko


: Surakarta, 22 Juni 1989

c. NIM/NRM

: 20071071 F

d. Fakultas/Program Studi
e. Perguruan Tinggi
f. Waktu untuk kegiatan

: Teknik/D-III Analis Kimia


: Universitas Setia Budi
: 12 jam/minggu

Pendidikan
SD Warga Surakarta Lulus Tahun 2001
SMP Bintang Laut Surakarta Lulus Tahun 2004
SMA Kristen Widya Wacana Surakarta Lulus Tahun 2007
Surakarta, 22 Oktober 2009

Monica Setiono Handoko


2. Biodata Anggota Kelompok 1
a. Nama Lengkap
b. Tempat, Tanggal Lahir
c. NIM/NRM

: Cristina Ritma Ericta


: Boyolali, 4 November 1988
: 20071067 F

d. Fakultas/Program Studi
e. Perguruan Tinggi
f. Waktu untuk kegiatan

: Teknik/D-III Analis Kimia


: Universitas Setia Budi
: 12 jam/minggu

Pendidikan
SD Pelem III Boyolali Lulus Tahun 2001
SMPN I Simo Boyolali Lulus Tahun 2004
SMK Kimia Industri Santo Paulus Surakarta Lulus Tahun 2007
Surakarta, 22 Oktober 2009

Cristina Ritma Ericta


3. Biodata Anggota Kelompok 2

a. Nama Lengkap
b. Tempat, Tanggal Lahir
c. NIM/NRM

: Sicilia Rizki Novianingsih


: Pekanbaru, 25 November 1989
: 14080209 D

d. Fakultas/Program Studi
e. Perguruan Tinggi
f. Waktu untuk kegiatan

: Teknik/S-I Teknik Kimia


: Universitas Setia Budi
: 10 jam/minggu

Pendidikan
SD Kanisius Sorogenen Surakarta Lulus Tahun 2002
SMP Kanisius I Surakarta Lulus Tahun 2005
SMA Warga Surakarta Lulus Tahun 2008

Surakarta, 22 Oktober 2009

Sicilia Rizki Novianingsih


Lampiran 2. Biodata Dosen Pendamping
Nama Lengkap & Gelar

: Sunardi, S.Si., M.Si.

Jenis Kelamin

: Pria

Tempat, Tanggal Lahir

: Karanganyar, 8 Desember 1969

NIS

: 01.96.024

Pangkat/Golongan

: Penata/IIIc

Jabatan Fungsional

: Lektor

Alamat
: Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Setia
Budi Jl. Let. Jen. Sutoyo Mojosongo Surakarta Telp : (0271)852518, Fax :
(0271) 853275, Hp 08121542458,
E-mail: snardifauzan@gmail.com
Bidang Keahlian :
Kimia Lingkungan

Mata Kuliah yang di ampu:


1. Teknologi Pemanfaatan Limbah (2 sks)
2. Analisa dan Pemanfaatan Limbah (2 sks)
3. Ekologi Industri (2 sks)
4. Higiene Sanitasi Laboratorium dan Industri (2 sks)

Pendidikan
N
o

Pendidikan

Kota

Gelar, Tahun
Lulus

Bidang
studi

1.

Universitas Diponegoro, S1

Semarang

S.Si., 1995

Kimia

2.

Universitas Sebelas Maret, S2

Surakarta

M.Si., 2004

Lingkungan

PENGALAMAN PENELITIAN

No.

Tahun

Judul Penelitian

Pendanaan
Sumber

Jml (Juta Rp)

1.

2009

Pemanfaatan Limbah Besi Bengkel


Bubut Menjadi Tablet Tambah
Darah Untuk Meningkatkan Kadar
Hemoglobin

Hibah
BersaingDIKTI

40.000.000,
-

2.

2007

Pemanfaatan Limbah Besi Bengkel


Bubut Menjadi Ferrosulfat

PDM-Dikti

8.500.000,-

3.

2007

Pemanfaatan Slop Kering Industri


Alkohol Untuk Penurunan Krom(VI)
Limbah Cair Industri Pelapisan

PDM-Dikti

8.500.000,-

Logam
4

2006

Pemanfaatan Limbah Besi Untuk


Pengambilan Kembali (Recovery)
Krom pada Limbah Cair Industri
Pelapisan Logam

TerapanDIKNAS
JAWA
TENGAH

16.000.000,
-

IV. PENGALAMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

No.

Tahun

Judul Pengabdian Kepada


Masyarakat

Pendanaan
Sumber

Jml (Juta Rp)

1.

2005

Pemanfaatan Limbah Cair Industri


Pelapisan Logam dengan Limbah
Besi

USB

1.000.000

2.

2007

Pengembangan Produk Jamu Instan


Wortel di PJ Bintang Jaya

TTG
Diknas
Jateng

7.500.000

Seminar Nasional :
1. Sunardi dan Dewi Astuti, Studi Pemanfaatan Serbuk Besi Untuk Menurunkan
Kadar Krom Heksavalen Pada Industri Pelapisan Logam, Seminar Nasional
Perkembangan Riset dan Teknologi di Bidang Industri, 25 Mei 2005, Teknik Kimia
Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
2. Ilham Kuncahyo dan Sunardi, Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Belimbing
Wuluh(Averrhoa bilimbi, L.) Terhadap 1,1-Diphenyl-2-Picrylhidrazyl
(DPPH), Seminar Nasional Teknologi 2007, STIMIK AMIKOM Yogyakarta, 24
November 2007.
3. Sunardi, Argoto Mahayana dan Kurnia Wijayanti, Pengambilan Kembali
(Recovery) Krom dari Limbah Cair Industri Pelapisan Logam dengan Limbah Besi
Mesin Bubut,Seminar Nasional Penerapan Teknologi Untuk Kesejahteraan
Masyarakat Secara Berkelanjutan, Universitas Teknologi Yogyakarta, 5 April 2008.
4. Sunardi dan Bambang Iskamto, Pemanfaatan Saccharomyces
cerevisiae Untuk Penurunan Logam Berat Krom (VI) Pada Limbah Cair Industri
Pelapisan Logam,Seminar Nasional Penerapan Teknologi Untuk Kesejahteraan
Masyarakat Secara Berkelanjutan, Universitas Teknologi Yogyakarta, 5 April 2008.
5. Sunardi, Pengaruh pH pada Penurunan Krom(VI) Limbah Cair Industri
Pelapisan Logam dengan Sargassum sp, Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan
Kimia, FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta, 18 Maret 2009.
6. Sunardi, Petrus Darmawan, Pemanfaatan Limbah Besi Bengkel Bubut
Menjadi Ferro Sulfat, Seminar Nasional Teknologi V Universitas Teknologi
Yogyakarta, UTY 18 Juli 2009.
7. Sunardi, Pembuatan Ferro Sulfat Berkadar Tinggi dari limbah Besi Bengkel
Bubut,Seminar Nasional Lingkungan Program studi Ilmu lingkungan Universitas
Sebelas Maret (UNS), 15-16 Agustus 2009.
8. Sunardi, Petrus Darmawan, Analisis Kualitas Air Sumur di sekitar Saluran
limbah Cair Industri Gula, Seminar Nasional Lingkungan Program studi Ilmu
lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS), 15-16 Agustus 2009.
Publikasi Ilmiah :
1.
Sunardi, Analisis Piperin Dalam Cabe Jawa (Piper Retrofractum Vahl) di
Sentra Produksi Wonogiri, Ponorogo dan Madura, Jurnal Farmasi Indonesia,
facultas Farmasi Universitas Setia Budi Surakarta, Volume 2 No. 1 Februari Tahun
2005, hal 163-167.

2.
Sunardi, Argoto Mahayana dan Kurnia Wijayanti, Pemanfaatan Limbah Besi
Untuk Pengambilan Kembali (Recovery) Krom dari Limbah Cair Industri Pelapisan
Logam,Prosiding Workshop Hasil Program Fasilitasi Perguruan Tinggi Provinsi
Jawa Tengah Tahun 2006 ISBN 979-3514-27-2 halaman : 271-278.

3.
Sunardi, Uji Mutu Teh Hijau Perdagangan, Jurnal Hasil Penelitian Kimia dan
Teknologi Vol 3 No. 1 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Setia Budi,
Januari 2007. ISSN 0216 163 X Halaman 196 204.

4.
Widyastuti, Sunardi, Karakteristik Karbon Aktif dari Alangalang (Imperata) yang Dibuat dengan Cara Kimia, Jurnal Hasil Penelitian Kimia
dan Teknologi Vol 4 No. 2 Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Setia
Budi, Juni 2008. ISSN 0216 163 X Halaman 196 204.

5. Ilham Kuncahyo, Sunardi, Penggunaan Madu Sebagai Bahan Pengikat Pada


Pembuatan Tablet Ekstrak Akar Tongkat Ali (Eurycoma longifolia, Jack), Jurnal
Farmasi Indonesia Vol 5 No. 1 Maret 2008 Jurusan S-1 Farmasi Fakultas Farmasi
Universitas Setia Budi. ISSN 1693 8615 Hal 21 34.

6. Ilham Kuncahyo, Sunardi, Optimasi Campuran Manitol-Laktosa Untuk


Pembuatan Tablet Hisap Ekstrak Daun Dewa (Gynura procumbens (Lour.) Merr)
Secara Granulasi Basah dengan Metode Simplex Lattice Design, Jurnal Farmasi
Indonesia Vol 5 No. 2 Juni 2008 Jurusan S-1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas
Setia Budi. ISSN 1693 8615 Hal 59 72.

7. Sunardi, Ilham Kuncahyo, Efek Kadar Binder Polivinilpirolidon Terhadap


Kualitas Tablet Kunyah Ekstrak Daun Belimbing Wuluh (Averhoa bilimbi L), Jurnal
Farmasi Indonesia Vol 5 No. 3 November 2008 Jurusan S-1 Farmasi Fakultas
Farmasi Universitas Setia Budi. ISSN 1693 8615 Hal 130 140.

Surakarta, 23 Oktober 2009

Sunardi, S.Si., M.Si.