Anda di halaman 1dari 2

Nama: Celline Pangesti

NIM : I14144006
Alih Jenis Gizi
HUKUM ARCHIMEDES
Hukum Archimedes ditemukan oleh Archimedes (287-212 SM) yang diberi tugas
untuk menentukan apakah mahkota yang dibuat untuk Raja Hieron II adalah emas murni atau
apakah emas mahkota itu mengandung logam yang lebih murah, misalnya perak. Archimedes
kesulitan menentukan kerapatan mahkota yang bentuknya tidak beraturan tanpa
menghancurkannya. Menurut cerita, Archimedes menemukan solusinya ketika sedang mandi
dan segera berlari dalam keadaan telanjang melewati jalan di Syracuse dengan berteriak
bahwa ia telah menemukannya. Yang ditemukan oleh Archimedes adalah cara yang teliti dan
mudah untuk menentukan berat jenis mahkota tersebut, yang kemudian ia bandingkan dengan
berat jenis emaas. Berat Jenis sebuah benda adalah berat benda itu di udara dibagi dengan
berat air yang volumenya sama. Akan tetapi, menurut Archimedes, berat air yang sama
volumenya sama dengan gaya apung pada benda ketika tenggelam. Karena itu sama dengan
hilangnya berat benda bila benda ditimbang ketika tenggelam di air. Jadi, berat jenis mahkota
dapat ditentukan dengan menimbang mahkota itu di udara dan kemudian menimbangnya lagi
ketika tenggelam di air.
Bila benda dicelupkan ke dalam air maka ada tiga kemungkinan yang akan dialami
oleh benda tersebut, yaitu mengapung, melayang dan tenggelam. Benda dikatakan terapung
dalam zat cair jika sebagian benda tercelup dan sebagian lain muncul di udara. Benda
dikatakn melayang dan tenggelam jika seluruh bagian benda tercelup ke dalam zat cair.
Peristiwa terapung, melayang dan tenggelamnya suatu benda di dalam fluida disebabkan oleh
adanya perbedaan massa jenis benda dengan fluida tersebut. Benda-benda yang lebih ringan
dari zat cair, maka benda akan terapung pada zat cair itu dan bila benda itu lebih berat dari zat
cair, maka benda akan tenggelam dalam zat cair tersebut. Selanjutnya apabila sebuah benda
dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair, maka akan mengalami gaya ke atas
yang sama besarnya dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda tersebut. Dari prinsip
Archimedes dapat dilihat bahwa sebuah benda akan mengapung dalam fluida jika kerapatan
benda atau massa jenis benda tersebut lebih kecil dari kerapatan fluida. Jika kerapatan benda
lebih besar dari kerapatan fluida, maka berat benda akan lebih besar dari gaya apung, dan
benda akan tenggelam.

Hukum Archimedes didapat dengan cara menurunkan Hukum Newton I dengan


memperhatikan gaya-gaya yang bekerja pada suatu bagian fluida dan mengingat bahwa
benda dalam keadaan diam (setimbang), maka resultan gaya yang bekerja pada benda
haruslah sama dengan nol. Jika sebuah benda dimasukkan ke dalam sebuah bejana yang
berisi air dan benda tersebut melayang, maka gaya-gaya vertikal yang bekerja pada benda
tersebut harus ditimbang. Gaya tersebut terdiri dari gaya berat w ke bawah, gaya timbangan
pegas Fs ke atas, gaya F1 kebawah karena fluida menekan permukaan atas benda, dan gaya F2
ke atas karena fluida menekan dasar permukaan benda. Besar gaya ke atas yang dialami oleh
sebuah benda di dalam fluida sama besarnya dengan berat fluida yang dipindahkan. Oleh
karena itu berat fluida berbanding lurus dengan massa jenis fluida, maka besarnya gaya ke
atas yang dialami oleh benda juga sangat tergantung pada jenis fluida yang digunakan dan
tidak bergantung pada bentuk benda yang tenggelam.
Daftar Pustaka
Nurlaili dan M. Haiyum. 2012. Mengukur Massa Jenis Air dan Minyak Tanah dengan
Menggunakan Hukum Archimedes . Teknik Mesin : 2-4.
Fadriani, Edy T, Erwina O . 2013. Remediasi Miskonsepsi Hukum Archimedes dengan Model
Two Stay Two Stray Berbantuan Lembar Kerja Berstruktur . Pendidikan 2(9) : 2-3
Sutardi . 2004. Mekanika Fluida: dari Hukum Archimedes ke Pengontrolan Lapis Batas
Turbulen . Teknik Mesin 4(1) : 5