Anda di halaman 1dari 1

Visum Et Repertum (VeR)

Visum adalah jamak dari visa (dilihat) dan repertum jamak dari repere (ditemukan
atau didapati), sehingga visum adalah yang dilihat dan ditemukan.
Walaupun istilah ini berasal dari bahasa latin namun sudah dipakai sejak zaman
Hindia Belanda dan sudah demikian menyatu dalam bahasa Indonesia di kehidupan
sehari-hari. Jangankan kalangan hukum dan kesehatan, masyarakat sendiri pun
akan segera menyadari bahwa visum pasti berkaitan dengan surat yang dikeluarkan
dokter untuk kepentingan polisi dan pengadilan. Di belanda sendiri istilah ini tidak
dipakai.
Ada usaha untuk mengganti istilah VeR ini kebahasa Indonesia seperti yang terlihat
dalam KUHAP, dimana digunakan istilah keterangan dan keterangan ahli untuk
pengganti visum. Namun usaha demikian tidak banyak berguna karena sampai saat
ini ternyata istilah visum tetap saja dipakai oleh semua kalangan.
Visum biasanya yang paling banyak yang diminta adalah visum untuk luka karena
perkelahian, penganiyaan dan kecelakaan lalu lintas selanjutnya visum untuk
pelanggaran kesusilaan atau perkosaan dan visum untuk jenazah.
Masalah visum adalah masalah utama yang menghubungkan dokter dengan
kalangan penyidik atau kalangan peradilan.