Anda di halaman 1dari 17

Pendarahan pada Kehamilan

Muda akibat Abortus


Anesty Claresta
102011223
FK UKRIDA

Skenario

Ny. B dan suaminya adalah pasangan yang


baru menikah 6 bulan lalu. Suatu hari ketika
suaminya sedang bekerja, perut Ny. B mules
dan keluar darah dari kemaluannya.
Sebenarnya ia sudah terlambat bulan tetapi
belum memberitahu suaminya karena akan
memberi surprise pada suami tercinta.
Haid terakhir tanggal 1 April 2012. HCG
(+). Pada pemeriksaan didapat TD 110/70, N
72/m, P 22/m. dari vagina tampak bercak
darah.

Anamnesis

Menanyakan identitas ibu (nama pasien, nama suami, alamat, agama,


pendidikan terakhir, pekerjaan, suku bangsa)
Menyakan keluhan utama, sudah berapa lama dirasakan, dan adakah
hubungannya dengan kehamilannya saat ini, apakah pada kehamilan terdahulu
(jika sudah pernah melahirkan sebelumnya) keluhan ini dirasakan juga.
Menanyakan HPHT
Sekarang sudah hamil berapa bulan? Sudah kehamilan yang ke berapa?
Adakah komplikasi selama kehamilan terdahulu? Pernah keguguran atau tidak?
Apakah ada keluhan lain seperti demam, hemoroid, kelelahan, pusing, cepat
lelah, nafsu makan berkurang, dll?
Apakah pernah ada pendarahan sebelumnya? Bila ada, apakah disertai
jaringan?
Apakah memiliki penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi?
Bagaimana kebiasaan makan sehari-hari? Apakah mengonsumsi makanan
dengan gizi seimbang?
Apakah pernah mengonsumsi obat-obatan selama kehamilan? Obat apa?
Apakah pernah ada trauma selama kehamilan?
Apakah ada keluarga yang menderita penyakit hemolitik?

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum pasien, kesadaran dan


tanda-tanda vital.
Mengukur tinggi badan dan berat
badan pasien.
Konjungtiva anemis
Pemeriksaan obstetrik dan ginekologik:
maneuver Leopold, denyut jantung
janin, dan inspeksi ostium serviks.

Pemeriksaan Penunjang

Darah perifer lengkap :


Hb (anemia)
Leukosit dan Laju Endap Darah (septik)
-hCG

Ultrasonograf
Melihat kantung gestasi, embrio, denyut

jantung janin.

WD: Abortus

Abortus adalah keluarnya janin sebelum mencapai


viabilitas. Dimana masa gestasi belum mencapai
usia 22 minggu dan beratnya kurang dari 500
gram
Jenis

Abortus iminens
Abortus insipien
Abortus inkomplit
Abortus komplit
Missed Abortion
Abortus septik
Abortus habitualis

Jenis
Abortus

Pendaraha
n

Serviks

Hasil
Konsepsi

Besar
uterus

Gejala Lain

Abortus
Iminens

Sedikit
sampai
sedang

Tertutup

Masih di
dalam uterus

Sesuai usia
kehamilan

Kram dan
nyeri perut,
nyeri
punggung
bawah

Abortus
insipien

Sedang
sampai
banyak

Terbuka

Masih dalam
uterus

Sesuai atau
lebih kecil
dari usia
kehamilan

Kram dan
nyeri perut

Abortus
inkomplit

Sedikit
sampai
banyak

Terbuka

Keluar
sebagian

Lebih kecil
dari usia
kehamilan

Kram dan
nyeri perut,
keluar
jaringan

Abortus
komplit

Sedikit
sampai tidak
ada

Tertutup

Keluar
seluruhnya

Lebih kecil
dari usia
kehamilan

Nyeri dan
kram perut
tidak
dirasakan
atau hanya
sedikit bila
ada. Uterus
agak kenyal

Missed
abortion

Tidak ada

Tertutup

Tidak ada
(mati)

Lebih kecil
dari usia
kehamilan

Tanda-tanda
kehamilan
menghilang

DD
Mola Hidatidosa

Kehamilan Ektopik Terganggu


(KET)

Kehamilan abnormal yang


memiliki karakter seperti buah
anggur serta uterus yang
mengalami distensi.
Tidak ada janin yang terbentuk.

Terjadi implantasi di luar rongga


uterus

Pendarahan uterus abnormal


Mual dan muntah
Ukuran uterus lebih besar dari
usia gestasi
Pembesaran satu atau kedua
ovarium karena kista teka lutein
Sebagian kecil pasien mengalami
pre-eklampsia atau
hipertiroidisme
-hCG meningkat
USG : tidak adanya kantung

Nyeri
pendarahan dari vagina (bercak
spotting),
sinkop,
abdominal and pelvic
tenderness, perubahan uterus
yang membesar dan melunak
Instabilitas tanda vital
Teraba massa adneksa (1/3
pasien)

Etiologi

Kelainan telur
faktor endogen seperti kelainan chromosom (trisomi dan polyploidi).

Penyakit ibu
Infeksi akut yang berat: pneumonia, thypus dapat mneyebabkan abortus dan partus prematurus.
Kelainan endokrin, misalnya kekurangan progesteron atau disfungsi kelenjar gondok.
Trauma, misalnya laparatomi atau kecelakaan langsung pada ibu.
Gizi ibu yang kurang baik.

Kelainan alat kandungan:


Hypoplasia uteri.
Tumor uterus
Cerviks yang pendek
Retroflexio uteri incarcerata
Kelainan endometrium

Faktor psikologis ibu.


Faktor suami
Terdapat kelainan bentuk anomali kromosom pada kedua orang tua serta faktor imunologik yang

dapat memungkinkan hospes (ibu) mempertahankan produk asing secara antigenetik (janin)
tanpa terjadi penolakan.

Faktor lingkungan
Merokok, minum minuman beralkohol serta paparan faktor eksogen seperti virus, radiasi, zat

kimia, memperbesar peluang terjadinya abortus

Epidemiologi
WHO :
46 juta kelahiran pertahun, 20 juta
kejadian abortus.
Sekitar 13% dari jumlah total kematian
ibu diseluruh dunia diakibatkan oleh
komplikasi abortus.
800 wanita meninggal karena komplikasi
abortus dan sekurangnya 95% (19 dari
setiap 20 abortus) diantaranya terjadi di
negara berkembang.

Pato
fisio
logi

Abortus Iminens

Abortus Insipien dan


Inkomplit

Abortus Septik

a) Tirah baring
b) Analgesik untuk
meredakan nyeri
c) Pemeriksaan -hCG dan
progesteron
d) Evakuasi kehamilan bila
pendarahan berat
dengan anemia dan
hipovolemi

a) Evakuasi sisa konsepsi


dengan kuretase tajam
atau aspirasi vakum
manual. Kuretase dapat
dilakukan dengan
menggunakan blok
paraservikal (analgesik)
dan infus 10-20 U
oksitosin dalam NaCl
0,9%

Missed abortion

Abortus Komplit

a) Trimester ke-2 : uterus


dikosongkan dengan
metode dilatasi dan
evakuasi.
b) Serviks dipersiapkan
dgn menggunakan
misoprostol dan/atau
dilatasi pasif dengan
laminaria. Setelah itu
evakuasi secara
mekanis
c) Pilihan lain evakuasi
dengan induksi
kelahiran menggunakan
PGE2 per vaginam

a) Tidak memerlukan
terapi
b) USG untuk konfrmasi

a) Evakuasi uterus dan


antibiotik parenteral
(sebelim, selama, dan
sesudah pembersihan
jaringan nekrotik
dengan kuretase)
i.
Ampisilin oral
500mg/6jam atau
1g IV/4 jam
ii. Gentamisin
1,5mg/kgBB/8 jam
diberikan IV atau
IM
iii. Metronidazole oral
500mg/6jam atau
1g IV/12 jam
b) Terapi suportif : infus
cairan, pasang kateter
urin, pemberian
tetanus toksoid 0,5mL
IM
c) Pemeriksaan tambahan
: pemeriksaan Gram,
kultur bakteri dari
endoserviks, darah, dan
produk konsepsi, RO
abdomen

Tatalaksana

Komplikasi

Pendarahan
Perforasi
Infeksi
Syok

Prognosis

Pada abortus iminens, janin biasanya


masih dapat diselamatkan, bergantung
pada jumlah pendarahan yang dialami
sang ibu. Prognosis ibu pada abortus
iminens juga baik.
Pada abortus insipien, inkomplit, dan
komplit, prognosis sang ibu baik.

Pencegahan dan Edukasi

ANC yang baik dan teratur


Perlindungan terhadap paparan zat
kimia/lingkungan yang berbahaya bagi
kehamilan.
Kontrol kondisi hipertensi dan diabetes
melitus
Mencegah terjadinya infeksi
Intervensi bedah pemasangan cicin
serviks jika serviks tidak kompeten

Kesimpulan

Masa kehamilan terpenting adalah pada trimester I,


karena pada saat ini fetus masih sangan rentan oleh
karena fetus dalam fase pertumbuhan dan
perkembangan organ.
Abortus sebagai pengakhiran kehamilan sebelum masa
gestasi 20 minggu atau sebelum janin mencapai berat
500 gram.
Kelainan dalam kehamilan ada beberapa macam yaitu
abortus spontan, abortus buatan, dan terapeutik.
Biasanya abortus spontan dikarenakan kelainan
kromosom, infeksi pada ibu hamil, kelaianan endokrin
pada ibu atau bisa saja oleh faktor dari luar seperti
terjadinya trauma.