Anda di halaman 1dari 29

HERNIA

Definisi
Hernia merupakan protrusi atau
penonjolan isi suatu rongga melalui
defek atau bagian lemah dari dinding
rongga bersangkutan (fascia dan
muskuloaponeurotik) yang memberi
jalan keluar pada alat tubuh selain
yang biasa melalui dinding tersebut

Bagian - Bagian Hernia

Kantong Hernia
Isi Hernia
Locus Minoris resistence
Cincin Hernia
Leher Hernia

Etiologi
Lemahnya dinding rongga perut.
Dapat ada sejak lahir atau didapat
kemudian dalam hidup.
Akibat dari pembedahan sebelumnya.
Kongenital
Hernia congenital sempurna.
Hernia congenital tidak sempurna

Akuisital

Aquisial adalah hernia yang buka


disebabkan karena adanya defek bawaan
tetapi disebabkan oleh fakor lain yang
dialami manusia selama hidupnya, antara
lain :
Tekanan intraabdominal yang tinggi.
sering mengejan yang baik saat BAB maupun BAK
konstitusi tubuh

Banyaknya preperitoneal fat banyak terjadi pada


orang gemuk.
Distensi dinding abdomen karena peningkatan
tekanan intraabdominal.
Penyakit yang melemahkan dinding perut.
Merokok
Diabetes mellitus.

Klasifikasi
Waktu terjadinya

Hernia Inguinalis
Merupakan hernia abdominal yang paling sering
terjadi
Kanalis inguinalis dibatasi di :
Kraniolateral : oleh annulus inguinalis inyernus
yang merupakan bagian terbuka dari fasia
transversalis dan aponeurosis m. transverses
abdominis
Medial Bawah : di atas tuberkulum pubikum,
kanal ini dibatasi oleh annulus inguinalis
eksternus, bagian terbuka dari aponeurosis m.
oblikus eksternus
Atapnya
: aponeurosis m. obliqus eksternus
Dasarnya : ligamentum inguinale

Hernia Inguinalis Direk (Medialis)


Hernia ini merupakan jenis henia
yang didapat (akuisita) disebabkan
oleh faktor peninggian tekanan intra
abdomen kronik dan kelemahan otot
dinding di trigonum Hesselbach*
Jalannya langsung (direct) ke ventral
melalui annulus inguinalis
subcutaneous.

Hernia Inguinalis Indirek (Lateralis)


Hernia ini disebut lateralis karena
menonjol dari perut di lateral
pembuluh epigastrika inferior.
Dikenal sebagai indirek karena keluar
melalui dua pintu dan saluran, yaitu
annulus dan kanalis inguinalis.
Pada pemeriksaan hernia lateralis
akan tampak tonjolan berbentuk
lonjong

Gambar:1

Gambar:3
Hernia ing. Lat.

Hernia ing. Med.

Gambar:2

Gambar:4

Anulus internus

Segi tiga
Hasselbach
12

Hernia Femoralis
Penonjalan kantung perineum di
bawah li.inguinale, di antara lig.
Lakunare( medial) dan
v.femoralis(lateral).
Anatomi :
Cranioventral : Lig. Inguinale
Kaudodorsol : pinggir os pubis, lig.
Cooper
Lateral: sarung v. femoralis

Patofisiologi
Tekanan intra abdominal yang tinggi
dorong lemak preperitoneal
kanalis femoralis hernia

HERNIA FEMORALIS

HERNIA LAIN

Hernia umbilicalis
Hernia paraumbilicalis
Hernia Epigastric
Hernia Littre's
Spigelian Hernia
Hernia Obturator
Hernia Lumbar (Dorsal)
Sciatic Hernia
Hernia Perineal

ANAMNESIS
Benjolan di lipat paha atau skrotum yang
timbul bila berdiri, mengejan, atau batuk.
Benjolan menghilang bila berbaring.
Kadang benjolan tidak bisa kembali (hilang).
Kadang kadang nyeri (kemeng).
Pekerjaan penderita,dan penyakit lain yang
dapat menyebabkan tekanan intraperitoneal
meningkat : batuk, gangguan miksi, defekasi.
Pada bayi atau anak timbul saat menangis
atau bermain.

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan ini mencari kemungkinan
adanya tekanan intra peritoneal meningkat
sebagai penyebab timbulnya hernia.
1.

Thoraks : adakah batuk, asthma?.

2.

Abdomen : adakah asites, tumor, tanda-tanda


komplikasi?

3.

Genetalia eksterna : striktura urethra,phymosis.

4.

Rectal toucher : BPH?,stenosa anal,tumor?

Pemeriksaan Status Lokalis


Posisi berbaring,bila ada
benjolan masukkan dulu
(biasanya oleh penderita).
2

ZIEMAN TEST :
Hernia kanan diperiksa
dengan tangan kanan.
Penderita disuruh
batuk/mengejan bila
rangsangan pada :
jari ke 2 : Hernia ing. lat.
jari ke 3 : hernia ing. med.
jari ke 4 : hernia
femoralis.

3
4

19

FINGER TEST :
Menggunakan jari ke 2 atau
jari ke 5.
Dimasukkan lewat skrotum
melalui anulus eksternus ke
kanal inguinal
Penderita disuruh
batuk/mengejan:

-Bila impuls diujung jari


Hernia ing. lateral
-Bila impuls disamping jari
Hernia ing. medialis
20

THUMB TEST :
Anulus internus ditekan
dengan ibujari dan
penderita disuruh
mengejan

Bila keluar benjolan


Hernia ing. medialis
Bila tidak keluar
benjolan Hernia ing.
lateralis
21

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Complete blood count tidak spesifik, kemungkinan
terdapat leukositosis dengan pergeseran ke kiri
Elektrolit, BUN, level kreatinin untuk menilai hidrasi
pasien dengan muntah, jarang digunakan kecuali untuk
kepentingan pre-op
Urinalisis untuk menyingkirkan kemungkinan
keterlibatan traktus urinarius pada pasien dengan nyeri
di daerah inguinal

Radiologi
Pada kecurigaan hernia inkarserata/strangulata dapat
dilakukan foto abdomen 3 posisi untuk menilai obstruksi

DD HERNIA DI LIPAT PAHA


HERNIA INGUINALIS
LATERALIS

HERNIA INGUINALIS
MEDIALIS

HERNIA
FEMORALIS

PENYEBAB

CONGENITAL +
ACQUIRED

ACQUIRED

ACQUIRED

UMUR

ANAK / DEWASA
MUDA
PRIA > WANITA

DEWASA TUA
PRIA > WANITA

DEWASA / TUA
WANITA > PRIA

BENTUK

LONJONG BOTOL

OVAL / BULAT

OVAL / BULAT

LETAK

DIATAS LIG. ING.


SAMPAI SKROTUM

DIATAS LIG. ING.


TIDAK SAMPAI
SKROTUM

DIBAWAH LIG.
ING. SAMPAI
FOSSA OVALIS

MENGEJAN

KELUAR DARI LAT.


MED. LAMBAT
KEMBALINYA LAMBAT

LANGSUNG DI MED.
- CEPAT DAN
KEMBALINYACEPAT

DI MEDIAL MED
DARI VASA
FEMORALIS

THUMB TEST

TIDAK KELUAR
BENJOLAN

KELUAR

KELUAR

FINGER TEST

IMPULS DI UJUNG JARI

IMPULS DISISI /
SAMPING JARI

23

Penatalaksanaan
Konservatif
1. Reposisi
. Hanya dilakukan pada hernia reponible dengan
memakai kedua tangan, tangan yang satu melebarkan
leher hernia, tangan satunya lagi memasukan isi hernia
lewat leher hernia tadi.
. Pada pasien yang takut operasi dengan hernia
irreponible bagian hernia dikompres dingin , valium
10 mg, pasien posisi supine dengan kepala lebih
rendah dari badan lakukan reposisi manual.
2) Suntikan
) Dilakukan setelah reposisi berhasil dengan cara
menyuntik sekitar tempat hernia dengan zat
sklerotik(phenol dan alkohol) untuk merperkecil pintu
hernia.

3) Sabuk Hernia
Digunakan jika pasien menolak
operasi dan pintu hernia kecil.
Juga dipakai setelah reposisi berhasil.

Operatif
Tujuan :
1) Reposisi isi hernia
2) Menutup pintu hernia
3) Mencegah residif dengan memperkuat
dinding perut.

Ada 3 tahap :
1) Herniotomi: membuka dan memotong
kantong hernia, mengembalikan isi hernia
ke cavum abdominalis.
2) Hernioraphy : mengikat leher hernia dan
menggantungkannya pada conjoint
tendon supaya tidak keluar masuk lagi.
3) Hernioplasty : memberi kekuatan pada
dinding perut dan menghilangkan LMR
sehingga tidak residif dengan cara
mengikatkan conjoint ke lig. Inguinale. Hal
ini tidak dilakukan pada pasien anak-anak.

KOMPLIKASI
Obstruksi usus
Jepitan cincin hernia gangguan
perfusi jaringan edem organ
strangulasi nekrosis jaringan
perforasi abses, fistel, peritonitis

Terima
Kasih