Anda di halaman 1dari 3

A.

Pengertian Intelegensi
1. Pengertian Intelegensi Secara Entimologis
Intelegensi berasal dari bahasa Inggris Intelligence yang juga berasal dari bahasa
Latin yaitu Intellectus dan Intelligentia. Inteligensi adalah salah satu kemampuan
mental, pikiran, atau intelektual manusiayang melibatkan berfikir secara rasional.
Inteligensi merupakan merupakan bagian dari proses - proses kognitif pada urutan yang
lebih tinggi (high cognition). Secara umum inteligensi biasa disebut kecerdasan.
2. Definisi Intelegensi Menurut Para Ahli.
a. Alfred Binet (1857), tokoh perintis pengukuran intelegensi mendefinisikan
intelegensi terdiri dari tiga komponen, yaitu :
1. Kemampuan untuk mengarahkan pikiran dan tindakan
2. Kemampuan untuk mengubah arah tindakan setelah tindakan

tersebut

dilaksanakan
3. Kemampuan untuk mengkritik diri sendiri atau melakukan auto criticism
b. Super dan Cities mendefinisikan kemampuan menyesuaikan diri terhadap
lingkungan atau belajar dari pengalaman.
c. J. P. Guilford menjelaskan bahwa tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur
proses berpikir yang bersifat konvergen, yaitu kemampuan untuk memberikan satu
jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan.
Sedangkan kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen, yaitu
kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi
yang diberikan. Lebih jauh, Guilford menyatakan bahwa intelegensi merupakan
perpaduan dari banyak faktor khusus.
d. K. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan
pemahaman atau pengertian.
e. George D. Stoddard (1941) menyebutkan intelegensi sebagai kemampuan untuk
memahami masalah-masalah yang bercirikan:
1. Mengandung kesukaran
2. Kompleks
3. Abstrak
4. Diarahkan pada tujuan
5. Ekonomis
6. Bernilai sosial
f. Garett (1946) mendefinisikan setidak - tidaknya mencakup kemampuan kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah - masalah yang
memerlukan pengertian serta menggunakan simbol-simbol.

g. H.H Goddard (1946) mendefinisikan inteligensi sebagai tingkat kemampuan


pengalaman seseorang untuk menyelesaikan masalah - masalah yang langsung
dihadapi dan untuk mengantisipasi masalah - masalah yang akan datang.
h. William Stern (1953) intelegensi adalah daya menyesuaikan diri dengan keadaan
baru dengan menggunakan alat-alat berpikir menurut tujuannya.
i. Bischof, psikolog Amerika (1954) mendefinisikan kemampuan untuk memecahkan
segala jenis masalah.
j. Lewis Hedison Terman memberikan pengertian intelegensi sebagai kemampuan
untuk berfikir secara abstrak dengan baik (lih. Hariman, 1958).
k. David Wechsler (1958) mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk
bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya
secara efektif.
l. Thorndike (lih.

Skinner,

1959)

sebagai

seorang

tokoh

koneksionisme

mengemukakan pendapatnya bahwa orang dianggap intelegen apabila responnya


merupakan respon yang baik atau sesuai terhadap stimulus yang diterimanya.
m. Freeman (1959) memandang intelegensi sebagai :
1. Kemampuan untuk menyatukan pengalaman - pengalaman,
2. Kemampuan untuk belajar dengan lebih baik,
3. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas - tugas yang sulit dengan memperhatikan
aspek psikologis dan intelektual, dan
4. Kemampuan untuk berpikir abstrak.
n. Heidenrich (1970) mendefinisikan kemampuan untuk belajar dan menggunakan apa
yang telah dipelajari dalam usaha untuk menyesuaikan terhadap situasi-situasi yang
kurang dikenal atau dalam pemecahan masalah.
o. V.A.C Henmon (1974) ia mengatakan bahwa inteligensi terdiri dari dua faktor, yakni
:
1. Kemampuan untuk memperoleh pengetahuan
2. Pengetahuan yang telah diperoleh
p. Sorenson (1977) intelegensi adalah kemampuan untuk berpikir abstrak, belajar
merespon dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan.
q. Suryabrata (1982) intelegensi didefinisikan sebagai kapasitas yang bersifat umum
dari individu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi-situasi baru atau
problem yang sedang dihadapi.
r. Walters dan Gardnes (1986) mendefinisikan intelegensi sebagai serangkaian
kemampuan-kemampuan yang memungkinkan individu memecahkan masalah atau
produk sebagai konsekuensi seksistensi suatu budaya tertentu.

Dari berbagai pendapat dapat diatas disimpulkan bahwa inteligensi adalah


a. Kemampuan untuk berfikir secara konvergen (memusat) dan divergen (menyebar)
b. Kemampuan berfikir secara abstrak
c. Kemampuan berfikir dan bertindak secara terarah, bertujuan, dan rasional
d. Kemampuan untuk menyatukan pengalaman-pengalaman
e. Kemampuan untuk menggunakan apa yang telah dipelajari
f. Kemampuan untuk belajar dengan lebih baik,
g. Kemampuan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang sulit dengan memperhatikan
aspek psikologis dan intelektual
h. Kemampuan untuk menyesuaikan diri dan merespon terhadap situasi-situasi baru
i. Kemampuan untuk memahami masalah dan memecahkannya.
Karena intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses
berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi sebenarnya tidak dapat diamati
secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang
merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri intelegensi yaitu :


1. Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir
secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung).
2. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap
lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya.