Anda di halaman 1dari 1

Bramuda Maulana

1306392632
T.Metalurgi & Material
1. Mencari sumber Lithium berasal darimana ?
2. Negara mana saja yang penghasil Lithium paling banyak ?
Jawab :
1. Litium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Li dan
nomor atom 3. Unsur ini termasuk dalam logam alkali dengan warna putih perak. Dalam
keadaan standar, litium adalah logam paling ringan sekaligus unsur dengan densitas (massa
jenis) paling kecil. Seperti logam-logam alkali lainnya, litium sangat reaktif dan terkorosi
dengan cepat dan menjadi hitam di udara yang lembap. Oleh karena itu, logam litium
biasanya disimpan dalam wadah yang diisi minyak anhidrat.
Menurut teorinya, litium (kebanyakan 7Li) adalah salah satu dari sedikit unsur yang
disintesis dalam kejadian Dentuman Besar walaupun kelimpahannya sudah jauh berkurang.
Sebab-sebab menghilangnya litium dan proses pembentukan litium yang baru menjadi topik
penting dalam astronomi. Litium adalah unsur ke-33 paling melimpah di bumi, namun oleh
karena reaktivitasnya yang sangat tinggi membuat unsur ini hanya bisa ditemukan di alam
dalam keadaan bersenyawa dengan unsur lain. Litium ditemukan di beberapa mineral
pegmatit, namun juga bisa didapatkan dari air asin dan lempung. Pada skala komersial, logam
litium didapatkan dengan elektrolisis dari campuran litium klorida dan kalium klorida.
Sekelumit litium terdapat dalam samudera dan pada beberapa organisme walaupun
unsur ini tidak berguna pada fungsi biologis manusia. Walaupun demikian, efek neurologi
dari ion litium Li+ membuat garam litium sangat berguna sebagai obat penstabilan suasana
hati. Litium dan senyawa-senyawanya mempunyai beberapa aplikasi komersial, meliputi
keramik dan gelas tahan panas, aloi dengan rasio kekuatan berbanding berat yang tinggi untuk
pesawat terbang, dan baterai litium. Litium juga memiliki tempat yang penting dalam fisika
nuklir.
2. Lithium merupakan bahan dasar pembuatan batere pada laptop dan ponsel. Bahkan
Presiden Hamid Karzai memperkirakan cadangan mineral negaranya dapat mencapai tiga
triliun dolar. Dalam laporan itu, survei para geolog AS dimulai pada 2006 di Afghanistan
dengan menggunakan data yang sebelumnya dimiliki oleh pakar mineral Uni Soviet yang
menguasai negara itu pada 1980. Seperti halnya di Bolivia yang saat ini dikenal sebagai
pemasok lithium terbesar di dunia. Bagi para geolog yang saat ini sedang menyisir potensi
mineral di pedalaman Afghanistan untuk menyelesaikan studi kelayakan sebelum nantinya
dibuka tender internasional, proses ini bagaikan berada di tengah-tengah capaian karir
terbesar mereka. Di lapangan, potensi itu sangat menjanjikan, kata Medlin, Sesungguhnya
temuan ini sangat menakjubkan, imbuhnya.