Anda di halaman 1dari 6

Peristiwa fertilisasi merupakan peleburan antara inti sel telur dengan inti sel sperma,

hanya satu yang berhasil membuahi sel telur. Peleburan tersebut merupakan percampuran
karakteristik-karakteristik genetika, berupa sifat-sifat parental dan maternal sehingga
dapat berkembang menjadi individu baru. Proses Fertilisasi ini berlangsung di saluran
telur (oviduk/tabung Fallopi).

Selama berhubungan seksual, jumlah semen yang biasa diejakulasikan rata-rata adalah
3,5 mililiter dan setiap satu mililiter semen rata-rata mengandung 120 juta spermatozoon.
Jumlah ini diperlukan mengingat tingkat kematian spermatozoon sangat tinggi, hanya
sekitar 100 spermatozoon saja yang mampu bertahan hidup untuk mendekati ovum di
tuba fallopii. Dua puluh persen (20%) spermatozoon rata-rata juga akan mengalami
perubahan menjadi steril (kehilangan kemampuannya untuk membuahi ovum),
sedangkan yang lainnya akan mati karena tingkat keasaman vagina, sehingga beberapa
spermatozoon bahkan ada yang tidak dapat menjangkau leher rahim dan akhirnya mati.

Saat fertilisasi, kepala spermatozoon menembus dinding sel telur, sedangkan ekornya
tertinggal di luar. Selanjutnya inti telur dan inti sperma bersatu. Setelah bersatu, ovum
menjadi zigot. Zigot berupa sebuah diploid (2n) dengan jumlah kromosom 23 pasang.
Selanjutnya sambil bergerak ke arah uterus, zigot membelah secara mitosis berkali-kali.
Zigot membelah diri menjadi dua, empat, delapan, enam belas dan seterusnya. Tahap ini
disebut tahap pembelahan (cleavage).

Sebagaimana yang kita telah bahas di dalam struktur ovum(sel telur), sel telur dilapisi
bukan saja oleh membran plasma tetapi oleh lapisan-lapisan lain, dimana seharusnya
hanya dapat ditembus dalam suatu proses yang memerlukan waktu agak lama sebelum
spermatozoon dapat masuk. Oleh karena itu spermatozoon haruslah dapat menempel
pada permukaan telur cukup lama sehingga reaksi penghancuran

Secara umum fertilisasi dapat terjadi melalui tahapan berikut:

1. Pendekatan Spermatozoon ke Ovum


2. Penempelan Spermatozoon pada selaput telur
3. Penetrasi Spermatozoon ke dalam Ooplasma
4. Penggabungan Pronukleus Jantan dan Betina
5. Inisiasi Pembelahan Zygot
Tahap pertama yang terjadi di dalam proses fertilisasi adalah adanya pendekatan spermatozoon
terhadap ovum. Dimana dalam proses mendekatnya spermatozoon ke sel telur tidak lepas dari
peran gerak aktif spermatozoon.

Gerak aktif di saluran telur dari spermatozoon ini dipicu karena stimulasi dari cairan oviduct.
Selain itu ovum bergerak secara pasif, ovum sendiri tidak memiliki alat gerak dan hanya mampu
berada di tuba fallopii karena dibantu dengan adanya gerakan cillia dibagian infundibulum dan
ampula tuba fallopi dan juga tidak terlepas dengan adanya rangsang khemotaksis.
Rangsang Khemothaksis, dengan rangsang inilah spermatozoon menemukan arah menuju ovum
dengan tepat. Rangsang ini diberikan oosit sekunder dengan mengeluarkan senyawa fertilizin
untuk menarik sperma agar mendekatinya, dan dengan adanya reaksi fertilizin inilah
spermatozoon dapat menempel pada selaput telur bagian luar yaitu pada lapisan Corona Radiata.
* Seperti yang telah dibahas pada struktur sperma, bahwa spermatozoon dilengkapi dengan
struktur yang menghasilkan beberapa enzim. Dimana enzim-enzim tersebut digunakan oleh
spermatozoon untuk menempel pada selaput telur dan sekaligus menembus lapisan-lapisan yang
mengelilingi oosit sekunder.

Penempelan Spermatozoon Pada Selaput Telur


undefined undefined

_________________________( Click the


picture to zoom it ! )_____________________

* Pada tahap ini, enzim-enzim pada spermatozoon sangat berpengaruh terhadap penempelan
spermatozoon pada selaput telur. Seperti yang sudah kalian ketahui, spermatozoon memiliki
pelindung yang disebut akrosom, dan akrosom ini jugalah yang menghasilkan enzim yang
diperlukan untuk menembus lapisan pelindung dari ovum.

Tahukah kalian apa saja enzim-enzim yang berperan ?

Bagaimana cara kerja dari enzim-enzim tersebut ?

Pertama, agar dapat melakukan penempelan pada sel telur, spermatozoon harus menembus
lapisan-lapisan yang mengelilingi sel telur dengan cara mengeluarkan enzim hialuronidase untuk
melarutkan senyawa hialuronid pada korona radiata, ini terjadi karena spermatozoon menembus
sel folikel maka akrosoma putus dan hyaluronidase keluar, fungsi dari enzim hyaluronidase
sendiri adalah untuk melarutkan senyawa hialuronid pada lapisan corana radiata.
Kemudian spermatozoon mengeluarkan akrosin untuk melakukan lisis (menghancurkan
glikoprotein pada zona pellusida) dan anti fertilizin agar dapat melekat pada sel telur. Proses
pengeluaran
kedua
enzim
tersebut
disebut
dengan
reaksi
akrosom.
* Spermatozoon dapat menempel juga disebabkan oleh adanya reaksi fertilizin dari selaput telur
dengan antifertilizin dari spermatozoon. Pada tempat penempelan antara membran telur dengan
akrosoma spermatozoon akan terbentuk semacam saluran membran. Inti spermatozoon akan
masuk ke dalam sel telur melalui saluran ini.

Tahukah kalian fungsi lain dari senyawa fertilizin ?

Fertilizin merupakan glikoprotein yang khusus dan unik untuk setiap species. Oleh karena itu
tidak akan terjadi fertilisasi silang antar spesies, meskipun hidup di dalam satu tempat yang
sama.
Penetrasi Spermatozoon ke dalam Ooplasma

_______________( click the picture to zoom it !)_____________


* Jika kalian menyimak, pasti kalian sudah mengetahui bahwa dalam tiap berhubungan seksual,
jumlah semen yang biasa diejakulasikan rata-rata adalah 3,5 mililiter dan setiap satu mililiter
semen rata-rata mengandung 120 juta spermatozoon. Dan hanya satu spermatozoon saja yang
dapat berhasil menembus lapisan ovum.

Kemudian muncul berbagai pertanyaan dari pernyataan diatas;

Seperti, bagaimana mekanisme ovum dalam menyeleksi satu spermatozoon


tersebut?

Mengapa hanya satu spermatozoon yang dapat masuk ke dalam ovum ?

Apa yang terjadi dengan spermatozoon lain yang tidak dapat masuk ke dalam
ovum?

- Masuknya inti spermatozoon ke dalam ooplasma menimbulkan berbagai reaksi, yaitu: reaksi
membran,
reaksi
korteks
dan
kenaikan
metabolisme
- Saat spermatozoon melakukan penetrasi, maka sel telur akan mengeluarkan senyawa tertentu
agar zona pellusida tidak dapat ditembus oleh spematozoon lain, mengakibatkan membran telur
menjadi elastis dan liat (reaksi membran) agar tidak terjadi polispermi. Di dalam korteks terjadi
kenaikan kadar ion Calsium (Ca++) sebagai activator metabolisme. Sintesis protein khusus pada
proses ini dimaksudkan untuk membantu inisiasi pembelahan dan membentuk enzim metabolik
- Fertilisasi yang dilakukan oleh satu spermatozoon saja disebut monospermi. Reaksi fisiologis
penting yang terjadi pada permukaan telur apabila fertilisasi berlangsung ialah tidak responsifnya
telur terhadap spermatozoon yang datang berikutnya, sehingga dapat mencegah masuknya
spermatozoon
yang
kedua.
- Mekanisme yang terjadi disebut sebagai reaksi penolakan (Blocking System), dimana tidak
memungkinkan terjadinya polispermi, atau setidaknya dapat mencegah masuknya sperma yang
kedua. Pada permukaan telur terdapat anti fertilizin. Salah satu fungsinya adalah bahwa pada
waktu fertilisasi, reaksi fertilizin anti fertilizin dapat mencegah spermatozoon lain agar tidak
lagi menempel pada telur.

_______________( click the picture to zoom it !)_____________


- Penetrasi spermatozoon juga akan merangsang sel telur untuk menyelesaikan proses meiosis II
yang menghasilkan 3 badan polar dan satu pronukleus betina. Masuknya spermatozoon dalam
ooplasma menyebabkan reorganisasi penyebaran protein di dalam ooplasma. Pigmen (protein
berwarna) mengalir ke tempat masuknya spermatozoon. Perubahan letak protein dalam ooplasma
mencerminkan pola bentuk dan struktur tubuh embrio yang akan terbentuk nantinya.

Penggabungan Pronukleus Jantan dan Betina


undefined undefined

* Tahap ini merupakan penggabungan inti antara genom jantan dengan betina. Setelah terbentuk
pronukleus betina pada proses sebelumnya, selanjutnya pronukleus jantan bergerak untuk
bergabung dengan pronukleus betina membentuk inti baru.

Dapatkah kalian menjawab apa yang terjadi saat salah satu spermatozoon berhasil masuk
ke dalam ooplasma?

Lalu bagaimana kalian menjelaskan proses penggabungan genom jantan dan betina
tersebut?

Spermatozoon yang masuk ke dalam sel telur dengan meninggalkan ekornya di dalam rongga
perivitellin. Bagian leher berbalik di depan, inti atau nukleus kemudian membesar membentuk
pronukleus jantan. Pronukleus jantan bergerak menuju ke pronukleus betina. DNA dan RNA dari
spermatozoon bercampur dalam ooplasma, kemudian membentuk inti baru.

Bisakah kalian menerka, kemungkinan terjadinya penggabungan antar sperma dan telur
yang berbeda spesies ?

Penggabungan inti merupakan penyatuan genom jantan dengan betina. Kromosom bersatu
membentuk sinkarion. Maka apabila kromosom berasal dari sperma dan telur lain spesies tidak
akan dapat terjadi penggabungan, sebab jumlah pasangan dan ukurannya tidak saling
bersesuaian.
* Dalam peristiwa ini, terjadi penggabungan inti sel telur dan inti spermatozoon yang masingmasing mengandung 23 kromosom (haploid) sehingga dihasilkan zigot yang memiliki 46
kromosom (diploid).

Anda mungkin juga menyukai