Anda di halaman 1dari 37

MORFOLOGI TUMBUHAN PAKU

FASE GAMETOFIT

Gametofit tumbuhan paku hanya


berukuran beberapa milimeter
Sebagian besar tumbuhan paku memiliki
gametofit berbentuk hati yang disebut
protalus

Protalus berupa lembaran, memiliki rizoid


pada bagian bawahnya, serta memiliki
klorofil untuk fotosintesis.
Protalus hidup bebas tanpa bergantung
pada sporofit untuk kebutuhan nutrisinya

FASE GAMETOFIT

Fase gametofit berupa protalium

Bagian-bagian protalium terdiri atas:


arkegonium sebagai penghasil sel kelamin
betina berupa ovum
anteredium sebagai penghasil sel kelamin
jantan berupa spermatozoid berflagelum

FASE GAMETOFIT

FASE SPOROFIT

Fase sporofit berupa tumbuhan


paku

Sebgai penghasil spora


Perkembangbiakan vegetatif

FASE SPOROFIT

Struktur tubuh
1) Akar
Bersifat

seperti akar serabut (pada generasi

sporofit), ujungnya dilindungi kaliptra yang terdiri


atas sel sel yang dapat dibedakan dengan sel
sel akarnya sendiri.
Pada
Akar

generasi gametofit berupa Rhizoid

memiliki pembuluh angkut yang konsentris

Ikatan

Pembuluh Konsentris, merupakan suatu


ikatan pembuluh angkut yang terdiri atas xilem
dan floem yang membentuk cincin silindris.

Rizoid pada gametofit


(protalium)

Akar serabut pada sporofit

2. Batang

Pada sebagian jenis tumbuhan paku tidak tampak karena


terdapat di dalam tanah berupa rimpang, mungkin
menjalar atau sedikit tegak.

Jika muncul di atas permukaan tanah, batangnya sangat


pendek sekitar 0,5 m.

akan tetapi ada batang beberapa jenis tumbuhan paku


seperti paku pohon/paku tiang yang panjangnya
mencapai 5 m dan kadang kadang bercabang
misalnya: Alsophilla dan Cyathea.

Batang di bawah
permukaan tanah
berupa rimpang
Batang tegak di atas
permukaan tanah

batang tegak di atas


permukaan tanah dg pola
percabangan dikotom

3. Daun
Daun selalu melingkar dan
menggulung pada usia muda
Berdasarkan bentuk ukuran dan
susunanya, daun paku
dibedakan antara epidermis,
daging daun, dan tulang daun.

Mikrofil
Daun

ini berbentuk kecil kecil seperti rambut

atau sisik

tidak bertangkai dan tidak bertulang daun,

belum memperlihatkan diferensiasi sel, dan


tidak dapat dibedakan antara epidermis,
daging daun dan tulang daun.

Psilotum

Selaginella

Ciri-ciri :
Berdaun

kecil dan
tersusun spiral
Sporangium muncul di
ketiak daun dan
berkumpul membentuk
strobilus
Batangnya seperti
kawat
Contoh : Lycopodium,
Selaginella, dan Isoetes

Makrofil
Makrofil
Merupakan
bertangkai

daun yang bentuknya besar,

dan bertulang daun, serta

bercabang cabang.
Sel

sel penyusunnya telah memperlihatkan

diferensiasi, yaitu dapat dibedakan antara


jaringan tiang, jaringan bunga karang, tulang
daun, serta stomata (mulut daun).

Daun

paku tumbuh dari percabangan tulang


daun yang disebut frond,
keseluruhan daun dalam satu tangkai daun
disebut pinna
Jika diperhatikan pada permukaan bagian daun
(frond) terdapat bentuk berupa titik-titik hitam
yang disebut sorus,
dalam sorus terdapat kumpulan sporangia yang
merupakan tempat atau wadah dari spora.

Tidak

semua daun paku memiliki sorus (sori),

daun

paku yang memiliki sorus merupakan daun

fertil yang disebut daun sporofil,


daun

paku yang tidak memiliki sorus disebut daun

steril.
Daun

steril banyak mengandung klorofil dan

banyak dimanfaatkan untuk proses fotosintesis.


Daun ini disebut daun tropofil.

Ditinjau

dari fungsinya , daun tumbuhan paku

dibedakan atas:
1. Tropofil

Merupakan daun yang khusus untuk fotosintesis.


2. Sporofil
Daun ini berfungsi untuk menghasilkan spora.
Tetapi daun ini juga dapat melakukan fotosintesis,
sehingga disebut pula sebagai troposporofil.

Struktur sorus

Bagian luar dari sorus


berbentuk selaput
tipis yang disebut
indusium.
Bagian dalam sorus

terdapat kumpulan
sporangium yang
didalamnya berisi
ribuan spora.

Gambar

dibawah ini menunjukkan sporangia


yang tergabung didalam sorus

Letak sori pada setiap bangsa tumbuhan paku


berbeda, yaitu sebagai berikut :
Di

tepi helai daun, seperti pada Pteridaceae


Contoh : Pteris incomplete

Pada

urat daun yang menyirip,seperti


pada Aspleniaceae
Contoh : Asplenium pteropus

Pada

tengah helai daun, seperti pada


Polypodiaceae
Contoh : Microsorum pustulatum

Menurut habitatnya tumbuhan paku dibedakan


menjadi:
Paku Hidrofit : paku yang hidup di air
Contoh semanggi (Marsilea crenata )

b.

Paku Higrofit : Tumbuhan paku yang hidup di


tanah seperti pada lereng pegunungan (
tempat lembab ).

Paku Epifit : Tumbuhan paku yang menempel


pada tumbuhan lain
Contoh: paku tanduk rusa (Platycerium
bifurcatum)