Anda di halaman 1dari 14

Penentuan Kebutuhan Zat

Gizi dan Menyusun Menu


Dr. Nur Asiah, MS, SpGK

Penentuan Kebutuhan Zat Gizi


Berbeda untuk tiap orang, tergantung dari:

Umur (anak, balita, bayi > dewasa dan lansia)


Jenis kelamin (wanita membutuhkan > Fe)
Aktivitas (ringan, sedang, berat)
Tinggi badan dan berat badan
Iklim (di daerah dingin metabolisme lebih tinggi)
Keadaan fisiologis (ibu hamil membutuhkan zat gizi>
dibandingkan wanita tidak hamil)
Status kesehatan (orang sakit membutuhkan zat gizi
untuk memulihkan sel-sel tubuh yang sakit)

Menentukan Kecukupan Zat Gizi


Menggunakan tabel kecukupan zat gizi
Sesuai dengan kelompok umur dan jenis
kelamin

Cara Menghitung
Kecukupan Zat Gizi
1. Menentukan tinggi dan berat badan
2. Menentukan berat badan ideal (TB-100-10%)
3. Menentukan golongan umur, jenis kerja, dan
berat badan dalam tabel serta jenis kelamin
Diperlukan:
1. Daftar komposisi bahan makanan
2. Daftar bahan makanan penukar
3. RDA (Recommended Dietary Allowance)
Indonesia

Contoh
Seorang wanita berusia 45 tahun dengan BB 65 kg dan TB 160 cm,
aktivitas ringan. Tentukan kebutuhan zat gizinya

1. Menentukan BB ideal= 160-100= 60 kg

Pasien tergolong overweight


Kebutuhan kalori sesuai dengan aktivitas
1. Ringan: 30-35 kal/hari
2. Sedang: 35-40 kal/hari
3. Berat: >40 kal/hari
2. Menentukan kebutuhan kalori: 60x30 kal: 1800 kalori/hari
3. Menentukan bahan makanan sumber lemak: 3 satuan penukar
Misalnya: daging, telur, ikan, + susu
Lihat daftar bahan makanan penukar: berapa gram kandungan lemak
tiap bahan
makanan tersebut. Kalikan dengan 9 kalori:.kalori
Jika sudah memenuhi 20-25% dari kalori total kemudian hitung protein

Protein dihitung dari tiap jenis bahan makanan


tersebut:.. gram, kemudian kalikan dengan 4 kalori
Jika dihitung total protein telah mencapai 10-15% dari
total kalori, maka sisa kalori dihitung untuk kebutuhan
karbohidrat
Vitamin dan mineral: sesuai RDA
B1: 0,4 mg/1000 kalori (jika > 2000 kalori maka B1> 1g)
B2: 0,6 mg/1000 kalori
B3:

Menyusun Menu
Hal-hal yang harus diperhatikan:
1. Kuantitas harus cukup sesuai
kebutuhan
2. Jenis bervariasi (berganti-ganti menu
setiap hari) dan kombinasi ( dalam 1
hidangan terdiri dari bergai macam
makanan)
3. Komposisi: makan pagi 30%, makan
siang 40%, makan malam 30%

Menentukan Pemilihan Bahan


Pangan

1. Pengetahuan bahan pangan


2. Daya beli
3. Ketersediaan bahan pangan
4. Iklim serta kultur sosial budaya

Pengolahan Bahan Pangan

1. Alat yang digunakan


2. Fasilitas yang ada
3. Tenaga
4. Waktu yang tersedia
Dilakukan berdasarkan pertimbangan zat
gizi, selera, kondisi fisiologis

Pengolahan Bahan Pangan


Sayur-mayur sebelum dipotong-potong
sebaiknya dicuci lebih dahulu untuk
mengurangi hilangnya vitamin larut air
Vitamin dan mineral yang terlarut
dikonsumsi bersama dengan kuah
sayuran

Penyajian

1. Komposisi
2. Porsi
3. waktu penyajian
4. Bentuk dan warna yang beragam
5. Disajikan secara menarik agar
menimbulkan selera

Penyusunan Menu Seimbang


Menu seimbang:
Rangkaian dari berbagai macam hidangan
untuk tiap kali makan yang dapat
menyehatkan tubuh orang yang
memakannya dengan menggunakan
semua golongan bahan makanan dengan
penggantinya dengan memperhatikan
keseimbangan zat gizi yang terkandung di
dalamnya.

Penyusunan Menu Seimbang


Seimbang:
Kesimbangan dalam porsi makronutrien
Karbohidrat
Protein
Lemak
Sebagai sumber tenaga dan sumber zat
pembangun
- Vitamin
- Mineral
EMPAT SEHAT LIMA SEMPURNA
Untuk menjaga kesehatan tubuh

Siklus Menu
Berbagai susunan menu yang direncanakan dengan
matang untuk jangka waktu tertentu dan berulang untuk
jangka waktu itu selesai, misalnya 7, 10, 15 hari
Tujuan;
1. Menghindari pengulangan agar tidak bosan
2. Mengetahui daya terima makanan bagi konsumen
3. Memenuhi kebutuhan zat gizi
4. Memudahkan dalam mmepersiapkan hidangan
5. Dapat memilih bahan makanan yang memenuhi
syarat gizi sesuai dengan kondisi ekonomi
6. Menghemat waktu dan tenaga