Anda di halaman 1dari 4

CERPEN

Cinta tak harus miliki


Aku punya seorang teman yang akrab. Dimana saja ada aku
pasti ada juga dia kami berteman sejak kecil dia selalu saj
membantu aku dalam kesulitan dan akupun sering membantunya
tentang masalah kehidupan, pelajaran maupun masalah pacar. Aku
sangat bahagia berteman dengannya seumur hidup persahabatan
kami tidak pernah ada konflik. Kami saling mengerti satu sama lain
bahkan keingin kami itupun sama tapi, kalau masalah pacar kami
sangat bertolak belakang. Dia suka cewek yang dewasa, romantis,
bebas, cantik dan hangat. Sedangkan aku suka sama cewek yang
kekanak-kanakan, suka, bercanda, pendiam dan pasti religi.
Sehingga itu aku dan dia sering memberi pendapat, saling
membantu dan pengertian. Aku sering cariin pacar untuknya dan
diapun sering cariin pacar untukku.
Dia orangnya romantis sehingga banyak pacar dan dia juga
sering curhat sama aku kalau ia sebenarnya ngak serius sama
cewek-cewek itu mungkin ia hanya mempermainkannya. Kalau
penilaianku dia itu sih play boy tapi ngak apalah biar begitu dia
tetap teman terbaik aku, yang selalu ngerti aku di saat aku butuh
pengertian.
Kami layaknya sahabat kental yang ngak bisa dipiahkan lagi.
Dan kini dia mulai jatuh cinta, cinta yang sebenarnya pada seorang
cewek dan akupun sudah mulai merasakan cinta pada seorang
gadis dan gadis yang kami cintai itu adalah sama. Apakah ini
adalah akhir persahabatan kami??? Apakah persahabatan yang
sudah lama kami jalani akan hancur Cuma gara-gara seorang
gadis???
Malam ini adalah malam kamis, yang di tunggu oleh dua
insan yang sedang jatuh cinta. Aku dab sahabatku sedang duduk
sambil memetik gitar sambil melatunkan lagu.
eh yo lo ngak ke taman? Malam kamis nih katanya tibatiba kepadaku.
lo mau ketaman ya? kataku padanya.
ya... itu sih kalau lo mau!
ok! Kalau gitu, yuuuk!
Kami segera ganti baju dan langsung pergi. Kebetulan aja
motor lagi ngangguk. Kami terus melaju. Lima belas menit
kemudian kami sampai ketaman. Ternyata di taman ada acara. Dan
disitu bamnyak sekali orang yang berpacaran kami hanya
melihatnya dari kejauhan . lalu kami berjalan mengelilingi taman
dan sempat berkenalan dengan beberapa cawek. Ngak terasa
waktu sudah menunjukan pukul 00.00 aku segera mengajaknya
pulang. Tiba-tiba ada SMS masuk nih.
Aan. . . gua udah di suruh pulang nih kataku padanya.

entar dulu acaranya kan belum selesai


Aku coba ngerti dia akupun belum jadi pulang. Gr lama
kemudian Hp Aan bunyi dan itu SMS dari omanya katanya ini udah
malam
saatnya
pulang,
kamipun
pulang
bersama-sama
sesampainya dimotor aku sedang mencari kunci di kantongku,
semua kantong ku periksa namun tidak ada. Dan kamipun
berusaha mencarinya di dalam taman. Aku sangat takut karena itu
motor tanteku. Sekitar 15 menit kami mencari akhirnya ketemu
juga. Kuncinya ada di motor nongol di tempat kunci, uh. . . .
untung aja ngak ada yang nyuri , kami segera melaju tak lama
kemudian kami sampai dirumah . aku segera turun tapi sayang
rumahnya sudh ke kunci, dengan berbagai cara aku membukanya
tapi ngak bisa. Akhirnya aku tidur sama Aaan. Besok paginya
setelah jam 05.00 aku terbangun karena alaram di Hp aku
berbunyi aku segera bangunin Aan
an . . . . Aan . . . bangun udajh siang nih! kataku sambil
menggoyang-goyangkan kakinya.
iya . . . . . iya . . . . katannya sambil mengucek-ngucek
matanya.
Akupun segera pamitan untuk pulang ke rumah aku sengaja
pulang sebelum mereka bangun aku takut dimarahi karena ngak
tidak tidur di rumah semalam, tapi sial sampai dirumah Oma udah
bangun dan akhirnya di ceramain aku lagi. Tapi semuanya aku
anggap radio yang rusak. Aku segera mandi untuk berangkat ke
sekolah.
Sekitar jam 07.00 aku sudah sampai disekolah. Disekolah ku
teringat dengan kata-katana Aan kalu dia kirim salam sama Yuyun,
yang kenalan sama kami tadi maalam. Aku segera mencarinya dan
tak lama kemudian udah ketemu.
yun . . . ada yang kirim salam ama lo! kataku.
siapa??? tanya-nya.
teman gue, Aan
oh . . . Aan tunggulo? bilangin ke dia salam balik tapi
hanya sebagi temannya. Soalnya gue udah tau kalau dia udah
punya pacar.
Sampai dirumah aku ceritain semuanya sama Aan apaan
yang yuyun bilang ke aku tadi.
lo sih udah punya pacar masih aja ngejar-ngejar Yuyun!!
ledekku
gua serius, gue emang benar-benar jatuh cinta ama dia
Dan gue rela mutusin cewek gue demi dia
Seperti mak comblang, apa yang Aan bilang ke aku, aku
sampein ama yuyun. Akhirnya aku jadi akrab sama Yuyun, ia sering
curhat sama aku, bercanda dan jalan bareng soalnya aku dan
yuyun satu sekolah meski ia termasuk kakak kelasku.
Setiap hari aku sering mikirin dia , terkadang aku rindu
padanya. Apakah aku sekarang jatuh cinta ama Yuyun ??? tapi ini
ngak boleh terjadi karena temanku juga suka ama dia , aku

mencoba menghalang rasa yang ada di hatiku. Dan aku berusaha


untuk membuat Yuyun cinta sama Aan meski hati ini seakan
menjerit. Akhirnya Aan dan yuyunpun jadian, Aan senang sekali
dan dan berterima kasihpadaku.
Rio . . . makasih banget ya karena lo gua bisa jadian ama
Yuyun , lo memang My best friend
Aku hanya tersenyum menahan segala sakit yang
menyerangku tiba-tiba . dalam hatiku merintih seakan berteriak
seakan tapi aku mencoba umtuk tenang dan memperlihatkan
kesenanganku. Layaknya seperti orang lain mereka sering jalan
berdua, bercerita, bercanda dan ketaman. Tapi aku hanya terdiam
seperti sebuah patung dihadapan mereka. Kenapa yuyun ngak
mau ketemuan ama Aan kalu ngak ada aku ? padahal aku tidak
mau melihat orang yang aku cintai bersama teman baikku. Tapi
apa boleh buat demi permintaan Aan aku siap menemani mereka
kemanapun mereka pergi.
Suatu malam saat aku menemani mereka duduk di taman
tanpa sengaja aku melihat dari kejahuan Aan mencium Yuyun aku
hanya terdiam menahan gejolak yang ada di hati. Tiba-tiba Yuyun
menatapku seakan ia tahu dan mengerti bahwa aku mencintainya.
Aku langsung berpaling dari mereka , tak sengaja air mataku pun
jatuh satu persatu membasahi kaus putih yang aku kenakan bila
aku mengingat kejadian tadi hatiku terasa hancur tapi biarlah
demi temanku aku rela mengorbankan perasaanku.
Aan sering scerita sama aku kalau pertama kali Yuyun itu
cewek yang telah membuatnya jatuh cinta dan dia sayang banget
sam Yuyun dia rela mengorbankan apa saja demi Yuyun, aku yang
mendengarnya hanya tersenyum memperlihatkan kesenaganku
walau hatiku seakan menangis. Keesokan harinya aku bertemu
dengan Yuyun dan aku tidak menyangka kalau ia
akan
menyatakan cinta padaku, aku tidak mengerti dengan semua ini
tapi aku senang karena orang yang aku cintai ternyata juga
mencintaiku. Tapi ini sungguh sulit bagiku aku tak berdaya memilih
antara teman baikku atau orang yang aku cintai. Aku tidak mau
persahabatanku menjadi hancur Cuma gara-gara seorang gadis!!!
Dan aku ngak bisa cerita ini sam Aan, hanyalah diari tempat
mencurahkan semua bebanku. Aku cinta sama Yuyun tapi aku
juga cinta dengan persahabatanku! Mengapa aku harus menjalani
percintaan ini?, kenapa aku bisa cinta sama pacar temanku
sendiri?, dan kenapa juga Yuyun harus cinta sama aku?, sedangkan
dia tau kalau aku teman baik pacarnya.
Suatu malam Aan datang ke rumahku dan langsung masuk
ke kamarku tapi aku sedang mandi. Tapi aku teringat kalau diaryku
ada di atas ranjang seperti dugaanku seperti dugaanku kalau Aan
telah membacanya kini ia tau kalau aku mencintai pacarnya dan
iapun tau kalu pacarnya mencintai aku juga. Kucoba menjelaskan
kepada Aan kalau itu semua bohong Cuma iseng aja, aku Cuma
mau buat sebuah novel tentang cinta. Untuk dia bisa percaya

sama akun tapi aku terus berjanji dalam hati bahwa aku tidak akan
bertemu lagi sama Yuyun. Aku tidak mau menyakiti perasaan
temanku sendiri, tapi aku tetap mencintainya sampai kapanpun,
aku janji aku akan membahagiakannya walau ia tak bersamaku aku
juga mengerti bahwa:

Cinta Tak Harus Memiliki

***THE END***