Anda di halaman 1dari 1

RINGKASAN

Novita R.A. 0001040118-42. Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Pertumbuhan Stek


Daun Tanaman Sansevieria (Sansevieria trifasciata) Moonshine. Dibawah bimbingan:
Ir. Lilik Setyobudi, MS.Ph.D dan Dr. Ir. Agus Suryanto MS.
Kehadiran tanaman hias tidak akan pernah lepas dari kehidupan sehari-hari, baik
itu kolektor tanaman hias, orang awam, ataupun orang-orang yang berkecimpung dalam
bisnis tanaman hias. Salah satu tanaman hias daun yang populer akhir-akhir ini adalah
sansevieria. Salah satu Sansevieria yang diminati oleh masyarakat adalah Sansevieria
trifasciata Moonshine. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan cara stek daun ataupun
rhizoma. Penelitian Widayanti (2006) menggunakan bahan stek daun sansevieria yang
berasal dari ketinggian tanam 877 m dpl, kemudian ditanam pada ketinggian 545 m dpl.
Hasil yang didapatkan dari penelitian ini, tunas dari stek daun sansevieria trifasciata
Moonshine yang pada awalnya berwarna putih berubah menjadi berwarna hijau loreng.
Ketinggian tempat sangat berkaitan erat dengan perubahan suhu lingkungan. Perbedaan
warna tunas dengan induknya pada penelitian ini, diduga disebabkan adanya perbedaan
ketinggian tempat penanaman, karena lingkungan tempat tanam dapat mempengaruhi
faktor fenotip tanaman. Untuk itu diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menanam
kembali stek sanseveria pada ketinggian tempat asal bahan tanam stek yaitu pada
elevasi 877 m dpl. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh informasi tentang
pengaruh ketinggian tempat terhadap perubahan warna tunas dan pertumbuhan stek
daun tanaman Sansevieria trifasciata Moonshine.
Penelitian dilaksanakan di 5 tempat, yaitu Greenhouse FP Universitas
Brawijaya Malang (545 m dpl); Desa Mojorejo, Kel. Mojorejo, Kec. Batu Batu (650
m dpl); Desa Glonggong Kel. Temas, Kec. Batu Batu (877 m dpl); Desa Punten Kel
Punten Kec. Bumiaji Batu (1000 m dpl); dan Desa Sumbersari Kel. Tulungrejo Kec.
Bumiaji Batu (1200 m dpl), pada bulan September 2006 hingga Juni 2007. Alat-alat
yang digunakan dalam penelitian ini adalah ember, gunting, penggaris, thermometer
maksimum-minimum, pensil, cutter, GPS (Geographycal Potitioning System), dan gelas
aqua. Bahan-bahan yang dipakai adalah daun tanaman Sansevieria trifasciata
moonshine dari penelitian Pengaruh Pembelahan dan Panjang Stek Daun pada
Perbanyakan tanaman Sansevieria (Widayanti, 2006) berwarna loreng, daun tanaman
Sansevieria trifasciata Moonshine dari perbanyakan anakan berwarna putih. Metode
penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang
terdiri dari 10 perlakuan yang merupakan kombinasi dari 2 varietas yaitu sansevieria
putih dan sansevieria loreng yang ditanam pada berbagai ketinggian tempat dengan
ulangan sebanyak 4 kali. Data hasil penelitian dianalisa mengunakan analisis ragam
dengan uji F dan apabila berbeda nyata maka dilakukan uji BNJ pada taraf nyata 5%.
Berdasarkan penelitian diperoleh kesimpulan bahwa Sansevieria tidak berubah
warna setelah ditanam pada elevasi asal bahan tanam stek (877 m dpl), warna tidak
kembali menjadi putih namun tetap menjadi loreng. Pada perlakuan Sansevieria Loreng
+ elevasi 877 m dpl menghasilkan panjang akar, jumlah akar, jumlah daun, dan panjang
daun yang tinggi dibandingkan perlakuan sansevieria putih + Elevasi 1000 m dpl.