Anda di halaman 1dari 4

Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan ini adalah adanya penurunan

net profitnya terlihat pada paragraph kedua diman ditunjukan adanya penurunan
yang signifikan atas net proft pada kuartal pertama ditahun 2009 dibandingkan
kuartal yang sama di tahun sebelumnya. Penyebab utama dari permasalahan ini
adalah situasi krisis ekonomi di USA pada saat itu, sejak peruasahaan ini menjadi
perusahaan terbesar kedua untuk produk minuman non alcohol. Mengingat
kondisi lain pada permasalahn pangsa pasar yang mulai menunjukan penurunan
dilihat dari parameter perubahan selera konsumen menuju kesadaran dietnya.
Untuk memecahkan permasalahan ini, perusahaan sebaiknya memulai
melakukan langkah strategis dengan melakukan observasi pasar di Asia dan
Eropa, dimana permintaan akan minuman berkarbonasi meningkat secara
signifikan di kedua benua tersebut.

Pengaruh-pengaruh kondisi PepsiCo

Analisa eksternal, terlihat dalam exhibit 1, ada empat pendukung permasalahan


penting yang berkaitan dengan lingkungan eksternal PepsiCo, yaitu:
1. Frekuensi perubahan selera konsumen merupakan sebuah tantangan bagi
perusahaan untuk menjaga ekspektasi konnsumen.
2. Resesi ekonomi menekan pelanggan untuk memilih produk yang lebih
terjangkau seperti produk sejenis lainnya.
Analsia Internal, terlihat pada exhibit 2, bahwa permasalahan perubahan kondisi
financial pada tahun 2006 sampai 2008 yang mungkin dapat menempatkan
perusahaan dalm kesulitan dimasa yang akan datang. Untuk memebrikan analisa
secara lebih mendalam tidak dapat hanya dengan melihat sekilas tentang
laporan pendapatan saja, tetapi kita harus menganalisa dari berbagai sisi
strategis bsinis perusahaan ini. Adapun analisa tersebut mengenai misi, visi dan
analisa SWOT.
Misi perusahaan, ketika kita berbicara mengenai misi maka strategic thinkingnya adalah, kita harus memastikan bahwa itu jelas, luas cakupannya, menjawab
pertanyaan: apa bisnis kami dan mencakup 9 komponen berikut: a). konsumen,
b). produk dan layanannya, c). pasar, d). tekhnologi, e). Perhatian akan survival,
pertumbuhan dan profitabilitas, f). filosofi, g). konsep diri, h). perhatian akan
adanya citra public, i). perhatian terhadap karyawan. Jika misi perusahaan sudah
mencakup sebagian besar dari kesembilan komponen tadi maka perusahaan
akan dapat berkembang.
Visi perusahaan, jika dikaitkan dengan bisnis makanan dan minuman, visi
PepsiCo, tidak secara langsung merujuk pada core bisnisnya yang berupa
minuman dan produksi aneka macam makanan kecil atau snack, Pepsicos
responsibility is to continually improve all aspects of theworld which we operateenvironmental, social, economic creating a bettertomorrow than today Mungkin
akan lebih mudah dipahami oleh banyak orang yang terlibat dalam operasional

perusahaan manakala menggunakan visi ini Visi kami adalah menjadi organisasi
utama untuk memuaskan dahaga dunia dengan minuman menyegarkan kami
dan untuk menyediakan makanan bergizi unggul untuk menikmati gaya hidup
yang lebih baik

Analisa SWOT:
Berikut disampaikan beberapa kekuatan, kelemahan, ancaman, dan peluang
yang mungkin dihadapai PepsiCo:

Strengths:
1. Dikenal dengan baik reputasinya, produk dengan cita rasa tinggi, kualitas
dan bernilai tertinggi
2. Memiliki kemampuan internal yang berkelanjutan, Pepsico meyakini
bahwa karyawan adalah aset paling dasar. Oleh karena itu perusahaan
memfasilitasi karyawan dengan program pelatihan dan motivasi terus
menerus untuk mempertahankan kemampuan internal tersebut
3. Infrastruktur teknologi informasi yang tepat, untuk tetap up to date
dengan inovasi terbaru, sehingga kemampuan untuk menjadi proaktif dan
memiliki respon cepat untuk setiap perubahan selera konsumen

Weakness:
1. Gangguan rantai pasokan, bahkan jika oleh faktor eksternal secara
langsung akan mempengaruhi PepsiCo, karena mereka memiliki manfaat
saling menguntungkan

Dari penjabaran opportunity dan threats dapat saja menjadi faktor yang sama,
tetapi apa yang terjadi adalah bagaimana mereka melakukan tindakan untuk
mengatasinya. Berikut ini adalah adanya beberapa poin yang sama untuk
opportunities. dan threats
Opportunities:
1. Tren sosial: diarahkan untuk makanan sehat, sehingga PepsiCo memiliki
kesempatan untuk menjadi yang pertama yang menyajikan makanan dan
minuman tersebut dan menjadi terkemuka di industri
2. Perubahan pola aktivitas perjalanan, liburan atau rekreas
3. Perubahan iklim, jika cuaca bagus, PepsiCo akan memiliki produktifitas
bahan mentah yang lebih baik.
4. Publisitas yang baik, lebih dapat diterima atas produk yang dihasilkan

Threats:
1. Penuaan populasi umum, perubahan demografi mengubah selera
konsumen, selera traditional perlu diperbarui
2. Perubahan tren sosial, khususnya terhadap makanan sehat dan minuman,
sedangkan ancamanya akan bertentangan dengan produk yang kurang
sehat yang diproduksi oleh perusahaan.
3. Perubahan pola aktivitas perjalanan, liburan atau rekreas
4. Perubahan ikilm dan cuaca, akan mempengaruhi produktivitas pertanian
yang akan mempengaruhi ketersediaan sumber daya yang akan
digunakan sebagai bahan untuk produksi seperti tebu, jagung, gandum,
beras, gandum, kentang dan berbagai buah
Analisa Financial
Informasi mengenai rasio lancar PepsiCo, dapat dilihat pada Exhibit 3, untuk
mendapatakan adalah dengan menggunakan formula Rasio Lancar = Aktiva
Lancar/Kewajiban Lancar (Current Ratio=Current Asset/Current Liabilities.
Rasio lancar adalah alat diagnostik yang mengukur apakah bisnis memiliki
kecukupan sumber daya keuangan atau tidak untuk membayar tagihan selama
12 bulan ke depan. Untuk bisnis ini, rasio lancar memberikan tagihan kesehatan.
Untuk setiap dolar dalam kewajiban lancar, ada $ 1,23 (tahun 2008) di aktiva
lancar. Sebuah rasio lancar lebih dari 1 adalah berita baik, secara umum,
meskipun jika anda membandingkan rasio lancar anda dengan rasio lancer milik
industri mungkin akan tampak kurang.
Sedangkan untuk mengetahui Inventory Turnover digunakan formula: Inventory
Turnover (Perputaran Persediaan)= Sales (Penjualan)/Inventory (persediaan)
didapatkan dari Exhibit 2 dan Exhibit 3, dari formula ini akan ditemukan Rasio
Inventory Turnover.
Rasio perputaran persediaan mengukur efisiensi usaha dalam mengelola dan
menjual itsinventory. Rasio ini adalah pengukur likuiditas persediaan perusahaan.
Hal ini juga membantu pemilik bisnis menentukan bagaimana mereka dapat
meningkatkan penjualan mereka melalui pengendalian persediaan.
Umumnya, rasio persediaan tinggi, seperti kasus Pepsico, berarti bahwa
perusahaan secara efisien dalam mengelola dan menjual persediaan. Semakin
cepat persediaan terjual maka akan semakin sedikit dana yang terhenti. Namun,
harus berhati-hati jika mereka memiliki perputaran persediaan yang terlalu tinggi
karena mereka akan rawan atas terjadi kehabisan persediaan.
Menghitung Rasio Hutang (Debt Ratio/DR), digunakan formula: DR=Total
Debt/Total Asset, data DR ini diperoleh dari Exhibit 3. Rasio ini menunjukkan
berapa banyak bisnis Anda dalam utang, sehingga cara terbaik untuk memeriksa
bisnis Anda dalam solvabilitas jangka panjang. Sebagai contoh, pada tahun 2008
Pepsioco memiliki 21.83% yang merupakan 0,21, jadi $ 0,21 dolar utang untuk
setiap dolar aset. Jadi untuk bisnis ini, rasio total utang memberitahu kita bahwa

bisnis ini dalam keadaan sehat karena rasio kurang dari 1. Rasio utang semakin
rendah, total utang bisnis dibandingkan dengan basis asetnya. Seperti yang kita
perhatikan utang PepsiCo Total Rasio Utang meningkat sejak tahun 2006, namun
hal ini tidak berarti bahwa perusahaan akan mundur, tetapi itu berarti bahwa itu
menggunakan utang untuk mengembangkan usahanya.

Dari Analisis SWOT dan Analisis Finansial, menunjukan tren positif, berdasarkan
dedikasi internal perusahaan dan tren positif nilai rasio dalam analisis keuangan,
kami menyimpulkan bahwa secara umum PepsiCo dalam kondisi baik, tetapi
strategi berikut mungkin dapat dijadikan alternative solusi untuk eksistensi dan
pengembangan perusahaan:
PepsiCo memiliki posisi yang bagus untuk mengambil keuntungan dari peluang
eksternal, untuk mengatasi kelemahan internal dan menghindari ancaman
eksternal. Strategi yang berbeda dapat dijalankan pada analisis, seperti
penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, diversifikasi dan
integrasi ke belakang, ke depan dan horizontal. Dalam kasus PepsiCo, kami
menyaranakan dua strategi intensif:

Strategi Intensif:
1. Pengembangan Produk:
Sebuah strategi penting yang harus dipertimbangkan PepsiCo adalah
pengembangan produk di mana ia harus mengembangkan lini produk,
menyediakan produk yang lebih organik atau sehat untuk memenuhi semua
kebutuhan pasar. Apalagi telah terjadi tren peningktan atas makanan sehat dan
rendah kalori, sehingga memiliki kemampuan untuk menjadi lebih ekspansif
dibandingkan pesaingnya dalam hal inovasi dan tetap up to date dengan tren
sosial terbaru
2. Penetrasi Pasar:
Dengan mempertimbangkan bahwa PepsiCo memiliki target yang luas maka
perusahaan harus fokus pada lowcost - differentiation. Mereka harus fokus pada
peningkatan penjualan di semua sektor bisnis dan bukan hanya divisi tertentu.
Hal ini dapat dilakukan dengan menurunkan biaya mereka untuk minimum dan
menyesuaikan pemasaran mereka anggaran penjualan sehingga mampu
menurunkan harga mereka relatif lebih rendah dibandingkan dengan harga
pesaing mereka sehingga meningkatkan pangsa pasar mereka. Menjaga
konsistensi yang membedakan Pepsico dengan produsen lain, dimana PepsiCo
tetap pada jalur produk mereka yaitu makanan dan minuman.