Anda di halaman 1dari 20

EPIDEMIOLOGI

Pengertian menurut Asal Kata


Epidemiologi berasal dari bahasa Yunani yaitu epi
yang berarti pada, demos yang berarti penduduk, dan
logos yang berarti ilmu/pengetahuan. Jadi epidemiologi
adalah ilmu yang mempelajari tentang penduduk.
Epidemiologi adalah ilmu tentang distribusi dan
determinan-determinan dari keadaan atau kejadian
yang berhubungan dengan kesehatan di dalam populasi
tertentu, serta penerapan dari ilmu ini guna
mengendalikan masalah-masalah kesehatan.
Pengertian menurut Pendapat Para Ahli
Greenwood (1934)
Mengatakan bahwa Epidemiologi mempelajari
tentang penyakit dan segala macam kejadian yang
mengenai kelompok (herd) penduduk. Kelebihannya
adalah adanya penekanan pada Kelompok Penduduk
yang mengarah kepada Distribusi suatu penyakit.
Brian Mac Mahon (1970)
Epidemiology is the study of the distribution
and determinants of disease frequency in man.
Epidemiologi adalah studi tentang penyebaran &
penyebab frekwensi penyakit pada manusia dan
mengapa terjadi distribusi semacam itu. Di sini sudah
mulai menentukan Distribusi Penyakit dan mencari
Penyebab terjadinya Distribusi dari suatu penyakit
Anders Ahlbom & Sttaffan Norel (1989)
Epidemiologi adalah Ilmu Pengetahuan
mengenai terjadinya penyakit pada populasi manusia.
Abdel R. Omran (1974)
Epidemiologi adalah suatu ilmu mengenai
terjadinya dan distribusi keadaan kesehatan, penyakit
dan perubahan pada penduduk, begitu juga
determinannya serta akibat-akibat yang terjadi pada
kelompok penduduk.
Robert H. Fletcher (1991)

Epidemiologi adalah disiplin riset yang


membahas tentang distribusi dan determinan penyakit
dalam populasi.
Pengertian menurut Center of Disease Control
(CDC)
Adapun definisi Epidemiologi menurut CDC
2002, Last 2001, Gordi 2000 menyatakan bahwa
EPIDEMIOLOGI adalah: Studi mempelajari
Distribusi dan Determinan penyakit dan keadaan
kesehatan pada populasi serta penerapannya untuk
pengendalian masalah-masalah kesehatan.
Pengertian menurut WHO
Studi tentang distribusi dari determinan
kesehatan yang berkaitan dengan kejadian di populasi
dan aplikasi dari studi untuk pemecahan masalah
kesehatan.
ASPEK AKADEMIK
Secara akademik, epidemiologi berarti Analisis
data kesehatan, sosial-ekonomi, dan trend yang terjadi
untuk mengidentifikasi dan menginterpretasi
perubahan-perubahan kesehatan yang terjadi atau akan
terjadi pada masyarakat umum atau kelompok
penduduk tertentu.
ASPEK PRAKTIS
Secara praktis epidemiologi berarti ilmu yang
ditujukan pada upaya pencegahan penyebaran penyakit
yang menimpa individu, kelompok penduduk atau
masyarakat umum.
ASPEK ADMINISTRASI
Epidemiologi secara administrasi berarti suatu
usaha mengetahui keadaan masyarakat di suatu wilayah
atau negara agar dapat memberikan pelayanan
kesehatan yang efektif dan efesien sesuai dengan
kebutuhan masyarakat.
RUANG LINGKUP EPIDEMIOLOGI
Subjek dan objek epidemiologi adalah masalah
kesehatan.
- Penyakit infeksi dan menular

- Penyakit tidak infeksi dan tidak menular


- Semua masalah kesehatan yang ditemukan di
masyarakat
Masalah kesehatan yang dimaksud menunjuk kepada
masalah kesehatan yang ditemukan pada sekelompok
manusia.
Dalam merumuskan penyebab timbulnya suatu
masalah kesehatan dimanfaatkan data tentang frekuensi
dan penyebaran masalah kesehatan tersebut.
Contoh ruang lingkup epidemiologi:
Epidemiologi Penyakit Menular
Epidemiologi Penyakit Tidak Menular
Epidemiologi Kesehatan Reproduksi
Epidemiologi Kesehatan Lingkungan
Epidemiologi Kesehatan Kerja
Epidemiologi Kesehatan Darurat

Mengadakan anlisis perjalanan penyakit di masyarakat


serta perubahan-perubahan yang terjadi akibat
intervensi alam atau manusia
Mendeskripsikan pola penyakit pada berbagai
kelompok masyarakat
Mendeskripsikan hubungan antara dinamika
penududuk dengan penyebaran penyakit
Dari kemampuan epidemiologi untuk
mengetahui distribusi dan faktor-faktor
penyebab masalah kesehatan dan mengarahkan
intervensi yang diperlukan maka epidemiologi
diharapkan mempunyai peranan dalam bidang
kesehatan masyarakat berupa
Mengidentifikasi berbagai faktor penyebab
maupun faktor risiko yang berhubungan dengan
timbulnya penyakit dan masalah kesehatan
lainnya
Menerangkan besarnya masalah dan gangguan
kesehatan serta penyebarannya dalam suatu
penduduk tertentu

Epidemiologi Kesehatan Jiwa


Epidemiologi Perencanaan
Epidemiologi Perilaku
Epidemiologi Genetik
Epidemiologi Gizi
Epidemiologi Remaja
Epidemiologi Demografi
Epidemiologi Klinik
Epidemiologi Kausalitas
Epidemiologi Pelayanan Kesehatan
PERANAN EPIDEMIOLOGI DALAM
KESEHATAN MASYARAKAT

Dalam bidang kesehatan, epidemiologi mempunyai


peranan yang cukup besar karena hasilnya dapat
digunakan untuk:

Mengembangkan metodologi untuk


menganalisis keadaan suatu penyakit dalam
upaya untuk mengatasi atau menanggulanginya.
Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk
menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan.
Menyiapkan data dan informasi yang esensil
untuk keperluan :
1. perencanaan,
2. pelaksanaan program,
3. evaluasi berbagai kegiatan pelayanan
kesehatan pada masyarakat
4. menentukan skala perioritas kegiatan tsb.
Membantu melakukan evaluasi terhadap program
kesehatan yang sedang atau telah dilakukan.
Penyakit adalah suatu keadaan tidak normal
pada suatu organism yang menyebabkan
ketidakseimbangan, disfungsi, atau tekanan/stress
kepada orang yang terkait atau berhubungan
dengannya. Kadang kala istilah ini digunakan secara
umum untuk menerangkan kecederaan, kecacatan,
sindrom, simptom.

Berikut beberapa pendapat tentang definisi


penyakit, antara lain :
1.

Menurut dr. Beate Jacob

Suatu penyimpangan dari keadaan tubuh yang


normal atau ketidakharmonisan jiwa.
2.

Menurut Wahyudin Rajab, M.epid

Keadaan yang bersifak objektif dan rasa sakit


yang bersifat subyektif.
3.

Menurut dr. Eko Dudiarto

Kegagalan mekanisme adaptasi suatu


organisme untuk bereaksi secara tepat terhadap
rangsangan atau tekanan sehingga timbul gangguan
pada fungsi atau struktur organ atau sistem tubuh.
Suatu penyakit yang disebabkan oleh agen
biologi seperti virus dan bakteri bukan disebabkan
karena factor fisik seperti luka bakar dan kimia
keracunan.

Tuberculosis (TBC, MTB, TB) adalah penyakit


yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium
tuberculosis. Yang menyerang pada organ paru
paru, dan juga dapat menyerang pada organ lain.
Bakteri yang sekeluarga dengan bakteri mycobacterium
tuberculosis ini juga dapat menimbulkan infeksi dan
memunculkan gejala yang mirip.Bakteri ini ditularkan
melalui udara (airborne), yaitu ketika penderita bersin
atau batuk dan bakteri akan keluar dan terhirup oleh
orang sehat.
c.

Demam Berdarah

Cara penularannya melalui nyamuk aides


aygepti yang menghisap darah organ
d.Penyakit Kelamin
Cara penularannya melalui hubungan sex yang
tidak sehat dan sering berganti pasangan. Penyakit
yang timbul bukan hanya menyerang alat kelamin saja
tetapi dapat menjalar ke organ lain
e.

Hiv/ Aids

Mengapa disebut menular??


Karena penyakit ini ditularkan melalui infeksi
virus maupun bakteri yang ditularkan oleh penderita.
Medium penularannya melalui udara, jarum
suntik, transfusi darah, tempat makan/ minum bekas
penderita yang kurang bersih ketika dicuci,hubungan
seksual,dll.
a.

Cacar air(Chicken Pox)

Penyebab penyakit ini adalah virus VarisellaZoster. Penyebaran virus ini dapat terjadi melaui
pernapasan.virus ini menyerang kekebalan tubuh.
Gejala awal yang ditimbulkan penyakit cacar air adalah
badan merasa cepat lemah, tidak enak badan, pusing/
sakit kepala serta demam. Sehari sampai tiga hari
muncul bintik- bintik merah yang berukuran kecil
membentuk papula dan berisi cairan.bintik- bintik ini
juga terasa gatal. Lama kelamaan bintik ini akan pecah
dan membentuk lepuhan, lepuhan ini akan mongering
dan akan hilang bekasnya asal tidak digaruk. Untuk
pengobatan dapat diberikan salep yang mengandung
asiklovir 5%(anti virus).
b.

TBC

Virus ini dapat merusak system imunitas, tetapi


virus ini tidak menimbulkan kematian. Tapi, jika virus
Hiv mengenai penyakit lain seperti menyerang organ
vital bisa menimbulkan kematian. Apabila system imun
telah rusak resiko berbagai virus akan masuk ke tubuh
pun sangat besar sehingga menyebabkan tubuh rentan
terhadap penyakit
Penyakit tidak menular (PTM) atau penyakit
noninfeksi adalah suatu penyakit yang tidak disebabkan
karena kuman melainkan dikarenakan adanya masalah
fisiologis atau metabolisme pada jaringan tubuh
manusia. Penyakit tidak menular biasa disebut juga
dengan penyakit kronik, penyakit non-infeksi, new
communicable disease, dan penyakit degeneratif.
PTM mempunyai beberapa karakteristik,
diantaranya :
a. Penularan tidak melalui rantai penularan
b. Masa inkubasi yang panjang
c. Penyakit berlangsung lama
d. Sulit untuk didiagnosa

tertentu

e. Biaya pencegahan dan pengobatannya yang cukup


tinggi

e.

Obesitas

f.

Aktivitas

g.

Stress

h.

Pekerjaan

i.

Lingkungan

a. Penyakit jantung iskemik

j.

Gaya hidup

b. Kanker

Terdapat tiga aspek sifat utama penularan penyakit dari


orang ke orang, antara lain :

f. Mempunyai variasi yang cukup luas


g. Multifaktor
1. Penyakit yang dapat menyebabkan kematian,
yaitu :

c. DM
d. Chronic obstructive pulmonary disease
e. Cirrhosis
2. Penyakit yang termasuk dalam special-interest,
banyak menyebabkan masalah kesehatan tetapi
frekuensinya kurang, antara lain :
a. Osteoporosis
b. Gagal ginjal kronis
c. Mental retardasi
d. Epilepsi
e. Lupus erithematosu
3. Penyakit yang akan menjadi perhatian di masa
yang akan datang, antara lain:
a. Defisiensi nutrisi
b. Alkoholisme
c. Ketagihan obat
d. Penyakit penyakit mental
e. Penyakit yang berhubungan dengan
lingkungan pekerjaan
a.

Tembakau

b.

Alkohol

c.

Kolesterol

d.

Hipertensi

1. Waktu generasi (Generation Time)


Yaitu masa antara masuknya penyakit pada
penjamu tertentu sampai masa kemampuan maksimal
penjamu tersebut untuk dapat menularkan penyakit.
Perbedaan masa tunas ditentukan oleh masuknya unsur
penyebab sampai timbulnya gejala penyakit sehingga
tidak dapat ditentukan pada penyakit dengan gejala
yang terselubung, sedangkan waktu generasi untuk
waktu masuknya usur penyebab penyakit hingga
timbulnya kemampuan penyakit tersebut untuk
menularkan kepada penjamu lain.
2. Kekebalan kelompok (Herd Immunity)
Yaitu kemampuan atau daya tahan suatu
kelompok penduduk tertentu terhadap
serangan/penyebaran unsur penyebab penyakit menular
tertentu didasarkan pada tingkat kekebalan tubuh suatu
anggota kelompok tersebut. Herd Immunity adalah
faktor utama dalam proses kejadian wabah di
masyarakat serta kelangsungan penyakit tersebut.
3. Angka serangan (Attack Rate)
Yaitu sejumlah kasus yang berkembang dan
muncul dalam satu satuan waktu tertentu dikalangan
anggota kelompok yang mengalami kontak serta
memiliki resiko/kerentanan terhadap penyakit tersebut.
Angka serangan ini bertujuan untuk menganalisis
tingkat penularan dan tingkat keterancaman dalam
keluarga, dimana tata cara dan konsep keluarga, sistem
hubungan keluarga dengan masyarakat serta hubungan
individu dalam kehidupan sehari hari pada kelompok
populasi tertentu merupakan unit epidemiologi tempat
penularan penyakit berlangsung.

a.

Menjaga kebersihan lingkungan

Di lingkungan kita banyak sekali hal hal yang


bias kita lihat dan evaluasi, seperti, sampah dan kotoran
yang menumpuk, drainase yang kotor serta
ventilasi/lubang untuk pertukaran udara didalam rumah
yang buruk bisa menjadi sebab timbulnya berbagai
macam penyakit, khususnya penyakit saluran
pernapasan.

serat, tinggi mineral, dan sebisa mungkin hindari


konsumsi makanan/minuman yang dapat merugikan
tubuh.
g. Melakukan Promkes, misalnya :
- Kampanye kesadaran kesehatan
-

Pendidikan kesehatan masyarakat

JENIS-JENIS EPIDEMIOLOGI
b. Cuci tangan dengan sabun
Kita tahu bahwa tangan adalah organ yang
digunakan untuk berbagai aktivitas, dan tangan
beresiko sebagai perantara virus untuk masuk ke tubuh.
Tangan menjadi media perantara kuman maupun
mikroorganisme yang lain. Saat kita tanpa sengaja
memegang bekas ludah atau kotoran, maka penyakit
mudah sekali masuk kedalam tubuh.
c.
Olahraga yang teratur dan istirahat yang
cukup
Membiasakan diri untuk melakukan kegiatan
rutin dengan berolahraga dapat membantu
meningkatkan daya tahan tubuh. Istirahat yang cukup
membantu tubuh agar tetap bugar. Pola makan yang
seimbang, perlunya mengatur pola makan, terutama
menu makanan sehat, hindari makanan yang bersesiko
terhadap kesehatan seperti, minuman bersoda dan
beralkohol, makanan ringan/snack, makanan
olahan/makanan yang mengandung pengawet,
makanan yang mengandung Na, makanan tinggi
kolesterol, dsb.
d. Pola hidup yang sehat
Selalu berpikir positip membantu kita terhindar
dari stress. Mulai melakukan pendekatan terhadap
agama dapat menenangkan emosi, menghindari
pergaulan bebas dan setia pada satu pasangan.
e.

Pemberian Imunisasi

Pemberian imunisasi lebih baik diberkan mulai


sejak Balita untuk mencegah penularan penyakit.
f.

Nutrisi yang baik

Perkuat fungsi tubuh dengan pola makanan


yang bergizi yang mengandung tinggi protein, tinggi

A. DESKRIPTIF
Mempelajari tentang frekuensi dan
distribusi suatu
masalah kesehatan dalam masyarakat.
B. ANALITIS
Upaya epidemiologi utk menganalisis
faktor-faktor (determinan) masalah kesehatan.
C. EKSPERIMENTAL
Upaya epidemiologi untuk menguji faktor
kebenaran tentang penyakit dengan percobaan
atau eksperimen.

BIOSTATISTIK
PENGERTIAN
Statistik secara sempit diartikan sebagai data.
Statistik secara luas diartikan sebagai alat untuk
analisis dan alat untuk membuat keputusan
Statistik digunakan untuk membatasi cara-cara ilmiah
untuk mengumpulkan, menyusun, meringkas, dan
menyajikan data penyelidikan.
RUANG LINGKUP
A. STATISTIK DESKRIPTIF
Statistik deskriptif yaitu statistic yang
digunakan untuk menggambarkan hasil penelitian tapi
tidak untuk membuat kesimpulan lebih luas.
Kesimpulan tidak bermaksud untuk membuat suatu
kesimpulan terhadap populasi dari sampel yang diambil
B. STATISTIK INFERENSIAL
Statistik inferensial yaitu statistic untuk
menganalisis data sampeldan hasilnya akan di

generalisasikan untuk populasi dimana sampel diambil.


Statistik ini terbagi menjadi 2, yaitu

untuk menjawab tujuan dari penelitian secara


spesifik. Data primer dapat diperoleh dari
kegiatan survei, penelitian dilapangan.

a. Parametrik
Data yang terbentuk interval dan rasio
b. Non Parametrik
Data yang berbentuk nominal dan ordinal
VARIABEL
a. Variabel Independent
Variabel independent sering disebut sebagai
variabel bebas. Variabel bebas merupakan variable
yang mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan
atau timbulnya variabel dependent.

B. Data sekunder : merupakan data yang telah


tersedia atau telah dikumpulkan oleh orang atau
lembaga tertentu, misal biro pusat statistic. Data
sekunder dapat diperoleh dari catatan laporan
dinas kesehatan sebagai kegiatan surveilans di
dinas kesehatan.
SKALA PENGUKURAN
a. Skala deskrit / Nominal
Skala deskrit atau nominal adalah data yang
hanya dapat digolongkan secara terpisah atau secara
kategorik.

b. Variabel Dependent
Variabel dependent sering disubut sebagai
variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel
yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena
adanya variabel bebas.
c. Variabel Moderator
Variabel moderator merupakan variabel yang
mempengaruhi (memperkuat atau memperlemah)
hubungan antara variabel infependent dengan
dependent. Variabel ini disebut juga sebagai variable
independent ke dua.
d. Variabel Intervening
Variabel intervening adalah variabel yang
secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variable
independent dan variabel depandent, tetapi tidak dapat
diamati atau diukur.
e. Variabel Kontrol
Variabel kontrol merupakan variabel yang
dikendalikan atau dibuat konstant sehingga hubungan
variabel dependent dan independent tidak dipengaruhi
oleh faktor luar yang tidak diteliti.
SUMBER DATA KESEHATAN
A. Data primer : merupakan data yang
dikumpulkan oleh peneliti yang digunakan

Contoh Jenis kelamin (laki-laki-perempuan)


b. Skala Ordinal
Data ordinal adalah data yang berbentuk
rangking atau peringkat. Dimana jarak antara satu
rangking dengan rangking yang lainnya belum tentu
sama.
Contoh Tingkat pendidikan (SD, SMP, SMA,
PT)
c. Skala Interval
Data interval adalah data yang jaraknya sama
tetapi tidak mempunyai nilai nol (0) absolut/mutlak.
Contoh Suhu
d. Skala Rasio
Data rasio adalah data yang jaraknya sama dan
mempunyai nilai nol mutlak.
Contoh Berat badan
METODE PENGUMPULAN DATA
1. Metode Observasi
Pengumpulan data dengan observasi langsung
atau dengan pengamatan langsung adalah cara
pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada
pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut.

2. Metode Wawancara
Yang dimaksud dengan wawancara adalah
proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian
dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara
si penanya atau pewawancara dengan si penjawab atau
responden dengan menggunakan alat yang dinamakan
interview guide (panduan wawancara).
3.Metode Kuesioner
Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis
yang telah disusun sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan
yang terdapat dalam kuesioner, atau daftar pertanyaan
tersebut cukup terperinci dan lengkap dan biasanya
sudah menyediakan pilihan jawaban (kuesioner
tertutup) atau memberikan kesempatan responden
menjawab secara bebas (kuesioner terbuka).

tanah yang sehat adalah tanah yang baik


untuk penanaman tumbuhan, dan tidak tercemar oleh
zat-zat logam berat.
Tujuan Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan
1. Mengurangi pemanasan global
zat karbondioksida yang menyebabkan atmosfer
bumi berlubang terhisap oleh tumbuhan lalu diproses
dengan fotosintesis, secara langsung zat oksigen yang
dihasilkan tersebut dapat dinikmati oleh manusia untuk
bernafas.
2. Menjaga kebersihan lingkungan
lingkungan yang sehat adalah lingkungan yang
bersih dari segala penyakit dan sampah.
Cara-cara Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan

KESEHATAN LINGKUNGAN

Tidak mencemari air dengan membuang


sampah di sungai

Ilmu kesehatan lingkungan adalah ilmu yang


mempelajari hubungan timbal balik antara faktor
kesehatan dan faktor lingkungan

Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor

Mengolah tanah sebagaimana mestinya

Kesehatan Lingkungan

Menanam tumbuhan pada lahan-lahan kosong

Adalah kesehatan yang sangat penting bagi


kelancaran kehidupan di bumi, karena lingkungan
adalah tempat dimana pribadi itu tinggal. Lingkungan
yang sehat dapat dikatakan sehat bila sudah memenuhi
syarat-syarat lingkungan yang sehat.

Dan lain-lain

Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan Menurut


WHO

Kesehatan lingkungan merupakan bagian dari ilmu


kesehatan masyarakat.

2. Pengelolaan air buangan dan pengendalian


pencemaran

Syarat-syarat Lingkungan Yang Sehat

3. Pembuangan sampah padat

Dasar Kesehatan Lingkungan

Keadaan air
air yang sehat adalah air yang tidak
berbau, tidak tercemar, dan dapat dilihat kejernihan air
tersebut.
Keadaan udara
udara yang sehat adalah udara yang
didalamnya terdapat oksigen dan tidak tercemar oleh
zat yang merusak tubuh.
Keadaan tanah

1. Penyediaan air minum

4. Pengendalian vektor
5. Pengendalian pencemaran tanah
6. Higiene makanan
7. Pengendalian pencemaran udara
8. Pengendalian radiasi
9. Kesehatan kerja
10. Pengendalian kebisingan

11. Perumahan dan pemukiman


12. Aspek kesling dan transportasi udara
13. Perencanaan daerah dan perkotaan
14. Pencegahan kecelakaan
15. Rekreasi umum dan pariwisata

Keanekaragaman sosial budaya dan adat


istiadat dari sebagian besar penduduk
Belum memadainya pelaksanaan fungsi
manajemen
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Usaha
Kesehatan

16. Tindakan-tindakan sanitasi

Faktor lingkungan/kimia, biologi ataupun sosial

17. Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk


menjamin lingkungan.

Budaya yang bersifat dinamis dan kompleks


Kondisi fisiologis manusia/masyarakat

Menurut Pasal 22 Ayat (3) UU No 23 Tahun 1992,


Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan Ada 8

Penyakit
Ekspansi/ulah manusia

1. Penyehatan air dan udara

Ketimpangan ekologis dan ketimpangan alam

2. Pengamanan limbah padat/sampah

Pencemaran lingkungan

3. Pengamanan limbah cair

Gangguan fisiologis dan psikologis pada


masyarakat

4. Pengamanan limbah gas


5. Pengamanan radiasi

Kesimpulan

6. Pengamanan kebisingan

Kesehatan lingkungan adalah bagian integral


ilmu kesehatan masyarakat yang khusus menangani
dan mempelajari hubungan manusia dengan
lingkungan dalam keseimbangan ekologis.

7. Pengamanan vektor penyakit


8. Penyehatan dan pengamanan lainnya, contoh :
pasca bencana.
Masalah Kesehatan Lingkungan Di Indonesia
Air bersih
Pembuangan kotoran/tinja
Kesehatan pemukiman
Pembuangan sampah

Kontribusi lingkungan dalam mewujudkan


derajat kesehatan merupakan hal yang essensial di
samping masalah perilaku masyarakat, pelayanan
kesehatan dan faktor keturunan.
Dalam meningkatkan kesehatan lingkungan
perlu ada upaya-upaya yang dapat dilakukan dengan
teknologi sederhana maupun tinggi agar kesehatan
lingkungan tetap terjaga.

Serangga dan binatang pengganggu

PENDIDIKAN KESEHATAN DAN ILMU


PERILAKU

Makanan dan minuman


Pencemaran lingkungan
Penyebab Masalah Kesehatan Lingkungan Di
Indonesia
Pertambahan dan kepadatan penduduk

Kesehatan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,.

Undang-undang Kesehatan No. 36 Tahun 2009.

menurut World Health Organization (WHO)

Notoatmodjo (2003),

3.

Pelayanan kesehatan

Output yang diharapkan dari pendidikan


khususnya pendidikan kesehatan adalah
terbentuknya perilaku baru yang sesuai dengan
harapan pendidikan yang bermanfaat dan
memberikan nilai bagi upaya peningkatan dan
pemeliharaan kesehatan. Beberapa dimensi
perilaku tersebut adalah sebagai berikut :

4.

Hereditas (keturunan)

1. Perubahan Perilaku

2. Pembinaan Perilaku

3. Pengembangan Perilaku

secara konsep pendidikan kesehatan merupakan


upaya untuk mempengaruhi individu, keluarga
dan masyarakat agar melaksanakan perilaku
hidup bersih dan sehat. Sedangkan secara
operasional pendidikan kesehatan adalah upaya
untuk memberikan dan atau meningkatkan
pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) dan
keterampilan (psikomotorik) kepada individu,
keluarga dan masyarakat dalam meningkatkan
dan memelihata kesehatannya secara mandiri.

KONSEP PENDIDIKAN

Tekanan (enforcement)
Pendidikan (education)

b) Enabling factor (faktor pemungkin)


c) Reinforcing factor (faktor penguat)

Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kesehatan :


Faktor internal terdiri dari :

a.

Faktor fisik

b.

Faktor psikis

Agar upaya tersebut efektif, maka sebelum


dilakukan pendidikan perlu dilakukan terlebih
dahulu analisis terhadap masalah yang
mendasari pada perilaku awal, dengan
mengarahkan intervensi pada faktor yang
mempengaruhi (determinan) perilaku itu
sendiri. Menurut Green (1980), perilaku
dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor utama, yakni :
a) Predisposing factor (faktor mendasar)

Dasar Pendidikan dalam Kesehatan Masyarakat

1.

Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Kesehatan

2.
Faktor eksternal terdiri dari berbagai faktor
antara lain sosial, budaya masyarakat,

Keempat dimensi kesehatan tersebut (fisik,


mental, spritual dan sosial) saling
mempengaruh dalam mewujudkan tingka
kesehatanindividu, kelompok, atau masyarakat.
Sehingga kesehatan itu tidak hanya dinilai dari
satu atau dua aspek, tapi melihat secara
menyeluh dari semua aspek (holistik). Wujud
dari masing-masing aspek tersebut dalam
kesehatan seseorang antara lain sebagai berikut
:
Kesehatan fisik (badan)
Kesehatan mental (jiwa)

lingkungan fisik, politik, ekonomi, pendidikan, dan


sebagainya.

Kesehatan spiritual
Kesehatan sosial

Berdasarkan urutan besarnya (pengaruh) terhadap


kesehatan tersebut adalah sebagai berikut:

Muhammmad Najib Bustan memberikan batasan sehat


setidak-tidaknya terbebas dari 6D :

1.
Lingkungan, yang mencakup lingkungan fisik,
sosil, budaya, politik, ekonomi, dan sebagainya

1. Death (Kematian)

2.

2. Disease (Penyakit)

3. Disability (Kecacatan /Ketidakmampuan)

Perilaku

4. Discomfort (Kekurang-nyamanan)

5. Dissatisfaction (Kekurang-puasan)

6. Destitution (Kemelaratan).

3) pendidikan untuk kebersihan perorangan


(personal hygiene)

) pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis


dan perawatan untuk diagnosa dini dan
pengobatan

5) pengembangan rekayasa sosial untuk


menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan
hidup yang layak dalam memelihara
kesehatannya.

Upaya Kesehatan

Upaya kesehatan adalah segala upaya untuk


memelihara dan meningkatkan kesehatan, baik
yang dilakukan oleh pemerintah maupun
masyarakat. Upaya untuk mewujudkan
kesehatan dilakukan oleh individu, kelompok,
masyarakat, pemerintah maupun sektor swasta.
Upaya tersebut dapat dilihat dari 2 (dua) aspek,
yakni peningkatan kesehatan dan pemeliharaan
kesehatan. Peningkatan kesehatan mencakup 2
(dua) aspek, yakni promotif (peningkatan
kesehatan) dan preventif (pencegahan
penyakit), sedangkan pemeliharaan kesehatan
juga mencakup 2 (dua) aspek, yakni kuratif
(pengobatan penyakit) dan rehabilitatif
(pemulihan kesehatan). Upaya kesehatan
terkonsentrasi dan diwujudkan dalam satu
wadah pelayanan kesehatan yang disebut sarana
kesehatan.

Peran Pendidikan Kesehatan Dalam Kesehatan


Masyarakat

1.

Nyswander (1947)

2.

Grout (1958)

3.
A Joint Committee On Terminology In Health
Education Of United States (1951)
Sasaran dan tujuan

Sarana kesehatan tersebut pada umumnya


dibedakan menjadi 3 (tiga) tingkatan, yakni :
1. Sarana pelayanan kesehatan tingkat
pertama (primary care)

Kesehatan Masyarakat
Winslow (1920) seorang ahli kesehatan
masyarakat, membuat definisi tentang kesehatan
masyarakat yakni : kesehatan masyarakat adalah ilmu
dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup,
dan meningkatkan kesehatan melalui usaha-usaha
pengorganisasian masyarakat untuk :

1) perbaikan sanitasi lingkungan

2) pemberantasan penyakit-penyakit menular

Sasaran utama pendidikan / promosi kesehatan


adalah masyarakat khususnya perilaku
masyarakat. Berdasarkan tahapan upaya
promosi kesehatan, maka sasaran digolongkan
dalan 3 (tiga) kelompok yaitu :
Sasaran Primer
Sasaran Sekunder

2. Sarana pelayanan kesehatan tingkat


dua (secondary care)
3. Sarana pelayanan kesehatan tingkat
tiga (tertiary care)

Menurut :

Sasaran Tersier
Ruang Lingkup

Ruang lingkup atau cakupan pendidikan /


promosi kesehatan dapat dilihat dari 3 (tiga)
dimensi, yakni :
Dimensi Aspek Pelayanan Kesehatan

Pendidikan kesehatan pada


aspek promotif

Pendidikan kesehatan pada


aspek preventif

Dimensi Tatanan Pelaksanaan

Pendidikan kesehatan pada


tatanan keluarga (rumah tangga)
Pendidikan kesehatan pada
tantanan sekolah

Pendidikan kesehatan pada


tatanan tempat kerja

Pendidikan kesehatan pada


tatanan tempat-tempat umum

Pendidikan kesehatan pada


tatanan fasilitas pelayanan
kesehatan

Dimensi Tingkat Pelayanan

Bentuk perilaku

Bentuk pasif

Bentuk aktif,
Manajemen Kesehatan Masyarakat

A. Pengertian
Proses pengaturan kegiatan secara profesional disebut
Manajemen
Proses untuk mengatur kegiatan-kegiatan atau
pelayanan kesehatan masyarakat disebut Manajemen
Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Proses pengaturan kegiatan untuk mencapai tujuan
disebut Administrasi

Promosi Kesehatan (health


promoton)

Perlindungan Khusus (specifik


protection)

Proses pengaturan kegiatan atau pelayanan kesehatan


masyarakat disebut Administrasi Kesehatan
Masyarakat

Diagnosa Dini dan Pengobatan


Segera (early diagnosis and
prompt treatment)

Beberapa batasan tentang Manajemen yang dibuat


para ahli :

Pembatasan Cacat (disability


limitation)

Rehabilitasi (rehabilitation)

Perilaku kesehatan
Yaitu suatu respon seseorang (organisme) terhadap
stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit,
sistem pelayanan kesehatan, makanan serta lingkungan
Perilaku kesehatan mencakup 4 (empat) :
Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit
Perilaku terhadap pelayanan kesehatan, baik
pelayanan kesehatan tradisional maupun
modern
Perilaku terhadap makanan (nutrition
behavior),
Perilaku terhadap lingkungan kesehatan
(environmental health behavior)

1. Manajemen adalah pencapaian tujuan-tujuan


yang telah ditentukan dengan menggunakan
orang lain (Robert D. Terry)
2. Manajemen adalah suatu proses yang
dilakuakan oleh satu orang atau lebih untuk
mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan orang
lain guna mencapai hasil tujuan yang tidak
dapat dicapai oleh hanya satu orang saja
(Evancevich, 1989)
Kesimpulan umum : adalah suatu kegiatan untuk
mengatur kegiatan orang lain guna mencapai tujuan
atau menyelesaikan pekerjaan.
Apabila batasan ini diterapkan dalam bidang kesehatan
masyarakat dapat dikatakan sbb : Manajemen
Kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk
mengatur para petugas kesehatan dan non petugas
kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat
melalui program kesehatan
B. Perencanaan Kesehatan
Merupakan inti kegiatan manajemen

Suatu kegiatan atau proses penganalisisan dan


pemahaman sistem, penyusunan konsep, dan
kegiatan yang akan dilaksanakan untuk
mencapai tujuan-tujuan demi masa depan yang
baik.
Perencanaan atau rencana itu sendiri banyak
macamnya :
a)

Dilihat dari jangka waktu :

1. Rencana jangka panjang , berlaku antara 10-25


tahun

b)

C. Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah mengatur
personel atau staf yang ada dalam suatu institusi
agar semua kegiatan yang telah ditetapkan
dalam rencana dapat berjalan dengan baik,
yangbakhirnya semua tujuan bisa tercapai.
1. Organisasi Lini

2. Rencana jangka menengah, berlaku antara 5-7


tahun

Pembagian tugas dan wewenang terdapat


perbedaan yang tegas antara pimpinan dan
pelaksanaan

3. Rencana jangka pendek, berlaku hanya untuk 1


tahun

Peran pemimpin sangat dominan

Dilihat dari tingkatannya :


1. Rencana Induk (masterplan)
lebih menitikberatkan pada uraian kebijakan
organisasi. Rencana ini mempunyai tujuan
jangka panjang dan mempunyai ruang lingkup
yang luas.
2. Rencana oprasional (oprational planning)
lebih menitikberatkan pada pedoman atau
petunjuk dalam melaksanakan suatu program
3. Rencana harian (day to day planning)
ialah rencana harian yang bersifat rutin

c).

4. Rencana terintegrasi, rencana yang


mengandung uraian yang menyeluruh bersifat
terpadu.

Dilihat dari ruang lingkupnya :


1. Rencana Strategis, berisi uraian tentang
kebijakan tujuan jangka panjang dan waktu
pelaksanaan yang lama
2. Rencana taktis, rencana yang berisi uraian yang
bersifat jangka pendek, mudah menyesuaikan
kegiata-kegiatannya, asalkan tujuan tidak
berubah
3. Rencana menyeluruh, rencana yang
mengandung uraian secara menyeluruh dan
lengkap

Pelaksanaan kegiatan yang utama adalah


wewenang dan pemerintah
Sangat efektif digunakan di institusi-institusi
kecil
Kurang manusiawi
2. Organisasi Staf
Tidak begitu tegas garis pemisah antara
pimpinan dan staf pelaksana
Peran staf bukan sekedar pelaksana pemerintah
pimpinan, namun juga sebagai pembantu
pimpinan
Muncul karena makin kompleksnya masalahmasalah organisasi
Keputusan-keputusan yang dihasilkan
memakan waktu lama
3. Organisasi Lini dan Staf
Gabungan kedua jenis organisasi yang
terdahuku ( Lini dan Staf)
Staf bukan sekedar pelaksana tugas, tetapi juga
diberikan wewenang untuk memberikan
masukan demi tercapainya tujuan secara baik

Pemimpin memberi pemerintah atau nasihat,


juga bertanggungjawab atas perintah atau
nasihat

2. Proses

Keputusan yang diambil oleh pimpinan lebih


baik karena dipikirkan oleh sejulah orang dan
tanggung jawab pimpinan berkurang karena
mendapat dukungan dan bantuan dari staf

F. Rujukan

3. Keluaran (out put)

Secara umum dapat dibagi dalam tiga tingkat,


yakni : Sakit ringan (mild), sakit sedang (moderate),
dan sakit parah (severe).

D. Pengawasan dan Pengarahan


Tujuan pokok serta fungsi pengawasan
dan pengarahan adalah agar kegiatan-kegiatan
dan orang-orang yang melakukan kegiatan yang
telah direncanakan tsb dapat berjalan dengan
baik, dan tidak terjadi penyimpanganpenyimpangan.
1.

Objek Pengawasan
a. Kuantitas dan kualitas program

Ada tiga bentuk pelayanan, yakni :


a. Pelayanan kesehatan tingkat pertama (primary
health care)
b. Pelayanan kesehatan tingkat kedua (secondary
health vices)
c. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga (tertiary
health services)
Secara garis besar rujukan dibedakan
menjadi dua, yakni :

b. Biaya program
a. Rujukan medis
c. Pelaksanaan program
b. Rujukan kesehatan masyarakat
d. Hal-hal yang bersifat khusus
2. Metode Pengawasan
a. Melalui kunjungan langsung terhadap objek
yang diawasi
b. Melalui analisis terhadap laporan-laporan
yang masuk
c. Melalui pengumpulan data
d. Melalui tugas dan tanggung jawab para
petugas khususnya para pimpinan
3. Proses Pengawasan
a. Menyusun rencana pengawasan
b. Pelaksanaan pengawasan
c. Menginterpretasi dan menganalisis hasilhasil pengawasan
d. Menarik kesimpulan dan tindak lanjut

E. Sistem Pelayanan Kesehatan Masyarakat


Sistem adalah gabungan dari elemen-elemen didalam
suatu proses atau struktur dan berfungsi sebagai satu
kesatuan organisasi.
1. Masukan (Input)

G. Monitoring dan Evaluasi Program


Kesehatan
Monitoring dan evaluasi merupakan bagian yang
penting dari proses manajemen, karena dari evaluasi
akan diperoleh umpan balik terhadap program atu
pelaksanaan kegiatan.

Dari pembahasan di atas, bisa kita ambil


kesimpulan bahwa Administrasi Kesehatan
sangatlah erat kaitanya dengan manajemen.
Karena administrasi atau manajemen sangatlah
di perlukan dalam semua bidang.

Sehingga secara keseluruhan menjadi jelaslah


bahwa hal yang terpenting dalam melakukan
administrasi kesehatan bukanlah berupaya
menghasilkan keluaran yang berlebihan , bukan
pula yang bersifat mendatangkan keuntungan
(profit making), melainkan yang mempunyai
dampak (impact) yang positif bagi peningkatan
derajat kesehatan masyarakat secara
keseluruhan.

GIZI MASYARAKAT

Lemak
Nabati dan hewani

PENGANTAR
Makanan salah satu persyaratan pokok
manusia

Fungsi :
Menghasilkan kalori (9, 3 kal/gr)

Fungsi pokok makanan :


Memelihara proses tubuh dalam
pertumbuhan/ perkembangan serta
mengganti jaringan tubuh yang rusak
Memperoleh energi guna melakukan
kegiatan sehari-hari
Mengatur metabolisme dan mengatur
berbagai keseimbangan mineral dan
cairan tubuh lain
Berperan di dalam mekanisme
pertahanan tubuh terhadap berbagai
penyakit
Pengertian

Pelarut vitamin
Pelindung terhadap suhu rendah
Karbohidrat
Pembentuk energi
Vitamin
A, B, C, D, E, K
Mineral
Ca, Fe, F, Na, Cl, K, I, Se, Mn, Zn
Gizi Klinik Vs Gizi Masyarakat
A. GIZI KLINIK

Gizi : ilmu yang mempelajari tentang masalah


makanan yang dikaitkan dengan kesehatan

a. Sasaran perorangan (individu yang


kekurangan/ kelebihan gizi)

Mempelajari makanan mulai dari ditelan


sampai diubah menjadi bagian tubuh dan energi
serta diekskresikan sisanya (Djaeni, 1987)

b. Kuratif

Perkembangan : pengadaan, pemilihan,


pengolahan sampai penyajian makanan

d. Berurusan dengan masalah klinik

Mencakup makanan dan kesehatan

Zat makanan
Protein

c. Urusan bidang kedokteran

B. GIZI MASYARAKAT
a. Sasaran masyarakat
b. Preventif & promotif
c. Multisektor & multidisiplin
PENYAKIT-PENYAKIT GIZI

Nabati dan hewani

Konsumsi gizi menentukan status gizi

Fungsi :

Kesehatan optimum gizi optimum (tubuh


terbebas dari penyakit dan daya tahan bagus)

Membangun sel-sel yang rusak


Membentuk zat-zat pengatur
(enzim & hormon)
Membentuk zat inti energi
(menghasilkan 4,1 kal/1 gr)

Bila tidak seimbang mal nutrisi :


Kelebihan (overnutrition)
Kekurangan (undernutrition)
Jenis gangguan :

Kelebihan energi dalam tubuh disimpan dalam


bentuk lemak

Keadaan normal, timbunan lemak jaringan


subcutan, usus, ginjal

Obesitas organ tubuh harus bekerja keras


(membawa kelebihan BB) lebih cepat gerah,
capai, kecenderungan membuat kekeliruan
dalam bekerja

Ketidak seimbangan antara konsumsi kalori


dengan kebutuhan energi

Akibat : penyakit kardiovaskuler, hipertensi,


DM,

Ada defisit energi dan protein

4. Anemia

Kurang kalori protein


Obesitas
Anemia
Zeropthalmia
Penyakit gondok endemik
1.Kurang Kalori Protein

Sering terjadi pada balita (balita mengalami


pertumbuhan pesat)

Penyakit ini terjadi karena konsumsi zat


besi (Fe) pada tubuh tidak seimbang atau
kurang dari kebutuhan tubuh. Zat besi
merupakan mikro element yang esensial bagi
tubuh yang sangat diperlukan dalam
pembentukan darah, yakni hemoglobin (Hb).

Tingkatan penyakit :
Ringan BB anak : 84 95 % dari BB
menurut Standart Harvard
Sedang BB anak : 60 - 84% dari BB
menurut standart Harvard
Berat BB anak : < 60% dari BB
standart
Ada juga yang membedakan 2 :

Hb kurang dari normal.


4.Zerophthalmia

Kurang vit A

Gejala :

Ringan (gizi kurang)


Berat (gizi buruk) marasmus/
Kwashiorkor sangat kurus (< 60%),
muka berkerut seperti lansia, apatis,
rambut halus, jarang dan berwarna
kemerahan
KKP pada dewasa oedema (hanger odema)/
busung lapar/ kurang makan/ kelaparan
tampak odema pada kaki

Kekeringan pada biji mata kelenjar


lacrimalis menurun sekresinya

Selaput bola mata keriput dan kusam

Fungsi mata menurun rabun senja (


hemeralopia/ nictalpia)

Tidak sanggup melihat cahaya/


fotophobia

Stadium lanjut keratomalacia


kebutaan

2.Obesitas

5. Penyakit Gondok Endemik


Ketidaseimbangan antara konsumsi kalori
dengan kebutuhan energi /konsumsi energi
Intake kalori lebih banyak daripada penggunaan
energi

Kurang Iodium

Iodium diperlukan sebagai komponen H


Thyroksin

I dikonsentrasikan dalam Kel Gondok (Gld


Thyroidea) u/ sintesis H thyroksin.

Kurang I hypothiroidisme kompensasi


menambah jaringan kelenjar gondok
hipertropi kel gondok

Endemik di daerah terpencil di pegunungan (air


minum kurang mengandung mineral I)

Kurang I Cretinisme (cebol) kadang-kadang


disertai dengan :

Rasio antara berat badan (kg) dan tinggi badan


(m) kuadrat

Keterlambatan perkembangan jiwa dan


kecerdasan
Biasanya ibu kurang I

Pencegahan peningkatan konsumsi I

Program Iodiumisasi (penyediaan garam yang


beryodium)

Pengukuran Status Gizi masyarakat

Klasifikasi BMI Menurut WHO (1998)

Wattelow (1973) BB/TB

Kategori

BMI (kg/m2)

Throwbridge, F. (1970) BB/TB & Ukuran


lingkar lengan atas (LLA)

Resiko
Comorbiditas

Underweight

< 18.5 kg/m2

Rendah (tetapi
resiko terhadap
masalahmasalah klinis
lain meningkat)

Batas Normal

18.5 - 24.9
kg/m2
25
25.0 29.9
kg/m2
30.0 - 34.9kg/m2

Rata-rata

Obese II

35.0 - 39.9
kg/m2

Berbahaya

Obese III

40.0 kg/m2

Sangat
Berbahaya

Zeltin, M F (1673) BB/umur

Morley, D. (1971) BB dan TB per umur

Berat badan ideal (Brocca)

BB ideal = (TB 100) 10% (TB 100 )

Batas ambang yang diperbolehkan adalah +


10%

Overweight:
Pre-obese
Obese I

Meningkat
Sedang

Bila > 10% sudah kegemukan dan


Bila > 20% sudah terjadi obesitas

Contoh :
wanita dengan TB = 161 cm, BB = 58 kg
BB ideal

= (161 100) 10% (161 100)


= 61 6,1 = 54,9 (55 kg)

Klasifikasi Berat Badan yang diusulkan


berdasarkan BMI pada Penduduk Asia Dewasa
(IOTF, WHO 2000) .

BB 58 kg masih dalam batas normal > 10%


Kategori

BMI (kg/m2)

Risk of Comorbidities

Underweight

< 18.5 kg/m2

Rendah (tetapi
resiko terhadap

Indeks Masa Tubuh (IMT)

Batas Normal

18.5 - 22.9
kg/m2

Aktifitas tinggi banyak bermain dan


banyak kegiatan

masalahmasalah klinis
lain meningkat)
Rata rata

Nafsu makan menurun

Overweight:

23

At Risk

23.0 24.9
kg/m2

Meningkat

Obese I

25.0 - 29.9kg/m2

Sedang

Obese II

> 30.0 kg/m2

Berbahaya

Bayi (0 1 tahun)

Usaha UKS, Karang taruna, remaja


masjid dsb

Butuh zat-zat gizi yang cukup

Kebutuhan kalori : meningkat 300 350


kal

ASI makanan utama bayi (0 6 bulan)


Balita

Peningkatan kebutuhan protein : 10


gr/hari

Umur rawan gizi dan rawan penyakit

Peningkatan metabolisme kebutuhan


vitamin dan mineral juga meningkat

OK :

Masa transisi (dari makanan bayi


ke makanan dewasa)

Pada anak yang sudah


mempunyai adik perhatian
ibu kurang

Ibu menyusui
ASI makanan utama bayi

Balita yang sudah mulai main


tanah rawan terinfeksi
berbagai macam penyakit

800 850 ml/hari (kalori 60 65)


harus digantikan dengan suplai makanan
yang cukup bagi si ibu

Belum mampu mengurus diri


sendiri

Kebutuhan ibu meningkat suplai


harus ditambah 800 kal/ hari dan 25 gr
protein tambahan/ hari

Anak Sekolah :

Defisiensi Fe
Defisiensi vit E
OK :

Kurang gizi BBLR, prematur, lahir


mati dsb

BB rendah

Ibu Hamil
Berkaitan dengan pertumbuhan janin
yang dikandung dan organ yang
mendukung kehamilan

Masa pertumbuhan dan perkembangan


pesat

Remaja
Pertumbuhan sangat pesat (kegiatan
jasmani mencapai puncaknya)

Kelompok Rentan Gizi

Program UKS untuk membina &


meningkatkan gizi dan kesehatan kelompok
usia ini

Dalam batas tertentu zat gizi diambil


dari ibu (tanpa menghiraukan apakah
ibu punya cukup persediaan/ tidak
Konsumsi ibu tidak cukup
berpengaruh terhadap ASI

Khusus untuk protein bila konsumsi ibu


tidak mencukupi maka akan mengambil
dari ibu ibu tampak kurus
Bila Ca kurang juga akan mengambil
dari ibu gigi/tulang

Lansia

f. Agar terhindar dari gangguan kesehatan yang


disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja
g. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi
dalam bekerja
Jenis-jenis Kecelakaan Kerja
A. Jatuh

Terjadi proses degeneratif juga pada


organ pencernaan makanan kurang
dapat di cerna secara sempurna

B. Tertimpa benda jatuh

Makanan tinggi serat mudah dicerna

D. Terjepit

Hindari obesitas

E. Gerakan berlebihan

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

C. Menginjak dan terantup

F. Kontak suhu tinggi

A. Pengertian menurut KBBI

G. Kontak aliran listrik

Suatu kondisi kerja yang terbebas


ancaman bahaya yang mengganggu proses aktivitas
dan mengakibatkan terjadinya cedera, penyakit,
kerusakan harta benda, serta gangguan lingkungan.

H. Kontak dengan bahan bahaya / radiasi

B.Pengertian menurut Ohsas 18001 2007 :


K3 adalah kondisi dan faktor yang
mempengaruhi atau akan mempengaruhi keselamatan
dan kesehatan pekerja, tamu atau orang lain di tempat
kerja.

Penyebab Kecelakaan Kerja


A. Faktor manusia
B. Faktor peralatan kerja
C. Faktor lingkungan
Manfaat K3
1. Meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja

Jadi menurut KBBI dan Ohsas disimpulkan bahwa


K3 adalah suatu program yang menjamin keselamatan
dan kesehatan pegawai di tempat kerja.
Tujuan K3
a.Agar setiap pegawai mendapat jaminan
keselamatan,dan kesehtan kerja baik secara fisik,
sosial dan psikologis
b.Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja di
gunakan sebaik-baiknya dan selektif mungkin

2. Mengurangi kerugiaan ekonomi suatu perusahaan


3. Memberi hak azasi pekerja untuk hidup sehat dan
selamat
Perlengkapan dan Peralatan K3
1. Alat pelindung diri
Contoh : helm kerja,pakaian
kerja,masker,sarung tangan, kacamata ,sepatu
kerja dll
2. Slogan- slogan K3

c.Agar semua hasil produksi di pelihara keamanannya


Hambatan Program K3
d.Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan gizi pegawai
e.Agar meningkatkan kegairahan, keserasian kerja,
dan partisipasi kerja

1. Kurangnya persepsi tentang K3


2. Kurangnya perhatian dan pengawasan K3
3. Ada anggapan K3 menambah biaya

4. Tanggung jawab K3 hanya pada kontraktor saja


5. Kurang aktifnya perusahaan ansuransi terhadap K3
Rambu Larangan (Prohibited Sign)
yaitu tanda yang bertujuan untuk memberitahukan
kepada orang yang melihat untuk tidak melakukan halhal yang dilarang tersebut karena dapat
mengakkibatkan kecelakaan total.
Biasa ditandai dengan pictogram berwarna hitam
yang dikelilingi geometri outline lingkaran dan tanda
silang berwarna merah.
Rambu Bahaya (Danger Sign)
yaitu tanda yang mengindikasikan kondisi sangat
dekat dengan bahaya,yang jika tidak dihindari akan
menyebabakan kematian atau cedera serius.
Emergency Sign
yaitu tanda untuk menyatakan mengutatamakan
keselamatan/darurat.
Obey Sign
yaitu tanda untuk ditaati atau melakukan anjuran.
Baik untuk mencegah suatu kecelakaan terjadi.
Fire Sign
yaitu tanda ynag bertujuan untuk memberikan
informasi kepada orang lain agar tahu di mana letak
peralatan pemadam api jika terjadi kebakaran.