Anda di halaman 1dari 2

Analisa Strategi Situasi dan Kondisi Pendidikan Pancasila Dalam Pendidikan Moral Pancasila dan Revolusi Mental Untuk

Mengispirasi
Tentang Adil dan Makmur Terhadap Hubungan Dokter Terhadap Pasien Studi Kasus di Kabupaten Sintang

Judul Kelompok
Pendidikan Moral Pancasila
dan Revolusi Mental
1

Strategi
Pancasila

Pembukaan UUD 45
Adil dan Makmur

Kesehatan
Dokter terhadap Pasien

Kabupaten
Sintang

a. Sebagian besar
a. Masyarakat sudah
mengamalkan ajaran agama

b. Ada masyarakat yang tidak


Ketuhanan
Yang Maha
Esa

I c.

d.

beragama
Kelompok masyarakat masuk
kedalam pelosok untuk
mengajarkan ketuhanan
Masyarakat tidak saling
menghormati dalam
beribadah

a. Warga bersikap baik sesuai


Kemanusiaan
yang Adil dan
Beradab

b.
II

c.
d.

dengan kondisi
Warga yang belum
berperilaku baik
sebagaimana seharusnya
Bersikap dan berperilaku
baik di ajarkan sejak kecil
Mayarakat yg tidak peduli
terhadap perilakunya

a. Masyarakat sudah

Persatuan
Indonesia

b.
III

c.
d.

Kerakyatan
yang
Dipimpin Oleh
Hikmat
Kebijaksanaan
Dalam
Permusyawar
atan /
Perwakilan

membangun hubngan yang


baik
Masyarakat memilih hidup
individu
Belajar kelompok dari kecil
menimbulkan rasa
persatuan
Persatuan masyarakat masih
persatuan kelompok

a. Pemerintahan Indonesia
b.
IV

c.
d.

menggunakan musyawarah
Masyarakat mementingkan
pendapat sendiri
Musyawarah ditanamkan
melalui kebiasaan dr kecil
Belum mengetahui cara
mempraktikan musyawarah

a. Masyarakat bersosialisasi
dengan baik

a. Pemerintah memfasilitasi

a. Masyarakat mempercayai

tempat beribadah dgn merata

b. Sebagian daerah masih sulit


c.
d.

menemukan tempat suci untuk


beribadah
Masyarakat memahami
toleransi antar umat beragama
Semakin tinggi tingkat
keegoisan beribadah

a. Masyarakat memanfaatkan dgn


b.
c.
d.

baik kekayaan alam


Ada masyarakat yang mensiasiakan kekayaan alam
Pengajaran sejak kecil tentang
pemanfaatan kekayaan alam
Menjual hasil bumi ke Negara
lain

a. Masyarakat bersatu
b.
c.
d.

membangun pertanian
Masyarakat egois akan hasil
alam yg dimiliki
Kepala desa sebagai penengah
dalam pembagian hasil tani
Keributan pembagian hasil
perkebunan

a. Memperluas daerah pertanian


b.
c.
d.

dengan musyawarah mufakat


Batas pertanian tidak dgn
batas permanen
Edukasi batas pertanian
dengan bukti tertulis
Petani meributkan batas
pertanian

a. Mendapatkan kekayaan alam

b.
c.
d.

kebesaran Tuhan untuk


mengangkat penyakitnya
Pasien lebih mempercayai
dokter dari pada Tuhan
Dokter meyakini bahwa
kesembuhan dari Tuhan
Pasien menyalahkan dokter
dan melupakan takdir Tuhan

a. Dokter Indonesia

c.
d.
a.

berkepribadian luhur

b.

pengobatan mahal

c.

b. Memanfaatkan pasien untuk


c. Sumpah dokter menyatakan
d.

b.

kesehatan pasien
diutamakan
Pasien banyak menuntut
dokter padahal tidak

a. Pasien memahami tujuan

d.
a.

tindakan dokter

b. Dokter tidak memahami


c.
d.

msalah kesehatan pasien


Majunya teknologi
membantu memahami
suatu penyakit
Pasien menuntut dokter
kejalur hukum

a. Dokter meminta
b.
c.
d.

persetujuan pasien untuk


bertindak
Pasien menyetujui tindakan
dokter tanpa tahu tujuan
Pasien kritis bertanya
kepada dokter
Mempercayai penyakit
sebagai kutukan

a. Dokter mendahulukan
pasien yang datang

b.
c.
d.
a.
b.
c.
d.
a.

masyarakat suku Dayak


sudah memeluk agama
islam
Ada masyarakat yang
hanya mempercayai
adat
Banyak pendatang yang
memeluk agama Islam
melayu
Terjadi keributan karena
kurangnya toleransi
beragama
Tingkat kesehatan dan
pendidikan semakin baik
Kurangnya sumber daya
alam yg optimal
Pembinaan generasi
muda dapat
memperbaiki akhlak
masyarakat
Ada generasi muda yang
belum mengenyam
pendidikan
Bersama-sama
menciptakan lingkungan
aman dan damai
Kelompok masyarakat
beragama minoritas
Pemerintah mengayomi
untuk bersama
membangun
Masyarakat mulai hidup
individual
Meningkatkan
pembangunan
infrastruktur
Masyarakat belum
memanfaatkan
infrastruktur
Edukasi pemerintah
tentang pemanfaatan
infrastruktur
Masyarakat merusak
infrastruktur
Kegiatan ekonomi mulai
berkembang baik