Anda di halaman 1dari 4

Etika, Moral, Hukum, dan Undang-undang dalam bidang IT

PENGERTIAN UMUM ETIKA, MORAL, HUKUM, DAN


UNDANG-UNDANG

Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi
mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar,
salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi
konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai
etika).

Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral
juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Moralisasi, berarti uraian
(pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakuan yang baik. Demoralisasi, berarti kerusakan
moral.Menurut asal katanya moral dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan
menjadi aturan kesusilaan. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukanmores,
tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun dan tidak cabul. Jadi, moral adalah aturan
kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal
dari bahasa Sansekerta, su artinya lebih baik, sila berarti dasar-dasar, prinsip-prinsip atau peraturanperaturan hidup. Jadi susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik.

Hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan
kelembagaan dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan masyarakat
dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam hubungan sosial
antar masyarakatterhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara
negara dapat menuntut pelaku dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan
hukum, perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara perwakilan di
mana mereka yang akan dipilih.

Undang-Undang/Perundang-undangan (atau disingkat UU) adalah Peraturan Perundangundangan yang dibentuk olehDewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan persetujuan bersama Presiden.
Undang-undang memiliki kedudukan sebagai aturan main bagi rakyat untuk konsolidasi
posisi politik dan hukum, untuk mengatur kehidupan bersama dalam rangka mewujudkan tujuan dalam
bentuk Negara. Undang-undang dapat pula dikatakan sebagai kumpulan-kumpulan prinsip yang
mengatur kekuasaan pemerintah, hak rakyat, dan hubungan di antara keduanya.

Etika dan Moral dalam Penggunaan Teknologi


Informasi dan Komunikasi
Etika dan moral harus mendapat perhatian yang utama dalam penggunaan teknologi informasi
dan komunikasi, terutama dalam perangkat lunak (software) . Teknologi informasi dan
komunikasi berorientasi pada perangkat-perangkatnya, yaitu komputer (sebagai hardware )
dan perkembangan software (sebagai perangkat lunak). Software merupakan hasil dari
pemikiran dan budidaya manusia. Di dalam teknologi informasi, perangkat lunak atau program

komputer ini lebih dihargai daripada produk lainnya. Dalam hal ini ditekankan kepada masalah
berikut ini :

Hak Cipta
Hak cipta secara international dilambangkan , yaitu hak eksklusif pencipta atau pemegang
hak cipta untuk mengatur penggunaan hasil penuangan gagasan atau informasi tertentu.
Dengan memiliki hak cipta, maka pemilik dapat melindungi atau membatasi penggandaan secara
tidak
sah atas suatu ciptaannya. Hak cipta merupakan salah satu jenis hak kekayaan intelektual, namun
hak cipta berbeda secara mencolok dari hak kekayaan intelektual lainnya (seperti paten, yang
memberikan hak monopoli atas penggunaan invensi), karena hak cipta bukan merupakan hak
monopoli untuk melakukan sesuatu, melainkan hak untuk mencegah orang lain yang
melakukannya dan proses perlindungan atas ciptaannya tersebut pada umumnya memiliki masa
berlaku tertentu yang terbatas. Hak cipta berlaku pada berbagai jenis karya seni atau karya cipta
atau ciptaan. Ciptaan tersebut dapat mencakup puisi, drama, serta karya tulis lainnya, film,
karya-karya koreografis (tari, balet, dan sebagainya), komposisi musik, rekaman suara, lukisan,
gambar, patung, foto, perangkat lunak komputer, siaran radio dan televisi, dan (dalam yurisdiksi
tertentu) desain industri. Hukum yang mengatur hak cipta biasanya hanya mencakup
ciptaan yang berupa perwujudan suatu gagasan tertentu dan tidak mencakup gagasan umum,
konsep, fakta, gaya, atau teknik yang mungkin terwujud
atau terwakili di dalam ciptaan tersebut. Sebagai contoh, hak cipta yang berkaitan dengan
tokoh kartun Scooby Doo melarang pihak yang tidak berhak menyebarkan salinan kartun
tersebut atau menciptakan karya yang meniru tokoh anjing tertentu ciptaan Walt Disney
tersebut, namun tidak
melarang penciptaan atau karya seni lain mengenai tokoh anjing secara umum.

Hak-hak yang tercakup dalam hak cipta antara lain sebagai berikut:

1) Hak perbanyakan (right of

reproduction)

Hak perbanyakan adalah kekayaan intelektual yang paling dasar dan substansial. Perbanyakan
berarti perbanyakan dalam bentuk konkret melalui cetakan, fotografi, suara, rekaman visual, dan
sebagainya. Penerbitan adalah salah satu metode yang paling tua. Umumnya hak- hak yang
bertalian dengan penerbitan disebut menerbitkan dan hak-hak ini adalah salah satu jenis dari
hak perbanyakan.
2) Hak mempertunjukkan (right of

performance)

Hak mempertunjukkan berarti hak untuk mempertunjukkan di muka umum sebuah sandiwara
berdasarkan naskah tulisan sendiri atau musik ciptaan sendiri. Pencipta memiliki hak khusus

untuk mengadakan pertunjukan. Di muka umum tidak mencakup kegiatan berlatih seorang diri
atau mengadakan pertunjukan di depan keluarga sendiri. Di muka umum berarti di depan sejumlah
besar orang tertentu atau tidak tertentu. Ini berlaku tidak saja bagi pertunjukan
secara langsung, tetapi juga bagi pemutaran rekaman suara, cakram padat, dan sebagainya. Di
depan umum menggunakan pengeras suara untuk menyiarkan sebuah pertunjukan kepada orangorang di luar gedung bioskop.
3) Hak menyajikan (right of

presentation)

Hak menyajikan berarti hak memproyeksikan ciptaan sendiri pada sebuah layar atau objek lain.
Pada masa lalu, hak ini diterapkan pada film, tetapi karena kemajuan teknologi dalam membuat
dan memproyeksikan gambar, ciptaan sekarang dapat diproyeksikan pada layar komputer dan
layar LCD. Undang-undang sekarang mengakui hak menyajikan, artinya hak memperlihatkan
ciptaan sendiri di depan umum dengan menggunakan peralatan audio visual untuk semua
jenis ciptaan. Hak ini sekarang bahkan diterapkan pada proyeksi foto atau gambar karya seni ke
layar.
4) Hak menyebarkan (right of

public transmission)

Pencipta punya hak untuk menyebarluaskan ciptaannya di depan umum. Karena menyebarluaskan
kepada umum berarti menyebarluaskan melalui radio, televisi, dan sebagainya.
5) Hak menuturkan (right of

recitation)

Hak menuturkan adalah hak pencipta untuk menuturkan karya tulisnya di depan umum. Ini
mencakup menuturkan isi buku karangannya di depan umum dan merekam turunannya dan
memutarnya di depan umum.
6) Hak memamerkan (right of

exhibition)

Hak ini menyangkut peragaan karya seni dan foto. Pencipta diakui sebagai pemegang hak khusus
untuk memamerkan karyanya di depan umum. Ini berlaku misalnya dalam hal penyerahan
ciptaan orisinil
kepada penyelenggara pameran seni untuk dilihat orang banyak. Karena lukisan sesuatu yang
dapat dijual, ada pertanyaan menggelitik, apakah hak khusus pencipta masih melekat pada
lukisan tersebut, walaupun lukisan itu kini dijual bebas? Bila setiap kali memamerkan karya lukisan
harus minta izin kepada pelukisnya, tentu hal ini sangat sulit dalam implementasinya. Bagaimana
mungkin seseorang pemilik hak lukisan tersebut harus selalu mengejar penciptanya?
7) Hak distribusi (right of

distribution,

transfer of

ownership and

lending)

Hak distribusi adalah mengalihkan hak milik dan meminjamkan. Hak ini awalnya ditujukan
untuk pembuat film dan memberi mereka hak distribusi film-film mereka sendiri. Namun sekarang
hak distribusi juga berlaku bagi penjualan dan penyewaan piranti lunak video game.Distribusi
berarti perbanyakan karya sinematografi di muka umum, yang juga berarti menjual dan
menyewakan kaset, CD atau DVD.

8) Hak terjemahan, aransemen, transformasi, dan adaptasi (right


arrangement, transformation, and adaptation)

of

translation,

Bahwa pencipta itu berhak untuk menerjemahkan, mengaransemen musik, mentransformasi, atau
mengadaptasi ciptaannya untuk membuat turunan. Terjemahan berarti mengekspresikan karya
sastra ke dalam bahasa yang lain dari bahasa sumber. Istilah bahasa menyangkut kata yang
digunakan untuk komunikasi antara seseorang dengan yang lain, dan karena itu tidak mencakup
bahasa komputer
http://ochaligoresi.blogspot.com/2013/09/perbedaan-etika-moral-hukum-danundang.html