Anda di halaman 1dari 5

Bab 1

Pendahuluan

1.1. Latar Belakang Masalah


PT. GMF Aeroasia merupakan anak perusahaan PT. Garuda Indonesia yang
berfokus pada jasa MRO (Maintenance, Repair and Overhaul) untuk pesawat
terbang. GMF dipisahkan dari induk perusahaannya pada tahun 2002. Pemisahan
dari Garuda Indonesia pada tahun 2002 dilakukan dengan dasar tujuan untuk
memaksimalkan fokus pada masing-masing core business di unit bisnis Garuda
Indonesia. Bertempat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta, GMF
menempati lahan seluas 115 Ha meliputi hanggar, apron, runway, gudang, taman,
dan gedung perkantoran. GMF beroperasi selama 24 jam nonstop dengan jumlah
karyawan sekitar 2500 karyawan. Jasa yang ditawarkan oleh GMF diantaranya
adalah Line Maintenance, Base Maintenance, Engine Maintenance, Component
Maintenance, Learning Center dan Power Services.

Diantara seluruh jenis jasa dan unit bisnis yang ditawarkan oleh GMF, unit bisnis
GMF Power Services merupakan satu-satunya unit bisnis yang tidak memiliki
fokus pada bidang MRO pesawat terbang. Unit GMF Power Services merupakan
unit bisnis GMF yang memiliki fokus bisnis pada jasa perawatan mesin-mesin gas
turbin industri. Unit GMF Power Services atau disebut juga unit IGTE (Industrial
Gas Turbine Engine) didirikan pada tahun 2006 dengan tujuan untuk merambah
pasar baru pada bidang perawatan mesin gas turbin yang secara teknis dan operasi
perawatan memiliki kesamaan dengan perawatan mesin pesawat terbang.

Dalam memenuhi visi dan misinya untuk menjadi salah satu pemimpin pada bisnis
MRO mesin gas turbin industri dan peralatan terkait pada 2015, GMF Power
Services perlu untuk meningkatkan performa operasi bisnisnya, terutama dalam hal
ketepatan dalam memenuhi tenggat waktu yang disepakati dalam harga yang tetap
kompetitif. Strategi yang bisa dilakukan untuk memenuhi target pencapaian

tersebut adalah dengan merancang strategi pengadaan material yang efektif dan
efisien sehingga mampu meminimasi keterlambatan waktu proses akibat
keterlambatan pengiriman dan kemungkinan minimasi harga melalui jalinan kerja
sama dengan pemasok.

Permasalahan yang dianalisis oleh peneliti dalam hal ini adalah bagaimana
merancang strategi pengadaan yang efektif dan efisien dari segi harga dan kepastian
ketersediaan material. Strategi dirancang menggunakan metode Kraljik Portofolio
Matriks yang akan menentukan klasifikasi material berdasarkan faktor penggunaan
tahunan, harga material dan resiko ketika terjadi stock out dan dikategorikan
menjadi 4 kategori yaitu, critical, bottleneck, leverage, dan routine. Hasil
klasifikasi kemudian digunakan untuk menentukan metode pengadaan yang dipilih.
Metode pertama adalah melakukan konsinyasi dengan pemasok untuk material
dengan kategorii critical dan leverage sedangkan metode kedua adalah
menggunakan purchase order untuk material dengan kategori routine dan
bottleneck.
Diharapkan dengan merancang strategi pengadaan yang sesuai dengan jenis
material mampu memenuhi target pencapaian untuk meminimasi waktu proses dan
harga jasa yang ditawarkan sehingga mampu meningkatkan keunggulan kompetititf
untuk mencapai visi GMF Power Services sebagai salah satu pemimpin pada bisnis
MRO mesin gas turbin industri dan peralatan terkait pada 2015.

1.2. Tujuan dan Manfaat Kerja Praktek


Tujuan kerja praktek dibagi menjadi 2 bagian, yaitu tujuan umum dan tujuan
khusus. Tujuan umum menggambarkan tujuan secara umum pelaksanaan kerja
praktek, sedangkan tujuan khusus menggambarkan tujuan spesifik pada pemecahan
masalah di lokasi kerja praktek.
Tujuan Umum:
1. Memperluas pengetahuan dan wawasan bidang teknik khususnya teknik
industri

2. Membandingkan ilmu pengetahuan yang didapatkan di bangku kuliah


dengan penerapannya di perusahaan
3. Mengkaji permasalahan yang ada di perusahaan dan dapat memberikan
solusi untuk memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan ilmu
yang dimiliki
Tujuan Khusus:
1. Menganalisis masalah-masalah yang ada pada bagian procurement GMF
Power Services
2. Mengklasifikasikan material yang digunakan pada operasi bisnis di GMF
Power Services berdasarkan nilai penggunaan dan resiko stock out
3. Merancang strategi pengadaan yang sesuai dengan klasifikasi material yang
digunakan pada operasi bisnis GMF Power Services
Manfaat:
1. Menambah wawasan mahasiswa mengenai penerapan ilmu teknik industri
di dunia kerja
2. Menambah wawasan mahasiswa mengenai lingkungan pekerjaan
3. Meningkatkan soft skill dan hard skill mahasiswa berkaitan dengan
lingkungan pekerjaan

1.3. Asumsi dan Pembatasan Masalah


Agar pemecahan masalah yang dirancang sesuai dengan konteks permasalahan
maka masalah perlu untuk dibatasi, adapun pembatasan masalah dalam kasus ini
adalah:
1. Strategi pengadaan yang dirancang dibatasi hanya untuk unit GMF Power
Services di PT. GMF AeroAsia
2. Strategi yang dimaksud adalah strategi hubungan kerja sama dengan
pemasok berdasarkan klasifikasi material pada tingkat penggunaan dan
tingkat resiko material di sub unit bisnis GMF Power Services

Adapun beberapa asumsi diperlukan agar solusi bisa diterapkan secara praktis dan
sesuai dengan keadaan konkret di lokasi permasalahan, asumsi yang digunakan
dalam hal ini sudah mendapatkan persetujuan dari pembimbing di lokasi kerja
praktek. Adapun asumsi yang digunakan adalah:
1. Narasumber yang digunakan dalam menentukan tingkat resiko pada
perancangan strategi pengadaan adalah manajer produksi yang diasumsikan
memiliki pemahaman penuh mengenai material yang dianalisis dan
diasumsikan mewakili seluruh divisi produksi
2. Tingkat resiko yang dimaksud adalah resiko terganggunya operasi ketika
terjadi stock out pada material yang dianalisis
3. Batasan nilai penggunaan material tahunan minimum untuk melakukan
konsinyasi diasumsikan sebesar 25% dari total nilai penggunaan tahunan

1.4. Sistematika Penulisan


Bab 1 Pendahuluan
Pendahuluan memuat hal-hal berikut:
1.1. Latar belakang masalah
Gambaran singkat Perusahaan tempat KP, latar belakang dan penjelasan
penyebab munculnya masalah
1.2. Tujuan dan Manfaat KP
1.3. Asumsi dan Pembatasan Masalah
1.4. Sistematika penulisan

Bab 2 Data Umum Perusahaan


Bab ini memuat :
1.1. Nama dan Sejarah
Menjelaskan Nama Perusahaan, jenis usaha, sejarah dari mulai didirikan
sampai sekarang
1.2. Produk-produk/ Jasa Perusahaan
Menjelaskan berbagai jenis layanan dan produk yang dihasilkan oleh
perusahaan

1.3. Struktur Organisasi


Menjelaskan Bagian organisasi perusahaan (departemen, divisi, unit kerja),
tugas masing-masing bagian dan hubungan antar bagian. Jumlah pegawai per
bagian dan jumlah total pegawai di perusahaan
1.4. Bagian Organisasi Tempat Kegiatan KP
Menjelaskan secara rinci aktivitas dan keadaan di bagian (departemen, divisi,
unit kerja) tempat mahasiswa melakukan KP. Menjelaskan juga proses kerja,
jenis peralatan yang dimiliki (misalnya mesin-mesin), produk yang dihasilkan

Bab 3 Pengumpulan dan Pengolahan Data


Menjelaskan sumber dan cara-cara pengumpulan dan pengolahan data (sesuai
dengan topic/tugas KP yang diberikan). Menjelaskan juga teknik dan alat
pengolahan data yang digunakan dalam pemecahan masalah.

Bab 4 Analisis
Berisi analisis dan hasil dari pengolahan data.

Bab 5 Kesimpulan dan Saran


Berisi kesimpulan yang berkaitan dengan tugas KP yang diberikan dan saran-saran
yang perlu dilakukan untuk tindak lanjut yang lebih baik dari hasil pemecahan
masalah.