Anda di halaman 1dari 3

1.

Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika


Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem
ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya.
Aplikasi :
a) Mineral pembentuk batuan adalah mineral-mineral yang menyusun suatu batuan
dengan kata lain batuan yang terdiri dari berbagai macam mineral. Dalam proses
pendinginan magma dimana magma itu tidak langsung semuanya membeku,
tetapi mengalami penurunan temperatur secara perlahan bahkan mungkin cepat.
Penurunan temperature ini disertai mulainya pembentukan dan pengendapan
mineral-mineral tertentu yang sesuai dengan temperaturnya.
b) pada saat kita menukur suhu badan saat sedang demam. Misalkan saja ada dua
tempat pengambilan data, yaitu di daerah ketiak (i) dan yang kedua adalah di
dalam mulut (ii). Dan sebagai benda ketiga adalah termometer sebagai pengukur
suhu badan.Sebelum dimulai pengambilan data, maka terlebih dahulu diukur
suhu awal termometer, jika misalnya diketaui suhu awalnya 35C. Lalu dimulai
pengambilan data pertama. Pengambilan data pertama adalah di daerah ketiak (i)
atau di lipatan lengan ketiak, termometer diletakkan di dalamnya dan dicatat
perubahan suhu termometer dalam 3 menit (180 sekon). Dan ternyata didapatkan
data suhu di ketiak (i) sebesar 38C. Lalu termometer didinginkan dengan caara
dikibas kibaskan agar suhunya kembali seperti semula (35C). Setelah suhu
termometer kembali lagi, maka diambil data pada tempat kedua, yaitu di dalam
mulut (ii). Sama seperti pada pengambilan data pertama, suhu dicatat setelah
termometer berada di dalam mulut dalam waktu 180 sekon. Dan ternyata setelah
180 sekon, suhu yang berada di dalam mulut (ii) juga sebesar 38C. Maka dari
data tersebut dapat disimpulkan bahwa suhu tubuh keseluruhan (sistem) adalah
sebesar 38C.

2. Hukum Pertama Termodinamika


a. Jika kulkas disebut sebagai sistem dan panas yang ada di luar nya adalah
lingkungan. Adanya perubahan suhu dan tekanan di dalam sistem tersebut
akan membuat terjadinya hukum termodinamika pertama. Kalor mengalir
dari dalam sistem ke luar sistem (lingkungan). Lalu, di dalam kulkas bekerja
usaha untuk tetep menyetabilkan keadaan di dalam kulkas. Usaha ini diubah
dalam bentuk yang lain, yaitu menjadi bunga es, sehingga suhu es tetap
terjaga (dingin) meskipun mesinnya menghasilkan kalor (mengubah dari
energi listrik menjadi kalor yang digunakan untuk mendinginkan isi kulkas).
Jika usaha nya tidak diubah dalam bentuk bunga es, maka kulkas
akan overheat atau kepanasan dan akan cepat rusak.
b. Motor bensin yang umum ialah motor empat langkah (empat tak); disebut
empat langkah karena terjadi empat proses dalam satu daur. Misalkan pada
suatu saat piston berada pada puncak geraknya; lalu pada waktu piston itu
bergerak turun, suatu campuran yang terdiri atas udara dan uap bensin
terhisap masuk ke dalam silinder karena katup masuk terbuka dan katup
pembuangan tertutup. Gerak turun ini disebut langkah menghisap. Pada
akhir langkah ini, katup masuk menutup dan piston bergerak naik
memampatkan campuran udara-bensin tadi hamper adiabat. Gerak ini
disebut langkah kompresi. Pada atau dekat puncak ini sebuah bunga api
menyalakan campuran udara-bensin, sehingga terjadi pembakaran yang
sangat cepat. Tekanan dan suhu naik pada volum konstan.
Piston kini bergerak ke bawah akibat gas yang hampir secara adiabat
memuai. Gerak ke bawah yang ini disebut langkah daya atau langkah usaha.
Pada akhir langkah daya katup pembuangan membuka. Tekanan dalam
silinder turun dengan sangat cepat sampai mencapai tekanan atmosfer dan
piston yang lalu bergerak naik mendesak ke luar hamper semua gas yang
tersisa. Katup pembuangan kini menutup, katup masuk terbuka, dan daur
mulai kembali.

3. Aplikasi Hukum Termodinamika 2

Mekanisme AC
Sistem kerja AC terdiri dari bagian yang berfungsi untuk menaikkan dan
menurunkan

tekanan

supaya

penguapan

dan

penyerapan

panas

dapat

berlangsung.Bagian-bagian AC adalah:
a. Kompresor : Kompresor adalah power unit dari sistem sebuah AC. Ketika AC
dijalankan, kompresor mengubah fluida kerja/refrigent berupa gas dari yang bertekanan
rendah menjadi gas yang bertekanan tinggi. Gas bertekanan tinggi kemudian diteruskan
menuju kondensor.
b. Kondensor :adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengubah/mendinginkan gas
yang bertekanan tinggi berubah menjadi cairan yang bertekanan tinggi. Cairan lalu
dialirkan ke orifice tube.
c. Orifice Tube : di mana cairan bertekanan tinggi diturunkan tekanan dan suhunya
menjadi cairan dingin bertekanan rendah. Dalam beberapa sistem, selain memasang
sebuah orifice tube, dipasang juga katup ekspansi.
d. Katup ekspansi : merupakan komponen terpenting dari sistem. Ini dirancang untuk
mengontrol aliran cairan pendingin melalui katup orifice yang merubah wujud cairan
menjadi uap ketika zat pendingin meninggalkan katup pemuaian dan memasuki
evaporator/pendingin
e. Evaporator/pendingin : refrigent menyerap panas dalam ruangan melalui kumparan
pendingin dan kipas evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan. Refrigent
dalam evaporator mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah, tapi masih
mengandung sedikit cairan. Campuran refrigent kemudian masuk ke akumulator /
pengering. Ini juga dapat berlaku seperti mulut/orifice kedua bagi cairan yang berubah
menjadi uap bertekanan rendah yang murni, sebelum melalui kompresor untuk
memperoleh tekanan dan beredar dalam sistem lagi. Biasanya, evaporator dipasangi
silikon yang berfungsi untuk menyerap kelembapan dari refrigent.