Anda di halaman 1dari 3

BAB II

LAPORAN KASUS DISKUSI

a. Kasus Diskusi

Rumah Sakit (dokter) Menggugat Pasien

Seorang wanita berusia 32 tahun dating berobat ke sebuah Rumah Sakit (RS) dengan keluhan
demam yang berlangsung sudah 3 hari. Oleh dokter yang menangani pasien dianjurkan untuk
melakukan pemeriksaan darah. Hasil laboraturium menunjukkan bahwa trombosit
27.000/mm3 dan ibu ini disarankan untuk menjalani rawat inap.
Keesokan harinya dokter spesialis yang merawat mengatakan bahwa ada revisi tentang hasil
laboraturium semalam, dan hasil trombosit yang benar adalah 181.000/mm3.
Pasien kaget dan menanyakan informasi mengenai revisi hasil pemeriksaan laboraturium
tersebut, tetapi dokter malah menginstruksikan perawat memberi sejumlah suntikan.
Selama beberapa hari dirawat, tubuh pasien mengalami pembengkakakan, dan tidak ada
keterangan dari pihak RS mengenai penyakit yang dideritanya.
Di kemudian hari pasien menceritakan kejadian yang dialaminya pada media maya.
Pihak RS menggugat pasien telah melakukan pencemaran nama baik.

Catatan : nilai normal trombosit adalah 150.000-400.000/mm3.

b. Faktor Resiko yang Teridentifikasi

1. Degradasi kepercayaan/ berkurangnya rasa kepercayaan.


2. Adanya miss communication atau kesalahan komunikasi dan komunikasi yang
tidak efektif.
3. Muncul pandangan pertahanan terbaik (the best defend is attacking) dari pihak RS
maupun dokter yang menangani.
4. Pengetahuan medis pasien yang kurang.
5. Adverst Event/ kesalahan yang seharusnya bisa dicegah.
6. Human Error (hasil lab yang salah).

c. Daftar Masalah-Masalah dalam Diskusi


1. Pencemaran nama baik.
2. Munculnya hipotesa-hipotesa mengenai munculnya kasus tersebut.
3. Bagaimana cara penanganan atau penyelesaian dari kasus tersebut.
4. Komunikasi yang tidak efektif.

d. Pengkajian (assessment) Dari Tiap Masalah


1. Pencemaran nama baik merupakan masalah karena pencemaran inilah yang
membuat kedua belah pihak antara pasien dan pihak RS/dokter bisa berseteru
sampai ke meja pengadian. Terutama bagi pihak rumah sakit atau dokter karena
dapat merusak prestasi dan nama baik yang telah dicapai.
2. Munculnya berbagai macam hipotesa tentang kasus tersebut diangkat sebagai
masalah karena hal tersebut bisa menyebabkan adanya salah tafsir di kalangan
masyarakat dan dapat mempengaruhi proses penyelesaian kasus tersebut.
3. Cara penanganan terhadap kasus ini diangkat sebagai masalah karena melalui hal
inilah hasil akhir dari kasus tersebut ditentukan. Masalah menjadi panjang seperti
ini karena adanya penanganan yang tidak serius dan tidak hati-hati.

Cara

penanganan yang salah tidak akan pernah menyelesaikan kasus tersebut. Kalaupun
selesai, hasilnya hanya akan membawa kerugian di salah satu pihak.

4. Komunikasi yang tidak efektif adalah masalah dimana antara dokter dan pasien
tidak terjalin hubungan yang baik dimana si dokter tidak bisa menjadi pendengar
yang baik dan bersikap defensif seperti dalam kasus diatas. Komunikasi yang tidak
efektif adalah suatu masalah yang cukup crucial karena umumnya dapat
menimbulkan banyak masalah yang berkepanjangan (dalam kasus ini komunikasi
yang tidak efektif dari pihak dokter yang telah membuat pasien bertindak diluar
yang seharusnya dilakukan. Akan tetapi kasus ini juga tidak lepas dari kesalahan
pasien yang tidak mengkomunikasikan masalah yang dihadapinya kepada pihak
dokter/rs secara baik2 atau kekeluargaan).