Anda di halaman 1dari 17

FOOD SUPPLEMENT

Oleh :
DESY HANDAYANI A F S
MARINI YUSUFINA LUBIS
M. FAQIH LAZUARDI
FADILA SAFIRA
M. ARIEF PRATAMA

100100015
100100031
100100076
100100099
100100106

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2014
LEMBAR PENGESAHAN

FOOD SUPPLEMENT
NAMA
DESY HANDAYANI A F S
MARINI YUSUFINA LUBIS
M. FAQIH LAZUARDI
FADILA SAFIRA
M. ARIEF PRATAMA

NIM
100100015
100100031
100100076
100100099
100100106

Pembimbing

dr. Murniati Manik, M. Sc, Sp. KK, Sp. GK


NIP. 19530719 198003 2 001

Penilaian Makalah:
Struktur

Penilaian topik pembahasan :


Kedalaman isi

NILAI TOTAL

DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN..........................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................ii

BAB 1 PENDAHULUAN.............................................................................1
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA...................................................................2
2.1. Pengertian Suplemen Makanan...................................................2
2.2. Penggolongan Suplemen Makanan.............................................3
2.3. Orang-Orang yang Membutuhkan Suplemen..............................6
2.4. Manfaat Suplemen Makanan.......................................................7
2.5. Risiko dan Efek Samping Penggunaan Suplemen........................7
2.6. Piramida Suplemen Makanan........................................................8
2.7. Beberapa Miskonsepsi Mengenai Suplemen Makanan................10
2.8. Cara Memilih Suplemen Makanan...............................................11
KESIMPULAN.............................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................14

BAB I
PENDAHULUAN

Penyakit Alzheimer merupakan penyebab tersering timbulnya demensia


dan menyebabkan gangguan kognitif pada populasi usia lanjut.1,2

Demensia

merupakan masalah besar dan serius yang dihadapi oleh negara-negara maju,dan
telah pula menjadi masalah kesehatan yang mulai muncul di negara-negara
berkembang seperti Indonesia. Hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya
penyakit-penyakit degeneratif serta makin meningkatnya usia harapan hidup
dihampir seluruh belahan dunia.3
Studi prevalensi menunjukkan bahwa di Amerika Serikat, pada populasi di
atas umur 65 tahun, persentase orang dengan penyakit Alzheimer dua kali lipat
setiap pertambahan umur lima tahun. Tanpa pencegahan dan pengobatan yang
memadai ,jumlah pasien dengan penyakit Alzheimer di negara tersebut
diperkirakan dapat meningkat dari 4,5 juta pada tahun 2000 menjadi 13,2 juta
orang pada tahun 2050.3
Di sisi lain, biaya yang dikeluarkan untuk merawat pasien dengan penyakit
Alzheimer juga sangat luar biasa, yaitu sekitar US$83,9 milyar sampai US$100
milyar pertahun (data di Amerika Serikat tahun 1996). Biaya-biaya tersebut selain
meliputi biaya medis,perawatan jangka-panjang, dan perawatan di rumah, juga
perlu diperhitungkan hilangnya produktivitas pramuwerdha.3
Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap penurunan fungsi kognitif
yang terjadi pada alzheimer adalah adanya peningkatan stres oksidatif. Selain
pendekatan farmakologis, buah-buahan dan sayuran dengan kaya antioksidan,
seperti apel, juga dipercaya dapat menetralkan peningkatan stres oksidatif. Hal ini
telah terbukti efektif terhadap penurunan kognitif dan perkembangan penyakit
Alzheimer.4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Pengertian Suplemen Makanan


Suplemen makanan menurut definisi dari Badan Pengawasan Obat dan

Makanan (BPOM) adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan


gizi makanan, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam
amino atau bahan lain (dapat berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan), bahan
yang digunakan untuk meningkatkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) atau
konsentrat, metabolit, konstituen, ekstrak atau kombinasi dari beberapa bahan di
tablet efervesen, tablet kunyah, serbuk, kapsul, kapsul lunak, granula, pastiles,
atau produk cair berupa tetes, sirup, atau larutan.1
Definisi suplemen makanan menurut Dietary Supplement Health and
Education (DSHEA) tahun 1994 adalah produk (selain tembakau) yang
diharapkan dapat meningkatkan kelengkapan makanan yang mengandung satu
atau lebih dari bahan-bahan makanan seperti vitamin, mineral, herbal, asam
amino, bahan makanan untuk meningkatkan kecukupan gizi, konsentrat, zat
metabolit, ekstrak, atau kombinasi dari bahan-bahan tersebut.2
Menurut Finnish Food Supplement Authority Evira, suplemen makanan
adalah produk makanan yang mirip dan dapat digunakan bersamaan sebagai
produk obat-obatan. Suplemen makanan mengandung vitamin, mineral, serat,
asam lemak, dan berbagai macam herbal. Kandungan suplemen tidak harus
memiliki efek pengobatan, tetapi juga tidak dapat digunakan sebagai obat.3
Menurut Geoffrey P. Web, definisi suplemen makanan secara umum
adalah :8
a. Sesuatu yang dikonsumsi secara oral dalam dosis tertentu dalam
bentuk pil, kapsul, atau cairan.
b. Sesuatu yang diharapkan dapat ditambahkan ke dalam pola makan
yang normal.
c. Sesuatu yang telah dinyatakan dapat memengaruhi kesehatan pada
label kemasan maupun pada media promosi (brousr atau katalog), dan
sesuatu yang termasuk ke dalam tiga ketagori :
1. Mengandung zat gizi penting, seperti vitamin, makro mineral,
mikro mineral, asam lemak esensial dan asam amino.

2. Mengandung zat metabolit alami dan atau secara alami terkandung


di dalam makanan tetapi tidak termasuk ke dalam zat gizi utama.
3. Beberapa tambahan yang berasal dari ekstrak tumbuhan ataupun
hewan yang mengandung unsur-unsur zat gizi atau secara
farmakologi dinyatakan dapat memberikan efek bagi kesehatan
seperti bawang putih, ginseng,dan royal jelly.
2.2.

Penggolongan Suplemen Makanan


Terdapat beberapa jenis suplemen makanan yang beredar di masyarakat.

Penggolongan suplemen makanan berdasarkan fungsinya terdiri dari : 4


1. Obat metabolit untuk menghambat nafsu makan (anoreksigenikum)
Anoreksigenikum memiliki fungsi untuk menghambat nafsu makan
sehingga sering di-klaim dapat menurunkan berat badan seseorang.
2. Obat untuk menurunkan lemak dan kolesterol (antilipidemikum)
Antilipidemikum berfungsi untuk menurunkan lemak dan kolesterol,
suplemen makanan ini sering digunakan untuk mencegah penyakitpenyakit yang timbul akibat tingginya kadar lemak dan kolesterol dalam
darah.
3. Obat untuk memperbaiki status gizi (dietikum)
Dietikum memiliki fungsi memperbaiki status gizi, suplemen makanan
dietikum sering digunakan untuk menambah berat badan ataupun untuk
menambah nafsu makan.
4. Pembangkit tenaga dan semangat
Suplemen makanan pembangkit tenaga dan semangat pada umumnya
mengandung vitamin, mineral, dan sari-sari tumbuhan seperti gingseng
dan jahe.
5. Obat untuk memperbaiki sistem metabolik organ tertentu
Suplemen makanan yang berfungsi untuk memeperbaiki sistem metabolik
organ tertentu antara lain seperti membantu metabolit karbohidrat, lemak,
pembentukan struktur kolagen dan lain-lain. Pada umumnya suplemen
makanan mengandung iodium, tembaga, mangan, zinc, dan lain-lain.

Suplemen makanan menurut kandungannya dapat dibedakan menjadi :5


1. Asam amino
Beberapa asam amino termasuk esensial karena tidak diproduksi oleh
tubuh, misalnya arginin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan,
valin, leusin, isoleusin, dan histidin. Sedangkan asam amino penting
dari kelompok nonesensial adalah taurin, karnitin, sistein, sistin,
Gamma Amino Butyric Acid (GABA) dan glutation.
2. Hormon
Hormon adalah sistem endokrin pengendali metabolisme tubuh yang
berperan untuk mengatur tingkat energi, kecepatan aktivitas enzim,
penyerapan dan transformasi mineral penting. Fungsi lain hormon
adalah mengendalikan pertumbuhan, fungsi seksual, dan tekanan
darah. Penggunaan suplemen senyawa ini sebaiknya di bawah
pengawasan dokter.
3. Enzim
Fungsi utama enzim adalah proses pemecahan dan penyerapan nutrisi
dari makanan. Namun, ada juga enzim yang berfungsi sebagai
antioksidan untuk membantu sistem imun, Enzim terdiri dari suatu
komponen protein tertentu yaitu apoenzim yang bergabung dengan
suatu kofaktor pembentuk enzim berupa vitamin atau mineral.
4. Antioksidan
Antioksidan adalah substansi yang menetralkan radikal bebas.
Sedangkan radikal bebas adalah agen pengoksidasi kuat yang dapat
merusak sistem pertahanan tubuh dengan akibat kerusakan sel dan
penuaan dini. Diet sehat lebih banyak mengandung antioksidan
menguntungkan, karena terdapat kombinasi yang memberikan efek
sinergi.
5. Flavonoid
Flavonoid adalah kelompok pigmen atau zat warna pada buah, bunga,
dan daun yang berfungsi sebagai anti oksidan yang paling utama.

Efektivitas antioksidan dari flavonoid dilaporkan beberapa kali lebih


kuat dibandingkan dengan vitamin C dan E.
6. Karotenoid
Karotenoid adalah kelompok besar senyawa karoten yang dijumpai
sebagai pigmen pada sayuran dan buah dan berfungsi sebagai
antioksidan yang kuat.
7. Asam lemak esensial
Asam lemak esensial adalah asam lemak yang dibutuhkan untuk
kelancaran metabolisme tubuh. Asam lemak esensial merupakan bahan
dasar pembentuk prostaglandin. Kebutuhan asam lemak esensial ini
meningkat pada saat tubuh membutuhkan pengembangan dan
perbaikan.
8. Vitamin
Vitamin adalah zat esensial yang diperlukan untuk membantu
kelancaran penyerapan zat gizi dan proses metabolisme tubuh.
9. Mineral
Dalam jumlah kecil beberapa mineral dibutuhkan tubuh untuk menjaga
agar organ tubuh berfungsi dengan normal. Mineral yang paling
banyak digunakan dalam bentuk suplemen adalah kalsium, zat besi,
selenium, zinc, dan yodium.

2.3.

Orang-Orang Yang Membutuhkan Suplemen Makanan


Orang-orang yang membutuhkan konsumsi suplemen makanan adalah :5
1. Perokok dan Peminum
Orang yang gemar merokok atau orang yang sering berada di
lingkungan yang penuh asap rokok, bisa jadi membutuhkan suplemen

makanan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa orang yang sering


terpapar asap rokok, baik perokok aktif maupun pasif, cenderung
mengalami penurunan kadar vitamin C dalam tubuhnya. Hal ini yang
menyebabkan perokok aktif maupun pasif membutuhkan asupan
vitamin C 40 persen lebih banyak dari orang yang tidak pernah
terpapar asap rokok. Hal ini juga berlaku untuk orang yang gemar
mengkonsumsi

minuma

beralkohol.

Kemampuan

metabolisme

peminum alkohol tidak sebaik orang normal, karena tubuh peminum


alkohol tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik, sehingga berisiko
mengalami gangguan fungsi organ tubuh.
2. Ibu hamil dan menyusui
Ibu hamil dan menyusui perlu mendapatkan suplemen makanan untuk
menunjang perkembangan bayi dalam kandungan sekaligus menjaga
kesehatan ibu selama kehamilan. Asam folat adalah suplementasi yang
umum diberikan dokter kepada ibu hamil. Asam folat berfungsi untuk
mengoptimalkan

perkembangan

otak

bayi.

Sedangkan

untuk

perkembangan sistem saraf janin, suplementasi asam lemak omega-3


juga diberikan. Ibu hamil juga membutuhkan asupan kalsium dan zat
besi lebih banyak dari sebelum ia hamil. Jika bayi kekurangan
kalsium, bayi akan menyerap kalsium ibunya, sehingga ibu berisiko
untuk mengalami osteoporosis.
3. Olahragawan
Kebutuhan nutrisi tubuh orang yang aktif secara fisik berbeda dengan
orang yang rendah aktivitasnya. Suplementasi protein dan kreatinin
dibutuhkan

untuk

meningkatkan

massa

otot

dan

membantu

meningkatkan ukuran sel otot serta menciptakan tenaga yang eksplosif


saat latihan beban.
4. Masa penyembuhan
Setelah pulih dari sakit, tubuh membutuhkan banyak nutrisi penting
untuk menunjang proses penyembuhan. Walaupun dapat diperoleh
dari makanan, namun kondisi setelah sakit membutuhkan konsumsi

makanan tertentu yang memiliki nilai gizi yang lebih tinggi, sehingga
menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting untuk proses
penyembuhan.
2.4.

Manfaat Suplemen Makanan


Beberapa manfaat penggunaan suplemen makanan adalah sebagai berikut :

1. Untuk menurunkan risiko penyakit kronis terkait umur seperti kanker,


penyakit jantung, osteoporosis dan diabetes mellitus tipe 2.
2. Untuk memenuhi kebutuhan zat-zat tertentu pada orang yang kekurangan
nutrisi.
3. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
4. Untuk mengurangi gejala-gejala penyakit seperti artritis dan depresi.
5. Untuk memenuhi kebutuhan zat gizi pada saat tertentu, seperti hamil,
menyusui, dan usia tua.
6. Untuk meningkatkan kebugaran tubuh.
2.5.

Risiko dan Efek Samping Penggunaan Suplemen Makanan


Seperti obat-obatan, suplemen makanan juga memiliki efek samping dan

risiko. Tidak seperti obat-obatan, suplemen makana dapat dibeli tanpa


menggunakan resep dokter. Paparan terhadap komponen suplemen (seperti
vitamin, mineral, herbal) menyebabkan keracunan di Amerika pada tahun 2011.
Sekitar 4000 orang dilaporkan dirawat di rumah sakit. Penggunaan suplemen
makanan dalam proporsi yang benar dan sesuai dengan dosis dapat membantu
menurunkan risiko suatu penyakit, menurunkan ketidaknyamanan akibat obat atau
kondisi tertentu dan juga dapat meningkatkan kualitas hidup.6
2.6.

Piramida Suplemen Makanan


Studi ilmiah telah menemukan bahwa diet yang baik dan penggunaan

suplemen sesuai kebutuhan dapat membantu menurunkan risiko penyakit serius,


seperti penyakit jantung, osteoporosis, kanker, dan defek kecacatan kongenital.

Para peneliti dari Universitas Tuft menemukan panduan piramida suplemen


makanan, dengan bagian atas dari piramida tersebut dapat diberikan suplemen
dalam bentuk lain. 7

Gambar 2.1. Piramida Suplemen Makanan


Penjelasan mengenai piramida suplemen makanan adalah sebagai berikut :
7

1. Bagian dasar piramida adalah multivitamin


Bagian dasar suplementasi dari multivitamin dengan mineral yang
mengandung sedikitnya 400 mcg vitamin B dan asam folat. Multivitamin
atau mineral dapat mengisi kekurangan gizi pada diet normal. Ini juga
mempermudah ibu hamil unutk mengkonsumsi vitamin B dengan dosis
400 mcg setiap hari. Asam folat yang dikonsumsi sebelum hamil dan
trimester satu dapat menurunkan risiko bayi dengan cacat tabung neural
seperti spina bifida.
Multivitamin tidak hanya untuk wanita muda, Multivitamin dengan asam
folat juga penting untuk menurunkan risiko penyakit stroke dan penyakit
jantung pada laki-laki dan perempuan. Asam folat, vitamin B6, vitamin

B12 dapat menurunkan kadar homosistein dalam darah, sehingga


menurunkan risiko terkena penyakit stroke dan penyakit jantung.
2. Kalsium untuk memperkuat tulang
Anak-anak, remaja, dan dewasa muda memerlukan kalsium untuk
membantu pertumbuhan tulang pada masa pertumbuhan. Semakin tua usia,
risiko osteoporosis semakin meningkat. Konsumsi kalsium dan vitamin D
dapat menurunkan kecepatan hilangya tulang dan melindungi dari fraktur.
National Academy Sciences merekomendasikan konsumsi kalsium untuk
usia di atas delapan tahun yaiti 1000 mg per hari, remaja membutuhkan
1200-1300 mg per hari.
3. Antioksidan seperti vitamin C dan vitamin E
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi vitamin C dan vitamin E yang
teratur dapat menurunkan risiko penyakit karena kerusakan akibat radikal
bebas, seperti penyakit jantung, katarak, dan kanker. Dosis vitamin E yang
dibutuhkan yaitu 100-200 IU dan vitamin C yaitu minimal 200 mg.
Nutrien lain yang dibutuhkan untuk antioksidan adalah karotenoid-lutein
dan

likopen.

Lutein

penting

untuk

kesehatan

mata.

Penelitian

menyebutkan bahwa dapat membantu melindungi terhadap katarak dan


degenerasi makula. Beberapa mineral seperi selenium dan zinc juga dapat
bertindak sebagai antioksidan.
4. Suplemen untuk kebutuhan khusus
Penggunaan dari suplemen ini tergantung dari kebutuhan atau zat apa yang
kurang dari tubuh. Sebagai contoh, asam lemak omega 3 dipercaya dapat
menurunkan risiko penyakit jantung. Atlit membutuhkan kreatin untuk
memberikan tambahan protein yang penting untuk peningkatan massa
otot. Orang dengan penyakit sendi membutuhkan kondroitin sulfat atau
glukosamin untuk kesehatan sendi.
5. Herbal
Terdapat beberapa herbal yang memiliki kandungan zat tertentu untuk
meningkakan kesehatan seperti ginko biloba untuk meningkatkan memori,

ginseng untuk tonik, bawang putih untuk kesehatan jantung, tanaman St.
John untuk memperbaiki mood, ekinasea untuk kesehatan saluran napas
atas, dan saw palmetto untuk kesehatan prostat.
2.7.

Beberapa Miskonsepsi Mengenai Suplemen Makanan


Beberapa hal di bawah ini sering menjadi kesalahan dalam memilih atau

konsumsi suplemen makanan, yaitu :6


1. Semakin besar dosis semakin baik
Sering sekali orang memiliki asumsi bahwa konsumsi suplemen makanan
dalam dosis yang besar dapat meningkatkan efek yang diinginkan. Pada
tahun 1990, berkembang trend di masyarakat mengenai penggunaan
vitamin C, beta karoten, dan vitamin E dalam dosis besar. Faktanya adalah
penggunaan vitamin dan mineral dalam dosis yang besar dapat
menimbulkan toksisitas. Sebagai contoh, konsumsi vitamin C berlebihan
dapat mengganggu penyerapan tembaga. Terlalu banyak konsumsi fosfor
dapat mengganggu penyerapan kalsium.
2. Semakin alami semakin aman
Tidak semua suplemen dari bahan alami bersifat aman bagi tubuh.
Suplemen dari tumbuhan seperti bawang putih, jahe, ginko biloba,
ekinasea, dan lain-lain terbuat dari material tumbuhan yang alami. Tetapi
tumbuhan juga dibentuk dari banyak bahan kimia. Beberapa bahan kimia
ini dapat bersifat aman bagi tubuh, racun, atau dapat menyebabkan alergi
pada manusia.
Suplemen dari tumbuhan dapat mengandung bagian mana saja dari
tumbuhan, baik itu akar, batang, bunga, daun, dan polen. Perbedaan bagian
menyebabkan perbedaan efek, seperti contoh akar dandelion memiliki efek
laxatif, sementara bungan dandelion memiliki efek diuresis. Karena itu,
perlu diketahui bagian yang digunakan dalam suplemen tumbuhan.
3. Sudah digunakan ribuan tahun, maka aman
Pengetahuan mengenai suplemen dari tanaman telah digunakan ribuan
tahun diperlukan, namun juga tidak membuktikan bahwa hal itu aman.

Ketika sejumlah kecil bahan digunakan, namun memberikan efek samping


yang besar, maka penggunaannya dihentikan. Tetapi ketika penggunaan
suatu bahan suplemen terlihat berguna dalam jangka waktu pendek, namun
ternyata meningkatkan risikoterhadap penyakit kronis seperti gagal ginjal
kronis, kanker, dan penyakit jantung. Efek samping itu tidak terdeteksi
pada penggunaan awal.
4. Penggunaan suplemen bersamaan dengan obat resep dokter tidak
bermasalah
Banyak orang berasumsi bahwa penggunaan suplemen bersama dengan
obat bersifat aman. Namun, ternyata beberapa bahan suplemen dapat
bersifat menghambat atau meningkatkan penyerapan dari obat yang
diresepkan.
2.8. Cara Memilih dan Menggunakan Suplemen Makanan
Hal-hal ini dapat membantu dalam pemilihan suplemen makanan yaitu :

Investigasi sebelum membeli atau menggunakan.

Konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan lain sebelum


menggunakan suplemen.

Jika membeli suplemen dari tumbuhan maka pilihlah suplemen yang


menggunakan bagian tertentu dari tumbuhan atau seluruh bagian tu,buhan
namun keamanannya telah teruji.

Hindari produk dengan label miracles, new discoveries, maupun


produk yang menjanjikan tanpa efek samping.

Hindari produk dengan campuran berbagai bahan. Semakin banyak bahan


yang digunakan, semakin besar efek samping.

Gunakan satu produk dalam satu waktu.

Gunakan produk yang dianjurkan dokter jika dalam kondisi hamil atau
menyusui.

Jangan bergantung pada satu produk suplemen untuk menyembuhkan


suatu penyakit.

Ikuti dosis yang dianjurkan.

Hindari produk yang menyatakan dapat menyembuhkan berbagai


penyakit.

KESIMPULAN
1. Suplemen makanan adalah bahan yang dimaksudkan untuk menambah
kebutuhan gizi.

2. Penggunaan suplemen makanan bukan untuk menggantikan obat, namun


sebagai pelengkap bagi nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
3. Penggunaan suplemen makanan sebaiknya digunakan berdasarkan
kebutuhan tubuh.
4. Pengetahuan mengenai kandungan suplemen makanan diperlukan untuk
mengurangi efek samping yang tidak diinginkan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Badan Pengawasan Obat dan Makanan. 2006. Ketentuan pokok
pengawasan suplemen makanan.

2. Food

Drug

and

Admnistration.

Available

from

http://www.fda.gov/RegulatoryInformation/Legislation/FederalFoodDruga
ndCosmeticActFDCAct/SignificantAmendmentstotheFDCAct/ucm148003
.htm. [Accesed on 26 December 2014]
3. Finnish

Food

Safety

Authority

Evira.

Available

from

http://www.evira.fi/portal/en/food/manufacture+and+sales/food+suppleme
nts/. [Accesed on 26 December 2014]
4. Xxx
5. Republika

Online.

Available

from

http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/14/09/16/nbz42dpentingnya-konsumsi-suplemen.html. [Accesed on 26 December 2014]


6. American Cancer Society., 2010. Dietary Supplement. What is safe ?., 112.
7. Council

for

Responsible

Nutrition.

Available

from

http://www.crnusa.org/about_pyramid.html. [Accesed on 26 December


2014]
8. Webb, Geofrey P., 2006., Dietary Supplements and Functional Foods.

Blackwell Publishing : London.