Anda di halaman 1dari 3

AsKep Pada Bayi dengan Infeksi Neonatus HIV/AIDs

Posted on Desember 1, 2008 by vietha2008


A. Definisi
Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDs) adalah suatu penyakit yang disebabkan
virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang dapat merusak sistem kekebalan
tubuh.
B. Etiologi
Penyebab penyakit AIDs adalah HIV yaitu virus yang masuk dalam kelompok retrovirus
yang biasanya menyerang organ-organ vital sistem kekebalan tubuh manusia. Penyakit
ini dapat ditularkan melalui penularan seksual, kontaminasi patogen di dalam darah, dan
penularan masa perinatal.
C. Tanda dan Gejala
Gejala umum yang ditemukan pada bayi dengan infeksi HIV adalah:
- Gangguan tumbuh kembang
- Kandidiasis oral
- Diare kronis
- Hepatosplenomegali (pembesaran hepar dan lien)
D. Penularan
Penularan HIV dari bayi kepada bayinya dapat melalui:

Dari ibu kepada anak dalam kandungannya (antepartum)


SElama persalinan (intrapartum)
Bayi baru lahir terpajan oleh cairan tubuh ibu yang terinfeksi (postpartum)
Bayi tertular melalui pemberian ASI

E. Pathway

Fase I

virion HIV>sel dendrit>kelenjar getah bening>jaringan limfoid>virema & sindrom


HIV akut>ke seluruh tubuh>respon imun adaptif>virema berkurang.

Fase II

replikasi HIV & destruksi sel > penghancuran sel T CD4+ > fase kronik progresif

Fase III

infeksi> respon imun>peningkatan produksi HIV>AIDs>distruksi seluruh jaringan


limfoid perifer, penurunan jumlah sel T CD4, virema HIV meningkat > infeksi
oportunistik, neoplasma, gagal ginjal, degenerasi SSP
F. Pencegahan
Penularan HIV dari ibu ke bayi dapat dicegah melalui :
1. Saat hamil. Penggunaan antiretroviral selama kehamilan yang bertujuan agar
vital load rendah sehingga jumlah virus yang ada di dalam darah dan cairan tubuh
kurang efektif untuk menularkan HIV.
2. Saat melahirkan. Penggunaan antiretroviral(Nevirapine) saat persalinan dan bayi
baru dilahirkan dan persalinan sebaiknya dilakukan dengan metode sectio caesar
karena terbukti mengurangi resiko penularan sebanyak 80%.
3. Setelah lahir. Informasi yang lengkap kepada ibu tentang resiko dan manfaat ASI
G. Penatalaksanaan
Asuhan ibu : ikuti panduan Center for Disease Control (CDC) untuk profilaksis
antiretrovirus gestasional
H. Asuhan Keperawatan
1. Risiko Infeksi b.d peningkatan kerentanan sekunder akibat perlemahan sistem
imun
Tujuan: Ibu klien dapat mengetahui risiko infeksi, dapat memonitor faktor risiko yang
ada di sekitar, menunjukkan kemampuan untuk mencegah terjadinya infeksi, klien
memiliki sistem imun yang adekuat.
Intervensi : Berikan informasi risiko infeksi apa saja yang dapat muncul
- Ajarkan lifestyle yang sehat
2. Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan b.d gangguan pencernaan
Tujuan : nutrisi tubuh tercukupi sesuai dengan kebutuhan
Intervensi : Anjurkan agar intake nutrisi klien ditingkatkan
- Anjurkan agar asupan protein dan vitamin C klien ditingkatkan

- Berikan informasi pada keluarga tentang kebutuhan nutrisi


- Monitor pemberian ASI atau susu formula
3. Kelelahan b.d defisiensi nutrisi
Tujuan : klien mampu meminimalisir kelelahan, menjaga daya tahan tubuh,
mempertahankan nutrisi yang adekuat dengan bantuan ibu.
Intervensi : Kaji faktor yang menyebabkan kelelahan
- kurangi ketidaknyamanan fisik
- tingkatkan tirah baring
- monitor pola dan jumlah tidur
- monitor nutrisi dan sumber energi yang adekuat
- kolaborasi denga ahli gizi pemberian untuk makanan yang ideal bagi klien
BIBLIOGRAFI

http://id.wikipedia.org/wiki/AIDS
Makalah kelompok ASKEP PADA BAYI BARU LAHIR DENGAN INFEKSI
NEONETUS HIV/AIDS. STIKES Aisyiyah Yogyakarta
NIC
NOC
NANDA