Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM FISIKA GUNUNGAPI

Dosen Pengampu :
Sukir Maryanto, Ph. D
A.M. Yuwono, Ph. D
PJ Asisten:
Yayan
Oleh :
Hana Dwi Sussena
NIM. 125090701111003

PROGRAM STUDI GEOFISIKA


JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2014
KATA PENGANTAR

Laporan
Akhir
Praktikum Fisika Gunungapi
2014

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan berkat, rahmat dan
karunia-Nya, yang mana telah memberikan kesehatan dan kesempatan kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan Laporan Akhir Praktikum Fisika Gunungapi dengan baik. Dengan
adanya Laporan Akhir Praktikum Fisika Gunungapi ini kami berharap dapat membantu
memperbaiki nilai dan juga sebagai tugas. Kami menyadari bahwa dalam Laporan Akhir
Praktikum Fisika Gunungapi ini masih banyak kekurangan yang dikarenakan keterbatasan
ilmu dan kemampuan yang kami miliki. Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran
yang membantu tercapainya kesempurnaan dari laporan ini. Semoga dengan adanya laporan
ini dapat memberi ilmu pengetahuan maupun wawasan bagi para pembacanya.

Malang, 10 Mei 2014

Penulis

| J u r u s a n Fi s i ka | U n i v e r s i t a s B r a w i j a y a

Laporan
Akhir
Praktikum Fisika Gunungapi
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Geofisika merupakan salah satu cabang ilmu bumi (Geosains) yang mempelajari

tentang sifat-sifat fisis bumi,

seperti bentuk bumi, reaksi terhadap gaya, serta medan

potensial bumi (medan magnet dan gravitasi). Geofisika juga menyelidiki interior bumi
seperti inti, mantel bumi, dan kulit bumi serta kandungan-kandungan alaminya. Geofisika
bisa juga diartikan sebagai suatu metoda Mulai
dimana akan dipelajari tentang bumi dan batuan
menggunakan pendekatan-pendekatan Fisika dan Matematika dan merupakan gabungan dari
konsep-konsep Ilmu Geologi dan Fisika. Dalam geofisika terdapat berbagai macam metode
Data Lapangan

Konversi ke mGal

Koreksi Lintang

yang sering digunakan diantaranya metode gravity, seismik dan lain sebagainya.
Vulkanologi termasuk dari ilmu geosains karena memepelajari tentang sifat fisis bumi
Koreksi Tidal

Koreksi Udara Bebas

terutama dalam bidang kegunungapian. Vulkanologi juga mengamati proses terbentuknya


gunung api hingga
erupsi dengan melakukan monitoring.
Monitoring gunung api
Koreksiterjadinya
Drift
Koreksi Bouguer
dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode yang ada dibidang geofisika. Secara
geografis, Indonesia
terletak pada 6 LU - 11 LS dan 95 BT - 141 BT. Dan kita ketahui
g absolut
pada letak tersebut Indonesia diapit oleh tiga lempeng aktif yaitu lempeng Eurasia, lempeng
Sederhana
(SBA) membentuk zona subdaksi di
Indo-Australia dan lempengAnomali
Pasifik. Bouguer
Tiga lempeng
aktif tersebut

wilayah Indonesia yang menyebabkan sederet pegunungan yang membentang dari Sumatera
hingga Sulawesi. Pergerakan lempeng
aktif tersebut menyebabkan terjadinya aktivitas
Koreksi Medan
tektonik yang membentuk gunung api. Di Indonesia terdapat 129 gunung api yang
membentang dari Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Papua.
Anomali Bouguer Lengkap (CBA)

Ada beberapa jenis monitoring yang dapat dilakukan untuk mengamati aktivitas
magma gunungapi misalnya metode seismik, mikro gravity, geomagnetik, metode deformasi
Reduksi ke bidang datar

dan lain sebagainya. Oleh sebab itu praktikum ini dilakukan untuk lebih memahami aplikasi
Anomali regional

DAFTAR ISI

Anomali local (residual)

Pemodelan konseptual

LEMBAR PERSETUJUAN.....................................................................................................I
Data Geologi
PROPOSAL KERJA PRAKTIK...........................................................................................II

DAFTAR ISI..........................................................................................................................III
Intterpretasi

g terkoreksi drift n g terkoreksi drift 0

longitude

tn-t0/takhir-t0*mGal
akhir-mGal
awal
2.
2. 17a
14a
15a
16a
g terkoreksi
lintang
- FAC
Hasil
Koreksi tidal
+
nilai gravity
Value
g
terkoreksi
in
+
factor
tidal
interval
driftTidelongam
correction
CBA
latitude

Selesai

0,3086*elevasi

2.
2. 17b
14b
15b
16b

Laporan
Akhir
Praktikum Fisika Gunungapi
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Geofisika merupakan salah satu cabang ilmu bumi (Geosains) yang mempelajari

tentang sifat-sifat fisis bumi,

seperti bentuk bumi, reaksi terhadap gaya, serta medan

potensial bumi (medan magnet dan gravitasi). Geofisika juga menyelidiki interior bumi
seperti inti, mantel bumi, dan kulit bumi serta kandungan-kandungan alaminya. Geofisika
bisa juga diartikan sebagai suatu metoda Mulai
dimana akan dipelajari tentang bumi dan batuan
menggunakan pendekatan-pendekatan Fisika dan Matematika dan merupakan gabungan dari
konsep-konsep Ilmu Geologi dan Fisika. Dalam geofisika terdapat berbagai macam metode
Koreksi Lintang

Data Lapangan

Konversi ke mGal

yang sering digunakan diantaranya metode gravity, seismik dan lain sebagainya.
Vulkanologi termasuk dari ilmu geosains karena memepelajari tentang sifat fisis bumi
Koreksi Tidal

Koreksi Udara Bebas

terutama dalam bidang kegunungapian. Vulkanologi juga mengamati proses terbentuknya


gunung api hingga
erupsi dengan melakukan monitoring.
Monitoring gunung api
Koreksiterjadinya
Drift
Koreksi Bouguer
dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode yang ada dibidang geofisika. Secara
geografis, Indonesia
terletak pada 6 LU - 11 LS dan 95 BT - 141 BT. Dan kita ketahui
g absolut
pada letak tersebut Indonesia diapit oleh tiga lempeng aktif yaitu lempeng Eurasia, lempeng
Sederhana
(SBA) membentuk zona subdaksi di
Indo-Australia dan lempengAnomali
Pasifik. Bouguer
Tiga lempeng
aktif tersebut

wilayah Indonesia yang menyebabkan sederet pegunungan yang membentang dari Sumatera
hingga Sulawesi. Pergerakan lempeng
aktif tersebut menyebabkan terjadinya aktivitas
Koreksi Medan
tektonik yang membentuk gunung api. Di Indonesia terdapat 129 gunung api yang
membentang dari Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Papua.
Anomali Bouguer Lengkap (CBA)

Ada beberapa jenis monitoring yang dapat dilakukan untuk mengamati aktivitas
magma gunungapi misalnya metode seismik, mikro gravity, geomagnetik, metode deformasi
Reduksi ke bidang datar

dan lain sebagainya. Oleh sebab itu praktikum ini dilakukan untuk lebih memahami aplikasi
BAB I . PENDAHULUAN.......................................................................................................1
Anomali local (residual)

Anomali regional

1.1

LATAR BELAKANG.......................................................................................................1

1.2.

TUJUAN KULIAH KERJA LAPANG.................................................................................2

1.3.

MANFAAT KULIAH KERJA LAPANG..............................................................................2

Pemodelan konseptual

Data Geologi

BAB II .TINJAUAN PUSTAKA.............................................................................................4


2.1

GUNUNGAPI KELUD.....................................................................................................4
Intterpretasi

g terkoreksi drift n g terkoreksi drift 0

longitude

tn-t0/takhir-t0*mGal
akhir-mGal
awal
2.
2. 17a
14a
15a
16a
g terkoreksi
lintang
- FAC
Hasil
Koreksi tidal
+
nilai gravity
Value
g
terkoreksi
in
+
factor
tidal
interval
driftTidelongam
correction
CBA
latitude

Selesai

0,3086*elevasi

2.
2. 17b
14b
15b
16b

Laporan
Akhir
Praktikum Fisika Gunungapi
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Geofisika merupakan salah satu cabang ilmu bumi (Geosains) yang mempelajari

tentang sifat-sifat fisis bumi,

seperti bentuk bumi, reaksi terhadap gaya, serta medan

potensial bumi (medan magnet dan gravitasi). Geofisika juga menyelidiki interior bumi
seperti inti, mantel bumi, dan kulit bumi serta kandungan-kandungan alaminya. Geofisika
bisa juga diartikan sebagai suatu metoda Mulai
dimana akan dipelajari tentang bumi dan batuan
menggunakan pendekatan-pendekatan Fisika dan Matematika dan merupakan gabungan dari
konsep-konsep Ilmu Geologi dan Fisika. Dalam geofisika terdapat berbagai macam metode
Koreksi Lintang

Data Lapangan

Konversi ke mGal

yang sering digunakan diantaranya metode gravity, seismik dan lain sebagainya.
Vulkanologi termasuk dari ilmu geosains karena memepelajari tentang sifat fisis bumi
Koreksi Tidal

Koreksi Udara Bebas

terutama dalam bidang kegunungapian. Vulkanologi juga mengamati proses terbentuknya


gunung api hingga
erupsi dengan melakukan monitoring.
Monitoring gunung api
Koreksiterjadinya
Drift
Koreksi Bouguer
dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode yang ada dibidang geofisika. Secara
geografis, Indonesia
terletak pada 6 LU - 11 LS dan 95 BT - 141 BT. Dan kita ketahui
g absolut
pada letak tersebut Indonesia diapit oleh tiga lempeng aktif yaitu lempeng Eurasia, lempeng
Sederhana
(SBA) membentuk zona subdaksi di
Indo-Australia dan lempengAnomali
Pasifik. Bouguer
Tiga lempeng
aktif tersebut

wilayah Indonesia yang menyebabkan sederet pegunungan yang membentang dari Sumatera
hingga Sulawesi. Pergerakan lempeng
aktif tersebut menyebabkan terjadinya aktivitas
Koreksi Medan
tektonik yang membentuk gunung api. Di Indonesia terdapat 129 gunung api yang
membentang dari Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Papua.
Anomali Bouguer Lengkap (CBA)

Ada beberapa jenis monitoring yang dapat dilakukan untuk mengamati aktivitas
magma gunungapi misalnya metode seismik, mikro gravity, geomagnetik, metode deformasi
Reduksi ke bidang datar

dan lain sebagainya. Oleh sebab itu praktikum ini dilakukan untuk lebih memahami aplikasi
2.2. METODE SEISMIK.......................................................................................................10
2.3.

Anomali local (residual)


Anomali
regional
GELOMBANG
SEISMIK
................................................................................................11

2.4.

TREMOR VULKANIK...................................................................................................16
Pemodelan konseptual

BAB III. METODE PELAKSANAAN.................................................................................18


3.1

Data Geologi

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN........................................................................18

3.1.1.

Waktu Pelaksanaan.............................................................................................18

3.1.2.

Tempat Pelaksanaan...........................................................................................18
tn-t0/takhir-t0*mGal
akhir-mGal
awal
2.
2. 17a
14a
15a
16a
g terkoreksi
lintang
- FACTidelongam
Hasil
Koreksi tidal
+
nilai gravity

Intterpretasi

longitude

g terkoreksi drift n g terkoreksi drift 0

g terkoreksi
in + factor
tidal
interval
drift correction
CBA Value
latitude
Selesai
0,3086*elevasi

2.
2. 17b
14b
15b
16b

Laporan
Akhir
Praktikum Fisika Gunungapi
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Geofisika merupakan salah satu cabang ilmu bumi (Geosains) yang mempelajari

tentang sifat-sifat fisis bumi,

seperti bentuk bumi, reaksi terhadap gaya, serta medan

potensial bumi (medan magnet dan gravitasi). Geofisika juga menyelidiki interior bumi
seperti inti, mantel bumi, dan kulit bumi serta kandungan-kandungan alaminya. Geofisika
bisa juga diartikan sebagai suatu metoda Mulai
dimana akan dipelajari tentang bumi dan batuan
menggunakan pendekatan-pendekatan Fisika dan Matematika dan merupakan gabungan dari
konsep-konsep Ilmu Geologi dan Fisika. Dalam geofisika terdapat berbagai macam metode
Data Lapangan

Konversi ke mGal

Koreksi Lintang

yang sering digunakan diantaranya metode gravity, seismik dan lain sebagainya.
Vulkanologi termasuk dari ilmu geosains karena memepelajari tentang sifat fisis bumi
Koreksi Tidal

Koreksi Udara Bebas

terutama dalam bidang kegunungapian. Vulkanologi juga mengamati proses terbentuknya


gunung api hingga
erupsi dengan melakukan monitoring.
Monitoring gunung api
Koreksiterjadinya
Drift
Koreksi Bouguer
dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode yang ada dibidang geofisika. Secara
geografis, Indonesia
terletak pada 6 LU - 11 LS dan 95 BT - 141 BT. Dan kita ketahui
g absolut
pada letak tersebut Indonesia diapit oleh tiga lempeng aktif yaitu lempeng Eurasia, lempeng
Sederhana
(SBA) membentuk zona subdaksi di
Indo-Australia dan lempengAnomali
Pasifik. Bouguer
Tiga lempeng
aktif tersebut

wilayah Indonesia yang menyebabkan sederet pegunungan yang membentang dari Sumatera
hingga Sulawesi. Pergerakan lempeng
aktif tersebut menyebabkan terjadinya aktivitas
Koreksi Medan
tektonik yang membentuk gunung api. Di Indonesia terdapat 129 gunung api yang
membentang dari Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Papua.
Anomali Bouguer Lengkap (CBA)

Ada beberapa jenis monitoring yang dapat dilakukan untuk mengamati aktivitas
magma gunungapi misalnya metode seismik, mikro gravity, geomagnetik, metode deformasi
Reduksi ke bidang datar

dan lain sebagainya. Oleh sebab itu praktikum ini dilakukan untuk lebih memahami aplikasi
3.2. METODE KEGIATAN....................................................................................................18
3.2.1.

Anomali local (residual)


regional
SurveiAnomali
Lapangan.................................................................................................18

3.2.2.

Kerja Praktik......................................................................................................18

3.2.3.

Studi Literatur....................................................................................................18

Pemodelan konseptual

3.3.

BIDANG YANG DIMINATI............................................................................................18


Data Geologi

3.4.

DIAGRAM ALIR PENELITIAN......................................................................................19

3.5.

Intterpretasi
MAHASISWA PELAKSANA...........................................................................................20
g terkoreksi drift n g terkoreksi drift 0
longitude

tn-t0/takhir-t0*mGal
akhir-mGal
awal
2.
2. 17a
14a
15a
16a
g terkoreksi
lintang
- FAC
Hasil
Koreksi tidal
+
nilai gravity
Value
g
terkoreksi
in
+
factor
tidal
interval
driftTidelongam
correction
CBA
latitude

Selesai

0,3086*elevasi

2.
2. 17b
14b
15b
16b

Laporan
Akhir
Praktikum Fisika Gunungapi
2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Geofisika merupakan salah satu cabang ilmu bumi (Geosains) yang mempelajari

tentang sifat-sifat fisis bumi,

seperti bentuk bumi, reaksi terhadap gaya, serta medan

potensial bumi (medan magnet dan gravitasi). Geofisika juga menyelidiki interior bumi
seperti inti, mantel bumi, dan kulit bumi serta kandungan-kandungan alaminya. Geofisika
bisa juga diartikan sebagai suatu metoda Mulai
dimana akan dipelajari tentang bumi dan batuan
menggunakan pendekatan-pendekatan Fisika dan Matematika dan merupakan gabungan dari
konsep-konsep Ilmu Geologi dan Fisika. Dalam geofisika terdapat berbagai macam metode
Koreksi Lintang

Data Lapangan

Konversi ke mGal

yang sering digunakan diantaranya metode gravity, seismik dan lain sebagainya.
Vulkanologi termasuk dari ilmu geosains karena memepelajari tentang sifat fisis bumi
Koreksi Tidal

Koreksi Udara Bebas

terutama dalam bidang kegunungapian. Vulkanologi juga mengamati proses terbentuknya


gunung api hingga
erupsi dengan melakukan monitoring.
Monitoring gunung api
Koreksiterjadinya
Drift
Koreksi Bouguer
dapat dilakukan dengan menggunakan metode-metode yang ada dibidang geofisika. Secara
geografis, Indonesia
terletak pada 6 LU - 11 LS dan 95 BT - 141 BT. Dan kita ketahui
g absolut
pada letak tersebut Indonesia diapit oleh tiga lempeng aktif yaitu lempeng Eurasia, lempeng
Sederhana
(SBA) membentuk zona subdaksi di
Indo-Australia dan lempengAnomali
Pasifik. Bouguer
Tiga lempeng
aktif tersebut

wilayah Indonesia yang menyebabkan sederet pegunungan yang membentang dari Sumatera
hingga Sulawesi. Pergerakan lempeng
aktif tersebut menyebabkan terjadinya aktivitas
Koreksi Medan
tektonik yang membentuk gunung api. Di Indonesia terdapat 129 gunung api yang
membentang dari Sumatera, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, dan Papua.
Anomali Bouguer Lengkap (CBA)

Ada beberapa jenis monitoring yang dapat dilakukan untuk mengamati aktivitas
magma gunungapi misalnya metode seismik, mikro gravity, geomagnetik, metode deformasi
Reduksi ke bidang datar

dan lain sebagainya. Oleh sebab itu praktikum ini dilakukan untuk lebih memahami aplikasi
BAB IV. PENUTUP................................................................................................................21
Anomali local (residual)

Anomali regional

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................22
CURRICULUM VITAE........................................................................................................25
Pemodelan konseptual
Data Geologi
Intterpretasi

longitude

g terkoreksi drift n g terkoreksi drift 0

tn-t0/takhir-t0*mGal
akhir-mGal
awal
2.
2. 17a
14a
15a
16a
g terkoreksi
lintang
- FAC
Hasil
Koreksi tidal
+
nilai gravity
Value
g
terkoreksi
in
+
factor
tidal
interval
driftTidelongam
correction
CBA
latitude

Selesai

0,3086*elevasi

2.
2. 17b
14b
15b
16b