Anda di halaman 1dari 27

1

TUGAS PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN HIDUP


Dampak pertumbuhan penduduk terhadap kesehatan masyarakat
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup

Dosen Pembimbing :
Surtani Harahap,M.Pd

Oleh :
Nur Wulan Rahmadani Lingga ( 1201670 )
Roza ( 1201664 )

JURUSAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah swt atas rahmat dan karuniaNya sehingga makalah ini dapat kami selesaikan.
kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini, kami tidak lepes dari
buku-buku dan browsing internet. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita
semua dan dapat kita jadikan pedoman di kehidupan sehari-hari.
Kami juga menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak
kekurangan, untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat di
perlukan untuk kesempurnaan laporan ini.Akhirnya, semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi teman-teman khususnya dan kita semua pada umumnya.

Padang ,
Februari 2015

DAFTAR ISI

Kata pengantar.................................................................................................... ....i


Daftar isi.................................................................................................................. ii
BAB I
A. Latar Belakang............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah........................................................................................3
C. Tujuan penulisan..........................................................................................3
BAB II
1.
2.
3.
4.

demografi dan kesehatan............................................................................4


Faktor Yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan.........................................6
Penduduk Dan Lingkungan ....................................................................... 7
Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan Dengan Lingkungan

12
5. Hubungan Antara Demografi Dan Kesehatan......................................... 15
6. Beberapa Dampak Kepadatan Penduduk................................................. 19
BAB III
A. Kesimpulan............................................................................................... 22
B. Saran ......................................................................................................... 23

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan dan keragaman


alam serta budaya yang luar biasa.Indonesia merupakan negara mega biodiversity
kedua setelah Brazil.Indonesia memiliki 42 ekosistem darat dan 5 ekosistem yang
khas.Indonesia juga memiliki 81.000 km garis pantai yang indah dan kaya.Luas
ekosistem mangrove di Indonesia mencapai 22 % dari seluruh luas mangrove di
dunia.
Sebagaimana kita ketahui bersama, Indonesia merupakan negara dengan
nomor urut keempat dalam besarnya jumlah penduduk setelah China, India, dan
Amerika Serikat. Menurut data statistik dari BPS, jumlah penduduk Indonesia saat
ini adalah 225 juta jiwa, dengan angka pertumbuhan bayi sebesar 1,39 % per
tahun. Angka pertumbuhan ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan angka
pertumbuhan bayi pada tahun 1970, yaitu sebesar 2,34%. Dengan jumlah
penduduk sebesar 225 juta jiwa, maka pertambahan penduduk setiap tahunnya
adalah 3,5 juta jiwa. Jumlah itu sama dengan jumlah seluruh penduduk di
Singapura.
Pertumbuhan penduduk yang besar memerlukan sarana tambahan investasi
serta sarana yang mendukung kesejahteraan rakyat seperti perekonomian,
pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Hal ini merupakan masalah
pemerintah untuk memenuhi taraf hidup masyarakat. Pemerintah menyediakan
berbagai lowongan pekerjaan tetapi akibat pertumbuhan penduduk yang begitu
pesat, jumlah lowongan kerja menjadi semakin sedikit hingga menyebabkan
banyak pengangguran dan terjadinya perilaku kriminalitas. Maka,hal tersebut juga
menimbulkan kurangnya kesejahteraan rakyat dalam perekonomian dan sosial.
Peranan ekonomi dalam pertambahan penduduk sangatlah penting. Seperti
dalam hal pembangunan, kunci sukses pembangunan adalah terjadinya
pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, pemerataan distribusi pembangunan,
maka perlunya peningkatan dari sisi investasi yang akan menunjang pertumbuhan
ekonomi.
Kondisi awal jumlah penduduk memang dapat meningkatkan jumlah
perekonomian namun pada suatu keadaan pertumbuhan penduduk tidak hanya
menaikkan ekonomi namun juga dapat menurunkannya. Pada tahun tahun 2000,

jumlah penduduk Indonesia menunjukkan angka sebesar 205.135 juta jiwa


dengan laju pertumbuhan sebesar 10.380 juta jiwa atau sebesar 5.33 persen dari
tahun 1995. Sementara itu persentase penduduk miskin selama periode 19962008 mengalami fluktuasi dengan kecenderungan mengalami penurunan. Sejalan
dengan itu kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk
merupakan sasaran utama pembangunan sebagaimana tertuang dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Hal ini tidak mungkin tercapai jika
pemerintah belum bisa memecahkan masalah kependudukan.
Pertumbuhan penduduk yang meningkat berkaitan dengan semakin
sulitnya pelayanan kesehatan yang merata kepada masyarakat. Pengetahuan
tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas, mortalitas,
morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah
tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk
dapat mengembangkan program pelayanan kesehatan yang merata dan tepat pada
sasarannya.Masalah utama yang dihadapi di bidang kesehatan di Indonesia adalah
masih tingginya pertumbuhan penduduk dan kurang seimbangnya penyebaran dan
struktur umur penduduk. Program kependudukan dan keluarga berencana
bertujuan turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh
masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk.
Dengan demikian diharapkan tercapai keseimbangan yang baik antara jumlah dan
kecepatan pertambahan penduduk dengan perkembangan pelayanan kesehatan.
Selain itu pertumbuhan penduduk juga berdampak secara tidak langsung
bagi kesehatan masyarakat karena dalam tolak ukur kesehatan salah faktornya
adalah kepadatan penduduk.Dimana semakin tinggi jumlah penduduk akan
mempengaruhi persebaran kelengkapan sarana prasarana kesehatan dan akan
dibahas dalam bab selanjutnya.
B. Rumusan Masalah
7. Apakah defenisi demografi dan kesehatan?
8. Apa sajakah Faktor Yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan ?
9. Bagaimanakah hubungan antara Penduduk Dan Lingkungan ?
10. Sejauh apakah Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan
Dengan Lingkungan ?

11. Bagaimanakah Hubungan Antara Demografi Dan Kesehatan ?


C. Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini, adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Agar mahasiswa mampu definisi demografi dan kesehatan


Agar mahasiswa mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Derajat.
Agar mahasiswa mengetahui hubungan antara Penduduk Dan Lingkungan.
Agar mahasiswa menegtahui Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang

Berkaitan Dengan Lingkungan.


5. Agar mahasiswa menegtahui Hubungan Antara Demografi Dan Kesehatan
6. Untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen kepada mahasiswa.
D. Manfaat penulisan
Dari penulisan makalah ini dapat diperoleh beberapa manfaat yaitu
sebagaii berikut :
1. Bagi penulis sebagai penambah khazanah ilmu pengetahuan dan
sebagai syarat guna meyelesaikan studi Pendidikan Kependudukan dan
Lingkungan Hidup.
2. Bagi pembaca sebagai sumber informasi dan penambah khazanah
ilmu.
3. Bagi sekolah sebagai sumber kepustakaan yang bermanfaat bagi
peserta didik.

BAB II
KAJIAN TEORI DAN PEMBAHASAN
A. Defenisi Demografi Dan Kesehatan
1. Definisi Demografi
Demography is the scientific study of human populations in primarily with
the respect to their size, their structure (composition) and their development
(change). Yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia, kurang lebih artinya
sebagai berikut Demografi adalah ilmu yang mempelajari penduduk suatu wilayah

terutama mengenai jumlah, struktur komposisi penduduk dan perkembangannya.


(Multilingual Demographic Dictionary).
Demography is the study of the size, territorial distribution and
composition of population, changes there in and the components of such changes
which maybe identified as natality, territorial movements (migration) and social
mobility (changes of states). Yang dalam terjemahan Indonesia diartikan kurang
lebih sebagai berikut Demografi mempelajari jumlah, persebaran, territorial, dan
komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebab perubahan
itu yang biasanya timbul dari natalitas (fertilitas), mortalitas, gerak territorial
(migrasi) dan mobilitas social (perubahan status). (Philip M Hauser dan Duddley
Duncan ,1959) yang diakses dari situs http://syamsuqamaridji.blogspot.com.
Dari kedua definisi diatas, disimpulkan (dapat disimpulkan) bahwa
demografi mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah. Struktur
penduduk meliputi jumlah persebaran dan komposisi penduduk. Struktur
penduduk ini selalu berubah-ubah karena disebabkan oleh proses demografi yakni
kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas) dan juga adanya migrasi penduduk.
2. Defenisi Kesehatan
Kesehatan adalah kondisi umum dari seseorang dalam semua aspek. Ini
juga merupakan tingkat fungsional dan / atau efisiensi metabolisme organisme,
sering secara implisit manusia.Pada saat berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia
atau World Health Organization (WHO), pada tahun 1948, kesehatan
didefinisikan sebagai "keadaan lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial dan
bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan."
Pada 1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan,
mengatakan bahwa kesehatan adalah "sumber daya bagi kehidupan sehari-hari,
bukan tujuan dari kehidupan. Kesehatan adalah konsep yang positif menekankan
sumber daya sosial dan pribadi, serta kemampuan fisik."Kesehatan fisik terwujud
apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan
memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal

atau tidak mengalami gangguan.Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen,


yakni pikiran, emosional, dan spiritual seperti :
a. Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.
b. Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang

untuk

mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan


sebagainya.
c. Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasa
syukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam
fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Misalnya sehat spiritual dapat
dilihat dari praktik keagamaan seseorang.
Indikator Kualitas Kesehatan dilihat dari tingkat kualitas hidup masyarakat
terkait dengan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan tersebut dihitung dalam
skala individu terkait dengan fasilitas kesehatan untuk penyakit yang tidak
mengancam jiwa, penyakit terminal, penyakit penurunan kesehatan pada
masyarakat lansia, penyakit kronis, dan penyakit yang telah berada pada tahap
akhir.Pelibatan faktor kesehatan pada tingkat kualitas hidup masyarakat
didefinisikan oleh para peneliti dari University of Toronto yaitu sebagai derajat
seseorang agar dapat menikmati berbagai pilihan pada kehidupannya. Kualitas
hidup tersebut berdasarkan kategori being, belonging, dan becoming.
Kualitas yang dimaksud akan mengidentifikasi bagaimana seseorang dapat
menikmati kehidupan tanpa bergantung lingkungannya, dan apakah seseorang
dapat mencapai tujuan pribadi, harapan, dan aspirasinya.
B. Faktor Yang Mempengaruhi Derajat Kesehatan
1. Environment atau lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup
keadaan sumber daya alam serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah
maupun di dalam lautan.Contoh : akses terhadap air bersih, jamban/tempat BAB,
sampah, lantai rumah, breeding places, polusi, sanitasi tempat umum, bahan
beracun berbahaya, kebersihan TPU (Tempat Pelayanan Umum)
2. Behavior atau perilaku

Contoh : alkohol, rokok, promiscuity ( tempat-tempat berisiko, narkoba,


olahraga), dan health seeking behavior ( kalau tidak sakit parah tidak akan pergi
ke puskesmas).
3. Heredity atau keturunan
Contoh : Penyakit-penyakit yang sifatnya turunan dan mempengaruhi
sumber daya masyarakat, jumlah penduduk dan pertumbuhan penduduk serta
jumlah kelompok khusus/rentan (bumil, persalinan, bayi, dan lainnya).
4. Pelayanan Kesehatan
Menurut H.L.Blum pelayanan kesehatan merupakan urutan
ketiga yang mempengaruhi derajat kesehatan. Yang dimaksud dengan
pelayanan kesehatan adalah setiap upaya yang diselenggarakan
sendiri atau secara bersama-sama dalam suatu organisasi untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan mengobati
penyakit serta memulihkan kesehatan perseorangan, kelompok, dan
ataupun
Yang

masyarakat.

termasuk

dalam

faktor

sistem
kemudahan

pelayanan

kesehatan

pelayanan

masyarakat

untuk

dapat

adalah

kesehatan
menjangkau

pelayanan

kesehatan
sesuai

dengan

kebutuhan

pemakai

jasa

pelayanan

sesuai dengan prinsip ilmu dan teknologi kedokteran

Faktor yang mempengaruhi keadaan kesehatan sangat banyak sehingga


pembicaraan kesehatan disetiap wilayah maupun negara tidak mungkin dilakukan
secara akurat.Data tentang penyakit secara tepat tidak tercapai di negara-negara
sedang berkembang,namun sebagian besar masyarakat masih menggunakan
pengobatan sederhana.
Kesehatan individu adalah yang sangat penting bagi kesejahteraan
hidupnya dan kesejahteraan keluarga.Kesehatan penduduk berpengaruh langsung
pada perkembangan kehidupan sosial dan ekonominya.

10

Perbaikan keadaan kesehatan penduduk,terutama dengan berhasilnya


memberantas penyakit-penyakit menular dan penyakit infeksi telah menurunkan
angka kematian di seluruh dunia secara besar-besaran.Selain itu peningkatan
jumlah penduduk yang besar

tentu akan mempengaruhi jumlah fasilitas

pelayanan kesehatan,penyediaan rumah dan pengamatan sanitasi tidak memadai


dengan permintaan yang besar oleh jumlah penduduk yang begitu besar.Mulai
dari tidak cukupnya bahan pangan yang bergizi bagi pertumbuhan anak dan orang
dewasa yang semakin meningkat jumlahnya,tidak cukupnya pelayanan kesehatan
yang diperlukan,meningkatnya polusi air dan udara yang memiliki dampak
negatif bagi kesehatan maka masalah itu akan sangat dirasakan oleh seluruh
masyarakat.
Kesehatan penduduk suatu negara ikut menentukan kapasitas daya dalam
produksi barang dan jasa yang diperlukan bagi kesejahteraan manusia.Tenaga
kerja,jika keadaan kesehatan jasmani dan rohani tidak baik ,tidak akan mampu
menaikkan kapasitas kerjanya yang sangat diperlukan bagi peningkatan produksi
bahan

pangan,rumah

dan

bagi

penyediaan

jasa

untuk

pelayanan

pendidikan,kesehatan,keamanan dan lainnya.Jadi jelaslah bahwa keadaan


kesehatan bangsa dipengaruhi oleh keadaan dan pertumbuhan penduduknya.
C. Penduduk Dan Lingkungan
Masalah kependudukan dan kerusakan lingkungan hidup merupakan dua
permasalahan yang kini sedang dihadapi bangsa Indonesia, khususnya maupun
negara-negara lainnya di dunia umumnya.Brown dalam bukunya (1992:265-280),
menyatakan bahwa masalah lingkungan hidup dan kependudukan yaitu masalah
pencemaran lingkungan fisik, desertifikasi, deforestasi, overs eksploitasi terhadap
sumber-sumber alam, serta berbagai fenomena degradasi ekologis semakin hari
semakin menujukkan peningkatan yang signifikan.Keprihatinan ini tidak saja
memberikan agenda penanganan masalah lingkungan yang bijak.Namun juga
merupakan warning bagi kehidupan, bahwa kondisi lingkungan hidup sedang
berada pada tahap memprihatinkan. Seandainya tidak dilakukan upaya

11

penanggulangan secara serius, maka dalam jangka waktu tertentu kehidupan ini
akan musnah.
Hal ini terjadi menurut Soemarwoto dalam bukunya (1991:1), karena
lingkungan (alam) tidak mampu lagi memberikan apa-apa kepada kita. Padahal
seperti kita ketahui bahwa manusia merupakan bagian integral dari lingkungan
hidupnya, ia tidak dapat dipisahkan dari padanya. Padatnya penduduk suatu
daerah akan menyebabkan ruang gerak suatu daerah semakin terciut, dan hal ini
disebabkan manusia merupakan bagian integral dari ekosistem, dimana manusia
hidup dengan mengekploitasi lingkungannya. Pertumbuhan penduduk yang cepat
meningkatkan permintaan terhadap sumber daya alam. Pada saat yang sama
meningkatnya konsumsi yang disebabkan oleh membengkaknya jumlah penduduk
yang pada akhirnya akan berpengaruh pada semakin berkurangnya produktifitas
sumber daya alam.
Menurut Wijono (1998:5) kondisi sebagaimana digambarkan tersebut
dapat diibaratkan seperti lilin, pertumbuhan penduduk yang cepat akan membakar
lilin dari kedua ujungnya. Sehingga batang lilin itu akan cepat meleleh dan habis.
Konsekwensinya adalah berubahnya salah satu atau beberapa komponen dalam
ekosistem, mengakibatkan perubahan pada interaksi komponen-komponen itu,
sehingga struktur organisasi dan sifat-sifat fungsional ekosistem akan berubah
pula.Dalam perspektif historis tentang kependudukan dan dampak lingkungan
Derek Lewlyn dan Jones (dalam Alfi, 1990:22) melakukan penelitian di kota
Sidney di Australia, berdasarkan hasil penelitiannya mereka menyimpulkan bahwa
sebenarnya keseimbangan ekologi itu tidak kekal. Kota Sidney yang dulunya
sangat asri dengan tatanan lingkungan kota yang nyaman, tetapi mulai periode 80an, semuanya telah berubah menjadi tidak nyaman lagi. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut menandakan bahwa perkembangan penduduk sedikit banyak
akan mempengaruhi lingkungan hidup baik fisik maupun non fisik.
Dari kenyataan sejarah menurut Derek Lewlyn dan Jones, sebenarnya
krisis lingkungan hidup yang terjadi pada masyarakat modern ini sebagai dari
peledakan penduduk dan kemajuan teknologi modern, sudah dimulai ratusan
tahun lalu.Berdasarkan hal ini maka dapat dikatakan bahwa perkembangan

12

penduduk dunia dilihat dari perspektif sejarah sebenarnya mempunyai tiga


tahapan transisi yang biasa diistilahkan dengan konsep Demographis
Transition. Tiga transisi itu adalah:
a) pra-transition
b) transition
c) post transition.
Dijelaskan lebih lanjut oleh Derek Lewlyn dan Jones, bahwa dalam
masyarakat pra-transition, tingkat kematian dan tingkat kelahiran sama tinggi.
Masyarakat-masyarakat semacam ini masih ada dalam kehidupan masyarakat
modern, seperti di Afrika, Amerika Latin dan sebagian Asia.Masyarakat transition,
rata-rata tingkat kematian mulai menurun, terutama tingkat kematian bayi dan
anak-anak. Akibat dari keadaan ini maka tingkat kelahiran meningkat; lebih
banyak anak-anak hidup mencapai usia produktif. Pada tingkat akhir masa
transition ini tingkat kelahiran juga menurun sebagai akibat dari pelaksanaan
birth control.Pada umumnya sebagian negara berkembang berada pada tingkat
transition.Sementara itu pada masyarakat post-transition rata-rata tingkat
kelahiran dan kematian rendah.Hal ini disebabkan jumlah bayi dan anak-anak
sampai pada tingkat minimum sekali. Tahapan transisi dalam pertumbuhan
penduduk ini membawa dampak kepada keseimbangan lingkungan.Artinya bahwa
semakin cepat pertumbuhan penduduk, maka akan membawa akibat kepada
tekanan yang kuat terhadap sumber daya alam. Seperti meningkatnya kebutuhan
pangan,

air

bersih,

pemukiman

dan

sebagainya.Sehingga

menimbulkan

ketidakseimbangan antara persediaan sumber daya alam dengan kebutuhan


manusia.
Pertambahan penduduk yang cepat, makin lama makin meningkat hingga
akhirnya memadati muka bumi.Hal ini membawa akibat serius terhadap rentetan
masalah besar yang membentur keseimbangan sumber daya alam.Karena
bagaimanapun juga setiap menusia tidak lepas dari bermacam-macam kebutuhan
mulai dari yang pokok hingga sampai pada kebutuhan pelengkap. Sedangkan
semua kebutuhan yang diperlukan oleh manusia sangat banyak dan tidak terbatas,
sementara itu kebutuhan yang diperlukan baru akan terpenuhi manakala siklus dan
cadangan-cadangan sumber daya alam masih mampu dan mencukupi. Tetapi akan

13

lain jadinya jika angka pertumbuhan penduduk kian melewati batas siklus ataupun
jumlah cadangan sumber-sumber kebutuhan. Andaikata kondisi perkembangan
demikian tidak diupayakan penanganan secara serius maka pada saatnya akan
terjadi suatu masa krisis. Lebih parah lagi sebagaimana dikemukakan diatas
adalah terjadinya bencana yang dapat memusnahkan kehidupan manusia.
Dilihat dari perspektif ekologis bahwa pertumbuhan penduduk yang cepat
dapat

berdampak

kepada

meningkatnya

kepadatan

penduduk,

sehingga

menyebabkan ketidakseimbangan mutu lingkungan secara menyeluruh. Menurut


Soemarwoto (1991:230-250) bahwa secara rinci dampak kepadatan penduduk
sebagai akibat laju pertumbuhan penduduk yang cepat terhadap kelestarian
lingkungan adalah sebagai berikut:
a) Meningkatnya limbah rumah tangga sering disebut dengan limbah
domestik. Dengan naiknya kepadatan penduduk berarti jumlah orang
persatuan luas bertambah. Karena itu jumlah produksi limbah persatuan
luas juga bertambah. Dapat juga dikatakan di daerah dengan kepadatan
penduduk yang tinggi, terjadi konsentrasi produksi limbah.
b) Pertumbuhan penduduk yang terjadi bersamaan dengan pertumbuhan
ekonomi dan teknologi yang melahirkan industri dan sistem transport
modern. Industri dan transport menghasilkan berturut-turut limbah industri
dan limbah transport. Di daerah industri juga terdapatkepadatan penduduk
yang tinggi dan transport yang ramai. Di daerah ini terdapat produksi
limbah domsetik, limbah industri dan limbah transport.
c) Akibat pertambahan penduduk juga mengakibatkan

peningkatan

kebutuhan pangan. Kenaikan kebutuhan pangan dapat dipenuhi dengan


intensifikasi lahan pertanian, antara lain dengan mengunakan pupuk
pestisida, yang notebene merupakan sumber pencemaran. Untuk
masyarakat pedesaan yang menggantungkan hidupnya pada lahan
pertanian, maka seiring dengan pertambahan penduduk, kebutuhan akan
lahan pertanian juga akan meningkat. Sehingga ekploitasi hutan untuk
membuka lahan pertanian baru banyak dilakukan. Akibatnya daya dukung
lingkungan menjadi menurun. Bagi mereka para peladang berpindah,
dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk yang sedemikian cepat,

14

berarti menyebabkan tekanan penduduk terhadap lahan juga meningkat.


Akibatnya proses pemulihan lahan mengalami percepatan. Yang tadinya
memakan waktu 25 tahun, tetapi dengan semakin meningkatnya tekanan
penduduk terhadap lahan maka bisa berkurang menjadi 5 tahun. Saat
dimana lahan yang baru ditinggalkan belum pulih kesuburannya.
d) Makin besar jumlah penduduk, makin besar kebutuhan akan sumber daya.
Untuk penduduk agraris, meningkatnya kebutuhan sumber daya ini
terutama lahan dan air. Dengan berkembangnya teknologi dan ekonomi,
kebutuhan akan sumber daya lain juga meningkat, yaitu bahan bakar dan
bahan mentah untuk industri. Dengan makin meningkatnya kebutuhan
sumber daya itu, terjadilah penyusutan sumber daya. Penyusutan sumber
daya berkaitan erat dengan pencemaran. Makin besar pencemaran sumber
daya, laju penyusunan makin besar dan pada umumnya makin besar pula
pencemaran.
Berdasarkan pendapat yang kemukakan oleh Soemarwoto, maka tidaklah
berlebihan bahwa dampak kepadatan penduduk terhadap kualitas lingkungan
sangatlah besar.Indonesia sebagai sebuah negara yang jumlah penduduknya sangat
besar juga sedang menghadapi problematika besar tentang masalah kualitas
lingkungan. Masalah yang dihadapi ini akan semakin kompleks karena lajunya
pertumbuhan penduduk tidak bisa ditekan dalam pengertian bahwa secara alamiah
jumlah penduduk dari waktu ke waktu terus bertambah, disamping itu juga tingkat
pencemaran (air dan udara), tekanan terhadap lahan pertanian, rendahnya
kesadaran lingkungan, banyaknya pemilik HPH yang tidak bertanggungjawab,
dan tidak konsistennya Pemerintah dalam menegakkan hukum akan semakin
mempercepat penurunan mutu lingkungan secara makro. Hal ini terjadi menurut
Abdullah

(2002:20)

karena

adanya

perilaku

manusia

yang

tidak

bertanggungjawab dan hanya mementingkan kepentingan diri sendiri.


Akibat yang lebih jauh atas permasalahan tersebut adalah problematika
yang muncul tidak hanya sebatas pada satu sisi kependudukan saja, tetapi juga
daya dukung lingkungan terhadap kelangsungan hidup secara seimbang. Akhirnya
sampai pada satu titik terminologi akan terjadi collapse. Keadaan ini sangat
mungkin terjadi karena daya dukung lingkungan tidak lagi mampu menopang

15

kebutuhan hidup manusia.Semantara manusia dengan dengan jumlah yang terus


meningkat dari waktu kewaktu membutuhkan ketersediaannya bahan kebutuhan
yang disediakan oleh alam.
Disisi lain, karena pemanfaatan sumber daya alam tidak mengindahkan
eko-efisien, dan cenderung mengabaikan kelestariannya maka berakibat buruk
terhadap kualitas sumber daya alam. Perkembang selanjutnya akan terjadi
ketimpangan antara kebutuhan yang harus disediakan alam, dengan kemampuan
alam sendiri untuk menyediakan.
Ketidakmampuan alam dalam menyediakan kebutuhan manusia maka
pada gilirannya akan berakibat pada malapetaka. Melihat kondisi yang demikian
maka satu hal yang harus mendapat perhatian adalah bagaimana mengupayakan
jalinan hubungan harmonis antara pemenuhan kebutuhan manusia dengan tetap
menjaga kelestarian lingkungan alam dan diharapkan daya dukung lingkungan
tetap tersedia terutama dalam menopang laju pertumbuhan penduduk yang makin
hari terus mengalami peningkatan.

D. Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan Dengan


Lingkungan
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik
pertambahan maupun penurunannya. Adapun faktor faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan penduduk adalah kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk.
Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami sedangkan perpindahan
penduduk adalah faktor non alami. Migrasi ada dua yaitu migrasi masuk yang
artinya menambah jumlah penduduk sedangkan migrasi keluar adalah mengurangi
jumlah penduduk. Migrasi itu biasa terjadi karena pada tempat orang itu tinggal
kurang ada fasilitas yang memadai. Selain itu juga kebanyakan kurangnya
lapangan kerja. Maka dari itu banyaklah orang yang melakukan migrasi.Dalam
dalam masalah ini maka penduduk tidak aka jauh dengan masalah kesehatan atau
penyakit yang melanda penduduk tersebut,dikarenakan lingkungan yang kurang
terawat ataupun pemukiman yang kumuh,seperti limbah pabrik,selokan yang tidak

16

terawat yang menyebabkan segala penyakit akan melanda para penghuni wilayah
tersebut yang mengakibatkan kematian dan terjadi pengurangan jumlah penduduk.
Untuk menjamin kesehatan bagi semua orang di lingkunan yang sehat,
perlu jauh lebih banyak daripada hanya penggunaan teknologi medikal, atau usaha
sendiri dalam semua sektor kesehatan.Usaha-usaha secara terintegrasi dari semua
sektor, termasuk organisasi-organisasi, individu-individu, dan masyarakat,
diperlukan untuk pengembangan pembangunan sosio-ekonomi yang berkelanjutan
dan manusiawi, menjamin dasar lingkungan hidup dalam menyelesaikan masalahmasalah kesehatan.Seperti semua makhluk hidup, manusia juga bergantung pada
lingkungannya untuk memenuhi keperluan-keperluan kesehatan dan kelangsungan
hidup.Kesehatanlah yang rugi apabila lingkungan tidak lagi memenuhi
kebutuhan-kebutuhan manusia akan makanan, air, sanitasi, dan tempat
perlindungan yang cukup dan aman- karena kurangnya sumber-sumber atau
distribusi yang tidak merata.Kesehatanlah yang rugi apabila orang-orang
menghadapi unsur-unsur lingkungan yang tidak ramah- seperti binatang-binatang
mikro, bahan-bahan beracun, musuh bersenjata atau supir-supir yang mabuk.
Kesehatan

manusia

adalah

keperluan

dasar

untuk

pembangunan

berkelanjutan. Tanpa kesehatan, manusia tidak dapat membangun apa pun, tidak
dapat

menentang

kemiskinan,

atau

melestarikan

lingkungan

hidupnya.

Sebaliknya, pelestarian lingkungan hidup merupakan hal pokok untuk


kesejahteraan manusia dan proses pembangunan. Lingkungan yang sehat
menghasilkan masyarakat yang sehat, sebaliknya lingkungan yang tidak sehat
menyebabkan banyak penyakit.Kemampuan manusia untuk mengubah atau
memoditifikasi kualitas lingkungannya tergantung sekali pada taraf sosial
budayanya. Masyarakat yang masih primitif hanya mampu membuka hutan
secukupnya untuk memberi perlindungan pada masyarakat. Sebaliknya,
masyarakat yang sudah maju sosial budayanya dapat mengubah lingkungan hidup
sampai taraf yang irreversible. Prilaku masyarakat ini menentukan gaya hidup
tersendiri yang akan menciptakan lingkungan yang sesuai dengan yang
diinginkannya mengakibatkan timbulnya penyakit juga sesuai dengan prilakunya

17

tadi. Dengan demikian eratlah hubungan antara kesehatan dengan sumber daya
social ekonomi.
WHO menyatakan Kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh
secara fisik, mental dan sosial serta bukan hanya merupakan bebas dari
penyakit.Dalam Undang Undang No. 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok
Kesehatan. Dalam Bab 1,Pasal 2 dinyatakan bahwa Kesehatan adalah meliputi
kesehatan badan (somatik),rohani (jiwa) dan sosial dan bukan hanya deadaan yang
bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan. Definisi ini memberi arti yang sangat
luas pada kata kesehatan. Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih
merupakan hal yang perlu mendapaat perhatian, karena menyebabkan status
kesehatan masyarakat berubah seperti: Peledakan penduduk, penyediaan air
bersih, pengolalaan sampah,pembuangan air limbah penggunaan pestisida,
masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat,
populasi udara, abrasi pantai,penggundulan hutan dan banyak lagi permasalahan
yang dapat menimbulkan satu model penyakit.
Jumlah penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar
ditangani masalah.pemukiman sangat penting diperhatikan. Pada saat ini
pembangunan di sektor perumahan sangat berkembang, karena kebutuhan yang
utama bagi masyarakat. Perumahan juga harus memenuhi syarat bagi kesehatan
baik ditinjau dari segi bangungan, drainase, pengadaan air bersih, pentagonal
sampah domestik uang dapat menimbulkan penyakit infeksi dan ventilasi untuk
pembangunan asap dapur. Indonesia saat ini mengalami transisi dapat terlihat dari
perombakan struktur ekonomi menuju ekonomi industri, pertambahan jumlah
penduduk, urbanisasi yang meningkatkan jumlahnya, maka berubahlah beberapa
indikator kesehatan seperti penurunan angka kematian ibu, meningkatnya angka
harapan hidup (63 tahun) dan status gizi. Jumlah penduduk terus bertambah, cara
bercocok tanam tradisional tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan hidup
masyarakat. Dengan kemampuan daya pikir manusia, maka manusia mulai
menemukan mesin-mesin yang dapat bekerja lebih cepat dan efisien si dari tenaga

18

manusia.Sebagai contohnya di Surabaya pada tahun 20 Januari Tahun lalu terkena


wabah penyakit Sapi gila dan di Cikarang mewabah demam berdarah.
E. Hubungan Antara Demografi Dan Kesehatan
Selama dasawarsa yang lalu, penduduk dunia bertambah dengan tingkat
yang mencengangkan. Peningkaatan angka pertambahan penduduk ini sedemikian
kritis sehingga banyak orang mengakui bahwa peledakan penduduk dewasa ini
merupakan ancaman terbesar bagi perdamaian dan kesejahteraan dunia yang
sangat berpengaruh terhadap kesehatan penduduk.
Pemecahan masalah isu kependudukan ini sudah sudah banyak cara yang
ditawarkan

diantaranya

pengendalian

fertilitas

dengan

penggunaan

alat

kontrasepsi KB, penundaan perkawinan, bahkan menurut teori malthus


memberikan 2 jenis solusi yaitu preventive checks (pengurangan penduduk
melalui penekanan kelahiran) dan positive checks (pengurangan penduduk
melalui proses kematian).
Kegiatan antianatalis seakan-akan menjadi program unggulan untuk
mengatasi permasalahan ledakan penduduk tersebut, terkhusus negara china
menerapkan model yang berbeda dalam penyelesai ini, yaitu mencanangkan
sasaran pertumbuhan penduduk dalam kebijakan kependudukannya melalui
beragam cara : mulai dari pemberian imbalan bagi keluarga dengan satu anak, dan
sanksi bagi mereka yang tidak sungguh-sungguh menjalankan kebijakan ini, wajib
militer bagi para pemuda, penundaan usia kawin, sampai pada komitmen
pemimpinnya yang memberi pembenaran pada program ini sebagai bagian dari
ajaran sosialisme.
Sehingga dapat dikatakan bahwa dengan adanya ilmu demografi maka
pemecahan masalah penduduk yang berhubungan dengan kesehatan dapat
diketahui melalui data demografi agar tepat sasaran sehingga penyaluran
kesehatan dapat merata keseluruh lapisan masyarakat.
Jumlah penduduk bukan hanya merupakan modal , tetapi juga akan
merupakan beban dalam pembangunan.Pertumbuhan penduduk yang meningkat
berkaitan dengan semakin sulitnya pelayanan kesehatan yang merata kepada

19

masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti


fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek
keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana
program untuk dapat mengembangkan program pelayanan kesehatan yang merata
dan tepat pada sasarannya.Masalah utama yang dihadapi di bidang kesehatan di
Indonesia adalah masih tingginya

pertumbuhan penduduk dan kurang

seimbangnya penyebaran dan struktur umur penduduk. Program kependudukan


dan keluarga berencana bertujuan turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi
dan sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan
pengendalian penduduk. Dengan demikian diharapkan tercapai keseimbangan
yang baik antara jumlah dan kecepatan pertambahan penduduk dengan
perkembangan pelayanan kesehatan.
Laju Pertumbuhan Penduduk per Tahun
Provinsi

1971-

1980-

1990-

2000-

1980

1990

2000

2010

Aceh

2,93

2,72

1,46

2,36

Sumatera Utara

2,60

2,06

1,32

1,10

Sumatera Barat

2,21

1,62

0,63

1,34

Riau

3,11

4,30

4,35

3,58

Jambi

4,07

3,40

1,84

2,56

Sumatera Selatan

3,32

3,15

2,39

1,85

Bengkulu

4,39

4,38

2,97

1,67

Lampung

5,77

2,67

1,17

1,24

Belitung

0,97

3,14

Kepulauan Riau

Kepulauan Bangka
-

4,95

DKI Jakarta

3,93

2,42

0,17

1,41

Jawa Barat

2,66

2,57

2,03

1,90

Jawa Tengah

1,64

1,18

0,94

0,37

DI Yogyakarta

1,10

0,57

0,72

1,04

Jawa Timur

1,49

1,08

0,70

0,76

3,21

2,78

Bali

1,69

1,18

1,31

2,15

Nusa Tenggara Barat

2,36

2,15

1,82

1,17

Nusa Tenggara Timur

1,95

1,79

1,64

2,07

Kalimantan Barat

2,31

2,65

2,29

0,91

Kalimantan Tengah

3,43

3,88

2,99

1,79

Kalimantan Selatan

2,16

2,32

1,45

1,99

Banten

20

Kalimantan Timur

5,73

4,42

2,81

3,81

Sulawesi Utara

2,31

1,60

1,33

1,28

Sulawesi Tengah

3,86

2,87

2,57

1,95

Sulawesi Selatan

1,74

1,42

1,49

1,17

Sulawesi Tenggara

3,09

3,66

3,15

2,08

1,59

2,26

Gorontalo
Sulawesi Barat

2,68

2,88

2,79

0,08

2,80

Maluku Utara

0,48

2,47

Papua Barat

3,71

Maluku

Papua

2,67

3,46

3,22

5,39

INDONESIA

2,31

1,98

1,49

1,49

Catatan : Tidak Termasuk Timor Timur


Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980 , 1990 , 2000 , 2010 dan Sensus Penduduk Antar
Sensus (SUPAS) 1995

Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk


Indonesia adalah sebesar 237.556.363 orang, yang terdiri dari 119.507.580 lakilaki dan 118.048.783 perempuan. Distribusi penduduk Indonesia masih
terkonsentrasi di Pulau Jawa yaitu sebesar 58 persen, yang diikuti oleh Pulau
Sumatera sebesar 21 persen. Selanjutnya untuk pulau-pulau/kelompok kepulauan
lain berturut-turut adalah sebagai berikut: Sulawesi sebesar 7 persen; Kalimantan
sebesar 6 persen; Bali dan Nusa Tenggara sebesar 6 persen; dan Maluku dan
Papua sebesar 3 persen.
Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah tiga provinsi dengan
urutan teratas yang berpenduduk terbanyak, yaitu masing-masing berjumlah
43.021.826 orang, 37.476.011 orang, dan 32.380.687 orang. Sedangkan Provinsi
Sumatera Utara merupakan wilayah yang terbanyak penduduknya di luar Jawa,
yaitu sebanyak 12.985.075 orang.
Dengan luas wilayah Indonesia yang sekitar 1.910.931 km2, maka ratarata tingkat kepadatan penduduk Indonesia adalah sebesar 124 orang per km2.
Provinsi yang paling tinggi kepadatan penduduknya adalah Provinsi DKI Jakarta,
yaitu sebesar 14.440 orang per km2. Sementara itu, provinsi yang paling rendah
tingkat kepadatan penduduknya adalah Provinsi Papua Barat, yaitu sebesar 8
orang per km2.
Penduduk Indonesia terus bertambah dari waktu ke waktu. Ketika
pemerintah Hindia Belanda mengadakan sensus penduduk tahun 1930 penduduk

21

nusantara adalah 60,7 juta jiwa. Pada tahun 1961, ketika sensus penduduk pertama
setelah Indonesia merdeka, jumlah penduduk sebanyak 97,1 juta jiwa. Pada tahun
1971 penduduk Indonesia sebanyak 119,2 juta jiwa, tahun 1980 sebanyak 146,9
juta jiwa, tahun 1990 sebanyak 178,6 juta jiwa, tahun 2000 sebanyak 205,1 juta
jiwa, dan pada tahun 2010 sebanyak 237,6 juta jiwa.
Secara nasional, laju pertumbuhan penduduk Indonesia per tahun selama
sepuluh tahun terakhir adalah sebesar 1,49 persen. Laju pertumbuhan penduduk
Provinsi Papua adalah yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain
di Indonesia, yaitu sebesar 5,46 persen.
Bila dilihat menurut pulau atau kelompok kepulauan, provinsi dengan laju
pertumbuhan penduduk tertinggi dan terendah adalah sebagai berikut:
1.

Sumatera

Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk


tertinggi, yaitu sebesar 4,99 persen. Sementara itu, provinsi yang memiliki laju
pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Sumatera Utara, yaitu sebesar
1,11 persen.
2. Jawa
Provinsi yang memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi adalah Provinsi
Ban- ten, yaitu sebesar 2,79 persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan
penduduk terendah adalah Provinsi Jawa Tengah, yaitu sebesar 0,37 persen.
3.

Bali-Nusa Tenggara

Provinsi Bali memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 2,15
persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk terendah adalah
Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu sebesar 1,17 persen.
4. Kalimantan
Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 3,80 persen. Sementara itu, provinsi yang memiliki laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Kalimantan Barat, yaitu
sebesar 0,91 persen.
5. Sulawesi

22

Provinsi Sulawesi Barat memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yaitu


sebesar 2,67 persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk
terendah adalah Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu sebesar 1,17 persen.
6. Maluku-Papua
Provinsi yang memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi adalah Provinsi
Papua, yaitu sebesar 5,46 persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan
penduduk terendah adalah Provinsi Maluku Utara, yaitu sebesar 2,44 persen.
Peningkatan jumlah penduduk yang besar

tentu akan mempengaruhi

jumlah fasilitas pelayanan kesehatan,penyediaan rumah dan pengamatan sanitasi


tidak memadai dengan permintaan yang besar oleh jumlah penduduk yang begitu
besar.Mulai dari tidak cukupnya bahan pangan yang bergizi bagi pertumbuhan
anak dan orang dewasa yang semakin meningkat jumlahnya,tidak cukupnya
pelayanan kesehatan yang diperlukan,meningkatnya polusi air dan udara yang
memiliki dampak negatif bagi kesehatan maka masalah itu akan sangat dirasakan
oleh seluruh masyarakat.
Kesehatan penduduk suatu negara ikut menentukan kapasitas daya dalam
produksi barang dan jasa yang diperlukan bagi kesejahteraan manusia.Tenaga
kerja,jika keadaan kesehatan jasmani dan rohani tidak baik ,tidak akan mampu
menaikkan kapasitas kerjanya yang sangat diperlukan bagi peningkatan produksi
bahan

pangan,rumah

dan

bagi

penyediaan

jasa

untuk

pelayanan

pendidikan,kesehatan,keamanan dan lainnya.Jadi jelaslah bahwa keadaan


kesehatan bangsa dipengaruhi oleh keadaan dan pertumbuhan penduduknya.
F. Beberapa Dampak Kepadatan Penduduk
1. Berkurangnya Ketersediaan Lahan
Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumlah penduduk
menyebabkan tingkat kepadatan semakin tinggi .Pada sisi lain ,luas tanah atau
lahan tidak bertambah.Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertanian
semakin berkurang karena digunakan untuk pemukiman penduduk.
2. Kebutuhan Udara Bersih

23

Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan .Demikian


pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk
kehidupanya.Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara
bersih .Udara bersih Hndust udara yang tidak tercemar,sehingga huyakitas udara
terjaga dengan baik.Dengan udara yang bersih akan diperoleh pernapasan yang
sehat.
3.

Kerusakan Lingkungan
Setiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperi untuk

dijadikan lahan pertanian atau pemukiman .Para ahli lingkungan memperkirakan


lebih dari 70% hutan di dunia yang alami telah ditebang atau rusak parah
.Menigkatnya jumlah

penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya

penggunaan sumber alam hayati. Adanya pembukaan hutan secara liar

untuk

dijadikan tanah pertaniaan atau untuk mencari hasil hutan sebagai mata
pencaharian penduduk akan merusak ekosistem hutan.
4. Kebutuhan Air Bersih
Air merupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup .Akan

tetapi,air yang

dibutuhkan manusia sebagai mkhluk hidup adalah air bersih. Air bersih digunakan
untuk kebutuhan penduduk atau rumah tangga sehari-hari. Bersih merupakan air
yang memenuhi syarat kualitas yang meliputi syarat fisika ,kimia ,dan biologi.
Syarat kimia yaitu air yang tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan
kesehatan manusia. Syarat fisika yaitu air tetap jernih (tidak brubah warna), tidak
ada rasa, dan tidak berbau. Syarat biologi yaitu air tidak mengandung
mikrooganisme atau kuman-kuman penyakit.
5.

Kekurangan Makanan

Manusia sebagai mahkluk hidup membutuhan makanan. Dengan bertambahnya


jumlah populasi manusia atau penduduk, maka jumlah kebutuhan makanan yang
diperlukan juga semakin banyak. Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan
produksi pangan, maka dapat terjadi kekurangan makanan .Akan tetapi,biasanya

24

laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan


makanan. Ketidakseimbangan
bertambahnya

antara bertambahnya

penduduk

dengan

produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia.

Akibatnya, penduduk dapat kekurangan gizi atau pangan. Kekurangan gizi


menyebabkan daya tahan tubuh seseorang terhadap suatu penyakit rendah,
sehingga mudah terjangkit penyakit.
6. Pencemaran air
Disebabkan oleh limbah rumah tangga dan limbah industry yang tentu
akan berdampak bagi kesehatan masyrakat suatu bangsa.

BAB III
PENUTUP

25

A. Kesimpulan
Demografi mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah.
Struktur penduduk meliputi jumlah persebaran dan komposisi penduduk. Struktur
penduduk ini selalu berubah-ubah karena disebabkan oleh proses demografi yakni
kelahiran (fertilitas), kematian (mortalitas) dan juga adanya migrasi penduduk.
Kesehatan adalah kondisi umum dari seseorang dalam semua aspek. Ini
juga merupakan tingkat fungsional dan / atau efisiensi metabolisme organisme,
sering secara implisit manusia.Pada saat berdirinya Organisasi Kesehatan Dunia
atau World Health Organization (WHO), pada tahun 1948, kesehatan
didefinisikan sebagai "keadaan lengkap fisik, mental, dan kesejahteraan sosial dan
bukan hanya ketiadaan penyakit atau kelemahan."
Masalah kependudukan dan kerusakan lingkungan hidup merupakan dua
permasalahan yang kini sedang dihadapi bangsa Indonesia, khususnya maupun
negara-negara lainnya di dunia umumnya.Brown (1992:265-280), menyatakan
bahwa masalah lingkungan hidup dan kependudukan yaitu masalah pencemaran
lingkungan fisik, desertifikasi, deforestasi, overs eksploitasi terhadap sumbersumber alam, serta berbagai fenomena degradasi ekologis semakin hari semakin
menujukkan peningkatan yang signifikan.Keprihatinan ini tidak saja memberikan
agenda penanganan masalah lingkungan yang bijak.Namun juga merupakan
warning bagi kehidupan, bahwa kondisi lingkungan hidup sedang berada pada
tahap memprihatinkan. Seandainya tidak dilakukan upaya penanggulangan secara
serius, maka dalam jangka waktu tertentu kehidupan ini akan musnah.
Hal ini terjadi menurut Soemarwoto (1991:1), karena lingkungan (alam)
tidak mampu lagi memberikan apa-apa kepada kita. Padahal seperti kita ketahui
bahwa manusia merupakan bagian integral dari lingkungan hidupnya, ia tidak
dapat dipisahkan dari padanya. Padatnya penduduk suatu daerah akan
menyebabkan ruang gerak suatu daerah semakin terciut, dan hal ini disebabkan
manusia merupakan bagian integral dari ekosistem, dimana manusia hidup dengan
mengekploitasi lingkungannya. Pertumbuhan penduduk yang cepat meningkatkan

26

permintaan terhadap sumber daya alam. Pada saat yang sama meningkatnya
konsumsi yang disebabkan oleh membengkaknya jumlah penduduk yang pada
akhirnya akan berpengaruh pada semakin berkurangnya produktifitas sumber daya
alam.
Menurut Wijono (1998:5) kondisi sebagaimana digambarkan tersebut
dapat diibaratkan seperti lilin, pertumbuhan penduduk yang cepat akan membakar
lilin dari kedua ujungnya. Sehingga batang lilin itu akan cepat meleleh dan habis.
Konsekwensinya adalah berubahnya salah satu atau beberapa komponen dalam
ekosistem, mengakibatkan perubahan pada interaksi komponen-komponen itu,
sehingga struktur organisasi dan sifat-sifat fungsional ekosistem akan berubah
pula.Dalam perspektif historis tentang kependudukan dan dampak lingkungan
Derek Lewlyn dan Jones (dalam Alfi, 1990:22) melakukan penelitian di kota
Sidney di Australia, berdasarkan hasil penelitiannya mereka menyimpulkan bahwa
sebenarnya keseimbangan ekologi itu tidak kekal. Kota Sidney yang dulunya
sangat asri dengan tatanan lingkungan kota yang nyaman, tetapi mulai periode 80an, semuanya telah berubah menjadi tidak nyaman lagi. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut menandakan bahwa perkembangan penduduk sedikit banyak
akan mempengaruhi lingkungan hidup baik fisik maupun non fisik.
B. Saran
Semoga kedepannya Indonesia bisa lebih baik lagi di tangan pemimpin
yang bisa menggiring masyarakatnya menuju kehidupan yang lebih baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Arsyad,sinatala.dkk.2012.penyelamatan tanah air dan lingkungan.yayasan
pustaka obor Indonesia:Jakarta

27

Setiawan,B.2010.pengelolaan sumberdaya dan lingkungan.Gajah Mada


University Press:Yogyakarta
Djafar,tengku zahara,hj.2001.pendidikan kependudukan lingkungan hidup strategi
dalam pembangunan berkelanjutan berwawaean lingkungan.fakultas Ilmu
Pendidikan :Padang
Soetaryono, Retno. 1998. Dalam Prakteknya Kebijakan Lingkungan Membebani
Rakyat, Dalam: Warta Demografi, Tahun XXVIII,
Brown, Lester R. 1992. Tantangan Masalah Lingkungan Hidup (Bagaimana
Membangunan Masyarakat Manusia Berd Ratnasari, F. dkk. 2003. Masalah
Kesehatan. Penerbit: Kepel Press. Yogyakarta.
http://syamsuqamaridji.blogspot.com/2011/07/definisi-dan-pengertiandemografi.html.
http://www.masbied.com/2010/01/14/isu-kependudukan/#more-1816
http://www.ekofitriyanto.com/