Anda di halaman 1dari 20

MEMAHAMI LOBBY

DAN NEGOSIASI DALAM


BERORGANISASI
Arip Amin

PENGANTAR
Lobby atau diplomasi (dalam istilah politik)
merupakan salah satu cara dalam menyelesaikan
sebuah konflik. Konflik yang dimaksud disini adalah
konflik dalam batasan yang luas, yaitu adanya dua hal
atau lebih, baik sipatnya personal maupun kelompok
yang terlibat dalam suatu interaksi yang saling
berlawanan/ tidak sepaham.
Dalam dunia politik istilah pelobian adalah
merupakan usaha individu atau kelompok dalam
kerangka berpartisipasi politik, untuk menghubungi
para pemimpin politik atau pejabat pemerintah dengan
tujuan mempengaruhi keputusan pada suatu masalah
yang dapat menguntungkan sekelompok orang.

Istilah lobbying atau Lobi dalam bahasa Indonesia sering


dikaitkan dengan kegiatan politik dan bisnis. Perkembangan dewasa
ini Lobi/melobi tampaknya tidak terbatas pada kegiatan tersebut,
namun mulai dirasakan oleh manajer organisasi untuk menunjang
kegiatan manajerialnya.
Kata Melobi terdapat dalam kamus bahasa Indonesia dengan
pengertian: melakukan pendekatan secara tidak resmi/ informal.
Menilik asal kata lobi yang berarti teras atau ruang depan/ruang
tunggu yang terdapat di hotel-hotel, tempat dimana para tamu dudukduduk dan bertemu dengan santai. Kemungkinan kata lobi melatar
belakangi perkembangan istilah melobi yang terjadi karena
kebiasaan para anggota parlemen di Inggris yang biasa berkumpul di
lobi ruang sidang dan memanfaatkan pertemuan di ruang tersebut
untuk melakukan berbagai pendekatan, diantara persidangan.

PENGERTIAN LOBBY

Menurut Anwar (1997) definisi yang lebih luas adalah suatu


upaya informal dan persuasif yang dilakukan oleh satu pihak
(perorangan, kelompok, Swasta, pemerintah) yang memiliki
kepentingan tertentu untuk menarik dukungan dari pihak pihak
yang dianggap memiliki pengaruh atau wewenang, sehingga
target yang diinginkan dapat tercapai.
Menurut Pramono (1997) lobi merupakan suatu pressure group
yang mempraktekkan kiat-kiat untuk mempengaruhi orang-orang
dan berupaya mendapatkan relasi yang bermanfaat.
Maschab (1997) lebih menekankan bahwa lobbying adalah
segala bentuk upaya yang dilakukan oleh suatu pihak untuk
menarik atau memperoleh dukungan pihak lain.

Dengan demikian ada upaya dari pihak yang berkepentingan


untuk aktif melakukan pendekatan kepada pihak lain agar bisa
memahami pandangan atau keinginanmya dan kemudian
menerima dan mendukung apa yang diharapkan oleh pelaku
lobbying.

APA YANG DIMAKSUD DENGAN


TEKNIK LOBBY?
Cara atau teknik lobby ada berbagai macam
tergantung pada target yang ingin dicapai. Ada lobby
dengan target menang, sehingga bisa jadi bohong atau
bahkan licik, lobby dengan target win-win solution.
Atau bisa juga dengan target agar tidak terlalu
memalukan ketika akhirnya kalah.
Masing-masing cara/gaya melobby tergantung pada
kondisi obyektif di lapangan serta tergantung pada
pihak lain yang kita lobby.

MENGAPA HARUS DILAKUKAN


LOBBY?

Lobby sangat penting dalam kehidupan berorganisasi


artinya dapat kita gunakan untuk mengukur tingkat
kekuatan internal kita, citra yang ditangkap publik
serta kredibilitas, dan akuntabilitas di hadapan pihak
lain. Lobby juga diperlukan untuk memuluskan
berbagai proses yang sedang dilakukan.

BAGAIMANA CARA MELAKUKAN


LOBBY?

Lobby dilakukan bisa dengan berbagai cara,


tergantung pada siapa dan dalam waktu seperti apa.
Lobby bisa di mulai dengan teknik mengambil hati
sampai dengan teknik menutup urat nadi orang lain/
organisasi lain.

APA KEUNTUNGAN LOBBY?

Keuntungan lobby adalah mempercepat proses


birokrasi, memperpendek waktu penyelesaian
masalah serta mengurangi resiko kerugian yang
akan di terima.

MENGAPA KITA BUTUH


MELAKUKAN LOBBY?

Hal ini penting untuk memperluas pencapaian target


dan tujuan kita dalam organisasi yang hendak
dicapai, semakin bagus lobby yang kita lakukan, maka
semakin cepat target dan tujuan bisa di raih.

BAGAIMANA LOBBY BISA


DILAKUKAN ?

Lobby bisa kita lakukan kalau lawan kita kira-kira


seimbang atau lebih kuat. Kalau seimbang bisa jadi
sama-sama akan rugi (hancur) dan ini jelas tidak
dikehendaki oleh kedua belah pihak. Sedangkan jika
lawan lebih kuat maka yang di cari adalah bagaimana
agar kita bisa mengurangi kekalahan atau mencari
titik temu sehingga tidak jadi konflik yang
berkepanjangan.

APA YANG HARUS KITA


PERHITUNGKAN SAAT MELOBBY?
Yang harus diperhitungkan oleh seorang pelobby
yang baik adalah :
Pelobby harus menetapkan tujuan/ target berdasarkan
kekuatan yang sungguhnya;
Pelobby harus dapat menilai tujuan/target
berdasarkan kekuatan lawan dengan cermat;
Pelobby harus menetapkan seberapa jauh tujuan yang
berbeda itu bisa di cari titik komprominya ;
Pelobby harus menggunakan sarana yang tepat untuk
mencapai tujuan.

PERSIAPAN SEBELUM MELAKUKAN


LOBBY
Pihak

pelobby harus menyiapkan orang yang


punya visi part of solution, bukan orang yang jadi
part of problem.
Pihak pelobby harus punya tujuan yang jelas,
akurat dan ditopang dengan kekuatan yang
memadai.
Pihak pelobby harus memperhitungkan kondisi
obyektif dan sudut pandang lawan.
Pihak
pelobby harus bersedia berkompromi
dengan berbagai tingkatan target yang akan di
raih.

KARAKTERISTIK LOBBY
Bersifat

tidak resmi/ Informal dapat dilakukan diluar forum atau


perundingan yang secara resmi disepakati.
Bentuk dapat beragam dapat berupa obrolan yang dimulai dengan
tegur sapa, atau dengan surat, e-mail, FB, Twiter, Bloger, BBM
dll.
Waktu dan tempat dapat kapan dan dimana saja sebatas dalam
kondisi wajar atau suasana memungkinkan. Waktu yang dipilih
atau dipergunakan dapat mendukung dan menciptakan suasan
yang menyenangkan, sehingga orang dapat bersikap rilek.
Pelaku /aktor atau pihak yang melakukan lobbying dapat
beragam dan siapa saja yakni pihak yang bekepentingan yang
terkait pada obyek lobby.
Bila dibutuhkan dapat melibatkan pihak ketiga untuk perantara
Arah pendekatan dapat bersifat satu arah pihak yang melobi
harus aktif mendekati pihak yang dilobby. Pelobi diharapkan
tidak bersikap pasif atau menunggu pihak lain sehingga terkesan
kurang perhatian.

CARA-CARA MELOBBY
Tidak langsung :
. Lobby bisa dilakukan dengan cara tidak langsung hal ini mengandung
pengertian tidak harus satu pihak atau satu orang yang berkepentingan
menghubungi mendekati sendiri pihak lain yang mau dilobby.
. Pendekatan itu bisa dilakukan dengan perantaraan pihak lain (terutama
yang dianggap punya akses atau mempunyai hubungan yang dekat dengan
pihak yang dilobby).
. Dalam hal seperti ini maka satu hal yang sangat penting diperhatikan
oleh pihak yang melobby adalah kepercayaan atau kredibilitas pihak
ketiga yang dijadikan perantara atau penghubung tersebut.
. Kendala lain jangan sampai gara-gara lobbying yang dilakukan dengan
menggunakan jasa pihak lain (pihak ketiga) justru merusak hubungan
yang sudah ada, karena kesalahan atau ulah pihak ketiga tersebut.
. Kendala lain dalam menggunakan cara tidak langsung adalah pihak
ketiga atau perantara tersebut tidak selalu menguasai atau mengerti
permasalahan atau obyek yang jadi sasaran. Disamping itu apabila obyek
yang jadi sasaran bersifat rahasia maka akan membuka kemungkinan
bagi kebocoran terhadap rahasia tersebut.

1.

LANJUTAN...

2. Langsung
Berbeda cara ini pihak yang berkepentingan harus bisa bertemu atau
berkomunikasi secara langsung dengan pihak yang dilobby dengan
kata lain pihak-pihak yang terlibat bertemu atau berkomunikasi
secara langsung tidak menggunakan perantara atau pihak ketiga
cara langsung ini jelas lebih baik dari pada cara tidak langsung
tetapi kendalanya adalah bahwa :
a. Pihak pihak yang terlibat tidak selalu saling mengenal
b. Tidak semua orang mempunyai kemampuan berkomunikasi
dengan baik.
c. Kesan terhadap pribadi tidak selalu sama dengan kesan terhadap
lembaga. Jelasnya seseorang mungkin saja kurang suka atau
kurang menghormati orang tertentu tetapi terhadap lembaga yang
dipimpinnya dia tidak ada masalah dalam hal seperti ini tentu
akan lebih baik apabila yang melakukan lobby adalah orang lain
atau
staf
pada
lembaga
tersebut

LANJUTAN....
3. Terbuka
Yang dimaksud dengan cara terbuka adalah lobbying
yang dilakukan tanpa ketakutan untuk diketahui orang
lain, Lobby yang dilakukan secara terbuka memang
tidak harus berarti dengan sengaja diekspose atau
diberitahukan kepada khalayak, tetapi kalaupun
diketahui masyarakat bukan merupakan masalah.
Lobbying dengan cara terbuka ini biasanya dilakukan
oleh dan diantara kelompok misalnya pendekatan yang
dilakukan oleh partai politik tertentu pada salah satu
Organisasi Massa atau sebaliknya, dan antara suatu
Ormas pada Ormas yang lain.

LANJUTAN...
4. Tertutup
Yang
dimaksud lobbying tertutup adalah
apabila lobbying dilakukan secara diam-diam
agar tidak diketahui oleh pihak lain apalagi
masyarakat.
Lobbying dengan cara ini biasanya bersifat
perorangan yaitu yang dilakukan secara
pribadi atau oleh seseorang pada orang
tertentu Lobbying cara ini dilakukan karena
apabila sampai diketahui oleh pihak lain maka
bisa berakibat negatif atau merugikan pihak
yang melakukan lobby tersebut maupun pihak
yang dilobby.

CARA LOBBYING
Agar lobbying yang kita lakukan berhasil
dengan baik atau sekurang-kurangnya tidak
menimbulkan penolakan yang mungkin keras atau
sikap antipati maka perlu kiranya diperhatikan
beberapa petunjuk teknis sebagai berikut:
Perlu mengenal/mengindentifikasi target lobby
dengan baik.
Perfomance /Penampilan diri yang baik.
Memperhatikan situasi dan kondisi.
Mengemas pesan.
Jangan takut gagal

LANGKAH-LANGKAH PERSIAPAN
MELAKUKAN LOBBYING:
1.
2.
3.
4.

5.
6.

Menguasai masalah yang dibicarakan


Mulai berbicara bila situasi telah memungkinkan
Mengarahkan dengan tepat agar dapat memancing
perhatian.
Cara berbicara harus jelas dan jangan terlalu cepat,
mengatur volume suara dan mempersiapkan kata
kata dengan baik.
Memperhatikan sikap, pandangan mata, gerak
gerik yang membantu.
Sopan, saling menghormati, dan menyiratkan rasa
persaudaraan .

SELAMAT MENCOBA SEMOGA MENJADI


LOBBYAN HANDAL
SEMOGA BERMANFAAT
Sekian dan Terimakasih