Anda di halaman 1dari 13

Peraturan Penanganan

Bencana di Bidang Kesehatan


di Indonesia
Jawaban no. 4 dari Kelompok 3
By Septian Ika Prasetya

Peraturan Penanganan Bencana di


Bidang Kesehatan di Indonesia
1.

Undang-Undang Republik Indonesia no. 24 tahun 2007 tentang


Penanggulangan Bencana

2.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 21 tahun 2008


tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

3.

Keputusan Mentri Kesehatan Republik Indonesia nomor


145/MENKES/SK/I/2007 tentang Pedoman Penanggulangan
Bencana di Bidang Kesehatan yang merupakan revisi dari
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor
1653/MENKES/SK/XII/2005 tentang Pedoman Penanganan
Bencana di Bidang Kesehatan

4.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 949/Menkes/SK/VIII/2004


tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Kewaspadaan Dini
Kejadian Luar Biasa (KLB)

Peraturan Penanganan Bencana di


Bidang Kesehatan di Indonesia
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomr
12/MENKES/SK/I/2002 tentang Pedoman Koordinasi Penanggulangan
Bencana di Lapangan
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 64 tahun 2013
tentang Penanggulangan Krisis Kesehatan
7. Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Kapolri Nomor
1087/MENKES/SKB/IX/2004 dan nomor Pol. : Kep/40/IX/2004 tentang
Pedoman Penatalaksanaan Identifikasi Korban MAti pada Bencana
Massal
8. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 448/MENKES/SK/VII/1993 tetang
Pembentukan tim Kesehatan Penanggulangan Bencana di setiap Rumah
Sakit

Peraturan Penanganan Bencana di


Bidang Kesehatan di Indonesia
9. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 28/MENKES/SK/I/1995 tentang
Petunjuk Pelaksanaan Umum Penanggulangan Medik Korban Bencana
10. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 205/MENKES/SK/III/1999
tentang Prosedur Permintaan Bantuan dan Pengiriman Bantuan
11. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 066/MENKES/SK/II/2006
tentang Pedoman Manajemen Sumber Daya MAnusia Kesehatan Dalam
Penanggulangan Bencana
12. Keputusan Menteri Kesehatan nomor 059 tahun tahun 2011 tentang
Pedoman Pengelolaan Obat dan Perbekalan Kesehatan dalam
Penanggulangan Bencana

UU no. 24 tahun 2007


Pada UU ini dinyatakan bahwa pelayanan
kesehatan termasuk ke dalam kebutuhan dasar
(pasal 53 huruf d) yang harus diupayakan
penyediaannya dalam tahap tanggap darurat dan
pada tahap pascabencana bagian rehabilitasi
(pasal 58 ayat 1 huruf e).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia


nomor 21 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan
Penanggulangan Bencana (1)
BAB III
TANGGAP DARURAT
Bagian Kesatu
Umum
Pasal 21
Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada saat tanggap
darurat meliputi:
c. penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana;
(Termasuk dalam penyelamatan dan evakuasi masyarakat
terkena bencana adalah pelayanan kegawatdaruratan
kesehatan.)

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 21


tahun 2008 tentang Penyelenggaraan
Penanggulangan Bencana (2)
Bagian Keempat
Penyelamatan dan Evakuasi
(4) Pertolongan darurat bencana sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) diprioritaskan pada
masyarakat terkena bencana yang mengalami
luka parah dan kelompok rentan.
(5) Terhadap masyarakat terkena bencana yang
meninggal dunia dilakukan upaya identifikasi
dan pemakamannya

Peraturan Pemerintah Republik


Indonesia nomor 21 tahun 2008
tentang Penyelenggaraan
Penanggulangan Bencana (3)
BAB IV PASCABENCANA
Bagian Kedua : Rehabilitasi

Pasal 56
(1) Rehabilitasi pada wilayah pascabencana
dilakukan melalui kegiatan:
d. pemulihan sosial psikologis;
e. pelayanan kesehatan;

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 21 tahun


2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (4)
Paragraf 4 : Pemulihan Sosial Psikologis

Pasal 68
(1) Pemulihan sosial psikologis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (1)
huruf d ditujukan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana,
memulihkan kembali kehidupan sosial dan kondisi psikologis pada keadaan
normal seperti kondisi sebelum bencana.
(2) Kegiatan membantu masyarakat terkena dampak bencana sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui upaya pelayanan sosial psikologis
berupa:
a. bantuan konseling dan konsultasi keluarga;
b. pendampingan pemulihan trauma; dan
c. pelatihan pemulihan kondisi psikologis.
(3) Pelayanan sosial psikologis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan
oleh instansi/lembaga yang terkait secara terkoordinasi dengan BPBD.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 21 tahun


2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (5)

Paragraf 5 : Pelayanan Kesehatan


Pasal 69
(1) Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat (1)
huruf e ditujukan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak
bencana dalam rangka memulihkan kondisi kesehatan masyarakat.
(2) Kegiatan pemulihan kondisi kesehatan masyarakat terkena dampak
bencana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui upayaupaya :
a. membantu perawatan korban bencana yang sakit dan mengalami
luka;
b. membantu perawatan korban bencana yang meninggal;
c. menyediakan obat-obatan;
d. menyediakan peralatan kesehatan;
e. menyediakan tenaga medis dan paramedis; dan
f. merujuk ke rumah sakit terdekat.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 21


tahun 2008 tentang Penyelenggaraan
Penanggulangan Bencana (6)
Paragraf 5 : Pelayanan Kesehatan
Pasal 69
(3) Upaya pemulihan kondisi kesehatan
masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat
(2), dilaksanakan melalui pusat/pos layanan
kesehatan yang ditetapkan oleh instansi terkait
dalam koordinasi BPBD.
(4) Pelaksanaan kegiatan pemulihan kondisi
kesehatan masyarakat sebagaimana dimaksud
pada ayat (3), dilaksanakan dengan mengacu
pada standar pelayanan darurat sesuai dengan
ketentuan peraturanperundang-undangan.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik


Indonesia nomor 145/MENKES/SK/I/2007
tentang Pedoman Penanggulangan Bencana
di Bidang Kesehatan

Garis-garis besar kebijakan penanggulangan bencana dalam


bidang kesehatan, meliputi sarana dan prasarana,
regionalisasi pusat bantuan penanggulangan krisis
kesehatan, bantuan, dll.

Pengorganisasian penanganan bencana, meliputi


pengorganisasian tingkat pusat, tingkat propinsi, tingkat
kabupaten/kota dan di lokasi kejadian (penanggung jawab
dan pelaksana tugas)

Pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana, meliputi


kegiatan yang dilaksanakan pada tahap pra-bencana, saat
bencana, dan pasca bencana pada tiap-tiap tingkat
pengorganisasian seperti dalam poin b.

Anggaran

Evaluasi,pencatatan dan pelaporan

Thank You
Arigato gozaimasu ^_^