Anda di halaman 1dari 1

1

ORIENTASI USAHATANI
PADI ORGANIK

KESIMPULAN
PENELITIAN

Terkait dengan
kebersamaan, menjaga keutuhan
relasi

METODE

Penelitian ini merupakan


penelitian kualitatif kaji tindak. Data diperoleh melalui
wawancara, focus group discussion, dan pengamatan.

Terkait dengan akses


( ke pasar, sumber informasi, teknologi, dan
sumber modal)

engembangan padi organik adalah upaya


untuk menuju usahatani yang berkelanjutan. Terkait keberlanjutan bisnis, kesadaran
terhadap pangan sehat dan kelestarian lingkungan adalah peluang yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dalam kasus Kabupaten Bandung, kunci keberhasilan pengembangan padi organik
ada di tangan petani. Oleh karenanya, perhatian yang

lebih tinggi dan terarah harus diberikan kepada pelaku


usaha ini, baik dari aspek peningkatan kapasitas teknis
maupun perbaikan kelembagaan. Para pengambil kebijakan dan regulator juga harus berperan dalam memperlancar dan mempermudah berkembangnya usahatani ini dalam arti membuat pengembangan usaha padi
organik ini menguntungkan dan adil bagi semua pihak
yang terlibat.

Membangun trust, saling ketergantungan,


serta kepastian, keberlanjutan

aktivitas
perencanaan usaha
budidaya padi organik

1. Balogun, Julia and Veronica Hope Hailey. Exploring Strategic Change. 1999. Prentice Hall Europe. London
2. Biocert. 2008. Potret Perkembangan Pertanian Organik Asia. Newsletter Trust in Organic Edisi 9/Th.2

(Jan - Mar 2008).
3. Goenadi dan Isroi. 2003. Aplikasi Bioteknologi dalam Upaya Efisiensi Agribisnis yang Berkelanjutan.

http:/www.ipard.com/art perkebun/dhg l.asp.
4. Reijntjes, C., Bartus, H., dan Water-Bayer. 1992. Pertanian Masa Depan. Kanisius, Yogyakarta
5. Simbolon, HB. 2003. Peranan Pertanian Organik dalam Pertanian Berkelanjutan dan Peluang Penerapannya
di Indonesia. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
6. Sulistyowati, A. 1999. Pertanian Organik dalam Sejarah Peradaban. Wacana, edisi 17 Mei-Juni 1999,

Jakarta.

INISIASI s

Poktan Tani Nurani Sejahtera

Bagaimana

Proses AdaptasI PARA

referensi
PENELITIAN

engupayakan kepastian pasar dan


harga. Termasuk melakukan kegiatan
memperoleh data dan informasi mengenai permintaan pasar modern dan
pasar ekspor beserta kualifikasi/spesifikasi produk
yang diminta, kepastian harga jual dari produk yang
dihasilkan. Upaya perencanaan produksi di seluruh
anggota Kelompok Tani Nurani Sejahtera juga dibutuhkan

perumusan 8

enetapan pasar dan harga jual. Meliputi kegiatan: Pertemuan dengan pihak poktan Sarinah untuk menetapkan kuantitas/volume
permintaan dan harga. Penyusunan kontrak tertulis antara Poktan Nurani Sejahtera dengan Poktan
Sarinah apabila memungkinkan. Di sisi yang sama,
penetapan wilayah produksi dan pengelolaan: Dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan,
faktor sosial, budaya, dan ekonomi. Dilakukan secara partisipatif, bertanggung gugat, dan terbuka

.
FINALISASI
Sosialisasi dan diseminasi
kepada anggota melalui
komunikasi, dan negosiasi
kepada wakil petani terlibat dan sosialisasi kepada
seluruh petani terlibat

ALIRAN PRODUK PADI ORGANIK


kelompok tani mitra sejahtera, bojongsoang

PETANI?

Kelembagaan Pendukung

Kementan, Pemerintah Daerah, BP4K

Previous Buyers

Supplier Padi Organik Eksisting


Kelompok Tani Mitra Sejahtera
Anggota Kelompok Tani Organik Sarinah

Potensi Supplier Padi Organik


Petani di Ciparay, Petani di Banjaran

KELOMPOK TANI
SARINAH
CIPARAY

Buyers Beras Organik Eksisting

kondisi

yang diinginkan

ertanian organik di Indonesia menyimpan segudang tugas dari kondisi saat ini hingga mencapai kondisi yang diingnkan. Dalam hal perencanaan budidaya padi organik misalnya, rencana pengembangan saat ini tidak mempertimbangkan aspek pasar, namun hanya fokus
pada aspek teknis. Padahal, keberlanjutan produksi bergantung pada rencana pengembangan
padi organik yang fokus kepada permintaan pasar. Masih banyak contoh lainnya, terutama dalam
4 hal utama: paradigma, perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan.

ADAPTASI DAN ORIENTASI

PETANI PADI MENUJU USAHATANI BERKELANJUTAN


eiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk
(menurut BPS (2013) laju pertumbuhannya 1.99% /tahun),
permintaan beras dari tahun
ke tahun menunjukkan peningkatan, Permintaan akan
konsumsi beras tidak hanya
dari kuantitas (138 kg/kapita/tahun), tapi juga
dari segi kualitas (kesehatan dan lingkungan), diantaranya melalui konsumsi beras organik. Di Kabupaten Bandung, khususnya di

Kecamatan Bojongsoang, teknologi padi organik sudah dikenal petani, diterapkan oleh
sejumlah petani dan memiliki pangsa pasar
terstruktur. Kabupaten Bandung memasok
beras organik untuk kebutuhan lokal mencapai 14 ton per bulan. Namun, perubahan memerlukan penyesuaian petani, baik dari sisi
teknologi, perilaku personal maupun kelembagaan. Karena kekecilannya, pendekatan
kelompok juga menjadi sangat penting dalam
melakukan pemberdayaan di tingkat petani.

Yayat Sukayat,
Dika Supyandi

FAKULTAS PERTANIAN
universitas padjadjaran
Jalan Raya Jatinangor KM.21
SUMEDANG, JAWA BARAT

2014