Anda di halaman 1dari 4

Menghitung Resiko Portofolio

Risiko portofolio tidak bisa dihitung hanya dengan menjumlahkan risiko masing masing
sekuritas yang ada dalam portofolio. Mnghitung risiko portofolio tidak sama dengan menghitung
return portofolio, karena risiko portofolio bukan merupakan rata rata tertimbang risiko masing
masing sekuritas individual dalam portofolio.
Dengan menggunakan ukuran kovarians, kita bisa menghitung besarnya risiko portofolio, baik
yang terdiri dari dua buah sekuritas maupun n sekuritas. Dalam menghitung risiko portofolio,
ada tiga hal yang perlu ditentukan, yaitu:
1.

Varians setiap sekuritas


Kovarians antara satu sekuritas dengan sekuritas lainnya
Bobot portofolio untuk masing masing sekuritas
Kasus dua sekuritas
Untuk mengukur risiko portofolio yang terdiri dari dua sekuritas, kita bisa menghitung
standar deviasi return kedua sekuritas tersebut.
Secara matematis, rumus yang dipakai adalah
W 2A 2A +W 2B 2B +2 ( W A ) ( W B )( AB ) A B

p=
Keterangan:
A ; B = Standar deviasi sekuritas A; Standar deviasi sekuritas B
p

= Standar deviasi portofolio

WA

= Bobot portofolio dari sekuritas A

WB

= Bobot portofolio dari sekuritas B

AB
= Koefisien korelasi antara sekuritas A dan sekuritas B
Standar deviasi portofolio akan dipengaruhi langsung oleh korelasi antara dua saham.
Risiko portofolio akan berkurang karena perubahan korelasi koefisien dari +1 ke bawah.
2. Kasus n-sekuritas
Kasus dua sekuritas dapat diperluas untuk menghitung risiko portofolio n-sekuritas.
Ukuran yang dipakai adalah varians return dari n-sekuritas yang ada dalam portofolio.
Secara matematis rumus untuk menghitung risiko n-sekuritas adalah:

= W + W i W j ij
2
p

i=1

2
i

2
i

i=1 j=1
i j

Keterangan:
2p = varians return portofolio
2i

= varians return sekuritas i

ij

= kovarians antara return sekuritas i dan j

Wi

= bobot atau porsi dana yang diinvestasikan pada sekuritas i

i=1 j=1

Tanda penjumlahan ganda, berarti angka n2 akan ditambahkan secara bersamaan (semua
nilai pasangan i dan j yang mungkin dipasangkan)

Matrik Varians dan Kovarians yang berkaitan dalam Menghitung Standar Deviasi dari
Portofolio
Dua Sekuritas
Empat
Sekuritas

1.1
2.1
1.1
2.1
3.1
4.1

1.2
2.2
1.2
2.2
3.2
4.2

1.3
2.3
3.3
4.3

1.4
2.4
3.4
4.4

Tabel di atas terkait dengan perhitungan risiko portofolio menggunakan Markowitz


mean-analisis. Pada kasus dua sekuritas, terdapat dua kovarians dan kita mengali
kovarians tertimbang dengan dua, karena kovarians A dengan B sama dengan kovarians
B dengan A. Pada kasus tiga sekuritas, terdapat enam kovarians sedangkan empat
sekuritas terdapat 12 kovarians,dan seterusnya. Jumlah kovarians meningkat dengan
cepat berdasarkan perhitungan n(n-1), di mana n adalah jumlah sekuritas. Karena
kovarians A dengan B sama dengan kovarians B dengan A, maka perhitungannya
[n(n-1)]/2.
Pada tabel di atas menggambarkan matrik varians kovarians terkait dengan
perhitungannya. Pada kasus dua sekuritas, terdapat empat sel matriks dimana ada dua

varians dan dua kovarians. Untuk kasus empat sekuritas, ada 16 sel matriks empat
varians dan 12 kovarians. Sel varians berada pada diagonal matriks.
Salah satu kontribusi nyata Markowitz untuk teori portofolio adalah pengetahuannya
tentang kepentingan relative dari varians dan kovarians. Apabila jumlah sekuritas yyang
dimiliki dalam portofolio meningkat, risiko dari masing masing sekuritas akan
menurun, dan hubungan kovarians akan meningkat. Misalnya, dalam portofolio terdapat
500 sekuritas, kontribusi risiko dari masing masing sekuritas untuk keseluruhan risiko
portofolio akan sangat kecil, risiko portofolio akan terdiri hamper seluruhnya dari risiko
kovarians antara sekuritas.
n

Jika dari persamaan (

W 2i 2i
i=1

), kita asumsikan bahwa bobot portofolio sama untuk

setiap sekuritas, maka bobot akan menjadi 1/n, sehingga


n
n
2
2
( 1n ) 2i = 1n ni
i=1
i=1

Selanjutnya, kita dapat menyederhanakan persamaan n-sekuritas menjadi:


n

= W i W j ij
2
p

i=1 j=1

atau
n

p = W i W j ij i j
2

i=1 j=1

Persamaan di atas digunakan untuk menghitung varians dan kovarians, jika i=j maka
rumus pertama bisa dipakai untuk menghitung varians, dan jika ij maka rumus kedua
bisa digunakan untuk menghitung kovarians.
Untuk menghitung risiko portofolio menggunakan kedua persamaan di atas, kita perlu
perkiraan varians untuk setiap sekuritas dan perkiraan koefisien korelasi atau kovarians.
Varians dan koefisien korelasi dapat dihitung menggunakan ex post atau ex ante data. Jika
analis menggunakan ex post data untuk menghitung koefisien korelasi atau kovarians dan
kemudian menggunakan perkiraan tersebut pada model Markowitz, asumsi implisit
adalah hubungan yang ada dulu akan berlanjut ke masa datang. Hal yang sama berlaku
dari varians untuk sekuritas tunggal. Jika varians historis dianggap menjadi perkiraan

terbaik dari varians yang diharapkan, maka seharusnya digunakan. Namun, harus diingat
bahwa varians satu sekuritas dan koefisien korelasi antara sekuritas bisa berubah dari
waktu ke waktu.