Anda di halaman 1dari 3

a.

Herpes Zoster
pengaktifan kembali virus Varicella
Gambaran Klinis :
-Lesi-lesinya adalah vaskuler, ulseratif
-Biasanya sangat sakit
-Umumnya mengenai bibir, lidah, dan mukosa pipi.
Tampak adanya Lesi Lepuh2 vesikuler dan pustuler(vesikel kecil yg terinfeksi dan berisi
nanah) unilateral yg tmbul stlah 1-3 hr.
Gejala Gejala dari herpes jenis ini adalah pada 3-4 hari sebelum timbulnya herpes zoster,
penderita merasa tidak enak badan, menggigil, demam, mual, diare atau sulit berkemih.
Terkadang penderita merasakan nyeri, kesemutan atau gatal di kulit yang terkena. muncul
sekumpulan lepuhan kecil berisi cairan dikelilingi oleh daerah kemerahan. Lepuhan ini
hanya terbatas pada daerah kulit yang dipersarafi oleh saraf yang terkena. Lepuhan paling
sering muncul di batang tubuh dan biasanya hanya mengenai satu sisi (kanan saja atau
kiri saja). Daerah yang terkena biasanya peka terhadap berbagai rangsangan (termasuk
sentuhan yang sangat ringan) dan bisa terasa sangat nyeri.
Patofisiologi Penyebab herpes zoster adalah virus varicella-zoster, virus yang juga
menyebabkan cacar air. Infeksi awal virus varicella-zoster (yang bisa berupa cacar air)
berakhir dengan masuknya virus ke dalam ganglia (badan saraf) pada saraf spinalis
maupun saraf kranialis dan virus menetap disana dalam keadaan tidak aktif. Herpes zoster
tejadi jika virus kembali aktif. Kadang pengaktivan kembali virus ini terjadi jika terdapat
gangguan pada sistem kekebalan akibat suatu penyakit (misalnya karena AIDS atau
penyakit Hodgkin) atau obat-obatan yang mempengaruhi sistem kekebalan. Biasanya,
penyebab dari pengaktivan kembali virus ini tidak diketahui.
2. GHP (Gingivostomatitis Herpetika Primer)
Gingivostomatitis herpetika primer adalah suatu penyakit yang ditandai dengan lesi
ulserasi pada lidah, bibir, mukosa gingiva, palatum durum dan molle.
Etiologi
Gingivostomatitis herpetika primer merupakan bentuk tersering dariinfeksi HSV tipe 1
pada rongga mulut. Gingivostomatitis Herpetika Primer lebih banyak terjadi pada anak
dan remaja
Gambaran Klinis
-Tepi Gusi berwarna Merah Padam
-Pembengkakan pd Papila Interdental, multipel.
Gambaran klinis bersifat akut, demam, anoreksia. Pada intraoral terdapat gingivitis, lesi
vesikula kemudian pecah dan terjadi ulserasi pada mukosa oral, lidah dan bibir tepi gusi
yang berwarna merah padam dan edema.
Gejala

-pembengkakan pada papilla interdental


-mudah terjadi pendarahan.
-disertai simptom demam, anoreksia, limfadenopati dan sakit kepala.
Petofisiologi GHP memiliki Periode inkubasi hingga 2 minggu. Fase prodromalditandai
malaise dan kelelahan, sakit otot dan kadang sakit tenggorokan. Pada tahap awal nodus
limfe submandibular sering membesar dan sakit. Fase prodromal ini berlangsung 1-2 hari
dan diikuti dengan timbulnya lesi oral dan kadang sirkumoral. Vesikula kecil berdinding
tipis dikelilingi dasar eritematous yang cenderung berkelompok timbul pada mukosa oral.
Vesikula kemudian pecah dengan cepat dan menimbulkan ulser bulat dangkal. Ulser
dapat terjadi pada semua bagian mukosa mulut.
3. Herpangina
herpangina) adalah penyakit akut yang sembuh sendiri tanpa pengobatan,
penyakit virus yang ditandai dengan serangan tiba-tiba, berupa demam, sakit tenggorokan
disertai lesi pada faring berukuran 1 2 mm berbentuk papulovesikuler berwarna abuabu dengan dasar eritematus dan berkembang secara perlahan menjadi lesi yang sedikit
lebih besar. Lesi ini yang biasanya muncul pada dinding anterior faucium dari tonsil,
palatum molle, uvula dan tonsilnya sendiri, muncul sekitar 4 6 hari sesudah mulai sakit.
Penyakit ini tidak fatal.
Gambaran Klinis
-Vesikel berpapil abu-abu muda yang pecah membentuk ulkus-ulkus yang dangkal, besar,
dan multipel.
-Lesi ini mempunyai tepi erithematous dan berbatas pada pilar-pilaranterior, palatum
lunak, uvula, dan tonsil.
gejala : faringitis,sakit kepala,demam,limfangitis

4.Varicella
Varisela adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus varisela-zoster
(vvz). Penyakit ini terutama mengenai anak-anak dan merupakan infeksi primer vvz pada
individu yang rentan (imunokompromais). Virus masuk kedalam tubuh manusia melalui
mukosa saluran nafas atas dan orofaring, menuju kelenjar getah bening regional,
kemudian terjadi multiplikasi virus masuk kedalam peredaran darah diikuti oleh viremia
primer. Virus masuk ke sel sistem retikuloendotelial yang merupakan tempat replikasi
utama virus selama masa inkubasi. Dua minggu setelah infeksi, terjadi viremia sekunder
yang menyebabkan demam, malese dan timbul lesi di kulit dan mukosa. Setelah sembuh,
virus dalam keadaan dorman pada sel ganglion dorsalis sistem saraf sensoris yang pada
keadaan tertentu dapat mengalami reaktivasi bermanifestasi sebagai herpes zoster.
Varicella ZosterEtiologi

Gambaran Klinis
-Vesikel pd kulit dan wajah yg mirip tetesan embun
-Scra intra oral ulkusnya tmpak pd palatum mole, mukosa pipi dan lipatan mukobukal
gejala : Menggigil,demam
Patofisiologi
Infeksi virus ini akan menimbulkan ruam berwarna merah dan
gatal.Ruamtersebut bermula dengan bintik merah kecil yang terlihat seperti jerawat atau
gigitan serangga. Bintik-bintik ini kemudian berkembang menjadi kantong-kantong
berdinding tipis dan berisi cairan yang awalnya berwarna bening, namun berubah
menjadi kelabu. Setelah dua hingga empat hari, kantong-kantong itu pun pecah sehingga
menjadi luka terbuka, mengering, lalu mengering dan berubah ke warna coklat.
Satu atau dua hari sebelum ruam muncul, si anak akan mengalami demam, sakit perut,
sakit tenggorokan, sakit kepala, atau lemas.