Anda di halaman 1dari 6

Nama

: Mohamad Aditia Hunta

Kelas

: VI (Enam)

Sekolah

: SDN NO 27 Dungingi

Macam - Macam Bencana Alam


1. Banjir

Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam
daratan. Banjir juga dapat terjadi di sungai, ketika alirannya melebihi kapasitas saluran
air, terutama di kelokan sungai. Banjir sering mengakibatkan kerusakan rumah dan
pertokoan yang dibangun di dataran banjir. Meski kerusakan akibat banjir dapat dihindari
dengan pindah menjauh dari sungai dan badan air yang lain, orang-orang menetap dan
bekerja dekat air untuk mencari nafkah dan memanfaatkan biaya murah serta perjalanan
dan perdagangan yang lancar dekat perairan.
2. Tsunami
Tsunami adalah suatu
gelombang laut yang
memiliki daya perusak yang
kuat. Aktivitas bumi seperti
gempa bawah laut, letusan
gunung berapi atau tanah
longsor dan sebagainya
kemungkinan juga akan
mengakibatkan Tsunami.
Ketika terjadi gempa,
stratum (lapisan) dasar laut
mengalami keretakan, sebagian stratum naik atau tenggelam secara tiba-tiba, dan
inilah yang mengakibatkan segenap lapisan dari dasar laut hingga ke permukaan

mengalami goncangan keras. Goncangan ini tidak sama dengan gelombang yang
biasa kita jumpai. Gelombang laut umumnya hanya naik di sekitar permukaan, tingkat
kedalamannya tidak besar. Sedang goncangan air laut yang disebabkan gempa
adalah fluktuasi segenap sistem air dari permukaan laut ke permukaan, energi yang
terkandung di dalamnya sangat mengejutkan.
3. Gempa Bumi
Gempa bumi adalah goncangan
yang mengguncang suatu daerah mulai
dari yang tingkat rendah sampai tingkat
tinggi yang membahayakan. Gempa
dengan skala tinggi dapat membuat
luluhlantak apa-apa yang ada di
permukaan bumi. Rumah, gedung, menara,
jalan, jembatan, taman, landmark, dan lain
sebagainya bisa hancur rata dengan tanah
jika terkena gempa bumi yang besar.
Gempa bumi merupakan getaran
cepat litosfer. Berdasarkan sebab
terjadinya gempa bumi dapat dibagi dua jenis : gempa bumi tektonik dan gempa bumi
vulkanik. Gempa bumi tektonik dampaknya paling luas pada manusia. Terjadinya gempa
bumi ini karena tegangan bagian dalam bumi, sehingga menyebabkan perubahan
struktural bumi. Lapisan batuan dalam kerak bumi, dimana dibawah efek tegangan bumi
dalam jangka panjang, akan terjadi kemiringan dan lekukan, saat tegangan bumi yang
terakumulasi melampaui batas maksimum yang dapat ditahan lapisan batuan, maka akan
terjadi kesalahan letak dan retakan secara tiba-tiba di daerah lapisan batuan yang lemah,
sehingga energi yang terakumulasi dalam jangka waktu panjang tiba-tiba dilepaskan, dan
menyebar ke 4 penjuru dalam bentuk gelombang gempa, sehingga terjadi getaran di
permukaan bumi.
4. Angin Puting Beliung
Angin puting beliung adalah angin dengan kecepatan tinggi yang berhembus di
suatu daerah yang dapat merusak berbagai benda yang ada di permukaan tanah. Angin
yang sangat besar seperti badai, tornado, dan lain-lain bisa menerbangkan benda-benda
serta merobohkan bangunan yang ada sehingga sangat berbahaya bagi manusia.

5.

Tornado

Angin Tornado adalah suatu


angin pusaran kuat skala menengah
dari kumpulan arus kuat awan
gelap yang merentang ke
permukaan bumi. Saat muncul angin Tornado, kerap disertai dengan satu atau beberapa
pilar awan berbentuk corong seperti belalai gajah dari dasar awan dan menjulur ke
bawah, dengan disertai badai angin dan hujan, petir atau rambun (batu es). Jika Tornado
melewati permukaan air, ia dapat menarik air ke atas, dan membentuk tiang air,
berdekatan dengan awan. Jika melewati daratan, kerap akan merobohkan rumah,
menumbangkan tiang listrik, bahkan menarik manusia, ternak atau benda-benda lain ke
dalam pusarannya dan dibawa ketempat lain.
Angin Tornado kerap terjadi pada saat hujan disertai petir di musim panas, dan
sebagian besar muncul pada sore hari hingga menjelang malam, skala terjangannya kecil,
diameter Tornado umumnya berkisar antara puluhan hingga ratusan meter. Waktu
berlangsungnya Tornado biasanya hanya beberapa menit, paling lama juga tidak lebih dari
beberapa jam. Terjangan anginnya sangat kuat, kecepatan angin di sekitar pusat dapat
mencapai 100-200 meter/jam. Daya perusaknya sangat kuat, tempat yang dilalui angin
Tornado, kerap akan membuat pohon-pohon yang dilaluinya tercabut dari akarnya,
menjungkir balikan mobil, menghancurkan bangunan dan sebagainya, terkadang menarik
pergi manusia.
6. Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan adalah kebakaran yang diakibatkan oleh faktor alam seperti
akibat sambaran petir, kekeringan yang berkepanjangan, leleran lahar, dan lain
sebagainya. Kebakaran hutan menyebabkan dampak yang luas akibat asap kebakaran
yang menyebar ke banyak daerah di sekitarnya. Hutan yang terbakar juga bisa sampai ke
pemukiman warga sehingga bisa membakar habis bangunan-bangunan yang ada.

Kebakaran hutan, kebakaran


vegetasi, atau kebakaran semak,
adalah sebuah kebakaran yang
terjadi dialam liar, tetapi juga
dapat memusnahkan rumahrumah dan lahan pertanian
disekitarnya. Musim
kemarau adalah penyebab utama
kebakaran hutan besar.
7. Tanah Longsor
Tanah longsor adalah tanah
yang turun atau jatuh dari
tempat yang tinggi ke tempat
yang lebih rendah. Masalahnya
jika ada orang atau pemukiman
di atas tanah yang longsor atau
di bawah tanah yang jatuh
maka sangat berbahaya. Tidak
hanya tanah saja yang longsor
karena batu, pohon, pasir, dan lain sebagainya bisa ikut longsor menghancurkan apa saja
yang ada di bawahnya.
Longsor atau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang
terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti
jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan
oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah
faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah
faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Meskipun penyebab utama
kejadian ini adalah gravitasiyang memengaruhi suatu lereng yang curam
8. Kekeringan

Kekeringan adalah kesenjangan antara air yang tersedia dengan air yang
diperlukan, sedangkan ariditas (kondisi kering) diartikan sebagai keadaan jumlah curah
hujan sedikit.
Kekeringan (kemarau) dapat timbul karena gejala alam yang terjadi di bumi ini.
Kekeringan terjadi karena adanya pergantian musim. Pergantian musim merupakan
dampak dari iklim. Pergantian musim dibedakan oleh banyaknya curah hujan.
Pengetahuan tentang musim bermanfaat bagi para petani untuk menentukan waktu tanam
dan panen dari hasil pertanian.
Pada musim kemarau, sungai akan mengalami kekeringan. Pada saat kekeringan,
sungai dan waduk tidak dapat berfungsi dengan baik. Akibatnya sawah-sawah yang
menggunakan sistem pengairan dari air hujan juga mengalami kekeringan. Sawah yang
kering tidak dapat menghasilkan panen. Selain itu, pasokan air bersih juga berkurang. Air
yang dibutuhkan sehari-hari menjadi langka keberadaannya.Kekeringan pada suatu
kawasan merupakan suatu kondisi yang umumnya mengganggu keseimbangan makhluk
hidup.

9. Badai

Badai adalah cuaca yang ekstrem, mulai dari hujan es dan badai salju sampai
badai pasir dan debu. Badai disebut juga siklon tropis oleh meteorolog, berasal
dari samudera yang hangat. Badai bergerak di atas laut mengikuti arah angin dengan

kecepatan sekitar 20 km/jam. Badai bukan angin ribut biasa. Kekuatan anginnya dapat
mencabut pohon besar dari akarnya, meruntuhkan jembatan, dan menerbangkan atap
bangunan dengan mudah. Tiga hal yang paling berbahaya dari badai
adalah sambaran petir, banjir bandang, dan angin kencang. Terdapat berbagai macam
badai, seperti badai hujan, badai guntur, dan badai salju. Badai paling merusak adalah
badai topan (hurricane), yang dikenal sebagai angin siklon (cyclone) di Samudera
Hindia atau topan (typhoon) di Samudera Pasifik.

Anda mungkin juga menyukai